Anda di halaman 1dari 2

1. Mengapa testis tidak teraba ?

Menjelang akhir bulan kedua, mesenterium urogenital mendekatkan testis dan


mesonefros ke dinding abdomen posterior. Di arah kaudal, mesenterium tersebut menjadi
ligamentum genital kaudal. Dari kutub kaudal testis juga terbentuk pemadatan mesenkim
kaya matriks ekstrasel disebut gubernakulum. Gubernakulum berakhir di region inguinal
(antara M. obliquus internus et eksternus abdominis). Saat testis mulai turun ke arah
cincin inguinal terbentuklah gubernakulum ekstra abdominal ke arah penebalan skrotum
(dari region inguinal). Saat testis melalui kanalis inguinalis, gubernakulum ekstra
abdomen bersentuhan dengan dasar skrotum. Pada usia 32-36 minggu, testis memulai
proses penurunannya.Gubernakulum testis menempel pada testis dan ujung lainnya
menempel pada skrotum untuk menuntunnya ke skrotum. Kelainan terhadap
Gubernakulum testis, hormon gonadotropin maternal, dan lainnya dapat menyebabkan
tidak turunnya testis ke dalam skrotum. Beberapa keadaan yang menyebabkan testis
tidak teraba di skrotum antara lain, undescensus testis dimana dibagi menjadi
undescensus testis pada garis desensus normal dan undescensus testis ektopik (jalur
abnormal), retraktil testis, dan anorchia.

2. Mengapa testis tidak turun ke skrotum ?


Keadaan yang mungkin menyebabkan testis tidak turun sehingga tetap berada dalam
rongga abdomen atau canalis inguinalis atau pada annulus eksterna, yaitu :
a. Faktor hormonal yang paling besar kemungkinannya adalah hormone androgenik dari
plasenta, hormone adrenal maternal atau fetal, atau testis janin yang imatur atau
hormone gonadotropin dari kelenjar hipofisis maternal.
b. Defisiensi testosterone yang mengakibatkan defek pada poros hipofisis – hipotalamus
– gonad sehingga terjadi kegagalan deferensiasi dan penurunan gonad.
c. Faktor anatomis yang menghambat penurunan gonad seperti lokasi testis yang etopik
dan funikulus spermatikus yang pendek.
d. Predisposisi genetic sejumlah kecil kasus (insidens kriptorkismus yang lebih besar
pada bayi dengan defek neural tube)
e. Neonatus premature yang paling sering terkena akibat desensus testis yang normal ke
dalam skrotum usia kehamilan 35 minggu
DAFTAR PUSTAKA

Sadler, T.W. Embriologi Kedokteran Langman Edisi 12. Jakarta:EGC. 2014.

Mayer., Welsh dan Kowalak. Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta: EGC. 2011.