Anda di halaman 1dari 30

LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Ilmiah Dengan Judul “Asuhan Kebidanan Keluarga Tn. S dusun Klodran Desa Gemawang
Kec. Gemawang Kab. Temanggung” Telah Diperiksa Dan Disetujui Oleh Pembimbing Askeb Program Studi D IV
Kebidanan Semarang Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang. Pada
Hari :
Tanggal :

Temanggung, .............................2016
Pembimbing Klinik Praktikan

SRI RATMAWATI, Amd.Keb SENDI MAHARENI


NIM. P17424413030

Mengetahui
Pembimbing Institusi

NUR KHOFIDOH, S.SiT. MKes


NIP.198010262006042003

1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dua hal yang menjadi indikator derajat kesehatan suatu negara terhadap kualitas pelayanan
kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat di suatu wilayah adalah Angka Kematian Ibu ( AKI) atau
Maternal Mortality Rate ( MMR) dan Angka Kematian Bayi ( AKB) atau Infant Mortality Rate( IMR) yang
dapat dijadikan acuan tolok ukur kesejahteraan suatu bangsa atau negara.
Angka kematian ibu ( AKI) di Indonesia pada tahun 2013 sebesar 359/100.000 kelahiran
hidup. Namun angka tersebut masih jauh dari target nasional yang harus dicapai pada tahun 2015 yaitu
102/100.000 kelahiran hidup berdasarkan MDG’s.
Angka kematian ibu di Provinsi Jawa Tengah tahun 2015 berdasarkan laporan dari kabupaten/
kota sebesar 711 kasus atau 126, 55 / 100.000 kelahiran hidup, mengalami peningkatan bila
dibandingkan dengan AKI tahun 2013 sebesar 118,62/ 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu
setiap kabupaten antara lain kota Salatiga dan kota Magelang 0,28%, Purworejo 0,7 %, kota
Pekalongan dan Kota Tegal 0,84%, kota Surakarta 1,12 %, Wonogiri 1,4 %, Wonosobo 1,55%,
Kebumen dan Blora 1,68%, Sukoharjo dan Sragen 1,82 %, Purbalingga, Magelang, Boyolali, Rembang
dan Temanggung sebesar 1,97%, Karangayar, Pati, dan Demak sebesar 2,39%, Jepara dan Kendal 2,
67%, Banjarnegara , Klaten dan kabupaten Semarang 2,81 %, Batang 2,33%, Kudis 3,66%, Banyumas
danm Kota Semarang 4,64% , Cilacap 5,06% , Pekalongan 5,48 %, Pemalang 5,62%, Grobogan
6,05%, Tegal 6,05%, Brebes 10,27%. ( Dinkes Provinsi Jawa Tengah, 2015).
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan,
dan adopsi dlam satu rumah tangga, yang berinteraksi satu dengan lainnya dalam peran dan
menciptakan serta mempertahankan suatu budaya ( Ali, 2010).
Keluarga dikatakan sehat apabila memiliki indikator antara lain adalah Keluarga mengikuti
program KB (keluarga berencana), Ibu hamil memeriksakan kehamilannya (ANC) sesuai standar, Bayi
mendapatkan Imunisasi lengkap, Pemberian ASI eksklusif bayi 0-6 bulan, Pemantuan pertumbuhan
balita, Penderita TB Paru yang berobat sesuai standar, Penderita hipertensi yang berobat teratur,
Penderita gangguan jiwa berat yang diobati, Tidak ada anggota keluarga yang merokok, Sekeluarga
sudah menjadi anggota JKN, Mempunyai sarana air bersih, Menggunakan jamban keluarga.
Asuhan kebidanan pada keluarga merupakan asuhan kebidanan komunitas yang bertujuan
untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga. Dalam sebuah keluarga biasanya dijumpai lebih dari
satu permasalahan kesehatan. Misalnya adalah keluarga Tn. S, di dalam keluarga ini terdapat tiga
masalah kesehatan yaitu gizi pada ibu hamil KEK, adanya anggota keluarga yang merokok dan
kurangnya pengetahuan mengenai menopause
Keluarga Tn. S terdiri dari empat anggota keluarga dengan permasalahan kesehatan yang
terdapat pada istri, suami, serta ibu. Tn. S selaku kepala keluarga mempunyai kebiasaan merokok yang

2
sangat berbahya bagi dirinya sendiri dan juga orang-orang di sekitarnya khususnya bagi sang istri yang
sedang hamil dan ibu yang kurang tahu tentang menopause.
Dari pengkajian yang dilakukan menimbulkan 3 prioritas maslaah keluarga diantaranya
terdapat ibu hamil KEK, adanya anggota keluarga yang merokok dan kurangnya pengetahuan
mengenai menopause.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Dapat mengaplikasikan teori yang di peroleh di kelas dan praktek yang dilakukan di
laboratorium di Institusi ke dalam praktek nyata asuhan kebidanan pada keluarga. Dengan
menggunakan managemen kebidanan dan pendokumentasian asuhan kebidanan dalam bentuk
praktek klinik Komunitas di Desa Gemawang kec. Gemawang Kab. Temanggung.
2. Tujuan khusus
Dapat melakukan pengkajian dengan cara berfikir 7 langkah varney, yaitu
a. Dapat melakukan pengumpulan data dasar lengkap meliputi riwayat kesehatan dan
pemeriksaan fisik serta hasil laboratorium dengan cara melakukan pengkajian kepada klien.
b. Dapat mengiterprestasi data sehingga dapat merumuskan diagnosa dan masalah yang
spesifik dari data yang di dapatkan.
c. Dapat mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengantisifasi penangannya.
d. Dapat menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera untuk melakukan konsultasi,
kolaborasi, dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien.
e. Dapat menyusun rencana asuhan yang menyeluruh ditentukan oleh langkah – langkah
sebelumnya.
f. Dapat melaksanakan dengan efisien dan aman.
g. Dapat melakukan evaluasi dengan mengevaluasi keefektifan dari asuhan yang telah diberikan
meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar – benar telah terpenuhi sesuai
kebutuhan sebagaimana yang telah diidentifikasi dalam diagnosa dan masalah.

