Anda di halaman 1dari 8

No.

DOK : SOP/001/KTT-TMR/2019
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
Eff. Date : Mei 2019
PENGOPERASIAN UNIT DI AREA Revision : 01
PERTAMBANGAN Page : 1 of 9

1. TUJUAN
2. RUANG LINGKUP
3. TANGGUNG JAWAB
4. DEFINISI
5. DIAGRAM ALIR
6. RINCIAN
7. LAMPIRAN
8. REFERENSI

PENGESAHAN

Dibuat Oleh Mengetahui Disetujui

Dian S.
Widodo Adji Indarto
Guudtralim
TIM HSE
Kepala Teknik Head of Project
Project Manager
Tambang Management
No. DOK : SOP/001/KTT-TMR/2019
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
Eff. Date : Mei 2019
PENGOPERASIAN UNIT DI AREA Revision : 01
PERTAMBANGAN Page : 2 of 9

I. TUJUAN
1.1. Untuk memberikan arahan pedoman dan arahan pengoperasian kendaraan /unit
bagi Personel PT. Tawabu Mineral Resource,Kontraktor,Sub Kontraktor dan Tamu
perusahaan.
1.2. Mencegah kemungkinan terjadinya kerugian akibat kecelakaan,kegagalan kerja,
hilangnya waktu kerja, dan penyakit akibat kelalaian pengoperasian kendaraan /unit
lainya dan melaksanakan peraturan perundangan sehingga seluruh operasi
kegiatan tambang dapat berjalan dengan lancar dan efisien

II. RUANG LINGKUP


1.3. Prosedur ini mencakup pengoperasian kendaraan/unit di darat untuk mendukung
kegiatan operasional PT. Prolindo Cipta Nusantara, yang meliputi kegiatan
perencanaan,eksplorasi, proses penambangan, proses reklamasi, proses hauling
dan proses support,serta termasuk pengoperasian kendaraan/u nit yang terkait
dengan aktifitas rutin,aktifitas baru, keadaan darurat ( emergency ), kondisi saat
pemeliharaan ( maintenance/overhaul), perubahan metode operasi,penambahan.

III. TANGGUNG JAWAB


1.4. Kepala Teknik Tambang PT. Tawabu Mineral Resource
Memastikan prosedur ini terlaksana dan terpelihara sesuai dengan ruang lingkup.

1.5. Site Manager PT. Tawabu Mineral Resource


Memantau dan mengontrol implementasi dari prosedur ini sesuai dengan ruang
lingkup.

1.6. HSE PT. Tawabu Mineral Resource


Melaksanakan inspeksi dan patrol terhadap ketaatan prosedur ini

1.7. Setiap Personil PT. Prolindo Cipta Nusantara


Setiap personil yang mengoperasikan kendaraan/unit ini wajib menaati prosedur ini.

IV. DEFINISI
1.8. Lalu lintas adalah gerak kendaraan / unit dan orang di ruang lalu lintas jalan.

1.9. Pengemudi adalah orang yang mengemudikan kendaraan/ unit atau orang yang
secara langsung mengawasi calon pengemudi yang sedang belajar atau yang
sedang di tes mengemudikan kendaraan/unit

1.10. Kendaraan adalah alat transportasi yang memiliki fungsi utama sebagai
pengangkut orang atau alat support produksi berdasarkan ruang lingkup prosedur
ini atau alat support lainnya yang diizinkan oleh KTT PT. Tawabu Mineral Resource,
namun tidak terbatas pada kendaraan kecil roda empat ( Light vehicle,), bus dan
kendaraan pengangkut penumpang lainnya yang dipergunakan sebagai sarana
transportasi.
No. DOK : SOP/001/KTT-TMR/2019
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
Eff. Date : Mei 2019
PENGOPERASIAN UNIT DI AREA Revision : 01
PERTAMBANGAN Page : 3 of 9

1.11. Unit di dalam prosedur ini adalah alat - alat yang dapat digunakan sebagai
alat transportasi Akan tetapi tidak memiliki fungsi utama sebagai alat pengangkut
orang termasuk didalamnya, namun tidak terbatas pada (Coal Dump Truck, Water
Truck, Fuel Truck, Service Truck, Lub Truck, Excavator, Dozer, Wheel Dozer, Wheel
Loader, MotorGrader, Compactor, Low Buoy, dan Crane Truck).
1.12. Kendaraan PT. PCN adalah kendaraan yang menjadi asset P T.Prolindo Cipta
Nusantara atau kendaraan yang di sewa oleh PT. Tawabu Mineral Resource dan
berada di bawah pengawasan PT. Tawabu Mineral Resource.

