Anda di halaman 1dari 26

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

DIREKTORAT JENDERAL KETENAGALISTRIKAN

RANCANGAN AKTUALISASI CPNS GOL III 2018


SWITO GAIUS AGUSTINUS SILALAHI
Bandung, 2 April 2018

1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG


(Peraturan Kepala LAN No.25/2017)

(Pasal 10 UU ASN)
2
B. DESKRIPSI ORGANISASI

Visi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan:


“Terwujudnya sektor ketenagalistrikan yang andal, aman, akrab
lingkungan, kualitas tinggi, efisien dan rasional untuk memperkokoh
pembangunan nasional yang berkelanjutan sehingga memberikan manfaat
yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.”

Misi Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan:


1. Menyelenggarakan pembangunan sarana penyediaan dan penyaluran tenaga
listrik untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik daerah dan nasional;
2. Melaksanakan pengaturan usaha penyediaan dan usaha penunjang tenaga listrik;
3. Melaksanakan pengaturan keselamatan ketenagalistrikan dan lindungan
lingkungan;
4. Memanfaatkan seoptimal mungkin sumber energi primer dan energi terbarukan
dengan memperhatikan keekonomiannya;
5. Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
3
STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL KETENAGALISTRIKAN
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

1. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Andy Noorsaman S)


2. Sekretariat Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Agoes Triboesono)
3. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan (Jisman Hutajulu)
4. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan (Hendra Iswahyudi)
5. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan (Munir Ahmad)

4
Tugas Seksi Tarif Tenaga Listrik dan Subsidi :

Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan,


penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta bimbingan teknis dan
evaluasi di bidang tarif tenaga listrik dan subsidi listrik.
(Permen ESDM No. 13/2016 Pasal 315)

Uraian kegiatan kerja Seksi Tarif Tenaga Listrik dan Subsidi :


1) Verifikasi dan penyiapan penetapan susut jaringan tenaga listrik
2) Monitoring dan evaluasi BPP tenaga listrik
3) Penyiapan dan monitoring tarif tenaga listrik dan subsidi listrik
4) Verifikasi penjualan dan tunggakan listrik
5) Sosialisasi kebijakan TTL dan subsidi

5
C. IDENTIFIKASI ISU Penanganan
pengaduan

subsidi listrik 
belum optimal

ISU
Sharing
Evaluasi
Knowledge
terhadap
dengan
penjualan
personel kerja
listrik PLN
yang baru
belum optimal
belum optimal






  6
ANALISIS DAMPAK
Akibat Jika kondisi saat ini tidak diselesaikan:
Penanganan - Cara kerja & waktu kerja tidak optimal;
pengaduan - Masyarakat merasa tidak dilayani;
subsidi listrik
belum optimal - Profesionalitas kerja dan organisasi menurun
- Citra buruk terhadap kementerian ESDM

Sharing
Knowledge Akibat Jika kondisi saat ini tidak diselesaikan:
dengan - Kesulitan penyesuaian ritme kerja;
personel - Pemahaman unit kerja tidak maksimal;
kerja yang
baru belum - Merasa tidak diberdayakan.
optimal
Akibat Jika kondisi saat ini tidak diselesaikan:
Evaluasi - Efisiensi waktu kerja tidak optimal;
terhadap - Kesulitan dalam proses evaluasi;
penjualan - Profesionalitas kerja menurun;
listrik PLN
belum optimal - Pelayanan publik menjadi tidak optimal;
- Penurunan kepercayaan publik (stakeholder).
7
D. PERUMUSAN DAN PENETAPAN ISU

Penilaian
No. Isu Total Prioritas
U S G R
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Penanganan pengaduan
4 5 5 2 16 II
subsidi listrik belum optimal
2. Sharing Knowledge dengan
personel kerja yang baru 3 4 3 4 14 III
belum optimal
3. Evaluasi terhadap
penjualan listrik PLN 4 4 5 5 18 I
belum optimal

