Anda di halaman 1dari 134

Rencana Induk Pengembangan RIP

Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN

(RIP)
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
2012-2027

Kode Dokumen : 0000 02 00 001

Revisi : 24 Juni 2016 / 20 Ramadhan 1437


H

Tanggal : 12 Okt 2013 / 22R. Awal 1432 H

Di Ajukan Oleh Di kendalikan Oleh Di setujui Oleh


Lembaga Rektor Senat Institute
Penjaminan Mutu

Lahaji Kasim Yahiji Ismail Puhi

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ……………………………………………………….. 4
Ringkasan ………………………………………………………………. 6
Pendahuluan ………………………………………………………….. 17
A. Latar Belakang ……………………………………………. 18
B. Landasan Hukum ………………………………………… 19
C. Maksud dan Tujuan. ……………………………………. 23

Kondisi Objektif ……………………………………………………… 25


A. Sejarah Singkat ………………………………………….. 26
B. Perkembangan IAIN 2012-2016 …………………… 30

Permasalahan &Strategi Perencanaan ……………………… 48


A. Bidang Pendidikan ………………………………………. 51
B. Bidang Penelitian ……………………………………….. 57
C. Bidang Pengabdian pada Masyarakat …………… 59
D. Bidang Organisaso dan Sarana Prasaran ………. 61
E. Tantangan ……………………………………………….. 66

Kerangka Pengembangan ……………………………………… 68


A. Visi – Misi …………………………………………………. 74
B. Pendekatan & Strategi pengembangan ……….. 75
C. Pengembangan Pendidikan & Pengajaran ……… 80
D. Pengembangan Penelitian …………………………… 88

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

E. Pengembangan Pengabdian pada Masyarakat.. 92


F. Pengembangan Kerjasama ………………………….. 96
G. Pengembangan kemahasiswaan ………………….. 96
H. Bidang Kerumahtanggan …………………………….. 101
I. Pembiayaan ………………………………………………. 103

Jaminan Mutu, Monev & Penghargaan ……………….. 107


A. Jaminan Pengendalian Mutu ………………………… 108
B. Monitoring dan Evaluasi ………………………………. 109
C. Penghargaan …………………………………………….. 115

Penutup ……………………………………………………………. 118

Daftar Bacaan …………………………………………………… 121


SK Rektor tentang Tim Penyusun RIP ………………… 123

Matriks Strategi Kebijakan dan Indikator Kinerja …… 134


RIP IAIN Sultan Amai Gorontalo 2012-2027

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Riwayat Kepemimpinan IAIN Sultan Amai


Gorontalo ………………………………………………… 29
Tabel 2. Status Akreditasi Program Studi …………………. 31
Tabel 3. Rasio Mahasiswa & Dosen …………………………. 35

Tabel 4. Rekapitulasi jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh


fakultas, jurusan dan lembaga dilingkungan
IAIN Sultan Amai Gorontalo ………………………… 41
Tabel 5. Bidang dan Luas Tanah ………………………………. 48

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji patut kami haturkan ke hadirat Ilahi Rabbi,


yang telah memberikan nikmat, rahmat, dan petunjukNya,
Shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi
Muhammad SAW dan para pengikutnya.
Rencana Induk Pengembangan (RIP) ini berisi gambaran
menyeluruh tentang perencanaan strategis berbagai aspek
pengembangan sepanjang tahun 2012-2027. Dokumen berisi
kerangka kebijakan, isu dan tujuan strategis serta berbagai
program dan sasaran yang hendak dicapai secara bertahap dan
berkelanjutan.Melalui Rencana Induk Pengembangan (RIP)2012-
2027ini, diharapkan agar semua pihak yang terlibat dalam
pengembangan IAIN Sultan Amai Gorontalo dapat termotivasi
untuk memacu diri dalam memfokuskan serta menjabarkan segala
gerak dan langkah pengembangannya sejalan dengan
perencanaan yang telah dirumuskan. Hal itu dilakukan guna
meraih cita-cita bersama, yakni menjadikan IAIN Sultan Amai
Gorontalo sebagai salah satu Universitas Islam yang unggul dalam
riset dan sains di Indonesia Tahun 2027.

Sebagai dokumen perencanaan, tentunya masih jauh dari


kesempurnaan dan keterbatasan, olehnya masukan dan berbagai
pihak serta stakeholders Perguruan Tinggi sangat diharapkan.
Kamipunmengharapkan adanya partisipasi dari semua pihak guna

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

mewujudkan RIP Institusi ini dapat terimplementasi sesuai dengan


rencana.

Akhirnya, semua kita dapat merencanakan dan


melaksanakan dengan kerja keras, namun Allah SWT jualah yang
menentukan amal kebaikan kita semua. Semoga Allah senantiasa
menuntun kita semua ke jalan yang di Ridhoi-Nya dan melindungi
segala usaha kita semua. Amiin. Ihdinashshirathal mustaqim.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan Rahmat
kepada kita semua dalam menjalankan amanat pengembangan
Perguruan Tinggi Islam di Propinsi Gorontalo. Amin

Gorontalo, 24 Juni 2016


Rektor,
Kasim Yahiji

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Ringkasan
Summary Executif

Pengembangan IAIN Sultan Amai Gorontalodiarahkan pada


performa lembaga pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan
manusia-manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa dan yang setia kepada Pancasila dan UUD 1945 serta
ikut bertanggung jawab kepada pencapaian cita-cita dan tujuan
Pembangunan Nasional melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan
Tinggi.Dengan demikian, IAIN Sultan Amai Gorontalosebagai
lembaga pendidikan tinggi akan mengutamakan pengembangan
pendidikan profesi dalam berbagai bidang studi dengan tujuan
pokoknya menghasilkan tenaga ahli dan sarjana terdidik yng
terampil pada masing-masing program studi yang dipilihnya tanpa
menagbaikan cita-cita utamanya sebagai manusia Indonesia yang
bertanggung jawab kepada pembangunan negara dan bangsanya.
Berdasarkan sifat dan karakteristik pokok-pokok tersebut
maka tujuan dasar dari IAIN Sultan Amai Gorontaloadalah
membentuk “Manusia Indonesia seutuhnya melalui Tri Dharma
Perguruan Tinggi”.Untuk melaksanakan misi dan peranan itu,
maka IAIN Sultan Amai Gorontalomenetapkan langkah-langkah
pokok yang akan digunakan sebagai ciri dasar dari pendidikan
yang akan dikembangkan:
Pertama, Mengembangkan pendidikan yang orientasi
utamanya diletakkan kepada kebutuhan pembangunan masa kini
dan masa yang akan datang. Kedua, Melakukan penelitian dan

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

menghasilkan pengetahuan baru yang bermanfaat tidak saja bagi


pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga untuk
kepentingan pembangunan. Ketiga, Berperan serta di dalam
kegiatan pembangunan melalui kegiatan pengabdian kepada
masyarakat.

Kebijakan Dasar Pengembangan Pendidikan Tinggi pada


pokoknya telah menggariskan bahwa arah pendidikan tinggi di
Indonesia ditujukan untuk mengembangkan sistem pendidikan
yang tunggal. Ini berarti bahwa pendidikan tinggi di Indonesia
haruslah mencakup seluruh lembaga-lembaga perguruan tinggi
negeri dan swasta. Sedangkan strategi pengembangan menuju ke
arah itu semestinya disusun dengan memperhatikan pelaksanaan
dan perkembangan pendidikan dari lembaga-lembaga perguruan
tinggi yang ada. Oleh sebab itu, kerjasama diantara perguruan
tinggi negeri maupun swasta seyogyanya diupayakan secara
maksimal.
Sejalan dengan pemikiran di atas, maka di dalam
mengembangkan serta melaksanakan misi dan peranannya, IAIN
Sultan Amai Gorontaloakan sentiasa mengupayakan terciptanya
kerjasama yang baik diantara perguruan tinggi negeri dan swasta,
baik yang berada di sekitar Gorontalo maupun yang berada di
Indonesia. Hubungan kerjasama ini pada dasarnya akan
dikembangkan serta diarahkan kepada usaha untuk mencapai
sistem pendidikan tinggi yang tunggal, dengan tanpa mengurangi
potensi yang dimiliki IAIN Sultan Amai Gorontalountuk mencapai
kemampuan berkembang secara mandiri.

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Dalam menyusun konsep kegiatan yang akan dikembangkan


oleh IAIN Sultan Amai Gorontalo perlu pula diperhitungkan tantang
dan arah perkembangan yang sedang dan akan terjadi, baik itu
yang terdapat dalam lingkungan internal maupun eksternal.
Karena itu diperlukan ancangan (approach) yang lebih berorientasi
kepada pengelolaan secara menyeluruh dan tidak hanya
memperhitungkan hasil akhir saja. Ini berarti semua unsur yang
berkaitan dengan masukan (input), proses (throughtput), dan
keluaran (output), harus diberi tempat dan perhatian secara
proporsional danmemadai.

Satu yang perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah bahwa


proses perkembangan kearah bentuk yang kian komplek, yaitu
masing-masing bagian terspesialisasi, sehingga perlu diimbangi
dengan usaha integrasi dankonsolidasi. Tindakan ini penting untuk
tetap diperhatikan agar perkembangan yang sedang berlangsung
dapat tetap dikendalikan dan diarahkan kepada tujuan
perencanaan yang telah digariskan.

Sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program


Induk Perbaikan Keadaan Perguruan Tinggi sebagaimana yang
dituangkan dalam Kategori Program Utama, maka secara lebih
khusus IAIN Sultan Amai Gorontalomenetapkan kegiatan-kegiatan
pokok yang membidangi:Bidang Pendidikan:Bidang Penelitian;
danBidang Pengabdian Kepada Masyarakat.

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Bidang Pendidikan
Pengembangan bidang Pendidikan ini diarahkan melalui
peningkatan Sarana, prasarana, peningkatan produktifitas dan
pengembangan kapasitas pendidikan.
a. Peningkatan Sarana dan Prasarana melalui:
1). Membangun Labotaorium terpadu yang mengintegrasikan
kebutuhan beragam displin kelimuan. Laborotorium ini
dapat diwujudkan melalui pembangunan rintisan Lab
Islamic School (LIS IAIN Sultan Amai Gorontalo) yang
diharapkan akan terelaisasi pada Tahun 20107.
2). Optimasi penggunaan sarana dan fasilitas pendidikan
yang ada di kampus I dan II dengan cara pengaturan
sistem manajemennya.
3). Diversifikasi pendidikan melalui pembukaan
jurusan/program studi baru khususnya jurusan-
jurusan/program spesialis I dan Program Pasca Sarjana.
4). Peningkatan status akreditasi, terutama yang masih
memiliki nilai “C”.’

b. Peningkatan Produktivitas melalui :


1). Peyempurnaan kurikulum denagn mengacu pada
pelaksanaan isi dan jiwa UUSPN No. 2 Th 1989, PP No.
30 Th 1990 tentang Pendidikan Tinggi dan
perkembangan ilmu dan teknologi serta kebutuhan
tenaga kerja.

10

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

2). Peyempurnaan tujuan, metode, teknik dan evaluasi


pengajaran untuk mendorong oto aktivitas mahasiswa
melalui proses belajar mengajar yang bersifat dua arah;
3). Pemantapan dan pengembangan materi, struktur
organisasi dan strategi kurikulum program pendidikan
Strata 1 dengan cara:menciptakan keseimbangan
komposisi berbagai komponen dalam kurikulum dan
menyusun Tujuan Instruksional Umum/tujuan
Instruksional Khusus, silabi dan diskripsi untuk seluruh
mata ajaran di setiap jurusan dan strata pendidikan.
4). Penciptaan iklim belajar mengajar yang menunjang
terlaksanya masyarakat akademis di lingkungan kampus.
5). Peningkatan relevansi pendidikan sesuai dengan
perkembangan dan kebutuhan masyarakat; dan
6). peningkatan jumlah lulusan hingga mencapai sekurang-
kurangnya 11,3% pertahun dengan tanpa mengabaikan
mutu lulusannya.

c. Pengembangan Kapasitas Sistem Pendidikan melalui :


1). pengembangan staf akademika yang ditekankan pada jumlah,
jenis dan mutu serta komposisi dan rasio yang memadai.
2). peningkatan efektivitas dan efisiensi pengelolaan serta
pengembangan secaragradual jumlah, jenis dan mutu staf
pengajar.
3). penyempurnaan prosesmanajemen pendidikan yang meliputi
administrasi umum, administrasi kepegawaian dan
administrasi keuangan.

11

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

4). pengembangan sumber-sumber finansial dengan cara


melakukan diversifikasi sumber dari berbagai pihak yang
sifatnya tidak mengikat; dan
5). pengembangan kampus dan fasilitas lainnya seperti
perpustakaan, laboratorium/studio beserta kelengkapannya.

Bidang Penelitian
a. Peningkatan dan Pengembangan kegiatan Penelitian melalui:
1). pembentukan Staf Inti Peneliti dari berbagai disiplin yang
penting dan relevan bagi bidang studi yang ada ;
2). penataran dan pemberian latihan-latihan penelitian pada
staf peneliti/pengajar muda dengan tanpa mengabaikan
kesempatan yang seluas-luasnya bagi keikutsertaan
mahasiswa.
3). pembekalan tentang latar belakang masalah penelitian
yang perlu diteliti utamanya dalam lapangan studi yang
ada di Fakultas maupun Jurusan.
b. Peningkatan dan Pendayagunaan Potensi Penelitian melalui:
1). peningkatan kemampuan penelitian dengan
mengutamakan dimensi pendidikan dan penelitian
terapan yang menunjang usaha pembangunan
2). peningkatan penyediaan sumber dana penelitian
3). peningkatan hubungan kerjasama dengan lembaga lain;
dan
4). simplifikasi prosedur administrasi penelitian

12

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat


a. Pengembangan IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai unsur
penunjang Pembangunan Nasional dan Pembangunan
Regional melalui:
1). peningkatan kemampuan pengabdian kepada masyarakat
dari seluruh sivitas akademika khususnya oelh staf
pengajar dan mahasiswa.
2). pengembangan kelembagaan pengabdian kepada
masyarakat terutama dengan menenkankan kepada
aspek keilmuan dari bidang-bidang studi yang ada di
Fakultas maupun Jurusan.
3). pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat
guna yang menunjang pembangunan masyarakat.
4). peningkatan relevansi pengabdian kepada masyarakat
sesuai dengan perkembangan maupun kebutuhan
masyarakat, dan penyempurnaan/pembaharuan
pelaksanaan Kuliah Kerja Sosial ( KKS).
b. Pengarahan dan peningkatan Pengabdian Kepada Masyarakat
secara tepat guna dan efektif melalui:
1). kegiatan pelayananmasyarakat dengan penekanan pada
kegiatan penyuluhan pembangunan dan Da’wah;
2). kegiatan pendidikan masyarakat dengan penekanan pada
bidang-bidang studi yang ada di Fakultas maupun
Jurusan.

13

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Kegiatan-kegiatan tersebut di atas pada pokoknya


merupakan kegiatan yang berkaitan satu sama lain dan
karenanya dilaksanakan secara terpadu. Hal ini berarti bahwa
pengembangan pada bidang tertentu akan senantiasa
memperhatikan hasil pengembangan pada bidang yang lain.
Selain itu pelaksanaan atas kegiatan-kegiatannya, sedikit atau
banyak akan ditentukan juga oleh kebutuhan dan kemampuan
dari lembaga. Oleh sebab itu, dirasa perlu untuk sedini
mungkin mengadakan proyeksi ke depan, agar dengan
demikian IAIN Sultan Amai Gorontalo menentapkan skala
prioritas pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan tersebut.

Menyadari bahwa untuk tercapainya pengembangan


kegiatan-kegiatan itu secara maksimal diperlukan adanya
saling keterpaduan dari berbagai unsur pelaksanaan, maka
masing-masing unsur/bagiannya merupakan kesatuan yang
saling berinteraksi, berinterpedensi dan beriterrelasi.Dalam
pengertian itu maka seluruh unsur sivitas akademika yang
terdiri dari dosen, mahasiswa karyawan dan alumni perlu
diikutsertakan secara aktif untuk upaya pencapaian kegiatan
sebagaimana yang dimaksud dalam konsep pengembangan,
baik perorangan, maupun secara bersama-sama, semua unsur
sivitas akademika senantiasa dibina dan diarahkan semaksimal
mungkin bagi keberhasilan kebijakan tersebut.

Selain itu, agar diperoleh kejelasan tentang konsep-konsep


dasar yang dikembangkan guna tercapainya kehidupan

14

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

kampus yang diinginkan, maka berikut ini akan diuraikan


beberapa hal yang berkaitan dengan :Organisasi Instititute ,
Tata Hubungan antar Fakultas danHubungan antar Lembaga

Organisasi IAIN Sultan Amai Gorontalo


Seluruh kegiatan IAIN SULTAN AMAI GORONTALO saat
ini menempati lokasi Kampus I Jl. Gorontalo No. 1 dan Kampus II.
Perlu diketahui bahwa prasarana dan sarana fisik maupun non fisik
yang tersedia di lokasi lokasi ini cukup memadai dalam menunjang
proses akademik, tetapi untuk mewujudkan “Real University”
sarana dan prasarana tersebut perlu untuk ditingkatkan dan
disempurnakan. Kampus I dan nantinya hanya digunakan untuk
menyelenggarakan program Pasca Sarjana dan Program Baru
lainnya

Tata hubungan antar Fakultas


Sekarang ini IAIN Sultan Amai Gorontalomemiliki 4
Fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas
Syariah, Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam. IAIN Sultan Amai Gorontalo terbuka peluang besar untuk
pembukaan Fakultas dan Prodi baru jika secara kelembagaan
adanya perubahan menjadi Universitas.

Hubungan antar Lembaga


Pada prinsipnya semua lembaga yang tersedia di
lingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalodikelola dan diintegrasikan
kedalam suatu sistem yang terpadu. Pengelolaan semacam ini

15

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

sama sekali tidak berarti bahwa masing-masing lembaga, baik


yang berada diperingkat Fakultas maupun yang berada pada
peringkat Jurusan/Program Studi akan kehilangan keleluasaannya
untuk mengambil inisiatif di dalam melaksanakan fungsinya.
Sebagai unsut pelaksana akademika, masing-masing
lembaga baik secara sendiri, maupun secara bersama-sama, akan
dibina serta diarahkan kepada usaha pencapaian tujuan secara
keseluruhan. Dengan kata lain, semua lembaga yang ada
dipandang sebagai bagian satu sama lain saling berkaitan di dalam
kerangka yang sama, yakni Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tata Ruang, Letak dan Pola Pengembangan


Tata ruang, letak dan Pola Pengembangan direncanakan
berdasarkan azas: pertama, Kampus harus dibangun pada satu
lokasi yang dalam hali ini telah dilakukan secara bertahap di
Kampus II di Desa Pone Kecamatan Limboto Barat diatas tanah
seluas 18,5 ha. Kedua, Pembangunan ruangan diarahkan pada
bentuk kesatuan-kesatuan yang memungkinkan pemakaian ganda
(multi purpose) / resource sharing.Alokasi Ruangan untuk fasilitas
pimpinan dan pembantu pimpinan seluas 1000 m2. Sedangkan
Ruang fasilitas pelaksana 2500 m2. Masing-masing klasifikasi =
1,5 m2/mahasiswa dan laboratorium= 2,5 m2/mahasiswa

16

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo

Bagian Pertama
PENDAHULUAN

17

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

A. Latar Belakang

Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo


sebagaiinstitusiPendidikan Tinggi Islam Negeri di Propinsi
memegang peranan Strategis
dalampengembangankeislaman,lembagainidituntutuntukberpera
naktif dalammengembangkankeilmuan Islam &ilmupengetahuan.
Pengembangan ini dimaksudkan agar kesejahteraan
masyarakatdandayasaingbangsadapat ditingkatkan.
Kegiatanrisetdanpengabdiankepada masyarakat bagi Perguruan
Tinggi sesunguhnya merupakansumbangsihdalam
upayamenyelesaikandan mengatasimasalahkemanusiaan&
pembangunan di Daerah pada khususnya.
Dalam kerangka mengemban
PeransertadantanggungjawabyangdiembanolehIAIN Sultan Amai
Gorontalotersebut, maka perludisusun RencanaInduk
Pengembangan (RIP) yangcerdasdandinamis. Perumusan RIP ini
untukdimaksudkan untuk menegaskan tekad bersama
mewujudkan Misi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan
& Pengajaran, penelitian dan pengabdian
kepadamasyarakattuntukdalam limatahun kedepan. RIP sangat
penting untuk
menetapkanarahpengembanganagarkegiatanAkademik, penelitian
dan pengabdian kepadamasyarakat selalu terencana danterukur
sesuai dengansasaran yang konkrit.
Rencana Induk Pengembangan (RIP) IAIN Sultan Amai
Gorontalo 2012-2027 adalah dokumen perencanaan yang

18

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

berfungsi sebagai arahan pelaksanaan program berdasarkan tugas


& fungsi IAIN Sultan Amai Gorontalo selama kurun waktu 30 (Tiga
puluh) dan bersifat indikatif. RIP ini akan menjadi acuan
(guidance)pelaksanaan program dan kegiatan bagi setiap Fakultas,
Lembaga& unit kerja agar dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya semakin accountable. Sebagai dokumen perencanaan
publik, penyusunan RIP dilakukan melalui pendekatan; Akedemis,
Partisipatif dan top-down-bottom-up, baik melalui kegiatan
workshop dan Focus Group Discussion (FGD) dengan Institusi
maupun Mitra Program pemerintah Daerah serta stakeholder.
Harapannya dokumen RIP menjadi langkah konkrit sinkronisasi
dan sinergi pencapaian tujuan penyelenggaran Pendidikan Tinggi
Islamdi Gorontalo.

