Anda di halaman 1dari 23

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN PROFESI NERS

Tanggal pengkajian : 10 September 2019


Jam : 10.00 Wita

I. DATA DEMOGRAFI
1. Biodata
- Nama : Ny. H
- Usia / tanggal lahir : 35 tahun
- Jenis kelamin : perempuan
- Alamat : jalan gatot subroto
- Suku / bangsa : Banjar
- Status pernikahan : menikah
- Agama / keyakinan : Islam
- Pekerjaan / sumber penghasilan : Tidak Bekerja/ibu rumah tangga
- Diagnosa medic : F.20.0 (skizofrenia paranoid)
- No. medical record : 02-82- XX
- Tanggal masuk : 05/09/2019
Penanggungjawab
- Nama : Tn.M
- Jenis kelamin : Laki-laki
- Hubungan dengan klien : suami

II. KELUHAN UTAMA:


Klien mengatakan diantar oleh keluarganya karena sering mengamuk dirumah
dan merusak barang dirumah.
III. ALASAN MASUK
Klien mengatakan dia tidak bisa mengontrol emosinya . sebelum dibawa ke
rumah sakit ansari saleh klien sempat mengamuk dirumahnya .karena ibunya
tidak memasak makan siang untuknya.
IV. Faktor Presipitasi dan Predisposisi
1. Faktor Presipitasi
Klien mengamuk dikarenakan tidak disediakan makan siang untuknya
2. Faktor predisposisi
a. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ? Ya
b. Riwayat pengobatan sebelumnya? Tidak berhasil
Klien pernah dirawat dengan penyakit yang diderita sama seperti
sekarang ini pada tahun 2009 dan terakhir pada bulan juli 2019, klien
juga sering putus obat, klien juga memiliki riwat obat terlarang
3. Pelaku/Usia Korban/Usia
Saksi/Usia
a. Aniaya fisik
b. Aniaya seksual

c. Penolakan

d. Kekerasan dalam keluarga

e. Tindakan kriminal

Jelaskan : dari data yang di dapat disimpulkan bahwa klien pernah


mengalami gangguan jiwa di masa lalu klien pernah melakukan tindak
kekerasan dengan mengamuk di rumah, dan didalam keluarga klien
mengaku tidak pernah dianiaya oleh siapapun.

MASALAH KEPERAWATAN : RPK (Resiko Prilaku Kekerasan),

4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa


Klien mengatakan dalam keluarga tidak ada yang mengalami sakit yang
sama dengan klien

MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan


5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Pasien mengatakan tidak ada pengalaman yang tidak menyenangkan
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

V. FISIK
1. Tanda vital : TD : 110/80 mmHg RR : 20 kali/menit
HR : 88 kali/menit T : 36,20 C
2. Ukur BB : 60 kg TB : 1550 cm
3. Keluhan fisik : Ya V Tidak
Jelaskan : Tidak keluhan dalam masalah fisik

MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

VI. PSIKOSOSIAL
1. Genogram

Keterangan :
: Laki-laki : Tinggal serumah

: Perempuan : Meninggal

: Pasien : Bercerai

Penjelasan :
Klien merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara, klien sudah menikah,
dirumah klien tinggal bersama suami dan anaknya.pola asuh keluarga
sangat sabar dengan komunikasi 2 arah dan klien adalah seorang ibu
rumah tangga yang dan yang mengambil keputusan dalam keluarga
adalah ayah klien

MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan


2. Konsep diri
a. Gambaran diri : klien secara fisik normal, tidak ada anggota tubuh yang tidak
disukai.
b. Identitas : klien bernama Ny. H klien berumur 35 tahun. Klien tidak bekerja
dan klien merasa puas sebagai seorang perempuan dan ibu rumah tangga.
c. Peran : - Peran di rumah dan masyarakat
klien di rumah sebagai ibu, klien sekarang tidak berperan aktif sebagai
anggota masyarakat karena gangguan jiwa yang dialaminya.
d. Ideal diri : klien ingin cepat pulang dan cepat sembuh agar dapat berkumpul
dengan keluarganya.
e. Harga diri : klien tidak mengeluhkan terhadap harga dirinya
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

