Anda di halaman 1dari 3

SURYATI RPL

NIM P17324119309

INVERSIO UTERI
PENGERTIAN

Inversio uteri adalah komplikasi persalinan yang jarang terjadi dimana rahim sebagian atau
seluruhnya ikut keluar ketika plasenta lahir. Bagian rahim bagian atas (fundus) menjadi
terbalik (inversi) mengarah ke bawah, tergantung derajatnya bagian rahim ini bisa sampai
ke mulut rahim hingga keluar dari jalan lahir.

Meskipun inversi uteri tidak sering terjadi, namun ketika itu terjadi ada risiko tinggi kematian
akibat pendarahan hebat dan shock. Namun, bisa diobati dengan sukses ketika terdeteksi
dengan cepat dan diberi penanganan dengan tepat. Oleh sebab itu penting kiranya bagi kita
untuk mengetahui gejala, penyebab, dan langkah penanganan pada inversio uteri ini.

Penyebab pasti dari inversio uteri tidak diketahui sepenuhnya. Namun, faktor-faktor

risiko berikut berhubungan erat:

 Persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam

 Tali pusar pendek

 Bayi lahir sebelum waktunya

 Penggunaan obat relaksan otot selama persalinan

 Rahim abnormal atau lemah

 Riwayat inversio uteri sebelumnya

 Plasenta akreta, dimana plasenta terlalu dalam tertanam di dinding rahim

 Implantasi plasenta pada fundus uteri, di mana plasenta melekat di bagian paling
atas dari rahim

Juga, menarik terlalu keras pada tali pusat saat melahirkan plasenta dapat

menyebabkan inversio uteri. Oleh sebab itu tali pusat tidak boleh ditarik, cukup

ditegangkan saja.
Setelah bayi lahir, normalnya plasenta akan terlepas dengan sendiri dari

perlekatannya dengan dinding rahim, rata-rata 10-15 menit setelah bayi lahir.

Namun dalam beberapa kasus plasenta tak lepas-lepas, bahkan dalam waktu 30

menit setelah melahirkan, maka diperlukan tindakan untuk melepaskan plasenta

oleh dokter atau bidan, tindakan ini disebut dengan manual plasenta. Tindakan ini

dilakukan dengan cara memasukkan tangan penolong ke dalam lahir melalui jalan

lahir, kemudian jari-jemari mencari letak plasenta dan mengikis dari tepi perlekatan

hingga terlepas seluruhnya.

Tanda-Tanda Inversio Uteri?

Seorang dokter biasanya dapat mendiagnosis inversio uteri dengan mudah, yaitu

dengan memperhatikan setiap tanda-tanda dan gejala pada pasien yang meliputi:

 Keluarnya bagian rahim yang menonjol dari vagina

 Setelah melakukan pemeriksaan, rahim tidak berada ditempatnya

 Pendarahan dari jalan lahir, pasien kehilangan cukup banyak darah sehingga
tekanan darah cepat turun.

Adapun gejala inversio uteri akibat kehilangan banyak darah antara lain:

 Pengilahatan kunang-kunang

 Pusing

 Kedinginan

 Kelelahan

 Sesak napas

Penatalaksanaan Inversio Uteri

Teknik untuk memperbaiki inversi uterus menggunakan perangkat balon dan

tekanan air. Sebuah balon ditempatkan di dalam rongga rahim dan diisi dengan
cairan infus untuk mendorong rahim kembali ke posisinya. Prosedur ini sederhana
dan telah berhasil dalam reposisi uterus. Hal ini juga efektif untuk menghentikan

kehilangan darah dan mencegah terulangnya inversi rahim.

Apabila tindakan tersebut tidak berhasil, tindakan selanjutnya oprasi.

Inversio uteri umumnya mudah untuk didiagnosis dan tindakan serta pengobatan

yang cepat sangat penting untuk mengoreksi kondisi ini dan

memastikan kesehatan dan kesejahteraan ibu. Jika ditangani dengan cepat, ibu bisa

sembuh sepenuhnya tanpa kerusakan jangka panjang pada rahimnya.