Anda di halaman 1dari 5

TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN MENURUT FASB DAN IASB

1. Tujuan Pelaporan Keuangan Menurut FASB


Tujuan pelaporan adalah hal mendasar yang penting dalam sebuah kerangka
konseptual. FASB menyusun tujuan pelaporan berdasarkan pada ketiga aspek berikut:
1) Tujuan pelaporan keuangan ditentukan oleh lingkungan ekonomi, hukum, politik,
dan sosial dimana akuntansi diterapkan.
2) Tujuan pelaporan dipengaruhi oleh karakteristik dan keterbatasan informasi dalam
pelaporan keuangan.
3) Tujuan pelaporan memerlukan suatu fokus untuk menghindari terlalu luasnya
informasi yang dibutuhka oleh berbagai pihak pengguna dengan berbagai
kepentingannya.
1.1 Konteks Lingkungan Tujuan Pelaporan
Tujuan pelaporan FASB didasarkan atas lingkungan ekonomik, hokum, politis,
dan sosial Amerika. Lingkungan penerapan akuntansi di Amerika diberi ciri
sebagai berikut:
1) Sistem ekonomi pasar yang maju
2) Sistem produksi, keuanagn, dan perbankan yang canggih
3) Pemisahan antara pemilikan dan manajemen
4) Pasar modal sebagai sarana pemnuhan modal utama selain lembaga
keuangan
5) Pemilikan pribadi sumber ekonomi diakui dan dilindungi pemerintah
6) Pemerintah membantu kegiatan bisnis dan ekonomik dengan menyediakan
informasi public yang sebagian berasal dari informasi pelporan keuangan
yang disediakan oleh tiap badan usaha
7) Realibitas atau kredibilitas informasi dalam pelaporan keuangan dicapai
melalui pengauditan oleh auditor independen
1.2 Karakteristik dan Keterbatasan Informasi
Tujuan pelaporan dipengaruhi oleh karakteristik dan keterbatasan tentang jenis
informasi yang dapat dsediakan melalui mekanisme pelaporan keuangan:
1) Lebih berkaitan dengan perusahaan daripada dengan industry atau ekonomi
secara umum
2) Lebih merupakan informasi kuantitaif yang bersifat pendekatan daripada
hasil perhitungan yang pasti

1
3) Sebagian besar mencerminkan pengaruh transaksi dan kejadian yang telah
terjadi
4) Hanya merupakan salah satu sumber informasi yang dibutuhkan oleh yang
mengambil keputusan tentang badan usaha
5) Penyediaan dan penggunaannya memerlukan atau melibatkan kos (cost)
sehingga pertimbangan kos-manfaat dapat membatasi apa yang harus
dilaporkan
1.3 Fokus atau Cakupan Informasi
FASB membatasi tujuan pelaporan keuangan untuk kepentingan pelaporan
kepada pihak eksternal dalam bentuk pelaporan keuangan umum. Pertimbanagn
atau penalaran FASB untuk memfokuskan pelaporan pada pelaporan keuangan
umum diuraikan berikut ini:
1) Tujuan pelporan didasarkan pada keperluan para pemakai eksternal yang
tidak mempunyai autoritas untuk menentukan atau akses untuk memperoleh
informasi yang mereka perlukan sehingga mereka harus menggantungkan
diri pada informasi yang disampaikan oleh manajemen kepada mereka.
2) Tujuan pelaporan keuangan disusun atas dasar gagasan bahwa kemampuan
perusahaan untuk menciptakan aliran kas yang menguntungkan merupakan
focus atau kepentingan umum/bersama dari berbagai pemakai informasi.
3) Tujuan pelaporan keuanagn berkaitan denagn penyediaan informasi luas
untuk melayani keputusan investasi dan kredit bukan hanya dengan
informasi yang dapat dituangkan dalam bentuk statement keuanagn
1.4 Isi Tujuan Pelaporan
SFAC No.8 merumuskan 3 tujuan pelaporan keuangan secara umum :
1) Menyediakan informasi keuangan tentang pelaporan entitas yang
bermanfaat bagi investor, pemberi pinjaman dan kreditor yang sudah ada
maupun potensial dalam membuat keputusan mengenai penyediaan sumber
daya kepada entitas pelapor. Keputusan tersebut meliputi membeli, menjual,
atau menahan instrumen ekuitas dan hutang dan menyediakan atau
menyelesaikan pinjaman dan kredit dalam bentuk lain.
2) Untuk menilai prospek arus kas bersih yng dimiliki oleh suatu entitas, oleh
investor yang sudah ada maupun oleh calon investor, kreditur, atau kreditur
lainnya yang membutuhkan informasi tentang sumber daya entitas, klaim
atas entitas tersebut, dan seberapa efisien maupun efektif manajemen entitas
2
melakukan pengelolaan dan komisaris yang telah menyelesaikan tanggung
jawab mereka untuk menggunakan sumber daya entitas.
3) Tujuan umum laporan keuangan menyediakan informasi tentang posisi
keuangan dari pelaporan suatu entitas, yaitu informasi tentang sumber daya
ekonomi dan klaim terhadap sumber daya ekonomi tersebut dalam
pelaporan entitas. Selain itu memberikan informasi tentang dampak
transaksi dan peristiwa lain yang mengubah sumber daya ekonomi suatu
entitas dan klaim atas sumber daya tersebut dalam pelaporan.
Ketiga tujuan di atas sebenarnya saling berkaitan. Tujuan 1 dapat dianggap
sebagai tujuan dasar. Tujuan 2 dan 3 dapat dipandang sebagai penjabaran tujuan
1. FASB menjabarkan lebih lanjut posisi keuangan dan perubahannya dalam
bentuk butir-butir informasi yang harus disajikan yang relevan dengan
keputusan investasi dan kredit. Butir-butir tersebut adalah:
1) Economic resources, obligations, and owner’s equity
2) Enterprise performance and earnings
3) Liquidity, solvency, and funds flows
4) Management stewardships and performance
5) Management explanations and interpretations

