Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

SISTEM DAN MANAJEMEN ALAT DAN MESIN PERTANIAN

PEMOTONGAN, PENGEBORAN, DAN PENGELINGAN

Diajukan guna memenuhi tugas Matakuliah Sistem dan Manajemen


Alat dan Mesin Pertanian

Disusun Oleh
Chusnul Chotimah
171710201026
TEP B

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2019
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perbengkelan merupakan suatu system kerja yang terintegrasi pada tempat
yang digunakan untuk membuat, merawat dan memperbaiki mesin-mesin,
maupun peralatan. Kegiatan bengkel sendiri merupakan suatu keterampilan dan
pengetahuan tentang peralatan baik untuk membuat, membentuk, merakit,
merubah bentuk, maupun memperbaiki suatu benda menjadi baru atau menjadi
kondisi yang lebih baik.
Pada dunia perbengkelan salah satu pemahaman yang penting yaitu
pemotongan, pengeboran, dan pengelingan. Dengan memahami tersebut maka
kegiatan perbengkelan akan berjalan dengan baik. Dari sini mekanik/pengguna
bengkel harus memahami secara baik hal tersebut. Pemotongan, pengeboran, dan
pengelingan juga dibutuhkan dalam dunia pertanian, yaitu kita bisa membuat alat
dan mesin-mesin pertanian melalui proses-proses tersebut.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pelaksanaan praktikum pemotongan, pengeboran, dan
pengelingan di Laboratorium Rekaya Alat dan Mesin Pertanian agar mahasiswa
dapat mengetahui cara pemotongan, pengeboran, pengelingan, dan penyambungan
benda kerja dengan baik dan benar.
1.3 Manfaat
Adapun manfaat dalam praktikum yaitu praktikan dapat mengetahui cara
pemotongan, pengeboran, pengelingan dan menyambung benda kerja dengan baik
dan benar.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Pada umumnya mesin gerinda tangan digunakan untuk menggerinda atau


memotong logam, tetapi dengan menggunakan batu atau mata yang sesuai kita
juga dapat menggunakan mesin gerinda pada benda kerja lain seperti kayu, beton,
keramik, genteng, bata, batu alam, kaca, dan lain-lain. Tetapi sebelum
menggunakan mesin gerinda tangan untuk benda kerja yang bukan logam, perlu
juga dipastikan agar kita menggunakannya secara benar karena penggunaan mesin
gerinda tangan untuk benda kerja bukan logam umumnya memiliki resiko yang
lebih besar (Triyanto, Ant. 2009).
Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakannya memutarkan alat pemotong
yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan
pelubangan). Sedangkan Pengeboran adalah operasi menghasilkan lubang
berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan pemotong berputar
yang disebut bor dan memiliki fungsi untuk Membuat lubang, Membuat lobang
bertingkat, dan Membesarkan lobang, Chamfer (Joko,2014).
Pengelingan adalah metode penyambungan yang dilakukan dengan
memasukkan pasak yang daktil kedalam lubang pada potongan yang disambung.
Pasak ini memiliki kepala di setiap ujung untuk mencegah terpisahnya
sambungan. Makna sambungan yang dipahami dalam bidang pemesinan, tidak
jauh berbeda dengan apa yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu
menghubungkan antara satu benda dengan lainnya (Azhamdan Budi, 2017)
BAB 3. METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum pengenalan peralatan perbengkelan dilaksanakan pada hari Senin,
18 Maret 2019, pukul 07.00-09.40 WIB. Praktikum dilaksanakan di Laboratorium
Rekaya Alat dan Mesin Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi
Pertanian, Universitas Jember.
3.2 Alat dan Bahan
Pada praktikum ini menggunakan alat dan bahan sebagai berikut:
 Alat-alat: mesin bor, spidol, gerinda, ragum, palu, landasan, mistar baja,
mistar baja siku, penitik, kacamata las, dan tang.
 Bahan: besi plat dan paku keling.
A. Diagram Alir

