Anda di halaman 1dari 8

Yuyuk Liana: Kajian Wanita Berwirausaha Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan ..................

83

KAJIAN WANITA BERWIRAUSAHA SEBAGAI UPAYA


MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA

Yuyuk Liana
Dosen STIE Malangkucecwara Malang

Abstract
Crisis situation in our country have an impact on people's lives and it is felt by all segments of society. This
condition encourages women to empower themselves so as to assist in the economic level of the family. Women
should be smart to see the opportunities that exist and take advantage of its potential ability to become well.
Efforts to empower women in entrepreneurship not only from the government but also from individuals who have
the wish and desire to continue to progress and welfare of the family. The purposes of the study are (1) To
determine the factors of success of women in entrepreneurship (2) To know the motivation of women in
entrepreneurship. The population in this study are moms with businesses in the Kelurahan Sisir Kota Batu which
amount 45 people.
Keywords: entrepreneurship, empowerment of women

Abstrak
Situasi krisis di negara kita berdampak pada kehidupan masyarakat dan dirasakan oleh semua lapisan
masyarakat. Kondisi ini mendorong perempuan untuk memberdayakan diri sehingga dapat membantu dalam
tingkat ekonomi keluarga. Wanita harus pintar melihat peluang yang ada dan mengambil keuntungan dari
kemampuan potensi untuk menjadi baik. Upaya untuk memberdayakan perempuan dalam berwirausaha tidak
hanya dari pemerintah tetapi juga dari individu-individu yang memiliki keinginan dan keinginan untuk terus
maju dan kesejahteraan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui faktor-faktor
keberhasilan perempuan dalam kewirausahaan (2) Untuk mengetahui motivasi perempuan dalam berwirausaha.
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dengan bisnis di Kelurahan Sisir Kota yang jumlahnya 45 orang Batu.
Kata Kunci: wirausaha, pemberdayaan wanita

PENDAHULUAN baik antara pihak Pemerintah dan Masyarakat


Pemberdayaan wanita dapat mengarahkan untuk sangat dibutuhkan sekali dalam memberdayakan
dapat mandiri serta melakukan kegiatan yang wanita sehingga akan membantu permasalahan
bersifat positif yaitu dapat membantu dalam yang dihadapi dan tingkat kesejahteraan keluarga
kehidupan keluarga kesejahteraan keluarga. akan meningkat.
Keterlibatan wanita dalam berwirausaha dapat
membantu suami untuk menambah pendapatan Wanita merupakan suatu potensi, dimana saat ini
keluarga, sehingga kebutuhan-kebutuhan lainnya dalam persaingan global yang semakin menguat
dapat terpenuhi dan kehidupan keluarga akan dan ketat, maka program pemberdayaan wanita
semakin meningkat. Untuk itu dibutuhkan menjadi sangat penting dalam menjawab berbagai
peningkatan skill wanita dalam menjalankan tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di masa
wirausaha agar potensi yang dimiliki muncul akan datang (Ekaningdyah, 2005). Dengan yang
sehingga dalam menjalankan usaha dapat dimiliki tersebut maka wanita mempunyai
menghadapi segala tantangan dan rintangan serta kesempatan untuk berkembang dengan
mampu mengembangkan usahanya dengan baik. berwirausaha sehingga turut serta membantu
tingkat perekonomian di Negara kita dalam bidang
Upaya-upaya memberdayakan wanita dalam ekonomi yang merupakan salah satu indikator
berwirausaha tidak hanya dari pihak pemerintah untuk dapat dapat membantu peningkatan
saja namun juga dari individu yang mempunyai pendapatan keluarga sehingga tingkat kesejahteraan
kemauan dan keinginan untuk terus maju dan keluarga dapat meningkat pula.
mensejahterakan keluarga. Untuk itu peran dari
lembaga-lembaga swadaya masyarakat dan Sesuai dengan rekomendasi untuk pencapaian
organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan dalam pembangunan yaitu meningkatkan peran wanita
hal ini sangat diandalkan (Daulay). Kerjasama yang dalam pembangunan. Program pembangunan akan
84 Jurnal JIBEKA Volume 10 Nomor 1 Agustus 2016: 83 - 90

