Anda di halaman 1dari 9

Jurnal Kesehatan Vokasional, Vol. 4 No.

1 (Februari 2019)
ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online)
DOI h ps://doi.org/10.22146/jkesvo.41777

Dampak Kesehatan Anak Pada Periode Embrio, Janin, Bayi dan


Usia Sekolah dengan Ayah Perokok
1 2
Fitra Duhita , Novi Indah Rahmawati
1,2
Prodi DIV Kebidanan Sekolah Vokasi UGM
fitra.duhita@ugm.ac.id

Submi ed 19 Desember 2018 Revised 11 Januari 2019 Accepted 22 Januari 2019

ABSTRAK

Latar Belakang: Sekitar 60,3% perokok di Indonesia Hasil: Telaah artikel menunjukkan bahwa paparan
adalah laki-laki, dan hanya 1% saja pada asap rokok saat anak pada periode embrio dapat
perempuan. Hal ini disebabkan nilai budaya bahwa mengakibatkan terjadinya abortus spontan; pada
perempuan perokok adalah tabu. Tetapi laki-laki periode fetus mengakibatkan persalinan prematur
perokok dianggap sebagai simbol maskulinisme, dan berat badan bayi rendah; pada periode bayi
salah satu bentuk interaksi sosial dan cara untuk meningkatnya risiko asma dan keterlambatan
menghilangkan perasaan negatif. Namun jika perkembangan mental. Keadaan ini disebabkan
kebiasaan merokok pada laki-laki lanjut hingga komponen kimia yang terkandung di dalam asap
mereka menjadi ayah, maka akan membawa rokok yang berbahaya. Selain itu, anak yang
dampak negatif pada anaknya. memiliki ayah perokok memiliki risiko 3 kali lebih
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar untuk menjadi perokok juga pada periode
dampak yang terjadi pada anak jika ayah seorang remajanya. Lebih lanjut, kondisi ini menyebabkan
perokok. mata rantai perokok semakin sulit diputuskan, dan
Metode: Artikel ini merupakan hasil telaah berbagai berdampak negatif hingga generasi selanjutnya.
referensi penelitian yang berkaitan/ mengaitkan Kesimpulan: Berdasarkan hasil telaah artikel ini,
antara dampak rokok secara umum dan dampak penting bagi tenaga kesehatan untuk melakukan
ayah perokok secara khusus terhadap hasil upaya pendidikan kesehatan kepada setiap ayah
konsepsi, kesehatan serta tumbuh kembang anak. dalam keluarga agar lebih bijak dalam merokok.

Kata Kunci: ayah perokok; dampak anak perokok pasif

ABSTRACT

Background: Almost 60,3% of smoker in Indonesia are Result: The review showed that exposure of the smoke in
men, and only 1% in women. That is caused by smoking embrionic periode can cause spontaneouse abortion; in
for a women as a taboo. But smoking for a men as a symbol foetal periode cause preterm delivery and low birth weight
of masculineism, manner in social interaction with their baby; in infant periode increase risk of asthma and mental
community and best choice to ignoring negative feeling. If development delay. All of that condition is caused by
smoking habit in men continuing until they become a chemical compounds of the smoke. In other hand, children
father, its bring negative effect for their children. who have father whose smoking are risk three times
Objective: This study aim to know kind of effect to his greater to be smoker too in the future. Furthermore, it
children while father as a smoker cause the chain of smoker will difficult to cut and bring
Methods: This is literatur review from research article negative impact for next generation.
which discuss about the effect of cigarete smoke also father Conclusion: From this review’s result, its important for
as smoker to children while in conception periode, future primary health care provider to promote health education
health and development. for every father in the family to wise while smoking.

Keywords: smoking father; secondhand smoke children effect

h ps://jurnal.ugm.ac.id/jkesvo Published online February 18, 2019 12


Dampak Kesehatan Anak Pada Periode Embrio, Janin, Bayi...

PENDAHULUAN permasalahan (Darwin, 2007).


