Anda di halaman 1dari 19

TUGAS KEPERAWTAN MEDICAL

SIADH
(Syndrome Inapropiate Anti Deuretik Hormone)

ASUHAN KEPERAWATAN

Oleh

Kelompok 6

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018
TUGAS KEPERAWATAN MEDIKAL

SIADH

ASUHAN KEPERAWATAN

Diajukan guna memenuhi tugas keperawatan medikal dengan dosen pengajar

Ns. Nur Widayati, S.Kep.,MN

Oleh

Yunan Yanuar Ardiwinata NIM 182310101197

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018
Ny. Y mengeluh sakit kepala 9 hari sebelum MRS, disertai dengan mual dan muntah,
sehingga klien tidak nafsu makan. Klien juga mengeluh sering BAK hanya sedikit dalam
sehari dengan warna kecokelatan dan bau yang menyengat, klien juga mengatakan sering
mengalami kram perut yang tembus ke punggung semakin sering dalam 1 minggu
terakhir, seperti diremas remas dengan skala nyeri 9,Saat datang klien mengatakan tidak
tahu sedang berada dimana dan hari apa, mengeluh tidak dapat melakukan aktivitas
secara normal. Terutama saat ingin ke kamar mandi klien harus diantar, klien mengeluh
selalu merasa lemas, karena keluarga klien mengatakan klien pernah jatuh di kamar
mandi dan kepalanya terbentur tembok. Keluarga klien mengatakan berat badan klien
meningkat +5kg selama 1 minggu terakhir. Keluarga klien juga mengatakan klien sulit
tidur karena mengeluh nyeri pada perutnya terutama pada malam hari klien hanya tidur
+4-5 jam saja dan tidak nyenyak,sebelumnya klien pernah berobat ke klinik dengan
gejala yang sama, dari keluarga didapatkan bahwa ayah klien memiliki riwayat diabetes
dan hipertensi, tidak pernah mengalami kejang. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan S
:37,6 c, N : 100 x/menit , TD : 90/130 mmHg, RR : 20x / menit,TB: 162cm, BB: 60kg,
terdapat nyeri tekan di sekitar abdomen,tonus otot 4-4/4-4, dari pemeriksaan
laboratorium didapatkan Na serum menurun <135 mEq/L, Klien mengalami kelemahan
otot, Kemampuan aktivitas terbatas, Klien mengalami penurunan kesadaran, terlihat
bingung, Disorientasi waktu dan tempat, Terdapat edema di beberapa bagian tubuh, BB
klien meningkat, Na urine lebih dari 20 mEq/L, Osmolalitas serum < 287 mOsm/kg,
Osmolalitas atau berat jenis urine tinggi ( > 100 mOsm/kg), GCS 3-4-5.
I. IdentitasKlien

Nama : Ny. Y No. RM : 076908


Umur : 52 tahun Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
JenisKelamin : Perempuan Status Perkawinan : Menikah
Agama : Islam Tanggal MRS : 20 Juni 2018
Pendidikan : SD TanggalPengkajian : 20 Juni 2018
Alamat : Perum Dira Husada Blok SumberInformasi : Klien dan Keluarga
E-4

II. RiwayatKesehatan
1. Diagnosa Medis : SIADH
2. Keluhan Utama : Klien mengeluh mengalami kram perut hebat
3. Riwayat Penyakit Sekarang: Klien mengatakan mengalami sakit kepala sejak 9
hari sebelum MRS, disertai dengan mual dan
muntah, sehingga klien tidak nafsu makan namun
menurut keluarga berat badan klien meningkat
drastis. Klien juga mengatakan urinenya berbau
menyengat, sedikit dan pekat.
4. Riwayat penyakit dahulu : Klien mengatakan pernah berobat ke klinik
sebelumnya karena mengalami keluhan yang sama
tetapi hanya dianjurkan untuk rawat jalan.
5. Riwayat penyakit keluarga: Keluarga klien mengatakan ayah klien menderita
Diabetes dan Hipertensi.
Genogram:

