Anda di halaman 1dari 12

DAFTAR ISI

1. SURAT KEPUTUSAN KEPALA DESA


2. NASKAH RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DESA
BAGIAN I : PENGANTAR
A. PENDAHULUAN
B. LANDASAN HUKUM
C. TUJUAN DAN MANFAAT
D. VISI DAN MISI

BAGIAN II : KEBIJAKAN KEUANGAN DESA TAHUN 2015


A. PENDAPATAN DESA
B. BELANJA DESA
C. PEMBIAYAAN

BAGAN III : RUMUSAN PRIORITAS MASALAH


A. BERDASARKAN EVALUASI PEMBANGUNAN TAHUN SEBELUMNYA
B. BERDASARKAN RPJMDes
C. BERDASARKAN PRIORITAS KEBIJAKAN DESA
D. BERDASARKAN ANALISA KEADAAN DARURAT

BAGAN IV : KEBIJAKAN DAN PROGRAN PEMBANGUNAN DESA


A. PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN SKALA DESA
B. PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN SKALA
KECAMATAN/KABUPATEN
C. PAGU ANGARAN SEMENTARA

BAGIAN V : PENUTUP

RENCANA PEMBANGUNAN DESA (RKP-Des) Tahun 2017


PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL
KECAMATAN KARANGDAWA
KANTOR KEPALA DESA KARANGDAWA
33.28.01.20.07 Jl. Raya Barat Karangdawa. Kec Karangdawa Kab Tegal

KEPUTUSAN KEPALA DESA KARANGDAWA


KECAMATAN KARANGDAWA KABUPATEN TEGAL
NOMOR : 04 TAHUN 2016

TENTANG

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DESA (RKPDes)


DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA DESA KARANGDAWA

Menimbang : a. Bahwa Pemerintah Desa wajib menyusun dokumen perencanaan


Pembangunan Desa berupa rencana Pembangunan Desa (RKPDes) yang
merupakan penjabaran rencana pembangunan jangka menengah Desa
(RPJMDes);
b. Bahwa RKP-Desa dilakukan melalui forum musyawarah perencanaan
Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) setiap tahun berdasarkan RPJM-
Desa dan dikukuhkan secara resmi dengan Keputusan Kepala Desa;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan
huruf b, perlu menetapkan Keputusan Kepala Desa tentang RKP-Desa.

Mengingat 1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa;

2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007, tentang Pedoman


Penataan Lembaga Kemasyarakatan;
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2007 tentang Kader
Pernberdayaan Masyarakat;
4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pedoman
Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan
5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan
Pembangunan Desa
6. Peraturan Menteri Dalam. Negeri Nomor 67 Tahun 2007 tentang Pendataan
Program Pembangunan Desa/Kelurahan
7. Peraturan Desa Nomor 02 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Desa (RPJMDes)

MEMUTUSKAN

Menetapkan :

Pertama : Melaksanakan musyawarah perencanaan Pembangunan Desa dalam


menyususn RPJMDesa dan melaporkan kepada Bupati melalui Camat.

Kedua : RPJMDesa berdasarkan RPJMDes 5 (lima) tahunan melalui forum


Musrenbang-Desa
Ketiga : Berita Acara RPJMDesa ditandatangani oleh Pemerintahan Desa dan
LPM/LKMD atau dengan sebutan lain sebagai koordinator penyusun
RPJMDesa

Keempat : RPJMDesa merupakan bahan baku rencana kegiatan pembangunan di Desa


untuk/wajib diusulkan ke RPJM Daerah

Kelima : Keputusan im mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Karangdawa

Pada tanggal : September 2016

KEPALA DESA KARANGDAWA

EDI ISWANTO
NASKAH RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DESA (RKPDes)

Lampiran : SURAT KEPUTUSAN KEPALA DESA


NOMOR : 04 / DS/IX/2015
Tentang : RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DESA (RKPDes) TAHUN 2017

