Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL BOOK RIVIEW

Bimbingan Konseling Belajar

OLEH :

NAMA : Jeflin Lukas Panggabean


NIM : 1183151044
KELAS : BK REGULER B’18
DOSEN PENGAMPU : Mirza Irawan, SPd, M.Pd,Kons

PENDIDIKAN PSIKOLOGI DAN BIMBINGAN


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN.
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur tak lupa kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dan diberikan
kesempatan dan kelancaran dan dibukakan pikiran dalam proses pembuatan CRITICAL
BOOK RIVIEW ini. .

Dalam makalah kali ini saya akan membahas dan mencoba menjelaskan BK Belajar
Dimana cbr ini, disusun demi proses kelancaran pembelajaran mata kuliah yang
bersangkutan.

Critical Book Review ini telah disusun dengan baik dan semaksimal mungkin, untuk
itu jika ada kesalahan dalam penulisan cbr ini saya ucapkan mohon maaf kepada sipembaca.
Sekian dan terimakasih .

Medan, April 2019

Jeflin Lukas Panggabean


1183151044
PENDAHULUAN

Kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah tidak terlepas dari pelaksanaan program
bimbingan dan konseling, serta pelaksanaan layanan-layanan bimbingan dan konseling itu
sendiri. Adapun layanan-layanan BK selalu tercantum dalam serangkaian program BK yang
dilaksanakan. Sebelum kita membahas secara terperinci tentang layanan-layanan bimbingan
dan konseling, terlebih dahulu kita akan mengenali program bimbingan dan konseling.

Program bimbingan dan konseling merupakan unsur utama dan pertama yang harus
disusun oleh guru BK sebelum memberikan layanan-layanan (treatment) BK kepada peserta
didik. Program BK ini disusun di awal tahun pelajaran baru atau bisa di awal semester.
Program bimbingan dan konseling di susun berdasarkan analisis kebutuhan perkembangan
peserta didik (yang di asuh/bimbingan guru BK bersangkutan). Pada bimbingan dan
konseling belajar, program bimbingan dan konseling yang dimaksud ditujukan untuk
membantu mendukung perkembangan belajar peserta didik dengan lebih optimal/baik.

TUJUAN

Secara umum tujuan kajian materi ini adalah agar mahasiswa memahami penerapan
program bimbingan dan konseling disekolah.

Secara khusus, tujuan kajian mater ini adalah agar mahasiswa:

1. Mengetahui pengertian program bimbingan dan konseling

2. Mengetahui waktu: penyusunan, pelaksanaan dan evaluasi program bimbingan dan


konseling

3. Mengetahui sasaran pelaksanaan program bimbingan dan konseling

4. Mengetahui langkah-langkah penyusunan program bimbingan dan konseling

5. Mengetahui contoh program bimbingan dan konseling


MATERI

1. Pengertian Program Bimbingan dan Konseling

Program merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari menyusun program,
melaksanakan program, hingga mengevaluasi program tersebut. Pada umumnya pembuat
program sering disebut programer. Dalam kegiatan bimbingan dan konseling, sering disebt
program bimbingan dan konseling yang artinya suatu rangkaian kegiatan bimbingan dan
konseling dalam kurun waktu tertentu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi
program. Sebagaimana peraturan menteri pendidikan nasional (permen) republik indonesia
nomor 27 tahun 2008, bahwa guru bimbingan dan konseling dituntut memiliki kemampuan
mengelola program bimbingan dan konseling, yang meliputi:

a. merencanakan program bimbingan dan konseling

b. melaksanakan program bimbingan dan konseling

c. mengevaluasi program bimbingan dan konseling

Dalam kegiatan bimbingan dan konseling belajar program bimbingan dan konseling dikelola
untuk memenuhi tugas perkembangan belajar para peserta didik.

