Anda di halaman 1dari 3

Mastitis

Nomor : 78 /SOP-MAS/V/2018
Terbitke : 01

Dinkes.Kab.
SOP No.Revisi : 00
Tgl.Diberlakukan : 10 Mei 2018
Halaman : 1-3

DitetapkanKepala UPTD dr. Muhammad Yusuf Akbar


Puskesmas Langsa Kota NIP. 19850310201103 1 001

1.Pengertian Mastitis adalah peradanga payudara yang terjadi biasanya pada masa
nifas atau sampai 3 minggu setelah persalinnan. Akejadian mastitis
sering terjadi pada ibu menyusui dan dapat berkembang menjadi abses
(nanah), dengan gejala yang makin memberat.
2. Tujuan Sebagai acuan /pedoman kerja dalam memberikan pelayanan bagi
pasien yang didiagnosa Mastitis
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Langsa Kota No. /SK-PK/V/2018
Tentang “Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Langsa Kota”
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/Menkes/514/2015 Tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama.
5 Langkah- 1. Pasien datang dengan keluhan nyeri dan bengkak pada daerah
langkah/ payudara, biasanya pada salah satu payudara, demam, dan paling
Prosedur sering terjadi di minggu ke 3-4 postpartum.
2. Faktor Risiko
- Primipara
- Stress
- Tekni menyusi yang tidak benar, sehingga proses
pengosongan payudara tidak terjadi dengan baik.
- Pengisapan bayi yang kurang kuat, dapat menyebabkan statis
dan obstruksi kelenjer payudara.
- Pemakaian ra yang terlalu ketat
- Bentuk mulut bayi yang abnormal (ex : cleft lip or palate),
dapat menibulkan traumapada puting susu
- Terdapat luka pada payudara
- Riwayat mastitis sebelum menyusui
3. Pemeriksaan Fisik
- Pemeriksaan tanda vital : nadi meningkat (taikardi)
- Pemeriksaan payudara
a. Payudara membengkak
b. Lebih teraba hangat
c. Kemerahan dengan batas tegas
d. Adanya rasa nyeri
e. Unilateral
f. Dapat pula ditemukan luka pda payudara
4. Komplikasi:
- Abses mammae
- Sepsis
5. Penatalaksanaan Komprehensif(Plan)

Dokumen ini milik UPTD Puskesmas Langsa Kota


Dilarang memperbanyak tanpa izin Kepala UPTD Puskesmas Langsa Kota
Non medikamentosa
- Ibu sebaiknya tirah baring dan mendapat asupan ccairan
yang lebih banyak
- Sampel ASI sebaiknya dikultur dan di uji sensitivitas
- Sangga paydara ibu dengan bebat atau bra yang pas

Medikamentosa
- Berikan antibiotik
a. Kloksasilin 500 mg per oral per 6 jam selama 10-
1 hari
b. Atau Eritromisin 250 mg per oral 3x1 sehari
selama 10 hingga 14 hari
- Analgetik parasetamol 3x500 mg per oral
- Lakukan evaluaso setelah 3 hari
6. Konseling dan Edukasi
- Memberikan pengetahuan akan pentingnya ASI dan
mendorog ibu untuk tetap menyusi
- Menyusi dapat dimulai dengan payudara yang tidak sakit
- Pompa payudara dapat di lakukan pada payudara yang sakit
jika belum kosong setelah bayi menyusui
- Ibu dapat melakukan kompres dingin untuk mengurangi
bengkak dan nyeri
- Ibu harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk
menghindari infeksi yang tidak diinginkan
7. Dokumentasikan semua kegiatan dalam Rekam medis.

6. Bagan Alir

PASIEN

Anamnesis

Pemeriksaan fisik

Diangnosis

Dokumentasi

Terapi

7. Hal-hal yang Pasien dirujuk apabila


perlu 1. Terjadi komplikasi pada kornea;
diperhatikan 2. Bila tidak ada respon perbaikan terhadap pengobatan yang
diberikan

Dokumen ini milik UPTD Puskesmas Langsa Kota


Dilarang memperbanyak tanpa izin Kepala UPTD Puskesmas Langsa Kota
8. Unit Terkait Rekam medis, apotek, rujukan
9.DokumenTerkait Rekam Medis Pasien

10. Rekaman Historis:


Diberlakukan Tgl.
No Halaman Yang dirubah Perubahan

Dokumen ini milik UPTD Puskesmas Langsa Kota


Dilarang memperbanyak tanpa izin Kepala UPTD Puskesmas Langsa Kota