Anda di halaman 1dari 13

DIKETAHUI:

data fondasi
B = 2500 mm γt = 15 kN/m3
= 2.5 mm γf = 24 kN/m3
H = 2000 mm D = 22 mm
= 2 mm σt = 350 kPa
Sb = 75 mm μs = 0.3 kPa
hf = 500 mm faktor reduksi:
ht = 2000 mm geser = 0.75
β1 = 0.85 momen = 0.80
aksial = 0.70
b = 1000 mm
S = 1000 mm

data kolom :
b = 400 mm fc' = 25 mPa
= 0.4 mm = mPa
h = 400 mm fy = 360 mPa
= 0.4 mm = mPa
L = 3400 mm D = 22 mm
Sb = 40 mm ϕ = 10 mm
Sn = 25 mm β1 = 0.85
s = 1000 mm
Ukuran Balok: ϕ = 0.65
b : 250 mm
h : 450 mm Beban:
L : 5000 mm Pu = 0 kN
Es = 200000 mPa
εy = 0.0018 mPa
εcu = 0.003
Judul Tabel Pertama:
H 1 1 1 1
Judul Gambar Pertama :
H 1
Sub Bab Pertama:
H 1 1 1
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman
H. DESAIN FONDASI
Fondasi pada gedung ini mempunyai ukuran penampang bujur sangkar dengan B= 2500 mm.
Kedalaman fondasi = 2000 mm dengan jenis tanah lempung berlanau.Ukuran kolom yang digunakan
adalah bk = 400 mm dan hk = 400 mm. Dalam perencanaan ini akan digunakan panjang fondasi yang
mengalami momen maupun gaya aksial yang terbesar yang terdapat pada struktur.

Data tanah yang diasumsi adalah:


- Berat jenis tanah, γt = 15 kN/m3
- Daya dukung tanah, σt = 350 kPa = kN/m2
- Koefisien gesek tanah, μs = 0.30 kPa = kN/m3 (Lampiran 11)
H.1 Data Fondasi
Fondasi yang terdapat pada gedung ini mempunyai data seperti terlihat pada Tabel H.1 berikut:

Tabel H.1 Data Fondasi


Tinggi Tinggi Mutu baja Mutu
Ukuran (B)
fondasi (hf) tanah (hf) tulangan (fy) beton (fc')
500 mm 2000 mm 2500 mm 360 mPa 25 mPa

H.2 Pembebanan
Beban lain yang bekerja pada fondasi telah disampaikan pada bagian E.Desain Struktur Utama.

H.3 Analisa Struktur


Berdasarkan pembebanan diatas, maka akan dianalisa fondasi dengan menggunakan program
SAP2000.sehingga diambil momen lentur, gaya geser, dan gaya aksial terbesar yaitu:
Vu = 23.41 kN (Lampiran 7,Frame 10,Station 0)
Mu = 53.89 kNm (Lampiran 7,Frame 8,Station 3,4)
Pu = 951.98 kN (Lampiran 7,Frame 5,Station 0)

Dengan beban yang bekerja pada struktur bawah (sedalam fondasi)


q = berat fondasi + berat tanah
= (hf.γc + ht.γc) + ht.γt
= ((0.5x24) + (2x24)) + 2x15
= 90.00 kN/m2

Titik berat tulangan tarik ke tepi serat beton tarik, ds


ds = Sb + ½ diameter tulangan longitudinal roke14:
bulatkan sendiri.
= 75 + 22 + 22/2
= 108.00 ≈ 110.00 mm
Tinggi efektif penampang balok, d
d = h – ds = 500 - 110 = 390.00 mm
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

Faktor momen pikul maksimal, Kmaks


Dengan fc’= 25 MPa dan fy= 360 MPa, maka Kmaks dapat dihitung sebagai berikut:

Karena fc’ = 25 MPa ≤ 30 MPa, maka factor β 1= 0.85


382.5(0.85)(25)(600 + 360 - 225(0.85)
= = 6.78 mPa
(600 + 360)²
Tegangan yang terjadi pada tanah
Pada fondasi bekerja gaya geser, gaya aksial dan momen lentur seperti yang terlihat dalam
Gambar H.1. berikut:

