Anda di halaman 1dari 18

TUGAS ANALISIS KURIKULUM IPA SMP

Oleh

SUSI ISRAWATI
G2J1 19 012

PROGRAM PASCASARJANA
PENDIDIKAN IPA KOSENTRASI IPA SMP
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
1. Kompetensi yang harus dicapai siswa setelah menempuh pendidikan pada
jenjang SMP sebagai berikut.
 Dimensi Sikap
Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:
a. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. berkarakter, jujur, dan peduli,
c. bertanggungjawab,
d. pembelajar sejati sepanjang hayat, dan
e. sehat jasmani dan rohani sesuai dengan perkembangan anak di
lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
 Dimensi Pengetahuan
Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berkenaan dengan:
a. ilmu pengetahuan,
b. teknologi,
c. seni, dan
d. budaya.
Mampu mengaitkan pengetahuan di atas dalam konteks diri sendiri, keluarga,
sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan
kawasan regional.
1) Pengetahuan faktual
Pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait dengan masyarakat
dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
2) Pengetahuan konseptual
Terminologi/ istilah dan klasifikasi, kategori, prinsip, generalisasi dan
teori, yang digunakan terkait dengan pengetahuan teknis dan spesifik
tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni,

1
dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
3) Pengetahuan procedural
Pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait
dengan pengetahuan teknis, spesifik, algoritma, metode tingkat sederhana
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait
dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan
kawasan regional.
4) Pengetahuan metakognitif
Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri dan
menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan teknis dan spesifik
tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
dan budaya terkait dengan masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, dan kawasan regional.
 Dimensi Keterampilan
Memiliki keterampilan berpikir dan bertindak:
a. kreatif,
b. produktif,
c. kritis,
d. mandiri,
e. kolaboratif, dan
f. komunikatif
melalui pendekatan ilmiah sesuai dengan yang dipelajari di satuan
pendidikan dan sumber lain secara mandiri.

Kompetensi yang berkaitan langsung dengan pembelajaran IPA di SMP pada


dimensi pengetahuan adalah memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni dan budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

2
2. Terlampir..
3. Standar proses pembelajaran yang direkomendasikan oleh Kurikulum 2013
untuk pembelajaran IPA adalah sebagai berikut.
Pedoman Pengembangan Kurikulum 2013 menyebutkan bahwa
pembelajaran IPA di tingkat SMP dilaksanakan dengan berbasis keterpaduan.
Pembelajaran IPA di SMP bukan sebagai disiplin ilmu, tetapi dikembangkan
sebagai mata pelajaran integrative science. Integrative science mempunyai makna
memadukan berbagai aspek yaitu domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Sebagai integrated science, pendidikan berorientasi aplikatif, pengembangan
kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan pengembangan
sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial dan alam. Secara
substansi, IPA dapat digunakan sebagai tools atau alat untuk mengembangkan
domain sikap, pengetahan dan keterampilan. Pembelajaran IPA yang didasarkan
pada standar isi akan membentuk siswa yang memiliki bekal ilmu pengetahuan
(have a body of knowledge), standar proses akan membentuk siswa yang memiliki
keterampilan ilmiah (scientific skills), keterampilan berpikir (thinking skills) dan
strategi berpikir (strategy of thinking); standar inkuiri ilmiah akan membentuk
siswa yang mampu berpikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking).
Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran IPA pada kurikulum 2013 sudah
memadukan konsep dari aspek fisika, biologi kimia dan IPBA. Tetapi tidak
semua aspek dipadukan karena pada suatu topik IPA tidak semua aspek dapat
dipadukan. Pembelajaran IPA terpadu melibatkan tiga kegiatan utama yaitu
perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian.
 Perencanaan
Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi.
Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan
pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian
pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan Silabus dan RPP

3
disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan.
1) Silabus
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk
setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus paling sedikit memuat:
a) Identitas mata pelajaran (khusus SMP/MTs/SMPLB/Paket B)
b) Identitas sekolah meliputi nama satuan pendidikan dan kelas;
c) Kompetensi inti, merupakan gambaran secara kategorial mengenai
kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan
mata pelajaran;
d) kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencakup
sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata
pelajaran;
e) materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang
relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan
indikator pencapaian kompetensi;
f) pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta
didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan;
g) penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi
untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik;
h) alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur
kurikulum untuk satu semester atau satu tahun; dan
i) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam
sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan
Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan pola
pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus digunakan sebagai
acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran.
2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP

