Anda di halaman 1dari 22

CRITICAL BOOK REPORT

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Disusun oleh :

NAMA : FERNANDEZ DANISH KHAN


NIM 5183121011

DOSEN PENGAMPU :

Dr. YASARATODO WAU,M.Pd

PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FT
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada tuhan yang maha esa atas rahmat dan
karunianya lah saya dapat menyelesaikan tugas makalah critical journal
mengenai Peran permainan tradisional dalam membantu pertumbuhan dan
perkembangan gerak anak secara menyeluruh. Dan tidak lupa pula,saya
ucapkan terima kasih kepada teman teman sekalian yang telah membantu untuk
menyelesaikan makalah ini.

Penulis menyadari , bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat pada


pembuatan makalah ini . Akhir kata , penulis mengucapkan terimakasih dan
emoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca

Medan, 11 oktober 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

BAB I
A. Latar belakang .............................................................................................
B. Rumusan masalah ........................................................................................
C. Tujuan ..........................................................................................................
BAB II
A. Identitas buku ............................................................................................
B. Sajian materi buku...........................................................................
BAB III
A. Kelebihan dan kekurangan buku ...............................................................
PENUTUP
A. Kesimpulan ..................................................................................................
B. Saran ............................................................................................................
C. Daftar pustaka ..............................................................................................

3
BAB I
A. PENDAHULUAN
Critical book reportrryang berbentuk makalah ini berisi tentang kesimpulan dari buku
buku tentang perkembangan peserta didik dan saya akan menyertakan ringkasan dari buku
tersebut, dimana jurnal ini memiliki kelebihan dan kekurangan .
Dalam critical book report ini , saya akan memaparkan masalah tersebut lewat
pembahasan berikut. Semoga usaha ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bagi
penyusun

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan critical buku review ini dapat dijabarkan
sebagai berikut.
1. Bagaimana review maupun ringkasan buku tersebut?
2. Bagaimana kelebihan dan kekurangan buku tersebut?

C. Tujuan Dan Manfaat Penulisan


Tujuan dan manfaat yang ingin dicapai penyusun dalam penulisan critical buku ini adalah
untuk mengajak pembaca lebih memahami secara mendalam mengenai jurnal tersebut dan
juga untuk menyelesaikan tugas wajib perkuliahan .

BAB II
PEMBAHASAN

A. IDENTITAS BUKU
1. Identitas buku yang akan di review adalah sebagai berikut.
Buku 1
Judul buku : PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
ISBN : 979-692-950-3
Tahun terbit : AGUSTUS 2009
Edisi : -

4
Penulis :Dra. Desmita , M.Si
Publikasi : PT REMAJA ROSDAKARYA BANDUNG
Reviewer : ALFATIH RIZKY PRADANA

2. Identitas buku yang akan di review adalah sebagai berikut.


Buku 2
Judul buku : PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
ISBN : 978-979-518-826-1
Tahun terbit : DESEMBER 2008
Edisi : -
Penulis : Prof.Dr.H.SUNARTO
Dra.Ny.B.AGUNG HARTONO
Publikasi : PT RINEKAA CIPTA
Reviewer : ALFATIH RIZKY PRADANA

3. Identitas buku yang akan di review adalah sebagai berikut.


Buku 3
Judul buku : PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
ISBN : 978-602-8800-43-3
Tahun terbit : NOVEMBER 2010
Edisi : -
Penulis :Prof . Dr . SUDARWAN DANIM
Publikasi : ALFABETA BANDUNG
Reviewer : ALFATIH RIZKY PRADANA

5
B. SAJIAN MATERI BUKU

1. Ringkasan Buku Utama: Psikologi Perkembangan Peserta Didik


Penulis: Dra.Desmita,M.Si.

BAB 1. MAKNA PSIKOLOGI PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


Buku ini menyajikan makna psikologi perkembangan peserta didik dengan
memeberikan pengertian, tujuan dan manfaat psikologi perkembangan peserta didik. Adapun
pengertian psikologi perkembangan peserta didik adalah bidang kajian psikologi
perkembangan yang secara khusus mempelajari aspek – aspek perkembangan individu yang
berada pada tahap usia sekolah dasar dan menengah dengan salah satu tujuannya adalah
memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan
yang sedang berkembang sesuai dengan tingkat usia dan yang mempunyai ciri – ciri
universal, dalam artian yang berlaku bagi anak anak dimana saja dan dalam lingkungan
sosial-budaya mana saja.

BAB 2. KONSEP DASAR PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK


Pada bab ini kita akan lebih jauh membahas beberapa konsep dasar perkembagan
peserta didik. Didalam perkembangan peserta didik, terdapat beberapa konsep dasar
perkembangan peserta didik antara lain hakikat perkembangan yang meliputi beberapa aspek
antara lain perkembangan. Perkembangan tidak terbatas kepada pengertian pertumbuhan
yang semakin membesar. Melainkan didalamnya juga terkandung serangkaian perubahan
yang berlangsung secara terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi fungsi jasmaniah dan
rohaniah, yang dimiliki individu menuju ke tahap kematangan melalui pertumbuhan
pemasakan dan belajar.

BAB 3. VARIASI INDIVIDUAL PESERTA DIDIK


Setelah memamahami konsep dasar perkembangan peserta didik maka dijabarkan
pula masalah variasi variasi individual peserta didik. Dalam pemahamannya, untuk
mengetahu variasi variasi yang menjadi cirri dari masing masing individu diberikan
pemaham dulu mengenai pengertian dari peserta didik itu sendiri. Peserta didik adalah
anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya melalui proses pendidikan pada
jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

BAB 4. KEBUTUHAN PESERTA DIDIK


Pada bab ini kita akan membahas mengenai kebutuhan peserta didik.Kebutuhan dasar
manusia akan membawa motivasi untuk manusia mememnuhi kebutuhan dirinya. Motivasi
tersebut menurut Maslow dibedakan menjadi 2 kategori yaitu motif kekurangan (deficit
motive) dan motif untuk pertumbuhan (metaneeds). Kebutuhan - kebutuhan manusia itu juga
mendasari kebutuhan peserta didik dan implikasinya terhadap pendidikan diantaranya
kebutuhan jasmaniah, rasa aman, kasih saying, penghargaan, rasa bebas, dimana rasa sukses.

6
Dari kebutuhan - kebutuhan peserta didik tersebut, pendidik atau guru wajib memperhatikan
kesemuanya dikarenakan pengamatan hal tersebut akan menunjang pembelajaran disekolah.

