Anda di halaman 1dari 12

Faktor Geografi Terhadap Tranportasi Industri

geografiDec 16, 20160

Adanya transportasi memungkinkan hubungan antardaerah, hubungan antar-hinterland dan foreland,


serta menimbulkan dampak sosial-ekonomi penduduk dan penggunaan lahan. Keberadaan sarana dan
prasarana transportasi tidak dapat lepas dari pengaruh berbagai faktor geografi, di antaranya sebagai
berikut.

1. Iklim

Kondisi iklim berpengaruh sangat besar pada kelancaran transportasi, terutama transportasi laut dan
udara. Adanya badai topan, kabut, hujan, salju, maupun asap tebal memungkinkan terganggunya
penerbangan dan pelayaran yang akan dilakukan. Di daerah yang memiliki curah hujan tinggi
mengakibatkan pemeliharaan jalan raya dan kereta api menjadi lebih tinggi, jalan akan cepat rusak
akibat aliran air dan banjir. Bahkan fenomena perubahan fungsi jalan pada waktu hujan sebagai sungai
merupakan fenomena yang sering terjadi, akibat tidak disiplinnya masyarakat dalam membersihkan
saluran air dan membuang sampah tidak pada tempatnya.

2. Struktur geologi

Kondisi batuan di tiap wilayah berbeda-beda, ada wilayah yang memiliki kondisi batuan yang stabil dan
ada juga daerah yang memiliki kondisi batuan yang tidak stabil. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap
kestabilan jalan. Jalan yang berada di daerah labil cenderung cepat rusak. Hal ini akan mengakibatkan
tingginya biaya pemeliharaan dan perbaikan jalan. Sebaliknya jalan yang berada di daerah yang stabil
cenderung lebih awet.

3. Keadaan morfologi

Keberadaan morfologi suatu daerah sangat berpengaruh pada sarana transportasi darat. Misalnya: di
daerah perbukitan sampai pegunungan yang selalu labil dan berkelok-kelok akan mengakibatkan
pembuatan dan pemeliharaannya jalan menjadi mahal. Selain itu, diperlukan prasarana lain, misalnya:
jembatan dan terowongan. Begitu juga keberadaan morfologi dasar laut sangat berpengaruh pada
kecepatan kapal, besarnya muatan kapal dan pembuatan dermaga atau pelabuhan.

4. Faktor sosial

Keberadaan dan kelengkapan sarana dan prasarana transportasi pada dasarnya merupakan tuntutan
masyarakat untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya, misalnya: bepergian ke tempat kerja, sekolah,
belanja, hubungan sosial, bisnis, rekreasi, dan lain-lain. Semua itu, melahirkan tuntunan adanya jalan,
angkutan dan rute-rute kendaraan yang efisien, aman, dan nyaman.
5. Kondisi ekonomi

Kondisi ekonomi sebagai hasil dari pertumbuhan industri dan aktivitas komersial lainnya telah
mendorong semakin meningkatnya kebutuhan akan transportasi. Semakin tinggi dan kompleks aktivitas
atau kemajuan ekonomi suatu masyarakat dapat dilihat atau diukur dari kondisi jaringan transportasinya.
Jalan yang lebar, terpelihara, banyak lintasan, lengkapnya sarana angkutan, terminal, pelabuhan, dan
bkamura sangat berkolerasi dengan membaiknya keadaan ekonomi masyarakat sekitarnya.

6. Keadaan politik dan kebijaksanaan pemerintah

Pembuatan jaringan transportasi seringkali dibuat karena latar belakang politik dengan tujuan untuk
memudahkan pengawasan, keamanan, dan pertahanan, walaupun mungkin secara ekonomis kurang
menguntungkan atau bahkan tidak ada. Pembangunan fasilitas transportasi juga merupakan
kebijaksanaan pemerintah dalam rangka pembangunan, baik nasional, regional maupun lokal agar
pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat di samping kestabilan politik dan pemerataan pembangunan
dapat diciptakan.