Keterangan :
U = Urgency ; S = Seriousness ; G = Growth ; R = Rationality
1 = Sangat kecil ; 2 = Kecil ; 3 = Sedang ; 4 = Besar ; 5 = Sangat besar

8
Gap kondisi:
Kondisi yg diharapkan
- Data terkumpul ;
Evaluasi terhadap
PENYEBAB -
-
Jadwal evaluasi
PIC evaluasi
penjualan listrik PLN
Kondisi saat ini: Optimal:
Data belum - Alat bantu
Evaluasi terhadap - Data terkumpul
terkumpul - Adanya Jadwal evaluasi
penjualan listrik PLN
belum optimal: - Adanya PIC evaluasi
- Data tersebar ke - Adanya alat bantu
Proses evaluasi
belum terjadwal beberapa personel
kerja;
- Evaluasi dilakukan saat
PIC belum data dibutuhkan
ditetapkan - Penunjukan pelaksana
evaluasi berdasarkan
beban kerja terkini
Rumit & Waktu - Evaluasi dilakukan
lama evaluasi secara manual
banyak data

Akibat Jika kondisi saat ini tidak diselesaikan :


- Efisiensi waktu kerja tidak optimal;
- Kesulitan dalam proses evaluasi;
- Profesionalitas kerja menurun;
- Pelayanan publik menjadi tidak optimal;
- Penurunan kepercayaan publik (stakeholder). 9
RENCANA PEMECAHAN MASALAH
A. GAGASAN PEMECAHAN ISU

Analisis USGR untuk Menentukan Prioritas Akar Permasalahan

Penilaian
No. Isu Total Prioritas
U S G R
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

1. Data belum terkumpul 4 3 4 5 16 II


Proses evaluasi belum
2. 3 3 3 5 14 III
terjadwal
3. PIC belum ditetapkan 3 3 3 4 13 IV
Rumit & waktu lama
4. mengevaluasi banyak 4 5 4 5 18 I
data

Keterangan :
U = Urgency ; S = Seriousness ; G = Growth ; R = Rationality
1 = Sangat kecil ; 2 = Kecil ; 3 = Sedang ; 4 = Besar ; 5 = Sangat besar
10
Subdirektorat Harga Tenaga Listrik Seksi Tarif Tenaga Listrik dan Subsidi

Gap kondisi:
Kondisi yg diharapkan
PENYEBAB - Data terkumpul ;
- Jadwal evaluasi Evaluasi terhadap
penjualan listrik PLN
Kondisi saat ini: - PIC evaluasi
Optimal:
Data belum - Alat bantu
Evaluasi terhadap - Data terkumpul
terkumpul - Adanya Jadwal evaluasi
penjualan listrik PLN
belum optimal: - Adanya PIC evaluasi
- Data tersebar ke - Adanya alat bantu
Proses evaluasi
belum terjadwal beberapa personel
kerja;
- Evaluasi dilakukan saat
PIC belum data dibutuhkan
ditetapkan - Penunjukan pelaksana
evaluasi berdasarkan
beban kerja terkini Solusi Inovatif
Rumit & Waktu - Evaluasi dilakukan
lama evaluasi SOLUSI
secara manual
banyak data • Membuat satu tempat
penyimpanan data penjualan
dan data evaluasi penjualan;
• Membuat jadwal evaluasi rutin
Akibat Jika kondisi saat ini tidak diselesaikan : bulanan dan tahunan
- Efisiensi waktu kerja tidak optimal; • Menetapkan PIC evaluasi
- Kesulitan dalam proses evaluasi; • Membuat Tools
- Profesionalitas kerja menurun; evaluasi penjualan
- Pelayanan publik menjadi tidak optimal;
- Penurunan kepercayaan publik (stakeholder). listrik PLN
11
B. RENCANA, TAHAPAN, OUTPUT, DAN KETERKAITAN KEGIATAN
DENGAN SUBSTANSI MATA PELATIHAN