Data Kementerian Kesehatan Tanpa disadari jika kebiasaan merokok
menunjukkan bahwa sejak tahun 1995 sd 2013, berlanjut hingga laki-laki tersebut berperan
terjadi peningkatan perbandingan penduduk sebagai ayah, dapat berdampak pada kualitas
perokok dan bukan perokok semula 1:3 kesehatan keluarga, terutama anak. Ayah
menjadi 2:3 (Depkes RI, 2016). Sebanyak 36,1% sebagai simbol pengayoman keluarga dan suri
populasi penduduk di Indonesia adalah tauladan utama bagi anak. Sehingga kokohnya
perokok (WHO South East Asia, 2011). Angka keluarga tidak terlepas oleh peran ayah dalam
tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara mewujudkan kesehatan keluarga, salah
dengan pervalensi merokok yang cukup tinggi satunya kesadaran untuk menyediakan
di dunia, dan menjadi salah satu dari lima lingkungan yang bebas asap rokok bagi anak-
negara yang menjadi fokus perhatian WHO anaknya sejak periode pra konsepsi hingga
Bloomberg Initiative to Reduce Tobacco Use. masa dewasa (Yogman & Garfield, 2016).
Melalui program tersebut, WHO bersama
dengan Kementerian Kesehatan Republik METODE
Indonesia telah melakukan berbagai upaya Artikel ini adalah hasil telaah literatur
untuk menurunkan jumlah perokok di (literatur review) tentang berbagai dampak
Indonesia(WHO, 2015). kesehatan yang ditimbulkan pada anak sejak
Keuntungan yang didapatkan dari periode janin hingga usia sekolah, jika ayah
merokok tidak melebihi kerugian yang s e o r a n g p e r o k o k . A ya h p e r o k o k ya n g
didapatkan, terutama terhadap kesehatan. dimaksud dalam artikel ini adalah ayah yang
Komponen kimia yang dihasilkan dari asap memberikan paparan asap rokok secara
rokok dapat masuk ke dalam tubuh melalui langsung pada keluarganya (resident father’
asap hasil pembakaran rokok, terkumpul ke smoking) dan bukan ayah yang tidak tinggal
dalam seminal plasma melalui proses difusi serumah. Terdapat berbagai jenis rokok, antara
dan transport aktif. Selanjutnya dapat lain rokok tembakau, pipe, cigar, shisha, dll.
menyebabkan gangguan fungsi organ, dan Pada artikel ini rokok yang dimaksud adalah
dalam jangka panjang berdampak pada rokok tembakau.
kerusakan organ (Cui, et al., 2016). Dampak
negatif ini tidak hanya dialami oleh perokok itu HASIL DAN PEMBAHASAN
sendiri, namun juga berdampak pada orang- Asap rokok dan komponen kimia
orang disekitar perokok. penyusunnya
Perokok di Indonesia masih didominasi Asap hasil pembakaran rokok terdiri atas
oleh laki-laki, yaitu 60,3%, sedangkan 3 jenis, yaitu asap dari bara rokok (sidestream
perempuan masih sebesar 1,2% (BPS, 2015). smoke), asap yang dihisap oleh perokok
Meskipun jumlah perempuan perokok (mainstream smoke) dan asap yang dihembuskan
mengalami peningkatan setiap tahun, namun oleh perokok (exhaled mainstream smoke). Selain
besarannya belum menunjukkan angka yang dihisap oleh perokok sendiri, asap hasil
signifikan. Nilai maskulinisme dari rokok ini pembakaran rokok juga akan menjadi asap
mengakibatkan lahirnya persepsi tabu bagi bebas di lingkungan perokok, biasa disebut
perempuan untuk merokok. Namun asap rokok pasif (passive smoke/ secondhand
sebaliknya, bagi laki-laki merokok merupakan smoke) (Harlev, et al., 2015; Department of
salah satu simbol interaksi dengan Health and Human Services, 2006).
lingkungannya. Selain itu mayoritas laki-laki
merokok karena menghisap rokok dirasa dapat
menurunkan perasaan negatif, sehingga
merasa lebih tenang dalam menghadapi

13 h ps://jurnal.ugm.ac.id/jkesvo Published online February 18, 2019


Dampak Kesehatan Anak Pada Periode Embrio, Janin, Bayi...