B. Landasan Hukum
Landasan hukum ini menjadi acuan dalam penyusunan
Rencana Induk Pengembangan (RIP) IAIN Sultan Amai Gorontalo
2012-2027, baik berupa undang-undang, peraturan pemerintah,
diantaranya ;
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendididkan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
tahun 2003 Nomor 78, tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4586);

19

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan


Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2012
Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5336);
4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5494);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5007);
6. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka
Kualifikasi Nasional Indonesia (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2012 Nomor 24);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan
Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 16, tambahan Lembaran Negara Republik
Indonsia Nomor 5500);
8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun
2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2015 tentang
Kementerian Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 168);

20

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

10. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman


Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
sebagaiman telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010 tentang Perubahan
Kedua atas Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002
tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara;
11. Keputusan Presiden Nomor 91 Tahun 2004 tentang
Perubahan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Amai
Gorontalo menjadi Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai
Gorontalo;
12. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 004 Tahun
2002 tentang Akreditasi Program Studi Pada Perguruan Tinggi
(Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1999 Nomor 115
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3859);
13. Keputusan Menteri Agama Nomor 156 Tahun 2004 tentang
Pedoman Pengawasan, Pengendalian dan Pembinaan Program
Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana pada Perguruan Tinggi
Agama Islam;
14. Keputusan Menteri Agama Nomor 353 Tahun 2004 tentang
Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi Agama
Islam;
15. Keputusan Menteri Agama Nomor 387 Tahun 2004 tentang
Petunjuk Pelaksanaan Pembukaan Program Studi pada
Perguruan Tinggi Agama Islam;
16. Peraturan Menteri Agama Nomor B.II/3/10951 tentang
Pengangkatan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo;

21

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

17. Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan


Reformasi Birokrasi Nomor 46 Tahun 2013 PerubahanAtas
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Jabatan
Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya;
18. Peraturan Menteri Agama Nomor 55 Tahun 2014 tentang
Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 1958);
19. Peraturan Menteri Agama Nomor 34 Tahun 2015 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 22 tahun
2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam
Negeri Sultan Amai Gorontalo (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 843);
20. Peraturan Menteri Agama Nomor 37 Tahun 2015 tentang
Statuta Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 846);
21. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.02/2015 tentang
Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2016 (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 455):
22. Permendagri Nomor 15 tahun 2008 tentang Pedoman
Pelaksanaan Pengarusutamaan di Daerah
23. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 17 tahun
2010 tentang Pemberian beasiswa Responsif gender Bagi
Siswa Madrasah dan mahasiswa Perguruan Tinggi Agama dan
keluarga Miskin di Lingkungan Kementerian Agama;
24. Peraturan Manteri negara dan Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2010

22

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

tentang Pedoman pelaksanaan Pengarustamaan gender di


Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia
25. Kesepakatan bersama antara kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dan
Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 02 Tahun
2011 tentang Pelaksanaan Pengarustamaan gender dan
pemenuhan Hak Anak di Bidang Keagamaan;
26. Peraturan Menteri Agama Nomor 34 Tahun 2015 tentang
Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 22 tahun
2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam
Negeri Sultan Amai Gorontalo (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 843);
27. Peraturan Menteri Agama Nomor 37 Tahun 2015 tentang
Statuta Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo
(Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 846);
28. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.02/2015 tentang
Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2016 (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 455):
29. Keputusan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo Nomor 37
Tahun 2016 tentang Tim Penyusun Rencana Induk
Pengembangan (RIP) IAIN Sultan Amai Gorontalo tahun 2012
-2027

C. Maksuddan Tujuan
Penyusunan Dokumen Rencana Induk Pengembangan
(Rip) ini dimaksudkan menjadi dokumen komitmen bersama bagi
IAIN Sultan Amai Gorontalo dan stakeholders untuk pencapaian

23

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Agenda IAIN Sultan Amai Gorontalodalam 30 (tiga puluh)tahun


yang akan datang yakni 2012-2027. Sedangkan Tujuannya adalah
: (a) Menjadi dokumen resmi bagi perencanaan Pengembangan
IAIN Sultan Amai Gorontalobeserta kelembagaan didalamnya
dalam menyusun Rencana Kerja Bidang Akademik, Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat. (b) Menjadi dokumen resmi bagi
Institusi dan Fakultas serta unit-unit di Lingkungan IAIN Sultan
Amai Gorontalountuk meningkatkan sinergitas pencapaian visi
Pendidikan Tinggi Islam dan (c) Menjadi dokumen resmi untuk
pengukuran kinerja IAIN Sultan Amai Gorontalo

24

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Bagian Kedua
KONDISI OBJEKTIF

25

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

A. Sejarah Singkat
Secara historis, cikal bakal IAIN Sultan Amai Gorontalo
tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Universitas Islam
Indonesia (UII) cabang Yogyakarta dan Universitas Islam
Gorontalo (UIG). Kedua universitas ini merupakan perguruan tinggi
swasta pertama yang eksis di daerah Gorontalo di era 60-an.
Tahun 1969 melalui Badan wakaf yang dibentuk beberapa
tokoh Gorontalo Universitas Islam Gorontalo (UIG) Pernah
resmi berdiri terwujud di Gorontalo pada era tahun 1960-an
Perguruan Tinggi
Agama Islam
dengan dua
Fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Sospol bekerjasama
dengan UII Yogyakarta. Pengurus antara lain: Nani Wartabone
(Ketua Umum); Taki Niode (Ketua Harian-Walikota Pertama
Gorontalo); Hj. Sun Bone (Ketua 1); Drs. Edy Bakari (Ketua 4);
dan Sabrun Harun, SM.Hk (anggota).Melalui Ikhtiar Badan wakaf
ini selanjutnya Tanggal 4 Januari 1969 M./8 Syawal 1388 H., H.
Mukti Ali selaku Direktur Jenderal PTAI atas nama Menteri Agama
RI. menandatangani Surat Keputusan penetapan Fakultas Tarbiyah
Universitas Islam Gorontalo (UIG) Status Terdaftar dengan
Keputusan Menteri Agama RI Nomor: 118 Tahun 1969. Sebagai
Perguruan Tinggi Pembina di tetapkanlah IAIN Alauddin Ujung
Pandang sebagai pembina Fakultas Tarbiyah di Gorontalo.

Pada tahun 1970, terjadi pemisahan antara UIG dan UII


seiring dengan perkembangan politik saat itu, dua tahun berselang

26

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

(tahun 1972), terjadi perubahan kedua universitas tersebut


diintegrasikan dan berubah nama masing-masing : Fakultas Sospol
UII menjadi Universitas 23 Januari Gorontalo dan Fakultas
Tarbiyah UIG diusulkan menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin
Filial Gorontalo. Usul tersebut direspon dengan keluarnya Surat
Keputusan Rektor IAIN Alauddin Ujung Pandang Nomor: B-
II/SK/68/1972 tanggal 3 Agustus 1972 yang berlaku tanggal 2
Januari 1972 tentang Pengukuhan Berdirinya Fakultas Tarbiyah
menjadi Filial Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Ujung Pandang.
Selanjutnya pada tahun 1984 bertambah dua fakultas, yaitu
Fakultas Syari'ah dan Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Ujung
Pandang Filial Gorontalo, berdasarkan Surat Keputusan Rektor
IAIN Alauddin Ujung Pandang Nomor: B-II/SK/1441/1984 tanggal
1 September 1984.
Seiring dengan semakin berkembangnya ketiga fakultas
tersebut, maka Pemerintah Daerah, Rektor IAIN Alauddin bersama
Yayasan dan tokoh-tokoh masyarakat, baik dalam maupun luar
daerah Gorontalo mengusahakan/mengusulkan peningkatan status
dari Filial menjadi IAIN berdiri sendiri. Respon terhadap keinginan
sekaligus tuntutan ini ternyata sangat positif, usulan tersebut
beroleh tanggapan dari Menteri Agama RI., dengan lahirnya
Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 1983 dan Keputusan Presiden
RI. Nomor: 9 Tahun 1987/KPTC tentang Fakultas Madya (Negeri)
dengan nama Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin di Gorontalo pada
tanggal 22 April 1987 dan diresmikan pada tanggal 17 September
1988 oleh Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Agama Islam atas
nama Menteri Agama RI.

27

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Sembilan tokoh yang pernah Dalam


menjabat Kepemimpinan di IAIN perkembangannya
Sultan Amai Gorontalo kemudian, Fakultas
Tarbiyah IAIN Alauddin
di Gorontalo beralih
status secara
kelembagaan menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)
Sultan Amai Gorontalo berdasarkan Keputusan Presiden RI. Nomor
11 tahun 1997 tanggal 21 Maret 1997.
Seiring dengan perkembangannya, guna memenuhi
tuntutan dan kebutuhan masyarakat, serta upaya keras dari sivitas
akademika, STAIN Sultan Amai Gorontalo kemudian beralih status
menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai
Gorontalo, berdasarkan Keputusan Presiden RI. Nomor 91 tanggal
18 Oktober 2004 M bertepatan dengan 10 Ramadhan 1425 H dan
diperkuat dengan Keputusan Menteri Agama RI. Nomor 04 Tahun
2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN Sultan Amai
Gorontalo.
Dalam kerangka penetapan hari lahir IAIN Sultan Amai
Gorontalo, maka melalui Rapat Senat IAIN Sultan Amai Gorontalo
pada Jum’at, 12 Desember 2008 M./14 Zul-Hijjah 1429 H di
tetapkanlah Tanggal 4 Januari 1969 sebagai tanggal/hari lahir IAIN
Sultan Amai Gorontalo sebagaimana mengacu pada sejarah awal
berdirinya Perguruan Tinggi Islam di Gorontalo.
Sepanjang berdirinya IAIN Sultan Amai Gorontalo jajaran
tokoh yang menjadi Pimpinan sebagai berikut ;

28

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Tabel . 1
Riwayat Kepemimpinan IAIN Sultan Amai Gorontalo
Tahun Jabatan Nama
Pimpinan
1972 – Dekan Fakultas Tarbiyah Drs. Banani
1984 Universitas Islam Gorontalo
1984 - Kuasa Dekan Fakultas Tarbiyah Prof. Dr. Abdul
1990 IAIN Alauddin Filial Gorontalo Rahman
Getteng
1984 - Kuasa Dekan Fakultas Tarbiyah Drs.
1990 IAIN Alauddin Filial Gorontalo Muhammad N.
Tuli
1984 – Kuasa Dekan Fakultas Syariah Drs. Saefudin
1990 IAIN Alauddin Filial Gorontalo Nurhadi
1986 - Kuasa Dekan Fakultas Syariah Drs. Abd Kadir
1990 IAIN Alauddin Filial Gorontalo Nambo
1990 - Kuasa Dekan Fakultas Drs. Ayuba
1996 Ushuluddin IAIN Alauddin Filial Pantu
Gorontalo
1988 - Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Drs. H. Djafar
1996 Alauddin di Gorontalo Massa
1996- Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Drs.
1999 Alauddin di Gorontalo Muhammad N.
Tuli, M.Ag
1999- Ketua STAIN Sultan Amai Drs.
2001 Gorontalo Muhammad N.

29

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Tuli, M.Ag
2001- Pgs Rektor Sultan Amai Drs.
2005 Gorontalo Muhammad N.
Tuli, M.Ag
2005- Rektor IAIN Sultan Amai Prof. Dr. H.
2012 Gorontalo Muhammadiyah
Amin, M.Ag
2012- Rektor Sultan Amai Gorontalo DR. H. Kasim
sekarang Yahiji, M.Ag
Sumber : Profil IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2016

B. Perkembangan IAIN Sultan Amai Gorontalo Tahun


2012– 2016

Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir ini terdapat


peningkatan jumlah program studi yang dibuka seiring dengan
pemekaran Fakultas di lingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Status akreditasi program studi dan institusi juga mengalami
perbaikan berarti baik dari segi jumlah maupun nilai. Sebelum
tahun 2015, dari 23 program studi terdapat 7 program studi yang
belum terakriditasi. Dari 16 program studi yang sudah
terakreditasi, 1
Terdapat 4 Fakultas dan 23 Program
program studi
Studi serta Pasca Sarjana Program
terakriditasi dengan Magister yang dibuka tahun 2013
nilai “A”, yakni
Prodi Bahasa Arab, 6
prodi Akreditasi B
dan lainnya masih

30

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

mengantongi Izin Operasional. 2 (dua) prodi di Pasca Sarjana.


Prodi yang masih mengantongi Izin Operasional adalah Prodi baru
yang dibuka tahun 2014, saat ini tengah mengusulkan akreditasi
Prodi masing-masing. Adapun Daftar Prodi beserta status
akreditasinya adalah sebagai berikut :

Tabel 2. Status Akreditasi Program Studi

Satutus Tahun
Fakultas / Prodi Terakredit No. Akreditasi
asi Akhir

A. Fakultas IlmuTarbiyah & Keguruan


1 Pendidikan Bahasa BAN-PT No 21/BAN 2017
A PT/Akred/PT/IV/2015
Arab
2 Pendidikan Guru 2018
Raudhatul Athfal Iz.Opr

3 Pendidikan Bahasa BAN-PT No 21/BAN 2016


C PT/Akred/PT/IV/2015
Inggris
4 Pendidikan Guru 2017
Madrasah Iz.Opr
Ibtidaiyah
5 Pendidikan Agama BAN-PT No 21/BAN 2019
B PT/Akred/PT/IV/2015
Islam
6 Manajemen BAN-PT No 21/BAN 2018
B PT/Akred/PT/IV/2015
Pendidikan Islam

31

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Lanjutan ….

Satutus
Tahun
Fakultas / Prodi Terakredit No. Akreditasi
Akhir
asi

B. Fakultas Syariah
1 Hukum Pidana Islam Iz.Opr
2 Hukum Ekonomi Syariah BAN-PT No 21/BAN
C PT/Akred/PT/IV/201
5
3 Hukum Tata Negara Iz.Opr
4 Ahwal al-Syakhshiyyah BAN-PT No 21/BAN
B PT/Akred/PT/IV/201
5

C. Fakultas Usuhuluddin & Dakwah
1 Akhlak Dan Tasawuf Iz.Opr
2 Ilmu Hadits Iz.Opr
3 Pengembangan Iz.Opr
Masyarakat Islam
4 Imu Al Qur`an dan Tafsir B 1262/SK/BAN- 2015
PT/Akreditasi/X2015
5 Sosiologi Agama Iz.Opr
6 Manajemen Dakwah C 1151/SK/BAN- 2015
PT/Akreditasi/X2015
7 Politik Islam C 1133/SK/BAN- 2014
PT/Akreditasi/X2015
8 Filsafat Agama B 1133/SK/BAN- 2015
PT/Akreditasi/X2015
9 Komunikasi Penyiaran B 416/SK/BAN- 2015
Islam PT/Akreditasi/X2014

32

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Satutus
Fakultas / Prodi Terakredit No. Akreditasi Tahun
asi

D. Fakultas Ekonomi & Bisnisi Islam

1 Ekonomi Islam B 377/SK/BAN- 2014


PT/Akreditasi/S/IX/2014

2 Perbankan C 377/SK/BAN- 2014


Syariah PT/Akreditasi/S/IX/2014

E. Pasca Sarjana

1 Ahwal Al-
Iz.Opr
syakhshiyyah

2 Pendidikan BAN-PT No 21/BAN


B
Agama Islam PT/Akred/PT/IV/2015

Sumber : Profil IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2016

33

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

1. Keadaan Mahasiswa Tahun 2012 - 2015

Saat ini jumlah


mahasiswa yang Terdapat 4.805 mahasiswa IAIN Sultan
aktif hingga Amai Gorontalo lebih dari separuh
Semester Genap berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah &
2016 berdasarkan
Keguruan
mahasiswa yang
melakukan
pembayaran UKT
adalah 4.805 orang
masing-masing mahasiswa Program Strata 1 berjumlah 4.679
orang yang tersebar pada 21 program studi dan 126 mahasiswa
Pasca Sarjana pada dua Program Studi yakni Prodi Ahwal Al-
Syakhsiyah dan Prodi Pendidikan Agama Islam.Lebih dari separuh
(54 persen) Jumlah mahasiswa didominasi oleh Fakultas Ilmu
Tarbiyah Dan Keguruan (FITK) sisanya terbagi merata di tiga
fakultas yakni Fakultas Syariah (FS), Fakultas Ushuluddin &
Dakwah (FUD) serta Fakultas Pemekaran baru yakni Fakultas
Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI).
Jumlah mahasiswa baru rata-rata 800 per tahun dan bersifat
fluktuatif. Akan tetapi pada tahun akademik 2015/2016 terjadi
penurunan jumlah mahasiswa baru yang herregistrasi, yaitu 706
orang. Sebagian besar mahasiwa baru berasal dari Pondok
Pesentren, MA dan SMA di Propinsi Gorontalo. Mahasiswa lainnya
berasal dari luar Propinsi Gorontalo diantaranya ;
Bolaangmongondow, Luwuk dan pulau Jawa. Mahasiswa IAIN

34

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Sultan Amai Gorontalomemiliki heterogenitas dalam hal latar


belakang sosial, budaya, politik, ekonomi, tingkat pengetahuan.
Untuk tahun-tahun mendatang diperkirakan akan terjadi
pergeseran proporsi dengan jumlah mahasiswa baru asal
Gorontalo berimbang dari Daerah Gorontalo. Khusus mahasiswa
baru asal Indonesia Timur diprediksikan juga meningkat.

