Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN PERFORASI GASTER
DI RUANG NURI RSD IDAMAN BANJARBARU

Tanggal 24 – 29 Juni 2019

Oleh:
Sari, S.Kep
NIM. 1830913320021

PENDIDIKAN PROFESI NERS ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2019
LEMBAR PENGESAHAN

NAMA : Sari, S.Kep

NIM : 1830913320021

JUDUL : - Laporan Pendahuluan Perforasi Gaster


- Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Perforasi
Gaster Di Ruang Nuri RSD Idaman Banjarbaru

Banjarbaru, 24 Juni 2019

Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Agianto, S.Kep., M.N.S., PH.D Sri Wahyuni, S.Kep., Ns


NIP. 198208182008121003 NIP. 198912252011012002
Definisi
Perforasi gaster adalah suatu KONSEP DASAR
penetrasi yang kompleks dari dinding
lambung, usus besar, usus halus akibat PERFORASI
GASTER Etiologi
dari bocornya isi dari usus ke dalam
rongga perut.
 Trauma pada bagian perut
 Obat-obatan : Aspirin,
Manifestasi Klinis Pemeriksaan Penunjang NSAID, steroid
 Bahan kimia
1. Nyeri perut  Stress
2. Nausea  Radiologi
3. Vomitus  Ultrasonografi
4. Demam  CT Scan
5. Menggigil

Penatalaksanaan

Penatalaksanaan perforasi gaster tergantung pada penyakit yang Komplikasi


mendasarinya. Intervensi bedah hampir selalu dibutuhkan dalam bentuk
 Kegagalan luka
laparotomy explorasi dan penutupan perforasi dengan pencucian pada operasi
rongga peritoneum (evacuasi medis). Terapi konservatif diindikasikan  Syok septik
pada kasus pasien yang non toxic dan secara klinis keadaan umumnya
stabil dan biasanya diberikan cairan intravena, antibiotik, aspirasi NGT,
dan pasien dipuasakan.
Pathway Perforasi Gaster Perforasi Gaster

Stress Obat-obatan Bahan Kimia Trauma

Penghancuran sawan epitel


Perfusi mukosa lambung
terganggu
Kerusakan mukosa barier

Pengeluaran histamin

Merangsang pengeluaran HCL Peningkatan produksi pepsinogen


Perangsangan zat pirogen di hipotalamus
Peningkatan HCL Lambung Medulla oblongata
Memicu pengeluaran prostaglandin
Degenerasi mukos Sistem limbik

Nyeri Akut Iritasi mukosa lambung Reaksi mual muntah


Perubahan set point
Penghancuran kapiler & vena kecil Anoreksia
perdarahan Intake makanan tidak adekuat Suhu tubuh meningkat

perforasi
Keseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh hipertermia
Invasi bakteri ke peritoneum

Inflamasi peritonitis

nyeri
ASUHAN KEPERAWATAN
PERFORASI GASTER

Pengkajian

Anamnesa
- Identitas Pasien
- Riwayat Kesehatan
- Keluhan utama
Nyeri perut, mual muntah, flatulens, diare, konstipasi
- Riwayat Kesehatan sekarang
- Riwayat penyakit dahulu
- Riwayat penyakit dan riwayat MRS
- Riwayat penggunaan obat-obatan
- Riwayat alergi
- Pola fungsi kesehatan
1. pola persepsi dan tatalaksana hidup sehat
2. pola nutrisi dan metabolism
3. pola eliminasi
4. pola istirahat dan tidur
5. pola aktivitas dan latihan
6. pola persepsi dan konsep diri
7. pola sensori kognitif
8. pola hubungan peran
9. pola penanggulangan stress
10. pola reproduksi seksual
11. pola tata nilai dan kepercayaan

DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1. Nyeri Akut
2. Keseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
3. Hipertermia
Nyeri akut Keseimbangan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh

NOC: Pain control, Pain level NOC :


Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit nyeri Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24 jam, masalah dapat
pasien teratasi dengan kriteria hasil: teratasi dengan kriteria hasil :
1. Mengenali serangan nyeri 1. Adanya peningkatan BB sesuai dengan tujuan
2. Melaporkan nyeri
2. BB ideal sesuao dengan TB
3. Ekspresi wajah akibat nyeri
3. Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
NIC: Pain Management 4. Tidak ada tanda-tanda malnutrisi
1. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, 5. Tidak terjadi penurunan BB yang berarti
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
2. Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan NIC : Nutrition Manajemen
3. Kurangi faktor presipitasi nyeri 1. Kaji adanya alergi makanan
4. Pilih dan lakukan penanganan nyeri 2. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori
5. Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi
6. Ajarkan tentang teknik nonfarmakologi dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
7. Evaluasi keefektifan kontrol nyeri 3. Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe
8. Tingkatkan istirahat 4. Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitamin C
9. Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa 5. Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk
lama nyeri akan berkurang dan antisipasi ketidaknyamanan dari mencegah konstipasi
prosedur 6. Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
10. Kolaborasikan dengan dokter untuk memberikan farmakologi
7. Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang
mengurangi nyeri
dibutuhkan
Hipertermia

NOC: Termoregulasi
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan :
1. Suhu tubuh dalam rentang normal
2. Nadi dan pernafasan normal
3. Tidak ada perubahan warna kulit dan tidak ada pusing

NIC: Pengaturan suhu


1. Monitor suhu dan TTV lainnya
2. Monitor warna kulit
3. Berikan health edukasi untuk mencegah dan mengontrol
menggigil

NIC: Perawatan deman


4. Anjurkan pasien untuk banyak minum air putih
5. Anjurkan keluarga untuk kompres hangat
6. Anjurkan keluarga untuk selimuti pasien
Bulecheck, Gloria M, dkk. 2013. Nursing Interventions Classification
(NIC) Edisi 6. Elsevier
DAFTAR PUSTAKA
Hardman, T Heather. 2015. Nanda International Inc. Diagnosis
Keperawatan :definisi & klasifikasi 2015-2017 Edisi 10.
Jakarta: EGC
Mansjoer, Arif., Suprohalta., Wardhani, Wahyu Ika., Setiowulan, Wiwiek.
2000 . Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga, Jilid 2. Jakarta :
Media Aesculapius.
Moorhead, Sue, dkk. 2013. Nirsing Outcomes Classification (NOC)
Edisi 5. Elsevier
Nurarif, Amin Huda & Kusuma, Hardi. 2013. Aplikasi Asuhan
Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA NIC
NOC Jilid 2. Jakarta:EGC
Pieter, john, editor : Sjamsuhidajat, R. dan De Jong, Wim,. 2004. Gaster
dan Duodenum, Buku Ajar Ilmu Bedah, Edisi 2. Jakarta : EGC
Price AS, Wilson LM. 2005. Perotinitis dalam buku ajar patofisiologi.
Edisi 6. Jakarta : EGC