C. Metodologi Penyusunan Laporan


Metodologi dalam penulisan ini adalah dengan deskriptif. Deskriptif yaitu menggambarkan
kasus yang nyata atau kasus yang telah terjadi saat ini serta pelaksanaan yang di berikan segera saat
itu juga dengan pendekatan studi kasus.
Metodologi penulisan deskriptif di bagi menjadi dua yaitu secara kelompok dan individu. Dalam
laporan asuhan kebidanan pada keluarga ini, dilakukan metodologi penulisan dengan deskriptif secara
individu.

3
D. Sistematika Penulisan
BAB I : Pendahuluan
BAB II : Tinjauan Teori
BAB III : Tinjauan Kasus
BAB IV : Pembahasan
BAB V : Penutup

4
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Teori Medis
1. Keluarga
a. Pengertian
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari atas kepala keluarga dan
beberapaorang yang terkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah satu atap dan saling
ketergantungan. Menurut Salvicion dan Celis (1998) didalam keluarga terdapat dua atau lebih
dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan perkawinan atau pengangkatan, dihidupnya
dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing
dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan (Jhonson R, 2010)
b. Bentuk dan Tipe Keluarga
Pembagian keluarga bergantung pada konteks keilmuan dan orang yang
mengelompokkan. Secara tradisional keluarga dikelompokkan menjadi dua. Yaitu :
1) Keluarga inti (nuclear family) adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu, dan
anak yang diperoleh dari keturunannya atau adopsi atau keduannya.
2) Keluarga besar (extended family) adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain
yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi)
Namun dengan berkembangnya peran individu dan meningkatnya rasa individualism,
pengelompokkan tipe keluarga selainkedua tersebut diatas, berkembang menjadi :
1) Keluarga bentukan kembali (dyadic family) adalah keluarga baru yang terbentuk dari
pasangan yang telah cerai atau kehilangan pasangannya.
2) Orang tua tunggal (single parent family)adalah keluarga yang terdiri dari salah satu
orang tua dengan anak-anak akibat perceraian dan ditinggal pasangannya.
3) Ibu dengan anak tanpa perkawinan (the unmarriedtenaage family)
4) Orang dewasa (laki-laki/perempuan) yang tinggalsendir tanpa pernah menikah (the
single adult living alone)
5) Keluarga dengan anak tanpa menikah sebelumnya (the non-marital heterosexsual
cohabiting family)
6) Keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama (gay and lesbian
family)
7) Keluarga Indonesia menganut keluarga besar (extended family), karena masyarakat
Indonesia terdiri dari berbagai suku hidup dalam satu kominiti dengan adat istiadat yang
sangat kuat.
(Depkes RRI 2002)

5
c. Struktur Keluarga
Struktur keluarga ini nanti nya perlu dikaji oleh perawat dan bidan yang memberikan
asuhan . berdasarkan keempat elemen dalam struktur keluarga, diasumsikan bahwa (Leslie &
Korman, 1989: Parson&Bales, 1995) :
1) Keluarga merupakan sistem social yang mempunyai fungsi sendiri
2) Keluarga merupakan sistem social yang mampu menyelesaikan masalah individu dan
lingkungannya
3) Keluarga merupakan suatu kelompok kecil yang dapat mempengaruhi kelompok lain
4) Perilaku individu yang tampak merupakan gambaran dari nilai dan norma yang berlaku
dalam keluarga
Berdasarkan kemampuan keluarga untuk pemenuhan kebutuhan dasar,kebutuhan
psikososial, kemampuan memenuhi ekonominya, dan aktualisasi keluarga di masyarakat,
serta memperhatikan perkembangan Negara Indonesia menuju Negara industry, Indonesia
menginginkan terwujudnya keluarga sejahtera. Di Indonesia keluarga dikelompokkan menjadi
lima tahap, yaitu:
1) Keluarga Prasejahtera, adalah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan
dasar secara minimal, yaitu kebutuhan pengajaran agama, pangan, sandang,
papan, dan kesehatan, atau keluarga yang belum dapat memenuhi salah satu atau
lebih indicator keluarga sejahtera tahap 1
2) Keluarga Sejahtera Tahap I (KS I) adalah keluarga yang telah dapat memenuhi
kebutuhandasar secara minimal, terapi belum dapat memenuhi keseluruhan
kebutuhan social psikologinya, yaitu kebutuhan pendidikan, Keluarga Berencana
(KB), interaksi dalam keluarga, interaksi dengan lingkungan tempat tinggal, dan
transportassi.
3) Keluarga Sejahtera Tahap II (KS II) adalah keluarga yang telah dapat memenuhi
kebutuhan dasar secara minimal serta telah memenuhi seluruh kebutuhan social
psikologinya. Tetapibelum dapat memenuhi kebutuhan untuk menabung dan
memperoleh informasi
4) Keluarga Sejahtera Tahap III (KS III) adalah keluarga yang telah dapat memenuhi
seluruh kebutuhan dasar, kebutuhan social psikologis, dan kebutuhan
pengembangan, teta[I belum dapat memberikan sumbangan (kontribusi) yang
maksimal terhadap masyarakat secara teratur (dalam waktu tertentu) dalam bentuk
material dan keuangan untuk social kemasyarakatan, juga berperan serta aktif
dengan menjadi pengurus lembaga kemasyarakatan
5) Keluarga Sejahtera Tahap IIIPlus (KS III Plus) adalah keluarga yang telah dapat
memenuhi seluruh kebutyhannya, baik yang bersifat dasar, social psikologis,

