Anda di halaman 1dari 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kelapa Sawit


Kelapa sawit (Elaeis Guineensis) merupakan tanaman penghasil utama minyak
nabati yang berasal dari Afrika Barat. tanaman ini pertama kali diperkenalkan di
indonesia oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1848. Saat itu ada empat batang bibit
kelapa sawit yang ditanam di Kebun Raya Bogor (Botanical garden), dua berasal dari
Bourbon (Mauritius) dan dua lainnya dari Hortus Botanicus, Amsterdam (Belanda).
Beberapa pohon kelapa sawit yang ditanam di Kebun Raya Bogor hingga sekarang
masih hidup dengan ketinggian sekitar 12 m. tanaman tersebut merupakan kelapa sawit
tertua di asia tenggara yang berasal dari Afrika. Awalnya, tanaman kelapa sawit
dibudidayakan sebagai tanaman hias. adapun pembudidayaan tanaman untuk tujuan
komersial baru dimulai tahun 1911. Perintis usaha perkebunan kelapa sawit di indonesia,
yaitu Adrien Hallet, seorang Belgia. Budi daya yang dilakukan Adrien Hallet diikuti
oleh K. Schadt yang menandai lahirnya perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia. Lokasi
perkebunan kelapa sawit pertama di Pantai Timur Sumatera (Deli) dan Naddengan luas
areal mencapai 5.123 ha (Marthin, 2014)

2.2. Morfologi Tanaman Kelapa Sawit


2.2.1. Akar (radix)
Sebagai tanaman jenis palma, kelapa sawit tidak memiliki akar tunggang dan akar
cabang. Akar yang keluar dari pangkal batang sangat besar jumlahnya dan terus
bertambah banyak dengan bertambahnya umur tanaman
2.2.2. Daun (Folium)
Daun pertama yang keluar pada stadium bibit berbentuk lance-late, kemudian
muncul bifurcate dan akhirnya pinnate. Pangkal pelepah daun atau petiole adalah
bagian daun yang mendukung atau tempat duduknya helaian daun dan terdiri atas
rachis (basis tangkai daun (petiolus), duri-duri (spine), helai anak daun (lamina),
ujung daun (apex folii), lidi (nervatio), tepi daun (margo folii), dan daging daun
(intervenium).
Daun kelapa sawit bersirip genap dan bertulang sejajar. Pada pangkal pelepah daun
terdapat duri-duri atau bulu-bulu halus sampai kasar. Panjang pelepah daun dapat
mencapai 9 m, tergantung pada umur tanaman. Helai anak daun yang terletak di
tengah pelepah daun adalah yang terpanjang dan panjangnya dapat mencapai 1,20
m. Jumlah anal; daun dalam satu pelepah berkisar antara 120 — 160 pasang.
2.2.3. Batang (caulis)
Batang kelapa sawit tumbuh tegak lurus ke atas. Batang berbentuk silindris dan
berdiameter 40 — 60 cm, tetapi pada pangkalnya membesar. Pada ujung batang
terdapat titik turn- buh yang membentuk daun-daun dan memanjangkan batang.
Selama empat tahun pertama, titik tumbuh membentuk daun- daun yang pelepahnya
membungkus batang sehingga batang tidak terlihat. Pangkal batang umumnya
membesar memben- tuk bonggol batang (bowl). Kecepatan tumbuh meninggi
tanaman kelapa sawit berbeda-beda tergantung pada tipe atau varitasnya, tetapi
secara umum kecepatan pertumbuhan (per- tambahan tinggi) sekitar 25 — 40 cm
per tahun. Faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan batang kelapa sawit adalah
kon-disi di sekitar tanaman seperti keadaan iklim, pemeliharaan (terutama
pemupukan), kerapatan tanaman, umur, dan sebagainya.
2.2.4. Buah
Buah terdiri dari tiga lapisan, yaitu :
 Eksoskarp, bagian kulit buah berwarna kemerahan dan licin.
 Mesoskarp, terdiri dari serabut dan daging buah. Serabut terdiri dari
tenunan–tenunan serat yang keras dan sels-selnya terdapat tenunan sel
yang lunak
 Endoskarp, cangkang pelindung inti (Saputra, 2013)