1.13. Kendaraan Kontraktor /Subkontraktor adalah kendaraan yang menjadi


asset kontraktor./subkontraktor dan atau kendaraan yang di sewa oleh kontraktor/
subkontraktor, dan berada dibawah pengawasan kontraktor/ sub kontraktor.

1.14. Surat lzin Mengemudi Perusahaan( SIMPER) adalah Suatu surat tanda
bukti yang sah yang dikeluarkan oleh PT. Tawabu Mineral Resource dalam hal di
izinkannya seseorang dalam mengoperasikan kendaraan/unit yang berlaku sesuai
dengan surat izin mengemudi ( SIM ) yang dikeluarkan oleh kepolisian dan atau
sesuai dengan jenis kendaraan /unit yang dioperasikan.

1.15. Lokasi Kerja adalah seluruh daerah operasional PT. Tawabu Mineral
Resource sesuai ruang lingkup prosedur ini.

1.16. Jalan Tambang atau Jalan Produksi adalah jalan yang terdapat di area
pertambangan termasuk didalamnya dan tidak terbatas pada jalan hauling
batubara dan jalan di dalam pit yang digunakan dan dilalui oleh alat - alat pemindah
tanah mekanis dalam kegiatan mengambil, mengangkut dan menimbun bahan
galian tambang.

1.17. Jalan Proyek adalah jalan yang disediakan untuk kegiatan transportasi barang
maupun orang didalam area tambang sebagai sarana untuk mendukung kegiatan
operasi diarea tambang.

1.18. Area Tambang adalah area yang meliputi kegiatan teknis penambangan seperti
lokasi penambangan, dan area Hauling Road.

1.19. Lampu Hazard adalah lampu sein kanan dan kiri yang dihidupkan berarti
tanda bahaya pada saat kondisi bahaya.

1.20. Safety Cone/ Safety Triangle adalah alat yang berbentuk kerucut atau
segitiga yang memiliki warna reflektif yang dipasang dibelakang
kendaraan /unit saat mengalami masalah teknis dijalan.

1.21. Buggy Whip adalah bendera berbentuk segitiga dengan bagian tepi
berbahan reflektif dan memiliki ketianggaian tiang 3 meter dari permukaan
tanah, yang dipasang di setiap kendaraan jenis LV yang akan memasuki
daerah operasi yang mewajibkan buggy whip dipasang

2.RINCIAN
2.1. Kelayakan Kendaraan /Unit
No. DOK : SOP/001/KTT-TMR/2019
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
Eff. Date : Mei 2019
PENGOPERASIAN UNIT DI AREA Revision : 01
PERTAMBANGAN Page : 4 of 9

2.1.1. Kendaraan/unit yang diizinkan digunakan didaerah operasional PT. Tawabu


Mineral Resource adalah kendaraan /unit yang memenuhi Standar Kelayakan
kendaraan/unit dan Standar Penomoran Kendaraan/ unit
2.1.2. Untuk kendaraan/unit yang tidak sesuai Standar Kelayakan Kendaraan/unit
atau Standar Penomoran Kendaraan/unit harus dilakukan pengawalan.
2.1.3. Pemeriksaan Kendaraan /Unit Kendaraan/unit yang akan digunakan di daerah
operasi PT. Prolindo Cipta Nusantara harus dilakukan pemeriksaan kelayakan
kendaraan /unit rnenggunakan Form Pemeriksaan Kelayakan Kendaraan/Unit

