Anda di halaman 1dari 47

PERBANDINGAN PENGUKURAN SUHU DAN KELEMBAPAN

MENGGUNAKAN DATA LOGGER DAN HUMIDITY DIGITAL

A. Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengetahui Nilai Kesalahan dari masing-masing
pengukuran suhu dan ruangan.
2. Mahasiswa dapat menguji normalitas data dari data suhu dan kelembapan
yang diperoleh.
3. Mahasiswa dapat membandingkan antara hasil yang diperoleh dengan
menggunakan data logger dan humidity Allert.

B. Dasar Teori
Suhu adalah besaran termo dinamika yang menunjukkan besarnya energi
kinetik translasi rata-rata molekul dalam sistem gas ; suhu diukur dengan
menggunakan termometer Suhu udara adalah ukuran energi kinetik rata – rata dari
pergerakan molekul – molekul. Suhu suatu benda ialah keadaan yang menentukan
kemampuan benda tersebut, untuk memindahkan (transfer) panas ke benda-benda
lain atau menerima panas dari benda – benda lain tersebut. Dalam sistem dua benda,
benda yang kehilangan panas dikatakan benda yang bersuhu lebih tinggi. Selama
24 jam, suhu udara selalu mengalami perubahan. Di atas lautan perubahan suhu
berlangsung lebih banyak perlahan-lahan dari pada di atas daratan. Variasi suhu
pada permukaan laut kurang dari 1°C, dan dalam keadaan tenang variasi suhu udara
dekat laut

Suhu adalah suatu besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau
dinginnya suatu benda. Temperatur adalah suatu ukuran untuk tingkat panas suatu
benda. Suhu suatu benda ialah keadaan yang menentukan kemampuan benda
tersebut untuk mentransfer panas atau menerima panas, dari benda satu ke benda
yang lain. Distribusi suhu di dalam atmosfer sangat bergantung terutama pada
keadaan radiasi matahari, oleh sebab itu suhu udara selalu mengalami perubahan.
Nilai suhu suatu benda dalam satuan skala Celcius dapat dikonversikan ke
dalam satuan skala Reamur, skala Kelvin dan skala Fahrenheit. Begitu juga

1
sebaliknya, Nilai suhu dalam satuan skala Fahrenheit dapat kita konversikan atau
diubah ke dalam satuan nilai suhu skala celcius, kelvin dan reamur, begitu juga
dengan nilai satuan skala suhu yang lainnya. Masing-masing nilai satuan suhu
antara Celcius,Reamur,Fahreinheit,Kelvin memiliki perbandingan nilai satu
dengan yang lainnya. Celcius : Reamur : Fahreinheit : Kelvin = 5 : 4 : 9 : 5

Gambar 1. Skala Perbandingan Suhu

Data Logger suhu adalah suatu alat elektronik yang berfungsi mencatat data
suhu dan kelembaban dari waktu ke waktu secara continue. Beberapa data logger
suhu menggunakan personal komputer dan software sebagai tempat menyimpan
data dan menganalisis data. Data yang disimpan di harddisk dapat diakses kapanpun
kita inginkan. Hal ini termasuk beberapa perangkat akuisisi data seperti plug-in
board atau sistem komunikasi serial yang menggunakan computer sebagai sistem
penyimpanan data real time.
Data logger suhu berbasis PC (PC-based data logger suhu). Biasanya PC,
untuk mengumpulkan data suhu dan kelembaban udara dalam rangka menganalisis
dan menampilkan hasilnya secara detail. Sistem data logger suhu juga dapat
menyediakan fitur tambahan seperti perhitungan waktu proses pemantauan alarm
dan kontrol. SCADA (supervisory control and data acquisition) merupakan evolusi
lebih lanjut dari sistem data logger suhu berbasis komputer, dimana data disajikan
dalam bentuk grafis sehingga operator dapat mengawasi perkembangan suhu di
suatu daerah atau tempat.

2
Kelembaban relatif didefinisikan sebagai perbandingan fraksi molekul uap
air di dalam udara basah terhadap fraksi molekul uap air jenuh pada suhu dan
tekanan yang sama, atau perbandingan antara tekanan persial uap air yang ada di
dalam udara dengan tekanan jenuh uap air yang ada pada temperatur yang sama.
Kelembaban relatif dapat dikatakan sebagai kemampuan udara untuk menerima
kandungan uap air, jadi semakin besar RH semakin kecil kemampuan udara
tersebut untuk menyerap uap air. Pengerian lain, Kelembaban udara relatif (atau
RH, Relative Humidity), adalah rasio antara tekanan uap air aktual pada temperatur
tertentu dengan tekanan uap air jenuh pada temperatur tersebut.

Hygrometer digunakan untuk mengukur kelembaban udara relative (RH).


Higrometer terdapat dua skala, yang satu menunjukkan kelembaban yang satu
menunjukkan temperatur. Cara penggunaannya dengan meletakkan di tempat yang
akan diukur kelembabannya, kemudian tunggu dan bacalah skalanya. skala
kelembaban biasanya ditandai dengan huruf h dan kalau suhu dengan derajat
celcius. Ada bentuk higrometer lama yakni berbentuk bundar atau berupa
termometer yang dipasang didinding. Cara membacanya juga sama, bisa dilihat
pada raksanya di termometer satu yang untuk mengukur kelembaban dan satu lagi
yang mengukur suhu yang bundar yang dibaca skalanya.