7. Teknologi yang dimiliki

Setiap sarana dan prasarana transportasi mempunyai karakteristik tersendiri. Misalnya: kereta api
memerlukan lokomotif dengan mesin penggerak yang berbeda (batubara, listrik, diesel) dan jaringan rel
kereta api yang baik dan kuat. Pesawat terbang berhubungan dengan daya angkut, mesin pesawat,
kapasitas bandara, sistem komunikasi udara, dan perlengkapan lain yang dibutuhkan untuk layaknya
suatu penerbangan. Kapal laut dengan rute, dermaga, kecepatan mesin, dan daya angkut. Semua itu
harus didukung oleh teknologi transportasi yang dimiliki. Apabila penguasaan teknologinya belum
memadai maka sistem transportasi yang aman, nyaman, mudah, dan terjangkau oleh masyarakat tidak
mungkin terwujud.

sumber : Waluya, Bagja. 2009. Memahami Geografi 3 SMA/MA : Untuk Kelas XII, Semester 1 dan 2
Program Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta.ARMICO
makalah sarana dan prasarana transportasi (geografi transport dan permukiman)

BAB II

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiki lebih dari 17.000 pulau dengan total wilayah
735.355 mil persegi. Indonesia dan menempati peringkat keempat dari 10 negara berpopulasi terbesar
di dunia (sekitar 220 juta jiwa). Tanpa sarana transportasi yang memadai maka akan sulit untuk
menghubungkan seluruh daerah di kepulauan ini.

Dalam hidup ini, manusia akan sering mengalami perpindahan tempat dari satu tempat ke tempat lain
dengan menggunakan wahana atau digerakkan oleh mesin, yang disebut dengan transportasi. Semua
manusia melakukan kegiatan perjalanan. Perjalanan tersebut bisa dilakukan berbabagai cara ternasuk
juga melalui jalur darat, laut dan udara.

Sarana transportasi yang ada di darat, laut, maupun udara memegang peranan vital dalam
berbagai aspek termasuk sosial dan ekonomi melalui fungsi distribusi antara daerah satu dengan daerah
yang lain. Distribusi barang, manusia, dll. akan menjadi lebih mudah dan cepat bila sarana transportasi
yang ada berfungsi sebagaimana mestinya sehingga transportasi dapat menjadi salah satu sarana untuk
mengintegrasikan berbagai wilayah di Indonesia. Melalui transportasi penduduk antara wilayah satu
dengan wilayah lainya dapat ikut merasakan hasil produksi yang rata maupun hasil pembangunan yang
ada.

Pada umumnya perkembangan sarana transportasi di Indonesia berjalan sedikit lebih lambat
dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini disebabkan oleh
perbedaan regulasi pemerintah masing-masing negara dalam menangani kinerja sistem transportasi
yang ada.

Rumusan Masalah
1. Apa yang menjadi sarana dan prasarana dari transportasi?

2. Bagaimana pengaruh s sarana dan prasarana dari transportasi tersebut?

BAB II

PEMBAHASAN

SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI

TRANSPORTASI UDARA

Sarana

Pesawat terbang atau pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat saja adalah kendaraan yang
mampu terbang di atmosfir atau udara

prasarana

· Bandar udara atau bandara merupakan sebuah fasilitas tempat pesawat terbang dapat lepas
landas dan mendarat. Bandara yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landas pacu namun
bandara-bandara besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan
penerbangan maupun bagi penggunanya.

· Menurut ICAO (International Civil Aviation Organization): Bandar udara adalah area tertentu di
daratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara
keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.

· Sedangkan definisi bandar udara menurut PT (persero) Angkasa Pura adalah “lapangan udara,
termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin
tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk masyarakat”.

Pengelolaan infrastruktur dan transportasi Bandar udara


Bandar udara atau Bandara pada zaman sekarang tidak saja sebagai tempat berangkat dan
mendaratnya pesawat, naik turunnya penumpang, barang (kargo) dan pos, namun bandara telah
menjadi suatu kawasan yang begitu penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan
pembangunan wilayah disekitar, karena itu penataan ruang dan kawasan menjadi sangat penting bagi
daerah-daerah disekitar bandara.

