Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM UOP 1

Modul III
Pompa Sentrifugal

Disusun Oleh :
Kelompok 1 Jumat Siang

Irene Abigail Wisyamukti (1606907988)


M. Hafidz Aliyufa (1606907796)
Badzlina Khairunizzahrah (1606907972)
Zumroh Desty (1606907751)

Laboratorium Proses dan Operasi Teknik I


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
Depok, 2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan Laporan Praktikum UOP Modul Pompa Sentrifugal
tepat pada waktunya. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan mata
kuliah wajib dan juga sebagai media pembelajaran yang mandiri untuk dapat lebih memahami
topik mengenai Pompa Sentrifugal dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam proses penulisan makalah ini, kami menemui banyak kesulitan. Namun, berkat
bantuan dan bimbingan berbagai pihak, makalah ini akhirnya dapat terselesaikan dengan baik
dan tepat waktu. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Heri Hermansyah, S.T. M.Eng., selaku fasilitator dan dosen pembimbing
praktikum UOP modul filtrasi.
2. Kuntum Khaira sebagai asisten laboratorium praktikum modul pompa sentrifugal.
3. Teman-teman sekelompok yang selalu kompak menjalankan praktikum, mengerjakan
dan mempelajari tugas bersama walaupun dihadapkan oleh situasi dan kesibukan
yang berbeda-beda.
4. Semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini yang tidak dapat
kami sebutkan satu-persatu.
Selain itu, kami juga menyadari bahwa baik dalam segi sistematika penyusunan maupun
materi yang dipaparkan masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami berharap
agar adanya kritik dan saran yang sekiranya dapat membantu kami untuk perbaikan di masa
yang akan datang. Semoga laporan praktikum ini dapat bermanfaat.

Depok, 26 Oktober 2018

Kelompok 1

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .......................................................................................................................... 2


Daftar Isi ................................................................................................................................... 3

BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................................................ 4


1.1. Tujuan Praktikum ............................................................................................................... 4
1.2. Teori Dasar ......................................................................................................................... 4
1.2.1. Mekanisme Kerja Pompa Sentrifugal dan Komponennya ..................................... 4
1.2.2. BHP, FHP, Head Pump, dan Efisiensi ................................................................... 5
1.2.3. Kecepatan Spesifik ................................................................................................. 5
1.2.4. Kavitasi ................................................................................................................... 6

BAB II. METODOLOGI PENELITIAN .................................................................................. 7


2.1. Alat dan Bahan .................................................................................................................... 7
2.2. Variabel Praktikum ............................................................................................................. 8
2.3. Prosedur .............................................................................................................................. 9

BAB III. DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN .................................................. 11


3.1. Data Percobaan ................................................................................................................. 11
3.1.1. Data Percobaan 1 ................................................................................................ 11
3.1.2. Data Percobaan 2 ................................................................................................ 12
3.2. Pengolahan Data ............................................................................................................... 13
3.2.1. Pengolahan Data Percobaan 1 ............................................................................. 14
3.2.2. Pengolahan Data Percobaan 2 ............................................................................. 15
3.3. Grafik Hubungan Parameter ............................................................................................. 16
3.3.1. Grafik Hubungan Parameter Percobaan 1........................................................... 16
3.3.2. Grafik Hubungan Parameter Percobaan 2........................................................... 18

BAB IV. ANALISIS ............................................................................................................... 20


4.1. Analisis Alat dan Bahan.................................................................................................... 20
4.2. Analisis Percobaan ............................................................................................................ 20
4.3. Analisis Perhitungan dan Grafik ....................................................................................... 21
4.3.1. Percobaan I.......................................................................................................... 21
4.3.2. Percobaan 2 ......................................................................................................... 23
4.4. Analisis Kesalahan ............................................................................................................ 24

BAB V. KESIMPULAN ......................................................................................................... 25


5.1. Kesimpulan ....................................................................................................................... 25
5.2. Saran ................................................................................................................................. 25

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 26

3
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Praktikum
Praktikum modul centrifugal pump ini bertujuan untuk mempelajari hubungan
antara parameter-parameter pompa agar dapat mengoperasikan pompa dengan optimum,
baik dari segi penggunaan energi maupun keamanan. Parameter-parameternya antara lain
adalah energi pompa atau Break Horse Power (BHP), energi fluida atau Fluid Horse
Power (FHP), efisiensi, head pump, dan kecepatan spesifik.

1.2 Teori Dasar


1.2.1 Mekanisme Kerja Pompa Sentrifugal dan Komponennya
Pompa adalah yang digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu tempat ke
tempat lainnya dengan cara menaikkan tekanan cairan. Pompa secara umum terdiri
dari dua jenis, yaitu :

 Positive Displacement Pump


Merupakan pompa dengan ruangan kerja yang secara periodik berubah dari
besar ke kecil atau sebaliknya selama pompa bekerja.

 Non-positive Displacement Pump


Pompa sentrifugal merupakan pompa jenis inim, yang dimana volume
ruangannya tidak berubah pada saat pompa bekerja. Disebut juga pompa
dinamis karena adanya perubahan energi kecepatan menjadi energi dinamis
di dalam pompa.
Prinsip pompa sentrifugal adalah dengan menggunakan gaya sentrifugal. Pompa
ini berfungsi untuk mengubah energi mekanik dalam bentuka putaran berporos
menjadi energi fluida dalam bentuk head pressure dan kecepatan. Pompa sentrifugal
menggunakan energi listrik memutar shaft yang langsung tersambung dengan
impeller. Impeller akan yang dan menghasilkan gaya sentrifugal yang bekerja pada
fluida yang masuk ke pompa, sehingga fluida akan mengalir melalui saliran di antara
sudut-sudut impeller dan fluida akan terlempar oleh impeller ke arah radial.
Pada proses sini terjadi konversi dari energi listrik menjadi energi kinetik pada
fluida sehingga kecepatan fluida meningkat. Kemudian, energi kinetik fluida
dikonversi menjadi energi tekanan dalam volute casing, yang merupakan suatu
saluran yang memiliki luas penampang melintang semakin besar. Pada volate
casing, kecepatan fluida diturunkan sehingga tekanan fluida meningkat dan
kemudian fluida dikeluarkan melalui discharge pump.
Secara umum, pompa sentrifugal dibagi menjadi dua bagian :

 Volute Pump

4
Pada volute pump, terjadi konversi energi kinteik fluida menjadi energi
tekanan dilakukan dengan mengalirkan fluida pada ruang volute dan
memperlambat kecepatan fluida sehingga tekanan fluida akan naik dan
kemudian dikeluarkan melalui discharge pump.