4
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan
pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP
dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran
peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). RPP
disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan kali
pertemuan atau lebih. Komponen RPP terdiri atas:
a) identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b) identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c) kelas/semester;
d) materi pokok;
e) alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian
KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam
pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f) tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan
menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur,
yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g) kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h) materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur
yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan
rumusan indikator ketercapaian kompetensi
i) metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai
KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD
yang akan dicapai;
j) media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk
menyampaikan materi pelajaran;
k) sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam
sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;

5
l) langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan
pendahuluan, inti, dan penutup; dan m. penilaian hasil pembelajaran.
 Pelaksanaan pembelajaran
Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran
1) Alokasi Waktu Jam Tatap Muka Pembelajaran : 40 menit
2) Jumlah rombongan belajar 3-33 dan jumlah maksimum peserta didik per
rombongan belajar 32.
3) Buku teks pelajaran digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan
efektifitas pembelajaran yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan
peserta didik.
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP, meliputi
kegiatan pendahuluan, inti dan penutup.
1) Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru wajib:
a) menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti
proses pembelajaran;
b) memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai
manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan
memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan
internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang
peserta didik;
c) mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
d) menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan
dicapai; dan
e) menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.
2) Kegiatan Inti

6
Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran,
media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Pemilihan pendekatan
tematik dan /atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atau inkuiri dan
penyingkapan (discovery) dan/atau pembelajaran yang menghasilkan
karya berbasis pemecahan masalah (project based learning) disesuaikan
dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.
a) Sikap
Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yang
dipilih adalah proses afeksi mulai dari menerima, menjalankan,
menghargai, menghayati, hingga mengamalkan. Seluruh aktivitas
pembelajaran berorientasi pada tahapan kompetensi yang mendorong
peserta didik untuk melakuan aktivitas tersebut.
b) Pengetahuan
Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas mengetahui, memahami,
menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta.
Karakteritik aktivititas belajar dalam domain pengetahuan ini memiliki
perbedaan dan kesamaan dengan aktivitas belajar dalam domain
keterampilan. Untuk memperkuat pendekatan saintifik, tematik
terpadu, dan tematik sangat disarankan untuk menerapkan belajar
berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk
mendorong peserta didik menghasilkan karya kreatif dan kontekstual,
baik individual maupun kelompok, disarankan yang menghasilkan
karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).
c) Keterampilan
Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya,
mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Seluruh isi materi (topik
dan sub topik) mata pelajaran yang diturunkan dari keterampilan harus
mendorong peserta didik untuk melakukan proses pengamatan hingga

7
penciptaan. Untuk mewujudkan keterampilan tersebut perlu
melakukan pembelajaran yang menerapkan modus belajar berbasis
penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning) dan
pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah
(project based learning).
3) Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik secara
individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:
a) seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang
diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan manfaat
langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran yang telah
berlangsung;
b) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
c) melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik
tugas individual maupun kelompok; dan
d) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan
berikutnya.
 Penilaian
Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian
otentik (authentic assesment) yang menilai kesiapan peserta didik, proses, dan
hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut
akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar peserta didik
yang mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) pada
aspek pengetahuan dan dampak pengiring (nurturant effect) pada aspek sikap.
Hasil penilaian otentik digunakan guru untuk merencanakan program
perbaikan (remedial) pembelajaran, pengayaan (enrichment), atau pelayanan
konseling. Selain itu, hasil penilaian otentik digunakan sebagai bahan untuk
memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan Standar Penilaian
Pendidikan.

8
Evaluasi proses pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran
dengan menggunakan alat: lembar pengamatan, angket sebaya, rekaman,
catatan anekdot, dan refleksi. Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan saat
proses pembelajaran dan di akhir satuan pelajaran dengan menggunakan
metode dan alat: tes lisan/perbuatan, dan tes tulis. Hasil evaluasi akhir
diperoleh dari gabungan evaluasi proses dan evaluasi hasil pembelajaran.