3. Hubungan Sosial
a. Orang yang terdekat : orang terdekat dengan klien adalah ayah dan suami.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat : kondisi kejiwaan yang
dialami klien, membuat klien hanya berdiam di rumah dan tidak ikut beperan
dalam kegiatan kelompok masyarakat.
b. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : klien tidak mengalami
hambatan dalam berhubungan dengan orang lain, klien mampu bersosialisasi
dengan dengan orang lain, klien mampu memulai pembicaraan terlebih dahulu.
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan
4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan
Klien beragama islam
b. Kegiatan ibadah
Di rumah : pada saat dirumah klien mengatakan tidak sholat lima waktu
Di RS: pada saat di rumah sakit jiwa klien mengaku kadang sholat
MASALAH KEPERAWATAN : distress spiritual

VII. STATUS MENTAL


1. Penampilan
Tidak rapi Penggunaan pakaian Cara berpakaian tidak
seperti tidak sesuai biasanya
Jelaskan : Klien terlihat rapi, ditandai dengan rambut yang diikat dan disisr
rapi dan menggunakan pakaian yang sesuai
MASALAH KEPERAWATAN : tidak ada masalah keperawatan

2. Pembicaraan

Cepat Keras Gagap V Inkoheren

Apatis V Lambat Membisu Tidak mampu


memulai pembicaraan
Jelaskan : Klien berbicara lambat namun kooperatif, kontak mata dapat
dipertahankan, namun lama lama pembicaraan klien menjadi tidak terarah
MASALAH KEPERAWATAN : kerusakan komunikasi verbal

3. Aktivitas Motorik:
Lesu Tegang V Gelisah Agitasi

Tik Grimasen V Tremor V Kompulsif

Jelaskan : klien mengatakan merasa gelisah dan terlihat sering mondar mandir,
kemudian tangan klien terkadang tampak tremor, sering bolak balik kamar mandi
untuk sekedar cuci tangan
MASALAH KEPERAWATAN : resiko tinggi cedera
4. Alam perasaaan
v Sedih Ketakutan v Putus asa Khawatir Gembira
berlebihan
Jelaskan : klien mengatakan sedih dan khawatir terhadap anak dan suaminya, klien
juga tampak sedih dan muruh
MASALAH KEPERAWATAN : ansietas

5. Afek

Adekuat Datar Tumpul V Labil Tidak sesuai

Jelaskan : Afek klien labil, cepat berubah-ubah, pandanganmata tajam dan nafas
terlihat cepat
MASALAH KEPERAWATAN : resiko perilaku kekerasan

6. lnteraksi selama wawancara


bermusuhan Tidak kooperatif Mudah tersinggung
v

V Kontak mata Defensif v Curiga

Jelaskan : Klien kooperatif dan kontak mata dapat dipertahankan, dan klien sering
merasa curiga terhadap suaminya
MASALAH KEPERAWATAN : kerusakan komunikasi verbal
7. Persepsi

Pendengaran Penglihatan Perabaan Derealisasi

Pengecapan Penghidu Depersonalisasi

Jelaskan : klien tidak ada masalah dengan persepsi.


MASALAH KEPERAWATAN : tidak ada masalah keperawatan
8. Proses Pikir

v sirkumtansial v tangensial kehilangan asosiasi

flight of idea blocking pengulangan


pembicaraan/persevarasi
Bicara cepat /logorea

Jelaskan : Klien berbicara cepat namun kooperatif, terkadang pembicaraan klien


berbelit dan tidak sampai pada tujuan
MASALAH KEPERAWATAN : perubahan proses pikir
9. Isi Pikir

Obsesi Fobia pesimisme

Rendah diri ide yang terkait pikiran magis

Agama Somatik kebesaran Curiga

nihilistic sisip pikir Siar pikir Kontrol


pikir
Jelaskan : Tidak ditemukan adanya waham, obsesi, fobia, rendah diri dan lain
sebagainya
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

