Anda di halaman 1dari 43

Panduan

Meningkatkan Komunikasi Yang Efektif


Antar Profesional Pemberi Asuhan

LOGO
RUMAH
SAKIT

RUMAH SAKIT UMUM


Alamat Rumah Sakit
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Komunikasi efektif yang tepat waktu, akurat, lengkap,jelas dan
dipahami oleh resipien/penerima, akan mengurangi kesalahan dan
meningkatkan keselamatan pasien komunikasi dapat secara elektronik, lisn
atau tertulis. Komunikasi yang paling mudah mengalami kesalahan adalah
perintah diberikan secara lisan dan yang diberikan melalui telepon.
Kominikasi lain yang mudah mengalami kesalahan adalah pelaporan kembali
hasil pemeriksaan kritis seperti laboratorium menelpon unit pelayanan pasien
untuk melaporkan hasil pemeriksaan segera/cito.
Oleh sebab itu perlu dikembangkan suatu panduan atau prosedur
untuk perintah lisan dan melalui telepon termasuk menuliskan perintah secara
lengap atau hasil pemeriksaan oleh penerima informasi, penerima
membacakan kembali perintah, atau hasil pemeriksaan dan
menginformasikan bahwa apa yang sudah dituliskan dan dibacakan ulang
dengan akurat.

B. Tujuan
Secara umum tujuan penususunan panduan komunikasi efektif ini adalah:
a. Meningkatkan keamanan dan keselamatan pasien
b. Memberikan standar untuk penyebaran berbagai informasi
c. Meningkatkan kekuatan atau kejelasan dari para pemberi pelayanan
kesehatan dalam mengajukan permintaan perubahan perawatan pasien
atau untuk menyelesaikan informasi dalam keadaan kritis dengan benar
dan akurat
d. Meningkatkan efektifitas kerja tim

C. Definisi
Komunikasi efektif merupakan komunikasi diantara para petugas
pemberi pelayanan yang dilakukan dengan tepat waktu, akurat, lengkap, jelas

Rumah Sakit Umum Page 1


dan dapat dipahami oleh penerima sehingga dapat mengurangi kesalahan
dan menghasilkan perbaikan untuk keselamatan pasien.
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan secara lisan
dapat dilakukan secara langsung dengan tatap muka dan tidak langsung
melaui telepon.

Rumah Sakit Umum Page 2


BAB II
RUANG LINGKUP

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan khususnya pelayanan medic,


diharapkan mampu melakukan proses komunikasi yang efektif, tepat waktu, akurat,
lengkap, jelas dan dipahami sipenerima secara baik dan benar terhadap semua
pasien untuk menjamin keslamatan pasien dirumah sakit.
sistem pendekatan komunikasi diatara para pemberi layanan dilkasanakan
secara konsisten dan seragam meliputi seluruh pelyanan guna memastikan bahwa
semua instruksi dan informasi mengenai pasien dikomuniksikan secara baik,
memastikan bahwa semua instruksi dan informasi diverifikasi dengan baik kepada
pemberi informasi.
1. Panduan komunikasi efektif diterapkan pada
a. Antar professional Pemberi Asuhan(PPA) saat memberikan perintah
lisan atau melaui telepn
b. Petugas laboratorium saat membacakan hasil laboratotorium secara
lisan atau melalui telepon.
2. Pelaksana panduan ini adalah para tenaga kesehatan yang bertanggung
jawab dalam memberikan pelayanan yaitu dokter spesialis, dokter umum tau
dokter gigi, perawat, bidan, staf laboratorium, staf radiologi, staf farmasi,
aatu staf penunjang lainnya yang bekerja di rumah sakit.

Rumah Sakit Umum Page 3


BAB III
TATA LAKSANA

A. Prinsip Komunikasi Efektif


1. Untuk mendapatkan komunikasi efektif, dilakukan melalui prinsip terima,
catat, verifikasi dan klarifikasi.
a. penenrima pesan secara lisan memberikan pesan
b. Penerima pesan menuliskan secara lengkap isi pesan tersebut.
c. Isi pesan dibacakan kembali (Read Back) secara lengkap oleh
penerima pesan
d. Penerima pesan memverifikasi isi pesan kepada pemberi pesan
e. Penerima pesan mengklarifikasi ualng bila ada perbedaan pesan
dengan hasil verifikasi
2. Baca ulang adan verifikasi dikecualikan untuk kondisi darurat di IGD
3. Penggunaan kode alphabet international digunakan saat melakukan
klarifikasi hal-hal penting missal nama obat LASA (Lock Alike Sound
Alike). nama pasien, dosis obat, hasil laboratorium dengan mengeja
huruf-huruf tersebut saat membacakan ulang (Read Back) dan verifikasi
4. Tujuan utama panduan komunikasi efektif Ini adalah memperkecil
terjadinya kesalahan penerima pesan yang diberikan secara lisan
5. Komunikasi dapat secara elektronik, lisan dan tertulis
6. Instruksi/Informasi dan hasil tes penting (misalnya hasil tes CITO,
Laborium klinik) di rumah sakit dapat diberikan melalui metode lisan
maupun telepon, penerima instrksi/informasi bertanggung jawab untuk
mencatat dengan benar instruksi/informasi yang diperoleh, membacakan
kembali hasil catatan dan informasi yang diterima dan menginformasikan
apakan yang telah ditulis dan dibaca ulang itu sudah tepat pada leadaan
darurat atau dalam sebuah oprasi dimana tidak memungkinkan penerima
instruksi melakukan pencatan, maka instruksi yang diberikan tetap
dibacakan ulang dan kompirmasi tetap dilakukan oleh pemberi instruksi
pencatatan dapat dilakukan setelah keadaan gawat darurat atau oprasi
telah selesai.

Rumah Sakit Umum Page 4


7. Pemberi instruksi harus menandatangani instruksi yang diberikan pada
stempel Read Back
8. Instruksi/Informasi di rumah sakit dapat dilakukan melalui metode verbal
maupun telepon untuk memastikan agar pelayan kesehatan tetap berjalan
meskipun dokter atau pihak pemberi informasi tidak berada ditempat.

B. Teknik Komunikasi Efektif


1. Teknik TBaK (Tulis Baca Kompirmasi) Ketika petugas kesehatan
menerima instruksi verbal, instruksi penelepon dan pelaporan hasil kritis.
2. Teknik SBAR (Situation- Background- Assssment- Recommendation)
Ketika tenaga kesehatan melakukan pelaporan atau serah terima pasien.