2.2. Pengangkutan Orang


2.2.1. Pengangkutan orang harus menggunakan kendaraan yang dirancang untuk
mengangkut Orang atau barang dari tempat kerja yang ditandai dengan
tersediannya: Tempat duduk yang layak digunakan, dengan jok dilapisi busa,
Sabuk pengaman yang berfungsi dengan baik Pelindung berupa atap atau
canopy yang berada dalam kondisi baik dan kokoh Pintu masuk dan keluar
yang mudah di akses saat terjadi keadaan darurat.
2.2.2. Pengangkutan Barang adalah Kendaraan yang dipergunakan untuk membawa
barang,harus memperhatikan hal – hal Sebaga berikut:
2.2.2.1. Tidak diperkenankan membawa barang sehingga menyebabkan pintu
samping Kendaraan tidak dapat ditutup dengan sempurna.
2.2.2.2. Barang yang diletakkan di bak belakang sedapat mungkin diikat kuat agar
tidak bergeser,tidak terlempar, tidak berguling, sehingga tidak merusak
barang tersebut atau menimbulkan potensi bahaya baru.
2.2.3. Barang yang dibawa dibagian bak belakang kendaraan yang panjangnya
melebihi isi bak belakang harus diberi pita berwarna putih merah/ kuning
hitam pada ujung barang yang lebih atau Menonjol keluar.
2.2.4. Kendaraan yang dipergunakan untuk melakukan pengangkutan barang yang
panjangnya lebih dari 1 ( satu ) meter dari sisi bak belakang kendaraan yang
membawanya harus dilakukan pengawalan
2.2.5. Menaikkan/Menurunkan Orang/Barang adalah Kegiatan menaikkan/
menurunkan orang/barang harus dilakukan dilokasi yang tidak dilarang untuk
berhenti sesuai petunjuk rambu dan tidak menggangu arus lalu lintas kecuali
dalam keadaan darurat.

2.3. Penggunaan SIMPER


2.3.1. Pengemudi yang mengemudikan kendaraan/unit milik PT. Prolindo Cipta
Nusantara baik didalam lokasi kerja maupun diluar lokasi kerja PT. Prolindo
Cipta Nusantara wajib dilengkapi dengan SIMPER sesuai dengan Prosedur
SIMPER
2.3.2. Driver PT. Prolindo Cipta Nusantara Wajib dilengkapi dengan SIMER( Suratl zin
Mengemudi Perusahaan)

2.4. P2H ( Prosedur Pemeriksaan Harian )


2.4.1. Pengemudi wajib m elakukan Prosedur Pemeriksaan Harian( P2H ) terhadap
kendaraan/unit sebelum dioperasikan.
2.4.2. Prosedur Pemeriksaan Harian( P2H ) dicatat dalam Form Inspeksi P2H
mengemudikan kendaraan/unit
2.4.3. Prosedur Pemeriksaan Harian ( P2H ) unit dicatat dalam Form Inspeksi yang
ada dimasing – masing unit dan dicatat masing masih driver
No. DOK : SOP/001/KTT-TMR/2019
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
Eff. Date : Mei 2019
PENGOPERASIAN UNIT DI AREA Revision : 01
PERTAMBANGAN Page : 5 of 9

2.5. Alat Pelindung Diri ( APD )


2.5.1. Pengemudi dan atau penumpang kendaraan/unit wajib menggunakan helm
pengaman,Rompi pantul/seragam kerja yang dilengkapi dengan reflective
yang sudah disetujui oleh PT. Tawabu Mineral Resource dan sepatu pengaman
selama diluar kendaraan/unit di area kerja PT. Tawabu Mineral Resource
2.5.2. Operator yang mengoperasikan unit tanpa cabin yang tertutup ( kedap debu )
wajib Menggunakan kacamata pengaman dan masker.
2.5.3. Penggunaan Bendera ( Buggy whip ) Kendaraan yang dioperasikan di daerah
operasi PT. Tawabu Mineral Resource wajib dilengkapi dengan buggy whip
( bendera ) sesuai Standar Buggy Whip.

