Anda di halaman 1dari 11

Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No.

3 Oktober 2015

GAMBARAN PERAN KADER DALAM PELAKSANAAN PROGRAM


PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI
(P4K) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PADURESO
KABUPATEN KEBUMEN

Kusumastuti1, Eka Novyriana2, Dwi Utami3


1, 2, 3Jurusan
Kebidanan STIKES Muhammadiyah Gombong

ABSTRACT
Mortality and morbidity is a big problem in a developing country
such as Indonesia. Minister of Health in 2007 planned a program of labor
Planning and Complications Prevention (Indonesian=P4K) by using
stickers as efforts to accelerate the decline in infant mortality rate (IMR)
and maternal mortality rate (MMR). By implementation of this Program,
there should be a good role of midwives, kader, religious leaders,
community leaders, husbands, pregnant women and families.
This study is to find out the overview of kader’s role in labor
planning program and complication Prevention in Padureso Kebumen.
This is a descriptive research using observasional design. There are 37
respondents as the samples research by using simple random sampling.
The instruments are questioner and interview.
The overview of kader’s role in labor planning program and
complication Prevention in Padureso Kebumen is categorized good
(43.2%), kader’s role in filling sticker format is categorized bad (27.0%),
kader’s role in facilitating the family is categorized good (32.4%), kader’s
role in gaining agreement is categorized (54.1%), monitoring result is
categorized bad (62.2%), kader’s role in evaluating result is categorized
bad (67.6%), and kader’s role in performing report is categorized bad
(59%).

Keywords: kader’s role, labor planning program and complication


Prevention implementation

PENDAHULUAN menguntungkan yaitu ”Tiga


Sebagian besar kematian Terlambat dan Empat Terlalu”.
ibu disebabkan oleh masalah Tiga terlambat yaitu terlambat
obstetrik langsung yaitu mengenal tanda bahaya,
perdarahan (33,4%), eklamsia mengambil keputusan, dan
(32%), dan keracunan kehamilan mencapai fasilitas kesehatn.
(23%) (Wiknjosastro, 2008). Empat Terlalu yaitu terlalu
Kematian ibu juga muda melahirkan, terlalu sering
dilatarbelakangi oleh rendahnya melahirkan, terlalu rapat jarak
tingkat sosial ekonomi, tingkat melahirkan, dan terlalu tua
pendidikan, kedudukan dan untuk melahirkan (Depkes RI,
peran perempuan, faktor sosial 2009).
budaya serta faktor transportasi. Dalam rangka pencapaian
Faktor-faktor tersebut target sasaran rencana
berpengaruh pada munculnya Pembangunan Jangka
dua keadaan yang tidak Menengah Bidang Kesehatan