Pengelolaan bandara merupakan salah satu unsur yang menarik dan perlu diperhatikan.
Bandara sebagai penghubung antara dunia internasional dengan dalam negeri merupakan hal yang wajib
dikelola secara professional. Bandara / bandar udara mencakup suatu kumpulan aneka kegiatan yang
luas dengan berbagai kebutuhan yang berbeda dan sering bertentangan. Bandara merupakan terminal
tentunya. Definisi terminal adalah suatu simpul dalam sistem jaringan perangkutan. Oleh karena itu
bandara dapat kita samakan dengan terminal, yang mempunyai fungsi pokok sebagai tempat :

· Sebagai pengendali dan mengatur lalu lintas angkutan udara dalam hal ini adalah pesawat.

· Sebagai tempat pergantian moda bagi penumpang.

· Sebagai tempat naik atau turun penumpang dan bongkar muat barang/muatan

· Sebagai tempat operasi berbagai jasa seperti: perdagangan, fasilitas umum, fasilitas sosial, fasilitas
transit, promosi, dan lain-lain.

· Sebagai elemen tata ruang wilayah, yakni titik tumbuh dalam perkembangan wilayah.

· Dalam melakukan pengelolaan bandara yang baik tentunya harus didasarkan pada usaha yang
efektif dan efisien. Efektif dan Efisien adalah dua konsepsi utama untuk mengukur kinerja pengelolaan /
manajemen :

A. Definisi efektif adalah kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selain itu juga dapat disamakan dengan memilih pekerjaan yang
harus dilakukan atau cara/metoda yang tepat untuk mencapai tujuan Efektif ini dalam pengelolaan
bandara dalam diterjemahkan dalam usaha berikut ini :

· Kapasitas Mencukupi. Dalam artian prasarana dan sarana cukup tersedia untuk memenuhi
kebutuhan pengguna jasa.

· Terpadu. Dalam artian antarmoda dan intramoda dalam jaringan pelayanan saling berkaitan dan
terpadu.

· Cepat dan Lancar. Dalam artian penyelenggaraan layanan angkutan dalam waktu singkat, dengan
indikasi kecepatan arus per satuan waktu.

B. Definisi efisien adalah kemampuan menyelesaikan pekerjaan dengan benar, memperoleh keluaran
(hasil, produktivitas, kinerja) yang lebih tinggi daripada masukan (tenaga kerja, bahan, uang, mesin, dan
waktu) yang digunakan meminimumkan biaya penggunaan sumber daya untuk mencapai keluaran yang
telah ditentukan, atau memaksimumkan keluaran dengan jumlah masukan terbatas. [Handoko, 1998; 7] .
Efisien ini dalam pengelolaan bandara dalam diterjemahkan dalam usaha berikut ini :

1. Biaya terjangkau. Dalam artian penyediaan layanan angkutan sesuai dengan tingkat daya beli
masyarakat pada umumnya dengan tetap memperhatikan kelangsungan hidup usaha layanan jasa
angkutan.

2. Beban publik rendah. Artinya pengorbanan yang harus ditanggung oleh masyarakat sebagai
konsekuensi dari pengoperasian sistem perangkutan harus minimum, misalnya: tingkat pencemaran
lingkungan.

3. Memiliki kemanfaatan yang tinggi. Dalam artian tingkat penggunaan prasarana dan sarana optimum,
misalnya: tingkat muatan penumpang dan/atau barang maksimum.

4. Selain itu juga ada faktor lain yang mempengaruhi juga untuk mengukur kinerja pengelolaan /
manajemen agar berkualitas baik yaitu ke-andalan bandara tersebut.