C. Tatalaksana Komunikasi Efektif


Komunikasi verbal atau komunikasi lisan yang kurang adekuat
merupakan sumber kesalahan serius pada pusat pemberi layanan kesehatan
terdapat beberapa hambatan dalam komunikasi antar petugas pemberi
layanan Karen afaktor hirarki, gender, suku, perbedaan gaya komunikasi
antar disiplin ilmu dan gaya komunikasi individual teknik SBAR dan TBaK
dipergunakan sebagai landasan menyusun komunikasi verbal, tertulis,
menyusun surat dari berbagai keadaan perawatan pasien antara lain:
a. Pasien rawat jalan dan rawat inap
b. Komunikasi pada kasus Urgent dan non urgent
c. Keadaan khusus antar dokter umum dengan dokter spesialis,
dokter dengan perawat, dokter dengan bidan ataupun dokter dengan
petugas medis lain, seperti radiographer, maupun analis.
d. Dalam menuliskan kalimat yang sulit, maka komunikasi harus
menjabarkan hurufnya satu persatu dengan menggunakan alphabet

D. Teknik SBAR
Dalam memberikan pelayanan di rumah sakit, antar pemberi layanan
melakukan komunikasi dengan teknik SBAR yang dipergunakan dalam
melakukan identifikasi terhadap pasien sehingga mampu meningkatkan

Rumah Sakit Umum Page 5


kemampuan komunikasi antara perawat dengan dokter, bidan dengan dokter,
dokter umum dengan dokter spesialis dengan komunikasi SBAR ini, maka
pemberi laporan mengenai kondisi pasien lebih informative dan terstruktur.
Teknik SBAR terdiri dari unsur Situation Background Assemment
Recommendation
1. Situation (Situasi)
Mengawali suatu komunikasi diperlukan pengenalan antara penyampai
berita dan penerima berita dalam halini identitas petugas dan unit
pelayanan kesehatan diinformasikan setelah itu sampaikan permasalahan
yang ada pada pasien diawali dengan menyebutkan nama pasien, umur,
dan lokasi, seteah itu sampaikan masalah yang ingin disampaikan tanda-
tanda vital pasien, dan kekhawatiran petugas terhdap kondisi pasien.
2. Background (Basis Masalah)
Menggali informasi mengenai latar belakang klinis yang menyebabkan
timbulnya keluhan klinis misalkan: Riwayat alergi obat-obatan, hasil
pemeriksaan laboratorium yang sudah diberikan, hasil penunjang dll.
3. Assessment ( Assesment)
Penilaian terhadap masalah yang ditemukan terkait dengan apa yang
menjadi masalah pada pasien. berikanlah kesan pasien secara klinis
serta hal yang terkait dengan hal tersebut.jelaskan pula tindakan yang
sudah diberikan kepada pasien untuk mengatasi permasalahan sambil
menunggu rekomendasi yang diterima petugas.
4. Recommendation (Rekomendasi)
Merupakan usulan sebagai tindak lanjut apa yang perlu dilakukan untuk
mengatasi masalah pasien saat ini dengan menanyakan
a. Apakah ada saran ?
b. Apakah dioerlukan pemeriksaan tambahan?
c. Jika ada perubahan tatalaksana ditanyakan?
E. Teknik TBAK
Dalam berkomunikasi di rumah sakit, petugas dan tenaga medis harus
melakukan proses verifikasi terhadap akurasi dari komunikasi lisan dengan
tulis, baca kembali dan konfirmasi ulang (TBaK), Yaitu:
1. Pemberi pesan memberikan pesan secara lisan. Komunikasi dapat
dilakukan secara langsung atau melalui sarana komunikasi seperti

Rumah Sakit Umum Page 6


telepon.pemeberi pesan harus memperhatikan kosa kata yang digunakan,
intonasi, kekuatan suara (tidak besar dan tidak kecil), jelas, singkat dan
padat.
2. Penerima pesan mencatat isi pesan tersebut.(TULIS) untuk menghindari
adanya pesan yang terlewat maka penerima pesan harus mencatat pesan
yang diberikan secara jelas.
3. Isi pesan dibacakan kembali secara lengkap oleh penerima pesan.(BACA
KEMBALI) setelah pesan dicatat, penerima pesan harus membacakan
kembali pesan tersebut kepada pemberi pesan agar tidak terjadi
kesalahan dan pesan dapat diterima dengan baik
4. Penerima pesan mengkonfirmasikan kembali isi pesan kepada pemberi
pesan.(KONFRMASI) pemberi pesan harus mendengarkan pesan yang
dibacakan oleh penerima pesan dan memberikan perbaikan bila pesan
tersebut masih ada yang kurang.
Proses komunikasi efektif ini harus dicatat dengan akurat pada rekam
medis atau catatan terintegrasi pasien. catatan tersebut harus dapat dibaca,
ditandatangan, diberi tanggal dan waktu. verifikasi pemberi instruksi
mendandatangi catatan pesan yang ditulis penerima pesan dalam kotak
stempel READ BACK sebagai tanda persetujuan dalam waktu 1x24 jam

F. Contoh Pelaporan Teknik Sbar dan Tbak

S Saya nama :…………………(nama petugas yang memberikan


laporan)
Saya menelepon tentang pasien………………..(nama pasien,
umur, dan lokasi)
Yang dituju………………………..(DPJP)
Masalah pasien tentang…………………(masalah yang akan
dilaporkan,tanda-tanda vital pasien, kekhawatiran petugas
terhadap kondisi pasien.)
B Saya telah melakukan pemeriksaan pasien dan terjadi perbahan
status pasien(sebutkan perubahan yang terjadi pada pasien,
misalnya kesadaran pasien menurun, perubahan suhu, perubahan

Rumah Sakit Umum Page 7


pernafasan atau tekanan darah, dll.)
Sebutkan pula obat-obat yang telah diberikan.
A Masalah yang ditemukan pada pasien dikaitkan dengan apa yang
menjadi masalah pada pasien :
Problem kemungkinan karena………………………
Sudah dilakukan tindakan apa………………………
R Saya menganjurkan (…………apa rekomendasi yang diberikan
oleh DPJP)
Petugas yang melaporkan mencatat, dan membaca ulang
rekomndasi DPJP)
TBAK Petugas yang menerima instruksi mencatat, membaca ulang, serta
melakukan konfirmasi pada pemberi instruksi.Laporan dicatat baik
tanggal dan jam, ditandatangan.Verifikasi pemberi intruksi
menandatangani catatan pesan
Yang ditulis per\erima pesan dalam kotak stempel READ BACK
sebagai tanda persetujuan dalam waktu 1x24 jam

G. Hand over
Komunikasi lisan dan tertulis yang dilakukan pada saat serah terima
pasien.petugas medis dan non medis menyampaikan informasi kesehatan
pasien pada saat pergantian shift kepada petugas medis shift berikutnya lalu
membubuhkan tanda tangan pada stempel operan.
H. SIMBOL