Gambar H.1. Gaya dan Momen Yang Bekerja Pada Fondasi

Gaya geser Hu akan di ubah garis kerjanya tepat di bawah fondasi pada titik A dengan jarak e,
sehingga:
e = ht + hf = 2000 + 500 = 2000 mm = 2 m
gaya geser Hu ini dapat bekerja pada dasar fondasi di titik A dengan digantikan oleh 1 gaya terpusat
dan 1 momen terpusat yang dapat di lihat pada Gambar H.2. berikut:
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

Gambar H.2. Gaya Geser Hu Yang Garis Kerjanya Dipindah

Besarnya gaya geser dan momen yang bekerja pada titik A adalah sebagai berikut:
● MH = Hu x e = 23.41(2) = 46.826 kNm
● Hu = 23.413 kN

Sehingga momen yang bekerja pada fondasi adalah


Mf = Mu + Mh = 53.89 + 46.83 = 77.30 kNm

Selanjutnya akan dihitung tegangan tanah yang terjadi

951.98 77.30
= + + 90.00 ≤ 350
2.5² 1/6(2.5)³
= 272.00 kN/m2 ≤ 350.00 kN/m2 .................(OK)

= 951.98 77.30
- + 90.00 ≤ 0
2.5² 1/6(2.5)³
= 212.63 kN/m2 ≥ 0.00 kN/m2 .................(OK)

■ Kontrol Gaya Geser Hu


Gaya geser Hu akan menyebabkan fondasi dapat bergeser secara horizontal. Untuk itu perlu
di kontrol berat fondasi terhadap kemampuan tanah untuk menahan pergeseran fondasi, sehingga
Berat fondasi = Pu + (q.B2) = 951.98 + (90.00 x 2.5²)
= 1514.48 kN
Fondasi tidak akan bergeser secara horizontal bila gaya f s ≥ Hu, maka
fs = μs.B2.berat fondasi = 0.3(2.5²)(1,514.48)
= 2839.6 kN
Sehingga fs = 2,839.64 kN > Hu = 23.41 kN ..........(OK, fondasi tidak dapat bergeser)
■ Penulangan Fondasi
Dari hasil perhitungan tegangan tanah yang terjadi pada fondasi, telah di peroleh tegangan ta-
nah minimum (σmin) dan tegangan tanah maksimum (σmaks). Pada fondasi, pertemuan antara
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman
kolom dan fondasi dianggap dalam kondisi jepit-jepit. Sehingga fondasi dapat dihitung sebagai bal-
ok kantilever. Idealisasi ini dapat dilihat dalam Gambar H.3. berikut.

hk

Anggapan jepit-jepit

B
(a)

(B/2)-(hk/2)

Anggapan seperti
balok kantilever
(b)
Gambar H.3. (a)Anggapan Jepit-Jepit Pada Pertemuan Kolom dan Fondasi (b)Anggapan
fondasi sebagai balok kantilever

Sehingga bila didesain sebagai balok kantilever, maka tegangan tanah yang bekerja sepanjang
fondasi yang dianggap sebagai balok kantilever adalah:
Panjang fondasi,x:
x = B/2 – hk/2 = (2500/2) – (400/2)
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman
= 1050.0 mm = 1.05 m

Tegangan tanah yang terjadi, σx


σx = σmin + (B-x).(σmaks – σmin)/B
= 212.63 + (2.5 – 1.05)(272.00 – 212.63)/2.5
= 247.07 kN/m2

Maka momen yang bekerja akibat tegangan tanah:


Mu = 1/2.σx.x2 + 1/3.x.1/2.x.(σmaks – σx)
= 1/2.(247.07).(1.05)² + (1/3).1.05.(1/2).(1.05).(272.00 – 247.07)
= 140.35 kNm = 1.40.E+08 Nmm

Faktor momen pikul, K:


1.40.E+08
= = 1.15 mPa
0.8(1000)(390)²
Sehingga K = 1.15 MPa ≤ Kmaks = 6.78 mPa
Karena K ≤ Kmaks, maka fondasi yang di anggap seperti balok kantilever ini dihitung dengan
menggunakan tulangan tunggal.