BAB 5. PERKEMBANGAN FISIK PESERTA


Pada bab ini kita membahas perkembangan fisik peserta. Perkembangan fisik peserta
didik memiliki beberapa karakteristik antara lain perbedaan keadaan berat dan tinggi badan
anak usia sekolah dengan yang mempengaruhi perlakuan guru terhadap mereka. Masa
pubertas yaitu tahap dimana anak menuju masa kedewesaan pada usia 10-14 tahun juga
membuat karakter tersendiri yaitu ditandai dengan berbagai gejolak psikologis dan psikis.
Masa pubertas ini patut diwaspadai karena berpengaruh besar pada perkembangan tubuh.
Perubahan fisik, proporsi tubuh serta kematangan seksual berdampak pada
perkembangan fisik yang berpengaruh kepada psikologis peserta didk. Ditambah dengan
perkembangan motorik anak usia sekolah yang cenderung cepat sehingga bepengaruh
terhadap karakter peserta didik. Peserta didik pada usia sekolah berada didalam masa
pubertas yaitu tahapan menuju tingkat kedewasaan. Pada masa ini peserta didik akan
dibimbing dan ditempa dengan berbagai pengalaman untuk membentuk individu dengan
tingkat perkembangan fisik dan perkembangan mental yang cukup untuk dikatakan dewasa.

BAB 6. PERKEMBANGAN KOGNITIF PESERTA DIDIK


Menjelaskan tentang perkembangan kognitif peserta didik. Perkembangan kognitif
adalah kemampuan anak untuk berpikir lebih kompleks serta kemampuan memecahkan
masalah.
Ide ide tersebut berkembang dengan beberapa tahapan dimulai dari sensorimotor, pra-
operasional, konkret-operasional dan operasional formal. Ke empat tahapan tersebut akan
membentuk karakter siswa yang berbeda satu dengan yang lain disesuaikan dengan usia
peserta didik.

BAB 7. PERKEMBANGAN PROSES KOGNITIF


Pada bab ini kita akan membahas proses perkembangan kognitif peserta didik
berdasarkan berbagai persepsi dan mekanisme nya. Dengan implikasi terhadap pendidikan
adalah peserta didik harus mampu memiliki dan mengembangkan kemampuan metakognisi
dan strategi kognisi dengan guru berperan dalam mengembangkan hal tersebut dengan
langkah – langkah :
1.Guru harus mengajarkan dan menganjurkan peserta didik untuk menggunakan stratgei
belajar yang sesuai
2.Memberikan pelatihan tentang strategi belajar, kapan, dan bagaimana menggunakan strategi
3.Identifikasi situasi dimana suatu strategi mungkin dapat dilakukan
4.Menunjukkan strategi belajar yang paling efektif

BAB 8. PERKEMBANGAN KETERAMPILAN KOGNITIF


Pada bab ini kita akan membahas perkembangan keterampilan kognitif meliputi
kemampuan metakognitif yang diartikan sebagai proses kognisi atau, pengetahuan tentang
pikiran dan cara kerjanya. Dalam keterampilan kognitif terdapat strategi kognitif yang
merupakan kecakapan penting yang harus dimiliki peserta didik. Strategi kognitif adalah

7
kemampuan internal yang terorgnaisasi yang dapat membantu siswa dalam proses belajar,
proses berpikir, memecahkan masalah dan mengambil keputusan.
Pemikiran kritis siswa juga mulai tumbuh di masa sekolah dengan mulai berpikir logis,
reflektif dan produktif yang diaplikasikan dalam situasi tertentu. Karakteristik dari pikiran
kritis ini adalah kemampuan untuk menarik kesimpulan, kemampuan untuk mengidentifikasi
asumsi, kemampuan berpikir secara deduktif , kemampuan untuk membuat interpretasi yang
logis, dan kemampuan untuk mengevaluasi mana argumentasi yang kuat fan tidak.
Kemampuan ini berperan sangat penting dalam pendidikan dimana disinilah diasah
kemampuan menganalisa suatu problematika sesuai dengan pandangan hidupnya.

BAB 9. PERKEMBANGAN KONSEP DIRI


Pada bab ini kita akan membahas tentang perkembangan konsep diri yang diartikan
sebagai suatu pemahaman mengenai diri atau ide tentang diri sendiri. Perbedaan konsep diri
dan harga diri adalah evaluasi individu terhadap dirinya sendiri secara positif dan negative.
Dalam konsep diri terdapat beberapa dimensi antara lain harapan, pengetahuan dan penilaian
yang berpengaruh nanti dengan perilaku, prastasi belajar,
Karakteristik konsep diri dibedakan menjadi beberapa karakter sesuai dengan usia
antara lain karakter konsep diri anak usia sekolah, karakteristik konsep diri remaja, yang
harus diingat oleh guru adalah impilkasi konsep diri terhadap pendidikan yaitu dengan
memberikan ruang yang sebesar besarnya kepada siswa untuk mengembangkan konsep
dirinya serta mempu mendorong dan membantu siswa menemukan realitas konsep diri yang
sebenarnya.

BAB 10. PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN DAN PENYESEUAIAN PESERTA


DIDIK
Pada bab ini kita akan membahas mengenai perkembangan kemandirian dan
penyesuaian peserta didik. Perkembangan kemandirian merupakan masalah penting
sepanjang rentang kehidupan manusia. Pengembangan kemandirian sangat dipengaruhi oleh
perubahan fisik yang pada gilirannya dapat memicu terjadinya perubahan emosional,
perubahan kognitif yang dapat memberikan pemikiran logis tentang cara berpikir yang
mendasari tingkah laku, serta perubahan nilai dalam peran sosial melalui pengasuhan orang
tua dan aktivitas individu.
Secara spesifik, masalah kemandirian menutnut suatu kesiapan individu baik kesiapan
fisik, maupun emosional untuk mengatur, mengurus dan melakukan aktivitas atas tanggung
jawabnya sendiri tanpa menggantungkan diri terhadap orang tua.Kemandirian muncul dan
berfungsi ketika peserta didik menemukan diri pada posisi yang menuntut suatu tingkat
kepercayaan diri. Menurut Steinberg (1993), kemandirian berbeda dengan tidak tergantung,
karena tidak tergantung merupakan bagian dari kemandirian.

BAB 11. PERKEMBANGAN RESILIENSI PESERTA DIDIK


Pada bab ini kita akan membahas Perkembangan Resiliensi peserta didik. Resiliensi
adalah kemampuan atau kapasitas insani yang dimiliki seseorang, kelompok atau masyarakat
yang memungkinkannya untuk menghadapi dan mencegah, menimimalkan dan bahkan
menghilangkan dampak yang merugikan dari kondisi yang tidak menyenangkan. Paradigma

8
resiliensi sendiri didasari pada pandngan kontempore yang muncul tentang bagaimana anak
keluar dari kondisi stress, trauma dan resiko dalam kehidupan mereka.
Dalam pengembangannya terdapat beberapa tahap yang dilalui antara lain :
a. Increase bonding
b. Set clear and consisten boundaries
c. Teach life skils
d. Provide caring and support
e. Set and communicate high expectations
f. Provide opportunities for meaningful participation

BAB 12. PERKEMBANGAN HUBUNGAN INTERPERSONAL PESERTA DIDIK


Pada bab ini kita akan membahas perkembangan hubungan interpersonal peserta
didik yang diartikan sebagai hubungan antar pribadi. Peserta didik sebagai pribadi yang unik
adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, peserta didik
senantiasa melakukan interaksi sosial dengan orang lain. Interaksi sosial jadi factor utama
dalam hubungan interpersonal antara dua orang atau lebih yang saling mempengaruhi.
Menurut Knapp (1984), interaksi sosial dapat menyebabkan seseorang menjadi dekat dan
merasakan kebersamaan, namun sebaliknya dapat pula membuat orang menjadi jauh dan
tersisih dari suatu hubungan.