2. Waktu: Penyusunan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling.


Sebagaimana yang telah disebutkan bahwa program bimbingan dan konseling merupakan
serangkaian kegiatan bimbingan dan konseling dalam kurun waktu tertentu. Dimana
mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program tersebut. Kata “dalam
kurun waktu tertentu” mencakup sebuah rentang waktu tertentu yang ditentukan oleh si
pembuat program (programer atau dalam hal ini guru BK yang membuat program).
Sebagaimana, sejauh ini pun tidak ada ahli yang mengatakan secara seklek waktu khusus
untuk merumuskan sebuah program bimbingan dan konseling. Akan tetapi, sebagaimana
peraturan materi dan tinjauan beberapa teori bahwa dapat dikatakan jika program bimbingan
dan konseling merupakan dasar dari pelaksanaan layanan-layanan bimbingan dan konseling,
maka sangatlah wajar dan penting bila perumusan, pelaksanaa, dan evaluasi program BK
untuk 1 tahun pelajaran : Demikian halnya, bila program bimbingan dan konseling akan
direncanakan untuk satu semester, atau beberapa minggu saja. Dalam hal ini, guru bimbingan
dan konseling memiliki wewenang untuk menyusun sebuah program bimbingan dan
konseling kepada para peserta didiknya, tentunya berdasarkan pertimbangan pendidikan atau
demi berkembangannya diri peserta didik yang lebih sehat dan optimal.

3. Sasaran Pengelolaan Program Bimbingan dan Konseling Sudah barang tentu proram
bimbingan dan konseling disusun oleh guru bimbingan dan konseling yang ditujukan oleh
para peserta didiknya, maka sasaran pengelolaan program BK adalah para peserta didik.
Sebagaimana yang telah diatur dalam permendiknas bahwa tiap 1 orang guru bimbingan dan
konseling memiliki wewenang membimbing maksimal 150 orang siswa. Maka, guru
bimbingan dan konseling haruslah membuat program bimbingan dan konseling bagi para
siswa bimbingannya tersebut. Bila pembuatan program BK dilakukan secara klasikal, dan
150 siswa itu terdiri dari 4 kelas, dan masing-masing kelas memiliki kebutuhan
perkembangan yang berbeda-beda, maka guru BK harus membuat program BK empat macam
sesuai kebutuhan siswa di masing-masing kelas tersebut. Namun, bila memungkinkan
kebutuhan perkembangan antar kelas satu dengan kelas yang lainnya sama, bisa diberlakukan
program BK yang sama pula pada kelas yang memiliki kebutuhan perkembangan yang sama
tersebut. Maka, guru BK dapat membuat empat program BK (program BK dengan tujuan
berbeda-beda) yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa dikelas
tersebut.

4. Langkah-langkah Menyusun Program Bimbingan dan Konseling . Rochman Natawijaya


(2009: 12) mengatakan syarat utama sebuah program bimbingan dan konseling ialah:

a. Berorientasi perkembangan siswa, artinya mendukung perkembangan siswa yang lebih


baik dengan menyesuaikan tugas-tugas atau masa perkembangan siswa bersangkutan.

b. Merupakan program secara keseluruhan, artinya program disusun bagi seluruh siswa (yang
bermasalah atau tidak bermasalah), dengan keterbukaan diri konselor untuk bekerjasama
dengan pihak-pihak lain (seperti konselor lain, gru, kepala sekolah atau lainnya) dengan
tujuan mendukung perkembangan siswa yang lebih baik.

c. Berbasis pendidikan-bukan berbasis lembaga, artinya atas dasar kepentingan atau tujuan
lembaga semata.

d. Mulai pada hari pertema dan berakhir pada hari terakhir dari sekolah, artinya siswa
memanfaatkan program bimbingan dan konseling sejak awal masuk sekolah sampai siswa
tersebut keluar atau lulus dari sekolah tersebut.

