Anda di halaman 1dari 28

GRABLOX

(Gravity Interpretation And Modeling Software Based On a 3D Block Model)

AND

BLOXER

(Interactive Visualization And Editing Software For 3D Block Model)

By :

Elpin Adibijaya, S.T

1
DAFTAR ISI
1. Reduksi Bidang Datar (menggunakan software “ MATLAB”) 3

2. Upward Continuation (menggunakan software “MAGPICK”) 6

3. Pemodelan 3D Gravity (menggunakan software “GRABLOX & SURFER”) 8

4. BLOXER 18

5. Cara membuat section (sayatan) 19

2
1. REDUKSI BIDANG DATAR

- Kelompok kan data X, Y, elevasi, dan ABL.

- Setelah dikelompokkan, copy ke notepad. Kemudian save dengan file name “data.txt”
dalam 1 folder dengan syntax matlab.

3
- Kemudian klik syntax matlab “redbidtar.m”. akan muncul seperti pada gambar di bawah ini.

- Setelah itu beri nama file output di bawah formula matlab.seperti gambar di bawah ini.

- Kemudain jalankan syntax matlab. Klik save and run seperti pada gambar di bawah ini.

4
Kemudian akan muncul perintah yang baru. Masukan nilai yang di inginkan, kemudian enter
- Interval stasiun : spasi pengukuran
- Kedalaman bidang equivalen : elevasi tertinggi
- Ketinggian bidang datar : try and error dari rumus
{(2,5 x bidang equivalen) < h – interval stasiun <( 6 x bidang equivalen) }
- Toleransi kesalahan : 0.1
- Iterasi maksimum : 10

- Setelah selesai data akan muncul di folder syntax dan data.txt yang kita buat tadi

- Data hasil reduksi bidang datar di file “hasil”

5
2. Upward Continuation (mengunakan software magpick)

- Buka software magpick


- Open data dengan format *.grd
- Klok file – open

- Buka data ABL dalam format *grd

- Setelah itu akan muncul peta seperti pada gambar di bawah ini

6
- Lakukan upward contiunuation dengan cara “ klik Operation – Upward Continuation
set Elevation sesuai range (misal 400 “dalam satuan meter”) – klik file with continued
field(untuk regional) dan file with original continued (untuk residual/lokal) – save –
OK

lakukan lagi untuk membuat dengan range yang di ingin kan (misal 1km, 2km, 5km,
dan seterusnya)

7
3. PEMODELAN 3D GRAVITY

- Open data dalam format *.grd dalam surfer


- Setelah data sudah dibuka, klik save data (seperti dalam gambar I.1)

Gambar 3.1

- Save data dalam format *.dat . kemudian buat file name (gambar I.2)

Gambar 3.2

8
- Klik grid info untuk melihat nilai koordinat max, min, dan spacing (gambar I.3)

Gambar 3.3

- Copy grid geometri Xmax, Xmin, Xspacing, Ymax, Ymin, Yspacing (gambar I.4)
yang masih satuannya dalam meter. Copy ke ms. Excel untuk konversi daris atuan
meter ke kilometer.(Gambar I.5)

Gambar 3.4

9
Gambar 3.5

- Open save data di ms.excel (file – open – pilih format All File – cari save data yang
sudah disimpan (dalam format *.dat) (gambar I.6)

Gambar 3.6
- Klik delimited (gambar I.7)
- Klik next >

Gambar 3.7

10
- pilih Tab dan Space (gambar I.8)
- klik Next >
- klik finish

Gambar 4.8
- setelah data terbuka, kolom A dan B adalah koordinat X dan Y yang masih dalam
satuan meter dan kolom c adalah nilai respon gravitasi. Koordinat X dan Y harus di
konversikan ke dalam satuan kilometer (gambar 3.9)

Gambar 4.9

- Kemudian lihat jumlah data pada data yang paling bawah (Gambar I.10)

Gambar 3.10

11
- Copy nilai X dan Y (dalam satuan KM) dan nilai respon gravitasi ke dalam
worksheet dalam surfer
- Di kolom A1 merupakan output data, kolom A3 merupakan total data seperti pada
gambar I.10.
- Kemudian save data dalam format *.dat (file name nya harus sama dengan yang
didalam worksheet)

Gambar 3.11
- Setelah itu buka software grablox
- Pertama membuka grablox klik “cancel”
- Kemudian ganti “shift only” ke “preserve” (seperti pada gambar I.12)
- Setiap input data Xposit dll harus klik update ( masukkan nilai X posit kemudian klik
update, terus lakukan seperti itu untuk input yg selanjutnya)
- X posit : Xmin
- Y posit : Ymin
- Z posit : datum
- X size : Xmax – Xmin
- Y size : Ymax – Ymin
- Z size : kedalaman yang di inginkan sesuai dengan luas daerah penelitian.
Ketika menentukan Z size, lihat bentuk balok di sebelah kanan bawah. Ganti besar
nilai Z atau kedalaman sampai sesuai dengan luas daerah penelitian (dalam satuan
kilometer.

