Anda di halaman 1dari 6

FARMASAINS Vol 2 No.

5, April 2015

PENENTUAN PARAMETER NON SPESIFIK EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia
mangostana) PADA VARIASI ASAL DAERAH

Determination Non-Specific Parameters Ethanol Extract Mangosteen (Garcinia mangostana) Peels


On the Origin of Regional Variation

Any Guntarti, Kholif Sholehah, Nurul Irna, Windi Fistianingrum


Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Naskah diterima tanggal 2 Maret 2015

ABSTRACT
Nowadays Mangosteen peel is one of the waste of mangosteen,already utilized much to
manage health problems. To know the safety and effectivity of the preparations, there
are some non specific test need to do on the mangosteen peel. The purpose of this
research were to know non specific parameters loss on driying, acid insoluble ash
content, total ash content, weight and the limit of lead metal (Pb) ethanol extract of
mangosteen peel that based on difference of plant sources. The good result of this
research was quality test of non specific parameters from Pekanbaru (Sumatera) loss
on driying, total ash content, acid insoluble ash content, water content, weight type
extract, Pb and Cd metal content subquently were 9,37 %; 2,44 %, 0,06 %; 7,11 % (v/
b); 1,7 g/ml; 0,3175 ppm, 0,0679 ppm. The research showed that there were result
differences in non specific parameters test base on difference of mangosteen peel
sources, Sumatera, Jawa and Kalimantan. Generally quality of mangosteen peel from
Sumatera are the best, then Kalimantan and the last from Jawa.
Keywords: mangosteen peel, non specific parameters, ethanol extract

ABSTRAK
Kulit buah manggis merupakan salah satu hasil limbah buah manggis, yang sekarang
sudah mulai banyak dimanfaatkan untuk mengatasi masalah kesehatan. Untuk dapat
mengetahui keamanan dan efektifitas sediaan perlu dilakukan beberapa uji non spesifik
terhadap kulit buah manggis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter
non spesifik kadar air, kadar abu tidak larut asam, kadar abu total, bobot jenis dan
batas logam Pb dan Cd dalam ekstrak etanol kulit buah manggis yang diklasifikasikan
berdasarkan perbedaan asal tanaman. Hasil penelitian uji kualitas parameter non spesifik
yang paling bagus yaitu dari Pekanbaru (Sumatera) untuk susut pengeringan, kadar
abu total; kadar abu tidak larut asam, kadar air ekstrak bobot jenis, kadar logam Pb dan
Cd yaitu : 9,37 %; 2,44 %, 0,06 %; 7,11 % (v/b); 1,7 g/ml; 0,3175 ppm, 0,0679 ppm.
Kesimpulan menunjukkan ada perbedaan hasil penetapan parameter non spesifik
berdasarkan perbedaan asal daerah yaitu Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Secara
umum kualitas kulit buah manggis dari daerah Sumatra yang paling baik, kemudian
Kalimantan dan yang terakhir dari Jawa.
Kata kunci: kulit manggis, parameter non spesifik, ekstrak etanol.

PENDAHULUAN kulit buah manggis mengandung senyawa-senyawa


Indonesia memiliki keanekaragaman hayati penting, diantaranya flavonoid, tanin dan santon (Ho
yang sangat banyak. Salah satu jenis tumbuhan yang dkk. 2002; Moongkarndi dkk. 2004; Weecharangsan
dimanfaatkan sebagai obat ialah tumbuhan manggis. et al., 2006). Putra, (2010) melaporkan bahwa ekstrak
Pemanfaatan tumbuhan manggis sebagai obat tidak etanol kulit buah manggis menunjukkan adanya
hanya pada daun, batang, buah melainkan pemanfaatan aktivitas antioksidan terhadap DPPH dan aktivitas
kulit manggis sebagai kandidat obat (Iswari dan antimikroba terhadap Mesenteroides, sedangkan fraksi
Sudaryono, 2007). Berdasarkan kajian farmakologis, kloroform dan fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas
antibakteri terhadap Plantarum, L. Penentuan parameter
non spesifik ekstrak yaitu penentuan aspek kimia,
Alamat korespondensi:
mikrobiologi dan fisis yang akan mempengaruhi
Fakultas Farmasi, Universitas Ahmad Dahlan, keamanan konsumen dan stabilitas (Saifudin, 2011).
Jl. Prof. Dr. Soepomo, Janturan, Yogyakarta
email : any_guntarti@yahoo.co.id