C. Definisi andal adalah pelayanan yang dapat dipercaya, tangguh melakukan pelayanan sesuai dengan
penawaran atau “janji”-nya dan harapan/ tuntutan konsumen. Andal ini dalam pengelolaan bandara
dalam diterjemahkan dalam usaha berikut ini :

1. Tertib. Dalam artian penyelenggaraan angkutan yang sesuai dengan peraturan perundang-
undangan dan norma yang berlaku di masyarakat.

2. Tepat dan Teratur. Berarti dapat diandalkan, tangguh, sesuai dengan jadwal dan ada kepastian.

3. Aman dan Nyaman. Dalam artian selamat terhindar dari kecelakaan, bebas dari gangguan baik
eksternal maupun internal, terwujud ketenangan dan kenikmatan dalam perjalanan.

Bandara sebagai suatu simpul dari suatu sistem transportasi udara dewasa ini memiliki peran
yang sangat penting sebagai salah satu pintu gerbang negara dari negara lain. Selain itu juga bandara
merupakan salah satu infrastruktur transportasi yang wajib ada dalam setiap negara ini sangat berperan
dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi karena setiap waktu terjadi pergerakan lalu-lintas pesawat
yang datang dan pergi ke atau dari sebuah bandar udara baik dari dalam maupun luar negeri, yang
meliputi data pesawat, data penumpang, data barang angkutan berupa cargo, pos dan bagasi
penumpang yang tentunya hal ini berarti terjadi aktivitas ekonomi.

Pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur bandara tentunya hal yang mutlak dan wajib
dilakukan oleh operator bandara agar terjadi kelancaran dalam kegiatan yang berlangsung dibandara
tersebut. Hal yang perlu dicermati adalah cara pengelolaan bandara tersebut harus sesuai dengan
prinsip-prinsip manajemen dalam pengelolaan dan pemeliharaan yaitu efektifitas, efisien, dan andal.
Dimana dengan menerapkan hal tersebut, maka bandara tersebut agar sesuai kualitasnya dengan
standar internasional.
Bandara dewasa ini memiliki peran sebagai front input dari suatu rantai nilai transportasi udara,
dituntut adanya suatu manajemen pengelolaan barang maupun manusia yang aman, efektif, dan efisien
sesuai standar yang berlaku secara internasional. Oleh karena itu sangat dituntut adanya kebijakan
umum yang sanggup menjamin terwujudnya tata manajemen bandara yang paling efisien, efektif dan
andal dalam pengelolaannya.

TRANSPORTASI DARAT

Sarana Angkutan Jalan Raya :

Angkutan Jalan adalah kendaraan yang diperbolehkan untuk menggunakan jalan. Angkutan jalan ini
diantaranya adalah :

1. Sepeda Motor, adalah kendaraan bermotor beroda 2 (dua), atau 3 (tiga) tanpa atap baik dengan
atau tanpa kereta di samping.

2. Mobil Penumpang, adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi sebanyak-banyaknya 8


(delapan) tempat duduk tidak termasuk tempat duduk pengemudi, baik dengan maupun tanpa
perlengkapan pengangkutan bagasi.

3. Mobil Bus, adalah setiap kendaraan bermotor yang dilengkapi lebih dari 8 (delapan) tempat duduk
tidak termasuk tempat duduk pengemudi, baik dengan maupun tanpa perlengkapan pengangkutan
bagasi.

4. Mobil Barang, adalah setiap kendaraan bermotor selain dari yang termasuk dalam sepeda motor,
mobil penumpang dan mobil bus.

Angkutan darat selain mobil, bus ataupun sepeda motor yang lazim digunakan oleh masyarakat,
umumnya digunakan untuk skala kecil, rekreasi, ataupun sarana sarana di perkampungan baik di kota
maupun di desa. Diantaranya adalah : sepeda, becak, bajaj, bemo dan delman.