 Diffuser Pump
Pada diffuser pump, impeller dikeliling oleh diffuser sehingga kecepatan
fluida diperlambat secara perlahan yang diikuti dengan kenaikan tekanan
fluida. Kecepatan fluida yang diperlambat secara perlahan akan
meminimalkan kehilangan energi sehingga meningkatkan efisiensi pompa.
1.2.2 BHP, FHP, Head Pump, dan Efisiensi
Brake Horse Power (BHP) merupakan energi yang diberikan shaft kepada
impeller untuk bisa berotasi.

𝐵𝐻𝑃 = 𝜏 𝜔 = 𝑚̇ 𝑊𝑝

dengan 𝜏, 𝜔, 𝑚̇, dan Wp berturut-turut merupakan besar torsi, kecepatan sudut (rpm),
laju alir massa, dan energi yang diterima pompa dari shaft per satuan massa.
Tidak semua energi dari impeller diterima sepenuhnya oleh fluida, dimana
sebagian akan hilang sebagai hydraulic loss. Kemampuan pompa untuk mmberikan
energi kepada fluida disebut dengan head pump. Dengan mempertimbangkan
efisiensi pompa, maka didapat persamaan :

𝜂. 𝑊𝑝 = Δ𝐻

𝑃2 𝑔. 𝑍2 𝑢2 2 𝑃1 𝑔. 𝑍1 𝑢1 2
= ( + + )−( + + )
𝜌 𝑔𝑐 2𝑔𝑐 𝜌 𝑔𝑐 2𝑔𝑐

dengan 𝜂, Δ𝐻, u, Z, 𝑔𝑐 , dan 𝑔 berturut-turut merupakan efisiensi pompa, total head


pump, elevasi, konstanta gravitasi, dan kecepatan gravitasi.
Fluid Horse Power (FHP) merupakan energi yang diterima oleh fluida dari
impeller.

𝐹𝐻𝑃 = 𝑚 ∆𝐻
1.2.3 Kecepatan Spesifik
Kecepatan spesifik adalah indeks jenis pompa yang memakai kapasitas,
putaran pompa dan tinggi tekan yang diperoleh pada titik efisiensi maksimum
pompa. Kecepatan spesifik digunakan untuk menentukan bentuk umum impeller.
Kecepatan spesifik didefiniskan seperti persamaan berikut
𝑄1/2
𝑁𝑠 = 𝑁𝑒 3/4
𝐻
dengan Ne adalah kecepatan putar pada efisiensi maksimum, Q adalah laju alir
volume, dan H adalah head pump.

5
1.2.4 Kavitasi
Kavitasi adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh berubahnya fase cairan
yang sedang dialirkan dari fase cair menjadi fase uap sehingga menimbulkan
gelembung-gelembung. Timbulnya gelembung tersebut disebabkan oleh
menurunnya tekanan suction pompa hingga berada di bawah tekanan uap jenuh
cairan. Kavitasi sering terjadi pada sisi suction pompa dan biasanya akan terus
terjadi saat cairan dialirkan ke dalam pompa. Kavitasi menyebabkan kerusakan
pada pompa, seperti timbul erosi (lubang atau permukaan dinding pompa
bergelombang), menurunnya kapasitas pompa, dan suara berisik (knocking) akibat
tumbukan gelembung gas.
NPSH adalah head yang dibutuhkan untuk mencegah cairan dari kavitasi.
Nilai dari NPSH terbagi dua, yaitu NPSHr dan NPSHa. Syarat untuk mencegah
terjadinya kavitasi ialah nilai NPSHa harus lebih besar dari pada NPSHr.
NPSHr adalah nilai minimum ang diperlukan dan didefinisikan sebagai berikut
𝑃𝑠𝑢𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 − 𝑃𝑣𝑎𝑝
NPSHr =
𝜌𝑔
Sedangkan, NPSHa adalah nilai yang tersedia dan diperoleh dengan
mensubstitusikan persamaan NPSHr ke dalam persamaan Bernoulli yang akan
menghasilkan
𝑃𝑎 − 𝑃𝑣𝑎𝑝 ℱ
NPSHa = −𝑍−
𝜌𝑔 𝑔
dengan 𝑃𝑎 merupakan tekanan absolut pada permukaan cairan di dalam reservoir, Pvap
merupakan tekanan uap jenuh cairan, Z merupakan jarak antara pump suctiong dengan
permukaan cairan dalam reservoir, dan F merupakan friction loss.

6
BAB II

METODOLOGI PENELITIAN

1.1. Alat Bahan

Gambar 4. Rangkaian alat praktikum modul Pompa Sentrifugal


(sumber :dokumentasi probadi)

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai masing-masing komponen alat dalam


percobaan:
 Pompa Sentrifugal
Pompa sentrifugal adalah pompa yang berfungsi untuk memperbesar energi fluida
melalui gaya sentrifugal. Pompa sentrifugal dapat mengubah energi mekanik dalam
bentuk kerja poros menjadi energi fluida. Energi inilah yang mengakibatkan pertambahan
head tekanan, head kecepatan, dan head potensial pada fluida yang mengalir kontinyu.
 Tangki
Dalam percobaan ini tangki berfungsi sebagai wadah penampung air yang akan
dialirkan ke pompa dan juga sebagai wadah kembalinya air yang telah digerakkan oleh
pompa sentrifugal tersebut.
 Pengukur Tekanan
Alat ukur tekanan adalah suatu alat ukur yang digunakan sebagai indikator perubahan
tekanan pada peralatan proses. Pada percobaan ini, alat pengukur tekanan yang digunakan