Tabel 3
Rasio Mahasiswa & Dosen
Rasio
Jumlah Jumlah Dosen :
Fakultas / Prodi
Mahasiswa Dosen mahasisw
a
A. Fakultas Ilmu 20
Pendidikan & Keguruan 2604 128

1 Pendidikan Bahasa 15
131 9
Arab
2 Pendidikan Guru 27
137 5
Raudhatul Athfal
3 Pendidikan Bahasa 18
210 12
Inggris
4 Pendidikan Guru 20
324 16
Madrasah Ibtidaiyah
5 Pendidikan Agama 24
859 36
Islam

35

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

6 Manajemen 19
943 50
Pendidikan Islam
B. Fakultas Syariah 17
695 40

1 Hukum Pidana Islam 123 6 21


2 Hukum Ekonomi 22
177 8
Syariah
3 Hukum Tata Negara 191 9 21
4 Ahwal al- 12
204 17
Syakhshiyyah
C. Fakultas Usuhuluddin & 12
Dakwah 664 55

1 Akhlak Dan Tasawuf 0 1 0


2 Ilmu Hadits 15 3 5
3 Pengembangan 0
0 2
Masyarakat Islam
4 Imu Al Qur`an dan 7
39 6
Tafsir
5 Sosiologi Agama 90 1 90
6 Manajemen Dakwah 93 7 13
7 Politik Islam 120 7 17
8 Filsafat Agama 123 13 9
9 Komunikasi 12
184 15
Penyiaran Islam
D. Fakultas Ekonomi & 19
716 38
Bisnisi Islam

36

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

1 Ekonomi Syari`ah 330 22 15


2 Perbankan Syariah 386 16 24
Jumlah Program 17
4.679 261
Strata 1
E. Pasca Sarjana 10
126 13

1 Ahwal Al- 11
66 6
syakhshiyyah
2 Pendidikan Agama 9
60 7
Islam
Jumlah Program 0.10
126 13
Starata 2
Sumber : Profil IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2016

2.
Keadaan Tenaga Edukatif
Dosen
Terdapat 274 tenaga Dosen yang
merupakan salah
tersebar pada 4 Fakultas dan 23
satu faktor yang
Program Studi serta Pasca Sarjana
memegang peranan Program
penting dalam
proses belajar
mengajar di
perguruan tinggi. Menyadari betapa penting peranannya, terutama
dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan, maka pihak IAIN
Sultan Amai Gorontalosecara terus menerus dan secara simultan
mendorong dan memberi peluang yang seluas-luasnya untuk
melakukan pengayaan wawasan keilmuan baik melalui institusi

37

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

maupun usaha mandiri; melakukan perbaikan penataan


administrasi kepegawaian, pengiriman dan menyertakan pada
kegiatan-kegaiatan ilmiah, dan pengembangan bidang minat.
Selain itu untuk peningkatan wawasan global merupakan
tuntutan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, sehingga peningkatan
kemampuan bahasa asing harus mendapatkan perhatian oleh
semua pihak. Kewajiban universitas dan fakultas untuk
memberikan dorongan dan peluang yang memadai untuk
kesempatan-kesempatan seperti itu.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas dosen dan dalam
rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada para mahasiswa,
maka IAIN Sultan Amai Gorontalotelah mengambil beberapa
kebijakan antara lain (1) mendorong dan memfasilitasi para dosen
melakukan studi lanjut, baik ke jenjang S2 maupun S3, (2)
mengikuti pelatihan, seminar atau lokakarya, (3) mengikuti
refressing course atau on job training, (4) penulisan buku ajar (5)
mendorong dan memfasilitasi para dosen untuk melakukan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (6) meningkatkan
atmosfir akademik secara terus menerus dan konsisten untuk.

a. Studi lanjut (S-2 dan S-3)


Dalam jangka waktu 4 (empat) tahun terakhir telah terjadi
peningkatan jumlah dosen yang menyelesaikan jenjang S2 dan
S3. Sampai saat ini jumlah dosen tetap yang telah menyelesaikan
program magister sudah mencapai 80,00 persen, yang telah
menyelesaikan program doktor sebanyak 10,48 persen,
sedangkan yang masih S1 atau masih dalam proses penyelesaian

38

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

program magisternya sebanyak 16,52 persen Walaupun peluang


untuk melakukan studi lanjut diberikan seluas-luasnya kepada
semua dosen, akan tetapi dalam pemberangkatan dosen yang
studi lanjut tetap memperhatikan keseimbangan jumlah dosen
yang ada di jurusan, agar proses belajar mengajar tidak sampai
terganggu. Disamping itu juga tetap memperhatikan kesesuaian
disiplin ilmu yang diambil.

b. Peningkatan jabatan fungsional dosen


Selain melalui jalur pendidikan formal (S2, dan S3), upaya
peningkatan kualitas proess belajar mengajar juga dilakukan
melalui peningkatan jabatan fungsional dosen. Selama 4 (empat)
tahun terakhir ini tejadi peningkatan jabatan akademik dosen
yang cukup menggembirakan. Bila pada tahun 2012 dosen yang
memiliki jabatan fungsional Lektor hanya 2 (dua) orang, pada
bulan Januari 2016 ini telah meningkat menjadi 82, demikian juga
yang berpangkat Lektor Kepala, pada tahun 2012 hanya 1 orang,
pada bulan Januari 2016 meningkat menjadi 24 orang dan guru
besar sebanyak 4 orang.

c. Jumlah dosen
Untuk meningkatkan kualiatas proses belajar mengajar dan
pelayanan kepada para mahasiswa, telah dilakukan penambahan
dosen tetap dan dosen tidak tetap yang cukup banyak. Selama 4
(empat) tahun terakhir ini telah dilakukan penambahan 48 orang
dosen tetap, sedangkan jumlah dosen tidak tetap mengalami
penambahan sebanyak 97 orang (naik 26,22 persen).

39

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

d. Training / Kursus
Untuk meningkatkan penguasaan bahasa asing, khususnya
bahasa Inggris, sejak tahun 2012IAIN Sultan Amai Gorontalotelah
melakukan kerjasama dengan IELF Australia. Kursus bahasa
Inggris ini dilakukan di Denpasar Bali selama 4 (empat) bulan,
dan setiap angkatan dikrimkan sebanyak 4 orang dosen. Sampai
saat ini sudah 88 orang dosen yang telah menyelesaikan kursus
bahasa Inggris di Denpasar Bali. Semua pembiayaan dari kegiatan
tersebut dibebankan ke IAIN Sultan Amai Gorontalo

e. On Job training / Refreshing Course


Program ini diperuntukkan bagi para dosen dalam rangka
untuk meningkatkan pengalaman empiris di lapang dan sebagai
upaya penyegaran kembali keilmuannya. Karena itu kegiatan ini
lebih diprioritaskan kepada para dosen yang telah lama
menyelesaikan studinya S2 maupun S3.

f. Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas proses belajar


mengajar dan juga untuk meningkatkan pengalaman empiris
dosen, maka IAIN Sultan Amai Gorontalotelah mengambil
kebijakan mendorong dan memfasilitasi semua dosen melakukan
penelitian, baik secara mandiri maupun secara berkelompok. Jenis
penelitian yang difasilitasi oleh IAIN Sultan Amai Gorontaloadalah
Penelitian Berbagai Bidang Ilmu (PBI) dan Penelitian Program

40

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Unggulan (P2U) yang dapat diusulkan setiap dosen setiap


semester sekali. Jumlah dana yang tersedia adalah Rp 5.000.000,-
s/d Rp 15.000.000,- per judul per semester.Data selengkapnya
tentang kegiatan penelitian dosen disajikan dalam Sub Bab
Penelitian.
Untuk meningkatkan kemampuan menulis dan berkomunikasi
secara ilmiah, universitas telah mendorong lembaga, pusat-pusat
studi dan fakultas untuk menerbitkan jurnal ilmiah. Sampai saat
ini sediktitnya terdapat 15 jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh
fakultas atau lembaga dan pusat menerbitkan jurnal ilmiah untuk
menampung mempublikasikan hasil penelitian atau hasil pemikiran
para dosen.Sampai saat ini sudah terdapat 1 jurnal yang sudah
terakriditasi. Adapun rincian jurnal yang diterbitkan oleh fakultas,
jurusan atau lembaga dilingkungan IAIN Sultan Amai Gorontalo
adalah sebagaimana yang disajikan pada Tabel 2.

Tabel 4
Rekapitulasi jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh fakultas,
jurusan dan lembaga dilingkungan IAIN Sultan Amai
Gorontalo

No Nama Status Objek Pimpinan Base


Jurnal Redaksi
1 Jurnal Al- Terakreditasi Studi Nazar Husain Fakultas
Ulum Nasional Pemikiran Ushuluddin &
Islam Dakwah
2 Jurnal Al- Proses Studi Rizal Darwis Fakultas
Mizan Akreditasi Hukum Syariah
Islam

41

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

No Nama Status Objek Pimpinan Base


Jurnal Redaksi
3 Jurnal Belum Pengabdian Razak Umar LP2M
Madani Teakreditasi Ilmiah
4 Jurnal Al- Proses Pendidikan Suleman Pasca Sarjana
Jauhar Akreditasi & Hukum Ibrahim
5 Jurnal Belum Pendidikan Najamudin Fakultas Ilmu
Irfani Teakreditasi Islam Pettasolong Tarbiyah &
Keguruan

6 Jurnal Al- Proses Filsafat Ahmad Khairul Fakultas


Farabi Akreditasi Fata Ushuluddin &
Dakwah
7 Jurnal Al- Belum Ekonomi Sofian Fakultas
Buhuts Teakreditasi Islam Ekonomi dan
Bisnis Islam
8 Jurnal Jie- Ekonomi Mustafa Fakultas
Febi Ekonomi dan
Bisnis Islam
9 Jurnal At- Proses Manajemen Herson Anwar Prodi
Tadbir Akreditasi Pendidikan Manajamen
Islam Pendidikan
Islam
10 Jurnal Al- Belum Bahasa Eni Akhmad Prodi
Lisan Teakreditasi Pendidikan
Bahasa Inggris
11 Jurnal Ar- Belum Dakwah Erwin Thaib Fakultas
Risalah Teakreditasi Ushuluddin &
Dakwah
12 Jurnal Belum Pendidikan Fatimah Djafar Prodi
Pekerti Teakreditasi Agama Pendidikan
Islam Agama Islam
&Budi
Pekerti

42

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

No Nama Status Objek Pimpinan Base


Jurnal Redaksi
13 Jurnal Belum Kesetaraan Kusmawaty LP2M
Equity Teakreditasi Perempuan Matara
& Anak
14 Jurnal Ar- Belum Pendidikan Abdurahman Prodi
Raudah Teakreditasi Anak & Mala Pendidikan
Usia Dini Raudhatul
Atfhfal
15 Jurnal Al Belum Jurnal Lbh Darwin Botutihe LBH IAIN
Adl Teakreditasi Iain Sultan Amai
Gorontalo Gorontalo
Sumber : Profil IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2016

g.Penulisan buku ajar


Dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas
proses belajar mengajar, maka IAIN Sultan Amai Gorontalotelah
mengambil kebijakan mendorong semua dosen untuk menulis
buku ajar. Sejak tahun 2015 sampai dengan saat ini sudah
terdapat 98 judul buku ajar yang diusulkan oleh dosen tetap dan
dosen tidak tetap, akan tetapi yang sudah selesai ditulis baru
mencapai 150 judul (50,34 persen), sedangkan yang belum selesai
ditulis sebanyak 148 judul (49,66 persen) (Gambar 3). Dari 150
judul buku ajar tersebut yang sudah dicetak penerbit dan
diedarkan secara nasional sebanyak 96 judul.
Untuk mencetak buku-buku ajar tersebut, kini IAIN Sultan
Amai Gorontalotelah melakukan kerjasama dengan Percetakan
Bayumedia dan PT. Ghalia Indonesia, sedangkan untuk
pemasarannya berkerjasama dengan berbagai toko buku ternama
yang terdapat di Gorontalo, Surabaya, Solo, Yogyakarta,

43

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Semarang, Jember, Gorontalo, Jakarta, Samarinda, Balikpapan,


Banjarmasin, Makasar, Denpasar, Kupang, dan Manado.

3. Keadaan Karyawan (Tenaga Administratif, Laboran,


Pustakawan dan Tenaga Keamanan)
Jumlah Karyawan pada Unit-unit secara keseluruhan berjumlah
227 orang yang besar, tetapi dari jumlah tersebut 52 orang
diantaranya adalah anggota Satpam dan 47 orang di bagian umum
dengan 27 orang tenaga kebersihan. Kosentrasi pegawai masih
ada dibagian umum dan UPT Perpustakaan. Sementara itu
tuntutan untuk memberikan pelayanan prima kepada setiap civitas
akademika (mahasiswa) dituntut tersedianya SDM yang memiliki
kompetensi dasar (computer pelayanan) yang prima, maka adanya
konsentrasi seperti yang ada saat ini perlu diadakan pengkayaan
(pengembangan) kompetensi dengan memberikan pelatihan
kepada setiap SDM. Dengan telah terbangunnya sistem informasi
(SIA dan DL), maka khususnya untuk pegawai yang ada di
Perpustakaan dan di Bagian Umum dapat di alihkan ke Unit lain
yang beban pekerjaanya dirasakan overload seperti di Fakultas
dan lembaga.

44

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

4. Keadaan Aset Fisik

Aset fisik IAIN Sultan Amai Gorontalo berada pada dua


lokasi kampus yakni Kampus 1 dan Kampus II, Kampus I IAIN
Sultan Amai Gorontaloyang terletak di Jl. Gelatik Kota Gorontalo
merupakan komplek kampus pertama yang dimiliki IAIN Sultan
Amai Gorontalo. Seiring dengan perkembangannya, saat ini
komplek tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan Perkuliahan
sedangkan Komplek kampus yang dibangun di atas lahan seluas
1.700 m2 terdiri dari sebuah gedung utama yang berlantai 2 (dua).
Gedung yang memiliki total luas bangunan 2.747 m2, didalamnya
terdiri dari 28 buah ruang dengan ukuran yang bervariasi sesuai

45

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

dengan fungsinya sebagai ruang kantor, perpustakaan, ruang


kelas, ruang seminar dan sarana penunjang lainnya. Disamping
bangunan gedung, prasarana penunjang yang dimiliki adalah
pelataran parkir dan taman.
Komplek Kampus II IAIN Sultan Amai Gorontaloyang
terletak di Jalan Sultan Amai Desa Pone Kecamatan Limboto Barat
merupakan kampus kedua yang dimiliki IAIN SULTAN AMAI
GORONTALO. Komplek kampus II yang dibangun di atas lahan
seluas 11.839,87 m2 terdiri dari 23 buah bangunan gedung dengan
ukuran yang bervariasi sesuai dengan fungsinya. Dengan total luas
bangunan 10.707.63 m2, Komplek ini memiliki tingkat kerapatan
bangunan yang cukup tinggi (kurang lebih 80 %), sehingga
pengembangan kearah ekstensif juga sangat sulit dilakukan.
Pada awal Tahun 2000 komplek Kampus II dimanfaatkan
untuk kegiatan kuliah Fakultas Ekonomi dan Akademi Keperawatan
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO. Namun sejak direlokasinya
Fakultas Ekonomi ke Kampus III pada Bulan Desember 2003,
Kampus II dimanfaatkan untuk kegiatan perkuliahan Fakultas
Kedokteran dan Akademi Keperawatan IAIN SULTAN AMAI
GORONTALO.
Gedung asrama putra yang terletak di jalan terusan
ambarawa merupakan gedung 2 lantai yang dibangun di atas
lahan seluas 217 m2 memiliki luas bangunan 346,7 m2. Gedung
asrama putri yang terletak di jalan Terusan Ambarawa merupakan
gedung 2 lantai yang dibangun di atas lahan seluas 131,7 m2
memiliki luas bangunan 113,7 m2.

46

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Tabel 5. Bidang dan Luas Tanah


Lokasi Lahan
Status Penguasaan/ Penggunaan Luas Lahan
No. (Nama dan Nomor Jalan, Kepemilikan Lahan* Lahan (Ha)
Kota, Propinsi)
Kampus I (Kota Gorontalo)

1 Jl. Gelatik, Kel. Heledulaa, Milik IAIN/Kemenag Kantor dan 41.720 m2


Kec. Kota Timur, Kota Gedung Kuliah
Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Kampus II (Kab. Gorontalo)

2 Jln. Sultan Amai, Desa Pone, Milik IAIN/Kemenag Kantor dan 122.015
Kec. Limboto Barat Kab. Gedung Kuliah m2
Gorontalo Provinsi Gorontalo
163.735
TOTAL
m2
Sumber : Profil IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2016

47

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Bagian Ketiga
Permasalahan &
Strategi Perencanaan

48

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

SecaraUmum Masalah utama pengembangan IAIN Sultan Amai


Gorontalo sebagai lembaga pendidikan Islam terkemuka di
Propinsi Gorontalo dikategorikan menjadi lima jenis, yaitu :
Pertama, Peningkatan Kualitas Sumberdaya
Manusia. IAIN Sultan Amai Gorontalo memiliki perbedaan ratio
dosen terhadap mahasiswa yang sangat variatif di masing-masing
unit, cohort tenaga dosen yang terkonsentrasi pada umur ± 40
tahun, keperluan pembinaan etos kerja tuntutan peningkatan karir
dosen/karyawan, dan tuntutan peningkatan kesejahteraan.
Kedua, Peningkatan Kualitas Metode Pedagogi.
Metode pedagogi yang terfokus pada ceramah diharapkan
berkembang dengan peningkatan kualitas praktikum, magang di
dunia kerja, studi banding, penulisan inovatif dan karya-karya
kreatif mahasiswa. Interaksi ilmiah dosen dengan mahasiswa di
luar perkuliahan dan bimbingan skripsi masih relatif rendah
sehingga diperlukan adanya dorongan untuk melakukan hal itu.
Ketiga, Peningkatan Kualitas Bahan Pembelajaran.
Sebagai sebuah lembaga yang terkemuka dalam pengembangan
ilmu pengetahuan IAIN Sultan Amai Gorontalo perlu peningkatan
produktivitas dan kualitas buku dan berbagai jenis bahan ajar yang
lain, peningkatan produksi jurnal dan akses jurnal, peningkatann
kualitas hasil penelitian dan diseminasinya.

Keempat, Optimalisasi Peralatan. Beberapa fakultas


masih memerlukan pengadaan peralatan untuk peningkatan
kualitas pembelajaran baik karena belum memiliki peralatan yang
dimaksud maupun untuk memenuhi rasio yang labih baik antara

49

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

jumlah peralatan dan jumlah mahasiswa. Kualitas pembelajaran


yang lebih baik belum ditunjang dengan optimalisasi perpustakaan
baik perpustakaan pusat, perpustakaan kampus dua, maupun
perpustakaan kampus satu. Peralatan yang belum optimal
dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran adalah internet. Kritikan
dari dosen maupun mahasiswa terhadap kelengkapan peralatan
ruang kuliah yang memadai untuk berbagai metode pembelajaran
memerlukan tindak lanjut yang nyata sehingga peningkatan
kualitas pembelajaran terpenuhi.
Kelima, Peningkatan Kualitas Lingkungan. IAIN
Sultan Amai Gorontalo memerlukan peningkatan suasana
akademik yang mencerminkan diri sebagai lembaga pendidikan
tinggi dibanding sebagai tempat berkumpulnya individu semata.
IAIN Sultan Amai Gorontalo tidak hidup dalam ruang kosong
sehingga perubahan lingkungan, baik regional, nasional, maupun
internasional perlu terus diikuti, untuk ini IAIN Sultan Amai
Gorontalo perlu membangun jaringan kerjasama yang lebih
harmonis dan erat dengan berbagai pihak yang dapat mendukung
fungsi pendidikan tinggi. Perlu usaha-usaha khusus untuk
meningkatkan kerjasama regional, nasional, maupun internasional.
Sebagian besar mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo adalah
mahasiswa S-1 yang dibiayai oleh orangtuanya, oleh karena itu
hubungan dengan orang tua mahasiswa yang selama ini hanya
pada saat mahasiswa baru dan wisuda dapat dijalin dengan
mensosialisasikan akses orang tua terhadap internet untuk
mengontrol mahasiswa. Adapun permasalahan lebih rinci dapat di
kategorikan sebagai berikut :

50

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

A. Bidang Pendidikan
IAIN Sultan Amai Gorontalo melaksanakan Dua jenjang
program pendidikan yaitu Sarjana Strata Satu (S-1) dan
Pascasarjana (S-2) dengan sistim kredit semester (SKS) yang
beban kredit masing-masing sebesar 110, 148, dan 40
SKS.Masalah pendidikan meliputi aspek kurikulum pada umumnya,
keadaan mahasiswa dan dosen pada khususnya, serta aspek
kendali mutu akademik.
1. Kondisi Kurikulum :
• Belum sempurnanya penyusunan tujuan pengajaran (tujuan
instrusional umum dan tujuan instrusional khusus) yang jelas
dan terinci.
• Penyelanggaraan bidang studi belum terlaksana sempurna
sesuai dengan silabi, isi dan metodenya.
• Penerapan kurikulum yang menekankan pada profesionalisme
masih kurang mantap.
• Belum tersedianya mata pelajaran pilihan yang luas.
• Sistem evaluasi dan bimbingan studi belum dilaksanakan sesuai
dengan pedoman yang telah ada.
• Belum terpenuhinya sarana pengajaran yang ideal baik berupa
kepustakaan maupun laboratorium jurusan.
• Belum mantapnya pelaksanaan kuliah kerja lapangan yang
disebabkan oleh : (a) Terbatasnya kesempatan para mahasiswa
untuk mengadakan kuliah kerja lapang. (b) Kurangnya

51

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

pengarahan dan bimbingan dan (c) Jumlah dosen pembimbing


yang terbatas.

