Anda di halaman 1dari 4

3.

Etiologi / Penyebab

1) Faktor Predisposisi

a. Perkembangan
Keluarga terlalu melindungi dan memanjakan klien sehingga perkembangan inisiatif
terganggu
b. Biologis
Penyakit kronis yang menyebaabkan klien tidak mampu melakukan perawatan diri
c. Kemampuan Realitas Turun
Klien dengan gangguan jiwa dengan kemampuan realitas yang kuran menyebabkan
ketidakpedulian dirinya dan lingkungan termasuk perawatan diri
d. Sosial
Kurang dukungan dan latihan kemampuan perawatan diri lingkungan. Situasi lingkungan
mempengaruhi latihan kemampuan dalam perawatan diri

2) Faktor Presipitasi

Menurut Depkes (2009: 59) Faktor-faktor yang mempengaruhi personal hygiene adalah:

a. Body Image

Gambaran individu terhadap dirinya sangat mempengaruhi kebersihan diri misalnya


adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli dengan kebersihan dirinya

b. Praktik Sosial
Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan
terjadi perubahan pola personal hygiene
c. Status Sosial Ekonomi
Personal hygien memrlukan alat dn bahan seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi,
shampoo, alat mandi yang semuanya memerlukan unang untuk menyediakannya
d. Pengetahuan
Pengetahuan personal hygiene sangat penting karena pengetahuan yang baik dapat
meningkatkkan kesehatan. Misalanya pada psien penderitan diabetes militus
iaharus menjagakebersihan kakinya
e. Budaya
Disebagian masyarakat jika individu sakut tertentu tidak dimandikan
f. Kebiasaan Seseorang
Ada kebiasan orang yang menggunakan produk tertentu dalam perawatan diri
seperti penggunaan sabun, shampoo, dan lain-lain
g. Kondisi Fisik ataub Psikis
Pada keadaan tertentu / sakit kemampuan untuk merawat diri berkurang dan perlu
bantuan untuk melakukannya
4. Tanda dan Gejala

1. Fisik
 Badan bau, pakaian kotor
 Rambut dan kulit kepala kotor
 Kuku panjang dan kotor
 Gigi kotor disertai mulut yang bau
 Penampilan tidak rapi
2. Psikologis
 Malas, tidak inisiatif
 Menarik diri, isolasi diri
 Merasa tdak berdaya, rendah diri, dan merasa hina
3. Sosial
 Interaksi kurang
 Kegiatan kurang
 Tidak mampu berperilaku sesuai norma
 Cara makan tidak teratur,BAB dan BAK disembarang tempat, gosol gigi dan mandi
tidak mampu dilakukan secara mandiri

5.Penatalaksanaan

1. Farmakologi
a. Obat anti psikosis: Penotizin
b. Obat anti Depresi: Amitripilin
c. Obat anti Ansietas: Diasepam, Bromozepam , Clobozam
d. Obat anti Insomnia: Phneobarbital
2. Terpi
a. Terapi Kelurga
Berfokus pada keluarga membantu mengatasi masalah klien dengan memberikan
perhatian
 BHSP
 Jangan memancing emosi klien
 Leibatkan klien dalam kegiatan yang berhubungan dengan keluarga
 Berikan kesempatan klien mengemukakan pendapat
 Dengarkan, bantu dan anjurkan pasien untuk mengemukakan asalah yang
dialaminya
b. Terapi Kelompok
Berfokus pada dukungan dan perkembangan, keterampilan sosial, atau aktivitas lain
dengan berdiskusi dan bermain untuk mengembalikan keadaan klien karena
masalah sebagian orang merupakan perasaan dan tingkah laku pada orang lain.
c. Terapi Musik
Dengan music klien terhibur, rileks dan bermain untuk mengembalikan kesadaraan

III. A. Pohon Masalah

Effect Resiko Tinggi Isolasi Sosial

Core Problem Defisit Perawatan Diri

Causa Harga Diri Rendah

B. Masalah Keperawatan dan Data yang Perlu Dikaji

 Masalah Keperawatan: Defisit Perawatan Diri


 Data yang perlu dikaji:
 Subyektif :
- Klien mengatakan dirinya malas mandi karena airnya dingin, atau di
RS tidak tersedia alat mandi
- Klien mengatakan dirinya malas berdandan
- Klien mengatakan ingin disupi
- Klien mengatakan jarang membersihkan alat kelaminnya stelah
BAK/BAB
 Oyektif:
- Ketidakmampuan mandi/membersihkan diri ditandai dengan
rambut kotor, kulit kepala kotor, gigi kotor, mulut berbau serta kuku
panjang dan kotor
- Ketidakmampuan berpakaian/berhias ditandai dengan rambut acak-
acakan, pakaian kotor,dan tidak kotor, dan tidak rapi, pakaian tidak
sesuai, tidak bercukur/berdandan
- Ketidakmampuan makan secara mandiri ditandai dengan
ketidakmampuan mengambil makanan sendiri, makan berceceran,
dan makan tidak pada tempatnnya
- Ketidakmampuan BAK/BAB secara mendiri ditandai dengan
BAK/BAB tidak pada tempatnya, tidak membersihkan diri dengan
baik setelah melakukan BAB/BAK