Prinsip kerja hygrometer mempunyai prinsip kerja yaitu dengan


menggunakan dua thermometer.Thermometer pertama dipergunakan untuk
mengukur suhu udara biasa dan yang keduauntuk mengukur suhu udara
jenuh/lembab (bagian bawah thermometer diliputi kain/kapasyang basah).
Thermometer Bola Kering: tabung air raksa dibiarkan kering sehingga
akanmengukur suhu udara sebenarnya.Thermometer Bola Basah: tabung air raksa
dibasahi agar suhu yang terukur adalah suhusaturasi/ titik jenuh, yaitu; suhu yang
diperlukan agar uap air dapat berkondensasi.

Hygrometer digunakan untuk mengukur kelembaban udara relative


(RH).Proses PengukuranHigrometer terdapat dua skala, yang satu menunjukkan
kelembaban yang satumenunjukkan temperatur. Cara penggunaannya dengan
meletakkan di tempat yang akandiukur kelembabannya, kemudian tunggu dan

3
bacalah skalanya. skala kelembabanbiasanya ditandai dengan huruf h dan kalau
suhu dengan derajat celcius. Ada bentuk higrometer lama yakni berbentuk bundar
atau berupa termometer yangdipasang didinding. Cara membacanya juga sama, bisa
dilihat pada raksanya ditermometer satu yang untuk mengukur kelembaban dan satu
lagi yang mengukur suhu.yang bundar ya dibaca skalanya.Perlu diperhatikan pada
saat pengukuran dengan hygrometer selama pembacaanharuslah diberi aliran udara
yang berhembus kearah alat tersebut, ini dapat dilakukandengan mengipasi alat
tersebut dengan secarik kertas atau kipas.

C. Alat dan Bahan

1. Data Logger
Merk : Krisbow
No Model : 10028922
Spesifikasi:

Measuring Range 0 to 100% RH -40 to 70°C

Accuracy ±3%RH ±1%°C

Resolution 0 1%RH 0 1

Memory 32700

Measuring Rate 1sec to 24h

Analysis Software Windows 2000, XP, Vista

2. Humidity Allert
Merk Extech
Model : 445815
Range Accuracy
Temperature -10 to 60°C ±1.0°C within -10°C to 50°C
14 to 140°F ±1.8°F within 14°F to 122°F

4
Humidity 10% to 99% ±4% RH within 25% to 85%
RH and 0 to 50°C or 32 to
122°F
Dew Point -36 to 60°C ±/-2°C @ 20°C
-32.8 to 140°F ±/-3.6°F @ 68°F
Battery (2) 1.5V ‘AAA’ cell
Weight 6 0z (169g)
Dimensions Display 4.3x3.9x0.8’ (109x99x20mm)
Probe 0.57’ (14.4mm) Dia 1.67’(42.4mm) L
Cable Length 18’(457 mm)

3. Stopwatch

D. Skema Percobaan

Gambar 1 Skema percobaan Pengukuran Suhu dan Kelembapan


Menggunakan Data Logger dan Humidity Allert
E. Tata Laksana

5
1. Siapkan Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk praktikum
2. Install Software Data Logger pada laptop
3. Menghubungkan laptop Data Logger yang sudah terinstall
4. Mengatur Sampling rate 10 detik
5. Perhatikan Led warna merah pada Data Logger, bila Led menyala, maka
hasil pembacaan Humidity dicatat. Pengukuran dilakukan selama 15
menit.
6. Data yang terbaca dari Data Logger di screenshoot, dan di save kedalam
Ms. Excel
7. Nilai yang terbaca dari Humidity Alert, dibandingkan dengan nilai yang
terbaca dari Data Logger
8. Nilai error dan presisi dihitung dan dibuat grafik dari masing-masing
data suhu dan kelembapan yang sudah diketahui

F. Data Hasil
Tabel 1. Data Hasil Pengukuran

6
G. Analisa Data

I. Konversi Suhu dari Celcius Ke Fahrenheit


9
F = x C + 32
5
a. Temperature pada Humidity Allert
9
1. F = 5 x 30,6 + 32 = 87,08°F
9
2. F = 5 x 30,6 + 32 =87,08°F
9
3. F = 5 x 30,6 + 32 =87,08°F
9
4. F = 5 x 30,6 + 32 =87,08°F
9
5. F = 5 x 30,6 + 32 =87,08°F
9
6. F = 5 x 30,6 + 32 =87,08°F
9
7. F = 5 x 30,7 + 32 =87,26°F
9
8. F = 5 x 30,7 + 32 =87,26°F
9
9. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
10. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
11. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
12. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
13. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
14. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
15. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
16. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
17. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
18. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
19. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F