berhasil dengan meningkatkan posisi wanita dalam


masyarakat sesuai dengan salah satu indikator Pemberdayaan wanita memang perlu diperhatikan
pencapaian pada tahun 2015 mendorong oleh semua pihak agar apa yang diharapkan
kesetaraan gender dan pemberdayaan wanita dan berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan
menjamin kelestarian fungsi lingkungan hidup keluarga dapat tercapai. Menurut Ratnawati (2011)
(Rahayuningsih dan Murdiyanto, 2015). Namun bahwa pemberdayaan bukan hanya meliputi
dalam pelaksanaan dalam berwirausaha banyak hal penguatan individu anggota masyarakat, tetapi juga
yang harus dihadapi oleh wanita dalam pranata-pranatanya. Menanamkan nilai-nilai
menjalankan usaha, tidak hanya masalah modal modern yang merupakan bagian pokok dari upaya
tetapi juga network atau jaringan, pemasaran, dan pemberdayaan seperti: (1) Kerja keras (hard
lain-lain. Untuk itu kemampuan mengembangkan working) (2) Kemandirian (self reliance) (3) Hemat
potensi diri dengan menambah pengetahuan melalui (efficiency)(4) Keterbukaan (open mind) dan (5)
seminar, pelatiha-pelatihan, magang di tempat Sikap tanggung jawab (responsible)
usaha yang lebih sukses sehingga dari hal tersebut
mempunyai bekal yang cukup dalam Wirausaha
mengembangkan usahanya. Adapun tujuan dari Wirausaha Wanita
penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk Wirausaha merupakan suatu usaha untuk
mengetahui faktor-faktor kesuksesan wanita dalam meningkatkan kemampuan dan menjalankan usaha
berwirausaha (2) Untuk mengetahui motivasi dengan kemampuan dalam menghadapi rintangan
wanita dalam berwirausaha dan halangan sehingga tujuan yang diinginkan
dapat tercapai. Untuk itu sikap seorang wirausaha
TINJAUAN PUSTAKA adalah adanya kemauan, disiplin dan sikap jujur
Pemberdayaan Wanita dalam menjalankan usaha. Peran wanita dalam
Keterlibatan wanita dalam berwirausaha yaitu pembangunan ekonomi sangat besar karena dapat
untuk membantu suami sehingga pendapatan menambah pendapatan keluarga. Pernyataan dari
keluarga akan meningkat dan diharapkan Rahayuningsih dan Murdiyanto (2015) wanita
kesejahteraan keluarga pun dapat tercapai. Untuk mempunyai potensi dalam memberikan kontribusi
itu wanita harus mempunyai kemampuan dan pendapatan rumah tangga khususnya rumah tangga
kemauan yang keras dalam menjalankan usahanya miskin. Dalam rumah tangga miskin anggota rumah
supaya dapat mencapai kesuksesan. Pernyataan dari tangga wanita terjun ke pasar kerja untuk
Rahayuningsih dan Murdiyanto (2005) bahwa menambah pendapatan rumah tangga yang
peningkatan partisipasi wanita dalam kegiatan dirasakan tidak cukup. Hal ini menujukkan
ekonomi karena adanya perubahan pandangan dan keterlibatan wanita dalam dunia kerja sangatlah
sikap masyarakat tentang sama pentingnya tinggi untuk membantu menopang pendapatan
pendidikan kaum wanita dan pria, makin suami sehingga semua kebutuhan keluarga dapat
disadarinya perlunya kaum wanita ikut tercukupi.
berpartisipasi dalam pembangunan, adanya
kemauan wanita untuk mandiri dalam bidang Wirausaha wanita merupakan salah satu alternative
ekonomi yaitu berusaha membiayai kebutuhan pilihan bagi wanita untuk menujukkan kemampuan
hidupnya dari orang-orang yang menjadi dalam mengelola bisnis yang dijalankan. Hal ini
tanggungannya dengan penghasilan sendiri. senada dengan pernyataan dari Zimmerer dan
Acarborought (2002) dalam Armiati (2013) bahwa
Kemandirian wanita juga harus ditunjang dengan semakin banyak wanita yang menyadari bahwa
peningkatan kemampuan wanita dalam menjadi wirausahawan adalah cara terbaik untuk
berwirausaha. Adapun unsur-unsur pemberdayaan menembus dominasi pria yang menghambat
ekonomi perempuan menurut pernyataan dari peningkatan karier waktu ke puncak organisasi
Kabeer (2001 dalam Mayoux (2005) dalam Supeni melelui bisnis mereka sendiri. Untuk itu perlu kerja
dan Sari (2011) adalah sebagai berikut: (1) Welfare keras dan kemauan yang tinggi dalam menjalankan
(Kesejahteraan) (2) Consientisation (konsistensi) usaha tersebut agar apa yang diharapkan dari usaha
dan (3) Pemahaman atas perbedaan peran jenis tersebut dapat tercapai. Selanjutnya menurut
kelamin dan peran gender (4) Participation Dwijayanti (2012) bahwa sikap wirausahawan
(Partisipasi) (5) Equality Of control (Kesetaraan meliputi: (1) Mampu berpikir dan bertindak kreatif
dalam Kekuasaan) (2) (2) Mampu bekerja tekun, teliti dan produktif
Yuyuk Liana: Kajian Wanita Berwirausaha Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan ..................85