Mulai

Menyiapkan alat dan bahan


yang diperlukan

Memberi tanda dan potong besi plat dengan ukuran 20 cm

Memberi tanda pada besi plat yang sudah dipotong untuk


dilakukan pengeboran

Proses pengeboran besi plat dengan mesin bor duduk

Proses pengelingan dengan alat pengeling rivet untuk menyatukan


kedua besi plat

Pelajari lebih lanjut dan


dokumentasi untuk laporan

Selesai
BAB 4. PEMBAHASAN

4.1 Pemotongan
Alat yang digunakan pada saat proses pemotongan antara lain mesin pemotong
(gerinda), kacamata pelindung (berguna untuk melindungi mata dari percikan api
dan partikel kecil yang dihasilkan dari proses pemotongan), sarung tangan
(berguna untuk melindungi tangan dari percikan api dan partikel kecil yang
dihasilkan dari proses pemotongan), penggaris, penitik, spidol. Adapun bahan
yang digunakan adalah plat besi. Pemotongan berguna untuk memotong bagian
atau komponen yang berguna untuk rancang bangun alat dan mesin pertanian
sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan
Praktikum kali ini setiap praktikan melakukan percobaan dua kali. Prosedur
yang dilakukan dalam praktikum ini yaitu diawali dengan pengukuran besi yang
akan dipotong sepanjang 20 cm, setelah diukur besi tersebut diberi tanda dengan
spidol dan dipotong menggunakan gerinda potong. Pemotongan dilakukan dengan
kondisi besi dijepit pada ragum dengan kuat agar besi tidak lepas, lalu dipotong
sesuai dengan panjang yang telah ditentukan. Lakukan cara kerja tersebut untuk
pemotongan yang kedua. Pada saat pemotongan menggunakan gerinda harus
mengenakan pakaian keselamatan kerja, kacamata, sarung tangan, dan topi bagi
yang berambut panjang. Penggunaan gerinda tangan energi didapatkan dari
listrik sehingga penggunaanya akan lebih menghemat tenaga manusia serta
waktu.
4.2 Pengeboran
Setelah proses pemotongan dua buah plat selesai, selanjutnya praktikan
melubangi plat tersebut menggunakan mesin bor. Pengeboran dilakukan pada
perpotongan tiap bagian. Pengeboran berguna untuk melubangi komponen atau
bagian yang berguna dalam pembuatan rancang bangun alat dan mesin pertanian.

Cara melakukan pengeboran, pertama plat besi di beri tanda. Penanda ini
berguna untuk melubangi besi plat pada proses pengeboran. Besi plat yang telah
diberi tanda dengan spidol diberi tanda titk dengan penitik dan palu. Cara
pemberian titik dilakukan dengan mengarahkan penitik pada titik area tengah
silang tanda dengan spidol tadi. letakkan plat besi pada meja kerja, turunkan
jarum bor secara perlahan. Hidupkan mesin bor, usahakan pada saat melakukan
pengeboran tidak menekan terlalu keras karena jarum pada bor akan lepas dan
lengket pada besi plat yang akan dilubangi dan plat besi akan patah.
4.3 Pengelingan
Pengelingan pada bidang pertanian berguna untuk menyambung bagian-
bagian atau komponen dalam pembuatan rancang bangun alat dan mesin
pertanian. Adapun teknik memasang paku keling adalah setelah dua plat besi telah
di lubangi menggunakan mesin bor, kemudian satukan plat besi tersebut
menggunakan paku keling. Untuk mempermudah praktikan dalam menyatukan
dua plat menggunakan paku keling, dibutuhkan alat pengeling rivet. Cara
menggunkan pengeling rivet adalah, letakkan paku keling pada alat pengeling
rivet, kemudian masukkan paku keling kelubang pada plat besi, tekan ganggang
pengeling rivet kemudian renggangkan. Lakukan hal tersebut sampai paku keling
terpotong dan dapat menyatukan dua buah plat besi tersebut.
4.4 Permasalahan
Permasalahan yang dialami pada saat praktikum yaitu :
1. Ketelitian pada saat pengukuran plat besi yang akan dipotong menggunakan
gerinda potong.
2. Ketepatan pada saat memotong plat besi menggunakan gerinda potong.
3. Percikan api pada saat melakukan pemotongan dapat membahayakan apabila
tidak memperhatikan keselamatan kerja.
4. Ketepatan pada waktu pengeboran sangat utama karena menentukan ukuran
diameter dan lokasi untuk pengelingan.
5. Ketepatan pengelingan sangat berpengaruh terhadap kualitas penyambungan
plat besi.
BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Adanya praktikum pemotongan, pengeboran, dan pengelingan membuat
mahasiswa dapat mengetahui cara pemotongan, pengeboran, pengelingan dan
penyambungan benda kerja dengan baik dan benar. Keselamatan kerja dalam
melakukan praktikum harus benar-benar dijaga. Agar tidak terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan.
5.2 Saran
Peralatan yang digunakan pada saat praktikum terlihat kurang bersih
contohnya pada sarung tangan. Karena setelah saya memakai sarung tangan
terebut, saya gatal-gatal karena memang kondisi dari sarung tangan yang kurang
layak dan kotor.
DAFTAR PUSTAKA

Triyanto, Ant. 2009. Teknik Gerinda 2. Surakarta : Kolese Mikael Surakarta.


Joko,W. 2014. Pengaruh Putaran Spindel Utama Mesin Bor Terhadap Keausan
Pahat Bor Dan Parameter Pengeboran Pada Proses Pengeboran Dengan
Bahan Baja.- .
Azhamdan Budi. 2017. Analisis Ketahanan Sambungan Keling Pada Alumunium
2024 Dengan Kekuatan Tarik Dan Struktur Mikro.- .
LAMPIRAN