Koordinasi
dengan Pembuatan
Pembuatan Sosialisasi
coach/ dan
Perancangan Laporan Tools
mentor dan Pengumpulan Pemahaman simulasi
tools tentang Evaluasi
rekan kerja data hasil data hasil tools
tentang
evaluasi Hasil Penjualan
penjualan penjualan evaluasi
tools penjualan Evaluasi Listrik PLN
listrik PLN listrik PLN hasil
evaluasi listrik PLN Penjualan kepada
penjualan
penjualan Listrik PLN rekan kerja
listrik PLN
listrik PLN

12
 Koordinasi dengan bertanggung jawab (Akuntabilitas).

 Pemahaman keanekaragaman Indonesia dari perbedaan latar


belakang suku dan agama (Nasionalisme).

 Komunikasi yang baik, sikap sopan, serta mengutamakan kebutuhan


publik (Etika Publik).

 Pentingnya arahan dari coach/mentor dan saran dari teman kerja


yang lebih berpengalaman (Komitmen Mutu).
 Transparansi informasi yang dilakukan coach/mentor, rekan kerja,
dan peserta (Anti Korupsi).

13
 Pengumpulan data penjualan listrik dari PLN yang dilakukan secara
mandiri dan bertanggung jawab (Akuntabilitas).

 Komunikasi yang baik saat meminta bantuan pihak lain (Etika


Publik).

 Cermat dalam melakukan kegiatan pengumpulan data penjualan


listrik (Komitmen Mutu).

 Tidak melakukan manipulasi data hasil penjualan listrik (Anti


Korupsi).
 Pengumpulan data penjualan listrik harus dilakukan dengan
berkoordinasi/kolaborasi dengan PLN (Whole of Government)

14
1. Memahami data hasil penjualan listrik PLN secara
mandiri

2. Berdiskusi dengan coach/mentor untuk dapat


memahami data hasil penjualan listrik PLN

3. Berdiskusi dengan rekan kerja untuk dapat memahami


data hasil penjualan listrik PLN

4. Berdiskusi dengan coach/mentor dalam menentukan


format dan konten data yang relevan untuk pembuatan tools

Diskusi dalam penentuan format, dan konten agar hasil pekerjaan dapat
dipertanggungjawabkan (Akuntabilitas).

Pemahaman bahwa Negara Indonesia terdiri dari berbagai Provinsi yang


memiliki keanekaragaman budaya. (Nasionalisme)

Diskusi untuk pemahaman data agar menghasilkan output berkualitas


terbaik. (etika publik dan komitmen mutu)

Diskusi dilakukan terbuka dan dapat dilihat coach/mentor secara


langsung. (Anti Korupsi)
15
1. Mencari literatur mengenai tools evaluasi sejenis

2. Melakukan benchmark mengenai tools sejenis

3. Merancang tools evaluasi secara mandiri

4. Mendiskusikan hasil rancangan tools dengan coach/mentor

5. Merevisi hasil rancangan tools

6. Finalisasi rancangan tools dengan coach/mentor

Kajian literatur, benchmark, dan diskusi dilakukan agar hasil kerja


dapat dipercaya. (Akuntabilitas)

Komunikasi dan konsultasi dilakukan berdasar prinsip saling


menghargai dan menghormati. (Etika Publik)

Proses perancangan dilakukan secara mandiri dan kemudian


didiskusikan dan direvisi kembali. (Komitmen Mutu)

Hasil kajian literatur dan benchmark disampaikan sesungguhnya,


tanpa adanya pengurangan informasi. (Anti Korupsi)
16
Pembuatan tools dilakukan sesuai rancangan yang telah dibuat dan
dapat dipertanggungjawabkan kemampuannya. (Akuntabilitas)

Revisi dilakukan sesuai arahan coach/mentor dan dilakukan dengan


sebaik mungkin. (Etika Publik)

Tools direvisi berulang kali hingga didapatkan tools akhir yang terbaik
dan berkualitas. (Komitmen Mutu)

Simulasi akhir tools dilakukan terbuka. (Anti Korupsi)

17
Diskusi dan konsultasi dengan dilakukan dalam menentukan format
laporan. (Akuntabilitas)

Konten laporan yang dibuat memenuhi ekspektasi semua pihak


terkait. (Etika Publik)

Laporan memiliki konten yang bermanfaat dan dapat digunakan


untuk mengambil kebijakan lain. (Komitmen Mutu)

Laporan yang dibuat dapat diakses secara terbuka oleh stakeholder


terkait. (Anti Korupsi) (Pelayanan Publik)
18
Sosialisasi penggunaan tools sebagai bentuk pertanggungjawaban.
(Akuntabilitas)

Sosialisasi penggunaan tools dilakukan dengan baik dan benar.