2. Keadaan Dosen
Masalah yang dihadapi sehubungan dengan keadaan dosen
adalah jumlah dosen tetap, komposisi kepangkatan dan pendidikan
dosen.
§ Jumlah dan mutu tenaga pengajar merupakan salah satu
faktor yang paling menentukan bagi IAIN Sultan Amai
Gorontalo yang secara bertahap harus dipenuhi.
Peningkatan kualitas tenaga pengajar secara formal dapat
dilakukan dengan studi lanjut S-2 maupun S-3, meningkatkan
kepangkatan kadademiknya sampai guru besar (profesor),
atau dengan meningkatkan karya tulis baik penelitian maupun
tulisan inovatif/opini. Staf pengajar diupayakan sedemikian
rupa supaya mengalami interaksi ilmiah baik intra kampus
maupun dengan pihak luar kampus. Hubungan ini bisa
diusahakan dengan interaksi individu dengan individu,
lembaga dengan lembaga (University to University), maupun
akses pemerintah dengan pemerintah (G to G).
§ Jenis, mutu dan komposisi staf pengajar berkaitan erat
dengan jumlah staf pengajar. Dalam kaitan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan, IAIN SULTAN AMAI
GORONTALO perlu memperhatikan persoalan critical mass,
yakni jumlah sarjana dari satu disiplin yang minimal
diperlukan. Jumlah ideal adalah 5 orang. Artinya dari setiap
disiplin diperlukan sekurang-kurangnya 5 sarjana untuk

52

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

menyelenggarakan diskusi ilmiah intern dan penelitian secara


teratur. Untuk program magister dan doktor juga diperlukan
pemenuhan standar minimal master senior, doktor, maupun
guru besar di bidang yang bersangkutan.
§ Mutu staf pengajar sangat berkaitan dengan perkembangan
ilmu pengetahuan, tetapi kemahiran dalam mengajar dan
pengabdian pada masyarakat juga ikut menentukan. Seorang
sarjana perlu belajar terus, tidak hanya menambah
pengaetahuannya, tetapi juga meninggalkan pengetahuan
yang sudah ketinggalan dan tidak relevan. Realita
menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari ilmu
pengetahuan yang dia pahami ketika masih dibangku kuliah
(30 %), bagian terbesar dari ilmunya dia dapatkan dari
belajar sendiri dan dengan menuntut pendidikan pasca
sarjana.
§ Seperti otot, otak perlu latihan terus, kalau tidak otak
menurun kemampuannya dan ini harus dilakukan setiap hari.
Itulah sebabnya mengapa para pejabat di luar ilmu
pengetahuan sering kurang cocok untuk menjadi tenaga inti
dari satu perguruan tinggi, walaupun peranannya di
perguruan tinggi juga penting.
§ Akselerasi guru besar. Untuk mengukuhkan diri sebagai
tempat pengajar yang berkualits, IAIN Sultan Amai Gorontalo
perlu merencanakan berapa guru besarnya 5 tahun
mendatang atau 10 tahun yang akan datang. Effect dari
proses percepatan ini adalah meningkatkan hasil penelitian,
buku, karya tulis lain, perkuliahan yang berkualitas, dan

53

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

pengabdian masyarakat, sehingga IAIN Sultan Amai Gorontalo


lebih berkualitas baik proses di dalam maupun ekspose ke
luar.
§ Kesejahteraan Staf pengajar perlu diperhatikan disamping
disiplin kerja. Tanpa imbalan material dan non material yang
memadai, akan sukar diperoleh staf pengajar yang cukup
bergairah untuk menjalankan tugasnya dengan baik. Gaji,
perumahan, alat pengangkutan, perlu disediakan dalam kadar
yang memadai. Tetapi hendaknya jangan dilupakan, bahwa
keinginan untuk mengembangkan pengetahuan, suasana
yang kolegial, hubungan yang akrab perlu dibina terus
menerus dan berkesinambungan. Dengan demikian semangat
pengabdian, gairah kerja dan kreatifitas yang cukup
menentukan pertumbuhan dan perkembangan masa depan
akan tetap terpelihara dan dapat ditingkatkan.

Mengingat bahwa masyarakat Indonesia masih ditandai


oleh orientasi pada komunitas dan tidak pada individu maka
dengan adanya komunitas kampus, pengendalian diri dari nilai
sikap dan pembawaan akan lebih mudah terlaksana, termasuk
disiplin kerja. Ini tidak berarti bahwa tindakan penertiban
konvensional seperti penertiban jam kerja dan penentuan beban
kerja, hasil kerja tidak diperhatikan. Justru harus dipadukan
dengan pengembangan masyarakat kampus
Berdasarkan data yang ada di Biro Administrasi Umum
diketahui bahwa sebagian besar Dosen IAIN Sultan Amai
Gorontalomemiliki pangkat Lektor, yaitu mencapai 47 persen,

54

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

sedangkan yang berpangkat Guru Besar belum ada, Lektor Kepala


sebanyak 29 persen, dan Asisten Ahli sebanyak 19 persen.
Sedangkan yang belum memiliki jabatan akademik mencapai 5
persen. Masalahnya utama adalah bagaimana para dosen dapat
melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga jabatan
akademik dapat meningkat secara berkesenimbanguan dan tepat
waktu
Ditinjau dari komposisi dosen terlihat bahwa pada saat ini
sebagian besar dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagian besar
telah menyelesaikan strata S-2, sedangkan yang sudah berjenjang
S-3 baru mencapai sekitar 31 persen. Yang masih berjenjang
pendidikan S-1 mencapai sekitar 1 persen Sebagian besar dari
mereka adalah dosen yang baru direkrut oleh Institute.

3. Keadaan Mahasiswa
Keadaan mahasiswa tidak saja dilihat dari segi jumlahnya
akan tetapi juga latar belakang yang mempengaruhi
perkembangannya. Sebagai bagian dari strategi untuk
meningkatkan mutu lulusan, maka sejak tahun 2015 yang lalu
telah diambil kebijakan bahwa jumlah mahasiswa yang diterima
setiap tahunnya minimal tetap. Namun demikian yang menjadi
masalah ialah bagaimana meningkatkan prosentase (jumlah)
lulusan per semester dengan memperhitungkan keseimbangan
jumlah mahasiswa yang terdaftar dengan jumlah mahasiswa yang
lulus dengan tanpa mengorbankan mutunya.Jumlah mahasiswa
yang begitu besar akan memudahkan IAIN Sultan Amai
Gorontalountuk memilih dan mengadakan seleksi. Seleksi perlu

55

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

diketetkan dan sejauh mungkin didasarkan pada kreteria yang


objektif dan rasional. Selain dari test formal yang diberikan juga
penggunaan test psikologis dapat dilakukan, disamping
penjajagan bakat dan minat. Saingan dari lembaga perguruan
tinggi lainnya seperti Universitas Muhammadiyah
Gorontalo,Universitas Negeri Gorontalo, Universitas nahdlatul
Ulama (UNU) yang akan hadir serta program ekstensi PTN, dan
program-program degree yang banyak dan bermunculan maka
ditahun-tahun mendatang jelas akan semakin terasa. Oleh karena
itu citra perguruan tinggi swasta perlu diperbaiki dengan
meningkatkan mutunya, disamping menggalakkan pemasaran
lulusannya.
Jumlah mahasiswa yang dapat diterima dan daya tampung
IAIN Sultan Amai Gorontalo, pada akhirnya ditentukan oleh faktor-
faktor yang menjadi pembatas utama seperti jumlah dosen tetap
berpendidikan S2 dan S3 dan penampilan serta fasilitas
kampusnya, kecuali itu perlu diperhitungkan pula total mahasiswa.
Produktifitas dan kualitas yang rendah, jumlah lulusan yang kecil
pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah mahasiswa baru.
Produktifitas dapat dinaikkan lalu proses pendidikannya dapat
ditingkatkan antara lain menaikkan ratio dosen/mahasiswa.
Produktifitasnya juga mungkin terhambat karena skripsi.
Kenyataan menunjukkan bahwa mahasiswa sering lama
menyelesaikan studinya karena skripsi belum selesai. Kualitas
pelayanan dapat ditingkatkan dengan menerapkan peningkatan
kualitas yang berkelanjutan dengan komitmen seluruh dosen dan
karyawan untuk meningkatkan mutu.

56

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Prestasi mahasiwa di perguruan tinggi banya tergantung


dari pribadi mahasiswa dan latar belakang keluarganya. Harus
diakui bahwa calon mahasiswa yang masuk di perguruan tinggi
swasta itu umumnya terdiri dari mereka yang tidak diterima di
perguruan tinggi negeri. Begitu pula persepsi mereka terhadap
belajar di perguruan tinggi yang belum sebagai mana yang
diharapkan (perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu
dan kebudayaan, bukan pusat pemberian gelar dan ijasah). Maka
kegairahan masuk perguruan tinggi yang besar juga menjadi salah
satu faktor penting bagi pengembangan PTS, perlu diimbangi
dengan persepsi yang benar.
Potensi mahasiswa sebenarnya sangat besar dan belum
dimanfaatkan secara sepenuhnya. Umur yang masih muda, tenaga
yang masih kuat, kecerdasan yang cukup dan terutama idealisme
yang tinggi merupakan faktor-faktor yang dapat mendorong
perkembangan perguruan tinggi, asalkan diberi pengarahan yang
baik, melalui bimbingan dan penyuluhan, serta pembudayaan
keilmuan. Bertemu hanya untuk kuliah tidak akan mendorong
mahasiswa untuk berpartisipasi. Mahasiswa perlu didorong berada
pada kondisi akademik yang tinggi

B. Bidang penelitian
Masalah yang dihadapi IAIN Sultan Amai Gorontalo didalam
pembinaan penelitian ada beberapa factor antara lain adalah
masih terbatasnya dana penelitian yang mampu disediakan oleh
pihak IAIN Sultan Amai Gorontalo. Disamping itu juga karena
masih banyak staf akademik yang belum memiliki penelitian

57

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

payung. Adapun permasalahan penelitian dilingkungan IAIN Sultan


Amai Gorontalo dapat diidentifikasi sebagai berikut :
• Tidak adanya Pedoman Penjaminan Mutu Penelitian
• Mutu dan Relevansi hasil penelitian yang di hasilkan
masih rendah karena buruknya tata kelola isu-isu
penelitian, anggaran dan manajamen riset.
• Keterbatasan kapasitas peneliti Dosen
• Minimnya kompetisi hasil Penelitian Dosen dan
mahasiswa
• Minimnya tenaga Profesionalitas bidang Peneliti
• Minimnya hasil penelitian dosen yang terpublikasi
secara Nasional dan International
• Minimnya karya tulis ilmiah (buku) bagi Dosen
• Belum fokusnya pengelolaan Isu-isu penelitian yang
berbasis pengembangan Keilmuan, komprehensif dan
berkelanjutan
• Minimnya keterlibatan mahasiswa dalam penelitian
• Rendahnya akuntabilitas Pengelolaan penelitian
• Minimnya fasilitas pendukung Penelitian
• Lemahnya Monitoring dan Evaluasi Program Penelitian
• Lemahnya tata kelola Dekumentasi dan Publikasi
Program Penelitian
• Minimnya kemitraan penelitian dengan pihak
eksternal
• Minimnya anggaran penelitian

58

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

C. Bidang Pengabdian pada Masyarakat


Sehubungan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
sesuai dengan garis-garis yang ditentukan dalam Bab Dasar
Perencanaan, ada beberapa hal yang menjadi masalah dalam
pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Masalah
tersebut adalah :
a. Ragam dan jumlah kegiatan pengabdian serta kualitasnya
belum memadai. Dalam hal ini juga membawa pengaruh
terhadap minat terhadap kegiatan tersebut.
b. Pengabdian yang paling esensial yang seharusnya dilakukan
oleh suatu perguruan tinggi yaitu sumbangan dan pengabdian
ilmu yang dikembangkan dilembaga tersebut belum dapat
dilakukan secara baik.
c. Belum ada keseimbangan antara kegiatan yang telah
dilaksanakan dengan kegiatan yang akan diadakan.
d. Tenaga tetap yang mengelola kegiatan pengabdian kepada
masyarakat belum memadai walaupun kegiatannya sudah
terlembagakan (KKN), dan terkoordinasi pada Pusat
Pengabdian Masyarakat.
e. Perangkat evaluasi belum memadai dan evaluasi belum
dilakukan secara teratur.
f. Efektivitas dan efisiensi kegiatan masih kurang

59

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

g. Kurangnya sarana penunjang untuk melakukan kegiatan yang


makin hari memerlukan sarana yang memadai. Sarana
penunjang yang memadai sangat diperlukan untuk kegiatan
ini misalnya alat-alat peraga. Fasilitas transportasi atau media
lain seperti film dan semacamnya yang bersifat kultural
edukatif.
h. Tidak adanya Pedoman Penjaminan Mutu Pengabdian
pada Masyarakat
i. Minimnya aplikasi / alih teknologi hasil-hasil penelitian
dengan kebutuhan Masyarakat.
j. Masih dominannya program Pengabdian yang bersifat
internal
k. Rendahnya akuntabilitas Pengelolaan Program
Pengabdian Masyarakat
l. Belum maksimalnya jaringan kemitraan Pengabdian
pada Masyarakat
m. Minimnya dukungan institusional terhadap program
Pengabdian Masyarakat
n. Keterbatasan Anggaran yang belum memadai untuk
mengoptimalkan Program Pengabdian pada
masyarakat
o. Lemahnya tata kelola Dekumentasi dan Publikasi
Program Pengabdian pada Masyarakat
p. Rendahnya dedikasi dan profesionalisme pengabdian
masyarakat.
q. Belum terkoordinasinya dengan baik daerah / desa
binaan

60

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

r. Minimnya kemitraan institusi dalam aras lokal,


nasional, regional dan international
s. Minimnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan
Pengabdian pada Masyarakat
t. Lemahnya Monitoring dan Evaluasi Program
Pengabdian pada Masyarakat.

D. Bidang Organisasi dan Sarana Prasarana


Struktur organisasi IAIN Sultan Amai Gorontaloditahun
1995/1996 mengacu pada PP No. 30 Tahun 1990. Struktur
organisasi ini sangat fleksibel dan mobile, hal yang sangat
diperlukan bagi satu organisasi yang sedang berkembang.
Sebaliknya melihat beban tugas yang bertambah berat, jumlah
mahasiswa, tenaga pengajar yang bertambah dan kegiatan yang
kian meningkat sukar diharapkan bahwa struktur semacam ini bisa
tetap dipertahankan. Kesederhanaan organisasi itu perlu
dipertahankan sebagai azas, demikian fleksibelitas dan
mobilitasnya, tetapi pimpinan IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
di semua eselon harus ditangani oleh orang yang bekerja penuh
dan profesional, faham betul mengenal pengelolaan perguruan
tinggi.
Struktur organisasi yang fungsional yang berkaitan dengan
Tri Dharma Pendidikan tinggi yang melibatkan para pengajar dan
mahasiswa perlu dimantabkan. Struktur organisasi semacam ini
lebih bersifat kolegial, ciri dari satu komunitas ilmiah. Bentuk
organisasi ini penting, karena yang dilibatkan disini adalah sarjana
dengan berbagai keahlian, tetapi juga diperlukan satu lembaga

61

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

ilmu pengetahuan untuk mendapat idea dan menampung kegiatan


yang kreatif demi kemajuan ilmu pengetahuan. Iain Sultan Amai
Gorontalo yang memiliki hubungan erat dengan Kememnterian
Agama dengan demikian mempunyai kedudukan yang unik dalam
kaitannya dengan gerakan dakwah dan amal ma’ruf nahi munka.
Mekanisme kerja organisasi IAIN Sultan Amai Gorontalomasih
dapat ditingkatkan efektifitasnya dan efisiensinya dengan
berpegang pada rencana pengembangan yang jelas, pelaksanaan
yang terarah dan evaluasi berkala yang mantap.

1. Tenaga Administratif
Tenaga administratif (tetap) IAIN Sultan Amai Gorontalo
pada saat ini sudah mendekati kebutuhan/bidang-bidang yang
ditangani, namun inti personil administratif ini belum cukup
trampil, walaupun kemampuan/potensi mereka masih dapat
ditingkatkan. Yang ditangani sampai sekarang terutama kegiatan
pendidikan. Sedangkan kegiatan penelitian dan pengabdian
masyarakat yang pengelolaannya memerlukan kemahiran khusus,
mengharuskan staf administratif meningkatkan kemampuannya
secara khusus pula.
Yang menjadi penghambat utama adalah mutu dan skill
staf administrasi yang harus segera ditingkatkan, mengingat
keterkaitan kegiatan yang satu dengan yang lain dan juga sistem
dan kelancaran pelayanan yang harus dilakukan perlu
kecepatan/ktepatan. Selain itu insentif yang memadai, jaminan
sosial, kemungkinan aktualisasi diri dan keterbukaan kesempatan

62

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

mengembangkan karier bagi mereka perlu diperhatikan untuk


mempertinggi gairah kerja dan semangat pengabdiannya.
Pada kasus-kasus khusus dimana suatu unit kerja
memerlukan tenaga administrasi dalam jangka pendek (setahun)
maka diperlukan perencanaan tentang pengadaan tenaga magang
mahasiswa ataupun tenaga kontrak yang dapat diberhentikan
sesuai waktu kontrak atau diperpanjang sesuai keperluan.

2. Perpustakaan
Perpustakaan adalah sumber informasi ilmu pengetahuan.
Sekarang ini, perpustakaan kampus III (pusat) relatif memadai
untuk jumlah buku, teknologi/akses, maupun ragam ilmu. Namun
keadaan ini tentu perlu terus menyesuaikan diri dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi lainnya.
Khusus untuk perpustakaan pascasarjana diperlukan pembenahan
yang mendesak karena setting perpustakaan dibuat berdasarkan
keadaan tiga program studi (magister manajemen, magister
sosiologi pedesaan, dan magister agama) padahal saat ini sudah
ada 21 program studi (ditambah magister agribisnis, magister
kebijakan / pengembangan pendidikan, dan magister hukum).

3. Sarana dan Prasarana


Dalam hal ini yang menjadi faktor penghambat adalah
jumlah, jenis, mutu sarana dan prasarana. Disamping itu
pengelolaan dan terutama pemeliharanaannya sering merupakan
titik lemah dari perguruan-perguruan tinggi. Mengingat semakin

63

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

padatnya kegiatan dan bertambahnya jenis kegiatan seperti


penelitian dan pengabdian pada masyarakat maka pengadaan dan
pemeliharaan sarana dan prasarana perlu mendapat perhatian
yang serius. Pemeliharaan sarana dan prasarna saat ini menjadi
faktor penting dalam pengeluaran IAIN Sultan Amai Gorontalo
karena jumlahnya yang demikian banyak. Perlu ditekankan kepada
setiap unit untuk menjaga sarana prasarana yang sudah ada.
Pengadaan atau pembangunan prasarana dalam lima sampai 10
tahun ke depan harus benar-benar dihitung prioritasnya karena
beban pemeliharaan juga amat besar.

4. Dana
Kelangsungan gejala kegiatan manusia atau badan hukum
sering ditentukan oleh tersedianya dana yang memadai. Dana
biasanya merupakan faktor penghambat utama. Kecuali
jumlahnya, efektivitas dan efisiensi penggunaannya untuk
mencapai hasil optimal dari kegiatan sangat menentukan. Namun
dalam hal dana ini IAIN Sultan Amai Gorontalo telah
membuktikan kemampuannya dalam pengelolaan maupun dalam
pengusahaannya, sehingga eksistensinya tetap terjaga, malahan
meningkat.
IAIN Sultan Amai Gorontalo pun mampu menggali sumber
dana lain, disamping sumber dana yang berasal dari mahasiswa.
IAIN Sultan Amai Gorontalo perlu meningkatkan sumberdana di
luar sumberdana mahasiswa dengan menjual kemampuan IAIN
Sultan Amai Gorontalo ke luar seperti konsultan, jasa penelitian,

64

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

jasa hotel, jasa IAIN Sultan Amai Gorontalo Dome, hubungan


dengan pengusaha, dan lain-lain.

5. Lain-lain
Faktor-faktor lain yang mungkin dapat dimasukkan di sini
adalah yang berada di luar kekuasaan IAIN Sultan Amai Gorontalo
untuk mengendalikannya seperti pemerintah, masyarakat,
perusahaan-perusahaan, organisasi-organisasi lokal, nasional,
regional dan internasional. Selain itu juga situasi politik, ekonomi,
sosial budaya akan sangat mempengaruhi perkembangan IAIN
Sultan Amai Gorontalo masa-masa mendatang.
Faktor-faktor ini dapat menjadi penghambat atau pendorong,
karena IAIN Sultan Amai Gorontalo memang tidak dapat dan
tidak akan melepaskan diri dari lingkungan. Bahkan akan berusaha
bersikap dan tanggap terhadap keadaan serta perubahan di
sekelilingnya.

