Anda di halaman 1dari 3

Desai Eksperimen

 Faktor – factor yang mempengaruhi validasi


a. Factor pengaruh validasi internal
1. Pengaruh sejarah
Sebuah peristiwa sejarah akan merancukan hubungan sebab akibat antara kedua
variable, sehingga akan memepengaruhi validitas internal. Sebagai contoh : sebuah
perusahaan keju akan melakukan penelitian promosi penjualan menggunakan “beli satu
gratis satu” dan kebetulan disaat yang bersamaan para petani susu juga membuat iklan
tentang manfaat olahan susu terutama keju apalagi untuk pertumbuhan anak-anak.
Disaat itu perusahaan akan merasa bingung dan tidak tahu berapa kenaikan yang
disebabkan oleh promosi penjualan dan berapa kenaikan yang disebabkan oleh iklan
para petani susu.

Promosi penjualan Efisiensi meningkat

Iklan
petani
susu

2. Pengaruh Mutasi
Pengaruh mutase adalah pengaruh berjalannya waktu variable lain yang tidak dapat
dikontrol. Ini merupaka sebuah fungsi dari proses baik biologis dan psikologis yang
terjadi pada responsden. Contohnya : bertambahnya usia, kelelahan, rasa lapar dan rasa
bosan.
3. Pengaruh pengujian
Untuk menguji pengaruh sebuah perlakuan subjek diberikan prates. Pertama ukuran
variable terikat diambil, kemudian perlakuan diberikan, dan setelah itu ukuran ke dua
dari terikat diambil. Pengalaman responden akan mempengaruhi baik validitas internal
dan eksternal dari temuan tersebut. Proses tersebut dapat menyebabkan 2 jenis
pengaruh yang pertama terjadi ketika observasi sebelumnya mempengaruhi observasi
selanjutny. Pengaruh pengujian pertama terjadi karena partisipan ingin menjadi
konsisten. Yang kedua yaitu pengaruh pengujian interaktif terjadi ketika prates
mempengaruhi reaksi partisipan terhadap perlakuan variable bebas.
4. Pengaruh bias seleksi
Anacaman pada validitas internal berasal dari seleksi subyek yang tidak tepat atau tidak
cocok untuk kelompok eksperimen dan kelompok control. Contohnya :
5. Pengaruh mortalitas
Pengaruh moralitas merupakan bentuk pengaruh yang disebabkan oleh pengurangan
dalam kelompok eksperimen, kelompok control, atau keduannya saat ekperimen
berlangsung.
6. Pengaruh regresi statistic
Pengaruh ini muncul jika anggota yang terpilih untuk kelompok eksperiman mempunyai
skor awal yang ekstrem pada variable terikat.
7. Pengaruh instrumentasi
Pengaruh ini muncul karena adanya perubahan pada instrument pengukuran pada
prates dan pascates.
b. Factor yang mempengaruhi validitas eksternal hanya ada 2 yaitu pengujian interaktif dan
seleksi

 Validitas internal dalam studi kasus


 Jenis desain eksperimen dan validasi internal
1. Desain eksperimen semu
Desain Eksperimen Semu (Quasi-experimental Design) teridiri atas prates dan pascates
desain kelompok eksperimen
2. Desain empat kelompok salomon
Desain eksperimental yang mengatur dua kelompok eksperimen dan dua kelompok kontrol,
memberikan prates dan pascates kepada satu kelompok eksperimen dan satu kelompok
kontrol, dan hanya memberikan pascates kepada kelompok eksperimental dan kontrol yang
lain.
3. Double blind study
Studi di mana elaku eksperimen maupun subyek tidak menyadari siapa yang diberi
perlakuan sebenarnya dan siapa yang seakan-akan (placebo).
4. Desain Eksperimen murni
Desain Eksperimen yang meliputi perlakuan, kelompok kontrol, dan merekam informasi
sebelum dan sesudah kelompok eksperimen diberi perlakuan. Disebut juga Ex Post Facto
Experimental Design dilakukan untuk membuktikan hubungan sebab–akibat. Tidak ada
manipulasi variabel bebas dalam eksperimen lab atau lapangan, namun subyek yang telah
diberi stimulus dan tidak, dipelajari. Misalnya: Untuk mempelajari pengaruh pelatihan
terhadap kinerja karyawan, maka data kinerja kedua kelompok baik yang telah mengikuti
pelatihan sebelumnya ataupun belum, dikumpulkan. Desain Eksperimen Ex Post Facto,
dilakukan jauh setelah pelatihan itu dilakukan sebelumnya.
5. Simulasi
Alternatif eksperimentasi lab dan lapangan yang saat ini dipergunakan dalam penelitian
bisnis adalah simulasi karena simulasi berada diantara eksperimen lab dan lapangan, sejauh
lingkungan diciptakan secara artifisial tetapi tidak jauh berbeda dari realitas.
 Isu etika dalam penelitian desain eksperimen
1. Mendesak orang untuk berpartisipasi dalam eksperimen dengan paksaan, atau
menggunakan tekanan social..
2. Memberikan tugas kasar dan mengajukan pertanyaan yang merendahkan dan mengurangi
harga diri partisipan
3. Menipu subyek dengan secara sengaja jmenyesatkan mereka terkait dengan tujuan
penelitian yang sebenarnya
4. Menyebabkan stress fisik atau pun mental bagi peserta
5. Tidak memperoleh subyek untuk mengundurkan diri dari penelitian meskipun mereka
menginginkannya
6. Tidak menjelaskan prosedur yang berlaku dalam eksperimen
7. Menempatkan responden dalam situasi yang berbahaya dan tidak aman
8. Tidak melakukan tanya jawab dengan partisipan secara menyeluruh dan akurat setelah
eksperimen terakhir
9. Tidak menjaga privasi dan rahasia informasi yang diberikan oleh partisipan
10. Tidak memeberikan intensif untuk kelompok control