7
9
20. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
21. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
22. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
23. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
24. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
25. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
26. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
27. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
28. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
29. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
30. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
31. F = 5 x 30,7 + 32 =87,26°F
9
32. F = 5 x 30,7 + 32 =87,26°F
9
33. F = 5 x 30,8 + 32 =87,44°F
9
34. F = 5 x 30,7 + 32 =87,26°F
9
35. F = 5 x 30,7 + 32 =87,26°F
9
36. F = 5 x 30,7 + 32 =87,26°F
9
37. F = 5 x 30,6 + 32 =87,08°F
9
38. F = 5 x 30,6 + 32 =87,08°F
9
39. F = 5 x 30,7 + 32 =87,26°F
9
40. F = 5 x 30,6 + 32 =87,08°F
9
41. F = 5 x 30,6 + 32 =87,08°F
9
42. F = 5 x 30,6 + 32 =87,08°F

8
9
43. F = 5 x 30,6 + 32 =87,08°F
9
44. F = 5 x 30,5 + 32 =87,9°F
9
45. F = 5 x 30,5 + 32 =87,9°F
9
46. F = 5 x 30,5 + 32 =87,9°F
9
47. F = 5 x 30,5 + 32 =87,9°F
9
48. F = 5 x 30,5 + 32 =87,9°F
9
49. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
50. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
51. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
52. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
53. F = 5 x 30,5 + 32 =86,9°F
9
54. F = 5 x 30,5 + 32 =86,9°F
9
55. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
56. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
57. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
58. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
59. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
60. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
61. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
62. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
63. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
64. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
65. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F

9
9
66. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
67. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
68. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
69. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
70. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
71. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
72. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
73. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
74. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
75. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
76. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
77. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
78. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
79. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
80. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
81. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
82. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
83. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
84. F = 5 x 30,3 + 32 =86,54°F
9
85. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
86. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
87. F = 5 x 30,3 + 32 =86,72°F
9
88. F = 5 x 30,4 + 32 =86,54°F

10
9
89. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F
9
90. F = 5 x 30,4 + 32 =86,72°F

b. Temperature Data Logger


9
1. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
2. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
3. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
4. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
5. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
6. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
7. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
8. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
9. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
10. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
11. F = 5 x 29,3 + 32 =84,74°F
9
12. F = 5 x 29,3 + 32 =84,74°F
9
13. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
14. F = 5 x 29,3 + 32 =84,74°F
9
15. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
16. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
17. F = 5 x 29,3 + 32 =84,74°F
9
18. F = 5 x 29,3 + 32 =84,74°F
9
19. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
20. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56 °F

11
9
21. F = 5 x 29,3 + 32 =84,74°F
9
22. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
23. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
24. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
25. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
26. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
27. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
28. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
29. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
30. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
31. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
32. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
33. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
34. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
35. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
36. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
37. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
38. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
39. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
40. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
41. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
42. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
43. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F

12
9
44. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
45. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
46. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
47. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
48. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
49. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
50. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
51. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
52. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
53. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
54. F = 5 x 29,2 + 32 =84,56°F
9
55. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
56. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
57. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
58. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
59. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
60. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
61. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
62. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
63. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
64. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
65. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
66. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F

13
9
67. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
68. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
69. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
70. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
71. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
72. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
73. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
74. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
75. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
76. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
77. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
78. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
79. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
80. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
81. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
82. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
83. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
84. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
85. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
86. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
87. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
88. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F
9
89. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F

14
9
90. F = 5 x 29,1 + 32 =84,38°F

II. Menghitung Nilai Kesalahan Data


a. Nilai Kesalahan pada Temperature Uji (Humidity Allert II) dan Standard
(Data Logger)
1. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,6 – 29,2 = 1,4 °C
2. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,6 – 29,2 = 1,4 °C
3. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,6 –29,2 = 1,4 °C
4. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,6 –29,2 =1,4 °C
5. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,6 –29,2 =1,4 °C
6. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,6 –29,2 =1,4 °C
7. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,7 –29,2 =1,5 °C
8. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,7– 29,2 =1,5 °C
9. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
10. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8–29,2 =1,6 °C
11. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,3 =1,5 °C
12. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,3 =1,5 °C
13. Kesalahan = | Uji – Standard |

15
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
14. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,3=1,5 °C
15. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
16. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 – 29,2 =1,6 °C
17. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 – 29,3=1,5 °C
18. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 – 29,3 =1,5 °C
19. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 – 29,2 =1,6 °C
20. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
21. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,3=1,5 °C
22. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
23. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
24. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
25. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
26. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
27. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
28. Kesalahan = | Uji – Standard |

16
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
29. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
30. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 – 29,2 =1,6 °C
31. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,7 –29,2 =1,5 °C
32. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,7 –29,2 =1,5 °C
33. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,8 –29,2 =1,6 °C
34. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,7 –29,2 =1,5 °C
35. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,7 –29,2 =1,5 °C
36. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,7 –29,2 =1,5 °C
37. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,6–29,2 =1,4 °C
38. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,6–29,2 =1,4 °C
39. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,7 –29,2 =1,5 °C
40. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,6–29,2 =1,4 °C
41. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,6 –29,2 =1,4 °C
42. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,6 –29,2 =1,4 °C
43. Kesalahan = | Uji – Standard |

