Anda di halaman 1dari 11

\ CRITICAL

JOURNAL
REVIEW

MATA KULIAH
FISIKA
KUANTUM

D
I
S
U
S
U
N

OLEH

KELOMPOK 4

AYU SRI MENDA Br. SITEPU (NIM 8186175009)


NORMADINA (NIM 8186175008)
RAHMAYANI (NIM 8186175004)

PENDIDIKAN FISIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan bagi Tuhan Allah Yang Maha Kuasa atas berkat dan
karuniaNya, penulisan Critical Journal Review ini dapat terselesaikan. Adapun Critical Jurnal
review ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah fisika kuantum.
Critical Journal Review (CJR) ini kami susun dengan maksud sebagai tugas mata
kuliah kuantum dan menjadikan penambahan wawasan sekaligus pemahaman terhadap
materi tersebut. Harapan kami, semoga setelah penyelesaian penulisan Crtical Journal
Review ini kami semakin memahami tentang bagaimana penulisan Crtical Journal Review
yang baik dan benar.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan CJR ini masih sangat jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran serta bimbingan
dari para dosen demi penyempurnaan di masa-masa yang akan datang, semoga karya tulis
CJR ini bermanfaat bagi semuanya.

Medan,30September 2019
Penyusun

Kelompok 4
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Rasionalisasi pentingnya CJR


Keterampilan membuat CJR pada penulis dapat menguji kemampuan dalam
meringkas dan menganalisis sebuah jurnal atau artikel dan memberi nilai serta mengkritik
sebuah karya tulis yang dianalisis.
Seringkali kita bingung memilih jurnal atau artikel referensi untuk kita baca dan
pahami, terkadang kita hanya memilih satu jurnal saja untuk dibaca dan sebagai bahan
referensi tetapi hasilnya masih belum memuaskan misalnya dari segi analisis bahasa dan
pembahasan.
Pada kesempatan ini penulis membuat cjr mengenai fisika kuantum, yang mana dalam hal ini
penulis mengambil jurnal yang berjudul Anti Heisenberg—The End of Heisenberg’s
Uncertainty Principle dan Asas Ketidakpastian Heisenberg : Kepanggahannya dengan
Penggetar Selaras diharapkan setelah mereview jurnal tersebut, penulis dapat memperoleh
informasi tambahan tentang ilmu fisika kuantum khususnya pada materi ketidakpastian
Heisenberg.

1.2 Tujuan penulisan CJR


1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah fisika kuantum
2. Mengulas isi jurnal
3. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam jurnal
4. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap
sub pada jurnal
5. Membedakan keunggulan dan kelemahan isi jurnal pada pembahasan.

1.3 Manfaat CJR


Manfaat penulisan Critical Journal Review ( CJR), yaitu :
1. Dapat membandingkan dua atau lebih jurnal yang direview.
2. Dapat meningkatkan analisis kita terhadap suatu jurnal.
3. Supaya kita dapat mengetahui teknik-teknik penulisan CJR yang benar.
4. Dan dapat menulis bagaimana jurnal yang baik dan benar.
5. Menambah pengetahuan kita tentang isi-isi dari jurnal-jurnal penelitian.
1.4 Identitas Jurnal yang direview
Jurnal Pertama
Judul artikel : Anti Heisenberg—The End of Heisenberg’s Uncertainty Principle
Nama Jurnal : Journal of Applied Mathematics and Physics
Edisi terbit : Mei 2016
Pengarang Artikel : Ilija Barukčić
Tahun terbit : 2016
Alamat situs : http://www.scirp.org/journal/jamp
Halaman : 881 – 887

Jurnal Kedua
Judul Artikel : Asas Ketidakpastian Heisenberg : Kepanggahannya dengan
Penggetar Selaras Ratah
Nama Jurnal : Jurnal Ilmiah Elektronika
Pengarang Artikel : Liek Wilarjo
Tahun Terbit : 2011
Halaman : 99 - 108
BAB II
RINGKASAN ISI JURNAL

2.1 Ringkasan Isi Artikel Jurnal Pertama


Formulasi awal yang sederhana dari prinsip ketidakpastian Heisenberg mekanika
kuantum menganai posisi dan momentum dapat ditemukan dalam artikel Heisenberg tahun
1927 yang berjudul “Über den anschaulichen Inhalt der quantentheoretischen Kinematik und
Mechanik” yang isinya jika diartikan sebagai berikut : “ posisi suatu benda atau elektron yang
mengalami perubahan momentum dapat ditentukan dengan mengetahui panjang
gelombangnya. Maka jika posisi suatu benda diketahui, maka momentum suatu benda
tersebut tidak pasti, begitu juga sebaliknya.
Mari kita beralih ke pertanyaan lain tentang prinsip ketidakpastian
Heisenberg. Berbicara, seperti yang sering dilakukan, Heisenberg sendiri tidak memberikan
turunan umum dan tepat dari prinsip ketidakpastiannya. Akhirnya, pada tingkat yang lebih
formal, kami mencatat bahwa formulasi matematis pertama tepat prinsip ketidakpastian
Heisenberg adalah karena Kennard. Secara khusus, di Chicago Lectures, Heisenberg sendiri
menunjukkan bahwa itu adalah milik Kennard dengan bukti " tidak berbeda sama sekali
dalam konten matematika " dari argumen yang telah disajikan sebelumnya. Akhirnya, satu-
satunya perbedaan adalah bahwa bukti Kennard “ dijalankan dengan tepat ”. Prinsip