10. Tingkat kesadaran

V Compos mentis Apati somnolen Sopor Koma

waktu tempat orang Disorientasi

Jelaskan : Tingkat kesadaran klien compos mentis, GCS 4 5 6


- Orientasi waktu : klien dapat membedakan antara pagi, siang dan
malam
- Orientasi tempat : klien mengetahui bahwa dirinya berada di RS dalam
tahap pengobatan.
- Orientasi orang : klien mampu mengingat teman dan nama perawat
yang sering mengajaknya berbicara.
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

11. Memori
Gangguan daya ingat jangka panjang gangguan daya ingat jangka
pendek
gangguan daya ingat saat ini konfabulasi

Jelaskan: - Gangguan daya ingat jangka panjang, klien mampu mengingat


kejadian yang terjadi lebih dari 24 jam terakhir, seperti nama orang
tuanya,tahun lahir dan tempat tinggal.
- Gangguan daya ingat jangka pendek,: klien mampu mengingat
kejadian yang terjadi 24 jam terakhir, seperti ditanya menu
makanan kemarin.
- Gangguan daya ingat jangka saat ini, tidak ada: klien mampu
mengingat kejadian yang baru terjadi, seperti saat berkenalan
ditanya nama perawat yang berkenalan siapa klien mampu
mengingat.
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan.

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung

mudah beralih tidak mampu konsentrasi Tidak mampu


berhitung sederhana

Jelaskan : klien mampu menyebutkan angka 1-10 dan pada saat dilakukan
pengurangan dan penambahan sederhana klien mampu melakukannya
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

13. Kemampuan penilaian

Gangguan ringan gangguan bermakna


Jelaskan : Klien tidak mengalami gangguan penilaian, klien mampu memutuskan
mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan.
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

14. Daya tilik diri

mengingkari penyakit yang diderita menyalahkan hal-hal diluar


dirinya

Jelaskan : Klien menyadari dirinya berada di RS Jiwa dan menyadari sedang


melakukan pengobatan.
.MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

VIII. Kebutuhan Persiapan Pulang


1. Makan

V Bantuan minimal Bantuan total


Klien dapat makan dengan arahan. Mencuci tangan dan berdoa sebelum makan.
Menyiapkan air minum untuk dirinya sendiri. Klien dapat merapikan bekas
makanannya sendiri. Klien makan 3 kali sehari, yaitu jam 8 pagi, jam 12 siang
dan jam 7 malam.
2. BAB/BAK

V Bantuan minimal Bantual total


Klien mampu mengontrol BAB/BAK dan pergi ke WC, setelah BAB/BAK.
KlienBAB 1x/hr dan BAK 4-5x/hr. klien dapat membersihkan bekas kotoran
yang ada di kloset dan pada tubuhnya, serta klien dapat menggunakan celana
kembali tanpa bantuan.
3. Mandi

V Bantuan minimal Bantuan total


Klien mampu mandi secara mandiri menggunakan sabun mandi dan shampo.
Klien selalu berkeramas dan menggosok giginya. Klien mandi 2 kali sehari, yaitu
pagi dan sore hari.
4. Berpakaian/berhias

V Bantuan minimal Bantual total


Klien mampu berpakaian sendiri, memakai dalaman atas/bawah lalu baju dan
mengancingkannnya, lalu memakai celana. Klien berganti pakaian setiap hari.
Klien mampu menyisir rambut sendiri.
5. Istirahat dan tidur
Tidur siang lama : 14.00 s.d 15.30 Wita

Tidur malam lama : 22.00 s.d 06.00 Wita

Kegiatan sebelum / sesudah tidur

Klien kadang berbaring ditempat tidurnya, tapi dapat bangun apabila disuruh
bangun untuk makan, mandi, minum obat, dan lain-lain. Klien tidur malam dari
jam 9 malam setelah minum obat sampai jam 6 pagi.