Sarana Angkutan Kereta Api :

Kereta api adalah sarana transportasi berupa kendaraan dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri
maupun dirangkaikan dengan kendaraan lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di rel. Kereta api
merupakan alat transportasi massal yang umumnya terdiri dari lokomotif (kendaraan dengan tenaga
gerak yang berjalan sendiri) dan rangkaian kereta atau gerbong (dirangkaikan dengan kendaraan
lainnya). Rangkaian kereta atau gerbong tersebut berukuran relatif besar sehingga mampu memuat
penumpang maupun barang dalam skala besar. Karena sifatnya sebagai angkutan massal efektif,
beberapa negara berusaha memanfaatkannya secara maksimal sebagai alat transportasi utama angkutan
darat baik di dalam kota, antarkota, maupun antar negara.
Prasarana Transportasi Darat :

Jalan dan Jembatan, adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk
bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada
permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas
permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.

Rel Kereta, digunakan pada jalur kereta api. Rel mengarahkan/memandu kereta api tanpa memerlukan
pengendalian. Rel merupakan dua batang rel kaku yang sama panjang dipasang pada bantalan sebagai
dasar landasan. Rel-rel tersebut diikat pada bantalan dengan menggunakan paku rel, sekrup, penambat,
atau penambat e (seperti penambat Pandrol).

Jenis penambat yang digunakan bergantung kepada jenis bantalan yang digunakan. Puku ulir atau paku
penambat digunakan pada bantalan kayu, sedangkan penambat e digunakan untuk bantalan beton atau
semen.

Rel biasanya dipasang di atas badan jalan yang dilapis dengan batu kericak atau dikenal sebagai Balast.
Balast berfungsi pada rel kereta api untuk meredam getaran dan lenturan rel akibat beratnya kereta api.
Untuk menyeberangi jembatan, digunakan bantalan kayu yang lebih elastis ketimbang bantalan beton.

Terminal Transportasi :

ü Terminal bandar udara, sebuah bangunan di bandara

ü Terminal bus, sebuah fasilitas transportasi jalan

ü Stasiun terminal, sebuah stasiun kereta penumpang

ü Terminal container, fasilitas yang menangani perkapalan

Stasiun Kereta Api, adalah tempat di mana para penumpang dan barang dapat naik-turun dalam
memakai sarana transportasi kereta api. Selain stasiun, pada masa lalu dikenal juga dengan halte kereta
api yang memiliki fungsi nyaris sama dengan stasiun kereta api.

Stasiun kereta api umumnya terdiri atas tempat penjualan tiket, peron atau ruang tunggu, ruang kepala
stasiun, dan ruang PPKA (Pengatur Perjalanan Kereta Api) beserta peralatannya, seperti sinyal, wesel
(alat pemindah jalur), telepon, telegraf, dan lain sebagainya. Stasiun besar biasanya diberi perlengkapan
yang lebih banyak daripada stasiun kecil untuk menunjang kenyamanan penumpang maupun calon
penumpang kereta api, seperti ruang tunggu, restoran, toilet, mushalla, area parkir, sarana keamanan
(polisi khusus kereta api), sarana komunikasi, depo lokomotif, dan sarana pengisian bahan bakar. Pada
papan nama stasiun yang dibangun pada zaman Belanda, umumnya dilengkapi dengan ukuran ketinggian
rata-rata wilayah itu dari permukaan laut, misalnya Stasiun Bandung di bawahnya ada tulisan plus-minus
709 meter.

Pada umumnya, stasiun kecil memiliki tiga jalur rel kereta api yang menyatu pada ujung-ujungnya.
Penyatuan jalur-jalur tersebut diatur dengan alat pemindah jalur yang dikendalikan dari ruang PPKA.
Selain sebagai tempat pemberhentian kereta api, stasiun juga berfungsi bila terjadi persimpangan antar
kereta api sementara jalur lainnya digunakan untuk keperluan cadangan dan langsir.