BAB 13. PERKEMBANGAN TINGKAH LAKU PROSOSIAL PESERTA DIDIK


Pada bab ini kita akan membahas perkembangan tingkah aku prososial peserta didik
dari berbagai sumber tingkah laku tersebut datang,baik inernal maupun eksternal.
Perkembangan tingkah laku prososial peserta didik ini dapat terjadi karena beberapa
faktor,seperti lingkungan,keluarga,teman seperjuangan dan masih banyak lagi .dan
implikasinya terhadap individualisme peserta dan lingkungan sekitarnya.

BAB 14. PERKEMBANGAN MORAL DAN SPRITUAL PESERTA DIDIK


Pada bab ini kita akan membahas Perkembangan Moral dan Spritual. Perkembangan
moral berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang seharusanya dilakukan oleh
manusia dalam berinteraksi dengan orang lain. Perkembangan moral dapat dianalisa dengan
berbagai teori psikoanalisa antara lain Teori Belajar Sosial, Teori Kognitif Piaget, dan teori
Kohlberg.
Perkembangan spiritual beperan dalam sebuah perkembangan peserta didik. Dalam
psikologi kontemporer, psikologi humanistic dan psikologi trans personal mempunyai
perhatian yang mendalam terhadap spiritualitas. Termasuk dimensi dimensi spiritualitas
antara lain meaning, relationship, misteri, konsep tentang ketuhanan, pengalaman, perbuatan
atau permainan dan integrasi. Dengan dimensi tersebut terdapat karakter perkembangan
spiritualits. Ada teori perkembangan spiritual fowler, menjelaskan tentang perbedaan
perkembangan spiritualitas anak usia sekolah dengan remaja dann implikasinya terhadap
pendidikan.

9
BAB 15. PROBLEM SEKOLAH DALAM PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Pada bab ini kita akan membahas problem stress dalam perkembangan peserta didik
mencakup fenomena stress yang kerap melanda peserta didik diakibatkan tuntutan fisik,
tuntutan tugas, tuntutan peran dan tuntutan interpersonal. Upaya yang dilakukan untuk
mengatasi stress pada peserta didik adalah dengan menciptakan iklim sekolah yang kondusif,
melaksanakan program pelatihan penanggulangan stress dan mengembang resiliensi peserta
didik. Mengapa perlu, ini dikarenakan dampak yang ditimbulkan sangat besar antara lain
terjadi penentangan terhadap guru, anak merasa cemas di sekolah, dan menggangu prestasi
belajar siswa.

2. Penulis Ringkasan Buku : Perkembangan Peserta Didik


Penulis : Prof.Dr.H.SUNART DAN Dra.Ny.B.AGUNG HARTONO
Bab 1
Karakteristik dan Perbedaan Individu
A. Individu dan karakteristiknya
1. Pengertian individu
Individu adalah manusia yang berkedudukan sebagai pribadi yang utuh, pilah, tunggal,
dan khas. Dalam kaitannya dengan pendidikan, akan lebih ditekankan hakikat manusia
sebagai kesatuan makhluk individudan makhluk sosial, sebagai kesatuan jasmani dan rohani,
dan sebgai makhluk ciptaan Tuhan yang hidup untuk mempersiapakan kehidupan
diakhirat.setiap individu yang satu berbeda dengan individu yang lainnya karena ciri-ciri
yang khusus.
2. Karakteristik individu
Setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan yang diperoleh dari
pengaruh lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki
sejak lahir baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial. Karakteristik yang
berkaitan dengan faktor biologis cenderung lebih bersifat tetap, sedangkan ynag berkaitan
dengan sosial psikologis lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Rangsangan dari
berbagai faktor lingkungan membantu perkembangan potensi-potensi biologis dan kemudia
membentuk pola karakteristik tingkah laku yang berbeda pada setiap individu.
B. Perbedaan individu
Dua aspek yang menonjol dalam perkembangan individu yaitusemua manusia mempunyai
unsur kesamaan dalam pola perkembangan,dan didalam pola yang bersifat umum dari apa
yang membentuk manusia secara sosial dan biologis, tiap-tiap individu mempunyai
kecenderungan yang berbeda. Perbedaan tersebut secara keseluruhan lebih banyak bersifat
kuantitatif dan bukan kualitatif.
1. Bidang-bidang perbedaan
Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan individu sebelum mengukur
kapasitas mental adalah dengan menghitung umrr kronologi. Umur kronologi kemudian
mementukan tingkat kematangan siswa dan karena itu memungkinkan dia untuk dididik
hendaknya dilihat sebgai komponen perbedaan. Perbedaan antara satu denganyang lainnya

10
dan persamaan merupakan ciri dari pemebelajaran pada suatu tingkat pembelajran. Sejauh
mana tingkat tujuan pendidikan, isi dan tekhnik pendidikan ditetapkan, disesuiakan dengan
perbedaan itu.
Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan fisik, sosial kepribadian, intelejensi dan
kemampuan dasar, serta perbedaan kecakapan atau kepandaian di sekolah. Perbedaan yang
lain yang terdapat pada manusia yaitu perbedaan kognitif, individual dalam kecakapan
bahasa, kecakapan motorik, latar belakang, bakat, dan perbedaan dalam kesiapan belajar.
C. Aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan individu
Setiap individu hakikatnya akan mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan non
fisik yang meliputi aspek-aspek intelek, emosi, sosial, bahasa, bakat khusus, nilai dan moral,
serta sikap.
1. Pertumbuhan fisik
Pertumbuhan manusia merukan perubahan fisik menjadi lebih besar dan lebih panjang, dan
prosesnya sejak anak belum lahir hingga ia dewasa.
a. Pertumbuhan sebelum lahir
Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan sanga kompeks karena
pada masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusunya jaringan saraf
yang membentuk sistem lengkap.
b. Pertumbuhan setelah lahir
Pertumbuhan fisik manusia setelah lahir merupaka kelanjutan perumbuhannya sebelum
lahir. Proses pertumbuhan manusia berlangsung hingga dia dewasa. Pertumbuhan fisik secara
langsung maupun tidak langsung mempengaruhi prilaku anak sehari-hari. Secara langsung
pertumbuhan fisik seorang anak akan menentukan keterampilan anak dalam bergerak. Secara
tidak langsung, pertumbuhan dan perkembangan fungsi fisik akan mempengaruhi bagaimana
anak memandang dirinya sendiri dan orang lain.
2. Intelek
intelek atau daya pikir dipengaruhi oleh kemampuan otak yang mampu menunjukkan
fungsinya secara baik.
3. Emosi
Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi khusus yang dimiliki manusia, emosi
merupakan gejala perasaan disertai dengan perubahan prilaku fisik.
4. Sosial
Manusia tidak dapat hidup sendiri dan memerlukan manusia lainnya. Akhirnya manusia
mengenal kehidupan bersama atau berkehidupan sosial.
5. Bahasa
Fungsi bahasa adalah untuk berkomunikasi. Setiap manusia cenderung berkomunikasi
dengan dunia sekitanya. Pengetian bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan sebagai
tanda, gerak, dan suara untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain.
6. Bakal khusus
Bakat merupakan kemampuan tertentu atau khusus yang dimiliki oleh seoranng individu
yang hanya sedikit rangsangan atau latihan kemampuan itu telah berkembang dengan baik.
7. Sikap, nilai dan moral
Bloom mengemukakan bahwa tujuan akhir dari proses belajar dikelompokka menjadi tiga
sasaran, yaiyu penguasaan pengetahuan (kognitif), penguasaan nilai dan sikap (afektif), dan
penguasaan motorik.sikap, nilai dan moral ditanamkan sejak anak-anak hingga ia mampu
mengikuti berbagai ketentuan yang ada dalam masyaakat.