6. Penggunaan obat

V Bantuan minimal Bantual total


Klien masih diawasi dalam mengonsumsi obat dan diarahkan. Terapi obat yang
diberikan, yaitu Clozapine 2x50 mg , Trihexyphenidyl 2 mg 2 x 2, ability 15 gr
1x1 .

7. Pemeliharaan Kesehatan

Perawatan lanjutan V Ya tidak

Perawatan pendukung V Ya tidak


Klien memerlukan perawatan lanjutan saat klien berada di rumah dengan
melakukan kontrol sebelum habis obat, baik ke puskesmas atau poli jiwa.
Perawatan pendukung lainnya yang perlu diberikan saat klien pulang adalah
support system yang diberikan oleh keluarga.

8. Kegiatan di dalam rumah

Mempersiapkan makanan V Ya tidak

Menjaga kerapihan rumah V Ya tidak

Mencuci pakaian V Ya tidak

Pengaturan keuangan Ya V tidak


Klien perlu dipantau oleh keluarga saat di rumah untuk tetap melakukan aktivitas
sehari-hari, seperti menyiapkan makanan, menjaga kerapian rumah, mencuci
pakaian dan pengaturan keuangan

9. Kegiatan di luar rumah

Belanja V Ya tidak

Transportasi V Ya tidak

Lain-lain Ya V tidak

Klien perlu pemantauan ekstra dan pendampingan oleh keluarga baik itu dalam
hal berbelanja atau berjalan-jalan dengan menggunakan alat transportasi.
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

IX. Mekanisme Koping

Adaptif Maladaptif

V Bicara dengan orang lain Minum alkohol

Mampu menyelesaikan masalah Reaksi lambat/berlebih

Teknik relaksasi bekerja berlebihan

Aktivitas konstruktif menghindar

V Olahraga V mencederai diri

Lainnya _______________ lainnya :

Jelaskan pada saat klien menghadapi masalah klien cenderung menghindar reaksi
klien lambat dan mencederai diri sendiri
MASALAH KEPERAWATAN : mekanisme koping tidak efektif
XI. Masalah Psikososial dan Lingkungan:

Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik


Klien tidak ada maslah dengan anggota kelompok
Masalah berhubungan dengan lingkungan, spesifik
Klien mampu berhubungan dengan orang lain
V Masalah dengan pendidikan, spesifik
Klien hanya tamatan SMA
V Masalah dengan pekerjaan, spesifik
Klien tidak bekerja selama sakit
V Masalah dengan perumahan, spesifik
Klien tinggal dengan suam dan anaknya
Masalah ekonomi, spesifik
V Klien tidak bekerja sehingga ia ditanggung oleh keluarganya dan yang
lainnya.
Masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifik
Klien mampu menggunakan pelayanan kesehatan
MASALAH KEPERAWATAN : Tidak ada masalah keperawatan

XII. Pengetahuan kurang tentang

v Penyakit jiwa v system pendukung

v Faktor presipitasi penyakit fisik

v Koping obat-obatan
Jelaskan : Klien sedang mengalami gangguan jiwa. Faktor yang menyebabkan
klien dimasukkan ke rumah sakit jiwa karena mengamuk klien juga
kurang mengetahui tentang cara menghadapi suatu masalah dan..
Ada keluarga yang selalu sebagai sistem pendukung selain perawat
yang membantu. Klien tidak mengetahui tentang fungsi dan manfaat
obat yang dikonsumsinya.
MASALAH KEPERAWATAN : kurang pengetahuan

XIII.ASPEK MEDIK
Terapi medik : Clozapine 2x50 mg , Trihexyphenidyl 2 mg 2 x 2,
THP2mg (2x1)