2. Tujuan Pelaporan Keuangan Menurut IASB


IASB dan FASB mempertimbangkan kerangka tujuan utama pelaporan keuangan
adalah untuk mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pengguna. informasi
tersebut akan dipilih salah satu dasar kegunaannya dalam proses pengambilan
keputusanKekonomi.
Tujuan ini terlihat ingin dicapai akan pelaporan yaitu:
a) berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi
b) berguna dalam menilai prospek arus kas
c) tentang sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya dan perubahan di
dalamnya.

Kerangka IASB dikembangkan mengikuti jejak dari pembuat standar AS, FASB,
pada periode 1987-2000 FASB menerbitkan laporan konsep tujuh mencakup topik
topik berikut:

a) Tujuan dari pelaporan keuangan oleh perusahaan bisnis dan organisasi non-profit

3
b) Karakteristik kualitatif informasi akuntansi akuntansi yang berguna
c) Unsur-unsur laporan keuangan
d) Kriteria untuk pengakuan dan pengukuran unsur-unsur
e) Penggunaan arus kas dan menyajikan informasi nilai dalam pengukuran akuntansi.

IASB memiliki konsep laporan hanya satu, kerangka atas penyusunan dan
penyajian laporan keuangan. itu dikeluarkan oleh IASC, organisasi pendahulu ke IASB,
pada tahun 1989 dan kemudian diadopsi oleh IASB pada tahun 2001. kerangka
menggambarkan konsep-konsep dasar dengan yang laporan keuangan disusun. Ini
berfungsi sebagai panduan untuk tidak menyasar langsung dalam IAS atau IFRS atau
interpretasi. IASB menyatakan bahwa kerangka:

a) Menentukan tujuan laporan keuangan


b) Mengidentifikasi karakteristik kualitatif yang membuat informasi dalam laporan
keuangan berguna
c) Mendefinisikan elemen dasar laporan keuangan dan konsep untuk pengakuan dan
pengukuran mereka dalam laporan keuangan.

IAS 1 penyajian laporan keuangan dan 8 IAS kebijakan akuntansi, perubahan


estimasi akuntansi dan menangani kesalahan dengan penyajian laporan keuangan dan
membuat reverance untuk framework. IAS 8 mengatur bahwa dalam ketiadaan standar
IASB atau interpretasi yang secara khusus berlaku untuk transaksi, bahkan atau kondisi
lain, manajemen harus kita pertimbangan dalam mengembangkan sebuah menerapkan
akuntansi yang menghasilkan informasi yang:

a) Relevansi dengan keputusan ekonomi membuat kebutuhan pengguna


b) Handal, dalam laporan keuangan:
1. setia merupakan posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas
2. mencerminkan substansi ekonomi dari transaksi, acara lainnya dan kondisi,
dan bukan hanya bentuk hukum adalah netral, yaitu bebas dari bias adalah tepat
secara lengkap dalam semua hal yang material

IAS 8 (ayat 11) menyediakan hirarki pernyataan akuntansi. Hal ini


membutuhkan bahwa dalam membuat penilaian yang diperlukan dalam ayat 10.
Manajemen akan merujuk kepada, dan mempertimbangkan penerapan, sumber-sumber
berikut, dalam urutan:

4
1. persyaratan dan bimbingan dalam Standar dan interpretasi
berurusan dengan masalah yang sama dan terkait dan
2. definisi, kriteria pengakuan dan pengukuran konsep untuk
aset, kewajiban,penghasilan dan beban pada framework tersebut.
3. Pengembangan Rerangka Konseptual
Pengaturan standar berdasarkan aturan dan prinsip. Pengaturan standar ada
yang dipengaruhi prinsip dan ada yang dipengaruhi aturan dari lingkungan
pengambilan keputusan.