ketidakpastian Heisenberg sering dibaca sebagai 𝜎 (X) x 𝜎 (p) ≥ 4 𝑥 𝜋, di mana σ ( p ) adalah

standar deviasi momentum, σ ( X ) adalah standar deviasi posisi, h adalah Planck constant dan
π adalah konstanta matematika. Heisenberg menjelaskna bahwa hubungan antara posisi dan
momentum nilainya tidak dapat ditentukan secara bersamaan yang tidak dapat dinyatakan
dalam 𝜎 (p) x 𝜎(X) = (h/4x 𝜋), sedangkan bentuk logisnya adalah

𝜎 (X) x 𝜎 (p) = 4𝑥𝜋

Adalah benar bahwa



𝜎 (X) x 𝜎 (p) > 4 𝑥 𝜋

Sehingga dapat diketahui bahwa


4𝑥𝜋
x 𝜎 (X) x 𝜎 (p) > 1

2.2 Ringkasan Isi Artikel Jurnal Kedua
Nilai eigen dari Penggetar Selaras Hamilton dan energi dasarnya dapat diperoleh dari
ketidakpastian Heisenberg. Dalam mikroelektronika dipakai untai terangkun yang disebut IC
( Integrated Circuit ). IC itu berupa cebis renik (microchip) yang disusun dari gerbang-
gerbang logika dengan arsitektur tertentu, sehingga sistem itu dapat melakukan fungsi yang
sesuai dengan rancangannya.
Sistem pegas merupakan sistem yang bergerak, dimana untuk menentukan gaya nya
dengan menggunakan Hukum II Newton, yaitu : F = -kx, dimana x = Asin 𝜔𝑡. Dan sebagai
mana kita ketahui bahwa energi total atau Hamilton klasik ini diungkapkan dalam mekanika
kuantum yaitu :
H = P2 /2m + ½ m𝜔2X2
1
Energi dasar nya yaitu ℏ𝜔 dan bukan 0, konsisten (panggah) dengan asas
2

ketidakpastian Heisenberg. Karena jika energinya dasarnya sama dengan 0, maka energi
pusanya juga akan sama dengan 0. Maka benda tersebut tidak akan bergerak, atau posisinya
dalam keadaan tertentu dan tidak berubah-ubah. Tetapi jika pusat dan posisinya (kedua-
duanya) pasti, ini melanggar asas ketidakpastian Heisenberg.
BAB III
PEMBAHASAN ANALISIS

3.1 Pembahasan Isi Jurnal


Pada jurnal pertama menunjukkan bahwa ketidakpastian Heisenberg sudah memiliki
banyak pertentangan dari para ahli sebelumnya, dimana kubu Bohr, Einstein dan juga
Heisenberg. Namun hal ini tidak mematahkan postulat yang telah dikemukakan oleh
Heisenberg yang masih dipakai sampai saat ini. Namun pada jurnal ini menunjukkan kembali
persamaan-persamaan yang menunjukkan kesalahan pada ketidakpastian Heisenberg, yaitu

Prinsip ketidakpastian Heisenberg sering dibaca sebagai 𝜎 (X) x 𝜎 (p) ≥ 4 𝑥 𝜋, di mana σ ( p )

adalah standar deviasi momentum, σ ( X ) adalah standar deviasi posisi, h adalah Planck
constant dan π adalah konstanta matematika. Heisenberg menjelaskan bahwa hubungan
antara posisi dan momentum nilainya tidak dapat ditentukan secara bersamaan yang tidak
dapat dinyatakan dalam 𝜎 (p) x 𝜎(X) = (h/4x 𝜋), sedangkan bentuk logisnya adalah

