Anda di halaman 1dari 4

VARIABLE COSTING COST ACCOUNTING-IPdC Page 1

VARIABLE COSTING
Metode penghitungan harga pokok produksi yang telah kita bahas sebelumnya adalah metode
penghitungan yang dinamakan full costing. Metode full costing adalah metode penentuan harga
pokok produk yang membebankan seluruh biaya produksi kepada produk. Dalam metode full
costing, semua unsur biaya produksi baik biaya tetap maupun biaya variable dihitung sebagai
harga pokok produksi. Sedangkan metode variable costing adalah metode penetuan harga pokok
produk yang hanya membebankan biaya variable ke produk.
A. Perbandingan metode variable costing dan metode full costing

Manfaat dari penggunaa Full Costing Method:


1. Biaya Overhead pabrik baik yang variabel maupun tetap, dibebankan kepada produk atas
dasar tarif yang ditentukan di muka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead
yang sesungguhnya.
2. Selisih biaya Overhead pabrik akan timbul apabila biaya Overhead pabrik yang
dibebankan berbeda dengan biaya Overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.
3. Jika semua produk yang diolah dalam periode tersebut belum laku dijual, maka
pembebanan biaya overhead pabrik lebih atau kurang tsb digunakan untuk mengurangi
atau menambah harga pokok yang masih dalam persediaan (baik produk dalam proses
maupun produk jadi).
4. Metode ini akan menunda pembebanan biaya Overhead pabrik tetap sebagai biaya
sampai saat produk yang bersangkutan dijual.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/irawancs/pengaruh-penggunaan-metode-
full-costing-terhadap-laporan-laba-rugi_56407e3fff22bde206945618

Perbedaan metode full costing dan variable costing dapat dilihat dari:
1. Penentuan harga pokok produksi

1. Variable costing adalah cara penentuan harga pokok yang hanya memperhitungkan biaya
variable yang didalamnya termasuk biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya
overhead pabrik variable. Biaya overhead pabrik tetap diperlakukan sebagai biaya
periodik (period cost) karena dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya biaya
tersebut. Oleh sebab itu biaya overhead tetap dilaporkan dalam laporan laba rugi pada
periode terjadinya.
2. Full costing adalah cara penentuan harga pokok produk yang membebankan seluruh
biaya peroduksi baik biaya variable maupun biaya tetap ke produk. Dalam metode ini
biaya overhead produk dibebankan dengan menggunakan tarif yang telah ditentukan
dimuka. Biaya overhead pabrik tetap dianggap biaya dan baru akan dilaporkan dalam
laporan laba rugi apabila produk telah terjual.
2. Penyajian laporan laba rugi

Variable costing: seluruh biaya overhead tetap yang terjadi dalam periode tersebut dilaporkan
dalam laporan laba rugi perode tersebut sehingga akan mengurangi pendapatan periode tersebut.
Full costing: biaya overhead tetap yang dilaporkan dalam laporan laba rugi hanya biaya
overhead tetap produk yang telah terjual pada bersangkutan.
B. Pengumpulan biaya dalam metode variable costing