4. Lintasan perolehan Kompetensi Inti ke-2 (KI-2) atau kompetensi sikap sosial
diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai,
menghayati, dan mengamalkan.
 Menerima
 Menjalankan
 Menghargai
 Menghayati
 Mengamalkan
5. Lintasan perolehan Kompetensi Inti ke-3 (KI-3) atau kompetensi
pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengingat, memahami,
menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, mencipta.
 Meningat
Mengingat merupakan proses kognitif paling rendah tingkatannya. Untuk
mengkondisikan agar “mengingat” bisa menjadi bagian belajar bermakna,
tugas mengingat hendaknya selalu dikaitkan dengan aspek pengetahuan yang
lebih luas dan bukan sebagai suatu yang lepas dan terisolasi.
 Memahami
Pertanyaan pemahaman menuntut siswa menunjukkan bahwa mereka telah
mempunyai pengertian yang memadai untk mengorganisasikan dan menyusun
materi-materi yang telah diketahui. Siswa harus memilih fakta-fakta yang
cocok untuk menjawab pertanyaan. Jawaban siswa tidak sekedar mengingat

9
kembali informasi, namun harus menunjukkan pengertian terhadap materi
yang diketahuinya
 Menerapkan
Pertanyaan penerapan mencakup penggunaan suatu prosedur guna
menyelesaikan masalah atau mengerjakan tugas. Oleh karena itu,
mengaplikasikan berkaitan erat dengan pengetahuan prosedural. Namun tidak
berarti bahwa kategori ini hanya sesuai untuk pengetahuan prosedural saja.
Kategori ini mencakup dua macam proses kognitif yaitu menjalankan dan
mengimplementasikan
 Menganalisis
Pertanyaan analisis menguraikan suatu permasalahan atau obyek ke unsur-
unsur-unsurnya dan menentukan bagaimana saling keterkaitan antar unsur-
unsur tersebut
 Mengevaluasi
Membuat suatu pertimbangan berdasarkan kriteria dan standar yang ada. Ada
dua macam proses kognitif yang tercakup dalam kategori ini adalah
memeriksa dan mengkritik.
 Membuat
Menggabungkan beberapa unsur menjadi suatu bentuk kesatuan. Ada tiga
macam proses kognitif yang tergolong dalam kategori ini yaitu membuat,
merencanakan, dan memproduksi
6. Lintasan perolehan Kompetensi Inti ke-4 (KI-4) atau kompetensi
keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya,
mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan
 Mengamati
Mengamati merupakan metode yang mengutamakan kebermaknaan proses
pembelajaran (meaningfull learning). Kegiatan belajar yang dilakukan dalam
proses mengamati adalah membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa
atau dengan alat).

10
 Menanya
Melatih siswa mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk
hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
 Mengumpulkan informasi
Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengumpulkan informasi/
eksperimen adalah mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai
pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan
mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari,
mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
 Mengasosiasikan
Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengasosiasi/mengolah
informasi adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif
serta deduktif dalam menyimpulkan.
 Mengkomunikasikan
Kompetesi yang dikembangkan dalam tahapan mengkomunikasikan adalah
mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis,
mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan
kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

11
2. Peta konsep mengenai Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPA
 Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPA kelas 7

KOMPETENSI DASAR IPA SMP KELAS 7

KI.4
KI.3
KETERAMPILAN
PENGETAHUAN

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
budaya terkait fenomena dan kejadian tampak sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
mata.

4.1 Menyajikan data hasil pengukuran dengan alat ukur yang sesuai pada diri
3.1 Menerapkan konsep pengukuran berbagai besaran sendiri, makhluk hidup lain, dan benda-benda di sekitar dengan menggunakan
dengan menggunakan satuan standar (baku). satuan tak baku dan satuan baku.
3.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda 4.2 Menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup dan benda di lingkungan
berdasarkan karakteristik yang diamati. sekitar berdasarkan karakteristik yang diamati.
3.3 Menjelaskan konsep campuran dan zat tunggal 4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau karya tentang sifat larutan, perubahan fisika
(unsur dan senyawa), sifat fisika dan kimia, dan perubahan kimia, atau pemisahan campuran.
perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-
hari. 4.4 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan
wujud benda serta perpindahan kalor.
3.4 Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor,
perpindahan kalor, dan penerapannya dalam 4.5 Menyajikan hasil percobaan tentang perubahan bentuk energi, termasuk
kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga fotosintesis.
kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan.
4.6 Membuat model struktur sel tumbuhan/hewan.
3.5 Menganalisis konsep energi, berbagai sumber
4.7 Menyajikan hasil pengamatan terhadap interaksi makhluk hidup dengan
energi, dan perubahan bentuk energi dalam
lingkungan sekitarnya.
kehidupan sehari-hari termasuk fotosintesis. 12
4.8 Membuat tulisan tentang gagasan penyelesaian masalah pencemaran di
lingkungannya berdasarkan hasil pengamatan.
Lanjutan…