1. Simbol yang tidak boleh dipakai

SIMBOL KEPANJAGAN KETENTUAN


- Negatif / Kurang / Tidak Ada (Neg)

2. Simbol yang boleh dipakai

SIMBOL KEPANJANGAN
♀ Perempuan
♂ Laki – laki
† Meninggal
↑ Naik
↓ Turun

Rumah Sakit Umum Page 8


+ Positif / lebih / dan / ada
Х Kali
% Persen / persentase
< Kurang dari
> Lebih dari
≥ Lebih dari atau sama dengan
≤ Kurang dari atau sama dengan
/ Per / atau
Ø Diameter
± Kurang lebih
∑ Jumlah
0
C Derajat celcius
" Detik

Stiker penanda pada gelang pasien digunakan oleh


pasien yang memiliki harapan hidup rendah atau dikenal
dengan istilah Do Not Resuscitation (DNR)

Stiker penanda pada gelang pasien digunakan oleh


pasien yang memiliki alergi tinggi terhadap obat

Stiker penanda pada gelang pasien digunakan oleh


pasien yang memiliki resiko jatuh atau membutuhkan
pengawasan ekstra

Penderita AIDS / HIV +


R

Penderita Hepatitis

Penderita TBC / TB / KP / TB MDR

Penderita Diphtheria

Wajib sarung tangan

Wajib penutup kepala

Rumah Sakit Umum Page 9


Wajib sepatu safety

Wajib pelindung wajah

Wajib helmet

Wajib masker las

Wajib pelindung mata

Wajib respirator

Wajib masker

Wajib pelindung telinga

Wajib pakaian pelindung

Wajib jaket keselamatan

Hati-hati potensi pasien terjatuh dari tempat tidur

Rumah Sakit Umum Page 10


Bahaya radioaktif

Bahaya biologi

Jalur khusus yang menghubungkan semua area ke area


yang aman

Tempat berkumpul atau area aman saat terjadinya


kebakaran/ gempa bumi gedung bertingkat

Letak alat pemadam api ringan

Hati-hati terpeleset

Bahaya listrik tegangan tinggi

Bahaya barang terjatuh dari atas

Hati-hati area pengangkatan barang

Hati-hati bahan berbahaya

Rumah Sakit Umum Page 11


Bahaya benda tajam

Bahaya bahan korosif

Bahaya bahan beracun

Bahaya bahan mudah meledak

Bahaya kebisingan tinggi

Hati-hati cairan panas

Hati-hati bahan penyebab kanker

Bahaya area laser

Bahaya pernafasan

Bahaya gas bertekanan

Padatan mudah terbakar

Beracun

Rumah Sakit Umum Page 12


Label limbah B3 yang berpotensi menimbulkan ledakan,
menghasilkan gas, uap, atau asap beracun jika bereaksi
dengan air atau suhu/ tekanan tidak stabil

I. SINGKATAN

1. Singkatan yang tidak boleh digunakan

Singkatan Kepanjangan
a/i Atas Indikasi
Abd Abduksi
AC abdomen cirsum
adm Administrasi
AI Arterial Insufficiensi

AS Avgar score
B/ Besok
Bil Bilateral
c.a. Cairan Ada
c.m. Cairan Masuk
C/ Consul
cc
Cum cibos / dengan makanan
DC Dilatasi curet
DH Dengan hormat
Dr Dokter
dr dari
Dx Diagnosa

Dx Dextra
F Frontal
Inf Infus
k/ Karena

Rumah Sakit Umum Page 13


Singkatan Kepanjangan
Kelg Keluarga
let sn Letak sungsang
o/ Oleh
P Pernafasan
PS Pagi / Sore
Psn Pasien
SP Surat Penolakan
TD Tekanan Darah
tts tetes

2. Singkatan yang digunakan

A Singkatan Kepanjangan
A Assessment
ARHD Acute Rheumatic Heart Disease
AS Arterial (Artery) Stenosis (Stricture)
a. Auri (Telinga)
ac Ante cibum / cibos / ante coenam
a/i Atas instruksi
a/n Atas nama
A/S Apgar Score
AA Amino steril
aa atau anna Takaran obat dibawah sama dengan yang diatasnya
Abd Abdomen
AC Ante Coenam
ACC Setuju
ACL Anterior Cruciatum Ligament
ACLS Advanced Cardiovascular Life Support
ACTH Adenocortoctropic Hormone
Ad Hingga /sampai
AD Auricula Dextra
Ad Lib Ad libitum / digunakan sesuai keinginan (bebas)
Add Adduksi
adde Tambahkan

Rumah Sakit Umum Page 14


A Singkatan Kepanjangan
ADHD Attention deficit wih hyperactivity disorder
ADS Auricular Dextra et Sinistra
Adv Advis / saran
AF Atrial Fibrilasi
AFO Ankle Foot Orthose
AFP Alpha Fetoprotein
AGB Anemia Gizi Besi
AGD Analisa Gas Darah
AI Adequate Intake
AIDS Acquired Immunodeficiency Syndrome
AKG Angka Kecukupan Gizi
Alb Albumin
ALL Acute Lymphositic Leukimia
ALO Acut Lung Oedema
ALP Alkaline phosphatase
ALT Alanine aminotransferase
alt. die. Alternus die / setiap lain hari
alt. h. Alternus hora / setiap lain jam
AMI Acut Micard Infark
AML Akut Myeloid Leukemia
AMP Austin More Prothease
amp. Ampule / 1 dosis unit
ANA Anti Nuclear Antibody
Ant. Anterior
AP Antero Posterior
AP/Lat Antero Posterior dan Lateral
APG Antegrade Pyelography
APP Appendicography
APTT Activated Partial Thromboplastin Time
aq Aqua / air
ARDS Acute Respiratory Distress Syndrome
ARF Acute renal failure
ARHD Acut Rheumatic Heart Disease
AS Auricula sinistra
As. Asam

Rumah Sakit Umum Page 15


A Singkatan Kepanjangan
ASA American Society of Anestesi
ASD Atrial Septal Defect
ASHD Atherosclerosis Heart Disease
ASI Air susu ibu
AST Aspartate aminotransferase
ASTO Anti Streptolicin-O
AT III Anti Thrombin III
ATLS Advanced Trauma Life Support
ATN Acute Tabular Necrosis
AV Atrioventrikular
AV Block Atrioventricular Block
AVM Atrio Ventrical Malformation