Kemahasiswaan

Kondisi objektif mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo yang


dijadikan dasar untuk mengadakan pembinaan secara kontinyu
adalah :
a. Berasal dari masyarakat yang latar belakang sosial
ekonomi dan budaya yang beragam
b. Berasal dari daerah yang beragam, sebagian dari
daerah Gorontalo dan sebagian lagi berasal dari luar
Gorontalo dan luar Jawa

65

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

c. Mempunyai basis keagamaan yang berbeda-beda.Pada


umumnya adalah beragama islam, tetapi terdapat juga
sebagian kecil beragama non-islam. Mahasiswa yang
beragama Islam sebagian kecil berlatar belakang dari
keluarga.
d. Sebagian besar berusia pasca remaja yang tengah
mengalami perubahan baik fisik maupun psikis dan
sebagian kecil tergolong berusia dewasa
e. Sebagian besar motivasi mahasiswa masuk IAIN Sultan
Amai Gorontalo beragam dan sebagian kecil motivasi
mereka adalah ingin membina dirinya sesuai dengan
ciri khas Perguruan Tinggi yaitu ke -Islaman dan
Keilmuan.

E.Tantangan
Tantangan menunjuk kepada adanya perkembangan situasi di
luar IAIN Sultan Amai Gorontalo yang terbagi ke dalam
tantangan perkembangan dunia internasional, nasional, regional,
perubahan pada stakeholder, dan perkembangan kompetitor.
Perkembangan globalisasi dunia yang berintikan liberalisasi
informasi, liberalisasi perdagangan, dan liberalisasi investasi telah
menghadapkan IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai salah satu
lembaga yang pendidikan yang tertantang untuk dapat go
international. Liberalisasi informasi dan investasi yang merambah
dunia pendidikan mendorong IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk
dapat menjadi lembaga pendidikan yang mampu disandingkan dan
dipertandingkan dalam pergaulan international. Perkembangan

66

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

lingkup nasional dan regional telah mendorong stakeholder


(pemerintah, mahasiswa, sponsor mahasiswa, pengguna lulusan,
pengguna berbagai jasa IAIN Sultan Amai Gorontalo ) menuntut
lebih banyak kepada IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk lebih
berkualitas sehingga IAIN Sultan Amai Gorontalo ke depan
diharap melakukan peningkatan kualitas yang berkelanjutan
(continuous improvement) sesuai kebutuhan stakeholder sehingga
memenuhi tuntutan akuntabilitas. Perkembangan perguruan tinggi
lain baik PTN, PTS, maupun PTA adalah pesaing dalam usaha
namun sekaligus mitra dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Keadaan ini dapat dijadikan dasar bagi IAIN Sultan Amai Gorontalo
untuk bertekad dan berusaha menjadi lembaga yang unggul dalam
mengembangkan ilmu pengetahuan.

67

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

68

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Bagian Keempat
KERANGKA PENGEMBANGAN

Kerangka Pengembangan

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional Pasal 3 menyatakan, pendidikan nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, (serta) bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 56
menuturkan, fungsi dan peran perguruan tinggi, yakni sebagai: a)
Wadah pembelajaran mahasiswa dan masyarakat; b) Wadah
pendidikan calon pemimpin bangsa; c) Pusat pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi; d) pusat kajian kebijakan dan
kekuatan moral untuk mencari dan menemukan kebenaran; dan e)
Pusat pengembangan peradaban bangsa. Peraturan Pemerintah
Nomor 66 Tahun 2010 tentang Tujuan Pendidikan Tinggi,
menyatakan bahwa tujuan pendidikan tinggi adalah: a)
Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang

69

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat


menerapkan, mengembangkan dan/atau memperkaya khasanah
ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian; b)
Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan,
teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya
untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya
kebudayaan nasional.

Kemajuan perguruan tinggi dilihat dari keberhasilannya


dalam melaksankan Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu: Pendidikan
dan Pengajaran; Penelitian dan Pengembangan; dan Pengabdian
kepada Masyarakat. Pertama, pendidikan dan pengajaran
merupakan kegiatan akademik yang diselenggarakan untuk
memenuhi pemahaman dan penguasaan ilmu-ilmu pengetahuan
dan peningkatan kemampuan skil secara handal dan profesional
sesuai basis kompetensi. Kedua, penelitian senantiasa diarahkan
untuk menggali segala potensi dan permasalahan di masyarakat
dalam rangka
pengembangan produk-produk pengetahuan dan teknologi
bagi perbaikan kemajuan bangsa. Ketiga, pengabdian kepada
masyarakat dipahami sebagai kegiatan strategis dalam rangka
pembangunan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian,
tingkat keberhasilan dalam pelaksanaan Tri Darma Perguruan
Tinggi sebanding dengan tingkat kemajuan perguruan tinggi dalam
pelaksanaan berbagi tugas yang diembannya.
Semua komponen yang tercakup dalam Tri Darma
Perguruan Tinggi merupakan satu kesatuan yang utuh.
Komponen-komponen itu hanya dapat dibedakan tetapi tidak

70

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

dapat dipisahkan. Sebagai satu kesatuan yang integral, mula-mula


dilakukan produksi pengetahuan melalui penelitian (research) dan
pengembangan. Kemudian produk pengetahuan ditransfer dalam
kegiatan pendidikan dan pengajaran. Selanjutnya, hasil kegiatan
dalam perkuliahan diaplikasikan lewat pengabdian kepada
masyarakat. Pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi secara utuh
akan menghasilkan “siklus pengetahuan” (knowledge cyrcle).
Keberlangsungan siklus pengetahuan dapat menghasilkan pola
kehidupan dalam bentuk “masyarakat berbasis ilmu” (society
based knowledge) atau “ilmu berbasis masyarakat” (knowledge
based society).

71

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Kerangka Pengembangan

Kebijakan dan Tujuan pada Tahap Perkembangan ( 2012-


2017);
Penambahan program studi di lingkungan IAIN Sultan Amai
Gorontalo dan Pemekaran Fakultas. Masa pengembangan
jangka pendek bertujuan yaitu Memenuhi semua
persyaratan dasar sebagai universitas Islam

72

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Kebijakan dan Tujuan Jangka Tahap Pemantapan (2018-


2022) :
Menjadi perguruan tinggi Islam dengan reputasi regional
kawasan timur Indonesia, dikenal secara nasional dan
internasional.Masa pengembangan jangka menengah
bertujuan yaitu mewujudkan perguruan tinggi Islam yang
dapat mengelola ilmu pengetahuan secara spesifik
menurut Fakultas.

Kebijakan dan Tujuan Jangka Panjang (2023-2027) :


Menjadi Universitas Islam Negeri yang unggul dalam
melaksanakan pengkajian studi-studi Islam, Kesenian dan
Kebudayaan di kawasan Timur Indonesia.
Masa pengembangan jangka panjang bertujuan yaitu:
Memenuhi semua persyaratan sebagai universitas Islam
unggulan di skala internasional.

A. Visi, Misi dan Tujuan IAIN Sultan Amai Gorontalo

Pengembangan IAIN Sultan Amai Gorontaloharus dilakukan


dengan pola yang terintegratif antara tuntutan persyarikatan dan
tuntutan pendidikan tinggi serta masyarakat pengguna. Berkenaan
dengan itu, maka IAIN Sultan Amai Gorontalo telah memiliki
rumusan visi-misi sebagai upaya konsisten untuk menjalankan

73

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

amanat persyarikatan. Sebagaimana diketahui bersama visi-misi


tersebut adalah;

V I S I :
Menjadi Perguruan Tinggi Islam berkelas Dunia dalam Studi
Islam, Sains, dan Budaya Lokal

M I S I :
1. menyelenggarakan studi ilmu-ilmu keislaman, sains,
dan teknologi yang memiliki keunggulan;
2. mengembangkan riset studi ilmu-ilmu keislaman, dan sains
yang berbasis budaya; dan
3. mewujudkan pusat budaya dan meningkatkan kerjasama
lintas sektoral.

TUJUAN :
1. menjadikan pendidikan tinggi Islam terdepan dalam studi
Islam, Sains, dan Teknologi; dan
2. menjadikan referensi akademik mengenai Islam yang
toleran, plural, dan berbasis lokal.

B. Pendekatan& Strategi Pengembangan


Pendekatan yang perlu digunakan untuk menjawab
tantangan dan masalah yang dihadapi maka pendekatan yang
dipilih adalah melakukan peningkatan kualitas yang berkelanjutan
(continuous improvement) dengan dasar pemikiran yang bersifat
sirkuler dalam teknis pelaksanaannya yaitu perencanaan,

74

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan (PDCA = Plan, Do, Check,


Act). Perencanaan yang dimaksud adalah perencanaan kualitas
unit kerja yang diidentifikasi sesuai dengan kebutuhan.
Pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan benar-benar
dikerjakan sehingga mencapai mutu. Evaluasi terhadap
pelaksanaan dilakukan sebagai suatu kebutuhan untuk
memperbaiki langkah selanjutnya agar dapat mencapai baku
kinerja yang ditetapkan bersama. Pelaksanaan peningkatan
kualitas yang berkelanjutan disesuaikan dengan keadaan di
masing-masing unit kerja.
Penyusunan strategi perencanaan IAIN Sultan Amai
Gorontalo berpegang pada Kebijaksanaan Dasar Pendidikan
Tinggi yang berisi pokok-pokok pengelolaan pendidikan/perguruan
tinggi yang menyangkut dasar, arah dan langkah
perkembanganya.Dengan menggunakan pendekatan konsolidatif,
IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam menyusun strategi
pengembangannya dengan memperhitungkan potensi yang ada
dan tingkat perkembangan yang telah dicapai. Dengan
berdasarkan ini universitas menginginkan perkembangan yang
gradual yang akan menuju pada perkembangan yang cepat dan
pertumbuhan mandiri (self perpetuating growth). Disamping itu
ditempuh pula pendekatan pemecahan masalah dan pendekatan
perkembangan
Dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah,
strategi perencanaan IAIN Sultan Amai Gorontalo akan
memanfaatkan cara ini sebagai pelengkap, artinya masalah akan
diselesaikan kasus demi kasus secara pragmatis.Selanjutnya

75

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

dengan pendekatan perkembangan tersebut di atas, maka strategi


perencanaan IAIN Sultan Amai Gorontalo akan mempehatikan
hal-hal sebagai berikut:
1. Tantangan dan masalah lingkungan di luar Iain Sultan
Amai Gorontalo dan memperhitungkan pula
kecenderungan (trend) dan arah perkembangan masa
depan.
2. Tujuan perencanaan dengan berusaha mengurangi
pengaruh faktor penghambat dan memperbesar pengaruh
faktor pendorong.
3. Orientasi pada pengelolaan secara menyeluruh, masukan
proses dan keluaran dan tidak hanya memperhitungkan
hasil akhir.
4. Proses perkembangan itu sendiri harus dilaksanakan pada
semua tingkat, manusia, kelompok maupun lembaga, yang
perlu diawali dengan meletakkan dasar dan terus
dikembangkan menjadi kesatuan/kegiatan yang serba
lengkap. Kecenderungan perkembangan itu untuk
menjurus ke arah differensiasi/keanekaragaman yang perlu
diimbangi dengan usaha integrasi dan konsolidasi.
5. Faktor ketidakpastian yang selalu melekat pada setiap
perkembangan dan karena itu memerlukan strategi yang
luwes dan evaluasi yang teratur, tanpa mengorbankan
keterarahannya.

Berdasarkan semua hal di atas IAIN Sultan Amai Gorontalo


merencanakan perbaikan mutu secara berkelanjutan selama

76

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

lima tahun dan menentukan prioritas bagi tahap pertama


sebagai berikut :
1. Meningkatkan kesatuan/kegiatan yang telah ada dan
meletakkan dasar dari hal yang belum terdapat.
2. Meningkatkan mutu pendidikan diploma, S1, S-2, S-3,
plus penelitian dan pengabdian pada masyarakat sebagai
pendukungnya.
3. Mengutamakan mahasiswa yang berprestasi untuk
dibantu lebih lanjut dalam mengembangkan dirinya.
4. Mengutamakan penambahan jumlah dan jenis tenaga
pengajar dengan mutu dan komposisinya untuk
diperhatikan dan terus menerus dikembangkan.
5. Mengutamakan peningkatan kualitas tenaga pengajar dan
karyawan agar dapat memberikan kualitas pelayanan
pendidikan yang prima.
6. Mengutamakan peningkatan kualitas proses belajar
mengajar.
7. Mengutamakan mata ajaran yang dapat menunjang
berkembangnya profesionalisme dan mengembangkan
mata ajaran yang teoritis scintific secara bertahap.
8. Menerapkan proses pembimbingan yang mendorong
peningkatan kualitas dan memperlancar kelulusan.
9. Merintis bentuk pengajaran yang dapat menunjang
kemampuan mengembangkan diri sencara mandiri.
10. Menyeimbangkan dimensi pendidikan dan penelitian
terapan yang menunjang usaha pembangunan dengan

77

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

penelitian yang memiliki dimensi teoritik atau penelitian


dasar.
11. Menyeimbangkan keikutsertaan mahasiswa dalam
penelitian dengan penelitian yang dikerjakan oleh staf
pengajar.
12. Mendorong mahasiswa melakukan penelitian selain skripsi
(tugas akhir) untuk menciptakan lulusan yang lebih
berkualitas.
13. Menyeimbangkan usaha pengabdian pada masyarakat
yang dilakukan mahasiswa dalam rangka kerjasama
dengan instansi pemerintah dan badan hukum swasta
yang melayani kepentingan umum dan usaha pengabdian
yang dilakukan dan ditangani sendiri.
14. Mengutamakan peningkatan efektivitas dan efisiensi
pengelolaan dan pengembangans ecara gradual jumlah,
jenis dan mutu staf pengelola.
15. Mengutamakan pengadaan dana yang tidak mengikat dan
ketertiban pengelolaan, tanpa terlalu memberatkan
mahasiswa dan keluarganya.
16. Mengutamakan pembangunan dan perluasan gedung bagi
kegiatan pokok pendidikan dan pengajaran.
17. Mengutamakan peningkatan mutu perpustakaan dan
laboratorium.
18. Mengutamakan pengembangan kerjasama dengan
Perguruan Tinggi Perguruan Tinggi Islam Negeri maupun
Swasta sewilayah Kopertis VII, serta merintis kerjasama
dengan lembaga-lembaga lain (negeri/swasta) yang

78

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

dipandang mampu mendukung pengembangan masa


mendatang baik dalam maupun luar negeri.
19. Mempersiapkan/merintis pengembangan program-
program studi ilmu-ilmu keras (hard science), baik untuk
program D3 dan spesialisasi 1 maupun S1 dan S2 serta
peningkatan mutu dan status untuk program-program
studi yang sudah ada.
20. Merintis pengembangan kehidupan kampus dengan
mengutamakan kegiatan yang ada kaitannya dengan
bidang-bidang studi seperti ceramah ilmiah.
Untuk menyusun Rencana Induk Pengembangan IAIN
Sultan Amai Gorontalo ditempuh melalui berbagai usaha,
antara lain :
1. Koordinasi antar pimpinan baik vertikal maupun horisontal
(mulai Rektorat sampai Ketua Program Studi).
2. Rapat Senat Universitas untuk menentukan Visi, Misi, dan
Tujuan Universitas.
3. Koordinasi Tim Penyusun Rencana Induk Pengembangan
Universitas yang terdiri dari unsur Rektorat, Senat
Universitas, Biro Akademik, Biro Administrasi Umum, Biro
Keuangan, Biro kemahasiswaan, Lembaga Penelitian,
Lembaga Pengabdian pada Masyarakat, Bagian
Perencanaan Sarana / prasarana, dan Badan Kendali Mutu
Akademik.
4. Identifikasi keadaan saat ini dan estimasi keadaan 10
tahun yang akan datang.

79

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

C. Pengembangan Pendidikan dan Pengajaran


Pengembangan bidang akademik direncanakan dalam
bentuk proses peningkatan mutu kegiatan kependidikan dan
pembelajaran secara berkelanjutan baik di dalam maupun di luar
kelas, secara formal mau pun informal. Rencana pengembangan
akademik berlandaskan pada visi dan misi IAIN Sultan Amai
Gorontalo meliputi bidang pendidikan-pengajaran, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat yang memiliki relevansi dengan
kebutuhan stakeholders. Proses tersebut ditunjang oleh
perencanaan pengembangan kualitas kemampuan mendidik-
mengajar dan peningkatan jenjang pendidikan para dosen.
Rencana pengembangan akademik tersebut meliputi :
1. Pengembangan jurusan dan strata
Tujuan pengembangan : (a) Memantapkan jurusan atau
program studi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yang
berorientasi pada lapangan kerja yang tersedia. (b) Menambah
jurusan atau program studi sesuai dengan kebutuhan mahasiswa
yang berorientasi pada lapangan kerja yang tersedia khususnya
program studi ilmu-ilmu keras dan spesialis. (c) Membuka program
S-2 (Pasca Sarjana) baru, dan Program S-3 Pendidikan Agama
Islam & Hukum.
Sasaran yang ingin di capai terbagi dalam Jangka Pendek
(5 Tahun) yakni ; bahwa semua jurusan program studi yang ada
diharapkan cukup relevan dengan kebutuhan
mahasiswa/masyarakat dan tuntutan kebutuhan tenaga kerja.
Pada tahun 2010 jumlah dosen bertambah meningkat menjadi
1000 orang, sehingga pertambahan selama 5 tahun berjumlah 225

80

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

orang. Jumlah dosen tersebut disediakan untuk melaksanakan Tri


Dharma Perguruan Tinggi pada IAIN Sultan Amai Gorontalo yang
mempunyai 10 Fakultas dengan 31 Jurusan/program studi,
program Pascasarjana dengan 6 program studi serta D-3
Keperawatan. Rasio dosen dengan mahasiswa dalam jangka
pendek diharapkan bias menunjukkan angka perbandingan antara
1 : 20 sampai dengan 1 : 25.
Sedangkan dalam Jangka Panjang (10 tahun) diharapkan
menjadi kelanjutan dari sasaran jangka pendek. Peningkatan
program studi lebih disempurnakan dan dititik beratkan kepada
kebutuhan masyarakat akan tenaga sarjana, serta pembangunan.

Pengembangan Kurikulum
Tujuan Pengembangan pada aspek kurikulum ini adalah
untuk memantapkan dan mengembangkan materi, struktur
organisasi dan strategi kurikulum program D-3, S-1, S-2 dan S-
3.Kurikulum dalam hal ini merupakan semua yang secara nyata
terjadi dalam proses kependidikan dan pembelajaran di IAIN
Sultan Amai Gorontalo, dalam berbagai bentuk penyajian mata
kuliah. Adapun tujuan spesifik adalah:
§ Selain itu diharapkan setiap mata kuliah dalam setiap program
studi, secara dinamis harus mengandung pendidikan rohani
dan hati sebagai penanaman dan pengembangan aqidah
dalam mewujudkan atmosfir perilaku keislaman dan keilmuan.
• Mata kuliah disampaikan dalam paradigma bahwa pembelajaran
menjadikan mahasiswa sebagai subjek didik dan ajar yang
memiliki kebebasan berekspresi.

81

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

• Setiap mata kuliah harus memiliki relevansi dengan cara hidup


dalam arti mahasiswa dapat memperoleh nilai-nilai akhlak,
sehingga memiliki keyakinan dan kepampuan untuk
menerapkannya dalam kehidupan nyata.
• Setiap mata kuliah hendaknya dapat melatih mahasiswa
mengembangkan rasa ingin tahunya, ingin tahu yang benar,
sehingga mampu merasakan kenikmatan dalam mempelajari
dan mengembangkan IPTEKS.
• Setiap mata kuliah yang disajikan harus dikemas
penyampaiannya (silabus) sedemikian rupa sehingga terasa
manfaatnya bagi kehidpan sehari-hari. Bahwa menuntut ilmu
berarti belajar dan melatih diri untuk berpikir, berinteraksi dan
berbuat secara sistematis, logis, rasional, terencana dan teliti,
yang akan membuahkan manusia pekerja-keras yang kreatif
dan inovatif yang mempunyai daya saing yang tinggi.
• Setiap mata kuliah harus mengandung motivasi bagi mahasiswa
untuk menguasai bahasa asing. Karena dengan penguasaan
bahasa asing mahasiswa dapat mengikuti perkembangan ilmu
pengetahuan di luar negeri lebih cepat dan mudah.