𝜎 (X) x 𝜎 (p) = 4𝑥𝜋

Adalah benar bahwa



𝜎 (X) x 𝜎 (p) > 4 𝑥 𝜋

Sehingga dapat diketahui bahwa


4𝑥𝜋
x 𝜎 (X) x 𝜎 (p) > 1

Dengan demikian, penulis meyakini bahwa ada kekeliruan pada ketidakpastian


tersebut.
Sedangkan pada jurnal kedua atau jurnal pembading menunjukkan kebalikan pada
jurnal utama. Jika jurnal utama tidak sepakat pada postulat yang telah dikeluarkan oleh
Heisenberg, pada jurnal pembanding ini penulis menentukan nilai eigen dari Penggetar
Selaras Hamilton dan energi dasarnya berdasarkan prinsip ketidakpastian Heisenberg.
Dimana, pada hakikatnya sistem pegas merupakan sistem yang bergerak, dimana
untuk menentukan gaya nya dengan menggunakan Hukum II Newton, yaitu : F = -kx, dimana
x = Asin 𝜔𝑡. Dan sebagai mana kita ketahui bahwa energi total atau Hamilton klasik ini
diungkapkan dalam mekanika kuantum yaitu :
H = P2 /2m + ½ m𝜔2X2
1
Energi dasar nya yaitu ℏ𝜔 dan bukan 0, konsisten (panggah) dengan asas
2

ketidakpastian Heisenberg. Karena jika energinya dasarnya sama dengan 0, maka energi
pusanya juga akan sama dengan 0. Maka benda tersebut tidak akan bergerak, atau posisinya
dalam keadaan tertentu dan tidak berubah-ubah. Tetapi jika pusat dan posisinya (kedua-
duanya) pasti, ini melanggar asas ketidakpastian Heisenberg.

3.2 Kelemahan dan Kelebihan Jurnal

ASPEK YANG DI NILAI Journal I Journal II


STRUKTUR JURNAL
Cover  (menarik) X (tidak menarik)
Nama pengarang  
Tahun terbit  
Kota penerbitan  
Volume  
Nomor  X
Nama Journal  
ISSN/ISBN X X
Penerbit  
Kota Terbit X X
Kesimpulan  
Daftar Pustaka  
BAHASA DAN TULISAN
Bahasa Journal ini menggunakan Journal ini menggunakan
B. Inggris B. Indonesia
Font Calibri Times New Rowman
Bahasa yang efektif Jurnal pertama ini setiap Jurnal kedua ini setiap
penggunaan kalimat di penggunaan kalimat di
dalam nya sudah cukup dalam nya sudah cukup
efektif dan mudah efektif dan mudah
dipahami. dipahami.
Kerapian tulisan Jurnal ini cukup rapi Jurnal ini cukup rapi karna
karna jurnal ini jurnal ini menggunakan
menggunakan rata rata kanan kiri sehingga
kanan kiri sehingga penulisannya terkesan rapi
penulisannya terkesan dan enak untuk dilihat dan
rapi dan enak untuk dibaca. Meskipun tidak di
dilihat dan dibaca. bagi kedalam kolom-
kemudian di bagi ke kolom.
dalam dua kolom
Gambar Jurnal ini tidak Journal ini mencantumkan
mencantumkan gambar. gambar.
Tabel Jurnal ini memuat tabel Jurnal ini tidak memuat
table
Grafik Jurnal ini memuat grafik Jurnal ini memuat grafik
TAMPILAN
Warna Jurnal ini berwarna. Jurnal ini tidak berwarna
namum memiliki
backgound yang
merupakan logo dari
Universitas asal penulis.
Kerapian Juurnal ini sudah cukup Juurnal ini sudah cukup
rapi karena rapi karena menggunakan
menggunakan calibri dan Times New Rowman dan
ukurannya juga 10 ukurannya juga 12
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Pada jurnal utama menyimpulkan bahwa ketidakpastian Heisenberg telah disangkal
beberapa kali oleh para ahli. Sementara itu, pada jurnal ini menunjukkan kembali dan
memberikan bukti baru dan sangat sederhana menandai awal dari akhir prinsip ketidakpastian
Heisenberg.
Pada jurnal pembanding dapat disimpulkan bahwa pada jurnal ini asas ketidakpastian
Heisenberg hanya memberikan ungkapan matematisnya saja, tanpa penurunan. Dengan
pengendar pusa P dan pengendar posisi X, pengendar Hamilton H serta hubungan mereka,
diperoleh aras-aras tenaga penggetar selaras linear, termasuk tenaganya yang paling rendah,
1
yakni dalam keadaan dasar Eo = 2 ℏ𝜔.

4.2 Rekomendasi
Untuk kedepannya atau selanjutnya kelemahan-kelemahan atau pun kekurangan
setiap jurnal ini perlu diperbaiki supaya lebih baik lagi dimanfaatkan ataupun digunakan
pembaca sebagai refrensi dalam penelitian-penelitian ataupun untuk kegunaan lainnya.
DAFTAR PUSTAKA

Barukčić, Ilija. 2016. Anti Heisenberg—The End of Heisenberg’s Uncertainty Principle,


Journal of Applied Mathematics and Physics. 881 – 887.

Wilarjo, Liek. 2011. Asas Ketidakpastian Heisenberg : Kepanggahannya dengan Penggetar


Selaras Ratah. 99 – 108.