(3) Mampu berkarya berlandaskan etika bisnis yang wanita yang kemudian dapat berpengaruh positif
sehat (4) Mampu berkarya dan semangat dan terhadap mode pemberdayaan wanita di masa
kemandirian (5) Mampu memecahkan masalah dan depan.
mengambil keputusan secara sistematis dan berani
mengambil resiko. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wanita
Dalam Mengambil Keputusan Berwirausaha
Hal tersebut menujukkan bahwa sikap dala Keputusan untuk berwirausaha bagi wanita adalah
berwirausaha harus dimiliki oleh wanita agar hal yang tepat karena mempunyai beberapa
mempunyai bekal yang kuat dan banyak sehingga keuntungan yaitu masalah pembagian waktu.Hal ini
mampu menghadapi permasalahan yang terjadi akan mempermudah wanita dalam hal waktu yaitu
dalam menjalankan usahanya tersebut. Kemampuan tidak terikat serta bebas dalam menentukan jam
dan keinginan yang besar bagi wanita untuk sesuai dengan kebutuhan. Tetapi kalau bekerja
berwirausaha harus mendapat dukungan dari semua diluar rumah maka wanita akan terikat dengan
pihak. Walapun wanita memiliki beberapa waktu sehingga terkadang akan sedikit menyulitkan
keterbatasan, namun hal tersebut dapat diatasi dalam hal pembagian waktu. Menurut pernyataan
dengan kerja keras dalam menjalankan usahanyaa. dari Juffiasari (2015) menyatakan bahwa
Menurut Alma (2009) ada beberapa faktor yang pengambilan keputusan selain mengarahkan
menjadi penghambat bagi wanita untuk menjadi terhadap pencapaian tujuan, juga setiap
wirausahawan, antara lain: (1) Faktor kewanitaan pengambilan keputusan melibatkan sejumlah
(2) Faktor sosial budaya (3) Faktor emosional (4) resiko, jika keputusan yang diambil kurang tepat.
Faktor adminitrasi dan (5) Faktor pendidikan Untuk itu ada beberapa faktor yang mempengaruhi
kewirausahaan menurut Suryana (2001) antara lain:
Faktor-Faktor Kesuksesan Wirausaha Wanita. (1) Faktor Internal, yang meliputi: (a) Kebutuhan
Kesuksesan wanita dalam berwirausaha banyak akan prestasi (b) Internal locus of control (c)
dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang salah Kebutuhan akan kebebasan (d) Nilai-nilai pribadi
satunya adalah motivasi dalam diri individu untuk (e) Pengalaman. (2) Faktor eksternal meliputi: (a)
mengembangkan kemampuan yang dimiliki Role model (b) Dukungan keluarga dan teman (c)
sehingga hal tersebut akan mendorong wanita untuk Pendidikan.
berwirausaha. Laki-laki ditakdirkan untuk bisa Sedangkan menurut menurut pernyataan dari
menjalankan apapun dalam bidang apapun, karena Tjahyono (2008) dalam Putra (2012) bahwa
pria diberi kelebihan tidak sama dengan wanita. keputusan berwirausaha merupakan perilaku
Kesuksesan wanita menurut Saputri dan Himam dengan keterlibatan yang akan melibatkan beberapa
(2015) di bagi menjadi 2 yaitu kesuksesan intrinsik faktor dianataranya yaitu: (a) Faktor internal seperti
dan kesuksesan ekstrinsik, adapun penjelasanya kepribadian, persepsi, motivasi dan pembelajaran
adalah sebagai berikut: (1) Kriteria intrinsik adalah (b) Faktor eksternal, seperti kelurga, teman,
sebagai berikut: (a) Kemandirian (b) Dapat tetangga dan lain sebaginya.
mengendalikan masa depan diri sendiri (c) Menjadi
bos bagi diri sendiri (d) Berprestasi (2) Kriteria Selanjutnya menurut pernyataan dari pristiana, et.al,2009,
ekstrinsik adalah sebagai berikut: (a) Pengembalian Khalid,et.al,2012, Raman,et.al.2008, Tambunan, 2012)
asset (b) Penjualan meningkat (c) Keuntungan dalam Juffiasari, (2015) bahwa ada beberapa faktor yang
meningkat (d) Peningkatan jumlah karyawan (e) berpengaruh dalam pengambilan keputusan wanita untuk
berwirausaha, antara lain: (1) Faktor internal meliputi: (a)
Dapat membahagiakan karyawan dan pelanggan (f) Minat disertai dengan kecakapan yang relevan (b)
Pengembangan bisnis (g) Mensejahterakan Pemberdayaan diri (c) Motivasi. (2) Faktor Ekternal,
keluarga. meliputi: (a) Dukungan suami/keluarga (b) Sumber
modal (c) Lingkungan keluarga/keturunan (d)
Kesuksesan wanita berwirausaha tidak hanya dalam Lingkungan sosial (e) Kesempatan
pengelolaan modal saja namun semua aspek juga
harus diperhatikan untuk dapat melihat potensi bagi Motivasi Wanita dalam Berwirausaha
pengembangan wirausaha wanita. Hal ini sejalan Motivasi adalah keinginan baik dari dalam dan dari
dengan pernyataan dari Achmad dan Saputro luar yang mendorong seseorang untuk mencapai
bahwa keberhasilan membangun kewirausahaan suatu tujuan yang diinginkan. Motivasi wanita
wanita secara berkelanjutan akan berpengaruh berwirausaha merupakan dorongan bagi wanita
positif terhadap eksistensi dan aktualisasi diri kaum untuk bisa berkembang secara mandiri dalam
menjalankan usahnya dengan kemampuan dan
86 Jurnal JIBEKA Volume 10 Nomor 1 Agustus 2016: 83 - 90