e. Terfokus pada program-bukan pada posisi, artinya terfokus pada tujuan, misi, isi program
bimbingan dan konseling tersebut. Uman suherman (2010:59) mengatakan ada beberapa
tahapan yang hars di lakkan dalam penysnan program bimbingan dan konseling yang
komprehensif, diantaranya:

a. Mengkaji kebijakan dan produk hkm yang relevan. Dalam penysnan program, guru BK
perlu mengkaji peraturan penysnan brogram BK yang sdah di tetapkan oleh departeman
pendidikan nasional.
b. Menganalisis harapan dan kondisi sekolah. Artinya meninjau tujan, visi, dan misi sekolah.
Termaksuk keadaan sekolah seperti sarana dan prasarana.

c. Menganalisis karakteristik dan kebthan siswa. Tujuan bimbingan dan konseling di sekolah
adalah untuk membantu siswa berkembang dengan baik dalam menjadi peribadi yang
mandiri. Oleh karenanya, segala hal yang menggagu perkembangan siswa perlu di sesuaikan
melalui bantuan bimbingan dan konseling. Sunaryo kertadinata telah merumuskan tugas-
tugas perkembangan mansia sejak usia taman kanak-kanak hingga usia mahasiswa.
Perkembangan beberapa instrumen yang dapat digunakan untuk menganalisis kebutuhan
siswa seperti: inventori tugas perkembangan (ITP), alat ngkap masalah (AUM), pedoman
wawancara/observasi, angket, psikotes (bisa membantu/mendukung data),hasil belajar dan
angket lainnya.

d. Menganalisis program, pelaksaan, hasil, dukungan serta faktor –faktor yang menghambat
program sebelmnya; Perlu meninjau program BK sebelumnya, tentang pelaksanaan, hasil,
dukngan yang di proleh, serta penghambatnya. Guru bimbingan dan konseling bisa belajar
dari program BK sebelumnya ini.

e. Mermskan tujuan program baik umm mapun khsus. Guru bimbingan dan konseling perl
merumuskan tujuan umum dan khusus dari program yang ia susun. Tujuan ini berdasarkan
kebutuhan perkembangan siswa yang ingin ia (guru bimbingan dan konseling di
kembangkan).

f. Merumskan alternatif komponen dari segi kegiatan. Artinya memilih layanan-layanan apa
saja yang akan di gunakan dalam program BK yang di susun. Guru BK bisa merencanakan
program BK yang di susun. Gur BK bisa merencanakan beberapa layanan dengan utuh
seperti; layanan informasi,layanan orientasi,layanan pengrusan konten, layanan bimbingan
kelompok. Sedangkan layanan yang tidak bisa di rencanakan dengan utuh (mungkin hanya
bisa merencanakan waktu, atau tema saja) ialah layanan konseling, mediasi,kunjungan rumah
dan sejenisnya. Setiap penyusunan program yang konperhensif tiap layanan harus ada
porsinya.

g. Menerapkan langkah-langkah kegiatan pelaksanaan program, dan guru BK harus tahu


tentang gambaran plaksanaan program dari awal hingga akhir tahn pelajaran

h. Merumuskan rancangan tentang evaluasi pelaksanaan dan keberhasilan program. Program


BK yang sudah di laksanakan hars di evalasi, evaluasi ini ada dua jenis yaitu evaluasi proses
dan evaluasi hasil. Hasil evaluasi perl di tindaklanjuti, artinya guru BK bisa belajar dari
evalasi program BK yang dilaksanakan. Dalam penyusunan program BK disekolah, guru BK
perlulah meninjau kebutuhan perkembangan program bimbingan dan konseling belajar.
Sebagaimana makna bimbingan dan konseling belajar (baca bagian 3), maka program
bimbingan dan konseling belajar adalah suatu program bimbingan dan konseling yang
diperuntukkan untuk membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan belajar siswa
serta membantu mengatasi masalah-masalah belajar (akademik) nya. Contoh perkembangan
program BK belajar misalnya, seorang guru BK menemukan kelas bimbingannya banyak
terdapat siswa yang malas belajar, maka ia perlu menyusun program bimbingan dan
konseling untuk mengembangkan motivasi belajar siswa-siswanya. Dalam hal ini, disebut
program bimbingan dan konseling belajar. Setelah program sudah jadi, maka tinggal langkah
selanjutnya yaitu pelaksanaan program yang dilaksanakan sesuai waktu yang telah
ditentukan. Setelah selesai pelaksanaan program yakni dengan terlaksananya segala layanan
yang telah direncanakan, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh guru BK ialah
melakukan evaluasi atau penilaian program BK tersebut.