Bab 2
Pertumbuhan dan Perkembangan Remaja
A. Pengertian pertumbuhan dan perkembangan

11
Pertumbumbuhan berbeda dengan perkembangan. Pertumbuhan berkaitan dengan
perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
Pertumbuhan adalahperubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi
fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada perjalanan waktu tertentu.
Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses perubahan dan pematangan fisik.
Perkembangan adalah proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai
fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungan , perkembangan lebih dapat
mencerminkan sifat-sifat yang khas mengenai gejala-gejala yang nampak, proses yang kekal
dan tetap menuju ke arah suatu oraganisasi pada tingkat integrasi yang tinggi berdaskan
proses pertumbuhan, kematangan, dan belajar.
Perubahan-perubahan meliputi berapa aspek, baik fisik maupun psikis. Perubahan
tersebut yitu perubahan ukuran, perbandingan, mengganti hal-hal yang lama, dan berubah
untuk memperoleh hal-hal yang baru.
B. Tugas-tugas perkembangan
Perkembangan merupakan suatu proses yang menggambarkan prilaku kehidupan sosial
psikologis manusia pada posisi yang harmonis di dalam lingkungan masyarakat yang lebih
luas dan kompleks. Oleh havighurst perkebangan tersebut dinyatakan sebagai tugas yang
harus dipelajari, dijalani, dan dikuasai oleh setiap individu dalam perjalanana hidupnya.
Tugas-tugas perkembangan tersebut dikaitakan dengan fungsi belajar karena pada
hakikatnya perkembangan kehidupan manusia dipandang sebagai upaya mempelajari norma
kehidupan dan budaya masyarakat agar mampu melakukan penyesuaian diri dalam kehidupan
nyata.
Havighurst mengemukakan sepuluh jenis tugas perkembangan remaja seperti: mencapai
hubungan dengan lawan jenis secara lebih memuaskan dan matang; mencapai perasaan seks
dewasa yang diterima secara sosial; mencapai keadaan badannya dan menggunakannya
secara efektif; mencapai kebebasan emosional dari orang dewasa; mencapai kebebasan
ekonomi; memilih dan menyiapakan suatu pekerjaan; menyiapkan perkawinan dan kehidupan
berkeluarga; mengembangakan keterampilan dan konsep intelektual yangperlu bagi warga
negara yang kompeten; mengingikan dan mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab
scara sosial; dan menggapai suatu perangkat nilai yang digunakan sebagai pedoman tingkah
laku.
C. Hukum-hukum pertumbumbuhan dan perkembangan
Hukum-hukum pertumbuhan dan perkembangan antara lain hukum cephalopodal yang
menyatakan pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki. Hukum proximodistal
menyatakan bahwa pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi.
Perkembangan terjni dari umum ke khusus. Perkembang berlangsung dalam tahap-tahap
perkembangan. Pada setiap masa perkembangan yang berbeda ciri antara ciri yang ada pada
suatu masa perkembangan yang lainnya. Hukum tempo dan ritme perkembangan, tahapan
perkembangan berlangsung secara berurutan, terus menerus dan dalam tempo perkembangan
yang relatif tetap sert bisa berlaku umum.
D. Remaja: karakteristik pertumbuhan dan perkembangan
1. Remaja menurut hukum
Dalam hubungannya dengan hukum, hanya undang-undang perkawinan saja yang
mengenal konsep remaja. Usia minimal untuk suatu perkawina menurut undang-undang
disebutkan 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk pria(uu perkwinan no 1/1974 tentang
perkawinan).
2. Remaja ditinjau dari sudut perkembangan fisik
Dalam ilmu kedokteran, remaja dikenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik dimana
alat-alat kelamin manusia mencapai kematangannya. Secara anatomis berarti alat-alat
kelamin khususnya serta keadaan tubuh pada umumnya memperoleh bentuk yang sempurna.

12
3. Batasan remaja menurut WHO
Remaja adalah suatu masa pertumbuhan dan perkembangan dimana pertama kali
menunjukkan tanda-tanda seksual, mengalami perkebangan psikologi dan pola identitas
menjadi dewasa, serta terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang relatif lebih
mandiri.
4. Remaja ditinjau dari faktor sosial psikologis
Salah satu ciri remaja adalah perkembangan psikologis dan pada identifikasi dari kanak-
kanak menuju dewasa, yang ditandai dengan proses entropy dan negentropy. Entropy adalah
keadaan dimana kesadaran manusia masih belum tersusun rapi. Negentropy adalah keadaan
dimana isi kesadaran tersusun dengan baik, pengetahuan yang satu terkait dengan perasaan
atau sikap.
5. Defenisi remaja untuk masyarakat indonesia.
Menurut Sarlito, tidak ada profil remaja Indonesia yang seragam dan berlaku secara
nasional. Sebagai pedoman umum untuk remaja Indonesia dapa digunakan batasan usia 11-24
tahun dan belum menikah.
E. Jenis-jenis kebutuhan dan pemenuhannya
Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan menuju kedewasaan, kebutuhan manusia
mengalami perubahan. Kebutuhan sosial psikologis lebih banyak adripada kebutuhn fisik
karena pengalaman kehidupan sosialnya semakin luas. Kebutuhan ini disebabkan berbagai
dorongan seperti kebutuhan akan cinta dan kasih sayang, keyakinan diri, dan aktualisasi diri.
Menurut lewis kebutuhan manusia meliputi kebutuhan jasmani, psikologis, ekonomi, sosial,
politik, penghargan dan aktualisasi diri.
F. Kebutuhan remaja, masalah dan konsekuensinya
Beberapa jenis kebutuhan remaja dapat dikelompokkan menjadi kebutuhan organik,
emosional,berprestasi, dan kebutuhan untuk mempertahankan diri dan mengembangkan
jenis.
Berbagai masalah yang dihadapi remaja sehubungan dengan kebutuhannya yaitu: upaya
untuk dapat mengubah sikap dari anak-anak menuju dewasa. Kesulian dalam menerima
perubahan fisiknya. Kebingungan remaja dalam memahami fungsi seks yang menyebakan
salah tingkah dan menentang norma. Penyesuaian sosial yang dirasa sulit oleh remaja.
Perbedaan nilai dan norma kehidupan.
Usaha yang dilakukan untuk memnuhi kebutuhan remaja seperti pendidikan kesehatan
dan UKS pada sekolah, pendidikan seksual, dan mengenalkan remaja pada berbagai norma
sosial.