202
Penentuan Parameter Nonspesifik Ekstrak ........... ( Ayu Guntarti, dkk)

Parameter non spesifik menurut Depkes RI tahun 2000 Bahan


yaitu sebagai berikut : Bahan yang digunakan yaitu kulit buah
Bobot jenis : Parameter bobot jenis merupakan masa manggis yang berasal dari Pekanbaru (Sumatra),
per satuan volume yang diukur pada suhu kamar Pekalongan (Jawa) dan Martapura (Kalimantan). Semua
tertentu (25°C) dengan menggunakan alat khusus buah manggis yang dibeli berasal dari pedagang.
piknometer atau lainnya. Tujuannya adalah memberikan Pelarut yang digunakan adalah etanol 70%. Bahan
batasan tentang besarnya masa persatuan volume yang kimia yang digunakan dalam uji parameter non spesifik
merupakan parameter khusus ekstrak cair sampai adalah toluen, kertas saring bebas abu, HNO3 pekat,
ekstrak pekat (kental) yang masih dapat dituang, bobot etanol p.a. dan akuades. Bahan kimia yang digunakan
jenis juga terkait dengan kemurnian dari ekstrak dan berskala E.Merck.
kontaminasi (Anonim, 2000). Prosedur Penelitian
Kadar air : Parameter kadar air merupakan Penetapan Susut Pengeringan Simplisia.
pengukuran kandungan air yang berada di dalam bahan, Sebanyak kurang lebih 0,8 gram serbuk kering
yang bertujuan untuk memberikan batasan minimal atau kulit buah manggis dimasukkan ke dalam alat Halogen
rentang besarnya kandungan air dalam bahan Moisturizer Analyzer (MC) dan diukur nilai MC selama
(Anonim,2000). 15 menit pada suhu 105oC.
Kadar abu : Parameter kadar abu merupakan bahan Pembuatan Ekstrak Etanol 70 % kulit buah manggis
yang dipanaskan dalam temperatur tertentu dimana Serbuk kulit buah manggis dengan ukuran 50
senyawa organik dan turunannya terdestruksi dan mesh, ditimbang seksama sebanyak 100 gram,
menguap. Sehingga tinggal unsur mineral dan dimaserasi menggunakan etanol 70% sebanyak 400
anorganik, yang memberikan gambaran kandungan ml selama 24 jam. Hasil maserasi disaring dan
mineral internal dan eksternal yang berasal dari proses diuapkan menggunakan rotary evaporator sampai
awal sampai terbentuknya ekstrak. Parameter kadar diperoleh ekstrak kental. Ekstrak kental selanjutnya
abu ini terkait dengan kemurnian dan kontaminasi suatu digunakan untuk penetapan parameter non spesifik.
ekstrak (Anonim, 2000). Penetapan Kadar Air
Cemaran mikroba : Parameter cemaran mikroba Penentuan kadar air pada penelitian ini
adalah penentuan adanya mikroba yang patogen secara menggunakan cara destilasi toluen, yaitu serbuk