2.6. Penyalaan Lampu


2.6.1. Selama memasuk diaerah operasi PT. Tawabu Mineral Resource semua
kendaraan/unit wajib Menyalakan lampu besar kendaraan/ unit, lampu Flash
Lamp, pada saat siang hari dan malam hari
2.6.2. Warnal ampu Flash Lamp yang wajib dipasang pada semua kendaraan/unit
berwarna Kuning orange kecuali unit ambulance dan unit Fire harus berwarna
merah
.
2.7. Disiplin Berkendara/ Mengoperasikan Unit
2.7.1. Pengemudi wajib m emperhatikan kesehatan tubuhnya dan tidak
diperkenankan untuk Mengoperasikan kendaraan /unit dalam keadaan lelah,
mengantuk dan dalam keadaan mabuk
2.7.2. Pengemudi dilarang bercanda yang dapat merusak konsentrasinya sehingga
dapat Menyebabkan kecelakaan terhadap dirinya maupun orang lain.
2.7.3. Pengemudi dilarang mengemudikan kendaraan/ unit secara ugal - ugalan atau
diluar Control yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.
2.7.4. Pengemudi wajib taat terhadap semua petunjuk rambu lalu lintas yang
terpasang Disemua jalan tambang,pit dan Jalan Lintas Perusahaan lain.
2.7.5. Kecepatan kendaraan/unit dijalan hauling tidak boleh lebih dari 40 km/Jam,
kecuali dinyatakan lain oleh rambu lalu lintas atau dalam kondisi darurat dan
kondisi jalan aman.Kecepatan kedaraan /unit di daerah pit tidak boleh lebih
dari 30 km/Jam,kecuali dinyatakan lain oleh rambu lalu lintas.
2.7.6. Pengemudi kendaraan /unit di jalan tambang harus tetap menjaga jarak aman
kendaraan/unitnya tidak kurang dari 50 meter terhadap kendaraan/unit
didepannya.
2.7.7. Pengemudi kendaraan/ unit di area pit harus tetap menjaga jarak aman
kendaraan/unitnya tidak kurang dari 30 meter terhadap kendaraan /unit
didepannya
2.7.8. Pengemudi maupun penumpang wajib menggunakan sabuk pengaman
selama berkendara/ mengoperasikan unit dan atau berada didalam
kendaraan/ unit

2.8. Gerakkan Memutar


Arah Kendaraan /Unit,Kendaraan/ unit pada saat akan memutar arah,
harusmemperhatikan hal - hal sebagai berikut:
2.8.1. Manuver pada tempat- tempat yang telah ditentukan, sesuai dengan rambu
yang telah disediakan Pengemudi harus menepikan kendaraan/unit disebelah
kirijalan yang aman
No. DOK : SOP/001/KTT-TMR/2019
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
Eff. Date : Mei 2019
PENGOPERASIAN UNIT DI AREA Revision : 01
PERTAMBANGAN Page : 6 of 9

2.8.2. Pengemudi memastikan bahwa 100 meter didepan dan dibelakang


kendaraan /unitnya Tidak ada kendaraan/u nit lain y ang sedang berjalan.

2.9. Mendahului kendaraan/Unit,


Mendahului kendaraan/ unit lain harus memperhatikan hal – hal sebagai berikut:
2.9.1. Dilarang mendahului kendaraan /unit dalam jarak kurang atau sama dengan
50 meter dari persimpangan jalan, tikungan jalan, tanjakan dan
jembatan,serta saat jarak pandang terbatas, dan atau diatur lain oleh rambu.
2.9.2. Sebelum mendahului kendaraan/unit lain, pengemudi wajib membunyikan
klakson Sebagai isyarat dan menyalakan lampu sein sebelah kanan.
2.9.3. Pengemudi kendaraan /unit dilarang mendahului kendaraan /unit yang sedang
Berjalan didepannya sebelum mendapat izin dari pengemudi kendaraan/ unit
yangakan didahului
2.9.4. Pengernudi wajib member ruang gerak di bagian sebelah kanan
kendaraan/unitnya Apabila telah memberi izin pada kendaraan/unit
dibelakangnya untuk mendahului.
2.9.5. Pengemudi kendaraan/unit wajib memprioritaskan unit ambulance, unit fire
dan unit team emergency response yang akan melakukan pertolongan.
2.9.6. Dilarang mendahului kendaraan/unit lain bagi unit motor grader, water
truck, fuel truck.
2.9.7. Pengemudi yang menyusuri jalan menurun,harus mendahulukan kendaraan/
unit yang sedang menanjak jika kedua kendaraan /unit tersebut tidak
memungkinkan saling berpapasan dan atau diatur lain oleh rambu.