Sasaran :
a). Terwujudnya keseimbangan komposisi komponen-komponen
dalam kurikulum.
b). Tersusunnya Tujuan Instruksional Umum/Tujuan Instruksional
Khusus, serta stabilnya untuk tiap program dan strata yang
lebih mantap.

82

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

c). Terlaksananya model-model pendekatan intern dan antar


disiplin ilmu secara luwes dan luas tanpa mengurangi disiplin
yang diambil/digarap dalam jurusan maupun program studi.
d). Terlaksananya system evaluasi dan bimbingan studi dengan
pedoman yang telah ditetapkan.
e). Tersedianya sarana penunjang untuk melaksanakan metode
pengajaran sesuai dengan kurikulum.
f). Terwujudnya sistem seleksi penerimaan calon mahasiswa
sesuai dengan bidang studi/jurusan yang ada.

Pengembangan Tenaga Edukatif.


Tujuan Pengembangan : (a) Meningkatkan jumlah dan
mutu tenaga edukatif secara keseluruhan, (b) Meningkatkan
jumlah tenaga dosen yang berpangkat tinggi (Lektor – Guru Besar)
dan (c) Meningkatkan jumlah tenaga dosen yang berpangkat tinggi
(Pascasarjana dan Doktor).
Sasaran yang ingin di capai adalah ; Dalam jangka pendek
diharapkan ada peningkatan penerimaan dosen, kenaikan pangkat
dosen dan memberi kesempatan tugas belajar pada dosen.
Diharapkan dalam jangka panjang IAIN Sultan Amai
Gorontalomempunyai perbandingan tenaga edukatif berpangkat
Guru Besar, Lektor Kepala, Lektor dan Asisten Ahli = 1 : 4 : 4 : 4.
Pengembangan staf inti (kelompok pengajar) sesuai dengan
jurusan/program studi yang ada atau jenis disiplin yang
dikembangkan.

83

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Kurikulum yang telah dirancang secara tepat sesuai dengan


keberadaan peserta didik akan menghasilkan lulusan yang
kompetitif dalam dunia kerja, akan selalu dikaitkan dengan
peningkatan mutu para dosen yang bertugas menyampaikan.
Dosen dapat dikatakan sebagai struktur determinan dalam
mengembangkan potensi mahasiswa dalam mendekati tujuan
pendidikan, karena itu mutu sumber daya dosen perlu
direncanakan pengembangannya agar para dosen berkemampuan
untuk :
a. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan perhatian terhadap
mutu potensi (intelektual, emosi, ketrampilan) mahasiswa
melalui berbagai cara seperti : pengamatan, wawancara,
angket dan lain-lain.
b. Membantu mahasiswa mengembangkan potensi yang baik
(positif) serta memberi arahan dalam menghilangkan
pembawaan atau kebiasaan mahasiswa yang jelek.
c. Menginformasikan, memperlihatkan kepada mahasiswa
tentang berbagai peran atau tugas orang dewasa dalam
keluarga, lembaga tempat bekerja dan masyarakat dengan
berbagai bidang keahlian, keterampilan agar mahasiswa
memilih sesuai dengan minat dan bakat mereka.
d. Memperhatikan perkembanagan potensi mahasiswa untuk
mengetahui apakah minat dan bakat mereka telah tersalurkan
dengan baik atau sebaliknya.
e. Memberikan wawasan dan bimbingan terutama ketika
mahasiswa perwaliannya menemui kesulitan dalam

84

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

pengembangan potensi mereka atau suasana belajar dan atau


ketenangannya mengalami gangguan.
f. Menyajikan setiap mata kuliah secara menarik, menyenangkan
dan efektif, baik di dalam mau pun di luar kelas.
g. Meningkatkan keahlian sesuai dengan bidang ilmunya dan
keterampilan dalam mengajarkannya melalui short-course,
studi-lanjut, sehingga mampu mengembangkan logika dan
rasionalitas mahasiswa.

Rencana Pengembangan Perkuliahan Bermutu


Perkuliahan bermutu adalah proses yang terjadi dalam
perencanaan, penyajian materi sebagai pelaksanaan perencanaan,
termasuk kegiatan evaluasi proses, produk dan unsur-unsur yang
terlibat dalam upaya memenuhi kebutuhan stakeholders, baik
mahasiswa sebagai pelanggan primer, orang tua, pemerintah,
lembaga sponsor, lembaga pendidikan yang lebih tinggi, lembaga
penelitian sebagai pelanggan sekunder, mau pun pelanggan tersier
seperti perusahaan, kewirausahaan dan dunia kerja yang lain.
Untuk mewujudkan perkuliahan bermutu perguruan tinggi ini
merencanakan :
a. Menciptakan Sistem dan Proses Perkuliahan yang Korektif.
Mengupayakan terciptanya suatu sistem dan proses
berdasarkan proses sirkuler PDCA (Plan - Do - Check - Act )
dalam perkuliahan. Dalam hal ini dosen harus membuat
perencanaan perkuliahan, rencana penyajian serta
pelaksanaan evaluasi. Berdasarkan evaluasi terhadap proses
pembelajaran tersebut dosen harus melakukan perbaikan atau

85

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

peningkatan mutu perkuliahan pada tahap (semester)


berikutnya.
b. Menciptakan Perkuliahan dengan Managemen Keberagaman.
Menciptakan ”managemen keberagaman” dalam menyikapi,
memperlakukan keberadaan mahasiswa bersifat heterogin
(perbedaan latar belakang sosial-budaya, daya tangkap
pemahaman, kepribadian), pandangan dan sikap dosen,
kelengkapan ruang kelas, lingkungan. Keberagaman
merupakan suatu kewajaran, karena itu generalisasi perlu
dihindari, peraturan harus memperhitungkan heterogenitas,
kecermatan terhadap yang bersifat kasus atau gejala umum.
c. Menciptakan Kemandirian Mahasiswa.
Melatih dan mengevaluasi keterampilan dosen dalam
pengembangan kemandirian mahasiswa baik dalam berpikir,
merasa dan bertindak. Dosen harus mengembangkan sikap
demokratis, terbuka. Mengembangkan teknik diskusi, bekerja
dan belajar mandiri, berprakarsa, berinovasi, berkreasi serta
menciptakan situasi win-win.
d. Menciptakan Managemen Berdasarkan Data.
Perkuliahan bermutu mempunyai prinsip utama Management
By Fact, jadi bukan Management By Objective. Karena itu
dosen diharuskan mempunyai data kelas secara lengkap dari
perencanaan sampai dengan evaluasi, sebagai dasar dalam
menentukan langkah perbaikan mutu perkuliahan.
e. Membuat Perencanaan Perkuliahan Bermutu.
Setiap dosen pengampu mata kuliah diharuskan membuat
susunan materi perkuliahan untuk satu semester dan untuk

86

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

setiap pertemuan berdasarkan kurikulum dan kebutuhan para


pelanggan, tujuan, sarana pendukung, metode penyajian dan
sistem evaluasi.
f. Membuat Perencanaan Pelaksanaan Perkuliahan Bermutu.
Dalam penyajian materi kuliah dosen harus menyususn
Satuan Materi Sajian (SMS) serta menyajikan SMS tersebut di
kelas. Dalam hal ini dosen harus betul-betul menyadari
tentang fase-fase psikologis dalam belajar seperti fase :
motivasi, pemerhatian, pemerolehan, penyimpanan,
pengingatan, generalisasi, kinerja dan umpan balik.
g. Merencanakan Evaluasi Untuk Peningkatan Mutu Perkuliahan.
Dosen harus mengevaluasi mahasiswa bukan hanya pada
penguasaan materi yang disajikan seperti pada umumnya
masih terjadi di setiap perguruan tinggi (menurut
Management By Objective, MBO, linier), tetapi harus
menggunakan Management Mutu Terpadu (MMT, sirkuler)
yang mempunyai tujuan untuk peningkatan dan pengendalian
mutu. Evaluasi perkuliahan merupakan dasar usaha
peningkatan mutu perkuliahan secara berkelanjutan, baik
pada perencanaan, pelaksanaan mau pun pada cara
melakukan evaluasi. Evaluasi bisa dilakukan diri sendiri yakni
evaluasi oleh mahasiswa atau dosen terhadap dirinya sendiri
(pengevaluasi internal), di samping bisa dosen mengevaluasi
mahasiswa, atau sebaliknya (pengevaluasi eksternal). Di
samping itu evaluasi harus mempunyai standar untuk
peningkatan mutu.

87

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

D. Pengembangan Penelitian
Kegiatan penelitian merupakan salah satu cara untuk
mengembangkan ilmu dan teknologi. Pengembangan ilmu dan
teknologi pada dasarnya ditujukan utnuk mensejahterakan
kehidupan manusia agar dapat menikmati kehidupannya secara
selaras, seimbang, dan serasi dengan kemajuan ilmu dan teknologi
itu sendiri. Dengan demikian penelitian akan dapat memberi arti
dan sumbangan bagi upaya peningkatan kesejahteraan manusia.
Penelitian pada dasarnya merupakan bagian integral yang
dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa baik secara individual
maupun kelompok. Kegiatan penelitian dilaksanakan oleh staf
dosen dari jurusan, laboratorium, fakultas-fakultas dan pusat-
pusat studi.Kegiatan peneltian yang dilakukan dosen-dosen
diharapkan menghasilkan konsep, model, prototipe, pengetahuan
baru yang bermanfaat bagi pengembangan kelembagaan dan juga
berorientasi pada produk yang relevan bagi pembangunan daerah
dan nasional.
Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh dosen pada tiap
jurusan/fakultas/ laboratorium dan pusat-pusat studi di lingkungan
IAIN Sultan Amai Gorontalo dikoordinir oleh Lembaga Penelitian.
Lembaga Penelitian dalam hal ini juga menjalankan fungsinya
sebagai koordinator dan fasilitator kegiatan penelitian.
Penelitian yang sifatnya "monodisiplin" dilakukan oleh oleh
jurusan/laboratorium atau bagian fakultas-fakultas. Sedangkan
Pusat-pusat studi melakukan kegiatan penelitian yang sifatnya
monodisplin maupun multidisiplin. Dalam upaya mewujudkan IAIN
Sultan Amai Gorontalo menjadi "Real University", Lembaga

88

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Penelitian diharapkan menjadi salah satu pemeran khususnya


dalam menjalankan kegiatan dan keterpaduan penelitian dengan
bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat. Dalam hal ini
harus dikembangkan pola keterkaitan antara kegiatan penelitian
dengan pengabdian pada masyarakat serta pendidikan termasuk
pendidikan pasca sarjana.
Penelitian yang dihasilkan selama ini dilakukan atas usaha
IAIN Sultan Amai Gorontalo sendiri dan melalui kerja sama
dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Departemen
Agama serta lembaga lain. Pembinaan secara institusional
dilakukan melalui tim atau kelompok-kelompok peneliti yang
tenaganya juga merupakan kelompok dari jurusan yang ada.
Kelompok-kelompok peneliti tersebut pembinaan maupun
pengembangannya dilakukan lewat wadah Pusat Penelitian.
Kecuali dilakukan oleh para staf pengajar, penelitian yang
diselenggarakan di Iain Sultan Amai Gorontalo senantiasa
melibatkan para mahasiswa.
Adapun dasar pemikiran pembinaan dan pengembangan
penelitian sesuai dengan garis-garis yang telah ditentukan dalam
Bab Dasar Perencanaan adalah :
Dari aspek Program pengembangan ini diarahkan pada :
(a) Karena penelitian merupakan bagian integral dari Tri Dharma
Perguruan Tinggi, maka sudah menjadi keharusan bagi IAIN
Sultan Amai Gorontalo untuk melaksanakannya terutama dalam
rangka mewujudkan masyarakat ilmiah. (b) Karena kebutuhan
masyarakat terhadap pengembangan ilmu, teknologi dan social
keagamaan terus meningkat, maka melalui kegiatan penelitian

89

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

IAIN Sultan Amai Gorontalo akan terus melakukan usaha-usaha


untuk memberikan jawaban dalam kaitannya dengan pemenuhan
kebutuhan dan pemecahan masalah tersebut. (c) Perkembangan
ilmu, teknologi dan sosial keagamaan membawa dampak dan
perubahan terhadap kehidupan manusia. Maka IAIN Sultan Amai
Gorontalo melalui kegiatan penelitian akan terus mengikuti
timbulnya dampak dan perubahan tersebut.
Pada Aspek ketenagaan. Penelitian merupakan kegiatan
yang mutlak harus ada di dalam usaha pengembangan ilmu,
teknologi dan bidang social keagamaan. Hal ini membawa
konsekuensi bagi IAIN Sultan Amai Gorontalo untuk
menyediakan dan membina tenaga-tenaga peneliti yang berbobot
sesuai dengan bidangnya. Selain itu Pengembangan penelitian
memerlukan sarana yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan
serta tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan/teknologi dan
social ke agamaan.

Konsep Pengembangan Penelitian


Program. Pada program ini menyangkut yakni Pemegang
Kebijaksanaan, berupa Keterlibatan pimpinan IAIN Sultan Amai
Gorontalo / Pusat Penelitian dan Ketua-ketua Jurusan dalam
merumuskan kebijaksanaan tanpa mengurani kemungkinan serta
sifat kemandirian penelitian atau kebebasan
akademik.Pengembangan :Penelitian juga diarahkan kepada
pengembangan jurusan-jurusan / program studi yang ada atau
yang sedang dipersiapkan.

90

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Ketanagaan penelitian Lebih banyak mendorong dan


memberikan kesempatan kepada para peneliti, pengajar dan para
mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan penelitian. Disamping itu
juga terus dilakukan usaha untuk meningkatkan kecakapan dan
ketrampilan mereka sebagai pelaksana penelitiian yang tentunya
perlu di dorong oleh Penyediaan sarana penunjang yang memadai
untuk kegiatan penelitian seperti laboratorium, alat-alat peraga
dan fasilitas transportasi.

Menurut kegunaannya penelitian dalam sistem pendidikan


tinggi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :
a. Sebagai tempat mendidik calon peneliti, tempat untuk
mengingkatkan kemampuan dan keahlian peneliti
b. Sebagai tempat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan
c. Sebagai tempat yang kegiatannya dapat menunjang dan
memberi sumbangan bagi pembangunan.

Strategi Penelitian
a. Menyusun program penelitian dari berbagai bidang ilmu dari
dosen dan mahasiswa
b. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengkajian ipteks
c. Melakukan sinergi penelitian dan pengkajian ipteks dengan
organisasi pemerintahan (GO) dan non pemerintahan (NGOs)
yang tidak mengikat
d. Menjalin kerjasama dan kemitraan dengan dunia usaha dan
industri

91

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

e. Membangun pusat data kegiatan penelitian dan pengkajian


ipteks
f. Membangun pusat informasi dan publikasi penelitian dan
pengkajian ipteks
g. Melakuakn sosialisasi dan fasilitasi kegiatan pengembangan
ipteks kearah paten

E. Bidang Pengabdian Pada Masyarakat


Pembinaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah
mendapat dukungan dan bantuan dari instansi pemerintah dan
lembaga-lembaga non pemerintah. Sampai saat ini telah
dilaksanakan kegiatan penyuluhan bakti sosial, dan KKN terutama
yang berhubungan dengan kegiatan pembangunan di beberapa
daerah di Gorontalo.

Pengembangan pengabdian kepada masyarakat yang


dikoordinasi melalui Pusat Pengabdian Pada Masyarakat,
diharapkan dapat mendukung kegiatan yang ada dengan lebih
efektif dan efisien, berkesinambungan dan evaluasinya dapat
dilaksanakan secara teratur.

Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) IAIN


Sultan Amai Gorontalo merupakan unsur pelaksana yang
menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat baik
yang didanai dari DIPA IAIN Sultan Amai Gorontalo maupun dari
non DIPA. LPM-IAIN Sultan Amai Gorontalo mengkoordinasikan
kegiatan pengabdian yang ada di lingkungan IAIN Sultan Amai

92

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Gorontalo dalam melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan


Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, baik yang dilakukan
oleh mahasiswa dalam rangka Kuliah Kerja Sosial (KKS) maupun
oleh dosen di lingkungan Sultan Amai Gorontalo. Selain itu, LPM
IAIN Sultan Amai Gorontalo juga melaksanakan kegiatan
pengabdian lain dalam bentuk pendampingan, perintisan maupun
pembinaan bekerjasama dengan lembaga/instansi lain baik
pemerintah maupun sawasta.

LPM - IAIN Sultan Amai Gorontalo secara struktural memiliki


Kepala LPM, Sekretaris LPM dan 3 Koordinator Bidang (Ko.Bid)
yaitu Kabid Program Kuliah Kerja Sosial (KKS) dan Pengembangan
Wilayah, Kobid Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat dan Kobid
Pengembangan SDM dan Inkubator Bisnis. Administrasi lembaga
dilaksanakan oleh bagian Tata Usaha. Setiap Koordinator Bidang
dalam kegiatannya bekerjasama dengan seluruh Fakultas yang ada
di IAIN Sultan Amai Gorontalo sesuai dengan bidang
garap/pekerjaan yang sedang dilakukan, dimana diharapkan
seluruh tenaga dosen dari seluruh fakultas dilibatkan semaksimal
mungkin sesuai dengan prinsip dasar pengerjaan seluruh
pekerjaan di LPM-IAIN Sultan Amai Gorontalo yang menganut
pola terintegrasi multidisiplin ilmu. Dengan demikian diharapkan
hasil yang dicapai menjadi maksimal.
Bidang Program Kuliah Kerja Sosial (KKS) dan
Pengembangan Wilayah merupakan bagian integral dari proses
pendidikan yang mempunyai ciri–ciri khusus, memerlukan
landasan idiil yang secara filosofis akan memberikan gambaran

93

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

serta pengertian yang utuh tentang apa, bagaimana, serta untuk


apa Kuliah Kerja Nyata dilaksanakan.Oleh karena itu pelaksanaan
Kuliah Kerja Nyata sekurang–kurangnya mengandung lima aspek
yang bernilai fundamental dan berwawasan filosofis yang tidak
dapat dipisahkan satu dengan lainnya, yaitu: keterpaduan
pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi, pendekatan
interdisipliner dan komprehensif, lintas sektoral, dimensi yang luas
dan kepragmatisan, serta keterlibatan masyarakat secara aktif.
Bidang Pengembangan SDM dan Inkubator lebih diarahkan
untuk mengembangkan budaya kewirausahaan di lingkungan IAIN
Sultan Amai Gorontalo, terutama mahasiswa melalui kegiatan-
kegiatan pelatihan kewirausahaan, pembinaan dan pendampingan
UKM, perintisan wirausaha baru bagi alumni dan pelatihan
penulisan proposal pengabdian DIKTIS.
Bidang pendidikan dan pelayanan masyarakat melaksanakan
dan mengkoordinasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh
perguruan tinggi diartikan sebagai pengamalan IPTEKS secara
melembaga melalui metode ilmiah langsung kepada masyarakat
yang membutuhkannya, dalam upaya mensukseskan
pembangunan dan pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat
yang makmur dan sejahtera. Program pengabdian masyarakat
dilaksanakan dengan cara memanfaatkan dan menerapkan hasil
penelitian maupun hasil pendidikan perguruan tinggi.

