Anda di halaman 1dari 14

PLTA

a. Ilustrasi tntg pembangkit (Blok Diagram)

b. Bagaimana Listrik bisa terbangkit dari generator


Air membuat turbin berputar sehingga generator ikut berputar, dimana di dalam generator
terdapat rotor dan stator. Rotor berputar terhadap stator menghasilkan medan magnet dan
menginduksi medan magnet sehingga menghasilkan tegangan dg skala kecil.
c. ilustrasi pembangkit listrik satu fasa dan tiga fasa
kata RIKO pokoknya 3fasa kawatnya dalam generator ada 3 & yg sefasa Cuma ada 1.
Lebih jelasnya browsing gppa
GARDU INDUK
a. Berikan ilustrasi tntg Gardu Induk dan contoh penggunaannya!

b. Klasifikasi level tegangan listrik yang ditransmisikan serta carakerja dari GI yang akan
didistribusikan kepelanggan.
c. Gambarkan satu system trafo GI
SEL SURYA
a. Bagaimana proses konversi cahaya pada tegangan?

b. Bagaimana proses dr tegangan DC jadi AC?

Sumber daya yang berupa arus listrik DC dengan tegangan rendah (contoh 12V)
diberikan ke Center Tap (CT) Sekunder Transformator sedangkan dua ujung Transformator
lainnya (titik A dan titik B) dihubungkan melalui saklar (switch) dua arah ke ground
rangkaian. Jika saklar terhubung pada titik A akan menyebabkan arus listrik jalur 1 mengalir
dari terminal positif baterai ke Center Tap Primer Transformator yang kemudian mengalir ke
titik A Transformator hingga ke ground melalui saklar. Pada saat saklar dipindahkan dari titik
A ke titik B, arus listrik yang mengalir pada jalur 1 akan berhenti dan arus listrik jalur 2 akan
mulai mengalir dari terminal positif baterai ke Center Tap Primer Transformator hingga ke
ground melalui Saklar titik B. Titik A, B dan Jalur 1, 2 dapat dilihat pada gambar diatas,
Sekunder Transformator akan menghasilkan Output yang berupa tegangan yang lebih
tinggi (contohnya 120V atau 240V) tergantung pada jumlah lilitan pada kumparan sekunder
Transformator atau rasio lilitan antara Primer dan Sekunder Transformator yang digunakan
pada Inverter tersebut.
c. Bagaimana mengontrol saat digunakan sbg emergency?
d. Gambarkan blok diagram pembangkit listrik tenaga surya.

 Energi Matahari: merupakan energi utama untuk mendukung sistem PLTS


 Modul Surya: piranti semi konduktor yg merubah scr lgsg energi matahari menjadi energi
listrik searah (DC)
 Bsttery Charge Regulator: Pengontrol pengisian baterai (sistem proteksi bagi baterai untuk
menghindari kerusakan baterai
 Baterai: Penyimpan muatan listrik dari modul surya untuk mensuplai peralatan listrik
 Inverter: Pengubah tegangan DC ke AC
PLC
a. Bagaimana proses menumpangan sinyal data ke Jalur jala-jala listrik
Pada prinsipnya penumpangan sinyal informasi ke listrik PLN adalah penggabungan dua
gelombang yang memiliki amplitude, frekuensi dan fase yang bervariasi menjadi sebuah
gelombang kompleks. Dalam penerapannya system PLC ini yaitu penggabungan sinyal
informasi termodulasi yang memiliki frekuensi tengah 125khz dengan amplitude kecil dan
listrik pln yang frekuensinya 50hz dengan amplitude yang jauh lebih tinggi.

Penggabungan dua buah gelombang menjadi sebuah gelombang kompleks menggunakan


cara superposisi gelombang yaitu dua atau lebih gelombang sinus dapat melintasi jalur yang
sama pada waktu yang sama disebuah media dan tidak saling mengganggu.Dengan kata lain,
kedua gelombang masih ada dan masing – masing dapat dikembalikan ke bentuk semula dari
gelombang kompleks.

b. Bagaimana cara berkomunikasi antar komputer pada PLC (system kerja dari adapter
komunikasi PLC).
Penggunaan komunikasi antar computer dapat digunakan didalam rumah maupung
gedung dalam area jaringan tegangan rendah dengan menggunakan perangkat adapter atau
modem powerline terhubung langsung ke soket listrik dinding yang tersedia di seluruh rumah.
Dengan demikian, perangkat komunikasi yang berbeda dapat dihubungkan jaringan PLC ke
dalam rumah dimanapun soket dinding tersedia