2.10. Parkir
2.10.1. K endaraan/unit dinyatakan parker ketika kendaraan/unit berhenti atau tidak
bergerak Untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya.
2.10.2. Parkir harus ditempat yang ditentukan untuk parkir atau ditempat yang rata
(datar),aman, sejajar dengan kontur dan diusahakan parker mundur.
2.10.3. Jika parker harus dilakukan dilokasi yang menanjak /menurun, aktifkan penuh
rem tangan( full hand brake) dan aktifkan gigi (persnelling) maju dilokasi
yang menanjak dan gigi (persnelling) mundur dilokasi yang menurun serta
mengganjal rodakendaraan/u nit dengan ganjal roda
2.10.4. Posisi parkir harus lebih dari 20 meter dari dinding tambang dengan slope
lebih besar 45 derajat.
2.10.5. Attachment (bucker, ripper, blade ) untuk alat - alat berat dalam kondisi turun
menyentuh tanah saat parker.
2.10.6. Unit harus diparkir pada dilokasi parker yang ditentukan untuk parkir sesuai
jenis unit Tersebut dan dilarang parkir depan belakang( memanjang)
melainkan harus parker Menyamping dengan jarak antar unit minimal 3
meter.
2.10.7. Kendaraan dapat parker depan belakang( memanjang) maupun menyamping
dengan ketentuan sebagai berikut :
2.10.7.1. Jarak parkir depan elakang( memanjang) antar kendaraan minimal 5
meter denganArah kendaraan seragam.
2.10.7.2. Jarak parkir menyamping antar kendaraan minimal 1.5 meter dengan
searah kendaraan
2.10.8. Semua kendaraan/unit dilarang parkir( kecuali rusak) , pada tempat sebagai
berikut:
2.10.8.1. Pada rambu atau tanda dilarang parker
2.10.8.2. Menutupi rambu- rambu lalulintas yang ada
No. DOK : SOP/001/KTT-TMR/2019
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
Eff. Date : Mei 2019
PENGOPERASIAN UNIT DI AREA Revision : 01
PERTAMBANGAN Page : 7 of 9

2.10.8.3. Pengemudi dilarang memarkir kendaraan/unit yang menghalangi


kendaraan/ unit lain, menghalangi alat - alat tangggap darurat( misalnya:
Fire extinguisher ,fi re hydrant, ambulance, fire truck) ditikungan dan
dalam radius 100 meter daritikungan

2.11. Menghentikan Kendaraan /Unit


2.11.1. Pengemudi dilarang menghentikan kendaraan /unit di daerah terlarang atau
berbahaya (ditikungan, daerah turunan, daerah tanjakan, jembatan, daerah
longsoran, maupun pada tempat - tempat yang dilarang berhenti sesuai
petunjuk rambu) kecuali keadaan darurat.
2.11.2. Menghentikan kendaraan/ unit di tempat - tempat yang diwajibkan berhenti
harus memberikan jarak terhadap kendaraan/unit didepannya tidak kurang
dari 5 meter
2.11.3. Pengemudi wajib menghentikan kendaraan/unit yang dioperasikannya apabila
jarak pandang kurang dari 50 meter.

2.12. Kerusakan Kendaraan / Unit DiJalan


Apabila kendaraan/ unit berhenti di jalan akibat gangguan/ kerusakan,sampai
kendaraan/unit tersebut selesai di perbaiki atau dapat dipindahkan keluar dari area
jalan maka harus melakukan hal- hal sebagai berikut:
2.12.1. Menyalakan lampu hazard
2.12.2. Memasang segitiga pengaman ( safety triangle ) atau traffic cone didepan dan
belakang kendaraan/unit pada jarak 30 meter dan mengganjal roda
kendaraan/unit dengan ganjal roda.

2.13. Larangan Memberi Tumpangan


Dalam mengoperasikan unit, operator dilarang member tumpangan kepada
siapapun kecuali
2.13.1. apabila sedang dalam masa training sehingga didampingi oleh trainerya dan
mekanik sedang melakukan pemeriksaan terhadap unit.