6
maupun pengembangan, serta telah mampu memberikan sumbangan yang nyata
dan berkelanjutan bagi masyarakat
d. Tugas Keluarga Di Bidang Kesehatan
Sesuai dengan fungsi pemeliharaan kesehatan, keluarga mempunyai tugas di bidang
kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan, meliputi:
1) Mengenal masalah kesehatan keluarga. Kesehatan merupakan kebutuhan keluarga yang
tidak boleh di abaikan karena tanpa kesehatan segala sesuatu tidak akan berarti karena
kesehatanlah kadang seluruh kekuatan sumber daya dan dana keluarga habis. Orang tua
perlu mengenal keadaan kesehatan dan perubahan-perubahan yang dialami oleh anggota
keluarga secara tidak langsung menjadi perhatian orang tua atau keluarga. Apabila
menyadari adanya perubahan keluarga perlu dicatat kapan terjadinya, perubahan apa yang
terjadi, dan seberapa besar perubahannya
2) Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga. Tugas ini merupakan tugas
keluarga yang utama untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan
keluarga, dengan pertimbangan siapa diantara keluarga yang memiliki kemampuan
memutuskan untuk menentukan tindakan keluarga. Tindakan kesehatan yang dilakukan
oleh keluarga diharapkan tepat agar masalah keluarga dapat dikurangi atau bahkan
teratasi. Jika keluarga memiliki keterbatasan, dapat meminta bantuan kepada orangdi
lingkungan tinggal keluarga agar mendapatkan bantuan
3) Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan. Seringkali keluarga telah
mendapatkan tindakan yang tepatdan benar, tetapi keluarga memiliki keterbatasan yang
telah duiketahui oleh keluarga sendiri. Jika demikian anggota keluarga yang mengalami
gangguan kesehatan perlu mendapatkan tindakan lanjutan atau perawatan sehingga
masalah yang lebih parah tidak terjadi. Perawatan dapat dilakukan di institusi pelayanan
kesehatan atau rumah. Apabila keluarga telah memiliki kemampuan melakukan tindakan
untuk pertolongan pertama
4) Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga
5) Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan di sekitarnya bagi keluarga

2. Hamil KEK
a. Pengertian KEK
Kekurangan Energi Kronik (KEK) adalah salah satu keadaan malnutrisi. Dimana keadaan ibu
menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronik) yang mengakibatkan
timbulnya gangguan kesehatan pada ibu secara relative atau absolut satu atau lebih zat gizi
(Helena, 2013)
b. Tanda Gejala kehamilan KEK
1) Lingkar lengan atas sebelah kiri kurang dari 23,5 cm.

7
2) Kurang cekatan dalam bekerja.
3) Sering terlihat lemah, letih, lesu, dan lunglai.
c. Dampak yang ditimbulkan
1) Ibu
Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu
antara lain: Anemia, perdarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal dan
terkena penyakit infeksi. Sehingga akan meningkatkan kematian ibu (Zulhaida, 2003).
2) Persalinan
Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan
sulit dan lama, persalinan prematur / sebelum waktunya, perdarahan post partum,
serta persalinan dengan tindakan operasi cesar cenderung meningkat (Zulhaida,
2003).
3) Janin
Kurang gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat
menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan,
asfiksia intra partum, lahir dengan berat badan rendah (BBLR) (Zulhaida, 2003).

3. Merokok
a. Pengertian Rokok
Rokok adalah hasil olahan tembakau yang terbungkus dihasilkan dari tanaman Nicotiana
Tabacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang mengandung nikotin
dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan (Heryani, 2014).
b. Kandungan Rokok
1) Nikotin
Zat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk trus
menghisap rokok. Pengaruh bagi tubuh manusia
a) Menyebabkan kecanduan atau ketergantungan merusak jaringan otak
b) Menyebabkan darah cepat membeku
c) Mengeraskan dinding arteri

2) Tar
Bahan dasar pembuatan aspal yang dapat menempel pada paru-paru dan bisa
menimbulkan iritasi bahkan kanker. Pengaruh bagi tubuh manusia
a) Membunuh sel dalam saluran darah
b) Meningkatkan produksi lendir diparu-paru
c) Menyebabkan kanker paru-paru
3) Karbon Monoksida

8
Gas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa mengikat
oksigen dalam tubuh. Pengaruh bagi tubuh manusia :
a) Mengikat hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen
b) Menghalangi transportasi dalam darah
4) Zat Karsinogen
Pengaruh bagi tubuh manusia memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh
5) Zat Iritan
Pengaruh bagi tubuh manusia
a) Mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru
b) Menyebabkan batuk.

4. Menopause
a. Pengertian Menopause
Menopause ialah haid terakhir, atau saat terjadinya haid terakhir. Diagnosis menopause dibuat
setelah terdapat amenorea sekurang - kurangnya satu tahun. Berhentinya haid dapat didahului
oleh siklus haid yang lebih panjang, dengan perdarahan yang berkurang (Sastrawinata, 2010).

b. Tahapan Menopause
Pada dasarnya menopause dibagi menjadi tiga tahap yaitu masa pramenopause,
menopause, dan pasca menopause.
1) Pramenopause
Pramenopause yaitu masa transisi antara masa ketika wanita mulai merasakan
gejala menopause (biasanya pada pertengahan atau akhir usia 40 tahun) dan masa
siklus haid benar-benar terhenti (rata-rata 51 tahun). Pada masa pramenopause akan
terjadi perubahan fisik yang berarti.
2) Monopause
Masa monopause menandakan menandakan haid terakhir. Penentuan masa
menopause hanya bisa dilakukan setelah seorang wanita tidak haid lagi selama 1 tahun.
3) Pascamenopause
Masa ini adalah masa setelah haid terakhir seorang wanita. Dengan kata lain,
pascamenopause terjadi setelah masa menopause. Biasanya keadaan fisik dan
psikologisnya sudah dapat menyesuaikan dengan perubahan-perubahan hormonalnya.
c. Tanda dan Gejala Menopause
Adapun gejala-gejala lain dari menopause adalah:
1) Gejala-gejala fisik
a) Hot flushes/rasa panas (pada wajah, leher, dan dada yang berlangsung selama
beberapa menit, pusing,lemah, atau sakit.