17
Kesalahan = 30,6 –29,2 =1,4 °C
44. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,5 –29,2 =1,3 °C
45. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,5 –29,2 =1,3 °C
46. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,5 –29,2 =1,3 °C
47. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,5 – 29,2 =1,3 °C
48. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,5 – 29,2 =1,3 °C
49. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,2 =1,2 °C
50. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,2 =1,2 °C
51. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,2 =1,2 °C
52. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,2 =1,2 °C
53. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,5 –29,1=1,4 °C
54. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,5 –29,2 =1,3 °C
55. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,1=1,3 °C
56. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,1=1,3 °C
57. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,1=1,3 °C
58. Kesalahan = | Uji – Standard |

18
Kesalahan = 30,4 –29,1=1,3 °C
59. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,1=1,3 °C
60. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,1 =1,3 °C
61. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
62. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
63. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 – 29,1=1,3 °C
64. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 – 29,1 =1,2 °C
65. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
66. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
67. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
68. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
69. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan =30,3 –29,1=1,2 °C
70. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan =30,4 –29,1=1,3 °C
71. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
72. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4–29,1=1,3 °C
73. Kesalahan = | Uji – Standard |

19
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
74. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
75. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,1=1,3 °C
76. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
77. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
78. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
79. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4–29,1=1,3 °C
80. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
81. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4–29,1=1,3 °C
82. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,1=1,3 °C
83. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
84. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3 –29,1=1,2 °C
85. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4– 29,1 =1,3°C
86. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,1=1,3 °C
87. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,3–29,1=1,2 °C
88. Kesalahan = | Uji – Standard |

20
Kesalahan = 30,4 –29,1=1,3 °C
89. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = 30,4 –29,1=1,3 °C
90. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan =30,4–29,1=1,3 °C

 Nilai Rata-rata
∑ ∆m
m = = 1,4 °C
n
 Nilai Standard Deviasi

∑(Xi− x )2
Standard Deviasi = √ = 0,1 °C
n−1

b. Nilai Kesalahan pada Kelembapan Uji (Humidity Allert) dan Standard


(Data Logger)
1. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 69,9| = 2,1 %
2. Kesalahan = | Uji – Sandard |
Kesalahan = | 79 – 70,5 | = 8,5%
3. Kesalahan = | Uji – Sandard|
Kesalahan = | 73 –69,9| = 3,1%
4. Kesalahan = | Uji – Standard|
Kesalahan = | 74 –69,5 | = 4,5%
5. Kesalahan = | Uji – Standard|
Kesalahan = | 75 –69,3| = 5,7 %
6. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 75 – 69,9| = 5,7%
7. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 74 – 69,2| =4,8%
8. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 75 – 69,3 | =5,7%

21
9. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 75 – 69,2 | =5,8%
10. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 75 – 69| = 6%
11. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 74 – 69,3 | = 4,7%
12. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 69,4 | = 2,6%
13. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 69,1 | = 2,9%
14. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 69 | =3%
15. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 68,9 | = 3,1%
16. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 68,8 | = 3,2%
17. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 68,7 | = 3,3%
18. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 73 –68,7 | = 3,3%
19. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 68,7 | =3,3%
20. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 68,6 | =3,4%
21. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 –69,1| = 2,9%
22. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 –68,9| = 3,1%
23. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 68,9| = 3,1%
24. Kesalahan = | Uji – Standard |

22
Kesalahan = | 71 – 68,8| = 2,2%
25. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 –68,7| = 3,3%
26. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 68,7| = 3,3%
27. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 – 68,7| = 2,3%
28. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 – 68,8| = 2,2%
29. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 – 68,9| = 2,1%
30. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 – 68,9| = 3,1%
31. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 – 68,9| = 3,1%
32. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 – 68,9 | = 2,1%
33. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 – 68,9| = 2,1%
34. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71– 68,9| = 2,1%
35. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 –68,9 | = 2,1%
36. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71– 68,9| = 2,1%
37. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71–68,9| = 2,1%
38. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 –68,9| = 2,1%
39. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 –68,9| = 2,1%

23
40. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 –68,9| = 2,1%
41. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 –68,9| = 2,1%
42. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70–68,9| = 1,1%
43. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,8| = 1,2%
44. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,8| = 1,2%
45. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,9| = 1,1%
46. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,8| = 1,1%
47. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,8| = 1,2%
48. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,8| = 1,2%
49. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 – 68,8| = 2,2%
50. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 – 68,9| = 2,1%
51. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,9| = 1,1%
52. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,9| = 1,1%
53. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,8| = 1,2%
54. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,8| = 1,2%
55. Kesalahan = | Uji – Standard |

24
Kesalahan = | 70 –68,7| = 1,3%
56. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,6| = 1,4%
57. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70–68,6| = 1,4%
58. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,6| = 1,4%
59. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,6| = 1,4%
60. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,6| = 1,4%
61. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,5 | = 1,5%
62. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,5| = 1,5%
63. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,5| = 1,5%
64. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,6| = 1,5%
65. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 72 –68,5| = 3,5%
66. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 –68,6| = 2,4%
67. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,6| = 1,4%
68. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 –68,6| = 2,4%
69. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,9| = 1,1%
70. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,7| = 1,3%