B Singkatan Kepanjangan
B Balance
b.d. atau b.i.d. Bis die / bis in die / 2x sehari
b.d.d Bis de die (2x sehari)
b.i.n. Bis in noctus / 2x semalam
BAB Buang Air Besar
BAK Buang Air Kecil
BB Berat Badan
BBB Bundle Branch Block
BBI Berat badan ideal
BBL Berat Badan Lahir
BBLR Berat Bayi Lahir Rendah
BBLSR Berat Badan Lahir Sangat Rendah
BBS Berat badan sekarang
Bc balance cairan
BE Bronchiectasis
BHR Bronchial Hyper Reactiviti
Bil Bilirubin
BILTOT Bilirubin total
bis Bis / dua kali
BJ Bunyi Jantung
BKB Batuk Kronik Berulang

Rumah Sakit Umum Page 16


B Singkatan Kepanjangan
bku Buku kas umum
blm Belum
BLPL Boleh pulang
BLS Basic Life Support
BMC Bahan Makanan Campuran
BMI Body Mass Index
BNO Blass Nier Oversich = Foto polos abdomen
BNO-IVP Blass nier overziecht – intravena pyelography
bol. Bolus / sebanyak dosis tunggal
BP Bronchopneumonia
BPD biparetal diameter
BPH Benign Prostat Hypertropi
BPPV Benign Parocycmal Positional Vertigo
BT Bleeding time
BTA Bakteri Tahan Asam
BU Bising Usus
BUN Blood Urea Nitrogen
By Bayi

C Singkatan Kepanjangan
C Celscius
cum Cum (dengan)
C/P Cor / pulmo
Ca Calsium
CA 125 Carbohydrate Antigen 125
CA 15-3 Carbohydrate Antigen 15-3
CA 19-9 Carbohydrate Antigen 19-9
CA 72-4 Carbohydrate Antigen 72-4
CABG Coronary Artery Bypass Grafting
CAD Coronary artery disease
calk Catatan atas laporan keuangan
cap Capsula / kapsul
CAP CRONIC ARTERI PULMONARI
CAAP Continius Positive Airway Pressure

Rumah Sakit Umum Page 17


C Singkatan Kepanjangan
Cath Catheter
CBC Complete blood count
CBC Complete Blood Cell
cc Cubic centimetres / sentimeter kubik
CCT Creatinine Clearance
CCU Critical Care Unit
CMP Chondro Malasia Patela
CO2 Carbon Diokside
COD Cause Of Death
comp. Comsitus / diloleskan
COPD Chronic Obstruktif Pulmonary Disease
CP Cerebral Palsy
CPAP Continuous Positive Airway Pressure
CPD Cephalopelvic Disproportion
CPM Continous passive movement
CPR Cor Pulmonale Resucitation
CPT Chest Physiotherapy
CPZ Chlorpromazine
CR Creatinine
CrCi Clearince creatine
CRS Contract Relax Stretching
CRT Capillary Refill Time
CT Clothing time
CTA CT-Scan Angiography
CT Scan Computed Tomography Scanning
CTEV Congenital Talipes Equinus Varus
CTH Cohlear Thea (Sendok thea)
CTM Chlorpheniramine Maleat
CTS Carpal tunnel syndrome
CTR Cardio Toracic Ratio
CVD Cerebrovascular Disease
CVP Cental venous Pressure
CXR Chest X Ray

Rumah Sakit Umum Page 18


C Singkatan Kepanjangan
CAG Coronary Angio Grafi
CEA Carcinoembryonic Antigen
CGL Chronic Granulocytic Leukimia
CHD Congenital Heart Disease
CHE Cholinesterase
CHF Congestive heart failure
CHL Conductive hearing loss
Chol Cholesterol
CK Creatine Kinase
CKB Cedera Kepala Berat
CKD Chronic Kidney Disease
CK-MB Creatine Kinase Muscle Brain
CKR Cedera kepala ringan
CKS Cedera Kepala Sedang
CLL Chronic Lymphocytic Leukaemia
CM Compos Mentis
cm Centimeter
CMS Cairan Maag Selang
CMV Cytomegalo Virus
Co/ Konsul
Crea Creatinine
CRF Chronic renal failure
CRP C-Reactive Protein

D Singkatan Kepanjangan
D Diuresis
d Dies / hari
dbn Dalam Batas Normal
d.d Dalam sehari
did da in dimidio (beri setengahnya)
dtd da tales doses (berikan sekian takaran)
D/ Diagnosa
da.in Memasukan kedalam
DBD Demam Berdarah Dengue

Rumah Sakit Umum Page 19


D Singkatan Kepanjangan
DC Dower catheter
DD/ Diferential Diagnosa
DER Diit Energi Rendah
DET Detur (sudah diberikan)
Dx dexter (Kanan)
DF Degue Fever
DHF Dengue Haemorragic Fever
DIC Disseminated Intravascular coagulation
dieb. alt. Diebus alternis / setiap lain hari
div. Divide / dibagi
DJ Diit Jantung
DJJ Denyut Jantung Janin
DK Diagnosa kerja
dl Deciliter (0.1 liter)
DL Darah Lengkap
DLE Discoid Lupus Eryhematosus
DM Diabetes Melitus
DMP Dextrometorphan HBr
DNR Do not resucitate
DOA Death On Arrival
DPR Diit Purin Rendah
DPSRG Diit Protein Sedang Rendah Garam
DPT Diptheri Pertusis Tetanus
DPTG Diit Pemeriksaan Toleransi Glukosa
DQS De Quervain Syndrome
DR Darah Rutin
dr. Dokter
DS Down Syndrome
DRS Diet Rendah Sisa
DSS Dengue Shock Syndrome
DST Diit Serat Tinggi
DL Darah Lengkap

E Singkatan Kepanjangan
E etambutol
ec Etiologi causa
e.v. Ekstraksi Vacum
Echo Echocardiography

Rumah Sakit Umum Page 20


E Singkatan Kepanjangan
EDH Epidural Hematom
EEG Electroencephalography
EF Ejection Fraction
EGD Esophagogastroduodenoscopy
EKG Electrocardiography
EMG Electromiography
emp. Ex modo prescripto / sesuai petunjuk
EMV Eye Movement Motorik
eq. pts. Equalis partis / bagian yang sama
ER Emergency room
ES Electrical Stimulation
ESR Erythrocyte sediment Rate
ESRD End stage renal disease
ESWL Extracorporeal Shock Wave Litotripsy
ETT Endo tracheal tube

F Singkatan Kepanjangan
f/ Forceps
FA Faringitis akut
FAM Fibroadenoma mammae
FiO2 Fraksi konsentrasi oksigen inspirasi
FL Feses Lengkap
fL Femtoliter (10-15 liter)
fl. atau fld. Fluida / cairan
Fr Fraktur
FT3 Free Thyroxine 3
FT4 Free Thyroxine 4
FRM Farmasi
FU Fundus uteri
FUO Febril Unknown Ovigin
FWB Full Weight Bearing