keahlian yang dimilikinya. Adapun menurut masyarakat akan mendorong setiap orang dalam
pernyataan dari Zhu dan Chu (2010) dalam rumah tangga berperilaku yang baik, saling
Novianti (2012) bahwa motivasi wirausahawan kerjasama yang harmonis, saling menghormati
wanita untuk memulai dan menjalankan usaha dalam komunikasi, saling memberikan kesempatan
adalah sebagai berikut: untuk berpendapat dan semua kebutuhan keluarga
1. Personal growth factor yang meliputi: dapat terpenuhi.
a. To prove I can do it
b. To e able to use my past experience and training Adanya kerjasama yang harmonis antar keluarga, dengan
c. For my own satisfaction and growth melakukan komunikasi yang baik antar sesama anggota
d. To gain public recognition keluarga karena hal tersebut merupaka kunci
2. Family factor yang meliputi: keberhasilan dalam keluarga sehingga diharapkan akan
a. To maintain my personal freedom tercipta kondisi keluarga yang bahagia dan tentram.
b. To be closer to my family Untuk itu diperlukan adanya manajemen keluarga.
c. To build a business to pass on Manajemen merupakan kemampuan/ketrampilan untuk
d. To provide jobs for family members memperoleh sesuatu hasil melalui kegiatan-kegiatan yang
3. Income job factor yang meliputi: dilakukan oleh orang lain. Adapun unsur-unsur
a. To increase my income manajemen adalah: (a) Perencanaan (b) Pelaksanaan (c)
b. To protect my job security Pengawasan (d) Evaluasi yang diharapkan dapat
c. To be my own boss mempengaruhi apa yang menjadi tujuan hidup. (Deacon
Selanjutnya menurut pernyataan dari Jesurajan dan dan firebaught, 1981 dalam Iskandar dkk).
Gnanadhas (2011) dalam Safitri dan Hutammi
menyatakan bahwa atribut yang memotivasi wanita Faktor ekonomi masih menjadi indikator utama
dalam berwirausaha adalah sebagai berikut: (a) Mandiri
secara ekonomi (b) Tidak puas dengan pekerjaan yang
dalam kehidupan masyarakat yang dipandang
ada (c) Pengangguran (d) Mencari tantangan (e) sebagai faktor kesejahteraan, namun tidak hanya
Keinginan pribadi (f) Kebanggan diri (g) Tradisional / faktor ekonomi saja ada faktor-faktor lain yang juga
turun temurun (h) Kesempatan kerja (i) Bantuan financial menunjang kesejahteraan keluarga yaitu faktor
(j) Pengetahuan teknis (k) Dorongan keluarga (l) lingkungan, faktor keharmonisan dalam keluarga,
Penggunaan dana tidak terpakai (m) Fasilitas dan lain-lain. Menurut pernyataan Samsinas (2010)
infrastruktur (n) Pengalaman kewirausahaan (o) Potensi bahwa kemapaman ekonomi menjadi unsur yang
pasar (p) Keingian keluarga (q) Status sosial (r) Latar ikut menentukan status sosial seseorang begitu pula
belakang keluarga keluarga. Hal ini memang sering terjadi dalam
kehidupan masyarakat, bahwa mereka memandang
Kesejahteraan Keluarga
Konsep kesejahteraan keluarga mengacu pada UU No 10
tingkat kematangan ekonomi dalam keluarga akan
tahun 1992 yang menyebutkan bahwa keluarga sejahtera menentukan kesejahteraan dan status mereka dalam
adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan atas masyarakat.
perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan Peran seorang wanita dalam suatu keluarga adalah sangat
spiritual dan material yang layak, bertakwa kepada Tuhan besar, karena wanita dapat melaksanakan tugas semuanya
Yang Maha Esa, memiliki hubungan yang serasi, selaras, dengan baik, baik sebagai ibu rumah tangga maupun
dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan sebagai seorang wirausaha yang dimana hasil dari kerja
masyarakat dan lingkungan (BKKBN, 1996). Untuk kerasnya tersebut adalah untuk membantu pendapatan
membentuk suatu keluarga yang sejahtera harus ada suami dan pada akhirnya untuk tingkat kesejahteraan
kerjasama atau hubungan yang serasi dan seimbang keluarga. Kemampuan wanita mengelola rumah tangga
antara ayah, ibu dan anak dalam sebuah keluarga dan kemampuan untuk meningkatkan diri akan berjalan
sehingga akan tercapai tujuan hidup yang diinginkan seiring dengan kemampuan untuk membagi waktu
yaitu kesejahteraan keluarga. dengan baik. Jadi walaupun bekerja wanita tidak akan
melupakan tugas utamanya di rumah, mulai dari
Selanjutnya menurut pernyataan Soetjipto (1992), mempersipakan makanan, membersihkan rumah dan
segala hal yang berkaitan dengan rumah tangga. Semua
bahwa kesejahteraan keluarga adalah terciptanya dilakukan dengan baik sesuai dengan kemampuanya.
suatu keadaan yang harmonis dan terpenuhinya Pernyataan dalam
kebutuhan jasmani serta sosial bagi anggota http://iftidasar.blogspot.co.id/2009/03/peranan-
keluarga, tanpa mengalami hambatan yang serius di perempuan-istri-dalam.html menyatakan bahwa
dalam keluarga, dan dalam menghadapi masalah- sebagai perempuan apalagi bagi para perempuan
masalah keluarga akan mudah untuk di atasi secara yang baru menikah atau usia perkawinanya masih
bersama oleh anggota keluarga, sehingga standar muda, ada dilema antara mengurus rumah tangga
kehidupan keluarga dapat terwujud. Perwujutan atau tetap bekerja. Disarankan agar perempuan
manajemen keluarga yang baik dalam kehidupan
Yuyuk Liana: Kajian Wanita Berwirausaha Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan ..................87

