Anda di halaman 1dari 19

II.

TEORI DASAR

Pada penulisan tugas akhir ini, pokok pem bahasan masalgh dalam sistem

kemudi kapal patroli ditekankan pada disain rangkain sistem hidrolik yang digunakan

sebagai sistem transfer energi dan ju g a sebagai sistem pengendaliannya {feed-back

control). U ntuk itu teori dasar yang dibahas hanya yang berhubungan dengan

dasar-dasar teori sistem hidrolik dengan sistem pengendaliannya, dan

kom ponen-kom ponen yang dibahas sebatas pada kom ponen hidrolik yang digunakan

pada sistem kem udi tersebut.

1. PRINSIP-PRINSIP DASAR MEKANIKA FLUIDA YANG DIGUNAKAN

DALAM PERHITUNGAN SISTEM TENAGA HIDROLIK .

1.1 Gava Seret (Fd) dan Gava Samping (FO

B ila suatu aliran bergerak relatif terhadap suatu benda, m aka benda tersebut

akan m engalam i gaya akibat aliran, yang merupakan gabungan antara gaya

tekan dengan gaya geser oleh aliran. Untuk benda dengan bentuk stream line
7

(hydrofoil), ada dua buah gaya yang bekerja pada bcnda tersebut, yaitu gaya

scrct (Fd) dan gaya asigkat (FI).

Arah aliran

G am bar 2-1. G ay a -gay a yang bekerja p a d a hydrofoil

G aya scret adalah kom poncn gaya aliran pada suatu body yang bekerja

scjajar dengan arah aliran fluida. G aya ini dapat dirum uskan sebagai berikut

F d = ^ .c a.p.v2A (2-1)

D im a n a :

- ed = koefisien seret

- p = m assajen is fluida (kg/m 3)

- v = kecepatan aliran (m/dt)

-A = luasan bidang frontal (m 2)

G aya sam ping adalah komponen gaya aliran pada suatu body yang

bekerja tcgak lurus dengan arah aliran fluida. G aya ini dapat dirum uskan

sebagai b e rik u t:

Fl = ± c,.p .v* A (2-2)

D im a n a :

- c, = koefisien samping
8

- p = m assa jcnis fluida (kg/m 3)

- v = kecepatan aliran (m/dt)

- A = luasan bidang frontal (m 2)

Pada rum usan di atas c, dan cd adalah fungsi dari angak reynold dan sudut

serang (angle o f attack) a , yaitu sudut antara hydrofoil chord dengan vektor

kecepatan fre e st ream.

1.2 Hukum Pascal

Tekanan di dalam fluida statik mem punyai sifat-sifat sebagai b e rik u t:

- tekanan bekerja dengan arah tegak lurus terhadap titik-titik m ereka bekerja

- tekanan di setiap titik adalah sam a dalam segala arah

- tekanan yang digunakan oleh satu bagian dari fluida dalam bejana tertutup

akan diteruskan dengan sam a rata ke bagian lain dari fluida tersebut.

Pernyataan di atas m erupakan prinsip-prinsip dasar dari hukum

Pascal, yang hal ini dapat dijelaskan seperti gam bar 2-1 di baw ah ini.

G am bar 2-2. Tekanan yang terjadi di dalam bejana tertutup

Jika sebuah gaya F bekerja pada fluida yang tertutup m elalui suatu

perm ukaan A, maka akan terjadi tekanan fluida sebesar p. Tekanan yang

bekerja ini tergantung dari gaya yang bekerja tegak lurus terhadap

perm ukaan dan luasannya, atau dapat dirum uskan :

(2-3)
D im a n a :

- p = tekanan [Pa]

- F = gaya yang bekerja [N]

-A = luas perm ukaan yang diberikan gaya [m2]

K arena tekanan terbagi rata dan sam a ke segala arah, m aka bentuk

tangki (tem pat fluida berada) bukan merupakan suatu faktor yang penting.

Sedangkan untuk dapat bekerja dengan tekanan yang berasal dari gaya Iuar,

digunakan sistem seperti gam bar di bawah ini.

F1 F2

S2

G am bar 2-3. Tekanan yang berasal dari gaya luar

Jika gaya F, diberikan pada perm ukaan A ,, m aka akan didapat tekanan

(2-4)

Tekanan p diteruskan ke sem ua bagian pada sistem , dem ikian ju g a

pada perm ukaan A 2 sehingga gaya yang dapat dicapai sam a dengan beban

yang diangkat.

F2 = p x A 2 (2-5)

sehingga
10

Dari hal di atas dapat diketahui bahw a perbandingan gaya sebanding dengan

perbandingan luas.