No Nama dan Indikasi Kontra indikasi Efek


. dosis Samping
1 Clozapine Klien dengan Wanita hamil, pusing ,
2x50 mg skizofrenia yang wanita menyusui, mual,
(2x1) tidak bereaksi pada menderita penyakit merasa
obat obat antipsikotik jantung, gg. panas dan
lain pembuluh darah, berkeringat,
sel darah, hati, BB
kelenjar prostat bertambah
atau ginjal, gg. namun
usus seperti nafsu
konstipasi berat, makan
epilepsi, berkurang,
glaukoma, depresi, meningkatn
dan gg. ya produksi
pernapasan. airliur, sulit
BAB,
perubahan
hasil tes
darah dan
EKG.
2 Trihexypheni gejala skizofrenia dan Jangan diberikan Sakit
dyl 2 mg 2 x masalah perilaku, untuk pasien yang kepala atau
2 atau emosional, serta memiliki riwayat pusing ,
mengantuk
masalah kejiwaan hipersensitif
, mual ,
lainnya terhadap batuk ,
aripiprazole.tidak ruam ,
dimaksudkan gelisah ,
untuk pengobatan cemas ,
psikosis terkait lemah ,
demensia pada insomnia ,
konstipasi ,
pasien lanjut
penglihatan
usia.sebaiknya kabur ,
tidak digunakan hidung
untuk pasien yang tersumbat ,
menderita berat badan
kerusakn hati bertambah ,
parah. tremor .
3 THP 2 mg Konstipasi
Mengobati ‘efek Wanita hamil,
(2x1) Pusing Sulit
samping extrapyrami wanita menyusui, buang air
kecil
dal’ yang tidak Harap berhati-hati Mulut
diinginkan akibat bagi penderita kering
Pandangan
obat tertentu gangguan hati, buram
gangguan ginjal, Mual

psikosis, tekanan
darah tinggi,
glaukoma, myasthe
nia gravis, prostat,
konstipasi,
gangguan jantung,
atau pembuluh
darah

II. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


a. Resiko Perilaku Kekerasan
b. distress spiritual
c. kerusakan komunikasi verbal
d. resiko tinggi cedera
e. ansietas
f. perubahan proses pikir
g. mekanisme koping tidak efektif
h. kurang pengetahuan

IX. ANALISA DATA


Tanggal : 12 September 2019
NO DATA MASALAH
1. DS: Resiko Perilaku Kekerasan
- Klien diantar oleh ibu,
pamannya karena klien
mengatakan mengamuk di
rumah
- Klien mengatakan ketika di
dirumah klien marah-marah
karena tidak disiapkan makan
siang untuknya dan sempat
merusak peralatan yang ada
dirumah, sehingga keluarganya
melihat dan membawa klien ke
rumah sakit ansari saleh
- klien pernah mengalami
gangguan jiwa di masa lalu
klien pernah melakukan tindak
kekerasan dengan mengamuk di
rumah

DO:
- Tidak terlihat di bagian tubuh
klien bekas luka
- Kontak mata klien dapat
dipertahankan
- Di dalam data rekam medik
terdapat riwayat mengamuk,
keluyuran

DS Distress spiritual
- pada saat di rumah sakit
jiwa klien mengatakan
kadang sholat
DO -
DS Kerusakan komunikasi verbal

DO
- Klien berbicara lambat
- klien kooperatif,
- kontak mata dapat
dipertahankan
- lama lama pembicaraan
klien menjadi tidak terarah
DS Resiko tinggi cedera
- klien mengatakan merasa
gelisah
DO
- Klien tampak sering mondar
mandir
- tangan klien terkadang
tampak tremor
- klien sering bolak balik
kamar mandi untuk sekedar
cuci tangan
DS Ansietas
- klien mengatakan sedih dan
khawatir terhadap anak dan
suaminya
DO
- klien juga tampak sedih dan
murung
- klien tampak gelisah
DS Perubahan proses pikir

DO
- Klien berbicara cepat
- Klien tampak kooperatif,
- pembicaraan klien berbelit
dan tidak sampai pada
tujuan
DS Mekanisme koping tidak efektif