12
- X divis : banyaknya blok X
- Y divis : banyaknya blok Y
- Z divis : banyaknya blok Z
- Bg density : densitas bouger
- Params : densitas background (densitas bumi, biasa 2,67)
- Klik reset parameter
- X step : X spacing
- Y step : Y spacing
- X start : X min
- Y start : Y min
- X ending : X max
- Y ending : Y max
- Z level : datum

Gambar 3.12
- Setelah selesai input, data save data dengan cara close (klik “X” pada kanan atas)
- Jika diminta untuk menyimpan data klik “yes”
- beri nama file, jika sudah tekan enter
- beri nama file yang sama, jika sudah tekan enter lagi
- buka software grablox lagi, open data yang telah di save sebelumnya.
- Klik file – read data – pilih data yang telah kita buat sebelumnya dalam format *.dat
(gambar I.11). jangan lupa ganti “shift only“ jadi “preserve”
- Setelah peta muncul di dalam software, kita tentukan nilai max dan min densitas
batuan 2.0 – 3.3. cara nya klik edit data – min/max value – input data densitas
(gambar I.13) – klik ok.
13
Gambar 3.13
- Ganti density menjadi base
- Ganti none menjadi all
Seperti pada gambar I.14

Gambar 3.14
- Jika sudah selsai semua klik compute (tunggu beberapa waktu)
- Jika selesai klik optimize berkali – kali hingga nilai RMS tidak berubah lagi (gambar
I.15)
- Jika selesai ganti “base” menjadi “density”. Klik optimize (tunggu beberapa waktu.
Jika software “not responding” itu berarti pengolahan sedang berjalan. Tunggu hingga
selesai) jangan khawatir jika lama
Untuk melihat hasilnya “klik contour”. Disana ada keterangan “measured :
merupakan data pengukuran lapangan”.
“difference : merupakan selisih perbandingan measured dan computed”.
“regional : merupakan data regional pengukuran”
“computed : merupakan hasil pengolahan”

- Jika selesai ganti “density” menjadi “occam d”. Klik optimize (tunggu beberapa
waktu. Jika software “not responding” itu berarti pengolahan sedang berjalan. Tunggu
hingga selesai)

14
“measured : merupakan data pengukuran lapangan”.
“difference : merupakan selisih perbandingan measured dan computed”.
“regional : merupakan data regional pengukuran”
“computed : merupakan hasil pengolahan”

- Jika selesai gantu “occam d” menjadi “height”. Klik optimize (tunggu beberapa
waktu. Jika software “not responding” itu berarti pengolahan sedang berjalan. Tunggu
hingga selesai) jangan khawatir jika lama.
“measured : merupakan data pengukuran lapangan”.
“difference : merupakan selisih perbandingan measured dan computed”.
“regional : merupakan data regional pengukuran”
“computed : merupakan hasil pengolahan”

Jika selsai ganti “height” menjadi “occam h”. Klik optimize (tunggu beberapa waktu.
Jika software “not responding” itu berarti pengolahan sedang berjalan. Tunggu hingga
selesai)
“measured : merupakan data pengukuran lapangan”.
“difference : merupakan selisih perbandingan measured dan computed”.
“regional : merupakan data regional pengukuran”
“computed : merupakan hasil pengolahan”

Gambar 3.15

15
Gambar 3.16 (view hasil dari klik contour)

Gambar 3.17 (view hasil dari klik layers)

Gambar 3.18 (view hasil dari klik section)

16
Gambar 3.19 (view hasil klik profile)
Profile merupakan result dari perhitungan komputasi dari software grablox.

- Jika sudah selesai save data dengan cara close dari software dan kemudian save
dengan memberi nama file yang baru.

17
4. BLOXER
Untuk melihat hasil pengolahan dari grablox. Kita menggunakan software bloxer
untuk gampang melihat hasil dan mengolah hasil blok model 3D (Interactive
visualization and editing software for 3-D block models).
- Open software bloxer
- Cari data hasil pengolahan grablox yang telah di simpan.

