Anda di halaman 1dari 10

ETIKA & KODE ETIK KESEHATAN

“KODE ETIK PROFESI”

Petriana E. Mahmud
K11108530
Kls “D”

Fakultas Kesehatan Masyarakat


Universitas Hasanuddin
Makassar 2009
KODE ETIK PROFESI

1. KODE ETIK KEDOKTERAN INDONESIA


Merupakan pedoman bagi dokter Indonesia anggota IDI dalam melaksanakan
praktek kedokteran. Tertuang dalam SK PB IDI no 221/PB/A.4/04/2002
tanggal 19 April 2002 tentang penerapan Kode Etik Kedokteran Indonesia.
Kode Etik Kedokteran Indonesia pertama kali disusun pada tahun 1969 dalam
Musyawarah Kerja Susila Kedokteran Indonesia. Dan sebagai bahan rujukan
yang dipergunakan pada saat itu adalah Kode Etik Kedokteran Internadional yang
telah disempurnakan pada tahun 1968 melalui Muktamar Ikatan Dokter Sedunia
ke 22, yang kemudian disempurnakan lagi pada MuKerNas IDI XIII, tahun 1983.

KEWAJIBAN UMUM
Pasal 1
Setiap dokter harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan Sumpah
Dokter.
Pasal 2
Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai
dengan standard profesi yang tertinggi.
Pasal 3
Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh
dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan
kemandirian profesi.
Pasal 4
Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji
diri.
Pasal 5
Tiap perbuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya tahan psikis maupun
fisik hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien, setelah
memperoleh persetujuan pasien.
Pasal 6
Setiap dokter harus senantiasa berhati hati dalam mengumumkan dan
menerapkan setiap penemuan tehnik atau pengobatan baru yang belum diuji
kebenarannya dan hal hal yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.
Pasal 7
Seorang dokter hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang telah
diperiksa sendiri kebenarannya..
Pasal 7a
Seorang dokter harus, dalam setiappraktek medisnya, memberikan pelayanan
medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya, disertai
rasa kasih sayang ( compassion ) dan penghormatan atas martabat manusia.
Pasal 7b
Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien
dansejawatnya, dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahui
memiliki kekurangan dalam karakter atau kompetensi, atau yang melakukan
penipuan atau penggelapan, dalam menangani pasien.
Pasal 7c
Seorang dokter harus menghormati hak hak pasien, hak hak sejawatnya, dan hak
tenaga kesehatan lainnya, dan harus menjaga kepercayaan pasien.
Pasal 7d
Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup
mahluk insani.
Pasal 8
Dalam melakukan pekerjaannya seorang dokter harus memperhatikan
kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan
yang menyeluruh ( promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif ), baik fisik
maupun psiko-sosial, serta berusaha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakat
yang sebenar benarnya.
Pasal 9
Setiap dokter dalam bekerja sama dengan para pejabat dibidang kesehatan dan
bidang lainnya serta masyarakat, harus saling menghormati.

KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP PASIEN


Pasal 10
Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan
ketrampilannya untuk kepentingan pasien. Dalam hal ini ia tidak mampu
melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, maka atas persetujuan pasien, ia
wajib merujuk pasien kepada dokter yang mempunyai keahlian dalam penyakit
tersebut.
Pasal 11
Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepada pasien agar senantiasa
dapat berhubungan dengan keluarga dan penasehatnya dalam beribadat dan atau
dalam masalah lainnya.
Pasal 12
Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang
seorang pasien, bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia.
Pasal 13
Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas
perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu
memberikannya.

KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP TEMAN SEJAWAT


Pasal 14
Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin
diperlakukan.
Pasal 15
Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawat, kecuali
dengan persetujuan atau berdasarkan prosedur yang etis.

KEWAJIBAN DOKTER TERHADAP DIRI SENDIRI


Pasal 16
Setiap dokter harus memelihara kesehatannya, supaya dapat bekerja dengan
baik.
Pasal 17
Setiap dokter harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan
tehnologi kedokteran/kesehatan.