9
b) Rasa panas
c) Berkeringat dimalam hari
d) Susah tidur
e) Sakit kepala
f) Keinginan buang air kecil menjadi lebih sering
g) Berdebar-depar (detak jantung meningkat atau mengencang)
h) Tidak nyaman ketika buang air kecil
i) Ketidakmampuan untuk mengendalikan buang air kecil (inkontinensia)
j) Perubahan kulit
k) Kerapuhan tulang
2) Gejala-gejala psikologis
a) Mudah tersinggung
b) Depresi
c) Cemas
d) Suasana hati (mood) yang tidak menentu
e) Sering lupa
f) Susah berkonsentrasi
3) Gejala-gejala seksual
a) Kekurangan vagina, mengakibatkan rasa tidak nyaman selama berhubungan
seksual
b) Menurunnya libid

B. Teori Asuhan Kebidanan


1. Pengertian Asuhan Kebidanan
Asuhan kebidanan adalah bantuan yang diberikan oleh bidan kepada individu pasien atau
klien yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara:
- Bertahap dan sistematis
- Melalui suatu proses yang disebut manajemen kebidanan
2. Managemen Kebidanan
Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan
metode pemecahan masalah secara sistematis, mulai dari pengkajian, analisis data, diagnosa
kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
3. Proses asuhan kebidanan
a) Pengertian asuhan kebidanan
Asuhan kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang di gunakan sebagai metode
untuk mengorganisasikan pikirandan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan
keterampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan yang

10
berfokus pada klien (Verney,2012). Asuhan kebidanan terdiri dari tujuh langkah yang berurutan,
yang di mulai dengan pengumpulan data dasar dan berakhir dengan evaluasi. Tujuh langkah
tersebut membentuk kerangka yang lengkap dan bisa di aplikasikan dalam suatu situasi
b) Tahapan dalam asuhan kebidanan
Proses asuhan berhubungan, berkeseimbangan dan berulang kembali. Untuk bisa
mengevaluasi efektifitas dari rencana asuhan, di perlukan proses dalam pengumpulan data,
mengevaluasi dan membuat rencana. Tahapan dalam proses asuhan kebidanan ada 7 langkah,
yaitu :
1) Langkah I : Identifikasi dan analisa data dasar yang meneyeluruh untuk menilai klien,
yang meliputi pengkajian riwayat kesehatan klien, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
panggul atas indikasi atau catatan riwayat kesehatan yang lalu dan sekarang, pemeriksaan
laboratorium. Semua informasi saling berhubungan dari semua sumber yaitu menyangkut
dengan kondisi pasien.
2) Langkah II : Identifikasi masalah aktual mengidentifikasi data secera spesifik ke dalam
rumusan diagnosa kebidanan dan masalah. Kata diagnosa dan masalah di gunakan kedua-
duanya dan mempunyai pengertian yang berbeda-beda. Problem tidak dapat didefenisikan
sebagai suatu diagnosa tetapi memerlukan suatu pengembangan rencana keperawatan
secara menyeluruh pada klien. Masalah lebih sering berhubungan dengan bagaimana klien
menguraikan keadaan yang ia rasakan, sedangkan diagnosa lebih sering didefenisikan oleh
bidan yang difokuskan pada apa yang dialami klien.
3) Langkah III : Identifikasi adanya masalah potensial dari kumpulan masalah dan
diagnosa,identifikasi faktor-faktor potesial yang memerlukan antisipasi segera,tindakan
pemecahan bila memungkinkan atau waspada penuh dan persipan terhadap keadaan yang
mungkin muncul dan sambil menunggu dan mempersiapkan pelayanan untuk segala sesuatu
yang mungkin terjadi. Langkah ini sangat penting dlam memberikan perawatan kesehatan
yang aman.
4) Langkah IV : Perlunya tindakan segera dan kolaborasi proses asuhan kebidanan di
lakukan secara terus menerus selama klien dalam perawatan bidan. Proses terus menerus
ini menghasulkan data baru yang juga segera dinilai . data yang muncul dapat
menggambarkan suatu keadaan darurat di mana bidan harus segera bertindak untuk
menyelamatkan klien.
5) Langkah V : Rencana tindakan
Mengembangkan rencana secera komprehensif di tentukan pada langkah sebelumnya, juga
antisipasi diagnosa masalah yang di dasari atas rasional tindakan yang relevan yang di akui
kebenarannya . Sesuai dengan kondisi situasi dan asumsi yang seharusnya di kerjakan atau
tidak oleh bidan. Untuk efektifnya rencana harus ada persetujuan oleh bidan dan pasien, oleh
sebab itu sebelumnya harus terlebih dahulu didiskusikan dengan klien.

11
6) Langkah VI : Implementasi
Implementasi dapat di kerjakan keseluruhan oleh bidan ataupun kerja sama dengan tim
kesehatan lain. Bidan harus bertanggung jawab terhadap tindakan langsung ataupun
terhadap tindakan konsultasi dan kalaborasi. Implementasi yang ifisien akan mengurangi
waktu perawatan dan biaya perawatan serta akan meningkatkan kualitas pelayanan pada
klien.
7) Langkah VII : Evaluasi
Langkah akhir dari asuhan kebidanan adalah evaluasi ini di lakukan pada setiap langkah
asuhan kebidanan. Pada tahap ini, bidan harus mengetahui sejauh mana keberhasilan
asuhan kebidanan yang di berikan kepada klien berdasarkan tujuan yang di rencanakan.

c) Pendokumentasian proses asuhan kebidanan


Metode pendokumentasian SOAP merupakan intisari dari proses fikir dlam
asuhankebidanan yang menggambarkan catatan perkembangan klien dan merupakan suatu
sistem pencatatan dan pelaporan informasi tentang kondisi dan perkembangan kesehatan
reproduksi dan semua kegiatan yang di lakukan oleh bidan dan memberikan asuhan kebidanan
terdapat dalam rekam medikdengan pengertian
1. Subjektif (S)
Menggambarkan pendokumentasian hasil asuhan pengumpulan data klien melalui
anamnesis sebagai langkah 1 varney
2. Objektif (O)
Adalah yang di temukan baik melalui inspeksi, palpasi auskultasi dan perkusi oleh
pemeriksaan dan hasil pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan laboratorium dan
pemeriksaan diagnostik lainnya sebagai langkah 1 varney
3. Assesment (A)
Adalah kesimpulan pemeriksaan berdasarkan data dari data dan data objektif dalam suatu
identifikasi sebagai langkah 2,3, dan 4 varney
4. Planning (P)
Menggambarkan pendokumentasian dan perencanaan, tindakan implementasi dan evaluasi
berdasarkan sebagai langkah 5,6, dan 7 varney (verney 2010)

