Anda di halaman 1dari 10

Critical Book Report

Mata Kuliah : Menggambar Mode Tata Rias

Dosen Pengampu : Dra. Mesra, M.Des

Vita Pujawanti Dhana, S.Pd,M.Pd

Disusun Oleh :

Nama : Nomi Putri D. Br.Purba

NIM : 5193344018
Prodi : Pendidikan Tata Rias
Kelas: A

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN 2019
I Kata pengantar

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatnya sehingga saya masih diberikan kesempatan dan kesehatan untuk dapat
menyelesaikan critical book review ini dengan mata kuliah “ menggambar mode tata rias ”
Critical book review ini saya buat guna memenuhi penyelesaian tugas pada mata kuliah
filsafat pendidikan, semoga critical book review ini dapat menambah wawasan dan
pengetauan bagi para pembaca.

Dalam penulisan critical book review ini, saya tentu saja tidak dapat
menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain. Oleh karena itu, saya
mengucapkan terima kasih kepada :

1. Kedua orang tua saya yang selalu mendoakan

Kepada dosen pengampu, bapak Dra. Mesra, M.Des dan ibu Vita Pujawanti Dhana, S.Pd,M.Pd
2. Saya menyadari bahwa critical book review ini masih jauh dari kata sempurna karena masih
banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya dengan segala kerendahan hati meminta maaf dan
menggharapkan kritik serta saran yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan ke depannya.

Akhir kata saya mengucapakan selama membaca dan semoga materi yang ada
dalam critical book review ini dapat bermanfaat sebagaimana mestinya bagi para
pembaca.

Medan, 16 September 2019

Nomi Putri D.Br.

Purba

(5193344018)
II Ringkasan isi buku

Menggambar merupakan kegiatan mencoret-coret yang menghasilkan


suatu bentuk mengikuti keinginan seseorang. Mode adalah ragam yang
terbaru pada suatu waktu tertentu (mis, mode pakaian, mode rambut,
corak hiasan, dll). Berdasarkan kedua pengertian (menggambar dan Mode)
tersebut dapat disimpulkan bahwa Menggambar Mode adalah upaya
mencoret-coret membentuk suatu ragam yang terbaru (gaya) sebagai
bentuk modifikasi dari yang sebelumnya.

Penekanan pada gambar mode adalah wajah manusia, dengan melalukan


modifikasi pada sisi-sisi yang bisa diperlakukan seperti pola rambut, dan
gelap-terang wajah menggunakaan warna-warna media gambar.

a. Kesatuan Kesatuan adalah susunan elemen-elemen yang


membangun suatu objek tertata dengan rapi menurut yang semestinya.
Misalnya gambar wajah, merupakan kesatuan hidung,mulut.l,alis mata,
telinga dan rambut.

Dalam penerapannya pada bidang karya seni rupa prinsip kesatuan ini
menekankan pengaturan objek atau komponen objek secara berdekatan
atau penggerombolan unsur atau bagian-bagian. Antar unsur yang saling
menutup, misalnya dua garis lengkung yang berhadapan akan lebih
memperoleh kesatuam dibandingkan dengan posisi yang berlawanan pada
arah yang sama.

B. Keseimbangan

penerapan prinsip keseimbangan ini lebih menekankan pada bobot secara


kualitatif atau disebut juga bobot visual, artinya berat- ringannya objek
hanya dirasakan. misalnya keseimbangan ini

c.Propors

i Proporsi adalah perbandingan ukuran antara bagian yang satu dengan


bagian yang lain, oleh karena itu disebut juga prinsip perbandingan.
Proporsi berkenaan dengan pertimbangan besar-kecil, luas-sempit,
panjang-pendek, atau tinggi-rendahnya bagian yang satu dengan bagian
lainnya
d. Perspektif

Perspektif merupakan suatu kondisi keterbatasan kemampuan mata


manusia melihat suatu objek atau benda, dimana benda yang dekat
dengan mata akan terlibat lebih besar atau lebih tinggi dari pada benda
yang letaknya lebih jauh dari mata, benda yang lebih dekat juga akan
terlihat lebih jelas dari pada yang jauh dari mata, garis-garis yang sejajar
dengan horizon (garis rata tanah), akan terlihat menuju ke suatu titik
hilang (disebut titik mata).

e.penekanan

bagian yang menarik perhatian ini menjadi prinsip penekanan atau


dengan istilah"pusat perhatian" (central focus) Dengan demikian
penekanan adalah suatu bagian gambar yang dibuat berbeda atau
menonjol, sehingga menjadi pusat perhatian si pengamat gambar tersebut.