3.6 Mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan 4.9 Membuat tulisan tentang gagasan adaptasi/penanggulangan masalah
mulai dari tingkat sel sampai organisme dan perubahan iklim.
komposisi utama penyusun sel 4.10 Mengomunikasikan upaya pengurangan resiko dan dampak bencana alam
serta tindakan penyelamatan diri pada saat terjadi bencana sesuai dengan
3.7 Menganalisis interaksi antara makhluk hidup dan jenis ancaman bencana di daerahnya.
lingkungannya serta dinamika populasi akibat 4.11 Menyajikan karya tentang dampak rotasi dan revolusi bumi dan bulan bagi
interaksi tersebut. kehidupan di bumi, berdasarkan hasil pengamatan atau penelusuran berbagai
sumber informasi.
3.8 Menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan
dan dampaknya bagi ekosistem.

3.9 Menganalisis perubahan iklim dan dampaknya bagi


ekosistem.

3.10 Menjelaskan lapisan bumi, gunung api, gempa


bumi, dan tindakan pengurangan resiko sebelum,
pada saat, dan pasca bencana sesuai ancaman
bencana di daerahnya.

3.11 Menganalisis sistem tata surya, rotasi dan revolusi


bumi, rotasi dan revolusi bulan, serta dampaknya
bagi kehidupan di bumi.

13
 Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPA kelas 8

KOMPETENSI DASAR IPA SMP KELAS 8

KI.4
KI.3 KETERAMPILAN
PENGETAHUAN

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
budaya terkait fenomena dan kejadian tampak sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
mata.

4.1 Menyajikan karya tentang berbagai gangguan pada sistem gerak, serta upaya
3.1 Menganalisis gerak pada makhluk hidup, sistem menjaga kesehatan sistem gerak manusia.
gerak pada manusia, dan upaya menjaga kesehatan
sistem gerak. 4.2 Menyajikan hasil penyelidikan pengaruh gaya terhadap gerak benda.

3.2 Menganalisis gerak lurus, pengaruh gaya terhadap 4.3 Menyajikan hasil penyelidikan atau pemecahan masalah tentang manfaat
gerak berdasarkan Hukum Newton, dan penggunaan pesawat sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
penerapannya pada gerak benda dan gerak makhluk
hidup. 4.4 Menyajikan karya dari hasil penelusuran berbagai sumber informasi tentang
teknologi yang terinspirasi dari hasil pengamatan struktur tumbuhan.
3.3 Menjelaskan konsep usaha, pesawat sederhana, dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk 4.5 Menyajikan hasil penyelidikan tentang pencernaan mekanis dan kimiawi.
kerja otot pada struktur rangka manusia. 4.6 Membuat karya tulis tentang dampak penyalahgunaan zat aditif dan zat adiktif
3.4 Menganalisis keterkaitan struktur jaringan tumbuhan bagi kesehatan.
dan fungsinya, serta teknologi yang terinspirasi oleh 4.7 Menyajikan hasil percobaan pengaruh aktivitas (jenis, intensitas, atau durasi)
struktur tumbuhan. pada frekuensi denyut jantung.
3.5 Menganalisis sistem pencernaan pada manusia dan 4.8 Menyajikan data hasil percobaan untuk menyelidiki tekanan zat cair pada
memahami gangguan yang berhubungan dengan kedalaman tertentu, gaya apung, dan kapilaritas, misalnya dalam batang
sistem pencernaan, serta upaya menjaga kesehatan 14
tumbuhan.
sistem pencernaan.
4.9 Menyajikan karya tentang upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Lnjutan…

3.6 Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan 4.10 Membuat karya tentang sistem ekskresi pada manusia dan penerapannya
minuman, zat adiktif, serta dampaknya terhadap dalam menjaga kesehatan diri.
kesehatan.
4.11 Menyajikan hasil percobaan tentang getaran, gelombang, dan bunyi.
3.7 Menganalisis sistem peredaran darah pada manusia
4.12 Menyajikan hasil percobaan tentang pembentukan bayangan pada cermin
dan memahami gangguan pada sistem peredaran
dan lensa.
darah, serta upaya menjaga kesehatan sistem
peredaran darah.