(Etika Publik)

Sosialisasi penggunaan tools dilakukan agar semua rekan kerja


memiliki kompetensi yang sama dalam penggunaan tools.
(Komitmen Mutu)

Distribusi dilakukan ke semua rekan kerja tanpa adanya diskriminasi.


(Anti Korupsi)
19
D. IDENTIFIKASI DAMPAK PEMECAHAN ISU

• Peningkatan kompetensi
• Pemahaman Tugas Seksi Kerja
• Hubungan baik dengan berbagai pihak
• Efisiensi waktu kerja

• Kualitas pelayanan semakin baik


• Citra yang baik
• Kepercayaan yang tinggi
• Kompetensi SDM meningkat
• Kerja sama meningkat

• PNS professional
• PNS berkarakter unggul
• Visi Misi Organisasi tercapai
20
E. KONTRIBUSI TERHADAP VISI MISI ORGANISASI

Output kegiatan yang memiliki kualitas tinggi akan meningkatkan kompetensi


kerja, efisiensi & efektivitas waktu kerja , serta akurasi evaluasi data yang
dihasilkan ASN.

Peningkatan kualitas kebijakan publik.


Perumusan kebijakan-kebijakan strategis lain yang bermanfaat bagi kemakmuran rakyat.

Visi Dirjen Ketenagalistrikan


Mewujudkan sektor ketenagalistrikan yang
aman, andal, akrab lingkungan, kualitas tinggi,
efisien, dan rasional yang berkelanjutan
sehingga memberikan manfaat yang sebesar-
besarnya bagi kemakmuran rakyat. 21
E. PENGUATAN NILAI-NILAI ORGANISASI

22
RENCANA PELAKSANAAN AKTUALISASI
A. JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI
Minggu Ke-
No Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12 13 14 15 16 17 18
Koordinasi dengan
1 coach/mentor dan rekan
kerja
Pengumpulan data hasil
2
penjualan listrik PLN

Pemahaman data hasil


3
penjualan listrik PLN
Perancangan tools
4 evaluasi penjualan listrik
PLN
Pembuatan dan simulasi
5 tools evaluasi hasil
penjualan listrik PLN

Pembuatan Laporan
6 tentang Hasil Evaluasi
Penjualan Listrik PLN

Sosialisasi Tools
Evaluasi Penjualan
7
Listrik PLN kepada
rekan kerja

23
B. IDENTIFIKASI KENDALA DAN RENCANA ANTISIPASI

 Pengumpulan data hasil penjualan listrik PLN


Kesibukan pihak-pihak terkait Follow up yang dilakukan A
yang memiliki data tentang hasil rutin kepada pihak terkait N
K penjualan listrik PLN yang dan pencarian data secara
dibutuhkan. mandiri sebisa mungkin. T
E
I
N  Merancang dan membuat tools evaluasi secara mandiri
S
D Kapabilitas (skill) yang dimiliki Pengembangan skill
I
A oleh peserta latsar masih secara pribadi atau belajar
terbatas. dari relasi.
P
L
A
A  Sosialisasi Penggunaan Tools Evaluasi kepada rekan kerja
S
Kesibukan rekan kerja ataupun Penyesuaian jadwal yang
kekurangpedulian rekan kerja. tepat. I
24
PENUTUP

25
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X2 Kav.07-08 Kuningan, Jakarta Selatan,
Jakarta 12950
(+62) 21 5225180
26
http://www.djk.esdm.go.id/