F. Plastisitas

Plastisitas dengan kata dasar "plastis" berarti kelenturan bentuk yang


terlihat bertahap.pada pada suatu benda, karena adanya intensitas
cahaya yang berubah secara permukaan benda tersebut.

Elemen elemen dalam gambar mode tata rias

A. Mata
Mata merupakan elemen wajah yang paling sering dijadikan patokan
dasar bagi seseorang penggambar Penggambar bisa membedakan
bentuk mata antara orang dewasa dan ana-anak, dan begitu juga
membedakan mata perempuan dan laki-laki. Posisi letak mata
merupakan salah satu tanda yang membedakan anak-anak dan
orang dewasa. Anak-anak, posisi matanya berada di bawah garis
perduaan dari puncak dahi sampai dagu, sedangkan orang dewasa
posisi matanya berada di atas garis perduaan tersebut Bola mata
anak-anak terlihat bulatan matanya lebih luas, sedangkan orang
dewasa bola matanya terlihat lebih menyempit

B.hidung

Bentuk hidung juga bervariasi, antara orang dewasa, remaja dan anak-
anak Hidung orang dewasa lebih tinggi, lebih besar, dan jelas batang
hidungnya, sementara hidung anak-anak biasanya memiliki bentuk yang
lebih kecil, serta kurang jelas batang hidungnya. Selain itu sesama orang
dewasa bentuk hidung juga sering bervariasi, antara hidung mancung,
hidung biasa, dan hidung peset. Dalam pepatah sering dikatakan
hidungnya bagaikan dasun tunggal (sejenis bawang tunggal) yang bagian
bawahnya bulat lonjong

C. Mulut

Mulut merupakan elemen wajah yang utama setelah mata dan hidung
Posisi letak mulut di bawah hidung, kira-kira di atas garis perduaan antara
bawah hidung dan dagu. Mulut yang terlihat secara umum adalah bibir,
dan ketika orang berbicara atau ketawa maka akan terlihat bagian lainnya
seperti gigi, gusi, dan lidah. Lebarnya bibir secara umum adalah tepat di
bawah bola mata kiri sampai di bawah bola mata kanan. Tentu saja ada
yang tidak seperti itu, dimana mungkin Iebih kecil atau sebaliknya lebih
lebar

Menggambar wajah adalah suatu kegiatan mengamati wajah orang ke


bidang gambar dengan bantuan goresan stau ansiran sehingga
menghasilkan gradasi cahaya membentuk bagian-bagian yang ditonjolkan
dan memindahkan pengalaman bagian yang merupakan lekukan
Perbandingan ukuran dari masing-masing clemen dasar pada wajah akan
menghasilkan bentuk yang wajar atau alami seperti wajah manusia
umumnya Sebaliknya kegagalan si penggambar membuat perbandingan
ukuran tersebut akan monghasil gambar wajah yang tidak wajar, misalnya
menggambar mata terlalu ke atas maka akan terlihat solah-olah dahinya
sangat sempit bagaikan kepala dipenggal bagian ay Begita pula dengan
gambar mulut yang terlalu ke bawah akan terlihat seolah olah orangnya
tidak punya dagu atau rongga mulatnya tempat memasukkan makanan g
kocil Pengambaranwajah seharusnya sangat ideal (mirip dengan citaan
Tuhan) ropors wajah tersebut sudah sempurna keseimbangannya Hal ini
terbukti bapk potret mash mendapat perhatian orang banyak sampai saat
in meskipun ada alat teknologi fotografi. HHarga scbuah gambar potret
atau lukisan potret jauh

Pengertian teknik arsiran (rendering)