2.14. Berhenti Pada Rambu STOP


Kendaraan/unit wajib berhenti sempurna di rambu STOP untuk memastikan situasi
aman.sebelum melanjutkan perjalanan kembali

2.15. Mobilisasi Unit


2.15.1. Semua kegiatan mobilisasi unit harus dilakukan pengawalan dengan tetap
memperhatikan factor keselamalan kerja dan dan dilakukan pemeriksaan
terhadap unit yang akan dilakukan mobilisasi.
2.15.2. Jika pihak kontraktor subkontraktor akan melakukan moblisasi unit baik
kewilayah PT Prolindo Cipata Nusantara atau jalan lintas perusahaan lain wajib
Menyampaikan pemberitahuan kepada PT. Tawabu Mineral Resource
2.16. Mematuhi Rambu - Rambu Lalu Lintas
Setiap pengoperasian kendaraan/unit, pengemudi diwajibkan memperhatikan dan
mematuhi rambu - rambu lalu lintas yang ada.
2.17. Penggunaan Klakson
Klakson dibunyikan dengan cara dan pada kondisi sebagai berikut:
2.17.1. Bunyikan klakson 1 kali pada saat akan menghidupkan mesin kendaraan/unit
2.17.2. Bunyikan klakson 2 kali pada saat kendaraan/unit akan bergerak maju
No. DOK : SOP/001/KTT-TMR/2019
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
Eff. Date : Mei 2019
PENGOPERASIAN UNIT DI AREA Revision : 01
PERTAMBANGAN Page : 8 of 9

2.17.3. Bunyikan klakson 3 kali pada saat kendaraan/unit akan bergerak mundur

2.18. Berkendara Pada Persimpangan Jalan Negara


Pengemudi wajib mengutamakan kendaraan umum disetiap persimpangan jalan
Negara
2.19. Prioritas Jalan Bagi Keadaan Darurat
Pengemudi kendaraan/unit wajib memberikan prioritas jalan kepada:
2.19.1. Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang bertugas
2.19.2. Ambulance yang akan mengangkut atau menjemput orang sakit
2.19.3. Kendaraan pertolongan pertama( rescue)
2.19.4. Kendaraan jenazah

2.20. Mengoperasikan Kendaraan /Unit Dijalan Hauling Coal


2.20.1. Kendaraan/Unit dilarang parker disepanjang jalan Hauling kecuali rusak.
2.20.2. Setiap kendaraan/unit yang rusak driver segera melaporkan ke pengawas
2.20.3. Kendaraan /Unit yang rusak diparkir ,ditempat yang datar, posisi mudah
terlihat, dipasang ganjal ban, nyalakan lampu hazard, dan pasang traffic cone
/safety triangte Unit melakukan overshift di lokasi rest area atau tempat -
tempat yang sudah disediakan dan disetujui oleh PT.Prolindo Cipta Nusantra.
2.20.4. Kendaraan /unit hanya boleh parkir dilokasi rest area yang sudah disediakan
disepanjang jalan hauling coal
2.20.5. Mengoperasikan Kendaraan/ Unit Dalam Kondisi Normal Kendaraan wajib
memprioritaskan unit Truck produksi muatan & kosongan

2.21. Meninggalkan Kendaraan / Unit


2.21.1. Pengemudi sebelum meninggalkan kendaraannya, harus meyakinkan bahwa
kendaraan/ unitnya sudah dimatikan dan terkunci serta aman sehingga tidak
dapat bergerak tanpa disengaja.
2.21.2. Ketentuan Lain Terhadap Pengoperasian Kendaraan / Unit Pengawas
Operasional wajib menghentikan kegiatan operasi kendaraan / unit di area
tambang jika terdapat kondisi - kondisi lain yang tidak diatur didalm prosedur
ini tetapi berpotensi menimbulkan bahaya.

3. LAMPIRAN

3.1. Formulir P2H Unit ( DT, LV, dan Heavy Equipment )


3.2. Formulir Commissioning Unit ( DT, LV, Dan Heavy Equipment )

4. REFERENSI
4.1. Undang - undang No. 11 tahun 1969 Tentang Pokok- Pokok Pertambangan.
4.2. Undang- Undang No. 1 tahun 1970 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
4.3. Undang - Undang No- 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
4.4. PP No. 41 tahun 1993 Tentang Angkutan Jalan.
4.5. PP No.4 4 tahun1 993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi
4.6. Kepmen No. 555.K26 M.PE/1995 Tentang Keselamatan dan Kesehatan
Pertambangan umum.