Sperma yang tidak viabel tergambar


abnormalitas morfologi berupa stained head;
(A)b. Sperma viabel tampak unstained head. (B)
Kelompok perokok mengalami penurunan
viabilitas sperma secara signifikan (Cui, et al.,
2016)
Penurunan kualitas morfologi sperma,
selain dapat menyebabkan infertilitas juga
Gambar 1. Jenis asap yang dihasilkan oleh dapat menjadi penyebab terjadinya abortus
perokok (Cui, et al., 2016) spontan. Abortus adalah keluarnya hasil
konsepsi sebelum usia kehamilan 20 minggu.
International Agency for Research on Cancer Penyebab terjadinya abortus salah satunya
(IARC) menjelaskan bahwa terdapat sekitar adalah hasil konsepsi yang tidak dapat
4.000 komponen kimia yang dihasilkan dari berkembang dengan baik. Merokok juga
asap rokok. Studi kualitatif menujukkan bahwa menyebabkan kerusakan pada DNA yang
komponen kimia yang dihasilkan oleh dibawa oleh sel sperma (Cui, et al., 2016).
mainstream smoke, sidestream smoke dan Kerusakan kromosom ini juga dapat menjadi
secondhand smoke hampir sama. Sekitar 250 p e n y e b a b t e r j a d i n ya a b o r t u s , k a r e n a
komponen diantaranya bersifat karsinogenik. kromosom yang tidak baik, akan menimbulkan
reaksi rejeksi spontan dari tubuh maternal.
Dampak paparan asap rokok saat anak pada Sehingga embrio tidak mampu berkembang
periode embrio lebih lanjut menjadi janin. Hasil konsepsi yang
Kebiasaan merokok pada laki-laki berkualitas, sangat dipengaruhi oleh kualitas
berkaitan dengan infertilitas (Department of sel telur baik dari laki-laki (sperma) dan
Health and Human Services, 2006). Perokok perempuan (ovum) yang baik (Cunningham, et
aktif terutama kelompok yang menghisap lebih al., 2010).
dari 9 batang rokok dalam 1 hari mengalami Selain itu, dampak bagi anak pada
penurunan kualitas sperma meliputi periode embrio dengan ayah perokok dapat
penurunan motilitas sperma, abnormalitas melalui mekanisme paparan asap rokok
morfologi sperma bagian kepala, dan terhadap istri yang sedang hamil. Ibu hamil
penurunan viabilitas sperma secara signifikan yang terpapar asap rokok atau sebagai perokok
(Cui, et al., 2016). Perbandingan kondisi sperma pasif (secondhand smoke exposure) meningkatkan
dilihat melalui pemeriksaan mikroskopis risiko sebesar 11% untuk mengalami abortus
sperma (gambar perbesaran 20 kali), antara (Pineles, et al., 2014). Hasil studi lain
kelompok perokok dan bukan perokok tampak menunjukkan bahwa pasangan suami istri
pada gambar berikut: dengan ayah perokok berisiko 3,6 kali lebih
besar mengalami abortus spontan. Dan jika
ayah dan ibu perokok, risiko akan meningkat
menjadi 4,6 kali lebih besar dibandingkan
dengan pasangan yang keduanya bukan
perokok (Blanco-Munoz, et al., 2009). Hal ini
disebabkan unsur kimia yang ada di dalam
asap rokok, yaitu unsur nikotine, CO dan
mutagen lain.
Gambar 2. Perbandingan viabilitas sperma Nikotin menyebabkan vasokonstriksi
antara kelompok perokok (n=920) dan pembuluh darah, termasuk pembuluh darah
kelompok bukan perokok (n=298). (A)a. uteroplasenta, berakibat pada penurunan

h ps://jurnal.ugm.ac.id/jkesvo Published online February 18, 2019 14


Dampak Kesehatan Anak Pada Periode Embrio, Janin, Bayi...