Bab 3
Pertumbuhan Fisik

Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala
primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan itu meliputi perubahan ukiran
tubuh, proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin primer dan sekunder.
Kondisi-kondisi yang mempengaruhi perumbuhan fisik anak antara lain pengaruh
keluarga, gizi, ganguan emosional, jenis kelamin, status sosial ekonomi, kesehatan, bentuk
tubuh.
Perubahan perubahan psikologi yang muncul disebabkan oleh perubahan fisik seperti
kecanggungan karena perubahan tubuh, ketegangan emosional, lebih memperhatiakn diri
sendiri. Salah satu konsekuensi masa remaja yang penting adalah pengaruh jangka panjang
terhadap sikap, prilaku sosial, minat dan kepribadian.
Bab 4
Perkembangan intelek, sosial dan bahasa

13
A. Perkembangan intelek
Intelek berberarti kecakapan untuk berpikir, mengamati dan mengerti, kecakapan untuk
mengamati hubungan-hubungan, perbedaan , kecakapan mental yang besar dan pikiran atau
intelegensi. Intelegensi merupak suatu kumpulan kemampuan seseorang yang memungkinkan
memperoleh ilmu pengetahuan dan mengamalkannya.
Dalam berpikir operasional terdapat dua sifat penting yaitu sifat deduktif hipotesis an
bepikir pola operasional juga berpikir kombinatoris. Faktor yang mempengaruhi
perkembangan intelek yaitu bertambauhnya informasi yang disimpanseseorang sehingga ia
mampu berpikir reflektif, banyaknya pengalaman masalah, adanya kebebasan berpikir.
B. Bakat khusus
Bakat mencakup 3 dimensi yaitu dimensi perseptual yaitu kemampuan mengadakan
persepsi meliputi kepekaan indra, perhatian, orientasi waktu , luasnya daerah persepsi.
Dimensi psikomotorik mencakup enam faktor meliputi keuaktan, impuls, kecepatan gerak,
ketelitian, koordinasi, dan keluwesan. Dan dimensi intelektual meliputi lima faktor menilputi
faktor ingatan, pengenalan, evaluatif, konvergen, dan berpikir divergen.
Bakat dapat diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang perlu
dikembangkan atau dilatih,kemapuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai
hasil dari pembawaan atau latihan.
Jadi bakat dalah kemapuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan
relatif yang bersifat umum atau khusus. Bakat khusus yang dimaksud adalah kemapuan
dibidang tertentu. Bakat ini seperti bskst seni, matematika, bahasa, olahraga, musik, klerikal,
guru, dokter.
Bakat memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu, akan
tetapi diperlukan latihan, pengetahuan, pengalaman, dan dorongan atau motivasi agar bakat
dapat terwujud.
Faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus yaitu terletak pada anak itu
sendiri dan lingkungan anak, faktor dari anak seperti tidak mempunyai minat, dan tidak
memiliki motivasi. Dari lingkungan seperti orang tua kurang mampu untuk menyediakan
kesempatan dan sarana pendidikan atau ekonomi yang tidak mencukupi.
Bakat kusus dapat diamati dengan melakukan obsevasi terhadapa apa yang dikerjakan
anak. Orang tua yang mengenali bakat anak dapat membantu sekolah dalam prosedur
pemanduan anak berbakat dengan memberikan informasi yang dibutuhkan tentang ciri dan
keadaan anak mereka.
C. Perkembangan sosial
Lingkungan sosial memberikan banyak pengaruh terhadap pembentukan berbagai aspek
kehidupan, terutam sosio-psikologis. Manusia sebagai makhluk sosial senantiasa
berhubungan dengan sesama manusia. Bersosialisasi pada dasarnya merupakan proses
penyesuaian diri terhadap lingkungan kehidupan sosial. Sepanjang hidup pola kehidupan
sosial anak terbentuk.
Remaja adalah tingkat perkembangan anak yang telah mencapai jenjang menjelang
dewasa. Pada jenjang ini kebutuhan remaja telah cukup kompleks cakrawala interaksi sosial,
dan pergaulan remaja telah cukup luas. Pergaulan remja banyak diwujudkan dalam bentuk
kelompok, dalam bentuk penetapan pilihan kelompok yang diikuti di dasari oleh berbagai
penimbangan, seperti moral, ekonomi, minat dan kesamaan bakat dan kemampuan. Masalah
umum yang dihadapioleh remaja dan yang paling rumit adalah penyesuaian diri. Faktor yang
mempengaruhi perkembangan sosial remaja yaitu keluarga, kematangan, status sosial
ekonomi, pendidikan, dan kapasitas mental, emosi, dan intelegensi.
Dalam perkembangan sosial para remaja dapat memikirkan dirinya sendiri dan orang
lain. Pemikiran terwujud dalam refleksi diri dan kritik hasil pergaulannya.
D. Perkembangan bahasa

14
Sesuai dengan fungsinya bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh
seseorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Perkembangan bahasa
terkait dengan perkembangan terkait dengan perkembangan kognitif yang berarti faktor
intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemapuan bahasa, bahasa remaja
adalah bahasa yang telah berkembang yang terbentuk dari lingkungan. Faktor yang
mempengaruhi perkembangan bahasa yaitu umur anak, kondisi lingkungan, kecerdasan anak,
status sosial ekonomi keluarga, dan kondisi fisik.
Kemampuan berbahasa dan kemampuan berpikir saling berpengaruh satu sama lain.
Seseorang yanng rendah kemampuan berpikirnnya akan mengalami kesulitan dalam
menyusun bahasa yanng baik, logis, dan sistematis. Menyampaikan dan mengambil makna
ide dan gagasan merupakan proses berpikir yang abstrak. Ketidaktepatan dan kekaburan
persepsi yang diperolehnya. Ketidaktepatan hasil pemrosesan pikir ini diakibatkan
kekurangmampuan dalam bahasa.
Upaya yang dilakukan untuk mengembangkan bahasa remaja dan impilkasinya dalam
penyelenggaraan pendidikan yaitu dengan cara melakukan pengulangan pelajran yang telah
disusun ulang oleh siswa, menambah pembendaharaan bahasa dengan menambah
pembendaharaan bahasa yang dipilih secara tepat oleh guru.