Ket: = Laki laki


= Perempuan
52th = Meninggal
= Serumah
III. PengkajianKeperawatan
1. Persepsi kesehatan& pemeliharaan kesehatan
Klien mengatakan sehat adalah saat dimana bisa beraktivitas seperti biasa.
Jika ada anggota keluarga yang sakit dibawa ke pelayanan kesehatan.
Interpretasi :persepsi kesehatan dan pemeliharaan kesehatan baik.
2. Pola nutrisi/ metabolik
Berat badan saat ini 60 kg, 1 Minggu yang lalu 55kg. Tinggi badan klien
162 cm.
Interpretasi : Klien mengalami kenaikan berat badan yang signifikan
3. Pola eliminasi:
BAK
- Frekuensi : Klien mengatakan 2-3 kali berkemih dalam
sehari
- Jumlah : klien mengatakan urine yang dikeluarkan
hanya sedikit tiap kali berkemih + hanya 50cc
- Warna : Klien mengatakan bahwa warna
kencingnya kecokelatan
- Bau : Bau khas urine menyengat
- Karakter : pekat
- Berat Jenis : 1,080
- Alat Bantu :-
- Kemandirian : Dengan bantuan sebagian
- Lain :-
BAB
- Frekuensi : ± 1-2x sehari
- Jumlah : Klien mengatakan tidak mengetahuinya
- Konsistensi : Lunak padat
- Warna : Kuning kecokelatan
- Bau : Bau khas feses
- Karakter :-
- Berat Jenis : Tidak terkaji
- Alat Bantu :-
- Kemandirian : Bantuan Sebagian
- Lain :-
Interpretasi : Klien mengalami gangguan pada sistem perkemihan.
4. Pola aktivitas & latihan
Klien mengatakan saat akan ke kamar mandi klien butuh bantuan untuk
mengantar karena merasa lemas
Status Oksigenasi :
Jalan napas paten, mampu bernapas spontan, klien tidak mengeluh sesak
nafas, RR=20 kali/menit, tidak menggunakan otot bantu pernafasan
Fungsi kardiovaskuler :
TD = 90/130 mmHg, nadi 100x/menit.
Terapioksigen :
Klien tidak mendapat terapi oksigenasi
Interpretasi :Terdapat gangguan pada fungsi kardiovaskular klien.
5. Pola tidur & istirahat
Durasi : ±4-5 jam malam hari
Gangguantidur : Keluarga klien mengatakan klien sulit tidur
Lain-lain :-
Interpretasi : Klien mengalami gangguan pola tidur
6. Pola kognitif & perceptual
Fungsi Kognitif dan Memori :Klien tidak mampu menyebutkan waktu dan
tempat saat ini.
Fungsi dan keadaan indera : Klien mengatakan bahwa bahwa klien tidak
ada masalah dengan penglihatan maupun pendengaran.
Interpretasi : Klien mengalami disorientasi waktu dan tempat.
7. Pola persepsi diri
Gambarandiri : klien mengatakan penyakitnya sangat menghambat
aktifitasnya.
Identitasdiri : klien adalah seorang perempuan yang telah menikah.
Hargadiri :klien mengatakan bahwa kurang percaya diri.
Ideal Diri :klien ingin segera sembuh dan kembali beraktifitas seperti
biasa.
PeranDiri :klien sebagai ibu rumah tangga dan isteri.
Interpretasi :pola persepsi diri klien sedikt terganggu namun masih dalam
batas normal.
8. Pola seksualitas & reproduksi
Polaseksualitas : Tidakterkaji
Fungsireproduksi : Tidakterkaji
9. Pola peran & hubungan
Keluarga mengatakan klien sebagai sosok isteri dan ibu yang bijaksana
dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Hubungan dengan suami dan
anak harmonis.
Interpretasi :hubungan klien dengan keluarga baik.
10. Pola manajemen koping-stress
Klien mengatakan jika memiliki suatu masalah klien selalu bercerita
kepada suaminya.
Interpretasi :
Mekanisme koping klien baik.
11. System nilai & keyakinan
Klien beragama islam, klien yakin bahwa penyakitnya bisa disembuhkan.
Interpretasi :
Pemenuhan kebutuhan spiritual tidak terganggu.
IV. PemeriksaanFisik
Keadaanumum : Lemah
Kesadaran :Apatis.
GCS :3-4-5.
Tanda vital:
- TekananDarah : 90/130 mm/Hg
- Nadi : 100 X/mnt
- RR : 20 X/mnt
- Suhu : 37,6 C
Interpretasi : Klien dalam keadaan kurang baik, klien kesulitan dalam beraktifitas

PengkajianFisik (Inspeksi, Palpasi, Perkusi, Auskultasi)