105
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No. 3 Oktober 2015

(RPJMN-BK) 2004-2009 yaitu pencegahan komplikasi (P4K),


Angka Kematian Ibu (AKI) pengelolaan donor darah,
226/100.000 kelahiran hidup pengelolaan sarana transportasi,
dan target pencapaian Millenium penggunaan, pengelolaan, dan
Development Goals (MDG’s), pengawasan tabulin atau dasolin
yaitu Angka Kematian Ibu (AKI) dan pembuatan dan
menjadi 102/100.000 kelahiran penandatanganan amanat
hidup pada tahun 2015, perlu persalinan.
dilakukan upaya terobosan yang Bidan dalam menjalankan
efektif dan berkesinambungan. tugasnya tidak dapat berjalan
Terobosan kebijakan sendiri tanpa bantuan
pelaksanaan program masyarakat terutama kader.
penurunan angak kematian ibu Kader itu sendiri merupakan
dan angka kematian anak (AKI- masyarakat setempat yang
AKB) difokuskan pada dipilih, bekerja secara sukarela
pelaksanaan program tanpa pamrih. Keaktifan kader
perencanaan persalinan dan dalam masyarakat sangat
pencegahan komplikasi (P4K) dibutuhkan. Untuk itu kader-
dengan stiker di seluruh wilayah kader kesehatan harus aktif
Puskesmas, kemitraan bidan mencari tahu keberadaan ibu
dan dukun, pelayanan obstetri hamil dilingkunganya
neonatal dasar atau pelayanan (Mahyuliansyah, 2014).
obsteri neonatal komprehensif Keberadaan ibu hamil di suatu
(PONED/PONEK), unit teknik wilayah dapat diketahui dengan
daerah (UTD), pelayanan adanya cakupan kunjungan
keluarga berencana (KB) kehamilan pertama (K1). Dengan
berkualitas serta, pemenuhan adanya pendataan ibu hamil
sumber daya manusia (SDM) melalui kunjungan pertama (K1),
kesehatan (Depkes RI, 2009). setiap ibu hamil dapat terpantau
Program perencanaan keberadaanya, sehingga
persalinan dan pencegahan perencanaan persalinan dan
komplikasi (P4K) telah pencegahan komplikasi (P4K)
digalakkan oleh Menteri dapat dilakukan sedini mungkin
Kesehatan Siti Fadilah Supari yaitu dengan melakukan
pada 18 Juli 2007 secara kunjungan kedua pada trimester
nasional yaitu dengan III (K4) (Mahyuliansyah, 2014).
penempelan stiker persalinan Studi pendahuluan telah
pada semua rumah ibu hamil dilakukan oleh peneliti di
(Depkes RI, 2009). wilayah kerja Puskesmas
Menurut Depkes RI (2009) Padureso. Pelaksanaan program
yang berperan dalam Program perencanaan persalinan dan
Perencanaan Persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) di
Pencegahan Komplikasi adalah wilayah kerja Puskesmas
bidan, kader, tokoh agama, Padureso mulai dilaksanakan
tokoh masyarakat, suami, ibu sejak November 2008. Cakupan
hamil, dan keluarga. Kader desa terendah untuk program
berperan dalam pengisian dan perencanaan persalinan dan
pemasangan stiker program pencegahan komplikasi (P4K)
perencanaan persalinan dan terdapat di desa Balingasal.

106
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No. 3 Oktober 2015

Komplikasi yang menyertai ini adalah metodelogi penelitian


kehamilan dan persalinan yang dalam bentuk deskriptif dengan
telah ditangani untuk bulan pendekatan Observasional yaitu
Juni 2014 di desa Balingasal peneliti hanya melakukan
sejumlah 3 (tiga) kasus maternal observasi dalam penelitian,
dan 1 (satu) kasus neonatal. setiap subjek dilakukan satu kali
Dari 44 sasaran ibu hamil di pengukuran. Metode Penelitian
desa Balingasal untuk bulan ini digunakan untuk mengetahui
Juni sampai November 2014 gambaran peran kader dalam
yang belum terpasang stiker pelaksanaan P4K di Wilayah
program perencanaan persalinan Kerja Puskesmas Padureso.
dan pencegahan komplikasi Populasi penelitian, semua
(P4K) sejumlah 7 sasaran ibu kader di Wilayah Puskesmas
hamil (Puskesmas Padureso, Padureso sebanyak 185 kader.
2014). Kriteria sampel, prinsip yang
Menurut Dinas Kesehatan digunakan untuk pengambilan
Kabupaten Kebumen (2014), sampel adalah simple random
cakupan kunjungan pertama sampling yaitu dengan cara
(K1) di wilayah kerja Puskesmas memilih sampel secara acak dan
Padureso mulai bulan Januari setiap anggota populasi
hingga Oktober 2014 sebanyak mempunyai kesempatan menjadi
44,7% dan cakupan K4 anggota sample.
sebanyak 45,5% dengan jumlah Dalam penelitian ini
kader sejumlah 185 orang, peneliti menentukan sampel
sehingga dengan cakupan sebesar sebanyak 37 responden
kunjungan pertama (K1) dan dengan kriteria inklusi yaitu
kunjungan kedua pada trimester kader yang bertempat tinggal
III (K4) yang tidak memenuhi menetap di wilayah kerja
target, maka perencanaan Puskesmas Padureso, kader
persalinan dan pencegahan yang bisa membaca dan
komplikasi (P4K) tidak dapat menulis, kader yang perah
dilakukan sedini mungkin. mengikuti pelatihan P4K, kader
Berdasarkan data diatas, peneliti yang bersedia menjadi kader.
tertarik untuk melakukan Kriteria eksklusi adalah kader
penelitian tentang gambaran yang tidak berada ditempat pada
peran kader dalam pelaksanaan waktu pelaksanaan penelitian.
Program Perencanaan Persalinan Analisa Data pada analisis
dan Pencegahan Komplikasi univariat data yang diperoleh
(P4K) di wilayah kerja dari hasil pengumpulan dapat
Puskesmas Padureso Kebumen disajikan bentuk tabel distribusi
tahun 2014. frekuensi.