Adapter atau modem powerline sendiri menggunakan teknologi OFDM. Untuk mencapai
kecepatan data yang lebih tinggi dari 10 Mbps, Orthogonal Frequency Division Multiplexing
(OFDM) adalah teknik modulasi yang cocok. Sistem ini bekerja pada HF band, kuat terhadap
berbagai macam gangguan dan mendukung kecepatan akses data. Setiap sub saluran
dimodulasi dengan simbol terpisah (C1, C2, .., Cn-1, Cn), sehingga efisiensi saluran dapat
ditingkatkan karena semua saluran frekuensi sub-multiplexing menggunakan skema OFDM.
DISTRIBUSI DAN INSTALASI LISTRIK (RUMAH TANGGA)

 Listrik dari PLN 220 masuk ke KWH ( digambar gaada ) [yg kabel merah ( fasa ) dan yang
hitam ( netral ) sedangkan kabel kuning ( gnd )]
 kabel fasa masuk pada MCB kemudian masuk ke saklar atau ke stop kontak [tidak langsung
ke lampu atau ke barang elektronik, tp kalau kabel netral langsung ke lampu atau stop
kontak]
 Untuk stop kontak sendiri membutuhkan 3 kabel yaitu dari fasa, netral dan ground.
Mengapa kabel fasa nggak langsung ke lampu?
Soalnya melalui saklar dapat berfungsi untuk memutus arus waktu tidak digunakan.
 Semisal di MCB bertuliskan 4 Ampere dan dari tegangan PLN 220 Volt maka dayanya 4 x
220 = 880waat. Jadi pada rumah tersebut dapat di pakai dayanya di bawah 880.
NOTE!
1. Penyebab MCB off/turun dikarenakan (overload) beban arus dan daya yg digunakan
melebihi batas dari mcb tersebut.
2. Terjadi short dimana kabel fasa dan netral bergandengan.
Pengertian 3 Fasa dan konversinya.
Pengertian
Sistem 3 phase dikembangkan karena memiliki keunggulan yaitu daya yang ditransmisikan
bisa lebih besar dibanding system 1 phase dengan besar penghantar dan arus listrik yang sama.
Karena itu mulai dari pembangkitan sampai distribusi, sistem 3 phase ini digunakan.
Pada motor listrik, system 3 phase memberikan daya torsi motor yang lebih besar
dibandingkan dengan motor 1 phase. Dengan medan magnet berputar yang dihasilkan sistem 3
phase dengan arah dan besaran konstan yang disederhanakan, maka akan menyederhanakan disain
atau konstruksi motor listrik.

Konversi
Coba liat di jwbn way deltaa, aku gabisa memahami hehe takut salah
WAY DELTA. SEPERTI APA DAN UNTUK APA
(INI DARI FITRAH, gatau deh bingung juga wkwk)
LISTRIK 3 FASA DAN Y , Δ

Secara umum ada 3 macam jenis hubungan pada transformator tiga phasa yaitu :

Hubungan Bintang (Y)

Hubungan bintang ialah hubungan transformator tiga fasa, dimana ujung-ujung awal atau
akhir lilitan disatukan. Titik dimana tempat penyatuan dari ujung-ujung lilitan merupakan
titik netral. Arus transformator tiga phasa dengan kumparan yang dihubungkan bintang
yaitu; IA, IB, IC masing-masing berbeda 120°.
Transformator tiga phasa hubungan bintang.
Dari gambar diperoleh bahwa :
IA = IB = IC = IL
IL = Iph
VAB = VBC = VCA = VL-L
VL-L = Vph
Dimana :
VL-L = tegangan line to line (Volt)
Vph = tegangan phasa (Volt)
IL = arus line (Ampere)
Iph = arus phasa (Ampere)
Hubungan Segitiga/ Delta (Δ)
Hubungan segitiga adalah suatu hubungan transformator tiga fasa, dimana cara
penyambungannya ialah ujung akhir lilitan fasa pertama disambung dengan ujung mula
lilitan fasa kedua, akhir fasa kedua dengan ujung mula fasa ketiga dan akhir fasa ketiga
dengan ujung mula fasa pertama. Tegangan transformator tiga phasa dengan kumparan
yang dihubungkan segitiga yaitu; VA, VB, VC masing-masing berbeda 120°.
Transformator tiga phasa hubungan segitiga/delta.
Dari gambar diperoleh bahwa :
IA = IB = IC = IL
IL = Iph
VAB = VBC = VCA = VL-L
VL-L = Vph
Dimana :
VL-L = tegangan line to line (Volt)
Vph = tegangan phasa (Volt)
IL = arus line (Ampere)
Iph = arus phasa (Ampere)
Hubungan Zigzag