5. Komponen-komponen dalam Program Bimbingan dan Konseling. Komponen merupakan


isi kegiatan yang terdapat dalam program bimbingan dan konseling. Syamsu Yusuf (2008)
menyebutkan komponen-komponen yang terdapat dalam program bimbingan dan konseling
yang komprehensif ialah:

a. Layanan dasar atau kurikulum bimbingan

b. Layanan responsif

c. Layanan perencanaan individu

d. Dukungan sistem

Maka, program BK yang disusun haruslah segala kegiatan yang terdapat dalam keempat
layanan atau kegiatan tersebut. Berikut sekilas penjelasan masing-masing layanan dalam
komponen program BK:

a. Layanan dasar, atau sering disebut juga dengan kurikulum bimbingan adalah suatu layanan
bimbingan. Dalam hal ini, maka bisa untuk siswa yang memiliki masalah tertentu atau siswa
yang tidak memiliki masalah. Umumnya, layanan dasar ini ditujukan untuk fungsi
pencegahan, pemahaman, pemeliharaan, dan pengembangan. Meski demikian, tampaknya
memungkinkan pula fungsi kuratif dilakukan dalam layanan dasar. Beberapa strategi layanan
dasar diantaranya ; layanan informasi, layanan orientasi, bimbingan kelompok, bimbingan
klasikal.

b. Layanan respontif merupakan layanan bantuan yang perlu segera dilakukan oleh guru BK
untuk membantu mengatasi masalah perkembangan siswanya. Fungsi bimbingan yang
banyak dipakai dalam layanan respontif ialah kuratif atau penyembuhan. Strategi layanan
respontif diantaranya; layanan konseling (individu/kelompok), bimbingan teman sebaya,
kunjungan rumah, konferensi kasus, referal.

c. Layanan perencanaan individu merupakan layanan yang diberikan oleh guru BK untuk
membantu siswanya dalam merencanakan masa depannya, perencanaan ini bisa dalam hal
belajar, karier,pribadi atau sosial. Fungsi yang sering dipakai dalam layanan perencanaan
individu ialah fungsi pengembangan dan pemeliharaan. Istilah lain layanan perencanaan
individu ialah layanan penempatan penyaluran, layanan peminatan.

d. Dukungan sistem merupakan upaya guru BK dalam membantu perkembangan siswa agar
optimal, melalui pemanfaatan dukungan sistem. Sistem yang dimaksud ialah kondisi
lingkungan dimana siswa berada, yang terjangkau oleh siswa, sehingga turut mempengaruhi
perkembangan diri siswa tersebut. Kegiatan dukungan sistem dibagi menjadi dua, yaitu
kegiatan manajerial meliputi: pengembangan staff (pengembangan profesi guru BK),
penyediaan fasilitas, penyusunan program BK. Kegiatan koordinasi meliputi: koordinasi
dengan dewan guru, kepala sekolah, orang tua, dan ahli lain.

Sebagaimana yang telah disebutkan bahwa komponen program bimbingan dan konseling
terdiri dari 4 kegiatan layanan yaitu: layanan dasar, layanan respontif, perencanaan individu,
dan dukungan sistem. Maka, guru BK dalam membuat atau menyusun program BK harus
merencanakan kegiatan layanan (ke empat layanan sebagaimana yang telah disebutkan)
yanga akan dilaksanakan. Dalam program BK akadmeik, komponen layanan bimbingan dan
konseling tentu ditujukan untuk membantu perkembangan akademik siswa yang optimal.

6. Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling . Ahman (2010) mengatakan bahwa evaluasi
program bimbingan dan konseling ada dua jenis, yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil.
Berikut penjelasannya:

a. Pertama evaluasi proses artinya menilai proses keterlaksanaan program BK, evaluasi ini
untuk menjawab apakah semua layanan yang direncanakan sudah dilaksanakan dengan baik.
Biasaya guru BK bisa menggunakan, daftar cek kegiatan.

b. Kedua evaluasi hasil, artinya menilai apakah program BK yang dilaksanakan sudah
berhasil mencapai tujuan yang diharapkan? Dengan demikian, guru BK dapat melakukan
rencana tindak lanjut yang lebih baik. Untuk melihat ketercapaian tujuan program, biasanya
guru BK menggunakan: angket,observasi,wawancara. Sebagaimana yang diungkapkan
sebelumnya bahwa meninjau kebutuhan merupakan suatu keharusan untuk membuat program
BK atau memberikan layanan pada siswa. Tinjauan kebutuhan ini tentu berdasarkan pada
RINGKASAN

Permasalahan yang dihadapi guru pembimbing (konselor) di sekolah-sekolah antara lain


adalah sangat terbatasnya ketersediaan media bimbingan dan konseling khususnya,
bimbingan dan konseling belajar. Kondisi ini diduga disebabkan oleh ketidakmampuan
guru pembimbing dalam mengembangkan media yang diperlukannya dalam melaksanakan
pelayanan bimbingan dan konseling belajar. Hal ini tentu saja akan berakibat pada
pelayanan bimbingan dan konseling belajar tidak optimal, yang berimplikasi pada tidak
optimalnya pula pencapaian tujuan bimbingan dan konseling di sekolah.

Atas dasar permasalah tersebut, maka melalui penelitian ini dikembangkan media
bimbingan dan konseling dalam bentuk : “Buku Saku” sebagai media bimbingan dan
konseling belajar. Tujuan umum penelitian ini adalah tersedianya media bimbingan dan
konseling belajar bagi siswa SMA dalam bentuk Buku Saku, yang dapat dimanfaatkan
oleh siswa dan guru pembimbing di SMA/sederajat. Secara khusus penelitian ini bertujuan
untuk: (1) mengembangkan draft "Buku Saku", sebagai media bimbingan dan konseling
belajar, yang meliputi: (a) Buku 1: Cara Membaca Buku, (b) Buku 2 : Cara
Menghafal/Mengingat, (c) Buku 3: Cara Belajar Sendiri dan Belajar Kelompok, (d) Buku
4: Kiat-kiat Menghadapi Ujian, (2) mengembangkan instrumen uji coba ahli yang
meliputi: ahli rancangan, ahli bahasa, dan ahli bimbingan dan konseling, (3) melaksanakan
uji coba ahli dan revisi, dan (4) mengembangkan produk akhir.
TINJAUAN PUSTAKA

Bimbingan Belajar sebagai Salah Satu Bidang Bimbingan dan Konseling Pelayanan
bimbingan dan konseling di sekolah merupakan salah satu komponen dari sistem pendidikan
di sekolah, di samping komponen administrasi dan kurikulum / pembelajaran. Ketiga
komponen ini secara sinergis dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu perkembangan
siswa secara optimal. Perkembangan optimal berarti siswa dapat berkembang dan mencapai
hasil yang sesuai dengan kemampuan, bakat, minat, cita-cita, dan potensi lain yang
dimilikinya. Secara khusus, pelayanan bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu
siswa agar dapat (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta
kehidupannya di masa yangakan datang, (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan
yang dimilikinya seoptimal mungkin, (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan,
lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya, (4) mengatasi hambatan dan kesulitan
yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun
lingkungan kerja (Diknas, 2007:17). Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu saja
membutuhkan kesungguhan guru pembimbing (konselor) sebagai tenaga yang bertanggung
jawab sekaligus sebagai pelaksana layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Bimbingan
dan konseling belajar merupakan salah satu bidang dalam bimbingan dan konseling yang
diarahkan untuk membantu individu/siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah-
masalah belajar. Bimbingan belajar dilakukan dengan cara mengembangkan suasana belajar -
mengajar yang kondusif agar terhindar dari kesulitan belajar. Guru pembimbing membantu
siswa mengatasi kesulitan belajar, mengembangkan cara belajar yang efektif, membantu
siswa agar sukses dalam belajar dan mampu menyesuaikan diri terhadap semua tuntutan 9
program pendidikan. Dalam bimbingan belajar, para pembimbing berupaya memfasilitasi
individu dalam mencapai tujuan belajar yang diharapkan.
TUJUAN DAN MANFAT PENELITIAN