G Singkatan Kepanjangan

Rumah Sakit Umum Page 21


GGK Gagal Ginjal Kronik
GGT Gamma Glutamyl Transferase
GIT Gastro Intestinal
GKH Glukosa Kurva Harian
GNA Glumerulo Nephritis Acute
GO Gonorrhea
GolDar Golongan Darah
GPA Gravid, partus, abortus
grad. Gradatim / berangsur-angsur
GD2PP Gula Darah 2 jam Post Pandrial
gr Gram (1 gram=15 grain)
G Gravida
G.Brk Gizi Buruk
G.Krg Gizi Kurang
GDT Gambaran darah tepi
G6PD Glocose 6 phosphate dehydrogenase
Garg Gargarisma (obat kumur)
GBS Guillain-Barr_ syndrome
GCS Glascow Coma Scale
GD Gula Darah
GD2PP Gula Darah 2 jam Post Pandrial
GDP Gula darah Puasa
GDS Gula darah sewaktu
GE Gastro Enteritis
GEA Gastroenteritis acute
GED Gastro Enteritis Dehydration
GERD Gastroenteritis reflux disease
GFR Glomerulus filtration rate
GTT Glucose Tolerance Test
GV Ganti Verban

H Singkatan Kepanjangan
5-HIAA 5 Hydroxyindoleacetic Acid
H High

Rumah Sakit Umum Page 22


HT Histerectomy Total
h. Hora (Jam)
h.s. Hora somni / waktu tidur
H/L Hepar lien
h/l Hepar / liver
HAV Hallux abducto valgus
H AV Hepatitis A Virus
Hb Hemoglobin
HBDH Hydroxybutyrate Dehydrogenase
HBR Hiperbronchoreaksi
H BV Hepatitis B Virus
HCC Hepatocelullar carcinoma
HCG Human Chorionic Gonadotropic
HCT Hidrochlorotiazid
Ht Hematocrit
H CV Hepatitis C Virus
HCU High Care Unit
HD Hemodialisa
HDL High Density Lipoprotein
HEG Hiperemesis Gravidarum
HFMD Hand, food and mouth disease
HHD Hypertensive Heart Disease
HIL Hernia Inguinalis Lateralis
HIV human immunodeficiency virus
HLA B27 Human Leucocyte Antigen B27
HLA DR Human Leucocyte Antigen DR
HMD Hyaline Membran Disease
HNP Hernia nucleous pulposa
HOCM Hyperthrophy Obstructive Cardio Myophaty
HP Hyperemia pulpa
HPD Hemiparese Dextra
HPI Hypersensitive post inflammatory
HPP Haemorrhagic Post Partum
HPS Hemiparese Sinistra
HR Heart rate
HRB Hyper Reactive Bronchus
HSDR Hernia Scrotalis Dextra Reponsibilis
HSDS Hernia Scrotalis dextra Strangulata
HSG Hysterosalpingography
HST Histerectomy Sub Total
Ht Hematokrit
ht Heacting
HT Haid terakhir
Hub Hubungi
HZ Herves zoster
HIDR HERNIA INGUINALIS DEXTRA

Rumah Sakit Umum Page 23


I Singkatan Kepanjangan
I Input
i, ii, iii, or iiii doses Jumlah dosis
I.D. Intra dermal / disuntikkan di bawah kulit
Intraperitonial / itu injeksi yang disuntikkan melalui otot
I.P
rongga perut
IV Intravena / injeksi untuk pembuluh balik
IA Intra Articular
IBR Insect bite reaction
IBS Irritable bowl syndrome
IC intra cutan
ICH Intra Cerebral Haemorrhagie
ICU Intensive Care Unit
IDDM Insulin Dependent Diabetes Mellitus
IF Interferential
IFCC International Federation of Clinical Chemistry
IG Indeks Glikemik
IGD Instalansi Gawat Darurat
IGT Impaired glucose tolerance
IHD Ischemic Heart Disease
IM Intra Muscular
IMC Intermediate Care
IMM In Manu Medice (diberikan ke dokter)
IMT Indeks Massa Tubuh
Dividiatur in partes aequales / Dibagi menjadi bagian yg
in p. aeq.
sama
IRDS Idiopathic Respiratory Distress Syndrome
IRR Infra Red Radiation
ISDN Isosorbid dinitrate
ISK Infeksi saluran kencing
ISNA Infeksi Saluran Nafas Atas
ISPA Infeksi saluran pernafasan atas
ITB Illio Tibial Band Synd
Iter. Iteretur; iteratio (diulang, ulangan)
ITP Idiopathic thrombocytopenic purpura
IUD Intra Uterine Device
IUFD Interauterine fetal death
IUGR Intra uterin Growth Retardation
IV Intra Vena
IVA Inspeksi Visual dengan Asam asetat.
IVFD Intra Venous Fluid Drugs
IVP Intra Vena Pielografi
IWL Insesible Water Loss
inj. Injectio / suntikan
INR International Normalized Ratio
IP Infeksi Intrapartum

Rumah Sakit Umum Page 24


I Singkatan Kepanjangan
IRBBB Incomplete Right Bundle Branch Block
INH Isonicotinohydrazide (Isoniazid)

K Singkatan Kepanjangan
K Kalium
k/p Kalau Perlu
KA Kolporaphie Anterior
KAD Ketoasidosis Diabetik
KAFO Knee Ankle Foot Orthose
KDK Kejang Demam Kompleks
Kemo Kemoterapi
Kepeg Kepegawaian
Keu Keuangan

Kes Kesadaran
KET Kehamilan Ektopik Terganggu
Kg Kilo Gram
KgBB Kilo Gram berat badan

KLGS Keterbatasan Lingkup Gerak Sendi

KLL Kecelakaan Lalu Lintas

KMK Kurang Masa Kehamilan

Kont. Ut. Kontraksi Uterus

KP Kolporaphie Posterior

Kp Keperawatan dan penunjang medis

KPA Kuasa Pengguna Anggaran

KPD Ketuban Pecah Dini

KU Keadaan Umum

Kh Kurva harian
KI Kompresi Iskemik
Kkal Kilo Kalori
KKP Kurang kalori protein

Rumah Sakit Umum Page 25


L Singkatan Kepanjangan

L Leukosit

Lab Laboratorium

lak Laporan arus kas

LAO Left Anterior Oblique

Lat Lateral

LBBB Left bundle branch block

LBP Low Back Pain

LBW Low Birth Weight

LCS Liquor Cerebro Spinalis

LDH Lactate Dehydrogenase

LDL Low Density Lipoprotein

LED Laju Endap Darah


LFT Liver Fungtion Test

Lin Linimentum / digosok

LiLa Lingkar lengan atas

LLD Left Lateral Decubitus

LP Lingkar Perut

lp (a) Lipoprotein a

lpe Laporan perubahan ekuitas

LPK Laporan Pemeriksaan Kesehatan

Lpm Liter Permenit

LPO Left Posterior Oblique

lpsal Laporan perubahan saldo anggaran lebih

lra Laporan realisasi anggaran

LS Lumbo Sacral

LT Light Therapy

Rumah Sakit Umum Page 26


L Singkatan Kepanjangan

LVH Left Ventricular Hipertropy

Liq Liquor / Solution

Lk Laki-laki

LK Lingkar Kelapa

M Singkatan Kepanjangan

µL Microliter (10-6 liter)