25
71. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,5 | = 1,5%
72. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,4 | = 1,6%
73. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,4 | = 1,6%
74. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 – 68,4 | = 1,6%
75. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,4 | = 1,6%
76. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,5| = 1,5%
77. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,4 | = 1,6%
78. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,3| = 1,7%
79. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,3| = 1,7%
80. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,3| = 1,7%
81. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,3| = 1,7%
82. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,3| = 1,7%
83. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,2| = 1,8%
84. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,1| = 1,9%
85. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,2| = 1,8%
86. Kesalahan = | Uji – Standard |

26
Kesalahan = | 71 –68,2| = 2,8%
87. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 73 –68,1| = 4,9%
88. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 71 –68,1 | = 2,9%
89. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,1| = 1,9%
90. Kesalahan = | Uji – Standard |
Kesalahan = | 70 –68,1| = 1,9%

 Nilai Rata-rata
∑ ∆m
m = = 2,4 %
n
 Nilai Standard Deviasi

∑(Xi− x )2
Standard Deviasi = √ = 1,4 %
n−1

III. Mencari Nilai Presisi


Presisi = | Kesalahann+1 – Kesalahann|
Berikut ini merupakan nilai presisi yang dicari dari rumus diatas
yang ditampilkan ke dalam tabel dibawah ini:

Tabel 1. Hasil Perolehan Nilai Presisi dari Data Kesalahan Temperature

Kesalahan Suhu Presisi Presisi Temperature


No
Mutlak(°C) Temperature (°C) Mutlak (°C)
1 1,4 0 0
2 1,4 0 0
3 1,4 0 0
4 1,4 0 0
5 1,4 0 0
6 1,4 0,1 0,1

27
7 1,5 0 0
8 1,5 0,1 0,1
9 1,6 0 0
10 1,6 -0,1 0,1
11 1,5 0 0
12 1,5 0,1 0,1
13 1,6 -0,1 0,1
14 1,5 0,1 0,1
15 1,6 0 0
16 1,6 -0,1 0,1
17 1,5 0 0
18 1,5 0,1 0,1
19 1,6 0 0
20 1,6 -0,1 0,1
21 1,5 0,1 0,1
22 1,6 0 0
23 1,6 0 0
24 1,6 0 0
25 1,6 0 0
26 1,6 0 0
27 1,6 0 0
28 1,6 0 0
29 1,6 0 0
30 1,6 -0,1 0,1
31 1,5 0 0
32 1,5 0,1 0,1
33 1,6 -0,1 0,1
34 1,5 0 0
35 1,5 0 0
36 1,5 -0,1 0,1

28
37 1,4 0 0
38 1,4 0,1 0,1
39 1,5 -0,1 0,1
40 1,4 0 0
41 1,4 0 0
42 1,4 0 0
43 1,4 -0,1 0,1
44 1,3 0 0
45 1,3 0 0
46 1,3 0 0
47 1,3 0 0
48 1,3 -0,1 0,1
49 1,2 0 0
50 1,2 0 0
51 1,2 0 0
52 1,2 0,2 0,2
53 1,4 -0,1 0,1
54 1,3 0 0
55 1,3 0 0
56 1,3 0 0
57 1,3 0 0
58 1,3 0 0
59 1,3 0 0
60 1,3 -0,1 0,1
61 1,2 0 0
62 1,2 0,1 0,1
63 1,3 -0,1 0,1
64 1,2 0 0
65 1,2 0 0
66 1,2 0 0

29
67 1,2 0 0
68 1,2 0 0
69 1,2 0,1 0,1
70 1,3 -0,1 0,1
71 1,2 0,1 0,1
72 1,3 -0,1 0,1
73 1,2 0 0
74 1,2 0,1 0,1
75 1,3 -0,1 0,1
76 1,2 0 0
77 1,2 0 0
78 1,2 0,1 0,1
79 1,3 -0,1 0,1
80 1,2 0,1 0,1
81 1,3 0 0
82 1,3 -0,1 0,1
83 1,2 0 0
84 1,2 0,1 0,1
85 1,3 0 0
86 1,3 -0,1 0,1
87 1,2 0,1 0,1
88 1,3 0 0
89 1,3 0 0
90 1,3 0,08 0,08
Rata-
1,4 Rata-rata 0,04
rata
Standard Deviasi 0,05

Tabel 2. Hasil Perolehan Nilai Presisi dari Data Kesalahan Kelembapan

Kesalahan Kelembapan Presisi Kelembapan Presisi Kelembapan


No
Mutlak(%) (%) Mutlak (%)

