Anda di halaman 1dari 20

Etika dan Cara Pendampingan

Tuna Netra
Oleh: H. Yudi Yusfar
Pra Test
1. Apa yang harus dilakukan seorang non tuna
netra (awas) ketika akan mendampingi atau
membantu tuna netra?
2. Cara mendampingi tuna netra pada pintu
tertutup?
3. Bagaimana cara mendampingi tuna netra saat
akan duduk dikursi yang tanpa meja?
4. Apakah yang dimaksud dengan tunanetra?
5. Sebutkan klasifikasi tuna netra!
Makna Etika
• Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul
dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di
mana dan bagaimana cabang utama filsafat
yang mempelajari nilai atau kualitas yang
menjadi studi mengenai standar dan penilaian
moral.Etika mencakup analisis dan penerapan
konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan
tanggung jawab.
• Secara metodologis, tidak setiap hal menilai
perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika
memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis
dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika
merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek
dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan
tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang
meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki
sudut pandang normatif. Maksudnya etika
melihat dari sudut baik dan buruk terhadap
perbuatan manusia
Pengertian Cara
• Cara berarti jalan (aturan, sistem)
melakukan (berbuat dan sebagainya)
• Cara berarti gaya; ragam (seperti bentuk,
corak):
Pengertian Pendampingan
• Pendampingan merupakan suatu aktivitas
yang dilakukan dan dapat bermakna
pembinaan, pengajaran, pengarahan dalam
kelompok yang lebih berkonotasi pada
menguasai, mengendalikan, dan mengontrol
Pengertian Tuna Netra
• Tunanetra adalah istilah umum yang
digunakan untuk kondisi seseorang yang
mengalami gangguan atau hambatan dalam
indra penglihatannya
• Secara etimologi kata tunanetra berasal dari
tuna yang berarti rusak,netra berarti mata
atau penglihatan.
Pendampingan Tuna Netra
• Pemberian kemudahan atau fasilitas dan lain-
lainnya dengan corak atau cara yang disesuaikan
dengan kondisi tuna netra dengan tetap
memperhatikan aspek moral.
• Cara pendampingan dapat pula diartikan sebagai
pemberian bantuan dari seseorang non tuna
netra kepada tuna netra dengan tujuan
mempermudah mobilitas tuna netra dari satu
tempat ke tempat lain secara cepat, tepat, dan
aman.
Klasifikasi Tuna Netra
• Berdasarkan waktu terjadinya ketunanetraan:
• Tunanetra sebelum dan sejak lahir
• Tunanetra setelah lahir dan atau pada usia
kecil
• Tunenatra pada usia sekolah atau pada masa
remaja
• Tunanetra pada usia dewasa
• Tunanetra dalam usia lajut.
• Berdasarkan kemampuan daya penglihatan:
• Tunanetra ringan
• Tunanetra setengah berat.
• Tunanetra berat.
• Berdasarkan pemeriksaan klinik.
• Berdasarkan kelainan-kelainan pada mata:
• Myopia;adalah penglihatan jarak dekat, bayangan
tidak terfokus dan jatuh di belakang retina.
• Hyperopia; adalah penglihatan jarak jauh,
bayangan tidak terfokus dan jatuh di depan
retina.
• Astigmatisme; adalah penyimpangan atau
penglihatan kabur yang disebabkan karena
ketidak beresan pada kornea mata.
• Tunanetra ringan (defective vision/low vision); yakni mereka
yang memiliki hambatan dalam penglihatan akan tetapi
mereka masih dapat mengikuti program-program
pendidikan dan mampu melakukan pekerjaan/kegiatan
yang menggunakan fungsi penglihatan.
• Tunanetra setengah berat (partially sighted); yakni mereka
yang kehilangan sebagian daya penglihatan, hanya dengan
menggunakan kaca pembesar mampu mengikuti
pendidikan biasa atau mampu membaca tulisan yang
bercetak tebal.
• Tunanetra berat (totally blind); yakni mereka yang sama
sekali tidak dapat melihat.
Aspek-aspek yang diperhatikan
• Aspek sosial
• Aspek budaya
• Aspek pendidikan
• Aspek ekonomi
• Aspek politik
Etika berkomunikasi
• Etika komunikasi pada tuna netra hendaknya
– Menghindarkan verbalisme
– Menghindarkan penggunaan kata isyarat atau kata-kata yang
mengarah pada penggunaan visual
– Berbicara tanpa harus keras-keras atau tidak menggunakan
suara yang keras ketika berbicara dengan tuna netra
– Gunakan sapaan yang bersahabat ketika akan membantu
– Hindarkan aktivitas tertentu yang menyebabkan tuna netra
dibiarkan tanpa arah
– Ketika berkomunikasi dengan tuna netra berikan informasi
secara menyeluruh baik dengan secara lisan atau dengan
menggunakan indera perabaan (dirabakan) atau menggunakan
indera pendengaran (diperdengarkan suara) dll.
Cara Pendampingan Secara Umum

• Ajukan pertanyaan secara langsung


• Gunakan kata-kata seperti “lihat” dan
“tampak”.
• Jangan membuat asumsi tentang kehidupan
penyandang tunanetra.
• Gambarkan segala sesuatu dengan terperinci
Panduan Pendampingan Secara Detail
Bagi Tuna Netra
Melewati Pintu Tertutup
• Pintu membuka menjauh dari kita ke sebelah
kanan
• Pintu membuka mendekat ke arah kita ke
sebelah kanan.
• Pintu membuka menjauh dari kita ke sebelah
kiri
• Pintu membuka mendekat dari kita ke sebelah
kiri.
Teknik duduk di kursi tanpa meja

• Pendamping membawa tunanetra mendekati kursi jika


pendamping datang
• dari depan kursi, maka dekatkan tunanetra sehingga
tulang keringnya
• menyentuh kursi.
• Pegangkan salah satu tangan taunanetra ke sandaran
kursi dan setelah itu
• biarkan tunanetra sendiri melakukan langkah
selanjutnya.
• Tanpa melepaskan tangan yang memegang sandaran
kursi tunanetra
• memriksa kursi tunanetra bagian yang akan diduduki, hal ini
menjaga
• kemungkinan terdapat binatang atau benda
• benda yang berbahaya.
• Tanpa melepaskan kontak dengan kursi, tunaneta menempatkan
dirinya di
• depan kursi dengan paha menyentuh bagian dep
• an kursi.
• Setelah terasa lurus posisi badannya dengan kursi maka tunanetra
duduk.
• Dengan meraba tangan kursi dan pinggiran kursi, maka tunanetra
akan
• mengerti hubungan badan dengan keadaan kursi
Terima Kasih
Post Test
1. Apa yang harus dilakukan seorang non tuna
netra (awas) ketika akan mendampingi atau
membantu tuna netra?
2. Cara mendampingi tuna netra pada pintu
tertutup?
3. Bagaimana cara mendampingi tuna netra saat
akan duduk dikursi yang tanpa meja?
4. Apakah yang dimaksud dengan tunanetra?
5. Sebutkan klasifikasi tuna netra!