sirkulasi darah fetomaternal (Economides & b. Bayi lahir dengan BBLR


Braithwaite, 1994). Sirkulasi darah Bayi berat lahir rendah (BBLR)
fetomaternal sangat menentukan kecukupan adalah bayi yang lahir dengan berat
oksigen dan nutrisi janin. Sehingga jika terjadi kurang dari 2500 gram (Cunningham, et
penurunan sirkulasi, maka akan berpengaruh al., 2010) Bayi dengan BBLR memiliki
terhadap perkembangan embrio (Kliman, 1999) risiko tinggi untuk mengalami morbiditas
Embrio yang tidak mampu berkembang dan mortalitas dini. BBLR yang terjadi
dengan baik hingga usia 20 minggu, maka pada ibu hamil yang mengalami toksisitas
dapat menyebabkan terjadinya abortus tembakau dibedakan atas BBLR akibat
spontan (Cunningham, et al., 2010). gangguan pertumbuhan dan BBLR akibat
kelahiran preterm (Malik, et al., 2008).
Dampak paparan asap rokok saat anak pada Perempuan hamil bukan perokok yang
periode janin menjadi perokok pasif lebih berisiko
Periode janin adalah masa melahirkan bayi dengan BBLR akibat
pertumbuhan untuk penyempurnaan gangguang pertumbuhan karena
morfologi organ dan perkembangan fungsinya. peningkatan kadar karbon monoksida
Jika ibu hamil pada periode tersebut terpapar (CO) dalam sirkulasi maternal (Singh &
asap rokok, maka dampak yang ditimbulkan Sco , 1984) dan BBLR akibat kelahiran
juga terjadi pada janin yang dikandungnya, preterm karena penurunan progesteron
antara lain: (Spi , 2003) Selain itu BBLR preterm juga
a. Kelainan Kongenital terjadi akibat KPD (Malik, et al., 2008)
Komponen mutagen yang Mekanisme BBLR akibat
terkandung pada asap rokok peningkatan kadar karbon monoksida
m e n g a k i b a t k a n m u n c u l n ya r e a k s i dijelaskan sebagai berikut. Karbon
teratogenik (Cunningham, et al., 2010). monoksida (CO) hasil pembakaran asap
Reaksi teratogenik dini akan berdampak rokok mengakibatkan oksigen (O2) yang
terhadap terjadinya abortus dan kematian diedarkan melalui sirkulasi darah menuju
perinatal, sedangkan reaksi teratogenik seluruh tubuh menurun. Karena
pada periode organogenesis akan hemoglobin yang seharusnya mengikat
m e n ye b a b k a n t e r j a d i n ya k e l a i n a n oksigen saja, berubah menjadi mengikat
kongenital pada anak yang dilahirkan CO membentuk carboxyhemoglobin
(Department of Health and Human (COHb). Hal ini menyebabkan terjadinya
Services, 2006) . Selain itu penyebab fetotoxicity yang termanifestasi dalam
berbagai kelainan tersebut adalah efek bentuk hipoksia janin. Kondisi ini terjadi
genotoksin dan karsinogen dari tembakau sangat berkaitan dengan terjadinya
(Leonardi-Bee, et al., 2011). gangguan pertumbuhan janin (Singh &
Kelainan yang terjadi akibat ibu Sco , 1984). Bayi dengan gangguan
terpapar asap rokok sejak periode hamil pertumbuhan berisiko mengalami berat
antara lain atresia anorectal, neural tube badan lahir rendah (Gardosi, 2005).
defects (NTD), bibir sumbing (orofacial cleft), Pe n i n g k a t a n k a d a r C O p a d a
omfalokel, hipospadia, atresia esofagus, sirkulasi darah ibu perokok pasif juga
hernia diafragmatika, serta congenital heart menyebabkan penurunan viabilitas hasil
defect (Miller, et al., 2009; Wang, et al., 2014; konsepsi melalui mekanisme hipoksia
Zhang, et al., 2011; Feldkamp, et al., 2014; janin (Singh & Sco , 1984). Penurunan
Carmichael, et al., 2005; Wong-Gibbons, et viabilitas tersebut karena bayi terlahir
al., 2008). sebelum mampu hidup diluar kandungan.
Kondisi lain akibat merokok yang

15 h ps://jurnal.ugm.ac.id/jkesvo Published online February 18, 2019


Dampak Kesehatan Anak Pada Periode Embrio, Janin, Bayi...

dapat menurunkan viabilitas hasil kolagen maupun sel-sel lain penyusun


konsepsi adalah penurunan kadar selaput ketuban adalah terjadinya stres
progesteron. Kombinasi nikotin, kotinin oksidatif (Menon, et al., 2011).
dan anabasin menghambat sintesis Menon dkk dalam penelitiannya
progesteron (Gocze, et al., 1999). Padahal membandingkan 2 kelompok, yaitu
progesteron memiliki peranan penting perlakuan dan kontrol sampel selaput
terhadap perkembangan hasil konsepsi ketuban (korion). Kelompok perlakuan
pada periode embrio, salah satunya adalah adalah sampel selaput ketuban yang
mempertahankan kehamilan terus terpapar ekstrak rokok, dengan komponen
berkembang (Perkins, 2000) . Kadar kimia per batang rokok adalah 26 mg tar
progesteron yang rendah pada periode dan 1,7 mg nikotin. Hasil penelitian
kahamilan (<45 nmol/L) menjadi faktor tersebut menunjukkan bahwa selaput
prediktor yang tinggi bahwa kehamilan ketuban yang terpapar komponen kimia
tersebut nonviable (sensitifitas 88,6%; rokok mengalami stres oksidatif yang
spesifisitas 87,5%) (Spi , 2003). ditunjukkan dengan meningkatnya
Perempuan sebagai perokok pasif produksi biomarker F2-isoprostone (F2-
juga berisiko melahirkan bayi BBLR karena IsoP). Kenaikan F2-IsoP pada kelompok
terjadi inisiasi persalinan dini akibat perlakuan hampir 2 kali lipat
ketuban pecah dini (KPD). KPD adalah dibandingkan kelompok kontrol (242.8 ±
pecahnya ketuban sebelum munculnya 79.3 vs.131.5 ±53.1 pg/ml/mg protein; p <
tanda-tanda persalinan. Nikotin dan 0.001). Lebih lanjut tingginya biomarker
komponen kimia yang terkandung dalam F2-IsoP ini berhubungan dengan
rokok menyebabkan penurunan kolagen terjadinya kerusakan sel membran korion
penyusun selaput ketuban (Malik, et al., (chorion apoptosis), yang ditandai dengan
2008). Penipisan kolagen juga jumlah caspase dan fragmentation of nuclei
menyebabkan selaput ketuban menipis, yang lebih banyak pada kelompok
kemudian pecah. Salah satu mekanisme perlakuan, sebagaimana tampak pada
yang menyebabkan rendahnya jaringan gambar berikut (Menon, et al., 2011):