Bab 5
Perkembangan afektif
A. Perkembangan emosi
Emosi adalah pengalaman afektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu
tentang keadaan mental dan fisik san berwujud pada suatu lingkah laku yang tampak yang
ditandai dengan perubahan fisik. Berapa kondisi emosional seperti cinta/ kasih sayang,
gembira, kemarahan dan permusuhan, ketakutan dan kecemasan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi bergantung pada faktor
kematangan dan faktor belajar. Perkembangan intelektual menghasilkan kemampuan untuk
memahami makna yang sebelumnya tidak dimengerti memperhatikan satu rangsangan dalam
jangka waktu yang lebih lama, dan menimbulkan emosi yang terarah pada satu objek,
kemapuan mengingat jug mempengaruhi reaksi emosional. Metode belajar yang menunjang
perkembangan emosi adalah belajar dengan coba-coba, belajar dengan cara meniru, belajar
dengan mempersamakan diri, belajar melalui pengkodisian, dan pelatihan atau belajar
dibawah pengawasan, terbatas pada aspek reaksi. Rangsangan-rangsangan yang
menghasilakan perasaan yang tidak menyenangkan dan menyenangkan akan
mempermudahsiswa belajar.
Perbedaan ekspresi disebakan oleh kondisi fisik dan kemapuan intelektualnya. Anak
yang pandai cenderung bereaksi lebih emosional terhadap berbagai macam rangsangan
dibanding anak yang kurang pandai dan anak yang lebih pandai lebih mampu mengendalikan
ekspresi emosi.
Upaya yang dilakukan untuk mengembangan emosi remaja dilakukan dengan cara
mengerti remaja, melakukan segala sesuatu yang dapat dilakukan berhasil dalam bidang yang
diajarkan. impikasinya terhadap penyelenggaraan pendidikan, guru harus mampu
memperkecil ledakan emosi dengan cara tindakan yang bijaksana dan lemah lembut,
mengubah pokok pembicaraan dan memulai aktivitas baru.
B. Perkembangan nilai, moral, dan sikap
Nilai-nilai kehidupan adalah norma yang berlaku dalam masyarakat, misalnya adat
kebiasaan dan sopan santun. Moral adalah ajaran tentang baik dan buruk perbuatan dan
kelakuan, akhlak, keajiban dan sebagainya. Dalam kaitannya dalam pengamalan nilai-nilai
nidup maka moral merupakan kontrol dalam bersikap dan bertingkah laku sesuai dengan
nilai-nilai yang dimaksud.

15
Keterkaitan antara nilai, moral, sikap, dan tingkah laku akan tampak berpengaruh dalam
pengamalan nilai-niali yang dihayati dan didorong oleh moral kemudian terbentuk sikap
tertentu terhadapa nilai tersebut dan terwujud tingkah laku sesuai dengan nilai-nilai yang
dimaksud.
Upaya yang dilakukan dalam mengembangkan nilai, moral, dan sikap remaja adalah
menciptakan komunikasi, menciptakan iklim lingkungan yang serasi.

Bab 6
Tugas perkembangan kehidupan berpibadi, pendidikan dan karier, dan kehidupan
berkeluarga
A. Perkembangan kehidupn pribadi sebagai individu
Kehdupan pribadi sukar untuk dirumuskan karena sangat kompleks dan unik. Pada
hakikatnya manusia merupakan pribadi yang utuh dan memiliki sifat sebagai makhluk
individu dan makhluk sosial. Kehidupan pribadi seseorang menyangkut berbagai aspek
seperti aspek emosional, sosio-psikologi dan sosial budaya, dan kemampuan intelektual yang
terpadu secara integratif dengan faktor lingkungan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan pribadi yaitu lingkungan, faktor bakat,
pendidikan status sosial ekonomi, filsafat hidup, kepedulian terhadap kesehatan. Upaya
pengembangan proses pertumbuhan dan perkembangan kehidupan pribadi seperti hidup sehat
dan teratur, mengerjakan tugas dan pekerjaan sehari-hari, hidup bermasyarakt dalam
melakukan pergaulan dengan sesama, cara pemecahan maslah yang dihadapi, mengiukti
aturan kehidupan keluarga, melakuakn peran dan tanggung jawab dalam kehidupan
berkeluarga.
B. Perkembangan kehidupan pendidikan dan karier
Kehidupan pendidikan merupakan pengalaman proses belajar yang dihayati sepanjang
hidupnya. Baik dijalur pendidikan sekolah yang baik yang dialami oleh remaja sebagai
peserta didik di dalam lingkungan keluarga, sekolah, atau kehidupn bermasyarakat. Masing-
masing lingkungan kehidupan pendidikan tidak selalu sama dasar dan tujuannya. Oleh karena
itu remaja ditantang untuk mampu mengatasi problema keanekaragaman tersebut dan mampu
menempatkan dirinya dengan tepat dan harmonis pada lingkungan pendidikan
keluarga,masyarakat, sekolah. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kehidupan
pendidikan dan karier yaitu faktor sosial pendidikan, faktor lingkungan, dan faktor
pandangan hidup.
Sikap remaja terhadap pendidikan sekolah banyak diwarnai oleh karakteristik guru yang
mengajarnya. Guru yang baik “baik” dimata para siswa tidak hanya tergantung kepada
keadaan guru itu sendiri, melainkan tergantung pada banyak faktor. Guru yang baik itu
adalah guru yang akrab dengan siswanya dan menolong siswa dalam pelajaran. Berhubungan
kehidupan pendidikan merupakan bagian awal dari kehidupan karier, maka dengan perbedaan
kehidupan pendidikan tersebut konsekuensinya akan membawa perbedaan individual di
dalam kehidupan kariernya. Kehidupan karier seseorang juga berbeda-beda.Dalam arti
sempit, pendidikan merupakan persiapan menuju suatu karier, sedangkan dalam arti luas
pendidikan itu merupakan bagian dari proses perkembangan karier remaja. Remaja, yang
dilihat dari segi usia mencakup 12-21 tahun, menurut Ginzberg (Alexander, dkk., 1980)
perkembangan kariernya telah sampai pada periode pilihan tentatif dan sebagian berada pada
periode pilihan realistis, sedangkan menurut super (Alexander, dkk., 1980) perkembangan
karier anak remaja itu berbeda pada tahap eksplorasi, terutama sub tahap tentatif dan sebagian
dari subtahap transisi. Melihat bahwa dua teori yang dikemukakan oleh dua penulis itu
hampir sama, maka disini akan di uraikan salah satu di antaranya, yaitu teori yang
dikemukakan oleh Ginzerberg.
C. Perkembangan Remaja Berkenan dengan Kehidupan Berkeluarga

16
Perkembangan remaja dalam hubungannya dengan persiapan mereka untuk memasuki
kehidupan baru, yaitu kehidupan berkeluarga. Sebagaimana telah di uraikan di depan bahwa
secara biologis pertumbuhan remaja telah mencapai kematangan seksual, yang berarti bahwa
secara biologis remaja telah siap melakukan fungsi produksi. Kematangan fungsi seksual
tersebut berpengaruh terhadap dorongan seksual remaja dan telah mulai tertarik kepada lawa
jenis. Berkenan dengan upaya untuk menetapkan pilihan pasangan hidup, perkembangan
sosial psikologis remaja ditandai dengan upaya menarik lawan jenis dengan berbagai cara
yang ditunjukkan dalam bentuk perilaku
D. Implikasi Tugas-Tugas Perkembangan Remaja dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Memperhatikan banyaknya faktor kehidupan yang berada di lingkungan remaja, maka
pemikiran tentang penyelenggaran pendidikan juga harus memperhatikan faktor-faktor
tersebut. Sekalipun dalam penyelenggaran pendidikan yang diakui bahwa tidak mungkin
memenuhi tuntutan dan harapan seluruh faktor yang berlaku tersebut. Pendidikan yang
berlaku di Indonesia, baik pendidikan yang diselenggarakan di dalam sekolah maupun di luar
sekolah, pada umumnya diselenggarakan dalam bentuk klasikal. Penyelenggaran pendidikan
klasikal ini berarti memberlakukan sama semua tindakan pendidikan kepada semua remaja
yang tergabung di dalam kelas, sekalipun masing-masing di antara mereka sangat berbeda-
beda. Pengakuan terhadap kemampuan setiap pribadi yang beraneka ragam itu menjadi
kurang. Oleh karena itu, yang harus mendapatkan perhatian di dalam penyelenggaran
pendidikan adalah sifat-sifat dan kebutuhan umum remaja, seperti pengakuan akan
kemampuannya, ingin untuk mendapatkan kepercayaan, kebebasan dan semcamnya.