7
adalah jenis gauge pressure. Pengukur tekanan jenis ini pengukurannya relatif terhadap
atmosfir dimana alat tersebut digunakan dan apabila mendapatkan tekanan yang lebih
kecil dari atmosfir maka disebut tekanan vacum. Terdapat dua buah alat ukur tekanan
yang digunakan dalam dalam percobaan ini, alat ukur tekanan yang pertama memiliki
satuan incH2O terletak diantara tangki dengan pompa sentrifugal, fungsi dari alat ini yaitu
mengukur tekanan fluida awal yang berasal dari tangki dan menuju ke pompa sentrifugal,
sedangkan alat ukur tekanan yang kedua memiliki satuan ons/in2. Terletak antara pompa
sentrifugal dengan tangki yang berfungsi untuk mengukur tekanan fluida akhir setelah
melewati pompa sentrifugal dan akan kembali kedalam tangki.
 Pengukur Flowrate
Alat pengukur flowrate atau biasanya disebut flow meter adalah alat yang digunakan
untuk mengetahui adanya suatu aliran matrial dalam suatu jalur aliran, dengan segala
aspek aliran itu sendiri yaitu kecepatan aliran atau flowrate dan total massa atau volume
matrial yang mengalir dalam waktu tertentu atau sering disebut istilah totalizer. Dalam
percobaan ini, alat pengukur flowrate yang digunakan adalah orifice flowmeter yang
berfungsi untuk mengatur laju aliran yang praktikan inginkan untuk memperoleh data
yang praktikan butuhkan. Orifice meter digunakan dalam praktikum ini karena memiliki
beberapa keunggulan yaitu alat ini merupakan alat ukur standar untuk pengukuran aliran
liquid maupun gas, biayanya tidak mahal, dan dapat melayani kapasitas aliran yang kecil
ataupun besar dengan ketilitian yang cukup tinggi.
 Stroboscope
Stroboskop merupakan alat yang digunakan untuk menentukan frekuensi dari gerakan
suatu objek. Untuk objek yang bergerak secara bergetar dan berayun, stroboskop
berfungsi dalam membekukan gerakan onjek tersebut dengan kawalan frekuensi
stroboskop yang tertentu.
Dalam percobaan ini stroboskop digunakan untuk membantu praktikan dalam menentukan nilai
torsi dari pompa sentrifugal. Dengan mengatur frekuensi stroboskop dan menyamakan dengan
frekuensi dari rpm pompa maka praktikan dapat melihat nilai torsi dari proses tersebut. Adapun
bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah fluida air. Air digunakan karena jumlahnya
yang relatif banyak sehingga memudahkan praktikan dalam melakukan percobaan.
1.2. Variabel Praktikum
Dalam percobaan ini terdapat beberapa variabel yang digunakan untuk mendapatkan
data yang diinginkan, yaitu
A. Variabel Bebas

8
 RPM (Rotation Per Minute / putaran per menit)
 Flowrate

B. Variabel Terikat
 Tekanan (P1 dan P2)
 Torsi
 BHP (Break House Power)
 FHP (Fluid House Power)
 Efisiensi (ɳ)
1.3. Prosedur
1.3.1. Prosedur Pengoperasian
A. Prosedur Pengoperasian Pompa
1. Membersihkan peralatan terutama tangki air untuk membersihkan kotoran yang
bersifat abrasif (mengikis) dan dapat merusak pompa maupun alat pengukur.
2. Menutup valve penghubung P1 (pengukur tekanan inlet) dengan sistem.
3. Mengisi tangki dengan air bersih, kira-kira 20 galon.
4. Memutar needle valve kira-kira setengah bukaan.
5. Menghidupkan motor dengan langkah berikut :
a. Mengatur jarum penunjuk kecepatan pada posisi 0.
b. Mengatur saklar FWD/BRAKE/REV pada posisi FDW serta saklar ON/OFF pada
posisi ON.
c. Mengatur kecepatan dengan memutar jarum penunjuk sampai kecepatan yang
diinginkan.
d. Mengatur laju aliran dengan needle valve.

B. Prosedur Penggunaan Torquemeter


Pada pembacaan torsi, mengatur stroboskop sampai keadaan “FREEZE” (putaran sampai
tampak diam).
1.3.2. Prosedur Percobaan
A. Menentukan Hubungan antara RPM, Flowrate, dan ΔP
1. Memilih beberapa rpm dalam range kecepatan motor sampai rpm beban penuh dengan
interval sama. RPM yang digunakan yaitu 1100, 1200, 1300, 1400, dan 1500
2. Menghidupkan pompa dan mengatur pada rpm yang dipilih.
3. Memvariasikan flowrate dengan menggunakan needle valve dan membaca P1 dan
P2. Variasi flowrate yang digunakan adalah 6, 8, 10, 12, dan 16.

9
B. Menentukan Hubungan antara BHP, Flowrate, dan ΔP
1. Memilih beberapa variasi BHP.
2. Untuk 1 harga BHP, memilih beberapa flowrate dan mengatur rpm agar BHP tetap.
Flowrate yang digunakan adalah 6, 12, dan 16 sedangkan variasi rpm yang
digunakan adalah 1100, 1200, 1300, 1400, dan 1500.
3. Mengulangi langkah sebelumnya untuk harga BHP yang lain.
4. Membuat tabel data dan grafik ΔP terhadap flowrate pada beberapa BHP.
C. Menentukan Efisiensi
1. Mencari nilai efisiensi pompa dengan menggunakan variabel yang telah diketahui
dari perhitungan sebelumnya.
𝐹𝐻𝑃
𝜂= × 100%
𝐵𝐻𝑃
2. Membuat tabel hasil dan menggambarkan grafik antara efisiensi dan flowrate.
D. Hubungan antara RPM, Flowrate, ΔH, dan BHP
1. Dari hasil percobaan, melakukan plotting grafik hubungan antara flowrate, ΔH, dan
BHP vs log rpm.
Mendapatkan nilai slope dan menarik kesimpulan.