Jika dengan gaya F, dan perm ukaan A, tekanan yang dihasilkan dapat

m engalahkan gaya F 2 atas perm ukaan A2, m aka beban F 2 dapat ditingkatkan

dengan mengabaikan akibat gesekan yang terjadi.

H ubungan jarak perpindahan S I dan S2 dari kedua torak adalah

berbanding terbalik dengan luas pcrm ukaannya

1.3 P e rs a m a a n K o n tin u itas

Jika fluida inkom pressible m engalir dalam pipa yang diam eternya berubah,

volum e yang sam a akan m engalir dalam waktu yang sama, akan tetapi

kecepatan volum e aliran berubah (gam bar 2-3).

A2
V2

V1

G am bar 2-4. Aliran flu id a dalam p ipa yang diam eternya berubah

V olum e aliran yang m engalir dalam pipa te rs e b u t:

(2-9)

D im a n a :

- Q = volum e aliran [liter/menit]


11

- V = volum e [liter]

- t = waktu [menit]

Dari hubungan : V= A . s

D im ana :

- A = luas penam pang aliran [m2]

- s = panjang lintasan [m]

M aka persam aan (2-9) di atas m e n ja d i:

(2- 10)

Sedangkan jarak (s) per satuan waktu (t) adalah kecepatan (v), m aka :

Q=A.v (2- 11)

Dari hukum kontinuitas m aka di d a p a t:

A,. v, = A 2 . v2 (2- 12)

D im a n a :

- A, = luas penam pang 1 [m2]

- A 2 = luas penam pang 2 [m2]

- v, = kecepatan rata-rata aliran fluida pada penam pang 1 [m/dtk]

- v2 = kecepatan rata-rata aliran fluida pada penam pang 2 [m/dtk]

1.4 Konsiderasi Energi Aliran dalam Pipa

U ntuk menghitung kehilangan tekanan yang terjadi pada aliran melalui pipa

digunakan persam aan energi, dengan asumsi aliran yang terjadi steady dan

incompressible, m aka persam aan energi m e n ja d i:


12

D engan memakai kcccpatan rata-rata, pem akaian koefisien flux dari energi
kinetis (a ) dan membagi persam aan dengan m m aka akan didapatkan :

D im a n a :

(1) dan (2) atau m erupakan kerugian head total

{total head loss), h„ dari aliran.

1.5 V iskositas

K etika fluida m em buat gerak relatif di dalam sebuah saluran, suatu gaya

akan m enahan gerakan tersebut yang terjadi di sepanjang lapisan pem batas

{boundary layer) dari fluida, yang hal ini disebut dengan viskositas fluida.

Tegangan geser (x) yang bekerja di lapisan pem batas adalah

bcrbanding lurus dengan garis derajad laju aliran dan dinyatakan dalam

bcntuk fo rm u la si:

(2-15)

D im a n a :

£ > dU

x = tegangan geser yang bekerja di lapisan pem batas [N/m2]

- n = viskositas dinam is [kg/m.dt]

- dU = perbedaan kecepatan [m/dt]

- dy = perbedaan kctinggian (jarak) [m]


13

1.6 Aliran Laminer dan Turbulen

K onfigurasi aliran di dalam sebuah pipa diklasifikasikan menjadi aliran

lam iner dan aliran turbulen.

D alam aliran lam iner m asing-m asing partikel fluida sampai kecepatan

tertentu bergerak dalam lapisan yang seragam dan ham pir tidak saling

m engganggu.

Dalam aliran turbulen jik a kecepatan aliran bertam bah sedangkan

diam eter yang dilalui sama, maka pada kecepatan tertentu (kecepatan kritis)

perilaku aliran berubah, aliran menjadi berolak dan turbulen dan

m asing-m asing partikel bergerak tidak teratur pada satu arah, tetapi saling

m em pengaruhi satu sam a lain dan saling merintangi.

U ntuk itu dalam sistem hidrolik, aliran turbulen tidak diharapkan terjadi

karena akan menimbulkan ham batan aliran dan kerugian tekanan yang besar.

U ntuk aliran dalam pipa, lam iner atau turbulennya aliran ditentukan

oleh angka Reynold

p .v.D _ v. p
Re- ^ - v (2-16)

D im an a;

- p = rapat massa [kg/m3]

- p. = viskositas dinam ik [kg/m.dt]

- = viskositas kinem atik [m2/dt]

- v = kecepatan aliran rata-rata [m/dt]

- D = diam eter dalam pipa [m]

Pada angka Reynold kritis, konfigurasi aliran berubah dari lam iner ke

turbulen atau scbaliknya. Angka Reynold kritis memberi nilai yang berbeda

tergantung dari lintasan minyak yang dilalui. Untuk pipa m elingkar dengan

bengkokan yang halus dan pipa-pipa lurus angka Reynold kritis berkisar
14

2000 hingga 2300, scdangkan untuk sirkuit oli hidrolik yang menggunakan

sam bungan-sam bungan, elbow dan katup-katup, um um nya angka kritis

R eynold bcrnilai 1000.