analisis mikrobiologis. Tujuannya adalah memberikan sebanyak 5 gram, ditimbang seksama dan dimasukkan
jaminan bahwa ekstrak tidak boleh mengandung ke dalam labu. kemudian dimasukkan lebih kurang 200
mikroba patogen dan tidak mengandung mikroba non ml toluen P yang sudah dijenuhkan 18-24 jam ke dalam
patogen melebihi batas yang ditetapkan karena labu dan alat dihubungkan. Setelah air dan toluen
berpengaruh pada stabilitas ekstrak dan berbahaya memisah sempurna, dibaca volume air. Dihitung kadar
(toksik) bagi kesehatan (Anonim, 2000). air dalam % (Anonim, 1979) :
Cemaran logam berat : Parameter cemaran logam
Volume air (mL)
berat merupakan penentuan kandungan logam berat % Kadar air = x100% ......... (1)
Bobot sampel (g)
dalam suatu ekstrak, sehingga dapat memberikan
jaminan bahwa ekstrak tidak mengandung logam berat Penetapan Kadar Abu Total (Anonim, 2008)
tertentu (hg, Pb, Cd, dll) melebihi batas yang telah Ekstrak etanol ditimbang seksama sebanyak
ditetapkan karena berbahaya bagi kesehatan (Anonim, 2 gram, kemudian dimasukkan ke dalam krus silikat
2000). yang telah ditara, dipijarkan di dalam tanur dan suhu
Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan dinaikkan secara bertahap hingga 600Ú ± 25ÚC sampai
parameter non spesifik ekstrak etanol 70% kulit buah bebas karbon. Selanjutnya, didinginkan dalam desikator,
manggis yang berasal dari Kalimantan (Martapura), serta ditimbang. Kadar abu total dihitung terhadap berat
Sumatra (Pekanbaru) jawa (Pekalongan) yang terdiri bahan uji dan ini dinyatakan dalam % b/b (Anonim,
dari penetapan kadar air, kadar abu total, kadar abu 2008).
tidak larut asam, bobot jenis dan batas logam timbal Bobot Abu
(Pb) dan Cadmium (Cd). Bobot Abu  x 100% ......... (2)
Bobot Ekstrak
METODOLOGI Penetapan Kadar Abu Tidak Larut Asam (Anonim,
Alat 2008)
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Abu yang diperoleh dari penetapan kadar abu
timbangan analitik, glassware (Pyrex), magnetic stirrer total, dididihkan dengan 25 mL asam klorida encer LP
(IKA), vakum (DOA-P504-BH), corong buchner, batang selama 5 menit. Pengumpulan bagian yang tidak larut
pengaduk, evaporator (Heidolph), cawan porselin, dalam asam, disaring melalui kertas saring bebas abu,
waterbath (memmert), kompor, pro pipet, hot plate (IKA), dicuci dengan air panas, dipijarkan dalam krus hingga
sonikator (ELMAD-78224) dan Halogen Moisturizer bobot tetap. Kadar abu yang tidak larut dalam asam
Analyzer (Mettler Toledo). dihitung terhadap berat bahan uji, dinyatakan dalam %
b/b (Anonim, 2008).