Gambar 3.
3.1 Immunohistochemistry of caspase. Caspase (Cysteine Aspartate Specific Protease) adalah enzim protease yang
berperan penting sebagai eksekutor kerusakan sel. Pada selaput ketuban (chorion) maupun air ketuban
(amniochorion) yang terpapar ekstrak rokok tampak memiliki jumlah caspase yang lebih banyak (Gambar A
[dengan pembesaran 10x] dan C [dengan pembesaran 40x])
3.2 TUNEL staining for fragmentation of nuclei. Gambar A dan C (kelompok perlakuan) nampak fragmen inti
sel (penanda warna hijau terang) pada selaput ketuban maupun air ketuban lebih banyak dibandingkan
pada gambar B dan D (kelompok kontrol) (Menon, et al., 2011)

h ps://jurnal.ugm.ac.id/jkesvo Published online February 18, 2019 16


Dampak Kesehatan Anak Pada Periode Embrio, Janin, Bayi...

Gambar 3 berasal dari penelitian serupa. anak diukur dengan menggunakan Bayley
Banyaknya Caspase (gambar 3.1) pada Scales of Infant Development. Hasil
kelompok perlakuan dibandingkan dengan penelitian menunjukkan bahwa pada
jumlah kerusakan sel (gambar 3.2) yang kelompok dengan ibu yang terpapar asam
ditandai dengan jumlah fragmen inti sel rokok, saat kehamilan berusia 6 bulan,
(fragmentation of nuclei) menunjukkan hasil diketahui adanya peningkatan risiko
yang kosisten. Pada kelompok perlakuan keterlambatan perkembangan mental
diketahui jumlah fragmen inti sel lebih banyak (mental developmental delay) (Lee, et al.,
dibandingkan dengan kelompok kontrol 2011). Keterlambatan perkembangan
(Menon, et al., 2011). mental ini adalah dampak yang tidak kasat
Kondisi kerusakan sel jaringan ini mata, yang seringkali terabaikan oleh
menyebabkan selaput ketuban menjadi lebih masyarakat awam. Padahal risiko yang
mudah untuk ruptur akibat invasi bakteri. Jika ditimbulkan dari keadaan ini berlanjut
ibu hamil mengalami KPD, maka upaya hingga anak berusia dewasa.
konservatif (mempertahankan persalinan) Selain itu, ayah perokok
jangka panjang akan berdampak tidak baik meningkatkan risiko sebesar 1,68 kali
bagi ibu maupun janin Sehingga bayi akan terjadinya non-allergic erly-onset asthma
terlahir lebih awal dari waktu yang seharusnya. pada bayi. Risiko tersebut meningkat
Karena ketika kantong ketuban telah pecah, menjadi 3,24 kali jika kebiasaan merokok
maka terdapat porte d'entree mikroba terbuka ayah telah dimulai sejak berusia sebelum
untuk menginvasi hasil konsepsi maupun 15 tahun (Svanes, et al., 2017). Mekanisme
maternal. Kelahiran janin pada periode terjadinya gangguan ini merupakan
preterm meningkatkan risiko bayi lahir dengan dampak lanjutan dari kelainan gangguan
berat lahir yang kurang mencukupi. Bayi BBLR pertumbuhan dan perkembangan sistem
memiliki risiko lebih tinggi mengalami pernafasan pada periode janin, yaitu
berbagai kondisi yang berdampak pada fetotoxicity akibat unsur kimia pada rokok
morbiditas dan mortalitas neonatal (Verma, et (Singh & Sco , 1984).
al., 2006). b. D a m p a k b a g i b a y i a k i b a t p a p a r a n
langsung
Dampak paparan asap rokok saat anak pada Sebuah studi systematic review dan
periode bayi meta-analysis terhadap 60 artikel
Periode bayi adalah segera setelah bayi didapatkan bahwa bayi dengan orang tua
lahir hingga berusia 12 bulan. Dampak paparan perokok atau di dalam rumah terdapat
asap rokok pada periode bayi ini bisa perokok, maka secara signifikan berisiko
merupakan komplikasi sejak periode infeksi pernafasan bawah (OR 1,22) pada
kongenital akibat dari ibu yang terpapar asap bayi hingga usia 2 tahun. Pada studi yang
rokok pada periode kehamilannya, ataupun sama, bayi sebagai perokok pasif juga
bayi yang setelah lahir terpapar langsung oleh berhubungan dengan terjadinya infeksi
asap rokok. pernafasan lain, yaitu infeksi saluran
a. Dampak bagi bayi akibat paparan sejak pernafasan bawah unspesifik (p<0,00001),
periode kehamilan bronkitis (p=0,0001), bronkiolitis
Lee pada penelitiannya terhadap 414 (p=0,0001) dan infeksi saluran pernafasan
ibu yang selama hamil terpapar asap rokok akut (p=0,001) (John, et al., 2011). Namun
secara pasif, diketahui berdampak negatif dalam studi ini tidak disebutkan berapa
pada perkembangan anak yang lama intensitas keterpaparan anak yang
dikandungnya, dibandingkan dengan ibu berdampak pada munculnya risiko infeksi
hamil yang tidak terpapar. Perkembangan gangguan pernafasan tersebut.