Pada stasiun besar, umumnya memiliki lebih dari 4 jalur yang juga berguna untuk keperluan langsir. Pada
halte umumnya tidak diberi jalur tambahan serta percabangan. Pada masa lalu, setiap stasiun memiliki
pompa dan tangki air serta jembatan putar yang dibutuhkan pada masa kereta api masih ditarik oleh
lokomotif uap.Karena keberadaan stasiun kereta api umumnya bersamaan dengan keberadaan sarana
kereta api di Indonesia yang dibangun pada masa zaman Belanda, maka kebanyakan stasiun kereta api
merupakan bangunan lama yang dibangun pada masa itu. Sebagian direstorasi dan diperluas, sedangkan
sebagian yang lain ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Kebanyakan kota besar, kota kabupaten,
dan bahkan kecamatan di Jawa dihubungkan dengan jalur kereta api sehingga di kota-kota tersebut
selalu dilengkapi dengan stasiun kereta api.

Halte, adalah tempat pemberhentian sementara untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Sekarang ini sering dikenal halte bus dan angkutan kota, dahulu ada juga halte kereta api.

ATCS, Sistem Kendali Lalu lintas Kendaraan atau Auto Traffic Control System (ATCS) adalah pengendalian
lalu lintas dengan menyelaraskan waktu lampu merah pada jaringan jalan raya.

TRANSPORTASI LAUT

Sarana

Kapal, adalah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di laut (sungai dsb) seperti halnya sampan
atau perahu yang lebih kecil. Kapal biasanya cukup besar untuk membawa perahu kecil seperti sekoci.
Sedangkan dalam istilah inggris, dipisahkan antara ship yang lebih besar dan boat yang lebih kecil.
Berabad-abad lamanya kapal digunakan oleh manusia untuk mengarungi sungai atau lautan.

Feri, adalah sebuah sebuah kapal transportasi jarak dekat.Feri mempunyai peranan penting dalam sistem
pengangkutan bagi banyak kota pesisir pantai, membuat transit langsung antar kedua tujuan dengan
biaya lebih kecil dibandingkan jembatan atau terowong.

Sampan (bahasa Tionghoa) adalah sebuah perahu kayu tiongkok yang memiliki dasar yang relatif datar,
dengan ukuran sekitar 3,5 hingga 4,5 meter yang digunakan sebagai alat transportasi sungai dan danau
atau menangkap ikan. Sampan dapat mengangkut penumpang 2 – 8 orang, tergantung ukuran sampan.
Sampan ada kalanya memiliki atap kecil dan dapat digunakan sebagai tempat tinggal permanen di
perairan dekat darat. Sampan biasanya tidak digunakan untuk berlayar jauh dari daratan karena jenis
perahu ini tidak memiliki perlengkapan untuk menghadapi cuaca yang buruk.

Kata “sampan” secara harafiah berarti “tiga lembar papan” dalam bahasa Kanton, dari kata Sam (tiga)
dan pan (papan). Kata ini digunakan untuk merujuk pada rancangan perahu ini, yang terdiri dari sebuah
dasar yang datar (dibuat dari selembar papan); dua lembar papan lainnya dipasang di kedua belah
sisinya. Sampan digerakkan dengan sepotong galah, dayung atau dapat pula dipasangi motor di bagian
belakangnya.
Prasarana Transportasi Laut :

Pelabuhan adalah sebuah fasilitas di ujung samudera, sungai atau danau untuk menerima kapal dan
memindahkan barang kargo maupun penumpang ke dalamnya. Pelabuhan biasanya memiliki alat-alat
yang dirancang khusus untuk memuat dan membongkar muatan kapal-kapal yang berlabuh. Crane dan
gudang berpendingin juga disediakan oleh pihak pengelola maupun pihak swasta yang berkepentingan.
Sering pula disekitarnya dibangun fasilitas penunjang seperti pengalengan dan pemrosesan barang.

Kata pelabuhan laut digunakan untuk pelabuhan yang menangani kapal-kapal laut. Pelabuhan perikanan
adalah pelabuhan yang digunakan untuk berlabuhnya kapal-kapal penangkap ikan serta menjadi tempat
distribusi maupun pasar ikan.

Klasifikasi pelabuhan perikanan ada 3, yaitu: Pelabuhan Perikanan Pantai, Pelabuhan Perikanan
Nusantara, dan Pelabuhan Perikanan Samudera.