203
FARMASAINS Vol 2 No. 5, April 2015

Rumus kadar abu tidak larut asam : HASIL DAN PEMBAHASAN


Penetapan Susut Pengeringan Simplisia
Bobot Abu tidak Larut Asam
x 100% ......... (3) Penetapan susut pengeringan dengan
Bobot Ekstrak menggunakan serbuk yang dilakukan bertujuan untuk
Penetapan Bobot Jenis dengan menggunakan mengetahui kandungan air dan kandungan senyawa lain
piknometer. yang menguap di bawah 105oC. Hasil susut pengeringan
Piknometer ditimbang dengan volume tertentu terlihat pada Gambar 1.
dalam keadaan kosong. Selanjutnya piknometer diisi Pembuatan Ekstrak Etanol Kulit Buah Manggis
penuh dengan air dan ditimbang, sehingga kerapatan Ekstrak etanol dalam pembuatannya dilakukan
air dapat ditetapkan. Dengan cara yang sama, di laboratorium Kimia Analisis Fakultas Farmasi UAD.
piknometer dikosongkan dan diisi penuh dengan Ekstrak dibuat dengan metode maserasi dengan
ekstrak, ditimbang sehingga kerapatan ekstrak dapat pemanasan rendah. Cairan penyari yang digunakan
ditetapkan. Bobot jenis dilakukan pada suhu kamar. adalah etanol 70%. Pada serbuk kulit buah manggis
dimaserasi dengan pengadukan selama 6 jam dan
Kerapatan Ekstrak
BJ  ......... (4) dilakukan remaserasi dengan pelarut etanol yang selalu
Kerapatan Air baru, hal ini dilakukan untuk mencegah kejenuhan
Penetapan Batas Logam Timbal dan Kadmium. pelarut sehingga senyawa dapat terekstraksi secara
Sebanyak 500,0 mg ekstrak etanol kulit buah optimal.
manggis dilakukan dekstruksi basah dengan Parameter Non Spesifik Ekstrak Etanol Kulit Buah
menambahkan HNO3 pekat sebanyak 10 mL. Setelah Manggis.
jernih ditambahkan akuades p.a hingga 10 ml. Larutan Penetapan Kadar Air.
dimasukkan ke dalam flakon, ditutup rapat dan diuji Metode penetapan kadar air dengan
kadar timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dengan menggunakan destilasi toluen. Kandungan air dalam
Spektroskopi Serapan Atom. bahan yang dinyatakan dalam % v/b terhadap berat
Analisis Data ekstrak. Kadar air bahan berpengaruh terhadap masa
Penetapan parameter non spesifik dilakukan simpan. Kadar air yang tinggi menyebabkan kerentanan
replikasi minimal 3 kali. Setiap hasil replikasi terhadap aktivitas mikroba. Kandungan air dalam
pengukuran parameter non spesifik dicari harga rata- ekstrak merupakan media tumbuhnya kapang dan
jamur.
ratanya ( X ). Untuk mengambil kesimpulan suatu
Penetapan Kadar Abu Total
hasil analisis digunakan parameter ketepatan dan
Abu adalah oksida logam yang merupakan
ketelitian dengan harga LE (limit of error) dengan
residu atau sisa pembakaran (Yulianingsih dkk., 2008).
rumus :
Penetapan kadar abu bertujuan untuk mengetahui
t . SD kandungan senyawa anorganik total dalam bentuk
LE  ......... (5)
n oksida logamnya.

Ga m ba r 1 . P e rb andinga n % S usut Pe nge ring an Be rdas a rk a n V a ria si As al Da era h.

G am ba r 2. Pe rba ndingan Re nde me n Ek s trak Kulit Bua h M angg is Va rias i As a l Da e ra h


204
Penentuan Parameter Nonspesifik Ekstrak ........... ( Ayu Guntarti, dkk)

G am ba r 3 . Pe rband inga n Ka dar Air E k st ra k Kulit Buah Ma ngg is Va rias i D ae rah


.

G am ba r 4. Ka dar Abu Tot al Ek st rak Et anol Kulit Bua h Mang gis

Penetapan Kadar Abu Tidak Larut Asam kotoran, tanah, tanah liat dan unsur logam Ag, Pb dan
Kadar abu tidak larut asam merupakan salah Hg.
satu kriteria dalam menentukan tingkat kebersihan Penetapan Bobot Jenis
dalam proses pengolahan suatu produk. Abu tidak larut Bobot jenis diartikan sebagai perbandingan
asam dicerminkan oleh adanya kontaminasi mineral kerapatan dari suatu zat terhadap kerapatan air, harga
atau logam yang tidak larut asam dalam suatu produk. kedua zat ditentukan pada temperatur yang sama, jika
Kadar tidak larut dalam asam  biasanya mengandung tidak dengan cara lain yang khusus. Tujuan
silikat yang berasal dari tanah atau pasir. Jumlah pemeriksaan bobot jenis yaitu memberikan nilai

Gamb ar 5. Kadar Abu Tidak Larut Asam dari Jawa Kalimantan dan Sumatera

Gambar 6. Bo bot Jenis Ekstrak Kulit Manggis Variasi Asal Daerah

205
FARMASAINS Vol 2 No. 5, April 2015

Gambar 7. Kadar Pb dan Cd Ek strak Kulit Buah Manggis Variasi Asal Daerah.