BAGIAN I
PENGANTAR

A. PENDAHULUAN
Bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
yang merupakan Pengganti Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, Desa atau yang
disebut nama lain yang selanjutnya disebut Desa adalah Kesatuan masyarakat hukum
yang memiliki batas-batas wilayah yuridis, berwenang untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat sitiadat setempat yang
diakui dan atau dibentuk dalam sistem pemerintahan Nasional dan berada di Kabupaten /
Kota, sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945, landasan pemikiran dalam pengaturan mengenai desa adalah
keanekaragaman, partisipasi, otonomi asli, demokratisasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Berdasarkan pla pemikiran yang di maksud, dimana bahwa desa berwenang mengurus
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul adat istiadat setempat yang
diakui dan atau dibentuk dalam sistim pemerintahan Nasional dan berada di
Kabupaten/kota, maka sebuah desa diharuskan mempunyai perencanaan yang matang
berlandaskan partisipasi dan transparasi serta demokrasi yang berkembang didesa.
Sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 pasal 63
dan pasal 64, serta sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Tegal Nomor 3 tahun 2007
tentang Sumber Pendapatan Desa, maka desa diwajibkan menyusun dokumen Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) untuk jangka waktu 5 Tahun dan
dokumen Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) sebagai satu kesatuan sistem
perencanaan pembangunan daerah/kabupaten secara partisipasif dan transparatif.
RKP Desa adalah Rencana Kerja Pembangunan Desa yang dibuat untuk jangka waktu 1
tahun yang berdasarkan penjabaran dari RPJMDes, hasil evaluasi pelaksanaan
pembangunan tahun sebelumnya, prioritas kebijakan desa dan atau hal-hal yang karena
keadaan darurat/bencana alam. Sebagai rencana strategis pembangunan tahunan desa,
RKP Desa merupakan dokumen perencanaan pembangunan yang bersifat reguler yang
pelaksanaanya dilakukan oleh LPMD sebagai lembaga yang bertanggung jawab di desa.
RKP Desa merupakan satu-satunya pedoman atau acuan pelaksanaan pembangunan bagi
pemerintah desa jangka waktu satu tahun yang selanjutnya dimasukan dalam APB Desa
tahun anggaran bersangkutan

B. LANDASAN HUKUM
a. Undang-undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional
b. Undang-undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintaha n Desa
c. Undang-undang No. 72 Tahun 2005 tentang Desa
d. Permendagri No. 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa
e. Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2007 tentang Pendataan Program
Pembangunan Desa/Kelurahan
f. Peraturan Desa Nomor 03/07/XI/2014 tentang RPJMDes Tahun 2015

C. TUJUAN DAN MANFAAT


1. TUJUAN
Tujuan penyusunan dokumen RKP Des secara partisipasif adalah sebagai berikut :
a. Agar desa memiliki dokumen Perencanaan Pembangunan tahunan berkekuatan
hukum tetap.
b. Sebagaidasar/pedoman kegiatan atau pelaksanaan pembangunan di desa
c. Sebagai dasar penyusunan Peraturan Desa tentang Rencana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

2. MANFAAT
a. Lebih menjamin kesinambungan pembangunan di tingkat desa
b. Sebagai pedoman dan acuan pembangunan desa
c. Memberi arahan kegiatan pembangunan tahunan di desa
d. Menampung aspirasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dipadukan
dengan program pembangunan supra desa
e. Dapat mendorong partisipasi dan swadaya dari masyarakat

D. VISI DAN MISI


Sebagai dokumen yang menjabarkan dari dokumen RPJMDes, maka rencana program dan
kegiatan pembangunan yang akan dilakukan oleh desa secara bertahap dan
berkesinambungan harus dapat menghantarkan tercapainya Visi dan Misi Desa.
Visi dan Misi Desa Karangdawa disamping merupakan Visi-Misi Calon Kepala Desa
Terpilih, juga diintegrasikan dengan keinginan bersama masyarakat desa dimana proses
penyusunannya dilakukan secara partisipasif mulai dari tingkat Dusun, Rt, RW, sampai
tingkat desa. Adapun Visi dan Misi Desa Karangdawa Kecamatan Margasari Kabupaten
Tegal adalah :

VISI

MEWUJUDKAN DESA KARANGDAWA MENJADI DESA MANDIRI, CERDAS, DEMOKRATIS,


ADIL DAN MAKMUR, SERTA BERAKHLAKUL KARIMAH BERLANDASKAN KETAQWAAN
KEPADA TUHAN YAN MAHA ESA.

MISI

3.2.1. memberdayakan masyarakat desa karangadwa untuk meningkatkan keimanan dan


ketaqwaan kepada TUhan Yang Maha Esa.