Di bawah ini hal-hal yang penting agar pelabuhan dapat berfungsi :

· Adanya kanal-kanal laut yang cukup dalam (minimum 12 meter)

· Perlindungan dari angin, ombak, dan petir

· Akses ke transportasi penghubung seperti kereta api dan truk

· Galangan kapal adalah sebuah tempat yang dirancang untuk memperbaiki dan membuat kapal.
Kapal-kapal ini dapat berupa yacht, armada militer, cruisine line, pesawat barang atau penumpang.

PENGARUH SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI

Transportasi yaitu perpindahan dari suatu tempat ke tempat lain dengan menggunakan alat
pengangkutan. Kelancaran proses transportasi dipengaruhi oleh kondisi ketersediaan sarana dan
prasarana transportasi. Jalan dan jembatan termasuk sebagai suatu prasarana pasif yang yang
mendukung lancarnya transportasi di suatu daerah. Daerah pedesaan, masih sangat terbatas dalam
ketersediaan maupun kelancaran sarana dan prasarana transportasinya. Pada dasarnya, transportasi
merupakan suatu tolak ukur interaksi keruangan antar wilayah dan sangat penting peranannya dalam
menunjang proses perkembangan suatu wilayah. Selain itu, transportasi juga berperan menunjang
keberhasilan pembangunan terutama dalam mendukung kegiatan perekonomian masyarakat, tak
terkecuali di daerah pedesaan.

Sarana dan prasarana transportasi memiliki beberapa dampak yang secara langsung maupun
tidak langsung dalam masyarakat. Ketersediaan dan lancarnya sarana dan prasarana transportasi
menghapuskan perisolasian suatu daerah serta aksesibilitas pun semakin meningkat. Peningkatan ini
membuka suatu peradaban baru bagi daerah pedesaan tersebut. Sehingga kemajuan dan modernisasi
yang berasal dari daerah pusat pemerintahan dapat dengan mudah masuk.

Hal ini dapat dilihat dari segi ekonomi, yang mana dengan lancarnya sarana transportasi,
pemasaran hasil usaha pun semakin mudah. Selain dipermudah dalam hal pengangkutannya juga
dipermudah dalam menciptakan pasar dan penyediaan sarana produksi pertanian atau sarana produksi
suatu usaha.

Selain dari segi ekonomi, dapat juga dilihat dari segi pendidikan. Keterbukaan suatu daerah
membuat mudahnya masuk tenaga pengajar ataupun sarana untuk peningkatan pendidikan. Sedangkan
dalam bidang kesehatan, seperti yang terlihat pada masyarakat menjadi semakin cepat dalam mencapai
rumah sakit atau tenaga medis, sehingga pertolonganpun dapat segera didapatkan. Hal–hal di atas
membuktikan bahwa dengan lancarnya sarana dan prasarana transportasi dapat meningkatkan
pembangunan suatu desa, baik itu dari beberapa dan termasuk juga kedalam segi fisik maupun dari segi
manusianya.

BAB II

PENUTUP

Kesimpulan

Bahwa sarana dan prasarana trasportasi laut,udara dan darat itu seperti contohnya pada transportasi
laut yang menjadi sarana yaitu pesawat itu sendiri sedangkan bandara yang menjadi aspek utama yang
saling mendukung agar pesawat itu dapat lepas landas dan mendarat dalam hubungannya dengan
pengangkutan penumpang itu sendiri.

Pengaruh dari sarana dan prasarana itu adalah Sarana dan prasarana transportasi memiliki beberapa
dampak yang secara langsung maupun tidak langsung dalam masyarakat. Ketersediaan dan lancarnya
sarana dan prasarana transportasi menghapuskan perisolasian suatu daerah serta aksesibilitas pun
semakin meningkat. Peningkatan ini membuka suatu peradaban baru bagi daerah pedesaan tersebut.
Sehingga kemajuan dan modernisasi yang berasal dari daerah pusat pemerintahan dapat dengan mudah
masuk.