1. Kepala
Inspeksi :
 Kepala bentuk simetris, warna rambut hitam, rambut mudah
rontok dan penyebaran tidak merata.
 Wajah simetris, bentuk wajah oval
Palpasi :
 tidak ada benjolan
 tidak ada nyeri tekan
 tidak ada lesi
2. Mata
Inspeksi : konjungtiva tampak anemis, sklera tidak ikterik.
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan
3. Telinga
Inspeksi : Bentuk simetris, terdapat serumen, tidak menggunakan alat
bantu dengar, tidak ada lesi
Palpasi : Tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan
4. Hidung
Inspeksi : Bentuk simetris, tidak ada secret yang keluar dari hidung
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan
5. Mulut
Inspeksi : Susunan gigi tidak teratur, mukosa bibir lembab, gigi utuh,
terdapat karies gigi.
6. Leher
Inspeksi : Simetris, tidak ada lesi
Palpasi : Tidak ada pembesaran tiroid
7. Dada
Inspeksi : Bentuk simetris, tidak ada benjolan, pengembangan dada
normal, tidak menggunakan otot bantu pernafasan
Palpasi : Pergerakan nafas kanan dan kiri +/+ simetris, ictus cordisteraba
di ICS 4-5
Perkusi : Bunyi sonor pada area paru dan redup pada area jantung dan
hati
Auskultasi :suara nafas vesikuler, tidak ada suara nafas tambahan, BJ1 dan
BJ2 terdengar tunggal
8. Abdomen
Inspeksi : Bentuk cembung, tampak asites
Auskultasi :Bising usus 20 kali/menit
Perkusi : Bunyi redup
Palpasi :Tidak ada benjolan, nyeri tekan (+) skala nyeri 9
9. Urogenital
Inspeksi : normal
Palpasi : normal
10. Ekstremitas
Inspeksi : tampak terjadi eudema pada seluruh ekstremitas
Tonus otot: 44
44
11. Kulit dan kuku
Inspeksi : Warna kulit sawo matang, kulit nampak mengkilat terutama
daerah ekstremitas dan abdomen,kuku bersih
Palpasi : CRT 4detik.
V. PemeriksaanPenunjang&Laboratorium

Tgl Pemeriksaan: 21 Juni 2018

Serum Values Scores References


Sodium 125 136-145
Potassium 4,9 3,5-5,1
Creatinine 46 55-90 (Woman)
65-115 (Men)
Urea 4,7 2,5-7,5
Urid Acid 0,18 0,2-0,42
Osmolality 155 275-300

Endocrine Test
TSH 2.10 0,4-4,3

Cortisol 287 200-800

Urine Values
Sodium 44 100-260

Osmolality 1020 300-900


ANALISA DATA

No Data Etiologi Masalah

1. Ds : Sekresi ADH meningkat Kelebihan volume



cairan
-Klien mengatakan sering SIADH
BAK hanya sedikit dalam ↓
sehari dengan warna Volume cairan darah
kecokelatan dan bau yang meningkat

menyengat
Viskositas darah menurun

DO :
Aliran darah lambat
Terdapat edema di ekstremitas ↓
Aliran darah ke ginjal
dan abdomen menurun

BB klien meningkat + 5kg
Stimulasi renin meningkat
dalam 1 minggu ↓
Angiontensin I
Na serum 125 mEq/L ↓
Angiontensin II
Na urine 44 mEq/L

Pengeluaran aldosteron
Osmolalitas serum 155

mOsm/kg Osmolalitas cairan
meningkat
Osmolalitas urine 520 ↓
mOsm/kg Penumpukan cairan
ekstrasel
BJ Urine 1,080 ↓
Edema
TD 90/130 mmHg ↓
BB meningkat

Kelebihan volume cairan
2 Ds: Sekresi ADH meningkat Nyeri akut

Klien mengeluh sering SIADH


mengalami kram perut seperti
diremas remas Volume darah meningkat

Do: Penurunan reabsorpsi


elektrolit
Klien selalu memegangi
perutnya Pemenuhan natrium
menurun
Ekspresi nyeri (+)
Nyeri tekan (+) Kram

Na serum 125mEq/L Nyeri

Skala Nyeri 9

P= Kram perut

Q= Seperti diremas

R= Tembus ke punggung

S= Skala nyeri 9

T= Terus Menerus

3. Ds : Volume cairan darah Gangguan


meningkat
pemenuhan nutrisi :
Klien mengatakan selalu ↓
mengalami mual muntah 9 Viskositas darah menurun kurang dari
hari terakhir ↓
kebutuhan
Aliran darah lambat
Do : ↓
Aliran darah ke GI
KU tampak lemah menurun