12
BAB III
TINJAUAN KASUS

SURVEY KEBIDANAN KOMUNITAS


Identitas Respoden Identitas Responden
Nama Kepala Keluarga : Slamet Aryadi Nama Responden : Ita Tafrihatu
Nomor rumah (sensus) :- Status Responden : Ibu Hamil
RT / RW :5/6 Tanggal Survey : 11 Agustus 2016
Dusun : Klodran Nama Pelaksana : Sendi Mahareni
Desa : Gemawang Supervisor : ......................................
Kecamatan : Gemawang Tanda tangan pelaksana :

I. KEPENDUDUKAN
Daftar nama anggota keluarga yang tinggal, berdasarkan lamanya tinggal (selama
satu tahun)

Nama KK & anggota Hubungan terhadap agama Pendidika


No L/P Umur Pekerjaan
keluarga KK n
1. Slamet Aryadi L 28 TH Kepala keluarga Islam SLTP Petani
2. Ita Tafrihatu P 20 th Istri Islam SLTA IRT
3. Sutar L 60 th Ayah Islam - Petani
4. Martinah P 55 th Ibu Islam - Petani

 Apakah ada anggota keluarga yang pindah dalam satu tahun ini ?  Ya  Tidak
Bila Ya, sebutkan : .....-...... orang
 Apakah ada anggota keluarga baru dalam satu tahun ini ?  Ya  Tidak
Bila Ya, sebutkan : ........... orang

13
 Buat Genogram Dua keturunan:

14
II. STATUS KESEHATAN
A. Kesakitan

Pengobatan
Keluhan /
No Nama Tidak Kelg / Dukun / Praktik Puskesmas /
penyakit
berobat Kader sinche medis RS
- - - - - - - -

1. Daftar nama anggota keluarga yang sakit selama satu bulan yang lalu. (Keterangan : Jenis
penyakit termasuk jiwa, kurang gizi dan kecacatan.)
.....Tidak ada anggota keluarga yang sakit dalam satu bulan yang lalu...................

2. Memiliki Kartu Sehat / JPS-BK (jaminan kesehatan) : . Ya . Tidak

B. Kematian
Daftar anggota keluarga yang meninggal dalam periode satu tahun yang lalu.

No Nama Umur Pengobatan Sebab kematian


- - - - -

Keterangan : Apabila yang meninggal bayi, maka ukuran waktu meninggal adalah hari.

III. UPAYA PELAYANAN KESEHATAN


A. Kesehatan Ibu dan Anak
1. Kehamilan (Kalau ada)
a. Nama Ibu : Ita Tafrihatu
b. G: 1P:0 A:0
c. Umur ibu : 20 tahun
d. Umur kehamilan : HPHT : 21 – 11- 2016 UK : 39 minggu
e. Umur kehamilan pada kunjungan pertama ;10 minggu ( 29 – 01- 2016)
f. Periksa kehamilan : . Ya . Tidak
Bila Ya, di : BPM Sri Rahmawati
frekuensi : .Sebulan Sekali
Bila Tidak, sebut alasannya : -
g. Faktor Risiko
 Umur < 20 tahun
 Umur > 35 tahun

15
 Paritas > 4
 BB < 45 kg,
 Lila < 23.5 cm LILA = 20 CM
 TB< 145 cm
 Jarak kehamilan sekarang dengan kehamilan sebelumnya; < 2 tahun
h. Resiko Tinggi
 Perdarahan
 Infeksi
 Oedem
 Tekanan Darah > 140/90 TD= 100/70 mmHg
 Hb < 11 gr % Hb = 11,4 gr%
 Urine reduksi dan protein urin protein = -
i. Status imunisasi
 TT1 : Tanggal .........................Bulan .......................Tahun ...................
TT 2 : Tanggal .........................Bulan .......................Tahun ...................
TT 3 : Tanggal .........................Bulan .......................Tahun ...................
TT 4 : Tanggal .........................Bulan .......................Tahun ...................
TT 5 : Tanggal .........................Bulan .......................Tahun ...................
j. Kembangkan informasi lain :
1. Pemberian tablet Fe : . 30 tablet  60 tablet  90 tablet
2. Jumlah Tablet Fe yang diminum : 80 tablet
3. Cara minum tablet Fe : dengan air putih
4. Memperoleh PMT Bumil :  Ya  Tidak
5. Memiliki Buku KIA/KMS Bumil :  Ya  Tidak
6. Ikut Tabulin :  Ya  Tidak
7. Memiliki Stiker P4K ;  Ya  Tidak, Ditempel di...................

2. Paska Reproduksi
a. Wanita Menopause dan Pre Menopause
1) Keluhan gejala Fisik :
 Nyeri sendi  Pandangan Kabur  Panas  Kekakuan Otot 
Lain – lain : -
2) Pandangan terhadap Sex :
 Menolak Hubungan Sex  Melaksanakan hubungan Sex
3) Keluhan 3 bulan terakhir
4) Kebiasaan Makan

16
b. Andropause
1) Penurunan daya sexual :  Ada  Tidak ada
2) Keluhan Sakit 3 bln terakhir ;-
3) Kebiasaan Makan :-

B. INDUSTRI RUMAH TANGGA


1. Apakah keluarga mempunyai usaha dibidang makanan/minuman ?
 Ya , Sebutkan : -
 Tidak
2. Apakah usaha tersebut pernah diperiksa petugas kesehatan/Puskesmas ?
 Ya, Berapa kali dalam satu tahun: ....................kali
 Tidak.

