Anda di halaman 1dari 3

TONGGAK-TONGGAK SEJARAH

PERJUANGAN BANGSA
INDONESIA
•Tonggak pertama dapat disimpulkan bahwa bangsa Indonesia percaya
bahwa manusia pertama yang diciptakan tuhan adalah Adam dan
Hawa. Hal ini didasarkan pada agama tertentu yang dengan
sendirinya tidak memerlukan pembuktian secara ilmiah.
•Tonggak kedua dapat disimpulkan bahwa pada zaman Sriwijaya dan
Majapahit, bangsa Indonesia telah mengalami masa yang gemilang,
mempunyai negara uang merdeka, bangsa yang bersatu dan
berdaulat, dengan unsur-unsur dalam pancasila sebagai asas dan
menjiwai kehidupan bangsa.

•Dari tonggak ketiga diketahui bahwa penjajahan Barat selama 350 tahun
telanh mengakibatkan lenyapnya segala hal yang telah dimiliki
bangsa Indonesia pada zaman Sriwijaya dan Majapahit, sehingga
rakyat Indonesia menjadi sangat menderita lahir batin.
•Dari tonggak keempat diketahui bahwa perlawanan fisik terhadap
penjajah telah timbul dimana-mana tetapi tidak berhasil
mengenyahkan penjajah karena perlawanan itu dilakukan secara
sendiri-sendiri.
•Tonggak kelima adalah bahwa pemimpin perjuangan bangsa Indonesia
telah mendapat pengalaman pahit dari kegagalan-kegagalan tersebut
sehingga dirintislah perjuangan-perjuangan melalui pendidikan yaitu
dengan memajukan bangsa Indonesia dan sekaligus menumbuhkan
rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
•Tonggak keenam adalah Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928
dengan tegas menyatakan : kita adalah satu tanah air, satu bangsa,
satu bahasa, yaitu Indonesia.
•Tonggak ketujuh adalah tonggak zaman penjajahan Jepang. Dari zaman
ini bangsa Indonesia mendapatkan pengalaman bahwa setiap
penjajahan, apapun bentuknya dan oleh siapapun pasti menimbulkan
penderitaan lahir batin.
•Tonggak kedelapan adalah tonggak BPUPKI, dalam masa ini bangsa
Indonesia secara legal mempersiapkan kemerdekaannya
•Tonggak kesembilan adalah tanggal 29 Mei 1945 Mr. Muh Yamin telah
mengemukakan lima dasar negara Indonesia yang hampir sama
dengan Pancasila pada pembukaan UUD 1945 namun Muh Yamin
tidak memberi nama kelima dasar tersebut.
•Tonggak kesepuluh adalah tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno
mengemukakan lima dasar filsafat negara yang dinamakan Pancasila.
•Tonggak kesebelas adalah tanggal 22 Juni 1945 sembilan tokoh nasional
Indonesia berhasil merumuskan landasan perjuangan bangsa
Indonesia yang dikenal dengan nama Piagam Jakarta atau Jakarta
Charter.
•Tonggak kedua belas adalah tanggal 14 Juli 1945, atas usul Ir. Soekarno,
Piagam Jakarta dijadikan pembukaan didalam hukum dasar yang
sedang dirancang dalam sidang BPUPKI II.
•Tonggak ketiga belas adalah tanggal 9-12 Agustus 1945, saat
terbentuknya PPKI yang merupakan badan yang mewakili seluruh
rakyat Indonesia dab merupakan pembentuk negara Republik
Indonesia.
•Tonggak keempat belas adalah Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17
Agustus 1945 yang merupakan titik kulminasi dari sejarah perjuangan
bangsa Indonesia yang dijiwai oleh Pancasila.
•Tonggak kelima belas adalah tanggal 18 Agustus 1945 yaitu tanggal
disahkannya pembukaan dan batang tubuh UUD 1945. PPKI sebagai
pembentuk negara, menurut hukun tatanegara, mempunyai
wewenang untuk meletakkan pokok kaidah negara yang
fundamental.

Hakikat Pengertian Pancasila


•Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa : ketuhanan berasal dari kata
Tuhan, ialah pencipta segala yang ada dan semua makhluk. Yang
Maha Esa berarti Yang Maha Tunggal atau tiada sekutu. Hakikat sila
pertama ini adalah bahwa didalam negara Indonesia tidak boleh ada
paham yang meniadakan Tuhan (atheisme) yang seharusnya adalah
Ketuhanan Yang Maha Esa dengan toleransi terhadap kebebasan
untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya dan untuk
beribadat sesuai dengan keyakinannya itu.
•Sila Kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab: kemanusiaan berasal
dari kata manusia yaitu makhluk berbudi yang memiliki pikir, rasa,
karsa, dan cipta. Adil mengandung arti bahwa suatu keputusan
dantindakan didasarkan pada norma-norma yang objektif, tidak
subjektif dan apalagi sewenang-wenang. Beradab berasal dri kata
adab, yang berarti budaya, jadi beradab berarti berbudaya.
Jadi, kemanusiaaan yang adil dan beradab adalah kesadaran sikap dan
perbuatan manusia yang didasarkan pada potensi budinurani
manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan
pada umumnya, baik terhadap diri pribadi, sesama manusia, maupun
terhadap alam.
•Sila ketiga Persatuan Indonesia : Persatuan berasal dari kata satu yan
berarti utuh, tidak
terpecah-belah. Indonesia mengandung dua makna yaitu makna
geografis dan makna dalam arti
politis. Indonesia dalam sila III ini adalah Indonesia dalam pengertian
bangsa yaitu bangsa yang hidup di wilayah geografis Indonesia. Jadi,
persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mendiami
wilayah Indonesia. Nasionalisme Indonesia mengatasi paham
golongan, kesukuan, dan membina tumbuhnya persatuan dan
kesatuan sebagai bangsa yang padu yang tidak terpecah-belah oleh
sebab apapun.
•Sila keempat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan perwakilan: kerakyatan berasal dari kata
rakyat yang berarti sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah
tertentu. Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan pikiran atau rasio
yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan
kesatuan bangsa. Permusyawaratan adalah suatu atata cara khas
kepribadian bangsa Indonesia untuk merumuskan dan memutuskan
suatu hal berdasarkan kehendak bersama rakyat. Perwakilan adalah
suatu sistem yang mengusahakan rakyat untuk mengambil bagian
dalam kehidupan bernegara melalui badan-badan perwakilan.
Jadi, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan berarti bahwa rakyat mengambil
bagian dalam bernegara melalui sistem perwakilan dan keputusan-
keputusannya diambil dengan jalan musyawarah yang dipimpin oleh
pikiran yang sehat serta penuh tanggung jawab kepada Tuhan YME
maupun kepada rakyat yang diwakilinya.
•Sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: keadilan sosial
berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat disegala bidang
kehidupan, baik materil maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia
berarti setiap orang yang menjadi rakyat atau warga Indonesia. Jadi,
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berarti bahwa setiap
rakyat Indonesia mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum,
politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan, sesuai dengan UUD 1945.