Tujuan Penelitian

Tujuan Umum Penelitian Tujuan umum penelitian ini adalah tersedianya media bimbingan
dan konseling belajar bagi siswa SMA dalam bentuk Buku Saku, yang dapat dimanfaatkan
oleh siswa dan guru pembimbing di SMA/sederajat. 3.1.2 Tujuan Khusus Penelitian a.
Mengembangkan draft "Buku Saku", sebagai media bimbingan dan konseling belajar, yang
meliputi : (a) Buku 1 : Cara Membaca Buku, (b) Buku 2 : Cara Menghafal/Mengingat, (c)
Buku 3 : Cara Belajar Sendiri dan Belajar Kelompok, (d) Buku 4 : Kiat-kiat Menghadapi
Ujian. b. Mengembangkan instrumen uji coba ahli yang meliputi : (1) ahli rancangan, (2) ahli
bahasa, (3) ahli bimbingan dan konseling. c. Melaksanakan uji coba ahli dan revisi d.
Mengembangkan produk akhir. 3.2 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi : a. Peneliti Penelitian ini menjadi wahana bagi peneliti dalam
mengimplementasikan teori dan praktek di bidang bimbingan dan konseling dan teknologi
pembelajaran dalam mengembangkan "Buku Saku" sebagai media bimbingan dan konseling
belajar. 19 b. Bagi guru pembimbing Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru
pembimbing dalam bentuk tersedianya salah satu media yang dapat dimanfaatkan dalam
pelayanan bimbingan dan konseling belajar. c. Bagi Pemerintah, khususnya Depdiknas akan
terbantu melalui penelitian ini dengan tersedianya salah satu media bimbingan dan konseling
belajar, sehingga pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling khususnya bimbingan dan
konseling belajar di sekolah akan terlaksana sesuai harapan
METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan prosedur penelitian


pengembangan menurut Borg dan Gall (1983) yang terdiri dari 5 langkah, yakni : (1) Analisis
produk awal yang dikembangkan, (2) mengembangkan produk awal, (3) validasi ahli dan
revisi, (4) uji coba lapangan skala kecil dan revisi produk, dan (5) uji coba lapangan skala
besar dan produk akhir. Dari kelima langkah di atas, penelitian ini hanya sampai pada
langkah ke 3, mengingat waktu penelitian yang singkat serta alokasi biaya yang disediakan.
Untuk jelasnya langkah-langkah penelitian ini adalah : Langkah I. Analisis produk awal yang
akan dikembangkan Pada langkah ini dilakukan penetapan produk awal yang akan
dikembangkan. Berdasarkan kajian teoritis dan kajian empirik yang dilakukan, maka
ditetapkan ”Buku Saku” yang dikembangkan, terdiri dari 4 buah buku : a. Buku 1 : Cara
Membaca Buku b. Buku 2 : Cara Menghapal/Mengingat c. Buku 3 : Cara Belajar Sendiri dan
Belajar Kelompok d. Buku 4 : Kiat-kiat Menghadapi Ujian Langkah II. Mengembangkan
produk awal Kegiatan pada tahap ini adalah mengembangkan draft awal produk yang
dikembangkan, yakni draft awal ”Buku Saku’. 21 Langkah III. Validasi ahli dan revisi
Kegiatan ini di awali dengan pengembangn instrumen uji coba produk awal yang telah
dikembangkan, yang dilanjutkan dengan validasi ahli, yang terdiri dari ahli rancangan, ahli
bahasa, dan ahli bimbingandan konseling.
PEMBAHASAN