Arsiran adalah garis-garis pendek sejajar (berjejer) yang diterapkan
pada suatu bdang sehingga menimbulkan kesan gelap-terang Semakin
rapat garis-garis pendek berjejer yang diterapkan pada suatu bidang akan
memberi kesan semakin gelap Sebaliknya semakin jarang garis-garis
pendek berjejer digoreskan pada suatu bidang akan memberi kesan
semakin terang
Jenis jenis arsiran
1) Arsiran horizontal (mendatar) adalah arsiran yang sejajar dengan garis
tanah Jika objek yang diarsir berupa benda melengkung maka arsirannya
berjejer lurus mengikuti lengkungan benda tersebut sejajar dengan tanah.
Garis horizon yang terlihat melengkung tersebut adalah efek perspektif
dari objek yang kita gambar. Misalnya gambar leher orang, yang
sesungguhnya melengkung seperti tabung berdiri, maka garis- garis
arsiran dibuat perspektif sehingga nampak melengkung
2) Arsiran vertikal adalah arah arsiran yang tegak lurus terhadap tanah
Penerapan arsiran vertikal bararti berlawanan dengan arsiran horizontal.
Kesan arsiran vertikal seperti pagar-pagar yang berdiri rapat lengket pada
suatu bidang rata atau pun melengkug. Arah garis vertikal biasanya dapat
mendukung bentuk menjadi lebih tinggi atau memberi kesan lebih langsing
Hal ini juga perlu diperhatikan ketika memberi arsiran pada objek gambar,
supaya bentuk objek nampak lebih menarik
3) Arsiran miring adalah arah garis arsiran dengan kemiringan 45-65
derajat garis tanah. Jika yang diarsir berupa kotak maka arsiran terlihat
membentuk garis ris diagonal pada sisi luar kotak tersebut. Jika objek
yang diarsir berupa benda slendris seperti botol maka arsinya terlihat
seperti ulir pada sekrup atau baut Arsiran miring merupakan teknik arsiran
yang lebih mudah dibuat, karena kebiasaan orang menggerakkan engsel
pergeiangan tangan dan jari-jarinya ketika moulis adalah dalam posisi
miring

Pengetahuan warna W a. Warna adalah pantulan cahaya yang jatuh pada


suatu benda, karena sifat bahan atau zat dari setiap benda itu memiliki
perbedaan dan kemampuan mata manusia juga memiliki keterbatasan
maka pantulan cahaya itu terlihat berbeda-beda pula. Pantulan cahaya
yang berbeda-beda tersebut dikenal dengan warna-warni.
b. Teori warna Warna-warna yang datang dari alam disebut warna alami.
Warna-warna terseb terbagi atas warna dasar (warna primer), warna
turunan pertama (warna sekunder), das warna turunan kedua dan
seterusnya (warna tersier)
Aspek-aspek dalam Warna C. Penggunaan warna dalam menggambar tentu
perlu mempertimbangkan aspek- aspek yang ada dalam warna tersebut.
Kita dapat merasakan dan membedakan antara gambar hitam-putih
dengan gambar berwarna Aspek pertama dari warna adanya kecerahan.
Sifat dari pigmen warna ada yang memantulkan wama cerah sekali atau
terang, dan terasa ringan. Warna-warna demikian biasanya disukai
sebagian orang seperti anak-anak, dan orang yang menggunakannya untuk
kepentingan iklan Kemudian ada juga partikel warna yang memantulkan
wana gelap, sehingga ihat kesan berat. Warna demikian biasanya disukai
oleh orang-orang dewasa atau tua Aspek kedua adalah ketajaman warna,
artinya warna tersebut memancarkan pigmen- pigmen secara jelas,
sehingga tampak berkualitas atau berbobot.
Pola-Pola Dasar Penggambaran Elemen Wajah
a. Penggambaran mata Setelah memahami Pada bagian luar mata terlihat
kelopak mata bagian atas dan bawah. Kelopak bagian atas dapat
digerakkan turun-naik untuk menutup dan membuka mata, sehungga
Kelopak mata in memiliki pinggiran yang menchal, karena di terlihat bola
mata dalamnya terdapat otot yang dapat menggerakkan kelopak mata
tersebut Kemudian pada pinggiran kelopak mata, tumbuh bulu mata yang
berfungsi sebagai penyaring debu supaya tidak masuk ke mata
b. Penggambaran Hidung Menggambar hidung sesungguhnya bukanlah
membuat garis, melainkan menampilkan gradasi warna akibat perbedaan
intensitas cahaya. Namun demikian bagi pemula sketsa hidung sangat
dibutuhkan supaya bisa mencapai bentuk dan proporsi yang wajar
& Penggambaran Mulut Menggambar mulut pada dasarnya juga permainan
cahaya (bukan garis atau asuan), namun untuk mendapatkan bentuk dan
proporsi yang wajar perlu dibuat sketsa yang berupa garis halus.
Diharapkan setelah diarsir nantinya garis-garis sketsa tersebut tidak
terlihat lagi dan berganti dengan kesan gelap-terang Proses
penggambaran mulut diawali dengan pengetahuan tata letak mulut pada
wajah sehingga terlihat wajar membuat sketsa garis luar bibir Setelah itu
baru
&Penggambaran Telinga Mungkin kita jarang menggambar wajah yang
telinganya terlihat secara utuh dan samping, karena bukanlah sudut
pandang yang bagus menggambar wajah dari umping Namun demikian
setiap penggambar perlu memahami bentuk yang sEsungguhnya dari
telinga, schingga setelah menggambar akan terlihat bentuknya yang ajar
Umumnya orang menggambar wajah dilihat dari depan atau sedikit agak
menyamping Dengan demikian terlihat lebih nyata lengkungan luar telinga,
serta lekukan daun telinga di sekitar lubang telinga
Menggambar wajah dengan menggunakan pola bulat telur, banyak
digunakan seniman karena lebih praktis Namun demikian harus dikuasai
terlebih dahulu teor proporsi dan perspektif secara benar. Proporsi yang
menyimpang akan menghasilkan bentuk yang tidak wajar, dan begitu juga
dengan penerapan perspektif yang salah, akan menghasilkan bentuk yang
tidak wajar. Berikut ini dapat diamati tahap-tahap sketsa gambar sampai
memperoleh bentuk yang wajar
III Keunggulan buku