10
BAB III
DATA PENGAMATAN DAN PERHITUNGAN

1.1. Data Percobaan I dan II


3.1.1. Percobaan 1 : Variasi Q pada rpm tetap

Tabel 1. Data Percobaan 1

Q Torsi (lbf-
RPM P1 (in H2O) P2 (in H2O)
(gpm) in)
6 2.1000 -2.0000 36.0000
8 2.3000 -5.0000 29.0000
10 900 2.5000 -7.0000 24.0000
12 2.9000 -11.0000 20.0000
14 3.2000 -14.0000 15.0000
6 2.5000 -2.0000 44.0000
8 2.8000 -5.0000 42.0000
10 1000 3.0000 -8.0000 35.0000
12 3.3000 -12.0000 32.0000
14 3.8000 -17.0000 22.0000
6 3.0000 -3.0000 56.0000
8 3.0000 -4.0000 48.0000
10 1100 3.1000 -7.0000 42.0000
12 3.6000 -13.0000 36.0000
14 4.0000 -17.0000 22.0000
6 3.5000 -2.0000 70.0000
8 3.7000 -5.0000 63.0000
10 1200 3.7000 -9.0000 58.5000
12 4.1000 -13.0000 51.0000
14 4.4000 -16.0000 43.0000
6 3.7000 -2.0000 74.0000
8 4.0000 -4.0000 70.5000
1300
10 4.2000 -8.0000 64.5000
12 4.7000 -11.0000 59.0000

11
14 4.9000 -16.0000 51.0000
6 4.7000 -2.0000 95.0000
8 4.8000 -5.0000 86.0000
10 1400 4.9000 -9.0000 73.5000
12 5.2000 -12.0000 64.0000
14 5.6000 -17.0000 53.0000
6 5.0000 -2.0000 108.5000
8 5.3000 -4.0000 98.0000
10 1500 5.4000 -9.0000 91.0000
12 5.9000 -12.0000 86.5000
14 6.1000 -15.0000 79.0000
6 5.3000 -2.0000 129.5000
8 5.7000 -5.0000 124.5000
10 1600 6.2000 -8.0000 117.5000
12 6.5000 -17.0000 107.0000
14 6.8000 -18.0000 103.5000

3.1.2. Percobaan II : Variasi RPM pada Q tetap

Tabel 2. Data Percobaan II

Q (gpm) ω (rpm) Torsi (lb in) P1 (in H2O) P2 (in H2O)

6 900 2,1 -2 36

1000 2,5 -2 44

1100 3 -3 56

1200 3,5 -2 70

1300 3,7 -2 74

1400 4,7 -2 95

1500 5 -2 108,5

12
1600 5,3 -2 129,5

10 900 2,5 -7 24

1000 3 -8 35

1100 3,1 -7 42

1200 3,7 -9 58,5

1300 4,2 -8 64,5

1400 4,9 -9 73,5

1500 5,4 -9 91

1600 6,2 -8 117,5

14 900 3,2 -14 15

1000 3,8 -17 22

1100 4 -17 22

1200 4,4 -16 43

1300 4,9 -16 51

1400 5,6 -17 53

1500 6,1 -15 79

1600 6,8 -18 103,5

3.2. Pengolahan Data

Menentukan BHP

2𝜋 × 𝜏(𝑙𝑏𝑓. 𝑖𝑛) × 𝜔(𝑟𝑝𝑚)


𝐵𝐻𝑃 =
𝑖𝑛 𝑓𝑡. 𝑙𝑏𝑓
12 × 33000
𝑓𝑡 ℎ𝑝

Menentukan WHP

𝑄 (𝑔𝑝𝑚) × ∆𝑃 (𝑓𝑡 𝐻2 𝑂)
𝑊𝐻𝑃 =
3960
13
Menentukan efisiensi

𝐹𝐻𝑃 ∆𝑃 (𝑓𝑡 𝐻2 𝑂) × 𝑄(𝑔𝑝𝑚) × 104


𝜂= × 100% =
𝐵𝐻𝑃 2𝜋 × 𝜏(𝑙𝑏𝑓. 𝑖𝑛) × 𝜔(𝑟𝑝𝑚)

Konversi satuan

1 in H2O = 1/12 ft H2O

3.2.1.Pengolahan Data Percobaan 1

Hasil pengolahan data ditabulasikan dalam Tabel 4 dan Tabel 5.

Tabel 4. Pengolahan Data Percobaan 1

Q RP P1 (ft P2(ft ΔP (ft BHP ̅̅̅̅̅̅̅


𝑩𝑯𝑷 FHP Efisiens
(gpm) M H2O) H2O) H2O) (hp) (hp) (HP) i (%)
6 -0.1667 3.0000 3.1667 0.0300 0.0047 15.7476
8 -0.4167 2.4167 2.8333 0.0328 0.0056 17.1530
0.037
10 900 -0.5833 2.0000 2.5833 0.0357 0.0064 17.9855
1
12 -0.9167 1.6667 2.5833 0.0414 0.0077 18.6057
14 -1.1667 1.2500 2.4167 0.0457 0.0084 18.4025
6 -0.1667 3.6667 3.8333 0.0396 0.0057 14.4116
8 -0.4167 3.5000 3.9167 0.0444 0.0078 17.5296
0.048
10 1000 -0.6667 2.9167 3.5833 0.0476 0.0089 18.7107
8
12 -1.0000 2.6667 3.6667 0.0523 0.0109 20.8864
14 -1.4167 1.8333 3.2500 0.0603 0.0113 18.7565
6 -0.2500 4.6667 4.9167 0.0523 0.0073 14.0034
8 -0.3333 4.0000 4.3333 0.0523 0.0086 16.4559
0.058
10 1100 -0.5833 3.5000 4.0833 0.0541 0.0101 18.7579
3
12 -1.0833 3.0000 4.0833 0.0628 0.0122 19.3832
14 -1.4167 1.8333 3.2500 0.0698 0.0113 16.1988
6 -0.1667 5.8333 6.0000 0.0666 0.0089 13.4269
8 -0.4167 5.2500 5.6667 0.0704 0.0113 15.9941
0.073
10 1200 -0.7500 4.8750 5.6250 0.0704 0.0140 19.8456
8
12 -1.0833 4.2500 5.3333 0.0780 0.0159 20.3769
14 -1.3333 3.5833 4.9167 0.0837 0.0171 20.4216