tetap bekerja dalam bentuk apapun, bukan hanya


sekedar bekerja di kantor tetapi juga mempunyai Jenis usaha
penghasilan tambahan dengan mandiri agar dapat Tabel 2. Jenis Usaha
menambah kesejahteraan keluarganya. Disarankan
pula juga agar berhasil mengarahkan anak-anaknya Keterangan Frek Persentase
menjadi entrepreneur bukan hanya menjadi Jasa 10 23.8
karyawan agar dapat berhasil menjadi manusia Dagang 20 47.6
yang sejahtera. Produksi 12 28.6
Total 42 100.0
METODE PENELITIAN
Variabel Penelitian Berdasarkan tabel diatas menujukkan bahwa jenis
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah usaha yang jalankan oleh wanita usaha dagang
sebagai berikut: (1) Kesuksesan wanita berwirausaha
yaitu sebanyak 20 orang atau 47.6%. Hal ini
meliputi: (a) Kemandirian (b) Berprestasi (c)
Pengembangan bisnis. (2) Keputusan wanita menujukkan bahwa usaha dagang merupakan usaha
berwirausaha meliputi: (a) Minat (b) Dukungan yang paling banyak dipilih oleh wanita dalam
suami/keluarga (3) Motivasi wanita berwirausaha berwirausaha misalnya membuka toko untuk
meliputi: (a) Keinginan pribadi (b) Mencari tantangan (4) memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, dll. Hal
Kesejahteraan Keluarga meliputi: (a) Faktor Ekonomi (b) ini disebabkan karena usaha ini sangat mudah
Faktor lingkungan dijalankan oleh wanita dengan memperoleh beberpa
keuntungan apabila menjalankan usaha di rumah
Populasi dan Sampel Penelitian sendiri antara lain: waktunya lebih fleksibel
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang sehingga dapat dibagi dengan baik antara waktu
mengembangkan usaha pada berbagai usaha . untuk berwirausaha dan waktu untuk keluarga,
Jumlah populasi sebanyak 45 orang untuk modal yang digunakan menjalankan usaha juga
Kelurahan Sisir Kota Batu tidak terlalu besar sehingga usaha dimulai dengan
membuka toko kecil-kecilan. Namun dengan usaha
Metode Pengumpulan Data yang gigih dan kuat dengan berbagai pengalaman
Metode pengumpulan data dilakukan dengan
dan pengetahuan yang dimiliki untuk memuaskan
menyebarkan kuisioner/daftar pertanyaan kepada
responden. Yaitu dengan menggunakan daftar pertanyaan konsumen maka tidak menutup kemungkinan usaha
yang berstruktur yang diberikan kepada responden dan dapat berkembang menjadi besar dan sesuai yang
memperoleh jawaban secara rinci. Selain itu juga diharapkan.
digunakan metode interview, yaitu dilakukan dengan
wawancara secara langsung dengan pihak ibu-ibu untuk 2. Deskripsi Variabel Penelitian
mengetahui kesulitan-kesuitan yang dihadapi dalam Variabel Kesuksesan Wanita Berwirausaha
mengembangkan usaha sehingga akan memperoleh jalan Kemadirian
keluar dari permasalahan yang dihadapi oleh mereka.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