Bab 7
Penyesuaian diri remaja

A. Konsep dan proses penyesuaian diri


Makna akhir dari hasil pendidikan seorang individu terletak pada sejauh mana hal yang
telah dipelajari dapat membantu dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan
hidupnya. Penyesuaian diri dapat diartikan sebagai cara untuk mempertahankan
eksistensinya dengan membuat rencana untuk mengatasi berbagai macam konflik, kesulitan
dan frustasi-frustasi secara efisien.
Penyesuaian diri adalah proses bagaimana individu mencapai keseimbangan diri dalam
memenuhi kebutuhan sesuai dengan lingkungan,. Respon penyesuaian, baik dan buruk,
secara sederhana dapat dipandang sebagai suatu upaya individu untuk mereduksi atau
menjauhi ketegangan dan untuk memelihara kondisi-kondisi yang lebih wajar. Penyesuaian
sebagai proses ke arah hubungan yang harmonis antara tuntutan internal dan tuntutan
eksternal.
Dalam melakakan penyesuian diri individu mendapatkan rintangan-rintangan , dalam
hubungannya dengan rintangan tersebut ad individu yang dapat menyesuaikan secara positif,
namun ada juga yang melakukan penyesuaian yang salah.
Dalam penyesuaian diri secara positif individu akan melakukan penyesuaian
menghadapi masalah secara langsung, penyesuaian dengan melakukan eksplorasi, dengan
coba-coba, dengan mencari pengganti, dengan menggali kemampuan diri, dengan belajar,
inhibisi dan pengendalian diri, perencanaan yang cermat.
Kegagalan dalam penyesuaian diri secara positif, dapat mengakibatkan individu
melakukan penyesuaian yang salah. Bentuk penyesuaian yang salah itu yaitu seperti reaksi
bertahan dengan cara mencari-cari alasan, melemparkan kegagalan pada orang lain, dan
memutarbalikan keadaan, reaksi menyerang, dan reaksi melarikan diri.

17
Berbagai faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bertahap
yaitu kondisi fisik, perkembangan dan kematangan intelektual, sikap, moral, dan emosional,
kondisi lingkungan , dan penentu kultural dan agama.
B. Permasalahan-permasalahan penyesuaian remaja
Tingkat penyesuaian diri dan pertumbuhan remaja sangat tergantung pada sikap orang
tua dan suasana psikologi dab sosial dalam keluarga. Sikap orang tua yang menolak akan
menyebabkan remaja tidak dapat menyesuaikan diri, orang tua yang otoriter menyebabkan
remaja akn otoriter terhadap temannya dan cenderung menentang otoritas yang ada.
Penyesuaian remaja dengan kehidupan sekolah, permasalahan yang ditibulkan akn timbul
ketika remaja memasuki jenjang sekolah yang baru. Persoalan lain yag dihadapi siswa seperti
memilih sekolah.
C. Implikasi proses penyesuaian remaja terhadap penyelanggaraan pendidikan
Lingkungan sekolah mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan jiwa
remaja. Dalam kaitannya dengan pendidikan, peranan sekolah pada hakikatnya sebagai
rujukan dan tempat perlindungan jika anak didik mengalami masalah. Oleh karena itu setiap
sekolah menunjuk wali siswa yang akan membantu siswa yang menghadapi kesulitan dalam
pelajaran, mempunyai masalah pribadi dan masalah penyesuaian diri maupun tuntutan
sekolah.
Upaya yang dapat dilakukan untuk memperlancar proses penyesuaian remaj khususnya
disekolah yaitu menciptakan situasi sekolah yang menimbulkan rsa betah bagi anak didik,
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, usaha memahami anak didik secara
menyeluruh,menggunaka metode adan alat ajar yang menimbulkan gairah belajar, prosedur
yang memperbesar motivasi belajar, ruang kelas yang memenuhi syarat kesehatan, tata tertib
yang jelas, teladan para guru dalam berbagai segi pendidikan, program bimbungan dan
penyuluhan yang baik.
Sifat guru yang efektif seperti memberi kesempatan, ramah dan optimis, mampu
mengontrol diri, mempunyai rasa humor, mengetahui dan mengakui kesalahan sendiri, jujur
dan objektif memperlakukan siswa, dan menunjukkan pengertian dan rasa simpati akan
menyebabkan remaja berkurang kemungkinannya untuk mengalami permasalahan-
permasalahan.

3. Penulis Ringkasan Buku : Perkembangan Peserta Didik


Penulis : Prof . Dr . SUDARWAN DANIM
Buku ini menyajikan menu pembahasan sebagai berikut: pertama. Defenisi,
hakikat, dan kebutuhan peserta didik. Kedua, hakikat pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik, ketiga, asumsi dan dimensi perkembangan peserta
didik, keempat, multidimensi perkembangan peserta didik, serta perkembangan
anak dan peserta didik sampai dengan sekolah menengah, kelima, tugas-tugas
pekembangan peserta didik dengan segala dimensinya. Keenam, perkembangan
kepribadian peserta didik dengan kecerdasa ganda. Ketujuh, perkembangan
kreativitas peserta didik dan perkembangan mereka dalam kelompok
sebaya. Kedelapan, bimbingan konseling untuk optimasi perkembangan peserta
didik. Kesembilan, psikologi pendidikan dan optimasi perkembangan peserta didik
serta orientasi belajar peserta didik yang dewasa.