Bimbingan dan konseling belajar memegang peranan penting dalam membantu siswa
mengembangkan berbagai potensi belajarnya agar memperoleh hasil belajar yang optimal.
Oleh sebab itu menjadi tugas guru pembimbing (konselor) untuk melakukan berbagai upaya
agar bimbingan dan konseling belajar benar-benar dapat menjalankan fungsinya membantu
siswa mencapai kesuksesan dalam belajar. Salah satu upaya itu adalah menggunakan media
yang tepat dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling belajar “Buku Saku” yang
dikembangkan melalui penelitian ini diharapkan dapat membantu guru pembimbing
memperoleh media yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan pelayanan bimbingan dan
konseling belajar, khusunya bagi siswa SMA.

Pada dasarnya setiap siswa memilki kemampuan yang berbeda dalam belajar, hal ini
disebabkan antara lain begitu banyaknya faktor yang dapat mempengaruhi belajar. Faktor-
faktor tersebut jika diklasifikasi dapat dibedakan atas faktor internal (faktor yang berasal dari
diri siswa) dan faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri siswa.

Salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kemampuan belajar siswa adalah
ketidatersediaan informasi yang dapat membantunya memperoleh kemampuan dalam
melakukan aktivitas belajar. Ketersediaan buku saku ini diharapkan dapat membantu siswa
untuk memperoleh kemampuan belajar, baik. melalui layanan bimbingan dan konseling
belajar yang dilaksankan guru pembimbing (konselor) di sekolah, maupun melalui
penggunaan secara mandiri. Buku saku ini dirancang sedemikian rupa dengan
memperhatikan prinsipprinsip teknologi pembelajaran, prinsip bimbingan dan konseling,
serta penggunaan bahasa sederhana, sehingga menimbulkan motivasi siswa untuk
menggunakannya. Salah satu aspek yang khas adalah buku dibuat dalam bentuk kecil,
sehingga menimbulkan kesan awal pada siswa adanya kemudahan untuk membaca buku
tersebut.
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa
validasi ahli telah menghasilkan produk akhir “Buku Saku” sebagai media bimbingan dan
konseling belajar yang dapat digunakan oleh para guru pembimbing (konselor) di SMA
sederajat. “Buku Saku” ini terdiri dari: (1) Buku 1: “Cara Membaca Buku”, (2) Buku 2:
“Cara Menghafal/Mengingat, (3) Buku 3: “Cara Belajar Sendiri dan Belajar Kelompok”, dan
Buku 4: “Kiat-Kiat Menghadapi Ujian”. 6.2 Saran a. Sehubungan dengan hasil penelitian
yang dikemukakan di atas, maka disarankan perlu validasi produk berupa uji kelompok kecil
dan uji kelompok besar, yakni validasi yang dilakukan oleh guru pembimbing (konselor) dan
siswa sebagai sasaran layanan bimbingan dan konseling belajar. b. Guna keterlaksanaan
validasi dimaksud, maka sangat dibutuhkan dana. Untuk itu diharapkan pihak Lembaga
Penelitian Universitas Negeri Gorontalo dapat mengalokasikan dana dimaksud. 35 DAFTAR
PUSTAKA Borg,W.R.and Gall,MD. 1983. Educational Research : A
DAFTAR PUSTAKA

Natawijaya, Rochman. (2009). Konseling Kelompok, Konsep Dasar, dan Pendekatan.


Bandung: Rizqi Press.

Suherman, Uman. (2010). Manajemen Bimbingan dan Konseling. Bandung: Rizqipress.

Yusuf, Syamsu (2009). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Rizqipress.