2.3. Manfaat
Berikut manfaat dari kelapa sawit bagi industri :
 Sebagai bahan baku industri minyak goreng.
 Sebagai bahan baku industri margarin.
 Sebagai bahan baku industri alkohol.
 Sebagai bahan baku industri kosmetika.
 Sebagai nutrisi pakanan ternak (cangkang hasil pengolahan).
 Sebagai bahan dasar industri lainnya industri sabun.
 Sebagai obat karena kandungan minyak nabati berprospek tinggi.
 Sebagai bahan pembuat particle board (batang dang pelepah).
 Sebagai bahan pupuk kompos (cangkang hasil pengolahan).
Semua bagian pada tanaman kelapa sawit bisa di olah menjadi bahan baku seperti
yang di sebutkan di atas. Bagian yang paling utama untuk diolah dari kelapa sawit
adalah buahnya. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang
diolah menjadi bahan baku minyak goreng. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah
harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak
sawit juga diolah menjadi bahan baku margarin. Minyak inti menjadi bahan baku
minyak alkohol dan industri kosmetika. Buah diproses dengan membuat lunak bagian
daging buah dengan temperatur 90°C. Daging yang telah melunak dipaksa untuk
berpisah dengan bagian inti dan cangkang dengan pressing pada mesin silinder
berlubang. Daging inti dan cangkang dipisahkan dengan pemanasan dan teknik pressing.
Setelah itu dialirkan ke dalam lumpur sehingga sisa cangkang akan turun ke bagian
bawah lumpur. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran
makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos.
Di samping semua manfaat itu, tanaman kelapa sawit juga bisa di gunakan sebagai
bahan baku utama bahan bakar alternatif yang di sebut biofuel atau lebih di kenal Crude
Palm Oil (CPO). Sejumlah penelitian yang dilakukan sudah berhasil membuktikan
energi yang dihasilkan oleh teknologi ini lebih efesien dari minyak bumi dan relatif
lebih ramah lingkungan. Biofuel ini dinilai sangat efesien karena menggunakan bahan-
bahan yang melimpah di Indonesia dan dapat diperbaruai. Ketersediaan cadangan bahan
bakar ini bisa diatur sesuai dengan kebutuhan sehingga menjamin kestabilan neraca
minyak dan energi nasional. Dua jenis biofuel yang dikembangkan di Indonesia adalah
penggunaan bioethanol dengan produknya gasohol E-10, dan biodiesel dengan
produknya B-10. Sebagai bahan bakar cair, biodiesel ini sangat mudah digunakan dan
dapat langsung dimasukkan ke dalam mesin diesel tanpa harus memodifikasi mesin.
Selain itu, dapat dicampur dengan solar untuk menghasilkan campuran biodiesel yang
ber-cetane lebih tinggi. Menggunakan biodiesel dapat menjadi solusi bagi Indonesia
untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar solar.Biodiesel pun sudah
terbukti ramah lingkungan karena tidak mengandung sulfur (Hermawan, 2013).

2.4. Rendemen
Penghitungan rendemen bertujuan untuk mengetahui tingkat produktifitas suatu
pabrik kelapa sawit. Sehingga kualitas pabrik tersebut bisa dikontrol dengan baik.
Adapun rumus dasar untuk menghitung rendemen sawit adalah sebagai berikut:
RKS = (CPO/TBS) x 100%
Keterangan :
RKS = Prosentase rendemen kelapa sawit (%)
CPO = Jumlah Crude Palm Oil yang dihasilkan (kg)
TBS = Jumlah Tandan Buah Segar yang diolah (kg) (Abidin, 2016)
Jika pabrik kelapa sawit A mengolah TBS dengan jumlah 250.000 kg per harinya.
Sedangkan jumlah minyak sawit yang dihasilkan oleh pabrik tersebut mencapai hitungan
60.500 kg per harinya, maka jumlah rendemen kelapa sawit tersebut adalah :
RKS = (CPO/TBS) X 100%
= (60.500/ 250.000) X 100%
= 24,2%
Demikianlah salah satu jenis perhitungan yang terdapat dalam jurnal kelapa sawit.
DAFTAR ISI

Abidin, Z. 2016. Cara Menghitung Rendemen Kelapa Sawit Yang Benar.


http://klpswt.blogspot.co.id/2016/02/cara-menghitung-rendemen-kelapa-sawit.html.

Hermawan, D. 2013. Manfaat Kelapa Sawit Dalam Dunia Industri.


http://danyhrm23015.blogspot.co.id/2013/10/manfaat-kelapa-sawit-dalam-dunia.html

Marthin. 2014. Perkembangan Tanaman Kelapa Sawit di Indonesia. http://penebar-


swadaya.net/blog/perkembangan-tanaman-kelapa-sawit-di-indonesia/.

Saputra, W.E. 2013. Bagian – bagian Dari Kelapa Sawit.


http://willsenekasaputra.blogspot.co.id/2013/02/bagian-bagian-dari-kelapa-sawit.html.

https://id.scribd.com/upload-
document?archive_doc=360094433&escape=false&metadata=%7B%22context%22%3A%22arc
hive_view_restricted%22%2C%22page%22%3A%22read%22%2C%22action%22%3A%22dow
nload%22%2C%22logged_in%22%3Atrue%2C%22platform%22%3A%22web%22%7D