Dalam rangka melaksankan kegiatan pengabdian


dan menggiatkan program strategis dalam upaya
pemberdayaan masyarakat dan membantu mempercepat

94

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

pembangunan masyarakat, LPM telah merintis dan


menjalin kerjasama dengan dinas/instansi/lembaga terkait
dan menindaklanjuti dengan berbagai kegiatan. Tujuan
pokok program ini, selain untuk mengembangkan saling
pengertian antar lembaga dalam melakukan tugas
pembinaan di masyarakat, juga untuk memperoleh dana
bagi kelancaran pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada
masyarakat.Pemberdayaan pusat pengabdian di
lingkungan LPM- IAIN Sultan Amai Gorontalo
a. Meningkatkan dan mengembangkan serta penerapan
ilmu pengetahuan teknologi dan budaya sesuai dengan
potensi dan kebutuhan masyarakat.
b. Memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi
untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat
c. Mengembangkan sistem dokumentasi dan informasi
tentang proses dan hasil kegiatan pengabdian dan
pengembangan potensi masyarakat.
d. Memantapkan jaringan kerjasama dengan PTN/PTS,
dunia usaha, dan instansi pemerintah, serta lembaga-
lembaga internasional
e. Pemberdayaan potensi kelompok-kelompok masyarakat
f. Pemanfaatan potensi IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
secara sinergis dan bekerjasama dengan pihak luar
dalam rangka penggalangan dana untuk kegiatan
pengabdian masyarakat

95

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

F. Pengembangan Kerjasama dengan Pihak Lain


Untuk menjadikan IAIN sebagai lembaga yang terkemuka
dalam pengembangan ilmu pengetahuan maka diperlukan
kerjasama dengan berbagai pihak dalam lingkup Internasional,
nasional, dan regional/lokal.
Pada tataran Internasional pengembangan IAIN Sultan Amai
Gorontalo diarahkan pada : (a) pengembangan kerjasama dalam
bentuk pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian, publikasi
ilmiah, dan pertukaran informasi ilmiah antara IAIN Sultan Amai
Gorontalodengan perguruan tinggi Islam di Timur Tengah, Asia
Timur, Asia Tenggara, dan Australia. (b) Mengembangkan
kerjasama dengan pemerintah negara lain dalam kerangka
pengembangan IAIN Sultan Amai Gorontalosebagai suatu
perguruan tinggi. (c) Mengembangkan kerjasama dengan
organisasi non pemerintah lintas negara dalam kerangka
pengembangan akademik.
Pada tataran Nasional pengembangan IAIN Sultan Amai
Gorontalo diarahkan pada : (a) Mengembangkan kerjasama
dengan instansi pemerintah tingkat pusat dalam aktivitas yang
saling menguntungkan. (b) Mengembangkan kerjasama dengan
institusi pendidikan lain baik PTN, PTM, maupun PTS lain untuk
meningkatkan sinergi pengembangan pendidikan dan ilmu
pengetahuan. (C) Mengembangkan kerjasama dengan pusat-pusat
pengembangan ilmu pengetahuan baik institusi pendidikan
maupun institusi penelitian / institusi pengembangan ilmu. (d)
Mengembangkan kerjasama dengan perusahaan nasional maupun
multinasional yang ada di Indonesia yang saling menguntungkan.

96

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Dan (f) Mengembangkan kerjasama dengan organisasi non


pemerintah lingkup nasional dalam kerangka pengembangan
akademik.
Pada tataran Regional/Lokalpengembangan IAIN Sultan
Amai Gorontalo diarahkan pada (a) Mengembangkan kerjasama
dengan instansi pemerintah propinsi dan kabupaten yang saling
menguntungkan. (b) Mengembangkan kerjasama dengan institusi
pendidikan di tingkat regional maupun lokal. (c) Mengembangkan
kerjasama dengan pusat pengembangan ilmu pengetahuan
setempat. Dan (d) Mengembangkan kerjasama dengan
perusahaan dan organisasi non pemerintah lingkup regional/lokal.

D. Bidang Kemahasiswaan
Tujuan Pengembangan :Meningkatkan jumlah dan kualitas
calon mahasiswa yang diterima dan Meningkatkan produktivitas
pendidikan.Sasaran :Pada 5-20 tahun kedepan diproyeksikan
jumlah mahasiswa yang diterima stabil. Kebijakan ini diambil
sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu lulusan.
Dengan jumlah yang diterima, maka akan mempermudah
penyusunan perencanaan dan upaya untuk meningkatkan mutu
akademik. Rata-rata lama studi 4,5 – 5,5 tahun dan terus
diusahakan makin mendekati ketepatan waktunya (4 – 5 tahun).
Mahasiswa sebagai salah satu komponen sivitas akademika
IAIN Sultan Amai Gorontalo yang memiliki karakteristik bersifat
heterogen, kedudukan dan fungsinya sangat strategis untuk dibina
dan dikembangkan. Mereka sebagai Sumber Daya Manusia (SDM),
yang potensial untuk ditingkatkan daya kreativitasnya agar kelak

97

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

menjadi lulusan yang sesuai dengan tujuan diselenggarakan


pendidikan di IAIN Sultan Amai Gorontalo dan tujuan Pendidikan
Nasional. Untuk menuju ke sana perlu diupayakan suasana
kampus yang sekondusif mungkin dalam bentuk kegiatan
kurikuler, ko-kurikuler dan ektrakurikuler yang utuh.
Tujuan utama pelayanan akademik baik dalam bentuk
kurikuler maupun kokurikuler ialah mengantarkan mahasiswa
mencapai tingkat kesarjanaan, sedangkan pembinaan dan
pengembangan mahasiswa dalam bentuk ektrakurikuler ialah
mempermatang keperibadian mahasiswa sesuai dengan potensi
yang dimiliki dan untuk melahirkan lulusan sesuai dengan cita-cita
serta tujuan pendidikan di IAIN Sultan Amai Gorontalo .
Hakekat pembinaan mahasiswa IAIN Sultan Amai
Gorontalo adalah suatu usaha yang sistematis bagi penciptaan
iklim dan kondisi yang memberikan kemungkinan bagi
pengembangan diri mahasiswa dalam membentuk diri sendiri,
sejalan dengan peranan dan tujuan IAIN Sultan Amai Gorontalo
maupun Pendidikan Nasional
Pembinaan ini bertujuan untuk membentuk akademisi
muslim yang berakhlak mulia, cakap, percaya pada diri sendiri dan
berguna bagi masyarakat dan agama, secara khusus tujuan
pembinaan mahasiswa di harapkan dapat (a) Terbinanya
keperibadian akademik muslim yang cakap dan sadar menjalankan
tugas pengabdian, (b) Terbitnya suasana kehidupan
kemahasiswaan yang harmonis dan kondusif bagi pengembangan
nilai keilmuan dan ke islaman dan (c) Terbina generasi penerus

98

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

persyerikatan yang sanggup menlanjutkan gerakan amal usaha


sebagai kader umat dan kader bangsa
Kegiatan pembinaan kemahasiswaan IAIN Sultan Amai
Gorontalo dilakukan berdasarkan pedoman dari Direktorat Jendral
Pendidikan Tinggi Agama Islam. Kegiatan pembinaan
kemahasiswaan yang dilakukan meliputi :
Pertama, Pembinaan sikap dan kegiatan mahasiswa. Pada
aspek ini Pembinaan kemahasiswaan diarahkan pada : (a)
Pembinaan sikap mental dan orientasi mahasiswa. Disamping itu
penalaran mahasiswa dikembangkan guna membentuk sikap dan
orientasi ilmiah, serta insan cendekiawan yang mantap dikelak
kemudian hari, yaitu dengan jalan menyelenggarakan seminar-
seminar ilmiah, diskusi, panel, riset dan sebagainya yang
bertemakan masalah-masalah sosial, keagamaan maupun masalah
bidang studi baik yang dihadapi pada dewasa ini maupun yang
akan datang. Pembinaan kemahasiswaan itu juga untuk
mempersiapkan sikap dan perilaku profesionalisme yang ditekuni
para mahasiswa, khususnya yang dibidang yang berhubungan
dengan disiplin ilmunya. Melalui kegiatan ini diharapkan
mahasiswa akan memiliki daya tanggap dan kepekaan serta
orientasi yang cukup tinggi terhadap masalah-masalah keilmuan,
kemasyarakatan dan keagamaan maupun dalam berbagai bidang
studi yang berkembang dewasa ini. (b) Pembinaan aspek sosio
budaya ketrampilan mahasiswa. Pengembangan partisipasi
mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan generasi muda pada
umumnya amat diperlukan, baik pada peringkat lokal, nasional,
regional maupun internasional.Seperti misalnya mengikutsertakan

99

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

para mahasiswa dalam program pertukaran pemuda dan


mahasiswa ASEAN, atau pada ruang lingkup internasional. Dengan
demikian para mahasiswa akan lebih banyak mengenal lingkungan
sosial budaya diluar dirinya dan kemudian membandingkan
dengan lingkungan sosial dalam dirinya, serta mampu
mengidentifikasi lingkungan sosial budaya masing-masing. Hal ini
merupakan wahana yang paling tepat untuk menampilkan dan
menunjukkan kreatifitas serta ketrampilan mereka dibidang seni
dan budaya kepada dunia luar. Akhirnya kegiatan tersebut akan
menciptakan cakrawala pemikiran dan pandangan yang cukup luas
bagi para mahasiswa. (c) Pembinaan kelembagaan kreatifitas
mahasiswa. Kegiatan-kegiatan mahasiswa diluar perkuliahan dan
praktikum mutlak memerlukan dukungan, pembinaan dan
bimbingan. Kesemuanya itu disalurkan melalui lembaga-lembaga
yang ada, seperti Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT),
Senat Mahasiswa (SEMA), dan unit-unit aktivitas lainnya, sehingga
kegiatan-kegiatan tersebut mampu memberi arti bagi upaya
pembinaan mahasiswa secara keseluruhan. Dan (d) Pembinaan
kegiatan penunjang, berupa pengembangan kegiatan karya
inovatif produktif, pameran karya ilmiah, pameran alat-alat peraga,
pengembangan prestasi dalam kegiatan olah raga dan seni budaya
baik pada peringkat lokal maupunnasional. Hal itu dimaksudkan
agar kegiatan IAIN Sultan Amai Gorontalolebih mendapatkan
pengakuan dimata masyarakat. Disamping itu mahasiswa IAIN
Sultan Amai Gorontalodapat mengkomunikasikan, menampilkan
dan menerapkan ilmu pengetahuan yang meraka peroleh selama
dibangku kuliah dalam kehidupan sehari-hari.

100

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Kedua, Pembinaan Kesejahteraan Mahasiswa. Pada aspek ini


diharapkan mahasiswa dapat ; (a) Meningkatkan pelayanan
kebutuhan dasar mahasiswa yang meliputi koperasi mahasiswa,
poliklinik mahasiswa, pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang
berprestasi dan sebagainya. (b) Meningkatkan pelayanan
kebutuhan pengembangan pribadi mahasiswa yang telah ditempuh
lewat bimbingan dan konseling bagi mahasiswa, himpunan
mahasiswa pecinta alam, resimen mahasiswa, kemah kerja, olah
raga, kesenian dan sebagainya, dan (c) Mengefektifkan
pembinaan sarana penunjang kegiatan kesejahteraan dan
pelayanan mahasiswa. Pengembangan kegiatan yang bersifat
keagamaan / kerohanian seperti Ramadhan di kampus, Darul
Arkom dan sebagainya. Demikian pula kegiatan-kegiatan yang
bersifat sosial seperti bakti social.

H. Bidang Kerumahtanggaan
Sesuai dengan PP No. 04 tahun 2014 tentang Pendidikan
Tinggi. Statuta i IAIN Sultan Amai Gorontaloterdiri atas :
a. Unsur Pimpinan : Rektor dan Pembantu Rektor;
b. Senat Instittute;
c. Unsur Pelaksana Akademik : Fakultas, Lembaga
Penelitian dan Lembaga Pengabdian Kepada
Masyarakat;
d. Unsur Pelaksana Administrasi : Biro;
e. Unsur Penunjang : Unit Pelaksana Teknis.

101

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Menyadari bahwa keberhasilan peningkatan status dan


pengembangan IAIN Sultan Amai Gorontalo dan rencana
pengembangan selanjutnya, perlu ditunjang oleh suatu organisasi
yang mantap dan baik, maka dirasa perlu mengadakan perubahan
struktur organisasi yang ada. Struktur organisasi IAIN Sultan Amai
Gorontalosecara bertahap akan mengikuti dan menyesuaikan serta
berpedoman pada Peraturan Menteri Agama Nomor 34 Tahun
2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 22
tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama
Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 843)

Titik berat konsep pengembangan bidang


kerumahtanggaan IAIN Sultan Amai Gorontalomeliputi bidang
:Pengelolaan (management), Administrasi dan Pelayanan. Secara
spesifik pengembangan ini meliputi aspek-aspek : (a) Pembinaan
administrasi personalia, secara periodik dan rutin perlu dilakukan
guna menambah pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan
bidang tugas masing-masing. (b) Pembinaan administrasi umum
dan administrasi keuangan (sebagaimana ketentuan yang
ditetapkan dan (c) Peningkatan kemampuan administrasi
pelayanan pendidikan/akademik.Dengan demikian program-
program lain yang juga menunjang pengembangan bidang
kerumahtanggaan IAIN Sultan Amai Gorontalo, akan tetap
berorientasi pada ketiga hal di atas. Walaupun demikian peogram-
program yang sedang dilaksanakan saat ini akan tetap
berpedoman pada PP. No. 30 tahun 1990 dan Qoidah Perguruan

102

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Tinggi, serta ketentuan-ketentuan atau kebijaksanaan-


kebijaksanaan yang telah diterapkan. Dengan demikian
perencanaan dan pengembangan pada masa mendatang akan
menuju ke arah efisiensi, kreativitas dan produktivitas kerja.

I. Pembiayaan

Kemampuan keuangan yang ada, menunjukkan bahwa


IAIN Sultan Amai Gorontalodapat mengembangkan diri walaupun
menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Dengan demikian
keterbatasan tersedianya biaya, IAIN Sultan Amai
Gorontaloberusaha mencapai apa yang telah dikemukakan dalam
bab perencanaan. Pembiayaan pendidikan termasuk kegiatan
penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan lainnya sampai
saat ini dapat berjalan lancar.
Namun disamping itu harus diakui bahwa ditinjau dari segi
sumber pembiayaan, IAIN Sultan Amai Gorontalomasih cukup
rentan. Sebab 90 persen sumber pembiayannya adalah dari
mahasiswa. Baik itu berupa SPP maupun Dana Pengembangan
Pendidikan (DPP). Sedangkan 10 persennya adalah dari sumber-
sumber lain yang bersifat insidential. Dari dana yang ada tersebut
digunakan untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan rutin
sedangkan sisanya untuk dana pembangunan dan pengembangan.
Untuk masa-masa yang akan datang, pengeluaran rutin akan
sentiasa semakin membengkak. Hal ini disebabkan oleh :Unit-unit
pembangunan semakin banyak dan semakin “menua”
konsekuensinya biaya pemeliharaan dan perawatan akan semakin

103

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

membengkak dan Jumlah karyawan, masa kerja dan golongan


kepangkatan mereka dari tahun ke tahun akan semakin naik,
konsekuensinya pengeluaran untuk gaji karyawan juga akan
semakin naik.
Dengan kecenderungan di atas, IAIN Sultan Amai
Gorontalotidak bisa hanya mengandalkan sumber pembiayaan dari
mahasiswa yang sifatnya flutuatif. Untuk jangka panjang IAIN
Sultan Amai Gorontaloperlu menyusun kembali struktur
anggarannya. Skhususnya pada aspek sumber pembiayaan. Untuk
itu mulai tahun anggaran 1996 yang lalu Universitas mengambil
kebijakan surplus buget, artinya dari setiap tahun anggaran harus
ada saving yang secara bertahap dapat digunakan untuk
membangun sumber biaya alternatif dalam bentuk investasi yang
menguntungkan. Pada gilirannya hasil investasi tersebut dapat
mengurangi ketergantungan IAIN Sultan Amai Gorontalodari
sumber pembiayaan hampir satu-satunya, yaitu berasal dari
mahasiswa.
Dari pengalaman pengelolaan biaya akademik dan non akademik
maka program biaya pengembangan yang direncanakan bila
dihitung dalam prosentase dari jumlah keseluruhan biaya akan
terlihat sebagai berikut:

Tabel 3
Biaya Program Pengembangan 5 Tahun Pertama
No Program / Proyek (%)

104

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

No Program / Proyek (%)

1. Pengembangan Staf Edukatif 15

2. Pengembangan staf non edukatif 5

3. Pengembangan Pembinaan Mahasiswa 10

4. Pengembangan Kurikulum dan Proses 10


Belajar Mengajar (termasuk
pengembangan system kendali mutu
akademik)
5. Pengembangan Perpustakaan 10

6. Pengembangan Penelitian 10

7. Pengembangan Pengabdian pada 5


masyarakat
8. Pengembangan prasarana dan 10
pemeliharaan gedung
§ Ruang pimpinan
§ Ruang fasilitas pelaksana
§ Ruang fasilitas penunjang
9. Pengembangan peralatan 15
§ Alat-alat kantor
§ Perlengkapan pendidikan/pengajaran
§ Kendaraan
10. Saving 10

105

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

No Program / Proyek (%)

Jumlah Keseluruhan 100

106

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Penandatangan Tanganan MOU Bersama Telkom

Bagian Kelima
JAMINAN MUTU,
MONITORING EVALUASI &PENGHARGAAN

A. Jaminan dan Pengendalian Mutu


Substansi jaminan dan pengendalian Pengembangan IAIN
Sultan Amai Gorontalo berdasarkan pada pengendalian mutu pada
tiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengendalian mutu

107

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

penelitian dan penerbitan misalnya mengaju pada Tugas Pokok


Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) . Peraturan Menteri Agama RI
Nomor 7 Tahun 2013, Pasal 70 LPM mempunyai tugas
mengkoordinasikan, mengendalikan, mengaudit, memantau,
menilai, dan mengembangkan mutu penyelenggaraan kegiatan
akademik. Dalam menyelenggarakan tugas, LPM
menyelenggarakan fungsi: pelaksanaan penyusunan rencana,
evaluasi program dan anggaran, serta pelaporan; pelaksanaan
pengembangan mutu akademik; pelaksanaan audit, pemantauan,
dan penilaian mutu akademik; dan pelaksanaan administrasi
lembaga. LPM IAIN Sultan Amai Gorontalo memiliki dua pusat.
Pusat Pengembangan Standar Mutu mempunyai tugas
melaksanakan pengembangan mutu akademik. Pusat Audit dan
Pengendalian Mutu Akademik mempunyai tugas melaksanakan
audit dan pengendalian mutu akademik.

Tugas Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M merumuskan


komponen Standar Pelayanan Minimum (SPM). Sejalan dengan
Peraturan Menteri Agama RI Nomor 55 Tahun 2014, universitas
harus memberikan fasilitas, penguatan, dan pemberdayaan
dosen/peneliti, menyelenggarakan desiminasi hasil penelitian.
Sementara itu, universitas dapat memberikan penghargaan bagi
peneliti dari hasil penelitian yang dinilai memberikan kontribusi
bagi pengembangan ilmu dan/atau memberikan manfaat bagi
masyarakat. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 55 Tahun 2014
menekankan agar penelitian menjunjung tinggi kode etik
penelitian dan terbebas dari plagiarisme serta manipulasi

108

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

penelitian. Selebihnya, universitas berusaha memfasilitasi


kemitraan penelitian dengan pemerintah, dunia usaha, industri,
lembaga swadaya masyarakat, lembaga-lembaga donor, dan
lembaga/organisasi lain serta masyarakat.

B Monitoring dan Evaluasi

Monitoring dan evaluasi (monev) merupakan keharusan


dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dan penerbitan. Hal ini
dilakukan untuk memonitor kegiatan agar sesuai dengan jaminan
mutu dan sekaligus evaluasi kegiatan untuk pengendalian mutu
agar output dan outcome hasil penelitian yang telah direncanakan
dapat tercapai. Monev dilakukan oleh lingkungan internal dan
eksternal. Monev internal (monevin) dilakukan untuk pemantauan
kegiatan penelitian mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan
pelaporan hasil penelitian. Monev eksternal dilakukan sebagai
review kegiatan penelitian dan penerbitan tahun berjalan bagi
perbaikan pelaksanaa pada tahun berikutnya. Monev internal dan
eksternal dilakukan oleh ahli/pakar dari kalangan profesional.
Monev erat hubungannya dengan instrument standar
penelitian. Pedoman akademik(academic plan) dan renstra IAIN
Sultan Amai Gorontalo telah menggarisbawahi pentingnya
pelaksanaan monev melalui berbagai istrument penilaian.
Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
telah menetapkan standar nasional penelitian. Adapun standar
nasional penelitian yang menjadi basis monev dalam

109

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

penyelenggaraan penelitian sebagaimana dalam uraian di bawah


ini.

1. Standar Hasil
• Standar minimal mutu hasil; 

• Pengembangan IPTEK, peningkatan kesejahteraan
masyarakat dan daya saing 
bangsa; 

• Pemenuhan kaidah dan metode ilmiah secara sistematis
sesuai otonomi keilmuan 
dan budaya akademik; 

• Desiminasi melalui seminar, publikasi, paten, dan lain-lain.

