Anda di halaman 1dari 2

Cetaceum ( FI III hal 141 dan Handbook of Pharmaceutical Exipient 6

th
hal 104) Pemerian : massa hablur, bening, licin, putih mutiara, bau dan rasa lemah.

Kelarutan : praktis tidak larut dalam air, dalam air dingin, larut dalam 20 bagian etanol
mendidih, dalam kloroform pekat, dalam minyak lemak, minyak atsiri.
Titik lebur :44-52
Konsentrasi : topical cream dan ointment 1 -15 %
Stabilitas ;diatas suhu 40
Kegunaan : zat pengeras, (stiffening agent)
OTT : asam kuat Stabilitas
Penyimpanan : dalam wadah tertutup di tempat yang sejuk dan kering. Bobot jenis : 0.95
Cera alba (FI III hal 140,FI IV hal 186 dan Handbook of Pharmaceutical Exipient 6
th
Hal 558 ) Pemerian : zat padat,lapisan tipis bening,putih kekuningan,bau khas lemah,bebas
bau tengik Kelarutan : praktis tidak larut larut dalam air,agak sukar larut dalam etanol(95%) p
dingin,larut dalam kloroform p,dalam eter hangat,dalam minyak lemak dan dalam minyak
atsiri.
Titik lebur 62- 64 C.
Stabilitas pada suhu >50 terjadi ester akibat penurunan harga asam.
dan melting point.
Konsentrasi : 1 – 20 % .
Kegunaan : zat pengeras (stiffening agent ),basis minyak,stabilisator emulsi,peningkat
konsentrasi krim OTT : Oxidizing Agent Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik dan
terlindung dari cahaya
Digunakan untuk meningkatkan titik lebur oleum cacao: Penambahan Cera flava tidak boleh lebih
dari 6 % sebab akan memperoleh campuran yang mempunyai titik lebur di atas 370 C dan tidak boleh
kurang dari 4 % karena akan memperoleh titik lebur di bawah titik leburnya ( < 330 C ).

Oleum cacao: sebagai basis suppositoria.

Oleum Cacao (Martindale XXX hal 1110, Excipient hal 517)

Pemerian : lemak padat, putih kekuningan, bau khas aromatis, rasa khas lemah, agak rapuh.

Kelarutan : sukar larut dalam etanol (95%) mudah larut dalam kloroform P, dalam eter P.

Stabilitas : memanaskan oleum cacao diatas 36°selama preparasi akan mengakibatkan titik
memadat menjadi bentuk meta stabil yang mengakibatkan kesulitan
dalam membuat suppositoria.

OTT : terjadi reaksi kimia antara basis lemak suppositoria dan jarang pada obat yang sama
tetapi beberapa potensial, untuk beberapa indikasi. Reaksi besarnya
pada mulai basis hdirofil.

Konsentrasi : 40 – 96 %

Kegunaan : basis suppossitoria

Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat.


Cera alba (FI IV hal 186,Excipient hal 560 )

Pemerian : padatan bewarna kuning sampai coklat keabuan, berbau enak seperti madu, agak
rapuh bila dingin dan bila patah membentuk granul, patahan non
hablur menjadi lunak oleh suhu tangan.

Kelarutan : tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol dingin,etanol mendidih.

Konsentrasi : 52 – 55 %

Stabilitas : kurang stabil, ketika disimpan di ruang tertutup, dibotol dan terlindung dari
cahaya.

Kegunaan : pengeras basis suppos

OTT : bahan pengoksida

Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik.

Cera Flava
Pemerian : Padatan berwarna kuning sampai coklat keabuan;
berbau seperti madu; agak rapuh bila dingin; bila patang
membentuk granul
Kelarutan : Tidak larut dalam air; agak sukar larut dalam etanol
dingin; larut sempurna dalam kloroform, eter, minyak
lemak, minyak atsiri; larut sebagian dalam benzena dan
karbon disulfida dingin; pada suhu 30 °C larut sempurna
dalam benzena dan karbon disulfida dingin
(Farmakope Indonesia edisi IV, 1995).
Titik leleh : 62 – 65 °C
Penyimpanan : Simpan pada wadah tertutup rapat, tempat sejuk , jauh
dari sumber panas, jauhkan dari api
Stabilitas kimia : Stabil dalam kondisi normal
Inkompatibilitas : Hindari kontak dengan oksidator kuat
Toksikologi : Toksisitas akut oral akut (LD50 : > 2000 mg/kg)
(caclo,2011)