Gambar 4.1
- Untuk melihat view 3D yang full blok, klik tanda √ pada volumetric view
- Untuk mengganti sudut tampilan, klik “vert. Scale” , “horizontal” , “vertical” ,
“distance” dan lain2
- Jika ingin mengedit blok densitasnya, klik editing – pilih “edit single blok” – input
densitas yang di inginkan “ masukan nilai di “value” – klik edit params. Kemudian
klik blok yang akan di edit pada gambar. (klik kiri pada blok,jika sudah klik kanan.
Jika selesai klik kanan sekali lagi)

Gambar 4.2
18
5. CARA MEMBUAT SECTION (SAYATAN)

- Open ms excel – klik file – klik open – ganti format menjadi “all file” – open data hasil save
grablox *.blx (seperti pada gambar 1.1)

Gambar 5.1

- Cek box “delimited” – klik next


- Cek box “tab dan space” – klik next
- Klik finish

Gambar 5.2

19
Akan muncul data seperti pada gambar di bawah ini (gambar 5.3)

Gambar 5.3
- Pada kolom B, C, D, dan H delete saja.
- Ganti number format pada kolom densitas menjadi “general” (seperti pada gambar 1.4)

Gambar 5.4

- Pada kolom Z (kedalaman). Kalikan semua dengan -1 (karena kedalaman bawah permukaan).
20
Gambar 5.5
- Jika sudah, data Z (kedalaman yang kita gunakan adalah data yang tanda nya (-))
- Jika kita akan membuat sayatan serarah X ( Sayatan B – B’) atau searah Y (sayatan A – A’).
Maka kita harus tau bahwa sayatan A – A’ koordinat X yang tetap dan koordinat Y yang
berubah. Sebaliknya sayatan B – B’ koordinta Y yang tetap dan koordinta X yang berubah.
- Kemudian kita ketahui blok pada pemodelan grablox kita, blok X ada 10 blok dan blok Y ada
20 blok (tergantung dari berapa blok yang kita buat). Hitung saja jumlah blok-blok yang kita
buat/ yang kita ingin kan.

Gambar 5.6

- Jika kita ingin membuat sayatan searah Y (misal A – A’ seperti pada gambar). Kita sort
koordinat X.
- Klik sort & fillter – pilih smallest to largest – pilih “ expand the selection” – klik sort.

21
- Setelah data koordinat X telah di sort, koordinat X akan ada 10 macam kordinat. Karena
pada pemodelan grablox koordinat X terbagi 10 blok (seperti pada gambar 1.6)
- Jika kita ingin membuat sayatan (misal A – A’ seperti pada gambar 1.6), kita lihat sayatan
tersebut terletak pada blok X ke berapa (seperti pada gambar 1.6, koordinat X terletak pada
blok ke 6)

Gambar 5.7
- Kemudian kita cari data koordinat X yang ke 6. Ketika sudah ketemu koordinat X yang ke 6
blok semua ( X, Y, Z, Densitas) yang koordinat X ke 6 tersebut.

gambar 5.8
- Setelah itu copy ke sheet lain
- Jika kita ingin membuat sayatan searah X (misal B – B’ seperti pada gambar). Kita sort
koordinat Y.
- Klik sort & fillter – pilih smallest to largest – pilih “ expand the selection” – klik sort.
- Setelah data koordinat Y telah di sort, koordinat Y akan ada 20 macam kordinat. Karena pada
pemodelan grablox koordinat Y terbagi 20 blok (seperti pada gambar 1.6)
22
- Jika kita ingin membuat sayatan (misal B – B’ seperti pada gambar 1.6), kita lihat sayatan
tersebut terletak pada blok B ke berapa (seperti pada gambar 1.6, koordinat B terletak pada
blok ke 14)

Gambar 5.9
- Kemudian kita cari data koordinat Y yang ke 14. Ketika sudah ketemu koordinat Y yang ke 14
blok semua ( X, Y, Z, Densitas) yang koordinat Y ke 14 tersebut.

gambar 5.10
- Copy ke sheet lain
- Setelah data dicopy di sheet lain. Buka sheet yang telah ada data sayatan tersebut.

23
Gambar 5.11
- Setelah melakukan melakukan perintah pada gambar 1.11, data akan tersusun seperti
berikut.( gambar 1.12)

Gambar 5.12

- Setelah itu buka software surfer.

24
- Klik new worksheet
- Pada worksheet ada tabel A(x) , B(y), C(z)
A : koordinat X/Y
B : Z (kedalaman)
C : Densitas
Copy data ke dalam kolok A, B, dan C seperti perintah pada keterangan diatas.

Gambar 5.13
- Kemudian save data : file – save as . . . – save data dalam format *.dat (misal beri file name “
sayatan.dat)

Gambar 5.14

- Pilih data export option “space” (seperti pada gamba 1.15)

25
Gambar 5.15
- Setelah itu new plot – klik grid – klik data – cari data yang baru kita save *.dat (misal “
sayatan.dat) - ok

Gambar 5.16
- Klik new countur map – pilih data hasil gridding tadi – ok

Gambar 5.17

- Maka akan muncul hasil section / sayatan seperti pada gambar 1.18
26
Gambar 5.18

27
CONTOH HASIL PROFIL SAYATAN

28