M Merah

min. Minimal

m.f Misce fac (campur, buatlah)

MAG Meatus acusticus externus

Mane Pagi hari

Mane et vespere Pagi dan malam

MAS Meconium Aspirasi Syndrome

MB Makanan Biasa

Mcg Mikro gram

MCH Mean corpuscular hemoglobin

MCHC Mean corpuscular hemoglobin concentration

MCI/MI Myocardial infarction

MCPO Makanan Cair Penuh Oral

MCU Medical Check Up

MCV Mean corpuscular volume

MEA Meningo Encephalitis Acute

mEq Mili ekuivalen

mg Miligram

Rumah Sakit Umum Page 27


M Singkatan Kepanjangan

Mg Magnesium

mgg Minggu

MI Mitral (valve) isufficiency

MICU Masuk Intensive Care Unit

Mika Miki Miring Kanan Miring Kiri

MIMC Masuk intermediate Care

mist. atau mistura Campur

ML Makanan Lunak

Ml Mililiter

MLDV Manual Lymph Drainage Vodder

MLP Makanan Lewat Pipa

MM Multiple Mieloma

Mm Milimeter

mmHg Milimeter air raksa

MMR Mumps Measles Rubella

MMT Manual Muscle Testing

MNICU Masuk Neonatal Intensive Care Unit

mnt Menit

MO Morphine

MOF Multi Organ Failure

monev monitoring dan evaluasi

MOW Medik Operasi Wanita

MPICU Masuk Perinatal Intensive Care Unit

MPR Multiplanar Recontruksi

MR Mitral Regurgitation

Rumah Sakit Umum Page 28


M Singkatan Kepanjangan

MRA Magnetic Resonance Angiography

MRI Magnetic Resonance Imaging

MRS Masuk Rumah Sakit

MS Makanan Saring

MSCT Multi Slice Tomography scanning

MTPS Myofacial Trigger Point Syndrome

MV Mitral valve

MWD Micro Wave Diathermy

N Singkatan Kepanjangan
N Nadi
Na Natrium
NCB Neonatus Cukup Bulan
NCH Nafas Cuping Hidung
Ne Det Ne Detur (belum diberikan)
nebul Semprotan
NGT Naso Gastric Tube
NGU Non gonococcal urethtritis

NH3 Ammonia

NHL Non Hodkin's Lymphoma


NICU Neonatal Intensive Care Unit
NIDDM Non Insulin Dependent Diabetes Militus
NIHL Noise induced hearing loss
NK Nasal Kanul
NKB Neonatus Kurang Bulan
NLB Neonatus Lebih Bulan
NM Neural Mobilisasi

Rumah Sakit Umum Page 29


N Singkatan Kepanjangan
no. Nomor
noct. maneq. Noct maneque / pagi dan malam hari
nocte Malam
NOK Neoplasma Ovarium Kislilk
non rep. Non repetatur / tidak dapat diulang
npo nill per os tidak ada yg melalui mulut

NRM Non Rebreathing Mask

NS Normal Saline
NSAID Non steroid anti inflammatory drugs
NSE Neuron Specific Enolase
NT Nyeri Tekan
NTE Nyeri Tekan Epigastrium
NWB Non Weight Bearing

O Singkatan Kepanjangan
od oculus dexter mata kanan
o.l. Oculus laeva / mata kiri
o.m. Omni mane / pada pagi
o.n. Omni nocte / pada malam
os Oculus sinister / mata kiri
o.u Oculo utro / setiap mata
O2 Oksigen
OA Osteo arthtritis
OAD Oral Anti Diabetic
Obs Observasi
Obes Obesitas
ODC One Day Care
OE Otitis eksterna
OF Observasi Febris
OFD Oofarectomie Dextra

Rumah Sakit Umum Page 30


O Singkatan Kepanjangan
OFS Oofarectomie Sinistra
OGT Oro gastric tube
OK Kamar Operasi
OMA Otitis Media Akut
OMD Oesophagus maag Duodenum
OMI Old Mefvior Inc
OMP Otitis media purulent
OMSK Otitis Media Supurative Kronik
Op Operasi
OP Otrhotik Prostetik
Opth Opthalmics (mata)
ORIF Open Reduction Intra Fixation
OS Orang sakit
os Ossa / tulang
OT Okupasi Terapi
otic Otical / pada telinga

P Singkatan Kepanjangan
P partus
p.c. Post cibum / setelah makan
p.o. Per os / melalui mulut
p.r Pro rectum / melalui anus
p.r.n. Pro re nata / sesuai kebutuhan
p.v. Per vaginum / melalui kelamin wanita
PA Postero Anterior
PAI 1 Plasminogen Activator Inhibitor 1
PASI Pendamping air susu ibu
PAT Paroxysmal Atrial Tachycardia
PB Panjang Badan
PBL Panjang Badan Lahir
PBM Pasien baru masuk
PCH Pernafasan cuping Hidung

Rumah Sakit Umum Page 31


P Singkatan Kepanjangan
PCL Posterior Cruciatum Ligament
PCM Protein Calori Malnutrition
PCMV Pull Controlied Mandatory Ventilation
PCT Paracetamol
PD Pemeriksaan Dalam
PDA Patent Ductus Arteriosus
PEB Pre eclampsia berat
PEEP Positive End Expiratory Pressure
PF Pemeriksaan Fisik
PFGD Pemeriksaan Fungsi Gerak Dasar
Pg Picogram (10-12 gram)
PH Portal Hypertention
PICU Perinatal Intensive Care Unit
PID Pelvic Inflammatory Disease
PIM Periculum in mora (Berbahaya bila di tunda)
PIP Peak Inspiratory pressure
PIS Perdarahan Intra Serebral
PJT Perkembangan Janin Terhambat
PKTS Porsi Kecil Tapi Sering
PLR Plasenta Letak Rendah
PN Partus Normal
PNA Pyelonephritis Acut
PNC Pyelonephritis Chronic
PNF Proprioceptive Neuromuscular Facilitation
POS Pembantu Orang Sakit
Post. Posterior
PP Pasien Pindahan
PPHN Persisten Pulmonary Hypertention of Newborn
PPH Pajak Penghasilan
PPN Pajak Pertambahan Nilai
PPOK Penyakit Paru Obstruksi Kronik
PPOM Penyakit Paru Obstruktif Menahun

