Anda di halaman 1dari 2

Abses Folikel Rambut atau Kelenjar

Sebasea
Nomor : 77 / SOP-AFR/V/2018
Dinkes.Kab. Terbit ke : 01
SOP No.Revisi : 00
Tgl.Diberlakukan : 10 Mei 2018
Halaman : 1-2

Ditetapkan Kepala UPTD dr. Muhammad Yusuf Akbar


Puskesmas Langsa Kota NIP. 19850310201103 1 001

1.Pengertian Abses adalah penyakit yang disebabkan oleh terhalangnya kelenjar


minyak (sebaceous) atau kelenjar keringat, radang folikel rambut, atau
tusukan pada kulit. Kuman berjalan ke bawah kulit atau ke kelenjar
tersebut, yang menyebabkan respons inflamasi sebagai pertahanan tubuh
untuk mencoba untuk membunuh kuman ini.
2. Tujuan Sebagai acuan /pedoman kerja dalam memberikan pelayanan bagi
pasien yang didiagnosa Abses Folikel Rambut
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Langsa Kota No. /SK-PK/V/2018
Tentang “Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Langsa Kota”
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/Menkes/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama.
5 Langkah- 1. Pasien datang dengan keluhan adanya koreng atau luka di kulit.
langkah/ Awalnya berbentuk seperti bintil kecil yang gatal, dapat berisis
Prosedur cairan atau nanah dengan dasar dan pinggiran sekitarnya
kemerahan. Keluhan ini dapat meluas menjadi bengkak di sertai
dengan rasa nyeri. Bintil kemudian pecah dan menjadi
keropeng/koreng yang mengering, keras dan sangat lengket.
2. Faktor Risiko
- Higiene yang kurang
- Menurunnya daya tahan. Misalnya: kekurangan gizi, anemia,
penyakit kronik, neoplasma ganas dan diabetes melitus.
- Telah ada penyakit lain di kulit, karena terjadi kerusakan di
epidermis, maka fungsi kulit sebagai pelindung akan
terganggu sehingga memudahkan terjadinya infeksi
3. Pemeriksaan Fisik

4. Komplikasi:
- Erisipelas
- Selulitis
- Ulkus
- Limfangitis
- Limfadinitis supuratif
- Bakteremia (sepsis)

5. Penatalaksanaan Komprehensif(Plan)
- Terapi suportif dengan menjaga higiene, nutrisi TKTP dan
stamina tubuh.

Dokumen ini milik UPTD Puskesmas Langsa Kota


Dilarang memperbanyak tanpa izin Kepala UPTD Puskesmas Langsa Kota
- Farmakoterapi dilakukan dengan :
a. Topikal:
Bila banyak pus/krusta, dilakukan kompres terbuka dengan
permanganas kalikus (PK) 1/5000 atau yodium povidon 7,5%
yang dilarutkan 10 kali.
Bila tidak tertutup pus dan krusta, diberikan salep atau krim
asam fusidat 2% atau mupirosin 2%, dioleskan 2-3 kali sehari
selama 7-10 hari.
b. Antibiotik oral dapat diberikan dari salah satu golongan di
bawah ini:
Kloksasilin. Dosis dewasa: 3x250-500 mg/hari, selama 5-7
hari. Dosis anak: 50 mg/kgBB/hari terbagi dalam 4 dosis,
selama 5-7 hari
6. Konseling dan Edukasi
Edukasi pasien dan keluarga untuk pencegahan penyakit dengan
menjaga kebersihan diri dan stamina tubuh.
7. Dokumentasikan semua kegiatan dalam Rekam medis.

6. Bagan Alir

PASIEN

Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Diangnosis

Dokumentasi

Terapi

7. Hal-hal yang Pasien dirujuk apabila


perlu 1. Terjadi komplikasi;
diperhatikan 2. Bila tidak ada respon perbaikan terhadap pengobatan yang
diberikan
8. Unit Terkait Rekam medis, apotek, rujukan
9.DokumenTerkait Rekam Medis Pasien

10. Rekaman Historis:


Diberlakukan Tgl.
No Halaman Yang dirubah Perubahan

Dokumen ini milik UPTD Puskesmas Langsa Kota


Dilarang memperbanyak tanpa izin Kepala UPTD Puskesmas Langsa Kota