14
6 -0.1667 6.1667 6.3333 0.0763 0.0094 12.3755
8 -0.3333 5.8750 6.2083 0.0825 0.0123 14.9619
0.088
10 1300 -0.6667 5.3750 6.0417 0.0866 0.0150 17.3336
6
12 -0.9167 4.9167 5.8333 0.0969 0.0174 17.9465
14 -1.3333 4.2500 5.5833 0.1010 0.0194 19.2223
6 -0.1667 7.9167 8.0833 0.0969 0.0120 12.4344
8 -0.4167 7.1667 7.5833 0.0990 0.0151 15.2296
0.103
10 1400 -0.7500 6.1250 6.8750 0.1010 0.0171 16.9066
9
12 -1.0000 5.3333 6.3333 0.1072 0.0189 17.6113
14 -1.4167 4.4167 5.8333 0.1155 0.0203 17.5727
6 -0.1667 9.0417 9.2083 0.1031 0.0137 13.3151
8 -0.3333 8.1667 8.5000 0.1093 0.0169 15.4601
0.114
10 1500 -0.7500 7.5833 8.3333 0.1113 0.0207 18.5954
2
12 -1.0000 7.2083 8.2083 0.1216 0.0245 20.1171
14 -1.2500 6.5833 7.8333 0.1258 0.0272 21.6633
6 -0.1667 10.7917 10.9583 0.1093 0.0163 14.9486
8 -0.4167 10.3750 10.7917 0.1175 0.0214 18.2509
0.125
10 1600 -0.6667 9.7917 10.4583 0.1278 0.0260 20.3260
8
12 -1.4167 8.9167 10.3333 0.1340 0.0308 22.9874
14 -1.5000 8.6250 10.1250 0.1402 0.0352 25.1186

3.2.2. Pengolahan Data Percobaan II

Tabel 5. Pengolahan Data Percobaan II

Torsi P1 P2 Rata-
Q ω P1 (ft P2 (ft Efisiensi
(lb (in (in ∆P BHP Rata FHP
(gpm) (rpm) H2O) H2O) (%)
in) H2O) H2O) BHP
900 2,1 -2 36 -0,1667 3,0000 3,1667 0,0300 0,0048 16,0078
1000 2,5 -2 44 -0,1667 3,6667 3,8333 0,0396 0,0058 14,6497
6 0,0778
1100 3 -3 56 -0,2500 4,6667 4,9167 0,0523 0,0074 14,2347
1200 3,5 -2 70 -0,1667 5,8333 6,0000 0,0666 0,0091 13,6488

15
1300 3,7 -2 74 -0,1667 6,1667 6,3333 0,0763 0,0096 12,5799
1400 4,7 -2 95 -0,1667 7,9167 8,0833 0,1043 0,0122 11,7370
1500 5 -2 108,5 -0,1667 9,0417 9,2083 0,1189 0,0140 11,7304
1600 5,3 -2 129,5 -0,1667 10,7917 10,9583 0,1345 0,0166 12,3464
900 2,5 -7 24 -0,5833 2,0000 2,5833 0,0357 0,0065 18,2826
1000 3 -8 35 -0,6667 2,9167 3,5833 0,0476 0,0090 19,0198
1100 3,1 -7 42 -0,5833 3,5000 4,0833 0,0541 0,0103 19,0678
1200 3,7 -9 58,5 -0,7500 4,8750 5,6250 0,0704 0,0142 20,1734
10 0,0861
1300 4,2 -8 64,5 -0,6667 5,3750 6,0417 0,0866 0,0153 17,6199
1400 4,9 -9 73,5 -0,7500 6,1250 6,8750 0,1088 0,0174 15,9584
1500 5,4 -9 91 -0,7500 7,5833 8,3333 0,1285 0,0210 16,3823
1600 6,2 -8 117,5 -0,6667 9,7917 10,4583 0,1573 0,0264 16,7877
900 3,2 -14 15 -1,1667 1,2500 2,4167 0,0457 0,0085 18,7065
1000 3,8 -17 22 -1,4167 1,8333 3,2500 0,0603 0,0115 19,0664
1100 4 -17 22 -1,4167 1,8333 3,2500 0,0698 0,0115 16,4664
1200 4,4 -16 43 -1,3333 3,5833 4,9167 0,0837 0,0174 20,7589
14 0,1003
1300 4,9 -16 51 -1,3333 4,2500 5,5833 0,1010 0,0197 19,5399
1400 5,6 -17 53 -1,4167 4,4167 5,8333 0,1243 0,0206 16,5870
1500 6,1 -15 79 -1,2500 6,5833 7,8333 0,1451 0,0277 19,0851
1600 6,8 -18 103,5 -1,5000 8,6250 10,1250 0,1725 0,0358 20,7460

3.3. Grafik Hubungan Parameter

3.3.1.Grafik Hubungan Parameter Percobaan I

a) Hubungan antara Laju Alir terhadap Torsi Pompa

16
τ vs Q
8,0000

7,0000

6,0000
Τ (LBF-IN)

5,0000

4,0000

3,0000

2,0000

1,0000
3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Q (GPM)

RPM = 900 RPM = 1000 RPM = 1100 RPM = 1200


RPM = 1300 RPM = 1400 RPM = 1500 RPM = 1600

Gambar 4. Hubungan Laju Alir terhadap Torsi Pompa

b) Hubungan antara Besar rpm terhadap Rata-rata BHP

RPM vs BHP Rata-Rata


0,1400 0,1258
0,1142
0,1200
0,1039
0,1000 0,0886
BHP AVERAGE (HP)