Rumah Sakit Umum Page 32


P Singkatan Kepanjangan
ppk pejabat penatausaha keuangan
PPT Placenta Praevia Totali
pptk pejabat pelaksana teknis
PPV Perdarahan Pervaginum
Pr Perempuan
PR Pityriasis roseola
PRC Pack Red Cell
PSA Prostate Spesific Antigen
PSIMV Pull Syncronited Intermitent Mandatory Ventilation
PTA Patent ductus arteriosus
PTF Paratifoid
PTM Partus Tak Maju
PTU Propyl Thio Urasil
PUD Perdarahan Uterus Dysfunctional
pulv. Pulvis / bubuk
PV Pityriasis vesicolor
PWB Partial Weigt Bearing
Px Pemeriksaan
PZA Pirazinamid

Q Singkatan Kepanjangan
Q Quaque / setiap
q._h Quaque …. hora / setiap …. Jam
q.3h Quaque 3 hora / setiap 3 jam
q.a.d Quaque alternis die / setiap hari yang berbeda
q.d. Quaque die / setiap hari
q.h.s Quaque hora somni / setiap menjelang tidur
q.i.d. Quarter in die / 4x sehari
Q.L Quantum libet (byk sesukanya)
q.o.d. Quaque os die / setiap hari yang berbeda
q.p. Quantum placeat / sebanyak yang dianjurkan

Rumah Sakit Umum Page 33


Q Singkatan Kepanjangan
q.q.h. Quarter quaque hora / setiap 4 jam
Q.S Quantum sufficit (byk sesukanya)
q.s. Quantum statis / secukupnya
qAM Quaque ante meridiem / setiap pagi
QC Quality Control
ql Quantum libet / sebanyak yang diinginkan
qPM Quaque post meridiem / setiap sore
qv Quantum vis / sebanyak

R Singkatan Kepanjangan
R/ Recipe
RA Rheumatoid Arthritis
RAD Radiologi
RB Ruang Bersalin
RBBB Right Bundle Banch Block
RC Reflek cahaya
RDS Respiratory Distress Syndroma
RD Ringer Dextrose
RDS Respiratory Distress Syndrome
RDW Red blood cell Distribution Width
RF Rhematoid Factor
RFT Renal Function Test
RG Rendah Garam
Rh Rhesus
RHD Rheumatic Heart Disease
RI/Ranap Rawat inap
Riw Riwayat
RJ/Rajal Rawat jalan
RJP Resusitasi jantung Paru
RL Ringer Laktat

Rumah Sakit Umum Page 34


R Singkatan Kepanjangan
RLD Right Lateral Decubitus
Ro Rontgen
RO Request Order
ROM Range Of Motion
ROP Retinophaty of prematurity
R.Prot Rendah Protein
RPD Riwayat penyakit Dahulu
RPG Retrograde Pyelography
RPS Riwayat Penyakit Sekarang
RR Respiratory Rate
RVH Right Ventricular Hipertropy

S Singkatan Kepanjangan
s Suhu
S. Signa (aturan pakai)
s.a. Secundum artum / gunakan sesuai pertimbangan
s.i.d Semel in die / sekali sehari
s.k Sangat kurus
s.o.s. Si opus sit / segera jika dibutuhkan
s.p Sangat pendek
SAC Spondylo Arthrosis Cervical
SAH Sub arachnoid Hemorage
SAL Spondylo Arthrosis Lumbal
Sat Saturasi
SB Salpingektomie Bilateral
SBE Sub Bacterial Endocarditis
sbg Sebagai
SC Sectio Caesaria
sc subcutan
SCC Squamous Cell Carcinoma
SCM Sterno Cleido Mastoideus
SD Salpingektomie Dextra
SDH Subdural Hemorage
SGA Small Gestation Age

Rumah Sakit Umum Page 35


S Singkatan Kepanjangan
SGOT Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase
SGPT Serum Glutamic Pyruvic Transaminase
SH Stroke Hemorrhagic
SI Serum Iron
SIAI Spina Illiaca Anterior Inferior
SIAS Spina Illiaca Anterior Superior
Sig. / S signa,
Tulis pada label
signetur
sine tanpa
SIJ Sacro Illiac Join
simpad Sistem Informasi Manajemen Pendapatan Daerah
SIMV Synchronized Intermittent Mandatory Ventilation
Sin Sinistra
SIPI Spina Illiaca Posterior Inferior
sipkd sistem informasi pengelolaan keuangan daerah
SIPS Spina Illiaca Posterior Superior
SIT Surat Ijin Tindakan
SKS Surat Keterangan Sehat
SKBN Surat Keterangan Bebas Narkoba
SKTBW Surat Keterangan Tidak Buta Warna
SL Sub lingual / di bawah lidah
SLE Systemic lupus erythomatosus
SLR Straight Leg Raising
SMK Sesuai Masa Kehamilan
SMRS Sebelum Masuk Rumah Sakit
SN Suara Nafas
SNH Stroke Non Hemorrhagic
SNHL Sensorineural hearing loss
SNNT Struma Nodosa Non Toxic
SOAP Subject, Object, Action, Procedure
SOB Salpingo Overektomie Bilateral
SOD Salpingo Overektomie Dextra
SOL Space Occupaying Lession
sol. Solutio / larutan
SOS Salpingo Overektomie Sinistra
Sp.A Spesialis Anak
Sp.An Spesialis Anestesi

Rumah Sakit Umum Page 36


S Singkatan Kepanjangan
Sp.B Spesialis Bedah
Sp.M Spesialis Mata
Sp.OG Spesialis Obstetri Ginekologi
Sp.Ort Spesialis Orthodontik
Sp.P Spesialis Paru
Sp.PD Spesialis Penyakit Dalam
Sp.PK Spesialis Patologi Klinik
Sp.THT Spesialis Telinga Hidung Tenggorok
Sp.Rad Spesialis Radiologi
Sp.S Spesialis Syaraf
Spiro Spirometri
sp2b surat pengesahan pendapatan dan belanja
sp3b surat perintah pengesahan pendapatan dan belanja
spd surat penyedia dana
sp2d surat perintah pencairan dana
spj surat pertanggungjawaban
spm surat perintah membayar
SPN Sinus Paranasalis
spp surat permintaan pembayaran
SPR Surat Permintaan Rawat
SPTJ Surat pernyataan tanggung jawab
SR Sinus Rhytme
SS Salpingektomie Sinistra
ss. Semis / setengah / separuh
St Stadium
stat. Statim / segera
Supp Suppositoria/ obat yang diberikan lewat anus
Susp. Suspect
susp. suspensio zat / obat padat yang didispersikan ke dalam zat cair
SVI Supra Vebtricular Tachycardiac
SVT Supraventricular tachycardia
SWD Short Wave Diathermy
syr. sirup