1. Deskripsi responden
Lama dalam menjalankan usaha

Tabel 1. Lama Usaha yang dijalankan

Keterangan Frekuensi Prosentase


1-4 8 19.0
5-8 15 35.71
>9 19 45.29
Berdasarkan tabel di atas menujukkan bahwa
Total 42 100.0
responden sangat setuju dengan adanya dengan
item kemandirian yaitu sebesar 24 orang atau
Berdasarkan tabel di atas maka dapat disimpulkan
66.7%. Hal ini menujukkan bahwa dengan
bahwa responden dalam menjalankan usaha banyak
kemandirian usaha maka wanita mempunyai
berkisar pada > 9 tahun yaitu sebanyak 19 orang
kemampuan dalam menjalankan usahanya.
atau 45.29%.
88 Jurnal JIBEKA Volume 10 Nomor 1 Agustus 2016: 83 - 90

Berprestasi

Berdasarkan tabel di atas menujukkan bahwa


Berdasarkan tabel di atas menujukkan bahwa responden sangat setuju dengan dengan item minat
responden sangat setuju sebanyak 18 orang atau yaitu sebesar 19 orang atau 52.8%. Hal ini
50% dan setuju sebanyak 18 orang atau 50%. Hal menujukkan bahwa minat adalah hal yang sangat
ini menujukkan bahwa prestasi adalah merupakan penting diawal menjalankan usaha, karena dengan
hal penting bagi wanita dalam menjalankan minat atau kemauan diri yang kuat akan mendorong
usahanya. Karena usaha yang dijalankan mulai dari wanita untuk mengembangkan usahanya. Minat
nol yaitu misalnya dengan modal kecil namun tumbuh dari diri individu sendiri, sehingga minat
setelah dengan perjuangan yang keras dengan yang tinggi akan menujukkan adanya usaha yang
adanya kemauan dan rasa percaya diri yang tinggi keras untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
maka usaha yang dijalankan menjadi besar Selain itu dengan minat harus juga diikuti oleh
sehingga hal ini merupakan prestasi bagi wanita kecakapan yang dimiliki oleh wanita yang didasari
dalam berwirausaha. oleh bakat yang dimilikinya.

Pengembangan Bisnis Dukungan Keluarga

Berdasarkan tabel di atas menujukkan bahwa


responden sangat setuju dengan dengan item
pengembangan bisnis yaitu sebesar 25 orang atau Berdasarkan tabel di atas menujukkan bahwa
69.4%. Hal ini menujukkan bahwa pengembangan responden sangat setuju dengan dengan item minat
bisnis sangat perlu dilakukan, karena hal ini akan yaitu sebesar 24 orang atau 66.7%. Hal ini
semakin mendorong wanita untuk terus berusaha menujukkan bahwa dukungan keluarga adalah hal
dan bekerja keras dalam mengembangkan yang penting dalam menjalankan usaha. Dukungan
bisnisnya. Bisnis yang dijalankan wanita dapat suami/keluarga bagi wanita akan mendorong dan
berkembang dengan membuka usaha lain yang memudahkan wanita dalam mengambil keputusan
sejenis dengan bidang usaha yang dijalankan. Hal pada saat menjalankan usaha. Hal ini senada
ini menujukkan tingkat kreatifitas dan daya inovatif dengan pernyataan dari Suryana (2001) bahwa
wanita dalam mengembangkan usaha. Untuk itu dengan dukungan keluarga maka mempermudah
dibutuhkan adanya kemauan yang tinggi untuk sekaligus menjadi sumber kekuatan dalam
selalu maju dalam menjalankan usahanya. menghadapi atau menyelesaikan permasalahannya.

Variabel Keputusan Wanita Berwirausaha Motivasi wanita berwirausaha


Minat Keinginan pribadi
Yuyuk Liana: Kajian Wanita Berwirausaha Sebagai Upaya Meningkatkan Pendapatan ..................89

hal yang sekecil apapun maka akan mampu


memberikan yang terbaik dalam usahanya. Selain
itu pernyataan dari Jesurajan dan Gnanadhas
(2011) dalam safitri dan Hutammi Wirausaha
adalah orang-orang yang menyukai usaha-usaha
yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan
atau kegagalan daripada usaha yang kurang
menantang. Usaha yang menantang akan semakin
memotivasi wanita dalam menjalankan usahanya.