METODE PENELITIAN
Metode penelitian, metode
yang digunakan dalam penelitian

107
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No. 3 Oktober 2015

HASIL DAN BAHASAN


Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Peran Dalam Pendataan
Peran Dalam Pendataan Jumlah %
Baik 14 37.8
Cukup Baik 16 43.2
Kurang Baik 5 13.5
Tidak Baik 2 5.4
Total 37 100
Berdasarkan hasil kategori baik dalam pendataaan,
penelitian, dari 37 responden 5 responden (13.5%) perannya
yang diteliti ada 16 responden masuk kategori kurang baik
(43.2%) perannya masuk dalam pendataaan dan 2
kategori cukup baik dalam responden (5.4%) perannya
pendataaan, 14 responden masuk kategori tidak baik dalam
(37.8%) perannya masuk pendataaan.
Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Peran Dalam Pengisian
Format Stiker P4K

Peran Dalam Pengisian Format Stiker Jumlah %


P4K
Baik 10 64.9
Cukup Baik 3 8.1
Kurang Baik 0 0
Tidak Baik 24 27.0
Total 37 100

Berdasarkan hasil penelitian, format stiker P4K, 3 responden


bahwa dari 37 responden yang (8.1%) perannya masuk kategori
diteliti ada 24 responden (27.0%) cukup baik dalam pengisian
perannya dalam pengisian format stiker P4K dan tidak ada
format stiker masuk kategori responden (0%) yang perannya
tidak baik dalam pengisian masuk kategori kurang baik
format stiker P4K, 10 responden dalam pengisian format stiker
(64.9%) perannya masuk P4K.
kategori baik dalam pengisian
1. Tabel 3 Distribusi Responden Berdasarkan
Peran Dalam Fasilitasi Keluarga Jumlah %
Baik 7 18.9
Cukup Baik 12 32.4
Kurang Baik 10 27.0
Tidak Baik 8 21.6
Total 37 100
Berdasarkan hasil dalam fasilitasi keluarga, 8
penelitian, bahwa dari 37 responden (21.6%) perannya
responden yang diteliti ada 12 masuk kategori tidak baik dalam
responden (32.4%) perannya fasilitasi keluarga dan 7
masuk kategori cukup baik responden (18.9%) perannya
dalam fasilitasi keluarga, 10 masuk kategori baik dalam
responden (27.0%) perannya fasilitasi keluarga.
masuk kategori kurang baik

108
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No. 3 Oktober 2015

Tabel 4 Distribusi Responden Berdasarkan Peran Dalam Penggalian


Kesepakatan
Peran Dalam Penggalian Kesepakatan Jumlah %
Baik 20 54.1
Tidak Baik 17 45.9
Total 37 100
Berdasarkan hasil penggalian kesepakatan dan
penelitian, dari 37 responden hanya 17 responden (45.9%)
yang diteliti ada 20 responden perannya masuk kategori tidak
(54.1%) perannya masuk baik dalam dalam penggalian
kategori baik dalam Dalam kesepakatan.
Table 5 Distribusi Responden Berdasarkan
Peran Dalam Monitoring Hasil Jumlah %
Baik 14 37.8
Tidak Baik 23 62.2
Total 37 100