2. Kode Etik Keperawatan

Tanggung Jawab Perawat terhadap Klien

Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, atau


komunitas, perawat sangat memerlukan etika keperawatan yang merupakan
filsafat yang mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasar terhadap
pelaksanaan praktik keperawatan, dimana inti dari falsafah tersebut adalah hak
dan martabat manusia. Karena itu, fokus dari etika keperawatan ditujukan
terhadapsifat manusia yang unik. Untuk memelihara dan meningkatkan
kepercayaan masyarakat, diperlukan peraturan tentang hubungan antara perawat
dengan masyarakat, yaitu sebagai berikut.

1. Perawat, dalam melaksanakan pengabdiannya, senantiasa berpedoman pada


tanggung jawab yang bersumber dari adanya kebutuhan terhadap keperawatan
individu, keluarga, dan masyarakat.

2. Perawat, dalam melaksanakan pengabdiannya dibidang keperawatan, memliara


suasana lingkungan yang menghormati nilai-nilai budaya, adat istiadat dan
kelangsungan hidup beragama dari individu, keluarga, dan masyarakat.

3. Perawat, dalam melaksanakan kewajibannya terhadap individu, keluarga, dan


masyarakat, senantiasa dilandasi rasa tulus ikhlas sesuai dengan martabat dan
tradisi luhur keperawatan.

4. Perawat menjalin hubungan kerja sama dengna individu, keluarga, dan


masyarakat, khususnya dalam mengambil prakarsa dan mengadakan upaya
kesehatan, serta upaya kesejahteraan pada umumnya sebagai bagian dari tugas
dan kewajiban bagi kepentingan masyarakat.

Tanggung Jawab Perawat terhadap Tugas

1. Perawat memelihara mutu pelayanan keperawatn yang tinggi disertai kejujuran


profesional dalam menerapkan pengetahuan serta keterampilan keperawatan
sesuai dengan kebutuhan individu, keluarga, dan masyarakat.

2. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya sehubungan


dengna tugas yang dipercayakan kepadanya, kecuali jika diperlukan oleh pihak
yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

3. Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan dan keterampilann keperawatan


yang dimilikinya untuk tujuan yang bertentangan dengan norma-norma
kemanusaian.

4. Perawat, dalam menunaikan tugas dan kewajibannya, senantiasa berusaha


dengan penuh kesadaran agar tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan,
kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, agamayang dianut, dan
kedudukan sosial.
5. Perawat mengutamakan perlindungan dan keselamatan pasien/klien dalam
melaksanakan tugas keperawatannya, serta matang dalam mempertimbangkan
kemampuan jika menerima atau mengalih-tugaskan tanggung jawabyang ada
hubungannya dengan keperawatan.

Tanggung Jawab Perawat terhadap Sejawat

1. Perawat memelihara hubungna baik antar sesama perawat dan tenaga


kesehatan lainnya, baik dalam memelihara keserasian suasana lingkungan kerja
maupun dalam mencapai tujuan perlayanan kesehatan secara menyeluruh.

2. Perawat menyebarluaskan pengetahuan, keterampilan, dan pengalamannya


keoada sesama perawat, serta menerima pengetahuan dan pengalaman dari
profesi dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam bidang keperawatan.

Tanggung Jawab Perawat terhadap Profesi

1. Perawat berupaya meningkatkan kemampuan profesionalnya secara sendiri-


sendiri dan/atau bersama-sama dengna jalan menambah ilmu pengetahuan,
keterampilan, dan pengalamanyang bermanfaat bagi perkembangan keperawatan.

2. Perawat menjunjung tinggi nama baik profesi keperawatan dengna


menunjukkan perilaku dan sifat-sifat pribadi yang luhur.

3. Perawat berperan dalam menentukan pembakuan pendidikan dan pelayanan


keperawatan, serta menerapkannya dalam kegiatan pelayanan dan pendidikan
keperawatan.

4. Perawat secara bersama-sama membina dan memelihara mutu organisasi


profesi keperawatan sebagai sarana pengabdiannya.

Tanggung Jawab Perawat terhadap Negara

1. Perawat melaksanakan ketentuan-ketentuan sebagai kebijaksanaan yang telah


digariskan oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan keperawatan.

2. Perawat berperan aktif dalam menyumbangkan pikiran kepada pemerintah


dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada masyarakat.
3. KODE ETIK KEBIDANAN

SECARA UMUM KODE ETIK TERSEBUT BERISI 7 BAB YAITU:

Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir)

1). Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan


sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya.

2). Setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi


harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan.

3). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada


peran, tugas dan tanggungjawab sesuai dengan kebutuhan klien, keluarga dan
masyarakat.

4). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan


klien, menghormati hak klien dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di
masyarakat.

5). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan


kepentingan klien, keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama
sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimilikinya.

6). Setiap bidan senantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam


hubungan pelaksanaan - tugasnya, dengan mendorong partisipasi
masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal.

Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir)

1). Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap klien,


keluarga dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya
berdasarkan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat.

2). Setiap bidan berhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan


dalam mengambil keputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan
konsultasi dan atau rujukan.
3). Setiap bidan harus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat
dan atau dipercayakan kepadanya, kecuali bila diminta oleh pengadilan
atau dipedukan sehubungan kepentingan klien.

Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainnya (2 butir)

1). Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk
menciptakan suasana kerja yang serasi.

2). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya harus saling menghormati baik
terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya.

Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir)

1). Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra
profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan
pelayanan yang bermutu kepada masyarakat.

2). Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan did dan meningkatkan


kemampuan profesinya seuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi.

3). Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan
kegiatan sejenis yang dapat meningkatkan mute dan citra profesinya.

Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir)


1). Setiap bidan harus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan
tugas profesinya dengan baik.

2). Setiap bidan harus berusaha secara terus menerus untuk


meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kewajiban bidan terhadap pemerintah, bangsa dan tanah air (2 butir)

1). Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya, senantiasa melaksanakan


ketentuanketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan, khususnya dalam
pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga dan masyarakat.
2). Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan
pemikirannya kepada pemerintah untuk- meningkatkan mutu jangakauan
pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga.

7. Penutup (1 butir)
Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari senantiasa menghayati
dan mengamalkan Kode Etik Bidan Indonesia.

4. KODE ETIK PENYULUH KESEHATAN MASYARAKAT

Kode etik yang wajib ditaati adalah sebagai berikut :

1. Menunjukkan secara seksama kemampuan sesuai dengan pendidikan,


pelatihan dan pengalaman, serta bertindak dalam batas-batas kecakapan yang
profesional.

2. Mempertahankan kecakapan pada tingkatan tinggi melalui belajar, lelatihan,


dan penelitian berkesinambungan.

3. Melaporkan hasil penelitian dan kegiatan praktik secara jujur dan


bertanggung jawab.

4. Tidak membeda-bedakan individu berdasrkan ras, warna kulit, bangsa,


agama, usia, jenis kelamin, status social ekonomi dalam menyumbangkan
pelayanan-pekerjaan, pelatihan atau dalam meningkatkan kemajuan orang lain.

5. Menjaga kemitraan klien ( individu, kelompok, institusi) yang dilayani.

6. Menghargai hak pribadi (privacy), martabat (dignity), budaya dan harga diri
setiap individu, dan menggunakan keterampilan yang didasari dengan nilai-nilai
secara konsisten.

7. Membantu perubahan berdasarkan pilihan, bukan paksaan.

8. Mematuhi prinsip “informed consent” sebagi penghargaan terhadap klien.

9.Membantu perkembangan suatu tatanan pendidikan yang


mengasuh/memelihara pertumbuhan dan perkembangan individu.
10. Bertanggung jawab untuk menerima tindakan/hukuman selayaknya sesuai
dengan pertimbangan mal praktek yang dilakukan.

KESIMPULAN

Kode etik setiap profesi Indonesia terdiri dari beberapa bab dan pasal, yang
menjelaskan tentang :

1. Tanggung jawab setiap profesi terhadap individu, keluarga, dan masyarakat.


2. Menjelaskan tentang tanggung jawab setiap profesi terhadap tugasnya.
3. Menjelaskan tentang tanggung jawab suatu profesi terhadap sesama
profesinya.
4. Menjelaskan tentang tanggung jawab sebuah profesi terhadap pemerintah,
bangsa, dan tanah air.

SARAN

Dalam setiap melakukan sebuah tindakan, setiap profesi dituntut untuk dapat
bertindak secara mandiri maupun secara kolaborasi. Namun, tetap terfokus
pada setiap kode etik profesi yang telah ditetapkan.