17 h ps://jurnal.ugm.ac.id/jkesvo Published online February 18, 2019


Dampak Kesehatan Anak Pada Periode Embrio, Janin, Bayi...

Perlu menjadi perhatian lebih juga perkembangan anak pada usia tersebut adalah
bagi orang tua maupun anggota keluarga mulai mencoba hal yang baru tanpa disertai
yang memiliki anak yang terinfeksi penalaran yang memadai dampak dan manfaat
influenza. Sebuah studi terhadap 117 anak yang akan diperoleh. Sehingga jika anak sejak
yang terkonfirmasi terinfeksi influenza usia dini melihat perilaku merokok tanpa
menunjukkan bahwa, anak yang terapapar diberikan pemahaman kerugian dari merokok,
perokok pasif berisiko 4,7 kali untuk maka mereka akan memiliki kecenderungan
dirawat pada unit intensive care dan 70% untuk mencoba merokok.
lebih lama dalam menjalani perawatan Ayah perokok dapat menginisiasi anak
akibat gangguan sistem pernafasan juga perokok hanya jika ayah adalah seorang
(Wilson, et al., 2013). perokok aktif. Jika ayah memiliki riwayat
merokok kemudian dapat berhenti, maka
Dampak paparan asap rokok saat anak pada risiko anak perokok sama rendahnya pada
periode sekolah anak dengan ayah bukan perokok (Gilman, et
Data Riskesdas menunjukkan bahwa al., 2009). Sehingga upaya promosi kesehatan
terjadi peningkatan prevalensi remaja usia 16- pada keluarga yang efektif masih
19 tahun) yang merokok sebesar 3 kali, semula memungkinkan untuk memutuskan mata
pada tahun 1995 sebesar 7,1% menjadi 20,5% rantai perokok dan dampaknya.
pada tahun 2013. Selain itu, usia remaja Ayah secara naluriah siap bekerja keras
perokok juga semakin dini. Perokok pada untuk memenuhi kebutuhan dan kebahagiaan
remaja usia 10-14 tahun semula pada tahun keluarga. Namun menjadi kontradiktif jika
1995 sebesar 8,9% menjadi 18% pada tahun ayah sebagai perokok. Kerja keras yang telah
2013 (Depkes RI, 2016). Dampak anak yang dilakukan untuk keluarga kurang dapat
terpapar asap rokok pada usia sekolah bermanfaat secara optimum untuk
terhadap kesehatan sama dengan saat anak mensejahterakan keluarganya, karena harus
terpapar pada usia bayi, yaitu gangguan mengeluarkan banyak biaya untuk pengobatan
pernafasan dan pertumbuhan. Sedangkan akibat penyakit yang ditimbulkan oleh
dampak spesifik pada periode ini adalah pada kebiasaan merokoknya.
perkembangan perilaku anak.
Berdasarkan teori Schor and Menaghan’s PENUTUP
Model of the Social Context of Child Health, Ayah perokok menyebabkan terjadinya
menjelaskan bahwa lingkungan dan keluarga dampak negatif pada anak-anaknya, baik
berfungsi sebagai faktor penentu utama dari dampak bagi kesehatan maupun dampak
karakter anak, pengembangan dan hasil sosial. Dampak negatif bagi kesehatan terjadi
perkembangan anak (Ball, et al., 2007). Gilman sejak anak pada masa embrio hingga
dalam studinya menjelaskan bahwa anak prasekolah. Sedangkan dampak sosial terjadi
dengan ayah perokok, hampir 3 kali berisiko saat anak berusia prasekolah hingga dewasa,
anak turut berperilaku sebagai perokok pada yaitu salah satunya terjadi transmisi perilaku
periode remajanya. Jika yang perokok ayah dan merokok.
ibu, maka risiko perilaku merokok dapat terjadi Transmisi perilaku merokok lintas
pada anak laki-laki maupun perempuan. generasi (intergenerational transmission) ini
Namun jika ayah saja yang merokok, maka dapat melanggengkan rantai perokok di
risiko perilaku merokok hanya terjadi pada Indonesia. Lebih lanjut hal ini dapat semakin
anak laki-lakinya saja. Perilaku merokok anak memperparah dampak negatif merokok di
ini rata-rata muncul pada usia 13 tahun setiap siklus kehidupan. Oleh karena itu,
(Gilman, et al., 2009). Usia 13 tahun adalah usia penting disadari bagi setiap ayah untuk lebih
anak memasuki usia remaja. Karakteristik bijak dalam berperilaku merokok.