Tinggi blok tegangan beton tekan persegi ekivalen, a:


2(1.15)
= ( 1- √( 0.85(25)
)) (390)
= 21.78 mm

Luas tulangan perlu:


· Luas tulangan minimum, Asmin
Dengan fc’= 25 MPa < 31,36 Mpa dan fy= 360 MPa, maka rasio tulangan minimum dapat
dihitung:

= 0.39%

maka luas tulangan minimum dapat dihitung sebagai berikut


As min= ρmin.b.d = 1516.67 mm2

· 0.85(25)(21.78)(1000)
As = = 1285.45 mm2
360
Maka luas tulangan di ambil yang terbesar di antara kedua rumus di atas, sehingga
As,u = 1516.67 mm2
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman
Jarak antar tulangan, s:
1/4(3.14)(22)²(1000)
· = 250.64 mm
1516.67
· s = 3.hf = 3(500) = 1500 mm
· s= 450 mm
maka jarak antar tulangan diambil yang terkecil yaitu s = 250.64 mm ≈ 250 mm
(D22 – 250 mm)
Ditambahkan tulangan praktis dengan diamter terkecil yaitu D8 dengan jarak hf/2= 500/2 =
250 mm

Jumlah tulangan terpasang, n


2500 - 2(75)
= +1 = 9.64 ≈ 10 batang
22 +250
Sehingga luas tulangan terpasang
As = n.(1/4.π.D²) = 10(1/4(3.14)(22)²) = 3801.33 mm2

Karena tulangan di pasang pada 4 sisi fondasi maka,


As = 4(3,801.33) = 15205.31 mm2

■ Tulangan Begel
Beban Vu dapat dihitung sebagai berikut:
Vu = x.B.(σmaks + σx)/2
= 1.05(2.5)(272.00 + 247.07)/2
= 681.27 kN = 681272.23 N
Dengan luas bidang geser
Av = (keliling kolom x tinggi efektif fondasi) = (2 x (400+400))(390) = 624000.00 mm2
Maka tegangan geser yang terjadi di sepanjang muka kolom dengan fondasi
σv = Vu/Av = 681,272.23/624,000.00
= 1.09 mPa

Sehingga kuat geser yang di sumbangkan oleh beton:

Dengan ρw = As/b.d
ρw = 15,205.31/(4 x 400)(390)
= 2.44%
Maka:
(23.413)(390) (4 x 400)(390)
Vc = ( √(25) + 120(2.44%) )
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman
Vc = ( √(25) + 120(2.44%)
53.89
) 7
= 44614483.7849 N
Ø.Vc = 0.75 (44,614,483.78)
= 33460862.8387 N

Maka beban geser yang bekerja:


Vu = σv.bw.d = 1.09.(400 x 4).(390)
= 681272.23 N

Sehingga Vu = 637310.32 N < Ø.Vc = 745245.62 N, maka tidak perlu di pasangi begel,
karena kekuatan beton sudah mampu memikul beban geser yang bekerja

H.4 Limit State


H.4.1 Kontrol Tegangan Geser 1 Arah
ds = 110.00 mm
ds = 390.00 mm

Luas bidang yang menerima


tekanan ke atas
B

B/2 B/2
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan
B/2 Teknik, Universitas
B/2 Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

d a

d
ds
s min s maks

sa

Gambar H.4. Tegangan Geser 1 Arah

a = B/2 – bk/2 – d
= (2500/2) – (400/2) – 390 = 660.00 mm = 0.66 m
σa = σmin + (B – a).(σmaks – σmin)/B
= 212.63 + (2.5 – 0.66)(272.00 – 212.63)/2.5 = 256.33 kN/m2

Gaya tekan ke atas dari tanah (Vu):