1.7 Kerugian Tekanan (Pressure Drop)

Suatu aliran m inyak yang melalui pipa, setiap gerakannya selalu terjadi

ham batan yang disebabkan oleh viskositas fluida, antara fluida dengan

dinding pipa yang menimbulkan ham batan terhadap aliran fluida. Selain

ham batan tcrsebut, kerugian tekanan ju g a terjadi pada lubang masuk dan

lubang keluar serta sambungan dan katup-katup, sehingga sebagian energi

m inyak terbuang karena kehilangan tekanan saat m engalir melewati pipa

dan katup menuju ke silinder penggerak sistem hidrolik. U ntuk itu kerugian

tekanan dalam sistem hidrolik ini harus diusahakan sekecil mungkin dengan

cara pem ilihan dan pem asangan komponen yang tepat.

Perhitungan kerugian tekanan dibagi menjadi dua bagian, yaitu m ajor

losses yang digunakan untuk menghitung kerugian tekanan akibat

kehilangan energi karena gesekan pada dinding pipa yang mem punyai luas

pcnam pang yang tetap, dan m inor losses untuk perhitungan kerugian

tekanan yang disebabkan oleh entrance, fittin g , perubahan luas penam pang

dan sebagainya.

M ajor Losses peru m u san n y a:

AP = f - P - ^ - Y (2-17)

D im ana :

- Ap = kehilangan tekanan [Pa]

- p = rapat massa [kg/m3]

- L = panjang pipa [m]


15

- v = kecepatan aliran rata-rata [m/dt]

- D = diam eter dalam pipa [m]

- f = faktor gesek

untuk aliran lam iner f= ^


Re
untuk aliran turbulen f dicari dengan m enggunakan m oody diagram

Sedangkan M inor Losses perum usannya :

A p = /.p .^ .Y = P -* -y P - 18)

D im a n a :

- Ap = kehilangan tekanan [Pa]

- p = rapat m assa [kg/m3]

- Le = panjang pipa ekivalen menurut pipa lurus [m]

- v = kecepatan aliran rata-rata [m/dt]

- D = diam eter dalam pipa [m]

- K = koefisien m inor losses

- f = faktor gesek

untuk aliran lam iner f —


Re
untuk aliran turbulen f dicari dengan m enggunakan m oody diagram

2. PERALATAN HIDROLIK DAN SIMBOLNYA

Suatu rangkaian sistem hidrolik terdiri atas beberapa peralatan hidrolik yang

dihubungkan antara komponen yang satu dengan komponen lain oleh pipa-pipa atau

slang-slang yang digam barkan dengan hubungan garis-garis.

U ntuk dapat m em buat rangkaian sistem hidrolik, sebelum nya perlu diketahui

dahulu kom ponen-kom ponen apa saja yang terdapat dalam suatu rangkaian sistem

tenaga hidrolik dan fungsi serta prinsip kerja dari m asing-m asing kom ponen hidrolik,
16

kem udian dengan mengetahui simbol dari m asing-m asing kom ponen hidrolik

tersebut, baru dapat dibaca dan dipelajari cara kerja dari skem a rangkaian suatu

sistem tenaga hidrolik.

U ntuk itu pada bagian ini penulis akan mem pelajari kom ponen-kom ponen dari

sistem hidrolik yang ada saat ini, khususnya kom ponen-kom ponen yang digunakan

pada sistem hidrolik kem udi kapal patroli.

2.1 Pompa Hidrolik

Pom pa hidrolik digunakan untuk m engubah tenaga m ekanik dari sum ber

putaran mesin menjadi tenaga fluida. Pom pa hidrolik ju g a berfungsi untuk

m enim bulkan aliran fluida menuju peralatan hidrolik yang membutuhkan

fluida sebagai tenaga penggerak .

Fluida kerja diisap pom pa dari tangki penyim panan. Oleh karena

adanya beban yang harus digerakkan m aka timbul gaya ham batan. G aya ini

akan diim bangi oleh pom pa melalui fluida kerja yang bertekanan.

