Anda di halaman 1dari 2

Ahlak sebagai modal sosial bagi keberhasilan hidup seseorang.

Semakin kuat nilai-nilai system


social atau jaringan social semakin meningkatnya volume dan mutu proses dan hasil pengembangan
seseorang, yang dimana nilai-nilai sistem sosial tersebut sesuai dengan ahlak agama islam.Ukuran
outputnya adalah tercapainya kesejahteraan masyarakat dalam arti luas. Dalam hal ini modal social
sangat berperan positif dalam mengurangi konflik social.Melalui penerapan ahlak social dapat
diprogramkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tidak lepas dari adanya kepercayaan
sebagai modal utama antara lain dalam membangun sifat-sifat atau nilai-nilai ahlak sosial, kebersamaan,
toleransi, empati,sesuai dengan syariat agama islam.

Sebagaimana telah di jelaskan ahlak adalah modal sosial bagi keberhasilan hidup
seseorang,seseorang yang menjadikan ahlak sebagai modal sosial pastilah akan berhasil
hidupnya,karena ia memiliki etika dan moral yang baik yang dimana akan di senangi dimana pun ia
tinggal, yang kemudian akan membawa dampak baik bagi pekerjaan dan segala sesuatu yang ia jalani.
Contohnya saja seorang pedagang yang ramah dan sopan akan lebih di sukai dan di senangi oleh para
pembeli di bandingkan dengan pedagang yang kasar dan tidak ramah. Dengan demikian pembeli akan
lebih senang membeli kepada pedagang yang ramah dan sopan,yang dimana hal itu berakibat apa yang
di jual atau ditawarkan oleh pedagang ramah akan cepat habis di banding dengan dagangan pedagang
tidak ramah. Oleh karena itu pedagang yang ramah akan lebih sukses dari pedagang yang tidak ramah.
Maka dari itu ahlak sosial sangat mempengaruhi keberhasilan hidup seseorang.

# Pembagian Akhlak

1. Akhlak Baik (Mahmudah)

1. Jujur (Ash-Shidqu)Adalah suatu tingkah laku yang didorong oleh keinginan (niat) yang baik
dengan tujuan tidak mendatangkan kerugian bagi dirinya maupun oranglain.
2. Berprilaku baik (Husnul Khuluqi)
3. Malu (Al-Haya’)
4. Rendah hati (At-Tawadlu’)
5. Murah hati (Al-Hilmu)
6. Sabar (Ash-Shobr)
7. Qana’ah (Menerima dengan rela)
8. Tasamuh (Toleransi)
9. Amanah (Dapat Dipercaya)

2. Akhlak Buruk (Mazmumah)

1. Al-Kizbu (Dusta/Bohong)
2. Takabur (Merasa atau mengaku diri besar)
3. Suap atau Soogok
4. Minum-minuman keras
5. Berjudi
6. Zina

# Ruang Lingkup Akhlak


Muhammad Abdullah Draz dalam bukunya “Dustur Al-Akhlaq fi Al-Islam” membagi ruang lingkup
akhlak menjadi lima bagian, yaitu:

1. Akhlak Pribadi (Al-Akhlaq al Fardiyah)Terdiri dari:

1. Yang diperintahkan (Al-Awamir)


2. Yang dilarang (An-Nawahi)
3. Yang dibolehkan (Al-Mubaha)
4. Akhlak dalam keadaan darurat (Al-Mukhafah bi Al-Idhtiar)

5. Akhlak Berkeluarga (Al-Akhlaq Al-Usairah)Terdiri dari:

1. Kewajiban timbal balik orang tua dan anak (Wajibat Nahwa Al-Ushul wa Alfuru)
2. Kewajiban suami istri (Wajibal Bainal Al-Azwaj)
3. Kewajiban terhadap karib kerabat (Wajibat Nahwa Al-Aqarib)

4. Akhlak Bermasyarakat (Al-Akhlaq Ijmitaiyyah)Terdiri dari:

1. Yang dilarang (Al-Mahihurat)


2. Yang diperintahkan (Al-Awamir Al-Adab)
3. Kaidah-kaidah Adab (Qawa’id Al-Adab)

4. Akhlak Bernegara (Akhlaq Ad-Daulah)Terdiri dari:

1. Hubungan antara pemimpin dan rakyat (Al-Akhlaq Baina Ar-Rais Wa As-Sya’b)


2. Hubungan luar negeri (Al-Alaqat Al-Kharijiyah)

5. Akhlak Beragama (Al-Akhlaq Ad-Diniyyah)


Kewajiban terhadap Allah SWT. (Wajibat Nahwa Allah)

Dari sistematika yang dibuat oleh Abdullah Draz di atas tampaklah bagi kita bahwa ruang lingkup
akhlak itu sangat luas, mencakup seluruh aspek kehidupan, baik secara vertikal maupun secara
horizontal, dengan Allah SWT. dan manusia dan mahluk lain.