0,0738
0,0800
0,0583
0,0600 0,0488
0,0371
0,0400

0,0200

0,0000
900 1000 1100 1200 1300 1400 1500 1600 1700
RPM

Gambar 5. Hubungan rpm terhadap BHP Rata-rata Pompa

c) Hubungan antara Laju Alir terhadap Efisiensi Pompa

17
Efisiensi ŋ vs Q
30,0000

25,0000

20,0000
EFISIENSI (%)

15,0000

10,0000

5,0000

0,0000
3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Q (GPM)

RPM = 900 RPM = 1000 RPM = 1100 RPM = 1200


RPM = 1300 RPM =1400 RPM = 1500 RPM = 1600

Gambar 6. Hubungan Laju Alir terhadap Efisiensi Pompa

3.3.2.Grafik Hubungan Parameter Percobaan II

a) Hubungan antara ω terhadap ∆P

Grafik ω Terhadap ∆P
12,0000

10,0000

8,0000
∆P (FT H2O)

6,0000

4,0000

2,0000

0,0000
800 900 1000 1100 1200 1300 1400 1500 1600 1700
Ω (RPM)

6 gpm 10 gpm 14 gpm

Gambar 7. Hubungan ω terhadap Perubahan Tekanan

18
b) Hubungan antara BHP terhadap (∆P)

Grafik BHP Terhadap ∆P


12,0000

10,0000

8,0000
∆P (FT H2O)

6,0000

4,0000

2,0000

0,0000
0,0200 0,0400 0,0600 0,0800 0,1000 0,1200 0,1400 0,1600 0,1800 0,2000
BHP

6 gpm 10 gpm 14 gpm

Gambar 8. Hubungan BHP terhadap Perubahan Tekanan (∆P)

c) Hubungan antara BHP terhadap Efisiensi

Grafik BHP Terhadap ŋ


22,0000

20,0000
EFISIENSI (%)

18,0000

16,0000

14,0000

12,0000

10,0000
0,0200 0,0400 0,0600 0,0800 0,1000 0,1200 0,1400 0,1600 0,1800 0,2000
BHP

6 gpm 10 gpm 14 gpm

Gambar 9. Hubungan BHP terhadap ŋ Pompa

19
BAB IV

ANALISIS

4.1. Analisis Alat dan Bahan

Dalam melakukan percobaan modul pompa sentrifugal terdapat serangkaian alat yang
akan mendukung mahasiswa untuk memahami modul pompa sentrifugal tersebut. Serangkaian
alatnya terdiri dari : pompa sentrifugal, tangki, torgue meter, orifice flowmeter, manometer,
dan stroboscope. Pompa sentrifugal adalah suatu mesin yang memiliki motor penggerak untuk
menghasilkan energi kinetik yang akan mempengaruhi pergerakan zat cair yang ada didalam
pompa dan membuat zat cair keluar dari pompa melewati sudu-sudu impeller akibat tekanan
yang diberikan dari energi kinetik tersebut. Dalam hal ini, didalam pompa sentrifugal terjadi
perubahan energi kinetik yang mengakibatkan adanya gaya sentrigufal pada impeller pompa,
kemudian zat cair yang ada ditengah impeller bergerak keluar impeller, sehingga terjadi
perubahan head kecepatan menjadi head tekanan. Tangki adalah alat yang berfungsi sebagai
penampung aliran keluar pompa atau penyedia zat cair untuk pompa.

Torque meter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur torsi dari kecepatan putaran
impeller pompa dan debit yang mengalir pada pompa. Orifice Flowmeter adalah alat yang
digunakan untuk mengatur debit air yang masuk ke pompa sehingga pengaturan debit air
berfungsi untuk mendapatkan data data yang diinginkan. Manometer adalah alat yang
digunakan untuk mengukur tekanan pada pompa. Stroboscope adalah alat berupa senter yang
berfungsi untuk mempermudah melihat torque meter untuk mengukur torsi. Stroboscope
memberikan penerangan berupa cahaya yang berkedap-kedip untuk memberhentikan putaran
torque meter secara optis dengan cara mengubah nilai rpm yang terdapat pada Stroboscope
tersebut.

4.2. Analisis Percobaan


Dalam percobaan pompa sentrifugal diinginkan untuk mencari dan mengetahui
parameter-parameter yang ada dalam modul ini, sehingga dapat dilakukan perhitungan yang
dapat membantu pengoperasian pompa berjalan dengan efisien. Parameter-parameter tersebut
adalah energi pompa (BHP), efisiensi (η), maupun head. Dalam percobaan tersebut didapatkan
beberapa data, antara lain : Debit air yang mengalir (Q) dan Kecepatan putar impeller pompa
(rpm) sebagai variable bebas. Tekanan yang terukur pada manometer (P1 dan P2) dan nilai
(lbf.in) torsi yang terdapat pada torque meter sebagai variabel terikat. Tekanan P1