Berdasarkan perilaku biaya yang berhubungan dengan perubahan volume kegiatan, biaya
dikelompokkan menjadi:
a. Biaya tetap; biaya yang tidak mengalami perubahan meskipun ada perubahan dalam volume
kegiatan
b. Biaya variable; biaya yang mengalami perubahan sesuai dengan perubahan volume kegitan
c. Biaya semivariabel; biaya yang mengandung unsur biaya tetap dan biaya variable.
VARIABLE COSTING COST ACCOUNTING-IPdC Page 2
Dalam metode variable costing perlu ada pemisahan menurut perubahan voleme kegiatan antara
biaya produksi dan biaya nonproduksi.
Rekening control yang biasanya disediakan dalam rekening buku besar adalah:
Biaya Overhead Pabrik Variabel yang Dibebankan; digunakan untuk mencatat biaya overhead
pabrik variable yang dibebankan kepada produk atas dasar penetuan tarif dimuka.
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya; digunakan untuk mencatat biaya overhead pabrik yang
sesungguhnya terjadi.
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Variable; digunakan untuk mencatat biaya overhead
pabrik variable sesungguhnya pada akhir periode.
Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Tetap; digunakan untuk mencatat biaya overhead pabrik
tetap sesungguhnya pada akhir periode.
Biaya Aministrasi dan Umum; digunakan untuk mencatat biaya adminstrasi dan umum pada saat
terjadi.
Biaya Administrasi dan Umum Variabel; digunakan untuk mencatat biaya administrasi dan
umum yang berperilaku variable dan dilakukan pada akhir periode.
Biaya Administrasi dan Umum Tetap; digunakan untuk mencatat biaya adminstrasi dan umum
yang berlaku tetap dan dilakukan pada akhir periode.
Biaya Pemasaran; digunakan untuk mencatat biaya pemasaran pada saat terjadi.
Biaya Pemasaran Variable; digunakan untuk mencatat biaya pemasaran yang berperilaku
variable
Biaya Pemasaran Tetap; digunakan untuk mencatat biaya pemasaran yang berperilaku tetap.
Pemisahan ketiga jenis biaya tersebut diatas ke dalam kelompok biaya tetap dan biaya variable
biasanya dilakukan pada akhir periode akuntansi setelah dianalisis perilaku biaya tersebut.
C. Manfaat informasi yang dihasilkan oleh metode variable costing
1) Digunakan dalam perencaan laba jangka pendek

Informasi biaya yang dihasilkan dapat digunakan untuk kepentingan perencanaan laba jangka
pendek, karena biaya yang terjadi dipisahkan menurut perilaku biaya dalam hubungannya
dengan perubahan volume kegiatan. Perencanaan laba jangka pendek dilakukan pada saat
penyusunan anggaran. Dalam jangka pendek biaya tetap biasanya tidak berubah sehingga
informasi yang dihasilkan tidak memiliki dampak terhadap hasil penjualan dan biaya variable
yang digunakan untuk menghitung laba. Dengan adanya pemisahan antara biaya tetap dan biaya
variable, pihak manajemen perusahaan dapat melakukan analisis antara biaya, volume dan laba.
2) Digunakan dalam pengendalian biaya

Informasi biaya yang dihasilkan metode ini dapat digunakan oleh manajemen perusahaan untuk
mengetahui apakah ada penyimpangan biaya atau tidak dari rencana biaya yang telah ditetapkan.
VARIABLE COSTING COST ACCOUNTING-IPdC Page 3
3) Digunakan dalam pengambilan keputusan

Dalam pengambilan keputusan, metode ini sangat relevan untuk digunakan karena biaya yang
dilaporkan berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan. Sehingga keputusan yang
dihasilkan lebih tepat.
D. Kelemahan metode variable costing
1) Pemisahan biaya ke dalam biaya variable dan biaya tetap sulit dilakukan karan jarang ada
biaya yang benar-benar tetap atau benar-benar variable. Biaya yang terjadi dalam jangka panjang
semuanya berperilaku variable.
2) Metode variable costing lebih cocok digunakan hanya untuk kepentingan pihak intern
perusahaan saja, sedangkan untuk kepentingan pihak ekstern perusahaan lebih cocok digunakan
metode full costing.
3) Kurang cocok digunakan di perusahaan yang kegiatan usahanya bersifat musiman, karena
akan menyajikan kerugian yang berlebihan pada satu periode dan laba yang tidak normal pada
periode lainnya.
4) Tidak diperhitungkannya biaya overhead pabrik tetap dalam persediaan dan harga pokok
persediaan akan mengakibatkan nilai persediaan lebih rendah, sehingga akan mengurangi modal
kerja yang dilaporkan untuk analisis keuangan.

****************************
Materi ini dirangkum dari:
1) Mulyadi, (2009). Akuntansi Biaya Edisi 5: UPP STIM YKPN
2) Drs. Krismiaji, MSc., Akt, (2002), Dasar-Dasar Akuntansi Manajemen: UPP AMP YKPN

Catatan:
Khusus digunakan untuk materi kuliah di Instituto Profissional de Canossa
Dili, 22 February 2011
Petronela M. Bugis, S.E