Enggan makan Aktivasi parasimpatis

Nyeri Tekan Abdomen (+) Gerakan peristaltik
menurun
Tonus Otot 4444 ↓
Retensi makanan di
lambung

Perut terasa penuh

Anoreksia

Gangguan pemenuhan
nutrisi
4. DS : SIADH Gangguan eliminasi
Urine
Klien mengatakan sering Retensi Cairan
BAK hanya sedikit dalam
sehari dengan warna Hiponatremia
kecokelatan dan bau yang
Renin dan Aldosteron
menyengat
Kadar Natrium
DO :

Urine Pekat Osmolalitas Urine

Warna urine kecokelatan Produksi Urine Sedikit


dan Pekat
Produksi Urine 150-200 cc/24
Gangguan Eliminasi Urine
jam

BJ Urine 1,080

Osmolalitas Urine 520


mOsm/kg
Diagnosis Keperawatan

1. Volume cairan berlebih berhubungan dengan peningkatan sekresi ADH.


2. Nyeri akut berhubungan dengan malnutrisi perubahan absorbsi natrium
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan perubahan absorbsi nutrisi dan natrium.
4. Gangguan Eliminasi Urine berhubungan dengan peningkatan sekresi
ADH

Intervensi

No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional

1. Kelebihan volume Setelah dilakukan 1. Pantau masukan dan Catatan masukan dan
cairan dari tindakan keperawatan haluaran cairan dan haluaran membantu
kebutuhan selama 3 X 24 jam tanda tanda kelebihan mendeteksi tanda dini
berhubungan diharapkan sekresi ADH cairan setiap 1 – 2 jam. ketidakseimbangan
dengan kembali normal dengan cairan.
peningkatan
sekresi ADH Kriteria hasil :
2. Pantau elektrolit atau Untuk mengetahui
Volume cairan dan osmolalitas serum keadaan natrium
elektrolit dapat kembali serum
dalam batas normal.
3.Kolaborasi, berikan Tercukupinya natrium
klien dapat makanan/cairan tinggi membantu mengikat
mempertahankan berat natrium sesuai air sehingga
badan dan volume urin kebutuhan . mengurangi eudema
800 – 2000 ml/hari

Input sama dengan 4. Monitor TTV Tanda-tanda vital


output menjadi indikasi dari
kondisi klien.
Tidak ada edema.
2. Nyeri akut Setelah dilakukan 1. Lakukan pengkajian Pengkajian
berhubungan tindakan keperawatan nyeri komprehensif komprehensif
dengan malnutrisi selama 1x24 jam yang meliputi lokasi, membantu
perubahan diharapkan rasa nyeri karakteristik, durasi, menentukan tindakan
absorbsi natrium klien berkurang frekuensi, kualitas, tepat untuk
intensitas dan factor mengurangi nyeri
Kriteria hasil: pencetus
Skala nyeri 4 2. Berikan posisi yang Posisi yang nyaman
Nyeri tekan (-) nyaman bagi klien membantu mengurangi
rasa nyeri
Ekspresi nyeri
berkurang 3. Berikan informasi Pengetahuan terhadap
mengenai nyeri, seperti nyeri yang diderita
penyebab nyeri, berapa membantu klien untuk
lama nyeri yang akan lebih kooperatif dan
dirasakan, dan antisipasi adaptif terhadap
dari ketidaknyamanan tindakan dan rasa nyeri
akibat prosedur yang dirasakan

4. Fasilitasi pemberian Pemberian analgesik


terapi analgesik sesuai yang tepat membantu
dengan resep dokter mengurangi rasa nyeri
klien

3. Ketidakseimbang Setelah dilakukan 1.Timbangberat badan Memberikan informasi


an nutrisi : kurang tindakan keperawatan setiap hari. tentang keadaan
dari kebutuhan selama 3 X 24 jam, masukan diet atau
berhubungan masalah gangguan penentuan kebutuhan
dengan anoreksia nutrisi dapat teratasi nutrisi.

Kriteria hasil : Untuk membuat klien


2. Buat pilihan menu
Barat badan kembali yang ada dan ijinkan meningkat
normal. pasien untuk mengontrol kepercayaan dirinya
pilihan sebanyak dan merasa
Bebas dari tanda mal mengontrol
mungkin.
nutrisi. lingkungan lebih suka
menyediakan makanan
untuk dimakan.