T Singkatan Kepanjangan
t Suhu / temperatur
T Transversal

Rumah Sakit Umum Page 37


T Singkatan Kepanjangan
t.a.a Tidak ada apa-apa
t.a.k Tidak ada kelainan
t.d.s ter die sumendum / 3x sehari
tdd/ter de die ter in die / 3x sehari
t.i.w. ter in w / 3x seminggu
tab. Tabella / tablet
tal. Talus / seperti
TB Tinggi Badan
tb taksiran berat
tbsp. Tablespoon / sendok makan (15 ml)
TC Traksi Cervical
TCM Tes Cepat Molekuler
TD Tekanan Darah
TE Toxoplasma Enchepalitis
Telp Telepon
TENS Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation
TF Tifoid Fever
TFA Tonsilofaringitis akut
TFL Tensor Facia Lata
TFU Tinggi Fundus Uteri
TG Triglyceride
TGT Toleransi Glukosa Terganggu
TLD Thermo Luminisense Dosimeter
Th/ Terapi
Thn Tahun
THP Triheksiphenydil
THR Total Hip Replacement
TIA Transient Ischemic Attack
TIBC Total Iron Binding Capacity
TIK Tekanan Intra Kranial
TKR Total Knee Retroplasty
TKTP Tinggi Kalori Tinggi Protein
TL Traksi Lumbal
TMJ Temporo Mandibular Joint
TMP Trimethoprim
TOF Tetralogy Of Fallot
TP Trigger Point
TPHA Treponema Pallidum Hemaglutination Assay
TPP Placenta Previa Total
Tr Trombosit
tr, tinc., tinct.
larutan dalam alkohol
tincture
TRDN Transient Respiratory Distress of the Newborn
troche trochiscus obat batuk
TS Teman Sejawat
Tsb Tersebut

Rumah Sakit Umum Page 38


T Singkatan Kepanjangan
TSB Tampak Sakit Berat
tsp. Teaspoon / sendok teh (5 ml)
TSR Tampak Sakit Ringan
TSS Tampak Sakit Sedang
TTB Trans Thoracal Biopsi
TTH Tension type headache
TTN Transient trachypnoe of new born
TTV Tanda-tanda vital
TU Tata Usaha
TUR Transurethral Reseksi
TURP Transurethral Reseksi Prostat

U Singkatan Kepanjangan
U Urine
U.C Usus cognitus (pemakaian tahu)
UDT Undescended Testis
U.E Usus externus (dipakai utk luar)
U.I Usus internus (dipakai utk dalam)
U.N Usus notus (pemakaian tahu)
u/ Untuk
UA Uric Acid
UAP Unstable Angina Pektoris
UIBC Unsaturated Iron Binding Capacity
UKO Unit Kamar Operasi
UL Urine Lengkap
ung. Unguentum / obat salep
UPB Upper Back Pain
URI Upper Respitarory Infection
URTI Upper Respiratory Tract Infection
US Ultrasound
USG Ultrasonography
USG 4D Ultrasonography Empat Dimensi
UTI Urinary Tract Infection
UUB Ubun-ubun Besar

V Singkatan Kepanjangan
v/ Vakum
vag. Vaginum / alat kelamin wanita
Vak Act – HIB Imunisasi Meningitis HIB
Vak Avaxim Imunisasi Hepatitis A
Vak BCG Imunisasi BCG
Vak Engeric Imunisasi Hepatitis B
Vak Euvax B Imunisasi Hepatitis B
Vak Havrix Imusisasi Hepatitis A

Rumah Sakit Umum Page 39


Vak Hiberix Imunisasi Meningitis/HIB
Vak Infarik Imunisasi DPT
Vak Infarik HIB Imunisasi DPT HIB
Vak MMR Imunisasi MMR
Vak Okavax Imunisasi Cacar
Vak Prevenar Imunisasi IPD/Radang Paru
Vak Tetracthib Imunisasi DPT HIB
Vak Trimovax Imunisasi Rubella
Vak Typim Imunisasi Tipus/Typoid
Vak Varilik Imunisasi Cacar
VAS Visual Analouge Scale
VBI Vertebro Basiler Insufficiency
VDRL Venereal Disease Research Laboratory
VE Vulnus Eksoriatum
Vesp Malam
VF Ventricular Fibrilasi
VH Vaginal Histerctomi
Vit Vitamin
VK Kamar Bersalin
VL Vulnus Laceratum
VMA Vanillylmandelic Acid
VMO Vastus Medialis Obligue
Vol Volume
VP Vulnus Punctum
VRS Visual Rating Scale
VS Vulnus Scissum
VSD Ventricular Septal Deffect
VT Vaginal Tauche
VTP Ventilasi tekanan positif

W Singkatan Kepanjangan
WPW Wollf Parkinson White
Wh Wheezing
WSD Water Spal Drainage

Y Singkatan Kepanjangan

YM Pelayanan Medis

Rumah Sakit Umum Page 40


3. Phonetic Alphabet

A Alpha N November

B Bravo O Oscar

C Charlie P Papa

D Delta Q Quebec

E Echo R Romeo

F Foxtrot S Sierra

G Golf T tanggo

H Hotel U Uniform

I India V Victor

J Juliet W Whiskey

K Kilo X X-ray

L Lima Y Yankee

M Mike Z Zulu

Rumah Sakit Umum Page 41


BAB IV
DOKUMENTASI

A. Definisi Panduan Komunikasi Efektif


Panduan Komunikasi Efektif berisikan tata cara bagaimana
berkomunikasi dengan baik,tepat, dan melakukan sesuai dengan standar
prosedur untuk meningkatkan keselamatan bagi pasien.

B. Masa berlaku panduan Identifikasi


Masa berlaku panduan identifikasi pasien ini ditetapkan sampai
dengan adanya perubahan yang dilakukan, jika tidak maka revisi perubahan
harus dilakukan paling lama dalam jangka waktu 3 tahun.

C. Isi dokumen terkait dengan Panduan


1. SK tentang Panduan Komunikasi Efektif Antar Profesional Pemberi
Asuhan
2. SPO Komunikasi efektif dengan SBAR
3. SPO Komunikasi efektif dengan TBAK
4. SPO Pelaporan Hasil nilai kritis
5. SPO Penerimaan Informasi Melalui Telpon
6. SPO Komunikasi Lisan / Lisan Via Telepon
7. SPO Komunikasi Serah Terima Pasien Antar Ruangan

Rumah Sakit Umum Page 42