Berdasarkan tabel di atas menujukkan bahwa Kesejahteraan Keluarga


responden setuju dengan dengan item keinginan pribadi Ekonomi
yaitu sebesar 23 orang atau 63.9%. Hal ini menujukkan
bahwa dalam berwirausaha adalah muncul dari keinginan
pribadi dari wanita itu sendiri yang hal ini muncul untuk
membantu pendapatan suami dengan melakukan usaha
secara mandiri. Dengan membantu penambahan
pendapatan bagi keluarga maka diharapkan kesejahteraan
keluarga akan tercapai dan semua kebutuhan pendidikan,
kesehatan, dan lain-lain akan terpenuhi. Hal ini senada
dengan pernyataan dari Jesurajan dan Gnanadhas (2011) Berdasarkan tabel di atas menujukkan bahwa responden
dalam safitri dan Hutammi bahwa modal utama seorang sangat setuju sebanyak 25 orang atau 69.4% dengan item
wirausaha adalah kemauan dan rasa percaya diri, faktor ekonomi. Hal ini menujukkan bahwa kesejahteraan
sehingga dapat mengatasi permasalahan yang terjadi di keluarga dipandang berhasil apabila dilihat dari sisi
lapangan. Dengan bermodalkan rasa percaya diri yang ekonomi artinya apabila pendapatan dalam suatu
kuat maka dorongan atau keinginan untuk maju dan keluarga mengalami peningkatan maka kesejateraan
berkembang juga akan semakin tinggi. keluarga akan meningkat. Untuk itu partisipasi wanita
untuk membantu suami dengan berwirausaha yang sukses
mempunyai pengaruh terhadap kesejahteraan keluarga..
Mencari Tantangan Pernyataan dari Biro Pusat Statistik Indonesia (2000)
dalam Leba, Goro Elkana (2013) bahwa salah satu
indikator tingkat kesejahteraan keluarga, antara lain
tingkat pendapatan keluarga. Jadi dengan adanya
peningkatan pendapatan keluarga diharapkan semua
kebutuhan dapat terpenuhi dan kesejahteraan keluarga
akan meningkat. Selanjutnya pernyataan dari Samsinas
(2010) bahwa tingkat kemapaman ekonomi menjadi
unsur yang ikut menentukan status sosial seseorang
begitu pula keluarga. Hal ini menujukkan bahwa dalam
kehidupan masyarakat,tingkat kematangan ekonomi
Berdasarkan tabel di atas menujukkan bahwa masih menjadi prioritas utama dalam menentukan
responden setuju sebanyak 18 orang atau 50% dan kesejahteraan dan status mereka dalam masyarakat.
sangat setuju 18 orang atau 50% dengan dengan
item tantangan. Hal ini menujukkan bahwa Lingkungan
tantangan merupakan dorongan bagi wanita untuk
terus berkembangan. Dalam dunia bisnis banyak
sekali tantangan yang dihadapi, hambatan-
hambatan yang dihadapi, namun dengan kemauan
dan kerja keras maka tujuan yang diharapkan dapat
tercapai. Selain itu adanya pengalaman pada saat
menjalankan usaha merupakan guru terbaik dalam
menjalankan bisnisnya, untuk itu wanita perlu
belajar banyak dari setiap perjalanan dalam
usahanya. Kemampuan menangkap peluang bisnis,
hal ini juga merupakan tantangan bagi wanita,
karena dengan kemampuan untuk mengidentifikasi Berdasarkan tabel di atas menujukkan bahwa responden
sangat setuju sebanyak 17 orang atau 47.2% dengan item
90 Jurnal JIBEKA Volume 10 Nomor 1 Agustus 2016: 83 - 90