besarnya massa persatuan volume yang merupakan kandungan logamnya kecil. Sedangkan kulit manggis
parameter khusus untuk melihat kemampuan ekstrak yang berasal dari Jawa secara umum kualitasnya paling
cair sampai ekstrak pekat (kental) dapat dituang. rendah dibandingkan dengan yang dari Sumatra dan
Penetapan Batas Logam Timbal dan Kadmium Kalimantan karena hasil penetapan uji kualitas
Timbal (Pb) dan Cd adalah logam yang bersifat menunjukkan angka yang paling besar. Kulit buah
toksik terhadap manusia yang berasal dari tindakan manggis yang berasal dari Kalimantan secara umum
mengkonsumsi makanan, minuman, atau melalui lebih baik dari Jawa. Hanya dari data bahwa harga bobot
inhalasi dari udara, debu yang tercemar Pb dan Cd, jenisnya yang paling kecil. Bobot jenis menunjukkan
kontak lewat kulit, mata, dan melalui parenteral. ratio antara bobot dengan volume, sehingga dalam
Dekstruksi basah dilakukan pada ekstrak dengan asam sediaan ekstrak lebih mudah dituang dan lebih encer.
nitrat pekat. Fungsi penambahan asam nitrat pekat Secara umum uji kualitas ekstrak etanol 70 % kulit buah
(HNO 3) yaitu untuk mencegah pengendapan dan manggis dari Sumatra yang paling baik.
melarutkan semua logam-logam yang ada dalam
larutan. Kemudian kadar timbal (Pb) dan Cd ditentukan KESIMPULAN
dengan Spektroskopi Serapan Atom. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa :
Hasil perhitungan kadar logam Pb dan Cd dari 1. Hasil penetapan parameter non spesifik dari Sumatra
Jawa, Sumatra dan Kalimanta hampir sama yaitu jauh untuk susut pengeringan, kadar abu total; kadar abu
dari maksimal nilai ambang batas. Kandungan Pb lebih tidak larut asam, kadar air ekstrak bobot jenis, kadar
besar dibandingkan dengan Cd. Kandungan Pb yang logam Pb dan Cd yaitu : 9,37 %; 2,44 %, 0,6 %;
berlebih dapat menyebabkan beberapa gangguan yang 7,11 % ; 1,7 g/L; 0,3175 ppm, 0,0679 ppm
merugikan. 2. Hasil penetapan parameter non spesifik dari Jawa
Pembahasan Umum untuk susut pengeringan, kadar abu total; kadar abu
Dari hasil uji penetapan parameter non spesifik tidak larut asam, kadar air ekstrak bobot jenis, kadar
dapat dilihat pada Tabel I. Dari Tabel I di bawah, terlihat logam Pb dan Cd yaitu : 13,15 %; 7,88 %; 1,97 %;
bahwa masing-masing asal mempunyai kelebihan dan 4,79 %, 1,78g/ml; 0,3218 ppm; 0,0679 ppm.
kekurangan. Uji kualitas dari Sumatra kadar abu total 3. Hasil penetapan parameter non spesifik dari
dan kadar abu tidak larut asam yang paling kecil Kalimantan untuk susut pengeringan, kadar abu
sehingga kandungan kulit buah manggis dari Sumatra total; kadar abu tidak larut asam, kadar air ekstrak

Tabel I. Uji Kualitas Ekstrak Kulit Buah Manggis dari Sumatra,


Jawa dan Kalimantan.