Klasifikasi dari pom pa hidrolik adalah sebagai b e rik u t:


I— Tipe gear eksternal
r— Pom pa gear
I— Tipe gear internal

Tipe vane seim bang


Pompa- Pom pa vane
I— . Tipe vane tak seim bang

I— Tipe piston aksial


— Pom pa piston Tipe piston radial
— Tipe piston reciprocating

D ata-data yang ada dari klasifikasi diatas dapat dilihat dlam tabel dibawah

in i:
17

Type Pressure Discharge M ax.speed Overall


(kgf/cm 2) (1/min) (rpm) Efficiency (%)

V ane pump 2 0 -2 1 0 2 -9 5 0 2000-4000 7 0 -9 0

G ear pump 2 0 -2 1 0 7 -5 7 0 1800-7000 7 0 -9 0

Axial piston pump 70 - 350 2 -1 7 0 0 600 - 6000 •85 - 95

Radial piston pump 50 - 200 20 - 700 7 0 0 -1 8 0 0 8 0 -9 2

Dari berbagai tipe pom pa diatas, pom pa yang dipilih untuk sistem

hidrolik kemudi kapal patroli adalah pom pa type torak aksial dengan alasan:

- Efisiensi tinggi

- D ibutuhkan sistim hidrolik tekanan tinggi dengan debit yang cukup besar

pada putaran rendah

S im b o ln y a:

Pompa satu Pompa dua aliran Pompa dua aliran


aliran Pemindahan tetap Pemindahan variabel

B ebcrapa rumusan yang berhubungan dengan pompa:

1. D aya fluida pom pa (output power)

P o = p . Q [Watt] (2-19)

D im a n a :

- p = tekanan keluar pom pa [N/m2]

- Q = laju aliran fluida (m 3/dt)

2. D aya poros pom pa (input power)

P i = 2k.T .h [Watt] (2-20)


18

D im a n a :

- T = torsi poros (N.m)

- n = putaran poros (rps)

3. Efisiensi pom pa

A ngka efisiensi suatu pom pa ditentukan oleh :

- Efisiensi volum etrik (riv)

- Efisiensi m ekanik (r|m)

- Efisiensi tenaga (r|p)

Efisiensi volum etrik dapat ditentukan dari persam aan di baw ah i n i :

_ Kapasitas sebenamya
K apasitas ,eorilis

Qact
0 -21)

D im a n a :

- Qlh = K apasitas pom pa teoritis (m 3/dt)

- Qacl = Kapasitas pom pa aktual (m 3/dt)

U ntuk m enghitung volum e pem indahan geom etris (V) pom pa hidrolik

digunakan persam aan :

60x0
V=— r £ (2-22)

D im a n a :

- n = putaran mesin (rpm)

- Q = Kapasitas aliran pom pa (m 3/dt)

Efisiensi m ekanik adalah perbandingan antara keseluruhan efisiensi

terhadap efisiensi volum etrik dari suatu pompa. Faktor yang m em bedakan

pada efisiensi ini adalah karena gesekan, dan keausan pada bgian-bagian

yang bergerak dan saling bergesekan.


19

Efisiensi tenaga m erupakan gabungan dari efisiensi volum e dan

m ekanik. Hal ini m enggam barkan kerugian karena gesekan. Efisiensi

tenaga biasanya dinyatakan dalam %. Rumus yang digunakan untuk

m enghitung tenaga yaitu :

= T en agayan gdihasilkci x |Q()%


Tenaga yang dipakai

2.2 K a tu p (valve)

K atup adalah suatu perlengkapan instalasi yang berfungsi m enerim a perintah

m em buka atau menutup aliran yang melaluinya. Katup-katup yang

digunakan dalam rangkaian hidrolik sistem kem udi kapal patroli antara lain

yaitu pressure relief valve, directional control valve dan check valve.

2.2.1 K a tu p P e n g a lu r T e k a n a n (Pressure R e lie f Valve). Digunakan

untuk m elindungi pom pa dan katup pengatur dari tekanan yang berlebihan

dan m enjaga agar tekanan m inyak ietap konstan.

S im b o ln y a:

2.2.2 K a tu p P e n g a tu r A ra h A lira n {D irectional C ontrol Valves). Fungsi

utam a dari katup pengatur arah aliran adalah m engatur arah aliran fluida

kerja dalam rangkaian hidrolik.

S im b o ln y a:
20

^ ;^
\\
>

WV \ \ i
\
> >'_iC_5f

2.2.3 K a tu p p c n u tu p . Katup penutup dalam sistem hidrolik berfungsi

untuk m em eriksa arah aliran yang dikehendaki dan m em biarkan m engalir ke

arah yang berlawanan. Katup ini didesain sebagai katup periksa (check

valve).