h ps://jurnal.ugm.ac.id/jkesvo Published online February 18, 2019 18


Dampak Kesehatan Anak Pada Periode Embrio, Janin, Bayi...

KETERBATASAN kebenaran-jangan-bunuh-dirimu-
Penulis masih belum dapat dengan-candu-rokok.html
menemukan referensi rujukan tentang ukuran [Diakses 23 Februari 2018].
lama/durasi maupun intesitas keterpaparan Economides, D. & Braithwaite, J (1994)
asap rokok yang dapat berdampak pada Smoking, Pregnancy and the Fetus. J R
gangguan kesehatan anak. Soc Health, pp. 198-201.
Feldkamp, M. et al (2014) National Birth Defects
DAFTAR RUJUKAN Prevention Study. Self-reported maternal
Ball, J., Moselle, K. & Pedersen, S (2007) Father’s cigare e smoke exposure during the
Involvement as a Determinant of Child periconceptional peridode and the risk
Health, Canada: Public Health Agency of f o r o m p h a l o c e l e . Pa e d i a t r Pe r i n a t
Canada. Epidemiol, pp. 28:67-73.
Blanco-Munoz, J., Torres-Sanchez, L. & Lopez- Gardosi, J. O (2005) Prematurity and fetal
Carrilo, L (2009) Exposure to Maternal growth restriction. Early Human
and Paternal Tobacco Conumption and Development, 81(1), pp. 43-49.
Risk of Spontaneous Abortion. Public Gilman, E. S. et al (2009) Parental smoking and
Health Report; Volume 124, pp. 317-322. adolescent smoking initiation: an
BPS (2015) Survei Sosial Ekonomi Nasional. intergenerational perspective on tobbaco
Dalam: Jakarta: BPS. control. Pediatrics, 123(2), pp. e274-e281.
Carmichael, S. et al (2005) National Birth Gocze, P., Szabo, I. & Freeman, D (1999)
Defects Prevention Study. Hypospadias Influence of nicotine, cotinine, anabasine
and maternal exposures to cigare e and cigare e smoke extract on human
smoke. Paediatr Perina Epidemiol, pp. granulosa cell progesterone and estradiol
19:406-12. synthesis. Gynecol Endocrinol; 13(4), pp.
Cui, X. et al (2016) Potential effect of smoking on 266-272.
semen quality through DNA damage and Harlev, A. et al (2015) Smoking and Male
the downregulation of Chk1 in sperm. Infertility: An Evidence-Based Review.
Molecular Medicine Reports, pp. 753-761. World J Mens Healt, pp. 143-160.
Cunningham, F. G. et al (2010) Williams John, L. L. et al (2011) Parental and household
Obstetrics 23rd Edition. Dalam: Abortion. smoking and the increased risk of
USA: McGraw-Hill. bronchitis, bronchiolitis and other lower
Darwin, M (2007) Perilaku Merokok dan respiratory infections in infancy:
Pengalaman Regulasi di Berbagai systematic review and meta-analysis.
Negara. Populasi, 18(2), pp. 201-215. Respiratory Research, Volume 125, pp. 1-
Department of Health and Human Services 11.
(2006) The Health Consequences of Judith R, B., Barbara J, S. & Adetokunbo O, L
Involuntary Exposure to Tobacco Smoke - A (2003) Improving Birth Outcome: Meeting
Report of the Surgeon General, Atlanta: the Challenge in the Developing World.
National Library of Medicine Cataloging. Washington DC: National Academy of
Depkes RI, (2016) [Online] Sciences.
[Diakses 23 Februari 2018]. Kliman, H (1999) Uteroplacental blood flow:
Depkes RI, (2016) Hari Tanpa Tembakau Sedunia the story of decidualization,
2016: Suarakan Kebenaran, Jangan Bunuh menstruation, and trophoblast invasion.
DIrimu dengan Candu Rokok. [Online] Am J Pathol, p. 1759 – 1768.
Av a i l a b l a t : Lee, B.-E.et al (2011) Secondhand smoke
h p://www.depkes.go.id/article/print/16 exposure during pregnancy and infantile
060300002/h s-2016-suarakan- n e u r o d e ve l o p m e n t . E n v i r o m e n t a l