3.Kolaborasi, Berikan Memenuhi kebutuhan


cairan IV cairan atau nutrisi
hiperalimentasi dan sampai masukan oral
lemak sesuai indikasi dapat dimulai.
4. Gangguan Setelah dilakukan 1. Pantau jenis dan Manajemen cairan
eliminasi urine tindakan keperawatan jumlah masukan cairan yang tepat membantu
berhubungan selama 3x24 jam, meningkatkan volume
dengan eliminasi urine klien haluaran cairan
peningkatan kembali normal
sekresi ADH
Kriteria Hasil : 2.Monitor produksi Untuk mengetahui
Klien dapat urine jumlah haluaran cairan
mempertahankan
volume urine 800-
2000/24 jam 3. Monitor Osmolaitas Osmolalitas urine
Urine sebagai indikator
Osmolalitas urine 300- perkembangan
900 mOsm/kg produksi urine
Implementasi

No Diagnosa Hari/tanggal Implementasi TTD

1. Kelebihan volume 1. Memantau masukan


cairan dari dan haluaran cairan dan
tanda tanda kelebihan
Kebutuhan
cairan setiap 1 – 2 jam.
berhubungan dengan
peningkatan sekresi 2. Memantau elektrolit
atau osmolalitas serum
ADH
3.Mengkolaborasikan
pemberian
makanan/cairan tinggi
natrium sesuai
kebutuhan .

4. Melakukan
monitoring TTV

2. Nyeri akut 1. Melakukan


berhubungan dengan pengkajian nyeri
komprehensif yang
malnutrisi perubahan
meliputi lokasi,
absorbsi natrium karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas,
intensitas dan factor
pencetus

2. Memberikan posisi
yang nyaman bagi klien

3. Memberikan
informasi mengenai
nyeri, seperti penyebab
nyeri, berapa lama nyeri
yang akan dirasakan,
dan antisipasi dari
ketidaknyamanan akibat
prosedur
4. Memfasilitasi
pemberian terapi
analgesik sesuai dengan
resep dokter

3 Ketidakseimbangan 1.Menimbang berat


nutrisi : kurang dari badan setiap hari.
kebutuhan
2. Membuat pilihan menu
berhubungan dengan
yang ada dan ijinkan
anoreksia
pasien untuk mengontrol
pilihan sebanyak
mungkin.

3. Mengkolaborasikan
pemberian cairan IV
hiperalimentasi dan
lemak sesuai indikasi

4 Gangguan eliminasi 1. Memantu jumlah dan


urine berhubungan jenis masukan cairan

dengan peningkatan 2.Memonitor produksi


sekresi ADH urine

3. Memonitor
Osmolalitas Urine
Evaluasi

DIAGNOSA EVALUASI
Kelebihan volume S: Klien mengatakan volume urin sudah meningkat, dan tidak
cairan dari kebutuhan pekat
berhubungan dengan O: tidak Terdapat edema, BB klien sedikit menurun,
peningkatan sekresi kesadaran composmentis,CRT <2dtk,Ascites (-)
ADH A: Masalah keperawatan kelebihan volume cairan sudah
teratasi
P: Intervensi dihentikan

Nyeri akut S: Klien mengatakan rasa nyeri karena kram di perut sudah
berhubungan dengan berkurang
malnutrisi perubahan O: Ekspresi nyeri berkurang, Nyeri tekan berkurang, Skala
absorbsi natrium Nyeri 4
A: Nyeri yang dirasakan klien berkurang
P: Lanjutkan intervensi
Ketidakseimbangan S: Klien mengatakan tidak lagi mengalami mual dan muntah.
nutrisi : kurang dari O: Tonus otot 5555, tidak adanya tanda tanda mal nutrisi
kebutuhan A: Kebutuhan nutrisi klien terpenuhi
berhubungan dengan P: Intervensi dihentikan
anoreksia
Gangguan eliminasi S: Klien mengatakan bak klien sudah tidak pekat lagi
urine berhubungan O: Jumlah produksi urine 800-2000cc/24 jam, osmolalitas
dengan peningkatan urine 300-900 mOsm/kg
sekresi ADH A: Gangguan eliminasi urine klien teratasi
P: Intervensi dihentikan