30
1 2,1 6,4 6,4
2 8,5 -5,4 5,4
3 3,1 1,4 1,4
4 4,5 1,2 1,2
5 5,7 0 0
6 5,7 -0,9 0,9
7 4,8 0,9 0,9
8 5,7 0,1 0,1
9 5,8 0,2 0,2
10 6 -1,3 1,3
11 4,7 -2,1 2,1
12 2,6 0,3 0,3
13 2,9 0,1 0,1
14 3 0,1 0,1
15 3,1 0,1 0,1
16 3,2 0,1 0,1
17 3,3 0 0
18 3,3 0 0
19 3,3 0,1 0,1
20 3,4 -0,5 0,5
21 2,9 0,2 0,2
22 3,1 0 0
23 3,1 -0,9 0,9
24 2,2 1,1 1,1
25 3,3 0 0
26 3,3 -1 1
27 2,3 -0,1 0,1
28 2,2 -0,1 0,1
29 2,1 1 1
30 3,1 0 0
31 3,1 -1 1
32 2,1 0 0
33 2,1 0 0
34 2,1 0 0

31
35 2,1 0 0
36 2,1 0 0
37 2,1 0 0
38 2,1 0 0
39 2,1 0 0
40 2,1 0 0
41 2,1 -1 1
42 1,1 0,1 0,1
43 1,2 0 0
44 1,2 -0,1 0,1
45 1,1 0,1 0,1
46 1,2 0 0
47 1,2 0 0
48 1,2 1 1
49 2,2 -0,1 0,1
50 2,1 -1 1
51 1,1 0 0
52 1,1 0,1 0,1
53 1,2 0 0
54 1,2 0,1 0,1
55 1,3 0,1 0,1
56 1,4 0 0
57 1,4 0 0
58 1,4 0 0
59 1,4 0 0
60 1,4 0,1 0,1
61 1,5 0 0
62 1,5 0 0
63 1,5 -0,1 0,1
64 1,4 2,1 2,1
65 3,5 -1,1 1,1
66 2,4 -1 1
67 1,4 1 1
68 2,4 -1,3 1,3

32
69 1,1 0,2 0,2
70 1,3 0,2 0,2
71 1,5 0,1 0,1
72 1,6 0 0
73 1,6 0 0
74 1,6 0 0
75 1,6 -0,1 0,1
76 1,5 0,1 0,1
77 1,6 0,1 0,1
78 1,7 0 0
79 1,7 0 0
80 1,7 0 0
81 1,7 0 0
82 1,7 0,1 0,1
83 1,8 0,1 0,1
84 1,9 -0,1 0,1
85 1,8 1 1
86 2,8 2,1 2,1
87 4,9 -2 2
88 2,9 -1 1
89 1,9 0 0
90 1,9 0 0
Rata-
2,4 Rata-rata 0,5
rata
Standard Deviasi 1,0

33
 Grafik
I. Grafik Hasil Pembacaan Temperature Humadity (Uji)
Grafik Temperature Hasil Pembacaan Humidity Allert
30.9

30.8

30.7
Temperature(°C)

30.6

30.5
Temperature
30.4

30.3

30.2
0 20 40 60 80 100
Pengukuran Ke-

Grafik 1. Grafik Temperature Hasil Pembacaan Humidity(Uji)

Grafik Kelembapan Hasil Pembacaan Humidity Allert


80
79
78
77
Kelembapan(%)

76
75
74
Kelembaban
73
72
71
70
69
0 20 40 60 80 100
Pengukuran Ke-

Grafik 2. Grafik Kelembaban Hasil Pembacaan Humidity(Uji)

34
II. Grafik Hasil Pembacaan Data Logger
Grafik Temperature Hasil Pembacaan Data Logger

29.35

29.3
Temperature(°C)

29.25

29.2
Temperature
29.15

29.1

29.05
0 20 40 60 80 100
Pengukuran Ke-

Grafik 3. Grafik Temperature Hasil Pembacaan Data Logger


Grafik Kelembapan Hasil Pembacaan Data Logger

71

70.5

70
Kelembapan(%)

69.5

69
Kelembaban
68.5

68

67.5
0 20 40 60 80 100
Pengukuran Ke-

Grafik 4. Grafik Kelembaban Hasil Pembacaan Data Logger

35
III. Grafik Perbandingan Hasil Pembacaan Humidity dengan Data Logger

Grafik Perbandingan Temperature Humidity Allert dan


Data Logger
31

30.5
Temperature(°C)

Temperature
30 Humadity

29.5

29
0 20 40 60 80 100
Pengukuran Ke-

Grafik 5. Grafik Perbandingan Pembacaan Temperature antara Humidity dan Data


Logger

Grafik Perbandingan Kelembapan Humidity Allert dan


Data Logger
80

78

76
Kelembapan(%)

74
Kelembaban Humadity
72
Kelembaban Logger
70

68

66
0 20 40 60 80 100
Pengukuran Ke-

Grafik 6. Grafik Perbandingan Pembacaan Kelembapan antara Humidity dan Data


Logger

36
IV. Grafik Nilai Kesalahan Antara Humidity dengan Data Logger

Grafik Nilai Kesalahan dari Temperature


1.8
1.6
1.4
Temperature(°C)

1.2
1
0.8 Nilai Kesalahan
0.6 Temperature
0.4
0.2
0
0 20 40 60 80 100
Pengukuran Ke-

Grafik 7. Grafik Nilai Kesalahan Temperature Humidity dengan Data Logger

Grafik Nilai Kesalahan Kelembapan


1.8
1.6
1.4
Kelembapan(%)