19 h ps://jurnal.ugm.ac.id/jkesvo Published online February 18, 2019


Dampak Kesehatan Anak Pada Periode Embrio, Janin, Bayi...

Research; Volume 111, Issue 4, pp. 539-544. premature rupture of membranes


Leonardi-Bee, J., Bri on, J. & Venn, A (2011) between 18 and 23 weeks of gestation -
Secondhand Smoke and Adverse Fetal meternal and neonatal outcome.. Ejog,
Outcome in Nonsmoking Pregnant 128(1-2), pp. 119-124.
Women: A Meta-analysis. Pediatrics, Wang, M., Wang, Z., Zhang, M. & Zhao, Z (2014)
Volume 127, pp. 734-741. Maternal passive smoking during
Malik, S., Cleves, M. & Honein, M (2008) pregnancy and neural tube defects in
Maternal smoking and congenital heart offspring: a meta-analysis. Arch Gynecol
defects.. Pediatrics, pp. 121:e810-6. Obstet, pp. 289:513-21.
Menon, R. et al (2011) Cigare e smoke induces WHO South East Asia (2011) Global Adult
oxidative stress and apoptosis in normal Tobacco (GAT) Survey: Indonesia Report
term fetal membranes. Placenta, Volume 2011, New Delhi: WHO Library
32, pp. 317-322. Cataloguing in Publication Data.
Miller, E. et al (2009) Maternal exposure to WHO (2015) Tobacco control in Indonesia.
tobacco smoke, alcohol and caffeine and [ O n l i n e ]
risk of anorectal atresia: National Birth Av a i l a b l e a t :
Defects Prevention Study 1997-2003. h p://www.who.int/tobacco/about/part
Paediatr Perinat Epidemiol, pp. 29:9-17. ners/bloomberg/idn/en/
Perkins, S (2000) Comparison of serum Wilson, K. M. et al (2013) Secondhand Tobacco
progesterone as an indicator of S m o k e E x p o s u r e a n d S e ve r i t y o f
pregnancy nonviability in spontaneously Influenza in Hospitalized Children. The
pregnant emergency room and infertility Journal of Pediatrics, 162(1), pp. 16-21.
clinic patients populations. Fertil Steril, p. Wong-Gibbons, D., Romi i, P. & Sun, L (2008)
73:499 –504. Maternal periconceptional exposure to
Pineles, B. L., Park, E. & Samet, J. M (2014) cigare e smoking and alcohol and
Systematic Review and Meta-Analysis of esophageal atresia +/- tracheo-
Miscarriage and Maternal Exposure to esophageal fistula.. Birth Defects Res A
Tobacco Smoke During Pregnancy. Am J Clin Mol Teratol, pp. 82:776-84.
Epidemiol; 179 (7), pp. 807-823. Yogman, M. & Garfield, C. F (2016) Fathers’
Singh, J. & Sco , L (1984) Threshold for carbon Roles in the Care and Development of
monoxide induced fetotoxicity. Their Children: The Role of Pediatricians.
Teratology, pp. 30(20):253-257. Pediatrics; Volume 138, number 1, pp. e1-
Spi , I (2003) Progesterone antagonists and e16.
progesterone receptor modulators, an Zhang, B., Jiao, X., Mao, L. & Xue, J (2011)
overview. Steroids, p. 68:981–983. Maternal cigare e smoking and the
Svanes, C. et al (2017) Father's enviroment associated risk of having a child with
before conception and asthma risk in his orofacial clefts in China: a case-control
children: a multigeneration analysis of study. J Craniomaxillofac Surg, pp. 39:313-
the Respiratory Health In Northen 8.
Europe study. Int J Epidemiol, 46(1), pp. Zhang, J., Savits, D., Schwingl, P. & Cai, W
235-245. (1992) A case-control study of paternal
Verma, U., Goharkhay, N. & Beydoun, S (2006) smoking and birth defects.. Int J Epidemiol,
Conservative management of preterm pp. 21:273-8

Fitra Duhita, dkk 20