DO
- pada saat klien menghadapi
masalah klien tampak
cenderung menghindar
- reaksi klien tampak lambat
DS Koping individu tidak efektif
- klien mengetahui faktor
yang membuatnya menjadi
dirawat di rumah sakit
- Klien mengatakan tidak
mengetahui manfaat dan
fungsi dari obat yang selama
ini diminumnya
- Klien mengatakan
keluarganya selalu
mendukungnya untuk tetap
menjalani pengobatan

DO

POHON MASALAH

Resiko Mencederai Diri Sendiri, Orang Lain, Lingkungan

Resiko Perilaku Kekerasan

Koping Individu Tidak Efektif

NO DIAGNOSA TUJUAN INTERVENSI KEPERAWATAN

Resikoperilaku Setelah SP I
kekerasan dilakukan
- bina hubungan saling percaya
tindakan - identifikasi penyebab marah, tanda dan
keperawatan gejala yang dirasakan, PK yang dilakukan,
selama 6x akibat PK
pertemuan - Latih cara mengontrol PK secara fisik
diharapkan SP II: Latihan mengontrol perilaku kekerasan
pasien dapat dengan obat
mengontrol - Evaluasi jadwal harian klien untuk cara
perilaku mnecegah marah yang sudah dilatih
kekerasan - Latih pasien konrol PK dengan cara minum
dengan kreteria obat secara teratur dengan prinsip lima
hasil : benar
SP III: Latihan mengontrol PK secara
sosial/verbal
- Membina - Evaluasi jadwal harian untuk 2 cara fisik
hubungan - Latih kontrol PK dengan cara ungkapkan
saling rasa marah secara verbal: menolak dengan
percaya baik, mengungkapkan perasaan dengan
- Pasien baik.
dapat - Susun jadwal latihan mengungkapkan
menyebutk marah secara verbal
an
penyebab
PK
- Pasien SP IV: Latihan mengontrol PK secara spiritual
dapat
menyebutk - Diskusikan hasil latihan mengontrol PK
an tanda secara spritual
gejala PK - Latih Shalat dan berdoa
- Pasien - Buat jadwal latihan shalat dan berdoa
dapat
mengidentif
ikasi PK
yang
dilakukan
- Pasien
dapat
mengidentif
ikasi akibat
PK
- Pasien
menyebutk
an cara
mengontrol
PK
- Pasien
mampu
memprakte
kkan latihan
cara
mengontrol
PK dengan
nafas
dalam,
pukul
bantal atau
kasur,
secara
verbal, sec
ara spiritual
dan
penggunaan
obat dengan
benar

Setelah SP I:
dilakukan - Diskusikan kemampuan dan aspek positif
tindakan yang dimiliki klien
keperawatan - Bantu klien menilai kemampuan yang masih
selama 4x dapat digunakan
pertemuan - Bantu klien memilik/menetapkan
diharapkan kemampuan yang akan dilatih
SP II:
pasien dapat
mengontrol - Latih klien melakukan kegiatan lain yang
harga diri rendah sesuai dengan kemampuan klien dan
dengan kreteria menyusun rencana tindakan.
hasil :
- Membina
hubungan
saling
percaya
- Pasien
dapat
menyebutk
an
penyebab
HDR
- Pasien
dapat
menyebutk
an tanda
gejala HDR
- Pasien
dapat
mengidentif
ikasi HDR
yang
dialami
- Pasien
dapat
mengidentif
ikasi akibat
HDR
- Pasien
menyebutk
an cara
mengatasi
HDR
- Pasien
mampu
memprakte
kkan latihan
cara
mengontrol
HDR