1.2
1
0.8 Nilai Kesalahan
0.6 Kelembapan
0.4
0.2
0
0 20 40 60 80 100
Pengukuran Ke-

Grafik 8. Grafik Nilai Kesalahan Kelembapan antara Humidity dan Data Logger

37
V. Grafik Hasil Keluaran Data Logger

Grafik 9. Grafik Hasil Keluaran dari Data Logger

Grafik 10. Grafik Hasil Keluaran dari Data Logger

38
Grafik 11. Grafik Hasil Keluaran dari Data Logger
VI. Grafik Uji Normalitas Data dengan SPSS
a. Uji Normalitas Data Temperature

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Suhu

N 90

Normal Parametersa,,b Mean 1.3778

Std. Deviation .14594

Most Extreme Differences Absolute .214

Positive .214

Negative -.143

Kolmogorov-Smirnov Z 2.031

Asymp. Sig. (2-tailed) .001

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

39
Grafik 12 . Grafik Distribusi Normal
b. Uji Normalitas Data Kelembapan

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Kelembapan

N 90

Normal Parametersa,,b Mean 2.4356

Std. Deviation 1.37214

Most Extreme Differences Absolute .201

Positive .201

Negative -.165

Kolmogorov-Smirnov Z 1.911

Asymp. Sig. (2-tailed) .001

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

40
Grafik 13 . Grafik Distribusi Normal

H. Pembahasan

Pengukuran suhu dan kelembapan yang dilaksanakan pada hari Jum’at 19


Februari 2017 dilakukan di ruangan Herman Yohanes S-203. Pengukuran suhu dan
kelembapan diukur dengan menggunakan data logger dan humidity digital. Data
logger yang softwarenya terinstall di laptop atau pc ini bertindak sebagai alat
terstandard. Sedangkan humidity digital bertindak sebagai alat yang diuji.

Kondisi ruangan Herman Yohanes S-203 tempat dilaksanakan pengukuran


ialah Temperature Air conditioner (AC) yang terdapat di ruangan Herman Yohanes
S-203 waktu praktikum bernilai 18°C. Orang yang berada di dalam ruangan
tersebut ialah beberapa praktikan yang melakukan pengukuran, asisten pendamping
juga ada beberapa mahasiswa yang masuk atau keluar ruangan tersebut.

Pengukuran suhu dan kelembapan dilaksanakan dengan selang waktu 10


detik dalam waktu 15 menit. Pada data logger sampling rate diatur 10 detik. Maka
secara otomatis data logger mencatat data suhu dan kelembapan dari waktu ke

41
waktu secara continue. Suhu dan temperature yang terbaca pada humidity Allert
pun dicatat dalam selang waktu 10 detik secara manual. Hasil pembacaan dari data
logger dan Humidity Allert dibandingkan hasilnya.

Berdasarkan data yang didapat. Praktikan mencari nilai kesalahan diantara


uji dan standardnya. Kesalahan diperoleh dari pengurangan nilai uji dengan nilai
yang terstandard. Keseluruhan data yang didapat berdasarkan pengukuran ialah 180
data baik data logger ataupun humidity. Terdiri dari 90 data temperature dan 90
data lagi kelembapan.

Nilai rata-rata temperature Humidity yang diperoleh didapati nilai 30.5 °C.
Sedangkan nilai rata-rata temperature yang terbaca pada data logger diperoleh nilai
29.2 °C. Dari data tersebut dapat dianalisa bahwa hasil pembacaan humidity dengan
data logger sebagai alat terstandard terdapat selisih atau perbedaan. Hal ini
dibuktikan dengan didapatinya nilai kesalahan rata-rata temperature 1.4 °C. Nilai
kesalahan temperature apabila dinyatakan dalam (x±∆x) yakni (1,4±0,2) °C.

Nilai rata-rata kelembapan Humidity yang diperoleh didapati nilai 71.2 %.


Sedangkan nilai rata-rata kelembapan yang terbaca pada data logger diperoleh nilai
68.8%. Dari data tersebut dapat dianalisa bahwa hasil pembacaan humidity dengan
data logger sebagai alat terstandard terdapat selisih atau perbedaan. Hal ini
dibuktikan dengan didapatinya nilai kesalahan rata-rata kelembapan 2.4%. Nilai
kesalahan kelembapan apabila dinyatakan dalam (x±∆x) yakni (2,4±1,4)%

Selain mencari nilai kesalahannya. Praktikan juga melakukan uji normalitas


terhadap data yang diperoleh. Tujuan dilakukannya uji normalitas untuk menilai
sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut
berdistribusi normal ataukah tidak. Uji normalitas yang dipakai ialah uji normalitas
dengan Kolmogorov Smirnov. Uji Kolmogorov Smirnov adalah uji beda antara
data yang diuji normalitasnya dengan data normal baku. Berdasarkan Uji
Kolmogorov Smirnov data suhu ataupun kelembapan berdistribusi normal. Hal ini
dikarenakan nilai signifikansi data suhu bernilai 2.031. Sedangkan nilai signifikansi
data kelembapan bernilai 1.911. Penerapan pada Uji Kolmogorov Smirnov adalah
bahwa jika signifikansi di bawah 0,05 berarti data yang akan diuji mempunyai

42
perbedaan yang signifikan dengan data normal baku, berarti data tersebut tidak
normal.Sedangkan, jika signifikansi di atas 0,05 maka berarti tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antara data yang akan diuji dengan data normal baku,
berarti data yang diuji normal, tidak berbeda dengan normal baku. Berdasarkan
hasil signifikansi data suhu dan kelembapan berdistribusi normal.