3.8 Menjelaskan tekanan zat dan penerapannya dalam


kehidupan sehari-hari, termasuk tekanan darah,
osmosis, dan kapilaritas jaringan angkut pada
tumbuhan.

3.9 Menganalisis sistem pernapasan pada manusia dan


memahami gangguan pada sistem pernapasan, serta
upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan

3.10 Menganalisis sistem ekskresi pada manusia dan


memahami gangguan pada sistem ekskresi serta
upaya menjaga kesehatan sistem ekskresi.

3.11 Menganalisis konsep getaran, gelombang, dan bunyi


dalam kehidupan sehari-hari termasuk sistem
pendengaran manusia dan sistem sonar pada hewan.

3.12 Menganalisis sifat-sifat cahaya, pembentukan


bayangan pada bidang datar dan lengkung serta
penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan
manusia, mata serangga, dan prinsip kerja alat optik.

15
 Kompetensi Dasar pada mata pelajaran IPA kelas 9

KOMPETENSI DASAR IPA SMP KELAS 9

KI.4
KI.3 KETERAMPILAN
PENGETAHUAN

4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,


3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya terkait fenomena dan kejadian tampak sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
mata.

4.1 Menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait kesehatan
3.1 Menghubungkan sistem reproduksi pada manusia dan upaya pencegahan gangguan pada organ reproduksi.
dan gangguan pada sistem reproduksi dengan
penerapan pola hidup yang menunjang kesehatan 4.2 Menyajikan karya hasil perkembangbiakan pada tumbuhan.
reproduksi.
4.3 Menyajikan hasil penelusuran informasi dari berbagai sumber terkait tentang
3.2 Menganalisis sistem perkembangbiakan pada tanaman dan hewan hasil pemuliaan.
tumbuhan dan hewan serta penerapan teknologi
4.4 Menyajikan hasil pengamatan tentang gejala listrik statis dalam kehidupan
pada sistem reproduksi tumbuhan dan hewan.
sehari-hari.
3.3 Menerapkan konsep pewarisan sifat dalam
4.5 Menyajikan hasil rancangan dan pengukuran berbagai rangkaian listrik.
pemuliaan dan kelangsungan makhluk hidup.
4.6 Membuat karya sederhana yang memanfaatkan prinsip elektromagnet dan/atau
3.4 Menjelaskan konsep listrik statis dan gejalanya
induksi elektromagnetik.
dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kelistrikan
pada sistem saraf dan hewan yang mengandung 4.7 Membuat salah satu produk bioteknologi konvensional yang ada di lingkungan
listrik. sekitar.
3.5 Menerapkan konsep rangkaian listrik, energi dan 4.8 Menyajikan hasil penyelidikan tentang sifat dan pemanfaatan bahan dalam
daya listrik, sumber energi listrik dalam kehidupan kehidupan sehari-hari.
sehari-hari termasuk sumber energi listrik alternatif,
serta berbagai upaya menghemat energi listrik. 4.9 Menyajikan hasil penyelidikan tentang sifat-sifat tanah dan pentingnya tanah
bagi kehidupan.
16
4.10 Menyajikan karya tentang proses dan produk teknologi sederhana yang ramah
lingkungan.
Lanjutan…

3.6 Menerapkan konsep kemagnetan, induksi


elektromagnetik, dan pemanfaatan medan magnet
dalam kehidupan sehari-hari termasuk
pergerakan/navigasi hewan untuk mencari makanan
dan migrasi.
3.7 Menerapkan konsep bioteknologi dan perannya
dalam kehidupan manusia.
3.8 Menghubungkan konsep partikel materi (atom,
ion,molekul), struktur zat sederhana dengan sifat
bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari- hari,
serta dampak penggunaannya terhadap kesehatan
manusia.
3.9 Menghubungkan sifat fisika dan kimia tanah,
organisme yang hidup dalam tanah, dengan
pentingnya tanah untuk keberlanjutan kehidupan.
3.10 Menganalisis proses dan produk teknologi ramah
lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan.

17