XIX. CATATAN PERKEMBANGAN/SOAP

TGL IMPLEMENTASI EVALUASI


DS : S:
DO : - klien mengatakan lebih tenang setelah
Dx.. Kep tarik nafas dalam dan akan mencobanya
Tindakan : ketika hendak marah.
SP I - Klien mengatakan lebih suka bermain
mendiskusikan bersama gitar dari pada pukul bantal untuk
klien penyebab marah, menyalurkan marah dengan fisik
tanda dan gejala PK, PK O:
yang dilakukan saat marah, - klien bicara lancar, tampak fokus
akibat PK, cara kontrol PK - klien kooperatif, tatapan mata tajam,
tampak tegang, klien tidak menyadari
bahwa dirinya melakukan perilaku
mengajarkan cara kontrol kekerasan.
PK dengan Fisik I ( tarik - Klien mampu mendemonstrasikan cara
nafas dalam ) fisik I( tarik nafas dalam) .
mengajarkan cara fisik 2 A: RPK masih ada
dengan bermain gitar P:
RTL : - latihan nafas dalam 2x/hari jam 06.00
- Evaluasi SP I dan 16.30
- Lanjutkan SP II - bermain gitar
(patuh minum obat)

SP II: S : klien mengatakan sudah bisa melakukan


Mengevaluasi jadwal teknik nafas dalam. Klien mengatakan minum
harian klien untuk cara obat sesuai jadwal yang diberikan dokter
mencegah marah yang
O: Klien sudah mampu mengetahui tentang
sudah dilatih.
manfaat, efek samping dan perlunya minum
Melatih pasien konrol PK
dengan cara minum obat obat rutin. Klien minum obat tepat waktu.
secara teratur dengan A: RPK berkurang
prinsip lima benar. P:
- latihan nafas dalam 2x/hari jam 06.00
dan 16.30
2.
- bermain gitar
- minum obat sesuai jadwal

S:
Sp III :
- klien mengatakan dapat mengontrol
Latihan mengontrol PK
emosinya dengan cara fisik (nafas
secara verbal
dalam)
Evaluasi jadwal harian
- Klien mengatakan terapi musik sudah
untuk dua cara fisik
dilakukan sesuai dg jadwal klien sendiri
Latihan megungkapkan
- Klien mengatakan mau latihan bicara
rasa marah secara verbal,
yang baik ( menolak dg baik jika ada yg
menolak dengan baik,
menyuruh dan meminta dengan baik
mengungkapkan perasaan
tanpa marah dengan nada suara yg
dengan baik.
Susun jadwal latihan rendah serta tidak menggunakan kata-
mengungkapkan marah kata yg kasar)
secara verbal
O:
- klien tampak senang, klien mampu
mendemontrasikan cara fisik II dengan
baik tanpa bimbingan.
A: SP III tercapai.
P:
Pp :
- lanjutkan SP IV
- Diskusikan hasil latihan mengontrol
perilaku kekerasan secara fisik, dan
sosial/ verbal.
Pk :
- Latihan sholat/ berdo’a
- Buat jadwal latihan sholat/ berdo’a

SP IV S : klien mengatakan masih ingat cara control


1. memvalidasi masalah marah yang sudah diajarkan (tarik nafas dalam
2. melatih kontrol PK dengan dan pukul bantal), klien mengatakan sudah
cara spiritual sering berdo’a dan shalat di RSJ
3. Membimbing pasien O: klien tampak senang, kontak mata baik, klien
memasukkan dalam jadwal bersedia membicarakan dengan baik – baik
kegiatan harian ketika marah
A: SP III tercapai
SP V P: lanjutkan SP IV (dengan cara spiritual)
1. Memvalidasi masalah
2. menjelaskan cara kontrol S : klien mengatakan sudah dapat mengontrol
PK dengan minum obat emosi, dan akan mencoba cara control marah
teratur dengan berdo’a dan shalat
3. membimbing pasien O: klien tampak senang
memasukkan dalam jadwal A: SP II belum optimal
kegiatan harian P: lanjutkan SP V (dengan cara minum obat
teratur)

S : klien mengatakan sudah teratur dalam


meminum obat
O: klien tampak tenang dan senang, klien
kooperatif
A: dapat menggunakan obat secara teratur
P: pertahankan kondisi pasien

Banjarmasin, September 2019


Preseptor Akademik Preseptor Klinik

(………………….) (…………………)