Berdasarkan hasil penelitian, baik dalam monitoring hasil dan


dari 37 responden yang diteliti 14 responden (37.8%) perannya
ada 23 responden (62.2%) masuk kategori baik dalam
perannya masuk kategori tidak monitoring hasil.
Tabel 6 Distribusi Responden Berdasarkan Peran Kader Dalam
Evaluasi Hasil
Peran Dalam Evaluasi Hasil Jumlah %
Baik 12 32.4
Tidak Baik 25 67.6
Total 37 100

Berdasarkan hasil penelitian, baik dalam evaluasi hasil hasil


dari 37 responden yang diteliti dan 12 responden (32.4%)
ada 25 responden (67.6%) perannya masuk kategori baik
perannya masuk kategori tidak dalam evaluasi hasil hasil.
2. Tabel 7 Distribusi Responden Berdasarkan
Peran Dalam Pelaporan Jumlah %
Baik 9 24.3
Cukup Baik 11 29.7
Kurang Baik 0 0
Tidak Baik 17 45.7
Total 37 100
Berdasarkan hasil responden (24.3%) perannya
penelitian, bahwa dari 37 masuk kategori baik dalam
responden yang diteliti ada 17 pelaporan dan tida ada
responden (45.9%) perannya responden (0%) perannya masuk
masuk kategori tidak baik dalam kategori kurang baik dalam
pelaporan, 11 responden (29.7%) pelaporan.
perannya masuk kategori cukup
baik dalam pelaporan, 9
Peran Kader dalam Pendataan peran serta kader dalam
P4K pendataan secara umum pada
Dari hasil penelitian yang taraf yang cukup baik. Hasil
dilakukan di Wilayah Kerja penelitian yang disajikan dapat
Puskesmas Padureso tentang dilihat bahwa hampir sebagian

109
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No. 3 Oktober 2015

besar 43.2 % kader memiliki dan kinerja (p = 0,001). Hal ini


peranan yang cukup baik dalam menyatakan faktor pengetahuan
pendataan, tetapi jika kita kaji sangat mempengaruhi kinerja
lebih dalam kader masih kurang dalam hal pendataan dalam
memberikan penyuluhan tentang peranya dalam menjalankan
bahaya pada ibu bersalin. peran dalam P4K.
Berdasarkan jawaban responden Peran Kader dalam Pengisian
diketahui, dari 37 responden Format Stiker P4K
yang diteliti hanya 12 kader Dari hasil penelitian
(32.43%) memberikan yang dilakukan di Wilayah Kerja
penyuluhan tentang bahaya Puskesmas Padureso tentang
pada ibu bersalin. Keengganan peran serta kader dalam
para kader untuk memberikan pengisian format stiker P4K
informasi tentang bahaya pada secara umum pada taraf yang
ibu bersalin dikarenakan tidak baik, dari hasil penelitian
kurangnya pengetahuan kader yang disajikan dapat dilihat
terkait masalah tersebut. bahwa hampir sebagian besar
Hal ini sesuai dengan 27.0 % kader memiliki peranan
teori yang dikemukakan oleh yang tidak baik dalam pengisian
Siswanto (2002), bahwa peran format stiker P4K. Tingkat
serta kader dipengarui oleh pengetahuan yang kurang
beberapa faktor diantaranya terkait pengisian Format Stiker
faktor pengetahuan. Dengan P4K dikarenakan masih
pengetahuan seseorang akan rendahnya sosialisasi atau
dapat mengingat kembali pembinaan tenaga kesehatan
tentang sesuatu yang dipelajari terhadap kader akan pengisian
sebelumnya, sehingga dapat Format Stiker P4K.
memperbaiki tindakan yang Hal ini sesuai sesuai
akan dilakukan. Kader dengan dengan teori yang dikemukakan
pengetahuan yang tinggi tentang Siswanto (2002), bahwa peran
peranya merupakan dasar serta kader dipengarui oleh
terwujudnya peran serta yang beberapa factor diantaranya
diaplikasikan dalam tindakan faktor pembinaan. Pembinaan
nyata. Sedangkan kader dengan yang kurang terhadap pengisian
tingkat pengetahuan rendah Format Stiker P4K akan
akan perannya akan mempengaruhi keberhasilan
menghambat peran sertanya. Program P4K. Pembinaan yang
Hal ini sejalan dengan konsisten dari tenaga kesehatan
penelitian yang dilakukan oleh terkait akan memberikan arah
Nurazizah (2014) tentang kejelasan serta rasa aman bagi
hubungan persepsi kader dan kader untuk berperan serta
motivasi kader kesehatan dalam kegiatan. Hal ini sejalan
dengan kinerja dalam desa siaga dengan penelitian yang
program perencanaan persalinan dilakukan oleh Nurazizah (2014),
dan pencegahan komplikasi tentang hubungan persepsi
(P4K). Hasil penelitian kader dan motivasi kader
menunjukan ada hubungan kesehatan dengan kinerja dalam
persepsi dan kinerja dengan (p = desa siaga program perencanaan
0,002), ada hubungan motivasi