A> Keterkaitan antar bab


Disetiap penjelasan penjelasan dari satu halaman ke
halaman lain saling berterkaitan dan merupakan sebuah kesatuan
begitu juga dengan antara satu judul kejudul lain saling berkaitan
begitu juga lah antar bab yang ada dibuku ini, saling merkaitan dan
berupa kesinambungan antar bab pertama ke bab dua ketiga hingga
seterusnya

B> Kemuktahiran
1. Didalam buku penjlasan dan gamabar sangngat
lengkap sehingga sangat mudah dipahami
pembaca
2. Sangat membantu dalam pembelajaran
menggambar terkhusus menggambar wajah
bahkan bagi seorang yang belum bias atau belum
pernah mempelajarinya sekali pun

IV kelemahan buku

A> Keterkaitan antar bab


Didalam buku setiap pokok materi atau
sub bab dituliskan dengan bagiann, dan diakhir
bagian ada kesimpulan tetapi hanya pada 1
bagian pertama saja
B> Kemuktahiran
1. 1kesimpulan akhir bagian
hanya ada pada 1 bagian
saja
V Implikasi

A> Teori atau konsep


1. Teori warna warna warna yang datang dari
alam disebut warna alami. Warna warna
tersebut terbagi atas warna primer, warna
turunan pertama ( skunder), dan warna
turunan kedua dan seterusnya ( warna
tersier)
2. Konsep mode adalah ragam (cara, bentuk)
yang terbaru pada sewatu waktu tertentu
B> Program pembagunan diindonesi
Buku ini juga memiliki kaitan dengan program
pembangunan diindonesia yang mana Indonesia
membutuhan sdm yang unggul dan berwawasan
menurut bidang dan ahlinya. Jika banyak orang
dapat mengaplikasikannya dan menjadikan ilmu ini
sebagai langkah dan bekal nya untuk memulai ke
langkah selanjutnya maka akan membantu program
pembangunan Indonesia.
C> Aplikasi mahasiwa
Untuk pengaplikasian bagi mahasiswa buku
ini sangat lah dipergunakan sebagai dasar
pengaplikasian pada mahasiswa tata rias dalam
membentuk menkorektif wajah dan menperindah
tampilan.
VI KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Dari penjabaran diatas dapat disimpulkann
bahwa buku ini menjelaskan dan mengjarkan
tentang cara cara menggambar wajah,
megkorektif, dan perpaduan warna juga. Sehingga
buku ini sangat bermanfaat bagi para seniman juga
para mahasiswa pendidikan tata rias

Saran
Saya menyarakan agar sebaiknya pengarang
memberi kesinpulan disetiap akhir setiap bagian.
Juga menbahkan beberapa contoh lagi tentang
warna.