Anda di halaman 1dari 3

Penulis Takeshi Takahashi, Nobuo Takeshima, Nicole L. Rogers, Michael E.

Roger, dan Mohammod Monirul Islam


Judul Passive and Active Exercises are Similarly Effective in Elderly Nursing
Home Residents
Nama Jurnal, Journal Physic Theraphy Science, Vol.27, No.9, Tahun 2015
Edisi, Tahun
Latar Belakang Jurnal ini menjelaskan bahwa pada lansia yang sehat dikaitkan dengan
fungsi fisik yang semakin parah yang diperburuk oleh perubahan-
perubahan dalam tubuh, komposisinya yaitu penurunan massa otot dan
meningkat. Gaya hidup berbasis panti jompo sering menetap dan telah
dilaporkan bahwa wanita tua yang lemah yang berada di nursing home
mengalami kerugian progresif. Dalam penelitian lain selama 2 dekade
terakhir jelas menunjukkan bahwa olahraga teratur, yaitu gerakan latihan
aktif, efektif untuk mempertahankan dan mempromosikan kesehatan,
kebugaran fisik dan kemandirian fungsional pada usia lanjut orang
dewasa, terutama dalam hal daya tahan, kekuatan otot, fleksibilitas dan
keseimbangan. Latihan gerak aktif dapat menjadi alternatif berolahraga
untuk orang tua yang tidak dapat melakukan latihan gerak aktif.
Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas latihan
gerak pasif dan gerak aktif. Latihan kebugaran fungsional di penghuni
panti jompo
Metodologi Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan leaflet dan mengajarkan
langsung kepada 23 lansia (22 wanita dan 1 pria) rata-rata umur 85,3
tahun dari panti jompo di Yok Kota Aichi, Prefektur Mie, Jepang.
Hasil Tidak ada perbedaan signifikan pada awal yang hadir antara kelompok
latihan gerak aktif dan kelompok latihan gerak pasif di salah satu variabel
tertentu. Setelah intervensi 12 minggu, tidak interaksi yang signifikan
(kelompok x waktu). Semua peserta menyelesaikan pelatihan, dan tidak
ada menderita cedera sebagai akibat dari program pelatihan. Tingkat
kepatuhan pada kelompok latihan gerak aktif dan pasif adalah 95,8% dan
93,1 masing-masing.
Pembahasan Dalam penelitian ini, latihan fisik pasif ditemukan memiliki efek yang
sama pada kebugaran fungsional, kecuali jangkauan fungsional, untuk
orang-orang yang sangat tua ini. Perubahan besar terkait dengan penuaan
adalah penurunan massa otot rangka progresif yang mungkin
menyebabkan penurunan kekuatan dan fungsionalitas. Lansia mengalami
hilangnya massa otot dan kekuatan yang terjadi seiring bertambahnya
usia. Temuan-temuan dari studi lain tentang masyarakat dan orang tua
yang tampaknya sehat, tetapi perbaikan dalam studi saat ini dicapai
dengan intensitas latihan yang jauh lebih rendah, terutama pada kelompok
latihan gerak pasif.
Implikasi dalam Aktifitas fisik dan atau latihan yang teratur direkomendasikan diperbaiki
Keperawatan untuk semua orang tua, tetapi banyak dari mereka yang tidak suka untuk
melakukan olahraga secara teratur. Karena itu, sangat penting untuk
mengembangkan menu latihan yang cocok untuk orang yang sangat btua
yang akan dapat mematuhi program dengan aman. Baru saja, latihan
getaran ditemukan dapat meningkatkan keseimbangan dan mengurangi
rasa jatuh pada orang dewasa yang lebih tua. Perhatian harus diberikan
untuk memastikan keamanan, dan intensitas yang lebih tinggi saat
merancang protocol latihan untuk orang dewasa yang lebih tua. Aspek
penting dalam kinerja latihan adalah untuk bersenang-senang, maka mode
pelatihan harus menyenangkan. Studi selanjutnya diperlukan untuk
mengidentifikasi efek samping dari pelatihan serta cara meningkatkan
untuk melakukan latihan pada orang tua yang lemah. Kesimpulannya,
latihan gerak aktif dan pasif sama efektif.
Aplikasi di Dapat diterapkan di Indonesia. Menurut Marlina (2011), pihak rumah
Indonesia sakit atau pengelola pelayanan kesehatan hendaknya perlu mengadakan
pelatihan tenaga keperawatan secara terencana dan berkesinambungan
terkait dengan latihan ROM, mewujudkan discharge planning program
pada pasien untuk menjamin latihan dirumah, serta mengadakan program
khusus memberikan bimbingan dan latihan untuk keluarga mengenai cara-
cara melakukan latihan ROM dirumah sebagai salah satu upaya
meningkatkan fungsi kemandirian pasien sehingga pasien dapat
melakukan aktivitas sehari-hari serta dapat memenuhi kebutuhan dasar.
DAFTAR PUSTAKA

Marlina. (2011). Pengaruh Latihan ROM terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien
Stroke Iskemik di RSUDZA Banda Aceh. Idea Nursing Journal. 3(1): 12-20.

Takahashi, Takeshi., N. Takeshima., N. L. Rogers., M. E. Rogers., M. N. Islam. 2015. Passive


and Active Exercises are Similarly Effective in Elderly Nursing Home Residents. Journal
of Physcis Theraphy Science. 27(9): 2895-2900.