110
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No. 3 Oktober 2015

persalinan dan pencegahan factor pengetahuan.


komplikasi (P4K). Pengetahuan diperoleh dari
Penelitian menunjukkan pengalaman diri sendiri atau
faktor motivasi (pembinaaan) ibu orang lain. Hal ini sejalan
sebagian besar cukup (65%), dengan penelitian yang
sedangkan keaktifan kader dilakukan oleh Wardani (2014),
sebagian besar aktif ( 75%). tentang gambaran pengetahuan
Terbukti melalui uji analisis Chi- ibu hamil terhadap Program
Square dengan derajat Perencanaan Persalinan dan
kesalahan ρ>0,005 didapatkan Pencegahan Komplikasi (P4K).
hasil 0,083 berarti HO diterima Hasil penelitian didapatkan
dan H1 ditolak. Hal ini mengenai pengetahuan ibu
menunjukan pembinaan tentang Program Perencanaan
terhadap kader mempunyai Persalinan dan Pencegahan
peran yang besar dalam Komplikasi (P4K) yang paling
keberhasilan pengisian format banyak adalah kategori cukup
Stiker P4K. 14 responden (40%), kategori
Peran Kader dalam Fasilitasi kurang 12 responden (34,3%)
Keluarga dalam P4K dan kategori baik sebanyak 9
Dari hasil penelitian responden (25,7%). Hal ini
diatas bahwa dari 37 responden menyatakan factor pengetahuan
yang diteliti ada 12 responden sangat mempengaruhi kinerja
(32.4%) perannya masuk kader dalam hal fasilitasi
kategori cukup baik dalam keluarga.
fasilitasi keluarga. Fasilitasi Peran Kader dalam Penggalian
keluarga yang didapatkan calon Kesepakatan P4K
ibu akan menimbulkan perasaan Hasil penelitian menunjukan
tenang, sikap positif terhadap bahwa peran serta kader dalam
diri sendiri dan kehamilannya, penggalian kesepakatan di
maka diharapkan ibu dapat Puskesmas Padureso secara
menjaga kehamilannya dengan umum pada taraf baik, dari hasil
baik sampai saat persalinan. penelitian yang disajikan dapat
Dari hasil penelitian didapatkan dilihat bahwa hampir sebagian
bahwa kurangnya pengetahuan besar 54.1 % kader memiliki
kader dalam hal fasilistasi peranan yang baik dalam
keluarga dalam merencanakan penggalian kesepakatan. Hal ini
persalinan yang aman (siapa sesuai dengan teori yang
penolong persalinan, dimana, dikemukakan oleh Antoabadi
siapa pendamping persalinan, (2014), bahwa keberhasilan
bagaimana dana didapatkan, kader dalam menjalankan
metode keluarga berencana peranya terutama dalam
pasca persalinan, calaon penggalian kesepakatan adalah
pendonor darah) menghambat faktor pendidikan. Pendidikan
peran kader dalam fasilitasi adalah segala upaya yang
keluarga. direncanakan. Tingkat
Hal ini sesuai dengan pendidikan yang cukup
pendapat Nurdia (2007), bahwa merupakan dasar
peran serta kader dipengarui pengembangan wawasan serta
oleh beberapa faktor diantaranya sarana untuk memudahkan

