Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KASUS DAN PROSEDUR TINDAKAN OPERASI PADA Tn.

M
DENGAN CRANIOTOMY
DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL
RS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

Disusun Oleh :
MUHAMMAD BURHANUL FIRDAUS
20901800062

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2019
LAPORAN KASUS DAN PROSEDUR TINDAKAN OPERASI
DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL

Laporan Kasus dan Prosedur Tindakan Operasi Craniotomy Pada Tn. M di ruang Instalasi
Bedah Sentral RS Islam Sultan Agung Semarang

A. Pre Operatif
Identitas pasien sebagai berikut:
a. Nama : Tn. M
b. Umur : 55 tahun
c. No.RM : 01-38-16-13
d. Tanggal masuk : 14 Agustus 2019
e. Riwayat Kesehatan Sekarang : Pasien datang di Poli syaraf RSI Sultan Agung pada
tanggal 12 Agustus 2019 jam 11.00 mengeluh nyeri pada kepala dan sering merasa pusing,
dokter menyarankan pasien di rawat inap di RSI Sultan Agung Semarang untuk
pemeriksaan lebih lanjut. Setelah di rawat inap pasien dilakukan pemeriksaan CT scan pada
tanggal 13 Agustus didapatkan hasil terdapat tumor pada kepala bagian parietal dextra
sehingga atas advise dokter pasien disarankan untuk dilakukan tindakan Craniotomy di
ruang IBS pada tanggal 14 Agustus 2019 pukul 01.00.
f. Pemeriksaan Fisik Fokus : (Sesuai Keluhan & Tindakan Operasi)
Kepala
Inspeksi : Simetris, tidak terdapat luka, tidak terdapat benjolan
Ekstremitas Atas dan Bawah
Ekstremitas Atas : Tidak terdapat edema, akral dingin, CRT <3 detik
Ekstremitas Bawah : Tidak terdapat edema, akral hangat, tidak ada sianosis
1. Persiapan Operasi
a) Pemeriksaan laboratorium tanggal : 13 Agustus 2019
b) Informed consent : Telah di setujui oleh pasien dan keluarga pasien yang di buat pada
tanggal : 13 Agustus 2019
c) Persiapan Kamar Bedah:
1) Alat operatif steril
2) Meja/tempat tidur operasi
3) Monitor
4) Standart infuse
5) Suction
6) Monitor saturasi dan TD
7) HC slenil
8) Jarum spinal
9) Spuit 3 cc, 5 cc, 10 cc
10) O2
2. Pelaksanaan Pembedahan
a. Jenis anastesi : Anestesi umum
b. Obat anastesi : 1. Propofol
2. Ondancetron
3. Ketorolac
4. Fentanil
3. Persiapan Instruments :

No Nama/Ukuran Alat Jumlah yang dibutuhkan


1 Duk klem 12
2 Arteri klem 18
3 Gunting benang sedang 2
4 Gunting jaringan metzembem 2
5 Gunting craniotomy (dura) 2
6 Nalfuder pendek 2
7 Nalfuder sedang 2
8 Yoederm 1
9 Hak gigi 4 2
10 Langen hak 2
11 Scapel no 4 1
12 Scapel no 3 1
13 Sendok curet 1
14 Ujung suction 3
15 Sprider sedang 2
16 Sprider kecil 1
17 Raspatorium besar 1
18 Spatula kecil 1
19 Spatula sedang 1
20 Raspatorium kecil ujung tajam 1
21 Raspatorium kecil ujung tumpul 1
22 Pengait gigli 2
23 Gigli 2
24 Knable tang besar 3
25 Gagang boor manual 1
26 Mata boor manual 9
27 Flear craniotomy 1
28 Penggaris 1
29 Bipolar merah 1
30 Pistol hitam 1
31 Pistol silver 2
32 Duraguard 3
33 Hak gigi 2 kawat besar 1
34 Hak gigi 2 kawat sedang 1
35 Hak gigi 2 kawat kecil 1
36 Sonde 1
37 Arteri klem panjang 2
38 Bengkok kecil 1
39 Kom sedang 2
40 Pinset dura cirurgis 2
41 Pinset dura anatomis 2
42 Pinset cirulgis sedang 2
43 Pinset anatomis panjang 1
44 Pinset cirulgis adson 1
45 Kom kecil 1
46 Bengkok sedang 1
47 Tempat jarum 1
48 Handle clip 2

B. Intra Operatif
Pukul Tindakan yang dilakukan
09.00 Perawat sirkuler melakukan serah terima pasien dengan perawat ruangan di IBS
WIB dan melakukan atau cek kelengkapan pre operasi, inform consent dll dengan
perawat ruangan di transit IBS dan memberikan selimut di IBS kemudian
pindahkan pasien ke brancart.
09. 10 Perawat sirkuler membawa pasien masuk ke dalam kamar operasi dan
WIB memindahkan ke meja operasi.
09.13 Perawat sirkuler mengantungkan infus ke standart infuse serta memasang pulse
WIB eximeter, elektrode dan spignomanometer.