S im b o ln y a:

A / w c )—

2.3 E lem en P e n g g erak

Elem en Penggerak adalah suatu alat yang digunakan untuk m erubah energi

hidrolik dari minyak, kecepatan aliran dan tekanan m enjadi energi gerak,

kecepatan dan g a y a .

D alam sistem hidrolik ada tiga macam elem en penggerak yang

digunakan, yaitu:

1. Elem en penggerak linier yang ju g a disebut sebagai silinder hidrolik

2. Elem en penggerak rotari atau disebut m otor hidrolik

3. Elem en penggerak gabungan, yaitu kombinasi antara linier dan rotari.

D alam sistem hidrolik kem udi kapal patroli elem en penggerak yang

dipakai adalah silinder hidrolik type double acting.


21

2.3.1 S ilin d e r H id ro lik . Bekerja dengan gerakan lurus dan paling

banyak digunakan sebagai penggerak dalam rangkaian hidrolik. M enurut

konstruksinya, dapat dibagi m e n ja d i:

1. Type single acting

Langkah kerja hanya pada satu arah saja, sedangkan langkah kembali

digerakkan oleh adanya gaya gravitasi atau energi mekanik.

Simbolnya:

T-------------- -----------

2. Type double acting

Langkah kerja pada 2 arah, maju dan mundur.

S im b o ln y a:

i r

B eberapa perum usan yang dipergunakan dalam perhitungan silinder :

-> FI \f < F2
D PI
-> V I P2 ^ d <------ V2

V f
Q1 Q2
G am bar 2-5. Skematik silinder hidrolik

1. G erak maju :

F \ = P { x A = P i X ±I D
n 2 (2-24)

2. G aya m u n d u r:

F 2 = P 2 x B = P 2 x ^ ( D 2 - d 2) (2-25)
22

3. K ecepatan maju :

Q\ 4 xQi
(2-26)
A kD 2

4. K ecepatan m u n d u r:

62 _ 4 xQ 2
(2-27)
5 n ( D 2 - d 2)

5. Kebutuhan laju aliran :

(2-28)

(2-29)

d im a n a :

P, = tekanan didalam sisi A

P2 = tekanan didalam sisi B

A = luas penam pang torak

B = luas penam pang torak dengan batang gerak

D = diam eter dalam silinder

d = diam eter batang gerak

Q, = jum lah aliran m asuk pada sisi torak

Q2 = jum lah aliran masuk pada sisi batang gerak

Qth = laju aliran teoritis

2.4 Minvak Hidrolik

M inyak hidrolik m erupakan salah satu kom ponen yang sangat penting di

dalam rangkaian hidrolik. M inyak ini berfungsi sebagai m edia untuk

m enyalurkan energi dari pom pa ke peralatan sekaligus melumasinya.

M inyak hidrolik dalam aplikasinya mempunyai tiga tujuan utam a, yaitu


23

sebagai penerus gaya, pelumas pada bagian-bagian yang bergesekan dan

sebagai pendingin.

2.4.1 Penerus Gaya.

Fluida m erupakan m edia penerus gaya, sehingga harus dapat m engalir

dengan m udah melalui kom ponen-kom ponen salurannya. K arena bila

terlalu banyak ham batan untuk m engalir m aka akan terjadi kehilangan

tenaga yang cukup besar. Fluida harus m empunyai sifat tidak kompresibel.

2.4.2 Pelumasan.

Pelum asan pada kom ponen hidrolik sebagian besar disediakan oleh

fluida cair. Pada dua komponen yang saling bergesekan perlu diberi lapisan

m inyak agar tidak terjadi kontak langsung atau bergesekan secara langsung.

2.4.3 Pendingin.

Sirkulasi m inyak oli melalui pipa-pipa penghantar dan seluruh dinding

dinding bak penam pung (reservoar) akan m enyerap panas yang ditimbulkan

dalam sistim hidrolik.

D isam ping fungsi-fungsi utam a seperti tersebut diatas, fluida hidrolik akan

lebih baik apabila memenuhi sejum lah persyaratan-persyaratan, antara lain :

- m am pu mencegah korosi atau kontaminasi

- mampu m encegah adanya pem bentukan endapan, getah oli dan pernis

- tidak m udah m em bentuk buih-buih oli

- m em elihara kestabilan dengan sendirinya dengan cara. dem ikian akan

mengurangi ongkos penggantian fluida.

- secara relatif mampu m enjaga nilai kekentalan walau dalam perbedaan

tem peratur sangat tinggi.


24

- m em isahkan kandungan air

- sesuai atau cocok dengan penyekat dan gasket yang dipakai dalam

komponen.