3.2.2. meningkatkan masyarakat dalam kemampuan manajemen dalam kegiatan


ekonomi, pertanian, keterampilan dan perindustrian

3.2.3. Menjaga dan mendayagunakan kelestarian SDA yang ada secara maksimal dan
terencana

3.2.4. Meningkatkan pelayanan publik secara profesional yang bersih jauh dari KKN.

3.2.5. Memfungsikan semua lembaga desa yang ada baik RT/RT, BPD, LKMD, dan
lembaga desa lainnya.
BAGIAN II
KEBIJAKSANAAN KEUANGAN DESA TAHUN 2016

Keuangan desa adalah semua hak dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan
pemerintahan desa yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk
kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban desa tersebut. Pengelolaan keuangan
desa merupakan keseluruhan kegiatan meliputi perencanaan, penganggaran, penatausahaan,
pelaporan pertanggungjawaban dan pengawasan keuangan desa. Agar pengelolaan keuangan
desa lebih mencerminkan keberpihakan kepada kebutuhan masyarakat sesuai peraturan
perundang-undangan, maka harus dikelola secara tranparan, akuntabel, dan partisipasif serta
dengan tertib dan disiplin anggaran.
Agar kebijakan pengelolaan keuangan desa sesuai amanah peraturan perundang-
undangan yang berlaku, salah satu diantaranya peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 37 Tahun
2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Desa, dan mencerminkan keberpihakan terhadap
kebutuhan riil masyarakat, setiap tahunnya pemerintahan desa bersama dengan Badan
Permusyawaratan Desa menetapkan Peraturan Desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
Desa (APBDes) secara partisipasif dan transparan yang proses penyusunanya dimulai dengan
lokakarya desa, konsultasi public dan rapat umum BPD untuk penetapanya. APB Desa
didalamnya memuat Pendapatan, Belanja dan Biaya yang pengelolaanya dimulai tanggal 1
Januari sampai dengan 31 Desember. Kebijakan pengelolaan keuangan desa untuk tahun
anggaran 2015 merupakan system pengelolaan keuangan yang baru bagi desa. Sehingga masih
harus banyak dilakukan penyesuaian-penyesuaian secara menyeluruh pada tehnis implementasi.

A. PENDAPATAN DESA
Pendapatan desa sebagaimana meliputi sebua penerimaan uang melalui rekening
desa yang merupakan hak desa dalam satu tahun anggaran yang tidak perlu dibayar kembali
oleh desa. Perkiraan pendapatan desa disusun berdasarkan asumsi realisasi pendapatan
desa tahun sebelumnya dengan perkiraan peningkatan berdasarkan potensi yang menjadi
sumber pendapatan asli desa, Bagian Dana Perimbangan, Bantuan Keuangan dari
pemerintah Propinsi dan pemerintah Kabupaten, Hibah dan Sumbangan dari pihak Ketiga.
Adapun asumsi Pendapatan Desa Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp. 1.677.717.514,- ( Satu
Milyar enam ratustujuh puluh tujuh juta, tujuh ratus tujuh belas ribu ,lima ratus empat belas
rupiah ) berasal dari :

NO URAIAN JUMLAH
1 a. Pendapatan Asli Desa (PAD) Sewa Ruko Rp. 9.000.000,-

b. Bagi hasil pajak Kabupaten/Kota Rp. 28.753.900,-


c. Alokasi Dana Desa (ADD) Rp. 498.845.832,-
d. Banprov Rp. 35.000.000,-
e. Dana Desa (DD) Rp. 1.016.117.782,-
f. Bantuan Kabupaten (PDPM) 90.000.000,-

JUMLAH Rp. 1.677.717,514,-


B. BELANJA DESA
Blanja desa sebagaimana dimaksud meliputi semua pengeluaran dari rekening desa yang
merupakan kewajiban desa dalam 1 (Satu) tahun anggaran yang tidak akan diperolaeh
pembayaranya kembali oleh desa. Belanja sesuai dengan Permendagri Nomor : 37 Tahun
2007 terdiri dari belanja langsung dan belanja tidak langsung.

NO URAIAN JUMLAH
1. Bidang Pemerintahan Desa Rp. 468.941.152,-
2. Bidang Pembangunan Desa Rp. 1.144.018.125,-
3. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa Rp. 82.335.170,-
4. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Rp. 26.632.832,-
5. Bidang Tak Terduga Rp. -
6. Pembiayaan Rp. 44.209.765,-
JUMLAH Rp. 1.766.137.044,-

C. PEMBIAYAAN
Pembiayaan desa sebagaimana yang dimaksud meliputi semua penerimaan yang dibayar
kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang
bersangkutan maupun pada tahun anggaran berikutnya.
BAGIAN III
RUMUSAN PRIORITAS MASALAH

Rumusan permasalahan yang besar ditingkat desa, bukan semata-mata disebabkan ole internal
desa, melainkan juga disebabkan permasalahan makro baik ditingka kecamatan, Kabupaten,
Provinsi maupun Pemerintah. Permasalahan yang terjadi akan semakin besar semakin tidak
pernah dilakukan identifikasi permasalahan sesuai sumber penyebab masalah besar tingkat
signifikasinya secara partisipasif.