Uji Sumatra Jawa Kalimantan


(x ± LE) (x ± LE) (x ± LE)
% Susut Pengeringan 9,37±0,31 13,29±0,13 8,98±0,34
Kadar Abu Total (%) 2,44±0,05 7,88±0,16 3,07±0,59
Kadar Abu Tidak Larut 1,64±0,08 1,97±0,09 0,3±0,02
Asam (%)
Kadar Air Ekstrak (% v/b) 7,11±1,13 4,79±0,22 5,16±1,19
Bobot Jenis (g/ml) 1,7±10.-5 1,78±2,85x10-3 1,22±0,08
Kadar Logam Pb (ppm) 0,3175±6,6.10- 3 0,3175±1,4.10 -4 0,3218±1,4.10 -4
Kadar Logam Cd (ppm) 0,0679±1,4.10- 3 0,0679±6,6. 10-5 0,068±6,6.10-5

206
Penentuan Parameter Nonspesifik Ekstrak ........... ( Ayu Guntarti, dkk)

bobot jenis, kadar logam Pb dan Cd yaitu : 8,98 Lih, G.C., Ling, L.Y., Ching, C.W., 2008, Anti-
%; 3,07 %; 0,30 %; 5,16 %; 1,22 g/ml; 0,3218 inflammatory activity of mangostins from
ppm; 0,068 ppm. Garcinia mangostana, Food and Chemical
Toxicology, 46 (2) : 688–693
DAFTAR PUSTAKA Moongkarndi, P., Kosem, N., Luanratana, O.,
Anonim, 1986, Sediaan Galenik, Departemen Jongsomboonkusol, S., Pongpan, N., 2004,
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Antiproliferative activity of Thai medicinal plant
Anonim, 1989, Materia Medika Indonesia, Jilid V, extracts on human breast adenocarcinoma cell
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, line, Fitoterapia 75, 375–377.
Jakarta. Munekazu, I., Hideki, T., Toshiyuki, T., Asai, F., Yasuko,
Anonim, 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak K., Ryoyu, S., dan Ken-Ichi, M., 2011,
Tumbuhan Obat, Edisi I, Departemen Antibacterial Activity of Xanthones from
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Guttiferaeous Plants against Methicillin-
Ansel, H.C., 2007, Pengantar Bentuk Sediaan resistant Staphylococcus aureus.Journal of
Farmasi, Edisi IV, diterjemahkan oleh Farida Pharmacy and Pharmacology Journal of
Ibrahim, Jakarta: Penerbit Universitas Pharmacy and Pharmacology, 48(8) : 861-865.
Indonesia. Nattaya, C., Ken, I.F., Tomihisa, O., Shigeo, N.,
Anonim, 2008, Farmakope Herbal Indonesia, Edisi I, Yasushi, O., 1996, Histaminergic and
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Serotonergic Receptor Blocking Substances
Jakarta. from the Medicinal Plant Garcinia mangostana,
Anonim, 2000, Parameter Standar Umum Pembuatan Thieme Planta Medica, 62(5): 471-472.
Ekstrak Tumbuhan Obat, Departemen Putra, INK, 2010, Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Buah manggis (Garcinia Mangostana L.) Serta
Gandjar, I.G., and Rohman, A., 2007, Kimia Farmasi Kandungan Senyawa Aktifnya, J Teknologi
Analisis, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, Hal Industri Pangan, 21:1-5.
252-256. Saifuddin A, Rahayu V, Teruna HY, 2011, Standarisasi
Ho CK, Huang YL, Chen CC, 2002, Garcinone E, a Bahan Obat Alam, Graha Ilmu, Yogyakarta
Xanthone derivative, has potent cytotoxic Weecharangsan, W., Opanasopit, P., Sukma, M.,
effects against Hepatocellular carcinoma cell Ngawhirunpat, T., Sotanaphun, U., Siripong,
lines, Planta Med, 68(11): 975-979. P., 2006, Antioxidative and Neuroprotective
Huang, D.B., dan Prior R.L., 2005, The Chemistry Activities of Extracts from The Fruit Hull of
behind antioxidant capacity assay-reviews, J. Mangosteen (Garcinia mangostana Linn.), Med
Agric Food Chem, 53 : 1841-1856. Princ Pract, 15, 281-287.
Iswari, K., dan Sudaryono, T., 2007, 4 Jenis Olahan
Manggis,Si Ratu Buah Dunia dari Sumbar,
Tabloid Sinar Tani, Sumbar.
Khopkar, 2002, Konsep Dasar Kimia Analitik,
Universitas Indonesia Press, Jakarta.

207