18
Setelah membaca buku ini dapat disimpulkan bahwa buku ini membahas
tentang pentingnya untuk setiap pendidik mengetahui sifat atau karakteristik da ri
peserta didik yang dididiknya. Karena peserta didik merupakan sumber utama dan
terpenting dalam proses pendidikan Formal. Tidak ada peserta didik tidak ada guru.
Karena peserta didik bias belajar tanpa ada guru tetapi guru tidak dapat mengajar
tanpa ada peserta didik. Tetapi dalam perwujudan optimasi pertumbuhan dan
perkembangan peserta didik dibutuhkan kehadiran guru yang professional.
Guru yang profesional adalah guru yang mengetahui hakekat dari peserta
didiknya baik hakekat pertumbuhannya maupun hakekat perkembangannya serta
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan peserta didik
tersebut. Mengetahui kebutuhan peserta didik yang dapat diidentifikasi dari
dimensi pengembangannya yaitu kebutuhan intelektual, kebutuhan sosial,
kebutuhan fisik, kebutuhan emosional dan fsikologis, kebutuhan moral dan
kebutuhan homodivinous. Mengetahui karaketristik setiap peserta didik yang
berbeda-beda yang dapat dilihat dari kemampuan dasar baik kemampuan kognitif,
afektif dan psikomotorik, latar belakang siswa, perbedaan kepribadian dan cita-cita,
pandangan, keyakinan diri setiap pribadi peserta didik. Tidak kalah pentingnya
seorang guru harus mengetahui hak dan kewajiban peserta didiknya.
Buku ini juga membahas bagaimana perkembangan anak dalam setiap
tingkatan usia dan tahapan pertumbuhannya baik itu perkembangan dan perubahan
fisik, pekembangan seksualitas, perkembangan kognitif, afektif dan
psikomotoriknya, perkembangan kepribadiannya, perkembangan kreativitasnya
dan bagaimana konsep dirinya serta bagaimana hubungannya dengan keluarga,
teman sebaya dan lingkungannya yang dapat mempengaruhi perkembangannya.
Dan apa-apa saja yang seharusnya bisa dikerjakan (dilakukan) anak pada tahapan
usia tertentu dan apa yang menjadi penghalang bagi anak tersebut sehingga tidak
dapat melakukan tugas-tugas yang seharusnya pada tingkatan usianya yang dibahas
dalam tugas-tugas perkembangan perserta didik, problema apa yang mungkin
terjadi pada diri peserta didik dan apa peran pendidikan dan orang tua dalam
praktek pembelajaran.
Dalam setiap tahapan perkembangan dan pertumbuhan penting adanya
peran orang tua, sekolah dan lingkungan sosialnya untuk memperhatikan
perkembangan anak yang lebih baik. Dalam hal ini BK (Bimbingan Konseling) dan
psikologi pendidikan mempunyai peranan penting untuk mengoptimasi
perkembangan peserta didik yaitu membantu peserta didik dalam mengembangkan
potesi dirinya yaitu mengenai harapan, cita-cita dan lingkungan. BK dan psikologi
pendidikan tidak hanya untuk siswa yang bermasalah tetapi untuk semua siswa
yang memerlukan bimbingan.
Tugas guru bukan hanya yang telah disebutkan diatas tetapi guru harus
mengoptimasi peserta didiknya dengan berbagai pendekatan diantaranya
pendekatan psikologis dengan metode wawancara, metode intropeksi, metode
observasi, metode tes, metode kuesioner dan metode lainnya.
Untuk melahirkan siswa yang baik yaitu siswa pembelajar sejati, disamping
memahami perkembangan peserta didik juga harus mengenal juga orientasi belajar
mereka, karena orientasi ataupun gaya belajar memiliki relevansi kuat dengan
pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

19
BAB III
A. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU 1


Menurut saya kelebihan dari buku ini adalah sampul atau covernya sangat menarik
sehingga menarik perhatian para pembaca . gaya penulisan hurufnya bagus dan banyak
mencantumkan temuan temuan dan pemikiran para ahli dari seluuruh dunia
Menurut saya kekurangan dari buku ini adalah materi yang di paparkan dalam buku 1
sangat banyak dan isinya lebih kepada perkembangan psikologis anak .

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU 2


Menurut saya kelebihan pada buku ini penjelasan tentang perkembangan anak sangat
lah baik dan sangat lengkap.
Kualitas kertas pada buku ini kurang baik dan buram . gaya bahasa sangat
membosankan

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU 3

Menurut saya yang menjadi kelebihan buku ini adalah: isi buku secara
keseluruhan sudah dapat memaparkan setiap ju dul dengan jelas dan diikuti
dengan pemberian contoh yang dapat memudahkan pembaca untuk memahami isi
materi yang di jelaskan. Dalam buku ini sudah cukup jelas di paparkan
mengenai perkembangan peserta didik, baik perkembangan fisik maupun non
fisiknya, perkembanga kognitif,afektif dan psikomotoriknya dan diikutsertakan
juga dengan karakter anak pada setiap tahapan usia dan apa -apa saja yan
seharusnya sudah dapat dikerjakan anak pada usianya dan bagaimana peran
pendidikan dan orang tua terhadap perkembangan anak dan bagaiman
mengoptimasi perkembangan anak tersebut.

Menurut saya yang menjadi kekurangan buku ini adalah: Pertama dilihat
dari bentuk tulisan buku ini terlalu rapat dan ukuran hurufnya yang terlalu kecil
jadi kelihatan seperti kurang rapi membua t pembaca sedikit bosan untuk
membacanya. Kedua ditinjau dari isinya, bahasa yang dipakai dalam buku ini
sedikit lebih susah dipahami hanya dengan sekali baca sehingga perlu untuk

20
membaca ulang untuk mendapatkan inti dari bahasannya sehingga pembaca
dapat memahami dengan jelas materi yang disampaikan.

PERBANDINGAN BUKU
Pada buku 1 jumlah halamannya 314 halaman , pada buku ke 2 jumlah halamnnya
241 halaman , dan pada buku ke 3 jumlah halamnnnya paling sedikit yaitu hanya 181
halaman .
Tampilan cover buku 1 lebih menarik dan dalam hal warna cover buku 3 lebih
mencocok dibanding buku 1 dan 2
Pada buku 1 penulis bukunya ada 1 yaitu dra desmita , pada buku ke 2 jumlah
penulisnya 2 orang yaitu pro dr h sunarto dan dra ny. B. Agung hartono. Dan pada buku ke
tiga penulisnya hanya 1 yaitu prof dr sudarwan danim
Dalam judul buku . buku 1 berjudull ‘’ psikologi perkembangan peserta
didik ‘’ sedangakn buku 2 dan 3 berjudul ‘’ perkmebnagn peserta didik ‘’
Dalam hal kualitas kertas buku 1 kualitas kertasnya lenih baik dan warna kertas lebih cerah

Pada penomoran bab buku 1 menggunakan angka biasa sedangkan buku 2 dan 3 emnggunakan
angka romawi

BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Buku buku diatas adalah buku memaparkan tahap tahap perkembangan anak baik
secara fisik maupun fisiologis anak dan buku ini sangat baik untuk dibaca karena di
kemudian hari kita akan mempunyai anak dan kita harus membimbing anak kita sebagai
mana seharusnya .wawasannya sangat luas yang dimana ilmu dari buku ini berguna bagi kita
ddi kemudian hari kelak .

SARAN
Seharusnya pada ketiga buku ini kekuranganya harap di perbaiki dan keunggulan dari
buku ini harap dipertahnkan dan di kembangkan lagi

21
DAFTAR PUSTAKA
 PT REMAJA ROSDAKARYA BANDUNG : PSIKOLOGI
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
 PT RINEKA CIPTA : PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
 PT ALFABETA BANDUNG : PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

22