C. P 2 M
1. Apakah anggota keluarga yang menderita demam (diduga malaria) ?
 Ya  Tidak
2. Apabila ADA, sudahkah diambil darahnya oleh petugas kesehatan/bidan desa untuk diperiksakan ke
laboratorium di Puskesmas?
 Sudah  Belum

IV. PERILAKU TERHADAP KESEHATAN.


A. KEBIASAN MANDI DAN GOSOK GIGI.
1. Berapa kali anggota keluarga mandi dalam sehari ?
 1x  2x  3 x atau lebih.
2. Dimanakah anggota keluarga mandi ?
 Kamar mandi Umum / MCK  Kamar mandi sendiri
 Pancuran/belik/PMA  Sungai
 Kolam
3. Apakah waktu mandi menggunakan sabun ?
 Ya  Tidak
4. Apakah anggota keluarga menggosok gigi ?
 Ya, Sebutkan :…...............kali/hari.
 Tidak
 Jumlah sikat gigi : 5 buah, Jumlah Anggota Keluarga : 4 orang

17
B. KEBIASAAN BUANG AIR BESAR (BAB)
Anggota keluarga BAB di :
 Angsatrin  Jumbleng/cemplung  Kolam ikan  Sembarang tempat

C. KEBIASAAN MENGAMBIL AIR MINUM


1. Dimanakah anggota keluarga mengambil air minum ?
 Mata air  Perpiaan / PAM  Sumur umum
 PMA  Sumur keluarga

2. Apakah air dimasak sebelum diminum ?


 Ya  Tidak

D. KEBIASAAN GANTI PAKAIAN


1. Berapa kali anggota keluarga mengganti pakaian kerja atau sekolah ?
 Tiap hari  Tiap tiga hari sekali
 Tiap dua hari sekali  Lebih dari tiga hari
2. Berapa kali anggota keluarga mengganti pakaian harian ?
 1 kali . dua kali  lebih dari 2 kali

E. KEBERSIHAN RUMAH
1. Dalam sehari berapa kali membersihkan rumah ?
 1 kali  2 kali  3 kali atau lebih  Tidak teratur
2. Dalam membersihkan sarang laba-laba :
 Kurang dari sebulan sekali  Sebulan sekali
 Lebih dari sebulan sekali  Tidak tentu
3. Dalam membersihkan tempat penampungan air :
 Tiap hari  Seminggu sekali
 Sebulan sekali  Tidak tentu

F. PANTANGAN MAKAN DAN MINUM


1. Apakah ada pantangan makan dan minum bagi ibu hamil/ibu melahirkan ?
 Ya, sebutkan : ...............................................................................................
 Tidak
2. Apakah ada pantangan makan bagi bayi/anak balita ?
 Ya, sebutkan :
 Tidak

18
G. KELUARGA SADAR GIZI (KADARZI)
Berilah tanda () pada kolom yang sesuai Keadaan
No Indikator Kadarzi Ya Tidak
1. Apakah keluarga makan aneka ragam makanan ? *) V
2. Apakah keluarga (bumil/balita) memantau kesehatan dan V
pertumbuhan dengan cara menimbang berat badan ? **)
3. Apakah keluarga biasa menggunakan garam beryodium dalam V
makanan sehari-hari ?
4. Apakah ibu hanya memberi ASI sampai bayi berumur 4 bulan ?
***)
5. Apakah keluarga biasa makan pagi ? V
Keterangan :
*). Kunci penilaian (observasi) perilaku 1 adalah kebiasaan keluarga mengkonsumsi buah 2 kali
seminggu
**) Kunci penilaian (observasi) perilaku 2 adalah balita sama atau lebih 3 kali ditimbang pada 6 bulan
terakhir (positif, ya) dan ibu hamil minimal 4 kali pemeriksaan. Apabila keluarga tidak terdapat
balita atau ibu hamil tanyakan pengetahuannya.
***) Bila dalam keluarga tidak ada ibu menyusui tanyakan pengetahuannya atau sikap terhadap ASI
ekslusif

H. KEMBANGKAN INFORMASI LAIN :


1. Ibu hamil dengan KEK ( LILA 20 cm )
2. Suami merokok dirumah didekat istri yang sedang hamil
3. ANC tgl 28-07-2016
a) TD : 110/70 mmHg
b) BB : 40 Kg
c) TFU : 27 cm
d) PUKA
e) DJJ : 145x/ menit

V. LINGKUNGAN (Dilakukan dengan pengamatan langsung)


A. PERUMAHAN (LINGKUNGAN FISIK)
1. Sarana Sanitasi :
No. Keterangan Kondisi Skor
a. Pembuangan Kotoran
Ada sarana, mudah disiram, bersih, menggunakan Ada (memenuhi syarat) 2

19
leher angsa atau bentuk cemplung dengan tutup, Ada (tidak memenuhi syarat) 1
sehingga kecoa dan lalat tidak dapat masuk. Tidak ada, 0

b. Penyediaan Air Bersih

Ada sumber air yang terlindung dari pencemaran, Ada (memenuhi syarat) 2
bersih, cukup untuk memenuhi kebutuhan minum, Ada (tidak memenuhi syarat) 1
masak, mandi dan cuci.
Tidak ada 0

c. Pembuangan sampah

Ada tempat/ lubang sampah yang cukup Ada (memenuhi syarat) 2


menampung sampah rumah tangga keluarga yang Ada (tidak memenuhi syarat) 1
bersangkutan, dibakar/ditimbun secara teratur
Tidak ada 0
sehingga tidak menjadi sarang nyamuk, lalat dan
tikus.
d. Pembuangan Air Limbah

Ada tempat penampungan air limbah dan tertutup Ada (memenuhi syarat) 2
sehingga tidak ada genangan air limbah di Ada (tidak memenuhi syarat) 1
halaman.
Tidak ada 0

e. Jendela

Ada jendela diruang tamu dan ruang tidur. Jendela Ada (memenuhi syarat) 2
dapat dibuka & ditutup, luasnya 1/10 (10 %) luas Ada (tidak memenuhi syarat) 1
lantai bangunan
Tidak ada 0

f. Lubang / Cerobong Asap Dapur

Ada konstruksi untuk pengeluaran asap dapur, asap Ada (memenuhi syarat) 2
dapur dapat keluar dari ruang dapur bila sedang Ada (tidak memenuhi syarat) 1
dipakai memasak dan tidak mengganggu
Tidak ada 0
penglihatan.