20
menunjukkan tekanan dalam H2O dan tekanan P2 menunjukkan tekanan dalam 𝑜𝑧/𝑖𝑛2.
Sebelum melakukan percobaan pompa sentrifugal ini, perlu dilakukan beberapa pengecekan
terhadap alat-alat tertentu, terutama ketersediaan air dalam tangki yang cukup banyak. Hal ini
bertujuan untuk mencegah terjadinya kavitasi pada pompa yang dapat merusak pompa tersebut.
Kemudian menyalakan pompa dan menyiapkan stroboscope
Percobaan 1 dan 2 dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data dari P1, P2, nilai
torsi dan kecepatan putar impeller dari variabel bebas yang telah ditentukan. Percobaan 1
dilakukan dengan mendapatkan data tersebut dari 5 nilai kecepatan putar yang konstan, yaitu
900rpm(rotation per minutes), 1000rpm, 1100rpm , 1200rpm , 1300rpm, 1400rpm, 1500rpm,
dan 1600rpm. Kemudian dari kedelapan nilai kecepatan putar impeller tersebut, setiap 1 nilai
kecepatan putar impeller divariasikan nilai laju alirnya (Q) dengan nilai sebagai berikut :
6gpm(gallon per minutes), 8gpm, 10gpm, 12gpm, dan 14gpm.
Percobaan 2 dilakukan dengan mendpatakan data dari 5 nilai laju alir yang konstan
yaitu 6gpm, 8gpm dan 10gpm. Kemudian dari ketiga data tersebut, setiap 1 nilai dari laju alir
divariasikan 8 nilai kecepatan putar impellernya, yaitu : 900rpm(rotation per minutes),
1000rpm, 1100rpm , 1200rpm , 1300rpm, 1400rpm, 1500rpm, dan 1600rpm. Berdasarkan data-
data yang didapat dari kedua percobaan tersebut, ingin diketahui perngaruh perubahan suatu
variabel terhadap variabel lain, sehingga dapat diketahui hubungan keliniearan dan memastikan
kebenaran teori yang sudah ada. Data data tersebut bisa didapatkan dari : P1 dan P2 didapatkan
dari manometer, nilai torsi didapatkan pada torque meter. Saat mencari nilai torsi tersebut
dibutuhkan alat stroboscope untuk mempermudah pengambilan data

4.3. Analisis Grafik


4.3.1. Analisis Percobaan 1
Pada hasil percobaan, didapatkan tekanan pada bagian discharge (P2) selalu lebih tinggi
dibandingkan dengan tekanan pada suction (P1). Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan fluida
memperoleh energi tambahan dari dalam pompa, sehingga tekanan serta kecepatan fluida
meningkat. Dalam mejalankankan kerjanya, energy mekanik dari rotor dalam pompa
dikonversi menjadi energi kinetik untuk menggerakkan air. Hal tersebut menyebabkan efisiensi
bernilai rendah (< 5%). Dapat dianalisis bahwa energy yang diterima pompa sebagian diubah
menjadi tekanan dan ada juga beberapa energi yang hilang dikarenakan terkonversi ke bentuk
energy lainnya seperti energi panas (heat loss).
Pada percobaan pertama dilakukan pengolahan data untuk melihat pengaruh laju alir
terhadap torsi impeller pompa. Hubungan antara kedua variabel digambarkan melalui grafik
21
1. Pada grafik tersebut, dapat diketahui bahwa torsi mengalami kenaikan seiring dengan
meningkatnya laju alir. Hal tersebut terjadi dikarenakan dengan bertambahnya laju alir maka
terjadi peningkatan besar beban yang diterima impeller pompa. Dengan peningkatan beban
tersebut, maka torsi impeller akan meningkat.
Pada percobaan pertama dapat dilakukan pengolahan data untuk melihat pengaruh torsi
terhadap Brake Horse Power (BHP) rata-rata. Hubungan antara kedua variable tersebut
digambarkan melalui grafik 2. Dari hasil pengolahan, dapat diketahui bahwa dengan
meningkatnya torsi dari impeller pompa, maka BHP akan mengalami peningkatan juga. Hal
ini dapat terjadi dikarenakan dibutuhkannya energy yang lebih besar untuk menghasilkan
kecapatan putar impeller pompa yang tinggi. Hal tersebut akan memberikan beban kepada
pompa yang tinggi dan menyebabkan energy yang dihasilkan pompa semakin tinggi. Hasil
percobaan tersebut mendukung teori matematis dari BHP berikut
2𝜋 × 𝜏(𝑙𝑏 − 𝑖𝑛) × 𝜔(𝑅𝑃𝑀)
𝐵𝐻𝑃 =
𝑖𝑛 𝑙𝑏
12 × 33000𝑓𝑡.
𝑓𝑡 ℎ𝑝

dimana menyatakan bahwa BHP dan torsi impeller berbanding lurus.


Pada percobaan pertama dilakukan pengolahan data guna mengetahui hubungan antara
laju alir terhadap efisiensi. Hubungan antara kedua variabel dilihat dengan melakukan plotting
kedalam sebuah grafik. Melalui grafik 3, dapat diketahui bahwa efisiensi dari pompa
meningkat seiring dengan peningkatan laju alir fluida. Hal ini dapat terjadi dikarenakan
semakin besarlaju alir fluida maka akan semakin banyak fluida yang dipompa oleh impeller.
Bertambahnya fluida yang harus dipompa impeller akan menyebabkan bertambahnya energi
pompa yang diterima oleh fluida sehingga efisiesnsi meningkat. Hasil percobaan tersebut
mendukung teori matematis mengenai hubungan laju alir dengan efisiensi berikut :

𝑊𝐻𝑃 ∆𝑃(𝑓𝑡𝐻2 𝑂) × 𝑄(𝑔𝑝𝑚) × 104


𝜂= × 100% =
𝐵𝐻𝑃 2𝜋 × 𝜏(𝑙𝑏𝑓. 𝑖𝑛) × 𝜔(𝑅𝑃𝑀)

dimana menyatakan bahwa efisiensi berbanding lurus dengan laju alir. Akan tetapi ada
beberapa titik yang mengalami penurunan dan tidak sesuai dengan hubungan metmatis di atas.
Hal ini disebabkan oleh kesalahan praktikan dalam mengambil data atau pun kesalahan
mengoperasikan pompa selama praktikum berjalan. Hal ini akan dibahas lebih lanjut pada
analisis kesalahan.