lingkungan. Hal ini menujukkan bahwa tingkat 2. Armianti,2013.Women Entrepreneur Serta Faktor-
kesehteraan keluarga tidak hanya faktor ekonomi saja Faktor Yang Mempengaruhinya, Jurnal Economica
tetapi juga faktor lingkungan berpengaruh dalam Vol 1 No 2 April 2013.
peningkatan kesejahteraan keluarga selain itu juga faktor 3. Bastaman Aam dan Juffiasari Riffta, 2015. Fakyot-
lainnya seperti faktor budaya, faktor sosial, dan lain-lain. Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan
Keputusan Bagi wanita Untuk Berwirausaha.
SIMPULAN DAN SARAN 4. Daulay Raihanah, Strategi Jaringan Untuk
Simpulan Meningkatkan Pendapatan Masyarakat.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah sebagai 5. Dwijayanti, Nur 2012.Kewirausahaan SMK,
Menidentifikasi Sikap dan Perilaku Kewirausahaan.
berikut: (1) Untuk mengetahui faktor-faktor 6. Ekaningdyah Astrid, 2005. Peran Wanita Dalam
kesuksesan wanita dalam berwirausaha (2) Untuk Peningkatan Pendapatan Keluarga Nelayan Di Desa
mengetahui motivasi wanita dalam berwirausaha Tasikagung Kecamatan Rembang Kabupaten
sedangkan Populasi dalam penelitian ini adalah Rembang Jawa Tengah.
Ibu-ibu yang sukses dalam berwirausaha di 7. Endah Supeni Retno dan Sari Maheni Ika , 2011.
Kelurahan Sisir Kota Batu. Upaya Pemberdayaan Ekonnomi Perempuan
Melalui Pengembangan Manajemen Usaha Kecil.
Hasil penelitian yang berkaitan dengan variabel Seminar Nasioanal Fak ekonomi UNIMUS.
penelitian adalah: (1) variabel kesuksesan wanita 8. Iskandar, dkk Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
berwirausaha meliputi: (a) kemandrian sejahtera Kesejahteraan Keluarga.
sebanyak 66,7% menyatakan sangat setuju (b) berprestasi 9. Novianti Diah, 2012. Analisis Faktor Motivasi
sebanyak 50% menyatakan sangat setuju dan yang wirausahawan Wanita dan Hubungannya Dengan
menyatakan setuju sebanyak 50% dan (c) item Pertumbuhan Usaha (Studi Kasus Pada UMKM
pengembangan bisnis sebanyak 69.4% yang menyatakan Batik Di Solo).
sangat setuju. (2) Keputusan wanita berwirausaha, yang 10. Ratnawati Susi,2011. Model Pemderdayaan
meliputi item-item sebagai berikut: (a) minat sebanyak Perempuan Miskin Pedesaan Melalui Pegembangan
69.4 % menyatakan sangat setuju (b) dukungan keluarga Kewirausahaan.
sebanyak 66.7% menyatakan sangat setuju. (3) Motivasi 11. Rahayunigsih Sri dan Murdiyanto Agus,2015.
wanita berwirausaha yang meliputi item-item sebagai Upaya Peningkatan Pendapatam Rumah Tangga
berikut: (a) keinginan pribadi 63.9% (b) Mencari Miskin Pengrajin Batik Dengan Canting Elektrik.
tantangan yang menyatakan sangat setuju 50% dan yang Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper.
menyatakan setuju 50%. (4) Variabel kesejateraan 12. Safitri Tria Yulius dan Jurry Hutammimi.
keluarga, yang meliputi item-item sebagai berikut: (a) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
ekonomi yang menyatakan sangat setuju sebanyak 69.4% wanita Berwirausaha Melalui Bisnis Online.
(b) faktor lingkungan yang menyatakn sangat setuju 13. Saputri Rizki Kusumadewe dan Himam
sebanyak 50% dan yang menyatakan setuju 50%. Fathul. Mindset Wanita Pengusaha Sukses.
Jurnal Pysikologi Vol 42 N0 2 Agustus 2015.
Saran 14. Samsinas, 2010.Peran Perempuan Dalam
Saran dalam penellitian ini adalah sebagai berikut: (a)
Yang mendorong wanita untuk berwirausaha terutama
Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga,
dalam mengembangkan usaha yang dijalankan adalah Musawa Vol 2 no 2 Desember 2010.
menambah pendapatan bagi keluarga sehingga semua 15. Supeni Retno Endah dan Sari Maheni Ika,
kebutuhan dapat terpenuhi dan tingkat kesejahteraan 2011. Upaya Pemberdayaan Ekonomi
keluarga meningkat. Untuk itu perlu adanya kemampuan Perempuan Melalui Pengembangan
meningkatkan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan, Manajemen Usaha Kecil. (studi Deskriptif
seminar, magang di tempat wirausaha lain yang sukses Pada Kegiatan Usaha Kecil Ibi-Ibu Desa
(b) Wanita harus dapat membagi waktu yang baik Wirolegi Kab Jember, Dampingan Pusat Studi
sehingga pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan diluar Wanita UM Jember).
dapat berjalan dengan baik (c) Perlu adanya pembinaan
masalah pendanaan pada saat akan memulai membuka
16. Widjanarko Otok dan Lubis. Pengaruh
usaha baru yaitu bagaimana cara mendapatkan modal Kepribadian Terhadap Perilaku
yang cepat dan lancar. Kewirausahaan Menggunakan Partial Least
Square.
17. Soetjipto, 1992. Pendidikan Kesejahteraan
DAFTAR PUSTAKA Keluarga. Semarang: Satya Wacana Press.
1. Achmad Nur dan Saputro Edy Purwo, Faktor 18. http://iftidasar.blogspot.co.id/2009/03/peranan
Sukses Wirausaha Wanita. -perempuan-istri-dalam.html