Vu = a.B(σmaks + σa)/2
= 0.66 x 2.5(272.00 + 256.33)/2 = 435.87 kN

Gaya geser yang dapat ditahan oleh beton (Ø.Vc):

= √(25)
0.75 (2500)(390)
6
= 609375.00 N = 609.3750 kN
Sehingga Vu = 435.87 kN < Ø.Vc = 609.38 kN ...............(OK)

H.4.2 Kontrol Tegangan Geser 2 Arah (Geser Pons)


ds = 110.00 mm
ds = 390.00 mm

Luas bidang yang menerima


B/2 B/2
tekanan ke atas
d/2
Luas bidang yang menerima
TUGAS Perencanaan Beton. SemesterB/2 B/2
Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
tekanan ke atas
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

d/2
bk
B

d/2
hk
d/2 d/2

d a

d
ds
s min s maks

Gambar H.5. Tegangan Geser 2 Arah

Dimensi kolom, bk = hk = 400 mm


bk + d = hk + d = 400 + 390 = 790.00 mm = 0.79 m

Gaya tekan ke atas dari tanah (Vu):

272.00 + 212.63
= (2.5² - (0.79).(0.79)) ( 2
)
= 1363.25 kN

Gaya geser yang dapat ditahan oleh beton (Ø.Vc):


βc = hk/bk = 400/400 = 1.00
bo = 2.{(bk + d) + (hk + d)}
= 2.(0.79 + 0.82) = 3.16 m = 3160 m

2 √(25).3160.390
· = ( 1+
1.00
) 6
= 3081000.00 N

= 3081.00 kN

·
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

Dengan αs
Ø Kolom sudut = 20
Ø Kolom tepi = 30
Ø Kolom dalam = 40

Maka,

Tabel H.2 Gaya Geser Vc


Kolom Vc (N) Vc (kN)
sudut 2294500.00 2294.50
tepi 2928250.00 2928.25
dalam 3562000.00 3562.00

·
= 1/3(25)(3160)(390)
= 2054000.00 N
= 2054.00 kN
maka,dipilih Vc yang terkecil
Tabel H.3 Gaya Geser Vc Terkecil Dan Gaya Geser Terfaktor Ø.Vc
Kolom Vc (kN) Ø.Vc (kN)
sudut 2054.00 1540.50
tepi 2054.00 1540.50
dalam 2054.00 1540.50

Karena pada ketiga jenis kolom di atas (kolom sudut, kolom tepi dan kolom dalam) mempunyai
nilai Ø.Vc yang sama, maka dalam hal ini nilai Ø.Vc = 1,540.50 kN yang akan digunakan dalam
perhitungan tegangan geser 2 arah selanjutnya.
Sehingga Vu = 1,363.25 kN < Ø.Vc = 1,540.50 kN .........................(OK)

H.4.3 Kuat Dukung Fondasi


Pu = Ø.0,85.fc’.Ak
Ak = Luas bruto kolom = 400 x 400 = 160000 mm2
Pu = 0.70(0.85)(25)(160000) = 2380000 N = 2380 kN
Sehingga,
Pu,k = 951.98 kN ≤ Pu = 2,380.00 kN
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman

H.5 Hasil Desain


Dalam perencanaan fondasi untuk gedung ini telah dihasilkan tulangan untuk fondasi dengan
konfigurasi:
- Tulangan tarik
(D22 – 250 mm)
- Tulangan tekan
(D8 – 250 mm)
- Tulangan Begel
-

- Pembengkokan kait
Untuk tulangan fondasi akan dibengkokkan pada ujungnya dengan bengkokkan yang bersudut 90°,
maka berlaku Pasal 9.1.2, karena tulangan mempunyai diameter 22 mm (D22), maka jari-jari bengko-
kan, r= 4.db= 4(22)= 88 mm (untuk diameter tulangan 10 mm-25 mm).

Kait ini mempunyai panjang pada ujung bebas kait sebesar


12.db= 12(22)= 264 mm
TUGAS Perencanaan Beton. Semester Ganjil 2017-2018 Kelompok : V (Lima) B
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana, KUPANG Halaman: dari halaman