09.15 Perawat sirkuler memasang CT scan pada light box.


WIB
LAKUKAN SIGN IN
09.20 Setelah dokter anestesi melakukan anestesi umum, perawat sirkuler kemudian
WIB membatu doter anestesi memasang ETT pasien. Perawat mencukur rambut kepala
pasien.
09.30 Setelah tim bedah melakukan proses scrubing, gloving dan glowing kemudian
masuk ke kamar operasi.
09.35 Perawat sirkuler membantu tim bedah menggunakan jas operasi, menyiapkan
handscoon steril diatas meja mayo sesuai kebutuhan dan mengisi bowl steril
dengan povidon iodine 10 %
09.40 Perawat instrumen menata alat instrumen di meja mayo sesuai kebutuhan.
09.50 Operator melakukan desinfeksi pada lapangan operasi dengan larutan povidon
iodine10%
a. isi kom dengan povidon iodine 10 %
b. siapkan 2 kassa steril yang telah di klem dengan yoderm klem.
c. lakukan desinfeksi area operasi ( kepala bagian parietal dextra yang sudah diberi
marker).
09.55 Perawat instrumen memberikan duk steril kepada asisten untuk melakukan
drapping bersama operator dan mempersemit area operasi. Duk 1 dibentangkan di
bawah area operasi, duk 2 dibentangkan area atas kemudian duk 3 kecil
dibentangkan pada bagian abdomen dan kaki.
09.52 Setelah duk steril terpasang, perawat instrumen memberikan towel clamp untuk
memfiksasi drapping.
09.54 Perawat sirkuler menyambungkan selang suction, kabel boor.
09.56 Perawat sirkuler membacakan TIME OUT dilanjutkan operator memimpin doa
sebelum operasi dimulai
10.00 Operator menyayat lapisan kulit kepala kemudian perawat menjepit dan menarik
agar memperjelas kondisi di dalam
10.20 Tulang tengkorak akan dibor oleh operator
10.45 Operator memotong tulang tengkorak dengan menggunakan gergaji
10.55 Tulang diangkat dan perawat meletakkannya di iodin 10%
11.15 Operator mulai mengambil jaringan tumor meggunakan pinset dura dan
diletakkan di bengkok yang berisi formalin.
11.00 Operator melakukan suction untuk mengurangi darah yang keluar.
11.10 Operator merekatkan kembali kulit kepala dengan heacting dibantu perawat
instrumen
11.15 Perawat instrumen memberikan selang vacum drainase dan dipasang oleh
operator.
11.20 Operator menutup lapisan kulit paling luar dan heactin dibantu oleh perawat
instrumen.
11.25 Perawat instrumen memberikan desinfektan iodin 10% bagian abdomen.
11.30 Operator menyayat kulit abdomen kemudian memasukkan tulang, kemudian
heacting oleh perawat instrumen.
11.45 Operator berkolaborasi dengan tim anestesi dalam pemverian furosemide 2 ampul.
11.50 Lakukan SIGN OUT, perawat sirkuler membantu perawat instrumen menghitung
kassa dan instrumen lainnya sebelum luka di tutup.
11.55 Perawat instrumen membantu asistent membuka drapping.
12.00 Operasi selesai, perawat instrumen mengecek jumlah instrumen pre op dan post
op
12.10 Perawat sirkuler melepas pulse oxometer, elektroda dan spigmomanomete dan
mematikan bedside monitor lalu memindahka pasien ke tempat tidur dibantu oleh
petugas lainnya.
12.20 Pasien dipindahan langsung ke ruang ICU :
a. pasang selang ett pada ambu bag dan pompa berkala
b. pasang pengaman kanan kiri tempat tidur
dan perawat sirkuler melakukan serah terima dokumentasi pasien kepada perawat
ICU.
12.30 Perawat instrumen mendekontaminasi instrumen yang sudah digunakan dan
membawa ke tempat pencucian alat.
12.35 Setelah tidakan pembedahan selesai semua tim bedah melakukan cuci tangan
bersih menggunakan chlorexydine 4 %

C. Post Operatif
Pasien dipindahkan keruang ICU pada pukul 12.35, Tingkat kesadaran semi koma GCS : 4
dengan E : 1 M : 2 V: 1.
Keluhan : penurunan kesadaran.
TTV: TD 91/69 mmHg. RR : 20x/menit. N : 78x/menit. S : 36,5
Aldrette Score: - (Bagi pasien dewasa dengan general anestesi), dengan penjabaran :
a. Tidak mampu menggerakkan ke-4 ekstremitas atas perintah atau secara sadar : 0
b. Nafas kurang adekuat/distress/hipoventilasi : 1
c. Tekanan darah berbeda +- 20% dari semula : 2
d. Tidak ada respon atau belum sadar : 0
e. Penambahan O2 diperlukan untuk menjaga SpO2 > 90% : 1
Total : 4

Semarang, 16 Agustus 2019

Mahasiswa, Pembimbing,

(M Burhanul F) ( )
NIM. 20901800062 NIK/NIP.