111
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No. 3 Oktober 2015

seseorang untuk menerima kesehatan yang belum


pengetahuan, sikap, dan menyeluruh semakin
perilaku baru. menghambat keberhasilan
Hal ini sejalan dengan pelaksanaan P4K.
penelitian yang dilakukan oleh Hal ini selaras dengan
Nurazizah (2014), tentang penelitian yang dilakukan oleh
hubungan persepsi kader dan Nurhayati (2007), bahwa tingkat
motivasi kader kesehatan peran serta masyarakat dalam
dengan kinerja dalam desa siaga. kegiatan Posyandu dipengaruhi
Hasil penelitian menunjukkan oleh tingkat pendidikan yang
bahwa faktor motivasi merupakan keikutsertaan secara
(pembinaaan) ibu sebagian besar aktif sehingga mengurangi beban
cukup (65%), sedangkan kader Posyandu dalam
keaktifan kader sebagian besar penimbangan bayi. Hasil korelasi
aktif ( 75%). Terbukti melalui uji Pearson product moment
analisis Chi-Square dengan menunjukan p = 0,05. Hasil
derajat kesalahan ρ>0,005 penelitian menunjukkan
didapatkan hasil 0,083 berarti sebagian besar responden
HO diterima dan H1 ditolak. berumur 30-39 tahun,
Peran Kader dalam Monitoring pendidikan formal SMA dan
Hasil P4K berlatar belakang sebagai ibu
Dari hasil penelitian rumah tangga. Hal ini
diatas bahwa dari 37 responden menunjukan tingkat pendidikan
yang diteliti ada 23 responden mempunyai pengaruh yang
(62.2%) perannya masuk besar dalam keberhasilan
kategori tidak baik dalam pelaksanaan monitoring hasil.
monitoring hasil dalam arti tidak Peran Kader dalam Evaluasi
melakukan pengecekan Hasil P4K
pemasangan stiker. Dari hasil penelitian
Keterbatasan kader dalam diatas bahwa dari 37 responden
peranya melakukan pengecekan yang diteliti ada 25 responden
pemasangan stiker disebabkan (67.6%) perannya masuk
tingkat pendidikan yang masih kategori tidak baik dalam
rendah dan pembinaan yang evaluasi hasil dalam arti kader
belum merata. Hali ini dapat tidak melakukan koreksi
dilihat bahwa sebagian besar penilaian keberhasilan
kader di Wilayah Kerja perencanaan persalinan setelah
Puskesmas Padureso ibu hamil melahirkan. Evaluasi
berpendidikan terakhir SD, hasil dapat dimanfaatkan unuk
hanya sebagian kecil yang tindakan koreksi dalam rangka
berpendidikan akhir SMP, SMA. mencapai tujuan Program
Hal ini sesuai dengan teori Perencanaan Persalinan dan
yang dikemukakan Siswanto Pencegahan Komplikasi (P4K)
(2002) bahwa dengan tingkat yang telah ditetapkan.Hal ini
pendidikan yang rendah kader sesuai dengan teori yang
akan mengalami kesulitan dalam dikemukakan oleh Siswanto
melaksanakan peranya dan (2002), bahwa keberhasilan
menyerap ilmu yang didapat. kader dalam menjalankan
Apalagi pembinaan dari tenaga peranya terut dalam evaluasi