20
g. Ruang Tidur

Ada ruang tidur, terang pada siang hari, tidak Ada (memenuhi syarat) 2
lembab baik lantai meupun dindingnya. Ada (tidak memenuhi syarat) 1

Tidak ada 0

2. Kualitas Lingkungan.

No. Keterangan Kondisi Skor


a. . Bebas Jentik

Tidak ditemukan jentik nyamuk pada tempat Ya 2


penampungan air baik didalam rumah (gentong,
Tidak (Tidak memenuhi 0
bak mandi, dsb) maupun diluar rumah (kaleng
ketentuan seperti tersebut)
bekas, pot, dsb).
b. Bebas Tikus

Tidak ditemukan tikus dan jejaknya baik didalam Ya 2


maupun diluar rumah Tidak (Tidak memenuhi 0
ketentuan seperti tersebut)
c. Bebas Lalat

Ditemukan sedikit (satu/dua) lalat didapur dan Ya 2


sekitarnya Tidak (Tidak memenuhi 0
ketentuan seperti tersebut)
d. Pekarangan Bersih

Keadaan pekarangan bersih baik dari sampah Ya 2


maupun kotoran hewan ternak dan tertata dengan Tidak (Tidak memenuhi 0
rapi ketentuan seperti tersebut)

21
e. Pekarangan Dimanfaatkan

Pekarangan dimanfaatkan untuk tumbuhan Ya 2


pelindung. Toga, sayuran dan sejenisnya. Tidak (Tidak memenuhi 0
ketentuan seperti tersebut)
f. Kandang Terpisah dan Bersih

Bangunan kandang hewan ternak tersendiri, tidak Ya 2


menjadi satu dengan rumah induk, keadaannya Tidak (Tidak memenuhi 0
bersih, terawat dan tertata dengan rapi. ketentuan seperti tersebut)
Keterangan (Sarana Sanitasi + Kualitas lingkungan) :
Penilaian Kelaikan :
 Jumlah skor lebih atau sama dengan 18 = LAIK SEHAT.
 Jumlah skor kurang dari 18 = TIDAK LAIK SEHAT.
Penilaian Program
Jumlah rumah sehat

------------------------------------ X 100 %

Jumlah rumah yang diperiksa


B. Sosial Ekonomi
Pendapatan/ perbulan : Rp. 1.900.000,00

C. Sosial Budaya
1. Sebutkan kegiatan organisasi sosial keagamaan yang diikuti :
Mengikuti tahlilan setiap hari Kmais di rumah warga secara bergiliran

2. Peran Serta Masyarakat


a. Apakah tersedia pelayanan kesehatan di desa (polindes/PKD)?
(Tersedia)
b. Apakah ada posyandu ?
(ada)
c. Berapa kali posyandu buka setiap bulan ?
( 1 x dalam sebulan )
d. Berapa jumlah kader saat posyandu buka ?
(5 kader)
e. Apakah ada ambulan desa ?
( tidak ada)
f. Bagaimana cara mendapatkan ambulan desa ?
( menggunakan kendaraan pribadi)

22
g. Apa peran keluarga dalam ambulan desa ?
( ikut mengusahakan kendaraan untuk dijadikan ambulan desa)
h. Apakah tersedia bank darah berjalan ?
( tidak tersedia)
i. Apakah keluarga menjadi pendonor ?
( tidak )

VI. ANALISA MASALAH


N Kriteria masalah Besarnya Kegawatan Kecenderunga Akibat Luas Total/ur
o masalah(5) masalah n meningkat masalah(8) masalah( utan
(6) (7) 9)
1 ibu hamil KEK 8x5 8x6 7x7 8x8 7x9 264/ I
2 Kurangnya 6x5 6x6 7x7 6x8 6x9 217/ III
pengetahuan tentang
menopause
3 Anggota keluarga 7 x 5 7x6 7x7 6x8 7x9 237 /II
merokok

VII. PRIORITAS MASALAH


Dengan memprioritaskan masalah yang ada di keluarga Tn. S RT. 5/6 Kelurahan Gemawang Dusun
Klodran, menggunakan metode Hnlon Kualitatif dengan membandingkan masalah satu dengan masalah
lain menggunakan kriteria USG. Adapun masalah yang ditentukan antara lain :
A. Ibu hamil dengan KEK
B. Kurangnya pengetahuan terhadap menopause
C. Adanya anggota keluarga yang merokok

PENENTUAN PRIORITAS MASALAH


DENGAN METODE HANLON KUALITATIF

URGENT
Masalah A B C Total Horizontal
A + + 2
B - 0
C 0
Total Vertikal 0 0 1

23
Total Horizontal 2 0 0
TOTAL 2 0 1

SERIOUSNESS
Masalah A B C Total Horizontal
A + + 2
B - 0
C 0
Total Vertikal 0 0 1
Total Horizontal 2 0 0
TOTAL 2 0 1

GROWTH
Masalah A B C Total Horizontal
A + + 2
B - 0
C 0
Total Vertikal 0 0 1
Total Horizontal 2 0 0
TOTAL 2 0 1

REKAPITULASI HASIL PRIORITAS MASALAH


Masalah U S G Total Priorotas
A 2 2 2 6 I
B 0 0 0 0 III
C 1 1 1 3 II

Setelah menentukan prioritas masalah dnegan menggunakna metode Hanlon Kualitatif dengan kriteria
USG dapat diperoleh kesimpulan bahwa prioritas maslaah keluarga Tn. S RT. 5/6 Kelurahan Gemawang Dusun
Klodran adalah
I. Ibu hamil dengan KEK
II. Adanya anggota keluarga yang merokok
III. Kurangnya pengetahuan terhadap menopause