Transformatorzig–zag merupakan transformator dengan tujuan khusus. Salah satu


aplikasinya adalah menyediakan titik netral untuk sistem listrik yang tidak memiliki titik
netral. Pada transformator zig–zag masing–masing lilitan tiga fasa dibagi menjadi dua
bagian dan masing–masing dihubungkan pada kaki yang berlainan.
Transformator tiga phasa hubungan zig-zag.
Perbandingan Rugi-rugi untuk tiap kumparan yang terhubung Y, Δ, Zig-zag adalah:
Dimana :
iY = arus pada kumparan yang terhubung Y
ρ = hambatan jenis tembaga
LY = panjang kumparan yang terhubung Y
AY = Luas penampang kumparan yang terhubung Y
AΔ = Luas penampang kumparan yang terhubung Δ
AZZ = Luas penampang kumparan yang terhubung Zig-zag

Jenis-Jenis Hubungan Transformator Tiga Phasa

Dalam pelaksanaanya, tiga buah lilitan phasa pada sisi primer dan sisi sekunder dapat
dihubungkan dalam bermacam-macam hubungan, seperti bintang dan segitiga, dengan
kombinasi Y-Y, Y-Δ, Δ-Y, Δ-Δ, bahkan untuk kasus tertentu liltan sekunder dapat
dihubungakan secara berliku-liku (zig-zag), sehingga diperoleh kombinasi Δ-Z, dan Y-Z.
Hubungan zig-zag merupakan sambungan bintang istimewa, hubungan ini digunakan
untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin terjadi apabila dihubungkan secara bintang
dengan beban phasanya tidak seimbang. Di bawah ini pembahasan hubungan
transformator tiga phasa secara umum :
 Hubungan Wye-wye (Y-Y)
Pada hubungan bintang-bintang, rasio tegangan fasa-fasa (L-L) pada primer dan
sekunder adalah sama dengan rasio setiap trafo. Sehingga, tejadi pergeseran fasa
sebesar 30° antara tegangan fasa-netral (L-N) dan tegangan fasa-fasa (L-L) pada sisi
primer dan sekundernya.
Hubungan bintang-bintang ini akan sangat baik hanya jika pada kondisi beban seimbang.
Karena, pada kondisi beban seimbang menyebabkan arus netral (IN) akan sama dengan
nol. Dan apabila terjadi kondisi tidak seimbang maka akan ada arus netral yang kemudian
dapat menyebabkan timbulnya rugi-rugi.

Tegangan phasa primer sebanding dengan tegangan phasa sekunder dan perbandingan
belitan transformator maka, perbandingan antara tegangan primer dengan tegangan
sekunder pada transformator hubungan Y-Y adalah :
Gambar Transformator 3 phasa hubungan Y-Y.
 Hubungan Wye-delta (Y-Δ)
Transformator hubungan Y-Δ, digunakan pada saluran transmisi sebagai penaik
tegangan. Rasio antara sekunder dan primer tegangan fasa-fasa adalah 1/√3 kali rasio
setiap trafo. Terjadi sudut 30° antara tegangan fasa-fasa antara primer dan sekunder
yang berarti bahwa trafo Y-Δ tidak bisa diparalelkan dengan trafo Y-Y atau trafo Δ-Δ.
Hubungan transformator Y-Δ dapat dilihat pada Gambar Pada hubungan ini tegangan
kawat ke kawat primer sebanding dengan tegangan phasa primer (VLP=√3VPhP), dan
tegangan kawat ke kawat sekunder sama dengan tegangan phasa (VLS=VphS),
sehingga diperoleh perbandingan tegangan pada hubungan Y-Δ adalah :

Gambar Transformator 3 phasa hubungan Y-Δ.


 Hubungan Delta-wye (Δ-Y)
Transformator hubungan Δ-Y, digunakan untuk menurunkan tegangan dari tegangan
transmisi ke tegangan rendah. Transformator hubungan Δ-Y dapat dilihat pada Gambar
Pada hubungan Δ-Y, tegangan kawat ke kawat primer sama dengan tegangan phasa
primer (VLP=VphP ), dan tegangan sisi sekundernya ( VLS=√3VphS), maka
perbandingan tegangan pada hubungan Δ-Y adalah :
GambarTransformator 3 phasa hubungan Δ-Y.
 Hubungan Delta – delta (Δ-Δ)
Pada transformator hubungan Δ-Δ, tegangan kawat ke kawat dan tegangan phasa sama
untuk sisi primer dan sekunder transformator (VRS = VST = VTR = VLN), maka
perbandingan tegangannya adalah :

Sedangkan arus pada transformator hubungan Δ-Δ adalah :


IL=√3Ip
Dimana :
IL = arus line to line
IP = arus phasa