112
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No. 3 Oktober 2015

hasil dipengaruhi oleh yaitu suatu proses perubahan


pendidikan tambahan atau tingkah laku yang dinyatakan
pelatihan kader yang kurang. dalam bentuk pengalaman,
Melalui pelatihan kader akan pengenalan, penggunaan,
memiliki wawasan yang lebih penguasaan dan penilaian
luas dibanding yang belum terhadap bidang tertentu yang
memiliki pendidikan tambahan sehubungan dengan berbagai
utamanya yang berkaitan aspek kehidupan.
dengan tugasnya dalam evaluasi Hal ini sejalan dengan
hasil, sehingga karena penelitian yang dilakukan oleh
keterbatasan tersebut peran Wardani (2014) tentang
serta kader tidak optimal. gambaran pengetahuan ibu
Hal ini sejalan dengan hamil terhadap Program
penelitian yang dilakukan oleh Perencanaan Persalinan dan
Nurazizah (2014) bahwa Pencegahan Komplikasi (P4K).
penelitian menunjukkan faktor Hasil penelitian didapatkan
motivasi (pembinaaan) ibu mengenai pengetahuan ibu
sebagian besar cukup (65%), tentang Program Perencanaan
sedangkan keaktifan kader Persalinan dan Pencegahan
sebagian besar aktif ( 75%). Komplikasi (P4K) yang paling
Terbukti melalui uji analisis Chi- banyak adalah kategori cukup
Square dengan derajat 14 responden (40%), kategori
kesalahan ρ>0,005 didapatkan kurang 12 responden (34,3%)
hasil 0,083. Hal ini menunjukan dan kategori baik sebanyak 9
pembinaan terhadap kader responden (25,7%).
mempunyai peran yang cukup
besar dalam keberhasilan SIMPULAN
pengisian format Stiker P4K. Dari hasil penelitian dan
Peran Kader dalam Pelaporan pembahasan yang telah
P4K dilakukan dapat diambil
Peran serta kader dalam kesimpulan sebagai berikut:
pelaporan di Puskesmas 1. Peran kader dalam
Padureso secara umum pada pendataan Program
taraf yang tidak baik, dari hasil Perencanaan Persalinan dan
penelitian yang disajikan dapat Pencegahan Komplikasi (P4K)
dilihat bahwa hampir sebagian di Wilayah Kerja Puskesmas
besar 59 %, tidak melakukan Padureso pada taraf cukup
pelaporan pelaporan kelahiran baik (43,2%).
dan kematian bayi dan 2. Peran kader dalam pengisian
pelaporan keberhasilan format stiker Program
pelaksanaan perencanaan Perencanaan Persalinan dan
persalianan dan pencegahan Pencegahan Komplikasi (P4K)
komplikasi (P4K) di bidan atau di Wilayah Kerja Puskesmas
tenaga kesehatan.Menurut Padureso pada taraf tidak
Antoabady (2014), pelaporan baik (27,0%).
keberhasilan P4K dipengaruhi 3. Peran kader dalam fasilitasi
oleh faktor pengetahuan. Pada keluarga pada Program
dasarnya pengetahuan diperoleh Perencanaan Persalinan dan
melalui proses belajar mengajar Pencegahan Komplikasi (P4K)