22
4.3.2. Analisis Percobaan 2
Pada percobaan kedua dilakukan pengolahan data guna melihat hubungan antara
kecepatan sudut impeller (ω) dengan pressure drop. Hubungan diantara kedua variabel
digambarkan melalui grafik 4. Pada percobaan ini, didapatkan hasil bahwa pressure drop
mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan kecepatan sudut impeller. Hasil tersebut
sesuai dengan teori yang ada berkaitan dengan hubungan diantara kedua variabel tersebut.
Secara teoritis, jika kecepatan impeller semakin besar maka akan semakin besar pula energy
kinetic yang diberikan kepada fluida. Energi kinetic kemudian akan diubah menjadi energy
tekanan, sehingga energy kinetic dan pressure drop berbanding lurus. Hal itulah yang membuat
pressure drop meningkat. Namun, pada grafik terlihat ada beberapa titik terlihat turun yang
akan dibahas pada analisis kesalahan.
Pada percobaan kedua juga dilakukan pengolahan data untuk melihat hubungan antara
perubahan pressure drop dengan Brake Horse Power (BHP). Hubungan antara kedua variabel
digambarkan melalui grafik 5. Pada hasil pengolahan data, didapatkan bahwa pressure drop
mengalami kenaikan seiring dengan peningkatan BHP. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan
dengan meningkatnya BHP maka terjadi peningkatan pula pada kecepatan sudut impeller. BHP
didefinisikan sebagai energy yang diberikan motor kepada impeller pompa, sehingga BHP
berbanding lurus dengan kecepatan sudut impeller pompa. Dengan meningkatnya kecepatan
sudut impeller maka energi kinetik yang diberikan semakin besar. Bertambahnya energy
kinetic akan menyebabkan energy yang terkonversi menjadi energy tekanan akan semakin
besar dan menyebabkan perbedaan tekanan pada discharge dan suction semakin besar. Namun,
pada grafik terlihat ada beberapa titik yang cenderung turun kemudian meningkat kembali
yang akan dibahas pada analisis kesalahan.

Pada percobaan kedua dilakukan pengolahan data untuk melihat hubungan antara
efisiensi dengan Brake Horse Power (BHP). Hubungan diantara keduanya digambarkan
melalui grafik 6. Pada grafik tersebut, dapat diketahui bahwa pada Q = 10 gpm dan, Q = 14
gpm terjadi fluktuatif efisiensi seiring dengan peningkatan BHP. Sedangkan pada Q = 6 gpm,
sangat terlihat terjadi penurunan efisiensi seiring dengan peningkatan BHP. Namun, pada
keseluruhan semakin besar nilai BHP maka nilai efisiensi akan semakin menurun. Jika
meninjau dari teori, maka hasil pada Q = 6 gpm merupakan hasil yang mendekati teori. Hal
tersebut dikarenakan secara matematis antara efisiensi dan BHP berbanding terbalik. Dengan
kata lain pada WHP yang sama, efisiensi akan berkurang jika BHP meningkat.

23
4.4. Analisis Kesalahan
Praktikan dalam melakukan percobaan modul pompa sentrifugal dan pada saat
mendapatkan data hasil percobaan terdapat beberapa kesalahan yang dilakukan akibat
kesalahan mesin ataupun kesalahan praktikan dalam melakukan modul tersebut. Hal ini
mempengaruhi kebenaran dari data yang didapat dalam melakukan modul pompa sentrifugal
sehingga beberapa nilai dari hasil perhitungan tidak sesuai dengan teori. Beberapa kesalahan
tersebut adalah :
 Ketidaktepatan saat mengatur dan menjaga nilai kecepatan putar impeller dalam rpm
dan laju alir air ke pompa dalam gpm agar tetap stabil sesuai dengan yang ditentukan
 Pembacaan nilai torsi dari torque meter yang dibantu oleh stroboscope yang kurang
tepat

Kesalahan-kesalahan yang terjadi pada modul pompa sentrifugal pada saat praktikan
melakukannya dapat diminimalisir dengan beberapa cara :

 Pembacaan data dilakukan beberapa kali sehingga data yang didapat merupakan data
yang valid
Pemilihan orang yang memiliki kesehatan mata yang lebih prima untuk dapat mengatur
dan menjaga nilai kecepatan putar impeller dan laju alir air ke pompa tetap stabil

24
BAB V

PENUTUP

5.1.Kesimpulan
Berdasarkan percobaan modul Pompa Sentrifugal yang telah dilakukan, dapat ditarik
beberapa kesimpulan sebagai berikut :
a. Nilai efisiensi pompa yang tinggi diikuti dengan nilai BHP yang rendah, niali FHP
yang tinggi, dan ΔP yang tinggi.
b. Parameter yang memengaruhi kinerja pompa adalah laju alir, kecepatan sudut
impeller, tekanan suction dan discharge, serta torsi.
c. Laju alir dan torsi memiliki hubungan berbanding lurus.
d. Kecepatan sudut impeller berbanding lurus dengan besarnya torsi.
e. Nilai BHP bebanding lurus dengan kecepatan sudut impeller.
f. Efisiensi pompa berbanding lurus dengan laju alir.
g. Pressure drop berbanding lurus dengan kecepatan sudut impeller.
h. Besarnya pressure drop berbanding lurus dengan BHP

5.2.Saran
Setelah melakukan seluruh rangkaian percobaan modul Pompa Sentrifugal, berikut ini
beberapa hal yang disarankan untuk peningkatan kualitas praktikum :
a. Dilakukannya peningkatan perawatan terhadap pompa senrifugal dan komponen
penunjang lainnya.
b. Dilakukannya kalibrasi alat ukur yang digunakan.

25
DAFTAR PUSTAKA

McCabe, W.L., Smith, J.C., Harriott, P. (2005) Unit Operations of Chemical Engineering
Seventh Edition, McGraw-Hill.
Anonim1, 2011,“ Filtrasi”. http://lab.tekim.undip.ac.id/otk/2010/09/29/filtrasi/ [diakses pada
Minggu, 8 November 2017 pukul 20.00 WIB]
Anonim2, 2011, “ Filtrasi”. http://www.che.itb.ac.id[diakses pada Minggu, 8 November 2017
pukul 20.00 WIB]
Ritter, James.A . 2001. Plate and Frame Filtration.South Carolina: University of South
Carolina
Tim penyusun. 1989. Petunjuk Praktikum Proses dan Operasi Teknik I. Depok: Laboratorium
Proses dan Operasi Teknik TGP FTUI.

26