24
VIII. IMPLEMENTASI
Sesuai Prioritas Masalah
no Priorit Kegiatan Tujuan Sasaran Rasionalisas Metode, Indikator Evaluasi
as i waktu, tempat kesehatan
masal
ah
1 Ibu Memberikan Ny. I Ny. I Dengan Konseling, Ny. S  Tgl 12-08-2016
hamil konseling mengerti diberikan Rumah Tn. S, mampu Ny. S mengerti
deng tentang gizi tentang informasi Tgl 12-08- menyusun tentang gizi ibu
an ibu hamil, gizi ibu maka akan 2016 pukul dan hamil dengan
KEK contoh menu hamil menambah 16.00 WIB mengonsu mampu
maknanan pengetahuan msi menu menjawab
ibu hamil, ibu sehingga seimbang pertanyaan
serta akibat ibu dapat bagi ibu meliputi
dari ibu menyusun hamil pengertian gizi,
hamil menu makan contoh menu ibu
dengan gizi ibu hamil hamil, akibat dari
kurang yang gizi kurang ibu
seimbang hamil setelah
dilakukan
konseling.
 Tgl 14-08-2016
Ny. I sudah
mampu
menyusun menu
makanan
seimbang bagi
ibu hamil dengan
susunan menu tgl
13-08-2016 :
 Menu pagi :
nasi 1 pring,
sayur ½
mangkok,
ikan 1 ekor,

25
air putih 1
gelas
 Menu siang :
nasi 1 piring,
sayur bayam
1 mangkok,
telur goreng
1, tempe 2
potong, susu
1 gelas
 Menu malam
: nasi 1
piring, tumis
kacang 4
sendok
makan, ikan
1 ekor,
tempe 1
potong, air
putih 1 gelas.

2 Angg Memberikan Tn. S Tn. S Dengan Konseling, Tn. S  Tgl 12-08-2016


ota konseling mengerti diberikan Rumah Tn. S, mampu Tn. S mengerti
keluar rokok tentang informasi Tgl 12-08- mengurang tentang materi
ga meliputi bahaya maka akan 2016 i frekuensi merokok
mero tempat yang merokok menambah Pukul 16.20 merokok dengan mampu
kok sesuai untuk pengetahuan WIB serta dapat menjawab
did merokok, dan merokok pertanyaan
ekat cara merubah tidak di yang diberikan
ibu mengurangi perilaku dekat istyri meliputi bahaya
hamil kebiasaan sehingga Tn. yang merokok dan
merokok, S dapat sedang cara
serta bahaya merubah hamil mengurangi
merokok perilaku frekuensi
merokok merokok
terutama setelah

26
frekuensi dilakukan
dan tempat penyuluhan
untuk  Tgl 14-08-2016
merokok :
Tn. S sudah
merokok tidak
di dekat ibu
hamil misalnya
merokok di luar
rumah.

3. Kuran Memberikan Ny. M Ny. M Dengan Koseling, Ny. M  Tgl 12-08-2016


gnya konseling diberikan Rumah Tn. S, mampu Ny. M mengerti
peng tentang informasi, Tgl 12-08- mengerti tentang
etahu pengetahuan maka akan 2016 pukul tanda- informasi yang
an menopause, menambah 16. 50 WIB tanda diberikan
tenta rentan usia poengetahua menopause dengan mampu
ng serta tanda- n serta menjawab
meno tanda informasi pertanyaan
pause menopause sehingga Ny. tentang tanda
M menopause
mengetahui setelah
kondisinya dilakukan
sekarang konseling.
 Tgl 14-08-2016
Ny. M merasa
terbiasda
dengan
keadaan
sekarang.
Mampu
mengatasi sulit
tidur dengan
banyak minum
air putih.

27
BAB IV
PEMBAHASAN

Dalam bab Pembahasan ini, praktikan akan menguraikan hasil praktik pada Asuhan Kebidanan Keluarga
dengan menggunakan managemen kebidanan serta membandingkan hasil praktik dengan teori asuhan
kebidanan menurut Helen Varney secara komprehensif.
Dalam pengkajian, praktikan mengumpulkan data pasien baik data subjektif maupun objektif. Pada Kasus ini
praktikan melakukan pengkajian keluarga Tn. S rt. 5/6 Kelurahan Gemawang Dusun Klodran Kec. Gemawang.
Dari pengkajian yang dilakukan didapatkan empat masalah yang ada di dalam keluarga Tn. S yaitu maslaah
ibu hamil dengan KEK, adanya nggota keluarga yang merokok di dekat ibu hamil kemudian kurangnya
pengetahuan tentang menopause.
Dari masalah yang ditemukan maka praktikan melakukan intervensi kepad akeluarga Tn. S dengan
melakukan konseling yang dilakukan pada tanggal 12 Agustus 2016 meliputi konseling tentang gizi ibu hamil,
menopause serta bahaya merokok.
Kemudian setelah dilakukan intervensi maka dilakukan evaluasi dengan memberikan jeda waktu satu hari
yaitu tanggal 14 Agustus 2016.
Sehingga dalam hal ini tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek karena intervensi yang dilakukan
sesuai dengan masalah yang ada di keluarga Tn. S

28
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah dilakukan praktik asuhan kebidanan keluarga pada keluarga Tn. S dengan melakukan
pendekatan pemecahan masalah maka analisa data berupa prioritas masalah yang dapat
ditegakkan berdasarkan masalah yang ada di keluarga.
Dari pengkajian yang dilakukan maka didaptkan beberapa maslaah di keluarga Tn. S yaitu
maslah ibu hmail dengan KEK, adanya anggota keluarga yang merokok di dekat ibu hamil
kemudian kurang tahunya anggota keluarga tentang menopause.
B. Saran
1. Untuk Bidan
Dalam melakukan acara pertemuan keluarga diharapkan memberikan penyuluhan
tentang masalah prioritas yang ada di desa terutama maslaha keluarga.
2. Untuk pasien
Untuk tetap mencari informasi berkaitan dengan kondisinya sekarang.
3. Untuk institusi
Praktek PKK IV untuk tetap dilaksanakan agar mahasiswa dapat mengaplikasikan teori
ke pelayanan nyata yang dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa.

29
DAFTAR PUSTAKA

Kusmiati, Yuni dkk, 2009, Perawatan Ibu Hamil Jogjakarta, Fitramaya.


Wikjosastro, Hanifa dkk,2009, Ilmu Kebidanan, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
Suprajitno.2010. Asuhan keperawatan keluarga.EGC:Jakarta

30