113
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No. 3 Oktober 2015

di Wilayah Kerja Puskesmas Perencanaan Persalinan


Padureso pada taraf cukup dan Pencegahan
baik dengan (32,4%). Komplikasi dengan Stiker.
4. Peran kader dalam Jakarta: Depkes RI.
penggalian kesepakatan Dinas Kesehatan Jawa Tengah.
pada Program Perencanaan 2009. Buku Saku Untuk
Persalinan dan Pencegahan Kader Kesehatan. Jakarta:
Komplikasi (P4K) di Wilayah Dinkes Jateng.
Kerja Puskesmas Padureso Dinas Kesehatan Kabupaten
pada taraf baik (54,1%). Kebumen. 2009.
5. Peran kader dalam Gambaran Profil
monitoring hasil pada Kesehatan Kabupaten
Program Perencanaan Kebumen Tahun 2009.
Persalinan dan Pencegahan Kebumen: Dinkes
Komplikasi (P4K) di Wilayah Kebumen.
Kerja Puskesmas Padureso Ismawati, Cahyo. 2014.
pada taraf tidak baik Posyandu dan Desa Siaga.
(62,2%). Yogyakarta: Nuha Medika.
6. Peran kader dalam evaluasi Lia. 2014. Program Perencanaan
hasil pada Program Persalinan dan
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi,
Pencegahan Komplikasi available online on:
(P4K) di Wilayah Kerja http://bidanlia.blogspot.c
Puskesmas Padureso pada om/. Accesed: 1 Desember
taraf tidak baik (67,6%). 2014, pukul 19.30 WIB.
7. Peran kader dalam None. 2014. Program
pelaporan pada Program Perencanaan Persalinan
Perencanaan Persalinan dan dan Pencegahan
Pencegahan Komplikasi Komplikasi, available
(P4K) di Wilayah Kerja online on:
Puskesmas Padureso pada http://bidandesa.com/.
taraf tidak baik (59%). Accesed: 11 Oktober
2014, pukul 15.38 WIB.
DAFTAR PUSTAKA None. 2014. Operasional P4K
Antoabadi.2014. Keaktifan dengan Stiker, available
kader posyandu, online on:
available online on: http://pwsdelima.wordpre
http:/antoabadi.blogspot. ss.com/. Accesed: 11
com. Accesed: 20 Oktober 2014, pukul
Agustus 2011, pukul 15.40 WIB.
14.00 WIB. Nurazizah. 2014. Hubungan
Arikunto, S. 2002. Prosedur Presepsi dan Motivasi
Penelitian. Jakarta: PT. Kader Kesehatan dengan
Rineka Cipta. kinerja dalam desa siaga
. 2006. Prosedur program perencanaan
Penelitian. Jakarta: PT. Rineka persalinan dan
Cipta. pencegahan komplikasi
Departemen Kesehatan RI. 2009. (P4K) di Wilayah Kerja
Pedoman Program Puskesmas Mojo

114
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 11, No. 3 Oktober 2015

Kecamatan Mojo . 2007. Statistika untuk


Kabupaten Kediri. Kediri: Penelitian. Bandung:
KTI AKBID ‘Kediri. Alfabeta.
Saryono. 2008. Metodologi . 2014. Statistika untuk
Penelitian Kebidanan. Penelitian. Bandung:
Yogyakarta: Nuha Medika. Alfabeta.
. 2014. Metodologi Mahyuliansyah. 2014. Konsep
Penelitian Kebidanan. Kader, available online on:
Yogyakarta: Nuha Medika. http://keperawatankomu
Siswanto. 2009. Konsep kader, nitas.blogspot.com/.
available online on: Accesed: 22 November
http://one.indoskripsi.co 2014, pukul 20.10 WIB.
m. Accesed 10 Februari Nurdia. 2007. Factor-faktor yang
2011, pukul 13.00 WIB. mempengaruhi Keaktifan
Sudayasa. 2014. 9 Macam Kader kader, available online on:
Kesehatan dalam http://dhttp://digilib.uni
Pelayanan Puskesmas, mus.ac.id. Accesed 20
available online on: Agustus 2011, pukul
http://www.puskel.com/. 15.00 WIB.
Accesed: 30 November Wiknjosastro, Hanifa. 2008. Ilmu
2014, pukul 15. 30 WIB. Kebidanan. Jakarta:
. 2014. Tujuan dan Yayasan Bina Pustaka
Manfaat Pemasangan Sarwono Prawirohardjo.
Stiker P4K, available Wardani, Aristya. 2014.
online on: Gambaran Pengetahuan
http://www.puskel.com/. Ibu hamil tentang Program
Accesed: 30 November Perencanaan Persalinan
2014, pukul 15.39 WIB. dan Pencegahan
Sugiyono. 2003. Statistika untuk Komplikasi (P4K) desa
Penelitian. Bandung: Pandean Kecamatan
Alfabeta. Ngablak Kabupaten
Magelang. Magelang: KTI
Akbid Depkes Magelang.

115