Untuk memudahkan dalam menganalisa maka dibuatlah grafik yang


dilampirkan pada hasil data. Grafik dibuat menggunakan aplikasi Ms.Excel, SPSS
serta melampirkan grafik hasil keluaran data logger. Grafik yang dibuat dengan Ms.
Excel ialah grafik hasil pembacaan humidity, grafik hasil pembacaan data logger,
grafik perbandingan pembacaan antara humidity dan data logger serta grafik nilai
kesalahannya. Sedangkan grafik yang dibuat dalam program SPSS menampilkan
grafik distribusi normal.

Berdasarkan hasil data yang didapat. Dicari juga nilai standard deviasi dari
data yang diperoleh. Untuk nilai standard deviasi temperature humidity diperoleh
nilai 0.2 °C sedangkan nilai standard deviasi temperature data logger diperoleh nilai
0.06 °C. hal ini dapat dianalisa bahwa nilai standard deviasi data logger lebih kecil
dari humidity. Dari perolehan nilai standard deviasi dapat disimpulkan bahwa data
logger yang merupakan alat standard lebih presisi pengukurannya atau lebih baik
dibandingkan dengan humidity yang merupakan alat uji. Hal ini dikarenakan
Semakin besar nilai standar deviasi maka data sampel semakin menyebar
(bervariasi) dari rata-ratanya. Sebaliknya jika semakin kecil maka data sampel
semakin homogen (hampir sama).

Begitupun dengan nilai standard deviasi kelembapan. Berdasarkan data


yang diperoleh Untuk nilai standard deviasi kelembapan humidity diperoleh nilai
1.6 % sedangkan nilai standard deviasi kelembapan data logger diperoleh nilai
0.4%. Hal ini dapat dianalisa bahwa nilai standard deviasi data logger lebih kecil
dari humidity. Dari perolehan nilai standard deviasi dapat disimpulkan bahwa data
logger yang merupakan alat standard lebih presisi pengukurannya atau lebih baik
dibandingkan dengan humidity yang merupakan alat uji. Hal ini dikarenakan
Semakin besar nilai standar deviasi maka data sampel semakin menyebar

43
(bervariasi) dari rata-ratanya. Sebaliknya jika semakin kecil maka data sampel
semakin homogen (hampir sama).

Antara Uji yakni humidity dan Standard yakni data logger dapat
disimpulkan bahwa alat terstandard lebih baik atau lebih presisi dibandingkan uji.
Hal ini didasari oleh nilai standard deviasi standard lebih kecil dibandingkan
dengan uji. Nilai standard deviasi temperature standard 0.06 °C. Sedangkan nilai
standard deviasi temperature uji 0.2 °C. Nilai standard deviasi kelembapan standard
0.4% sedangkan nilai standard deviasi kelembapan uji 1.6 %.

I. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan yaitu


:

1. Nilai rata-rata temperature Humidity 30,5 °C sedangkan nilai rata-rata data


logger 29.2 °C. Dan nilai rata-rata kesalahan antara temperature humidity
dengan data logger adalah 1.4 °C
2. Nilai rata-rata kelembapan Humidity 71.2 %. Sedangkan nilai rata-rata
kelembapan 68.8%. dan nilai rata-rata kesalahan antara kelembapan
humidity(Uji) dengan data logger (Standard) adalah 2.4%.
3. Berdasarkan Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov data suhu maupun
kelembapan merupakan distribusi normal. Hal ini dikarenakan nilai
signifikansi lebih dari 0.05
4. Antara Uji yakni humidity dan Standard yakni data logger dapat
disimpulkan bahwa alat terstandard lebih baik atau lebih presisi
dibandingkan uji. Hal ini didasari oleh nilai standard deviasi standard lebih
kecil dibandingkan dengan uji. Nilai standard deviasi temperature standard
0.06 °C. Sedangkan nilai standard deviasi temperature uji 0.2 °C. Nilai
standard deviasi kelembapan standard 0.4% sedangkan nilai standard
deviasi kelembapan uji 1.6 %.

44
Daftar Pustaka

[1] Ahmad Kanzu Syauqi.2015. Kelembapan, Densitas, Viskositas, Ph.


FMIPA Universitas Brawijaya:Malang.
[2] Yustinawati Anita Febriana.2014.Kelembaban Relatif Massa.Universitas
Negeri Yogyakarta:Yogyakarta
[3] Prihatmoko Dias.2014. Perancangan dan Pengontrolan Suhu Ruangan
Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno. Universitas Islam Nahdlatul
Jepara:Jepara

45
46
Gambar 1. Alat Humidity Alert

Gambar 2. Alat Data Logger

47