Dalam menyusun RKP Desa tahun 2016 berdasarkan 4 analisis sebagai berikut :

A. BERDASARKAN EVALUASI PEMBANGUNAN TAHUN SEBELUMNYA.


Evaluasi hasil pembangunan tahun sebelumnya dilakukan melalui analisis terhadap
kesesuaian antara program dan kegiatan yang terdapat dalam RKP Desa dan APB Desa
tahun 2016 dengan implementasi pelaksanaan pembangunan tahun 2016. Dari hasil
analisis tersebut diperileh beberapa catatan masalah sebagai berikut :
1. Kegiatan yang dibiayai oleh APB Desa
A. Keberhasilan
1. Pembangunan Fisik.
a. Drenase RW 10 , R 01 RW 10 , RT 05 RW 06
b. Pengaspalan JL.Anggrek 1
c. Rabat Beton RW 08 Dan RW 09
d. Pavingisasi RT 05 RW 01 , RW 01 , RW 06 , RT 01 RW 05 , RT 01 RW 09
e. Talud RT 03 RW 02 ,
f. Jamban Umum
B. Kendala dan permasalahan
Beberapa kegiatan belum terselesaikan karena anggaran dari swadaya
masyarakat kurang maksimal dan cuaca yang tidak menentu.

B. BERDASARKA RPJMDes
Berdasarkan peraturan Desa Karangdawa Nomor : 02 Tahun 2016 tentang RPJM Desa
Desa Karangdawa pada tahun 2017 prioritas masalah yang harus diselesaikan meliputi
permasalahan sebagai berikut adalah :
1. Masalah pembangunan ( 18 kegiatan )
2. Masalah Penyelenaraan Pemerintahan Desa ( 12 kegiatan )
3. Masalah Pembinaan Kemasyarakatan ( 9 kegiatan )
4. Masalah Pemberdayaan Kemasyarakatan ( 2 kegiatan )

C. BERDASARKAN PRIORITAS KEBIJAKAN SUPRA DESA


RKP Desa sebagai satu kesatuan mekanisme perencanaan daerah dalam proses
penyusunannya harus juga memperhatikan prioritas kebijakan pembangunan daerah.
Mulai dari evasluasiRenja Kecamatan dan ataupun hasil evaluasi pelaksanaan RKP Daerah
tahun sebelumnya serta prioritas kebijakan daerah tahun berikutnya.Masukan ini mutlak
diperlukan agar RKP Desa benar-benar mendorong terwujudnya visi misi daerah secara
menyeluruh.
Berdasarkan analisa kebijakan supra desa, maka pembangunan pada tahun 2017
diprioritaskan pada kegiatan-kegiatan yang secara efektif mampu mengurangi tingkat
kemiskinan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melaui optimalisasi
pengembangan sector ekonomi rakyat.

C. BERDASARKAN ANALISA KEADAAN DARURAT


Berdasarkan keadaan darurat dilakukan untuk mengatisipasi bebagai permasalahan
yang muncul secara tiba – tiba, baik disebabkan oeh bencana alam dan ataupun sebab
lain yang apabila tidak segera diatasi akan semakin menimbulkan masalah bagi
masyarakat.Dari analisa keadaan darurat tidak ditemukan kegiatan yang harus
dilaksanakan pada tahun 2017
BAGIAN IV
KEBIJAKAN DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DESA

Prioritas kebijakan program pembangunan Desa Karangdawa yang tersusun dalam RKP Desa
Tahun 2017 Sepenuhnya didasarkan pada berbagai permasalahan sebagaimana tersebut dalam
rumusan masalah diatas.Sehingga diharapkan prioritas program pembangunan yang akan
dilaksanakan pada tahun 2017 nantinya benar-benar bejalan efektif untuk menanggulangi
permasalahan dimasyarakat,terutama upaya meningkatkan keberpihakan pembangunan
terhadap kebutuhan hak-hak dasar masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, pendapatan ,dll.
Dengan demikian arah dan kebijakan pembangunan desa secara langsung dapat berperan aktif
menanggulangi kemiskinan pada level desa .Rumusan prioritas kebijakan program pembangunan
desa Karangdawa secara detail dikelompokan, sebagai berikut :

A. PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN SKALA DESA


Prioritas program pembangunan skala desa merupakan pembangunan yang sepenuhnya
mampu dilaksanakan oleh desa. Kemampuan tersebut dapat diukur dari ketersediaan
anggaran desa, kewenagan desa dan secara teknis dilapangan desa mempunyai sumber
daya.
Adapaun program dan kegiatan pembangunan tersebut meliputi:

NO BIDANG DAN KEGIATAN TUJUAN LOKASI KET


RT02 RW04
,RT 0 4/03 , RT
1 Drainase Mencegah banjir 03 RW 05
,RT04 RW06
atas bawah ,
Meningkatkan akses
2 Rabat beton RT 02 RW 08
perekonomian
RT 05 RW 02,
RT 05 RW 10 ,
Meningkatkan akses
3 Pengaspalan jalan JL.Dukuh Apu ,
perekonomian
JL.Wijaya
kusuma
RT. 03 RW 10 ,
4 Pavingisasi Penataan lingkungan RT 06 RW 10 ,
RT 01 RW 09 ,
Meningkatkan Akses
5 Pembangunan Jembatan DK.Limbangan
perekonomian
Memenuhi kebutuhan Kedawung
6 Pembangunan Jamban Sehat
warga miskin Karangasem
Penataan Tempat
Kedawung
7 RTLH miskinTinggal layak
Karangasem
bagi warg
Terpenuhinya kantor Kantor Balai
8 Rehab Gedung Balai Desa
Balai Desa Desa
9 Talud Mencegah longsor RW 10
B. PAGU ANGGARAN SEMENTARA
Perkiraan anggaran yang dipergunakan untuk membiayai program dan kegiatan
pembangunan skala desa adalah perkiraan pendapatan yang bersumber dari Pendapatan Asli
Desa dan ADD tahun 2016.
Untuk desa Karangdawa belanja pembangunan dibiayai melalui sumber pendapatan desa
yang berasal dari :
1. Swadaya Masyarakat.
2. Bagian 70 % dari ADD
Sesuai dengan kesepakatan musrenbang RKP desa tahun 2016 maka pagu anggaran
adalah sebagai berikut :
a. Bidang pembangunan fisik sebesar 82% dari total belanja pembangunan
b. Bidang pengembangan ekonomi sebesar 16% dari total belanja pembangunan
c. Bidang prasarana pelayanan ekonomi sebesar Rp. 2% dari total belanja pembangunan

Dengan komposisi perkiraan angaran tersebut diharapkan visi-misi desa terutama bagaimana
mempercepat upaya penanggulagan kemiskinan melalui pemenuhan hak-hak dasar
masyarakat dapat segera terwujud. Secara lebih rinci perkiraan anggaran belanja dalam RKP
Desa tahun 2016 tercantum dalam lampiran II peraturan Kepala Desa ini.
BAGIAN V
PENUTUP

Keberhasilan pelaksanaan pembangunan di tingkat Desa pada dasarnya ditentukan oleh sejauh
mana komitmen dan konsistensipemerintah dan masyarakat desa saling bekerjasama
membangu desa. Keberhasilan pembangunan yang dilakukan secara partisipasif mulai dari
perencanaan, pelaksanaan sampai pada monitoring evaluasi akan lebih menjamin
keberlangsugan pembanguna di desa.sebaliknya permasalahan dan ketidakpercayaan satu sama
lain akan muncul manakala seluruh komunikasi dan ruang informasi bagi masyarakat tidak
memadai.

Diharapkan proses penyusunan RKP Desa yang benar-benar partisipasif dan berorientasi pada
kebutuhan riil masyarakat akan mendorong percepatan pembanguan skala desa menuju
kemandirian desa. Selain itu dengan akurasi kegiatan yang dapat dengan mudah diakses
masyarakat desa maka diharapkan dalam proses penyusunan APB Desa seluruhnya bisa
teranggarkan secara proposional.

Ditetapkan di : Karangdawa
Pada Tanggal : 13 Oktober 2016

Kepala Desa Karangdawa

EDI ISWANTO