2. Standar Isi
• Kriteria minimal tentang kedalaman dan keluasan materi; 

• Kedalaman dan keluasan materi meliputi materi dasar dan
materi terapan; 

• Materi penelitian dasar berorientasi pada luaran penelitian
yang berupa penemuan 
untuk antisipasi gejala,
fenomena, kaidah, model, atau postulat baru; 

• Materi penelitian terapan berorientasi pada luaran
penelitian yang berupa inovasi serta pengembangan IPTEK
yang bermanfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan 
atau
industri; 

• Materi penelitian dasar dan terapan mencakup kajian
khusus untuk kepentingan 
nasional; 

• Materi pada penelitian dasar dan terapan memuat prinsip-
prinsip manfaat, 
mutakhir, dan antisipasi kebutuhan

110

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

mendatang. 


3. Standar Proses
• Kriteria minimal tentang kegiatan penelitian yang terdiri
atas perencanaan, 
pelaksanaan, dan pelaporan; 

• Kegiatan yang memenuhi kaidah dan metode ilmiah secara
sistematis sesuai 
otonomi keilmuan dan budaya
akademik; 

• Kegiatan mempertimbangkan standar mutu, keselamatan
kerja, kesehatan, 

• kenyamanan, serta keamanan peneliti, masyarakat dan
lingkungan. 


4. Standar Penilaian
Kriteria minimal penilaian proses dan hasil penelitian; 

• Penilaian proses dan hasil penelitian dilakukan secara
terintegrasi dengan prinsip 
penilaian: (a) Edukatif,
penilaian untuk motivasi peneliti agar terus meningkatkan
mutu; 
(b) Objektif, penilaian berdasarkan kriteria yang
bebas dari pengaruh subjektivitas; 
(c) Akuntabel,
penilaian penelitian dengan kriteria dan prosedur yang
jelas dan 
dipahami oleh peneliti; 
dan (d) Transparan,
penilaian yang prosedur dan hasil penilaiannya dapat
diakses olehsemua pemangku kepentingan; 

• Penilaian proses dan hasil penelitian harus memperhatikan
kesesuaian dengan 
standar hasil, standar isi, dan standar

111

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

proses penelitian; 

• Penilaian penelitian dilakukan dengan metode dan
istrumen yang relevan, akuntabel, dan dapat mewakili
ukuran ketercapaian kinerja proses dan pencapaian kinerja
hasil penelitian.

5. Standar Peneliti
• Kriteria minimal kemampuan peneliti untuk pelaksanaan
penelitian; 

• Penelitiwajibmemilikikemampuantingkatpenguasaanmetodo
logipenelitianyang 
sesuai dengan bidang keilmuan, objek
penelitian, serta tingkat kerumitan dan 
tingkat kedalaman
penelitian; 

• Kemampuan peneliti ditentukan berdasarkan: 1) kualifikasi
akademik; dan 2) hasil 
penelitian; 

• Kemampuanpenelitimenentukankewenanganmelaksanakan
penelitian.

6. Standar Sarana dan Prasarana
• Kriteria minimal sarana dan prasarana yang diperlukan
untuk menunjang 
kebutuhan isi dan proses penelitian
dalam rangka memenuhi hasil penelitian; 

• Sarana dan prasarana penelitian merupakan fasilitas
universitas yang digunakan untuk memfasilitasi penelitian
paling sedikit terkait dengan bidang ilmu program 
studi; 

• Sarana dan prasarana penelitian merupakan fasilitas
universitas yang dimanfaatkan 
juga untuk proses

112

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

pembelajaran dan kegiatan pengabdian kepada


masyarakat; 

• Sarana dan prasarana harus memenuhi standar mutu,
keselamatan kerja,kesehatan, kenyamanan, serta
keamanan peneliti, masyarakat dan lingkungan. 

7. Standar Pengelolaan
§ Kriteria minimal perencanaan, pelaksanaan, pengendalian,
pemantauan dan 
evaluasi, serta pelaporan kegiatan
penelitian; 

§ Pengelolaan penelitian dilaksanakan oleh unit kerja dalam
bentuk kelembagaan 
yang bertugas untuk mengelola
penelitian; 

§ Kelembagaan adalah lembaga penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat; Lembaga penelitian wajib:
a) Menyusun dan mengembangkan rencana program
penelitian sesuai dengan rencana strategis penelitian;

b) Menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan
dan sistem penjaminan mutu internal penelitian; 

c) Memfasilitasipelaksanaanpenelitian; 

d) Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
penelitian; 

e) Melakukan desiminasi hasil penelitian; 

f) Memfasilitasi peningkatan kemampuan peneliti untuk
melaksanakan penelitian, 
penulisan artikel ilmiah,
dan perolehan hak kekayaan intelektual (HKI); 

g) Memberikan penghargaan kepada peneliti yang

113

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

berprestasi; 

h) Melaporkan kegiatan penelitian yang dikelolanya. 


8. Standar Pendanaan dan Pembiayaan



§ Kriteria minimal sumber dan mekanisme pendanaan dan
pembiayaan penelitian; Universitas wajib menyediakan
dana penelitian internal; 

§ Pendanaan penelitian dapat bersumber dari pemerintah,
kerja sama dengan 
lembaga lain baik di dalam maupun di
luar negeri, atau dana dari masyarakat;

§ Pendanaanpenelitiandigunakanuntukmembiayai: 
1)
Perencanaan penelitian;
2) Pelaksanaan penelitian;
3)
Pengendalian penelitian;
4)
Pemantauandanevaluasipenelitian; 5) Pelaporan hasil
penelitian; dan 
6) Diseminasi hasil penelitian.

Pelaksanaan monev diupayakan memenuhi komponen standar
nasional 
penelitian yang telah disebutkan terdahulu. Pusat
Penelitian dan Penerbitan LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo harus
memberikan pelayanan minimal yang dikenal dengan Standar
Pelayanan Minimum (SPM).

C. Sistem Penghargaan

Universitas wajib memberikan penghargaan (reward)

114

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

kepada dosen/peneliti berprestasi. Terdepat sejumlah ketentuan


peraturan yang mewajibkan universitas memberikan penghargaan.
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional
Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi: Pasal 12 Ayat (1) Dalam meningkatkan keahlian,
kepakaran, serta kompetensi manusia dan pengorganisasiannya,
setiap unsur kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi
bertanggung jawab mengembangkan struktur dan strata keahlian,
jenjang karier sumber daya manusia, serta menerapkan sistem
penghargaan dan sanksi yang adil di lingkungannya sesuai dengan
kebutuhan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi; Pasal
24 Ayat (2) Setiap warga negara yang melakukan penelitian,
pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi
mempunyai hak memperoleh penghargaan yang layak dari
pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat sesuai
dengan kinerja yang dihasilkan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003


Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 40 Ayat (1) Pendidik
dan tenaga kependidikan berhak memperoleh: penghargaan
sesuai dengan tugas dan prestasi kerja (poin b); Pasal 43 Ayat (1)
Promosi dan penghargaan bagi pendidik dan tenaga kependidikan
dilakukan berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman,
kemampuan, dan prestasi kerja dalam bidang pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan
Tinggi, Pasal 50 Ayat (1) Kelembagaan [sebagaimana dimaksud

115

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

dalam Pasal 49 ayat (2)] wajib memberikan penghargaan kepada


peneliti yang berprestasi (Poin g). Bahkan, Peraturan Menteri
Agama RI Nomor 55 Tahun 2014 dalam Pasal 10 menegaskan
universitas dapat memberikan penghargaan bagi peneliti dari hasil
penelitian yang dinilai memberikan kontribusi bagi pengembangan
ilmu dan/atau memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penghargaan dapat berupa biaya pengembangan, piagam, atau
dukungan sarana dan prasarana.

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 14


Tahun 2015 tentang Statuta IAIN Sultan Amai Gorontalo Pasal 22
menyatakan: (1) Universitas dapat memberikan penghargaan
kepada dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan serta pihak lain
baik lembaga maupun perorangan, yang dinilai berjasa atau
berprestasi dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi; (2)
Penghargaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa
penghargaan kesetiaan, penghargaan prestasi akademik dan/atau
non akademik; dan (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai
pemberian penghargaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ditetapkan oleh Rektor.

Penerapan sistem penghargaan bagi dosen/peneliti yang


berprestasi perlu dibentuk dewan kehormatan akademik atau
dewan penelitian yang melibatkan Guru Besar. Dalam dewan ini
dirumuskan berbagai kode etik terkait dengan kegiatan penelitian.
Termasuk dirumuskan pula kriteria atau indikator-indikator
dosen/peneliti berprestasi. Sebagaimana halnya Kementerian

116

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Agama RI menyelenggarakan kualifikasi Dosen Teladan Nasional


pada tahun 2017

117

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Penandatangan Tanganan MOU Bersama Telkom

Bagian Keenam
PENUTUP

Perumusan RIP-P IAIN Sultan Amai Gorontalo merupakan


bagian penting dalam menentukan arah dan kebijakan serta tata
kelola pengembangan Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M
periode 2015-2019. Secara eksplisit, RIP-P IAIN Sultan Amai
Gorontalo mengarahkan pengembangan penelitian bagi

118

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

peningkatan kualitas, relevansi dan daya saing Pendidikan Tinggi


Islam. Isu strategis yang diusung IAIN Sultan Amai Gorontalo
meliputi internasionalisasi, tata kelola yang sehat, pelaksanaan
berbasis mutu, dan character building berparadigma wahyu
memandu ilmu.
Mandat IAIN Sultan Amai Gorontalo diturunkan dalam rencana
strategis Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M dengan mengakat
beberapa isu utama, yakni revitalisasi arah dan kebijakan serta
tata kelola penelitian dan penerbitan, penguatan SDM peneliti dan
pengelolaan penelitian dan penerbitan, peningkatan kerjasama dan
kemitraan dalam penelitian dan penerbitan, dan pengembangan
insfrastruktur penelitian dan penerbitan. Rumusan ini melahirkan
beberapa program strategis, yakni penelitian reguler, penelitian
kolaboratif dan penelitian unggulan, termasuk unggulan di Asia
Tenggara tahun 2019.

Periode keberlangsungan RIP-P IAIN Sultan Amai


Gorontalo tahun 2015-2019 membutuhkan penguatan regulasi.
Oleh karena itu, pelaksanaan RIP-P ini perlu ditopang oleh
pedoman penjaminan mutu, manual prosedur dan intruksi kerja
pelaksanaan penelitian, dan lain- lain. Pasca kegiatan penelitian
perlu diatur mekanisme desiminasi hasil penelitian melalui ekspose
dan penerbitan atau publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal
terakreditasi maupun penerbitan buku. Selebihnya, harus
diperhatika ketentuan pengurusan HKI atau hak paten, dan sistem
pemberian penghargaan bagi peneliti berprestasi.

119

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Perumusan RIP-P dengan berbagai turunannya diharapkan


menjadi pegangan bagi pencapaian visi dan misi serta tujuan IAIN
Sultan Amai Gorontalo. Beberapa hal yang belum dirumuskan
dalam buku ini akan ditentukan kemudian dalam ketetapan lain.
Atau akan dicantumkan melalui revisi di masa mendatang.
Akhirnya, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu perumusan RIP-P ini. Saran dan masukan agar di
sampaikan kepada Pusat Penjaminan Mutu IAIN Sultan Amai
Gorontalo

120

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

DAFTAR BACAAN
Tim Penyusun, Pedoman Akademik IAIN Sultan Amai Gorontalo
Tahun 2015, Gorontalo: IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2015.
Tim Penyusun, Pedoman Penyusunan Rencana Induk Penelitian
(RIP), Jakarta: Direktorat Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Kementerian Pendidikan Nasional, 2016.
Tim Penyusun, Pedoman Perencanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan
Penelitian pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI),
Jakarta: Pendis Kementerian Agama RI, 2015.
Tim Penyusun, Peraturan Menteri Agama RI Nomor 55 Tahun 2014
Tentang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Pada Perguruan Tinggi Keagamaan, Jakarta: Kementerian
Agama RI, 2014.
Tim Penyusun, Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pendidikan
Islam Kementerian Agama RI Tahun 2015-2019, Jakarta:
Pendis Kementerian Agama RI, 2015.
Tim Penyusun, Rencana Strategis Direktorat Pendidikan Tinggi
Islam Kementerian Agama RI Tahun 2015-2019, Jakarta:
Diktis Kementerian Agama RI, 2015.
im Penyusun, Rencana Strategis Direktorat Pendidikan Tinggi
Islam Kementerian Agama RI Tahun 2015-2019, Jakarta:
Diktis Kementerian Agama RI, 2015.
Tim Penyusun, Rencana Strategis Kementerian Agama RI Tahun

121

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

2015-2019, Jakarta: Kementerian Agama RI, 2015.


Tim Penyusun, Rencana Strategis Kementerian Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi Tahun 2015-2019, Jakarta:
Kemenristek Dikti RI, 2015.
Tim Penyusun, Rencana Strategis IAIN Sultan Amai Gorontalo
Tahun 2015, Gorontalo: Iain Sultan Amai Gorontalo,
Gorontalo 2015

122

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

KEPUTUSAN REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI


SULTAN AMAI GORONTALO
NOMOR: TAHUN 2016

TENTANG
RENCANA INDUK PENGEMBANGAN (RIP)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SULTAN AMAI
GORONTALO
TAHUN 2012-2027

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA


REKTOR INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SULTAN AMAI
GORONTALO,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka penyelarasan dan


penguatan arah pengembangan IAIN
Sultan Amai Gorontalo, dipandang perlu
menyusun Rencana Induk Pengembangan
(RIP) IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai
acuan dalam merumuskan program dan
kegiatan tahun anggaran 2017;

b. bahwa sehubungan dengan penguatan
arah pengembangan IAIN Sultan Amai

123

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Gorontalo Jangka Panjang, maka


dipandang perlu menyusun Usulan
Rencana Induk Pengembangan (RIP);

c. bahwa berdasarkan pertimbangan pada
huruf a dan b di atas, perlu ditetapkan
Keputusan Rektor IAIN Sultan Amai
Gorontalo tentang Rencana Induk
Pengembangan (RIP) IAIN Sultan Amai
Gorontalo

124

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Mengingat
a. Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendididkan
Nasional (Lembaran Negara Republik
Indonesia tahun 2003 Nomor 78,
tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4301);

b. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005


tentang Guru dan Dosen (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 157, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor
4586);
c. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012
tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 2012
Nomor 158, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor
5336);
d. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5494);

e. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun

125

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

2009 tentang Dosen (Lembaran Negara


Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor
76, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5007);
f. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun
2012 tentang Kerangka Kualifikasi
Nasional Indonesia (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor
24);

g. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun


2014 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan
Perguruan Tinggi (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
16, tambahan Lembaran Negara
Republik Indonsia Nomor 5500);
h. Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 13 Tahun 2015
tentang Perubahan Kedua Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
i. Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun
2015 tentang Kementerian Agama
(Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 168);

126

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

j. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun


2002 tentang Pedoman Pelaksanaan
Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara sebagaiman telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Peraturan
Presiden Nomor 53 Tahun 2010 tentang
Perubahan Kedua atas Keputusan
Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang
Pedoman Pelaksanaan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara;
k. Keputusan Presiden Nomor 91 Tahun
2004 tentang Perubahan Sekolah Tinggi
Agama Islam Negeri Sultan Amai
Gorontalo menjadi Institut Agama Islam
Negeri Sultan Amai Gorontalo;
l. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 004 Tahun 2002 tentang
Akreditasi Program Studi Pada
Perguruan Tinggi (Lembaran Negara
Republik IndonesiaTahun 1999 Nomor
115 Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3859);
m. Keputusan Menteri Agama Nomor 156
Tahun 2004 tentang Pedoman
Pengawasan, Pengendalian dan
Pembinaan Program Diploma, Sarjana,

127

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

dan Pascasarjana pada Perguruan


Tinggi Agama Islam;

n. Keputusan Menteri Agama Nomor 353


Tahun 2004 tentang Pedoman
Penyusunan Kurikulum Pendidikan
Tinggi Agama Islam;

o. Keputusan Menteri Agama Nomor 387


Tahun 2004 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Pembukaan Program Studi
pada Perguruan Tinggi Agama Islam;
p. Peraturan Menteri Agama Nomor
B.II/3/10951 tentang Pengangkatan
Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo;

q. Peraturan Menteri Pemberdayaan


Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 46 Tahun 2013
PerubahanAtas Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun
2013 Tentang Jabatan Fungsional
Dosen dan Angka Kreditnya;
r. Peraturan Menteri Agama Nomor 55
Tahun 2014 tentang Penelitian dan
Pengabdian Kepada Masyarakat (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2014

128

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Nomor 1958);
s. Peraturan Menteri Agama Nomor 34
Tahun 2015 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Agama Nomor 22
tahun 2013 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri
Sultan Amai Gorontalo (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor
843);

t. Peraturan Menteri Agama Nomor 37


Tahun 2015 tentang Statuta Institut
Agama Islam Negeri Sultan Amai
Gorontalo (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 846);
u. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
65/PMK.02/2015 tentang Standar Biaya
Masukan Tahun Anggaran 2016 (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2015
Nomor 455):
v. Permendagri Nomor 15 tahun 2008
tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengarusutamaan di Daerah
w. Peraturan Menteri Agama Republik
Indonesia Nomor 17 tahun 2010
tentang Pemberian beasiswa Responsif
gender Bagi Siswa Madrasah dan

129

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

mahasiswa Perguruan Tinggi Agama


dan keluarga Miskin di Lingkungan
Kementerian Agama;
x. Peraturan Manteri negara dan
Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Republik Indonesia
Nomor 11 tahun 2010 tentang
Pedoman pelaksanaan Pengarustamaan
gender di Madrasah Kementerian
Agama Republik Indonesia
y. Kesepakatan bersama antara
kementerian Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Republik
Indonesia dan Kementerian Agama
Republik Indonesia Nomor 02 Tahun
2011 tentang Pelaksanaan
Pengarustamaan gender dan
pemenuhan Hak Anak di Bidang
Keagamaan;

z. Peraturan Menteri Agama Nomor 34


Tahun 2015 tentang Perubahan Atas
Peraturan Menteri Agama Nomor 22
tahun 2013 tentang Organisasi dan
Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri
Sultan Amai Gorontalo (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor
843);

130

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

aa. Peraturan Menteri Agama Nomor 37


Tahun 2015 tentang Statuta Institut
Agama Islam Negeri Sultan Amai
Gorontalo (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 846);
bb. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
65/PMK.02/2015 tentang Standar Biaya
Masukan Tahun Anggaran 2016 (Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2015
Nomor 455):
cc. Keputusan Rektor IAIN Sultan Amai
Gorontalo Nomor 37 Tahun 2016
tentang Tim Penyusun Rencana Induk
Pengembangan (RIP) IAIN Sultan Amai
Gorontalo tahun 2012 -2027

131

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

M E M U T U SK A N

Menetapkan KEPUTUSAN REKTOR IAIN SULTAN AMAI


GORONTALO TENTANG RENCANA INDUK
PENGEMBANGAN (RIP) 2012-2027.

Pertama Menetapkan Rencana Induk Pengembangan


(RIP) 2012-2027.

Kedua Sebagai acuan dalam Penyusunan


Program, Kegiatan lainnya yang Responsif
Gender dan Rencana Anggaran pada
Institute, Fakultas, Sekolah Pascasarjana
dan Unit/Lembaga, IAIN Sultan Amai
Gorontalo;
Sebagai acuan dalam Pelaksanaan
Program /kegiatan yang Responsif Gender
pada tingkat Fakultas, Pascasarjana dan
Unit/Lembaga, IAIN Sultan Amai
Gorontalo;
Sebagai acuan dalam Penyusun laporan
Akuntabilitas Kinerja dilingkungan IAIN
Sultan Amai Gorontalo.

Ketiga Penjabaran Program/kegiatan pada masing-


masing unit kerja pada IAIN Sultan Amai

132

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Gorontalo diatur berdasarkan tugas dan fungsi


pada setiap unit kerja dan penang- gungjawab
pelaksanaan, dengan mengacu pada target-
target capaian yang sudah dirumuskan dalam
Rencana Induk Pengembangan (RIP) 2012-
2027

Keempat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal


ditetapkan dengan ketentuan apabila di
kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan
dalam Keputusan ini, akan diubah dan
diperbaiki sebagaimana mestinya

Ditetapkan di Gorontalo
pada tanggal 20 Oktober 2016

133

Rencana Induk Pengembangan RIP


Institusi
IAINSultan Amai Gorontalo

Tembusan :

1. Menteri Keuangan di Jakarta;

2. Menteri Agama di Jakarta;

3. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama di Jakarta;

4. Inspektur Jenderal Kementerian Agama di Jakarta;

5. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama di
Jakarta;
6. Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama di
Jakarta;
7. Para Dekan Fakultas di lingkungan IAIN Sultan Amai
Gorontalo;


134