Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH HISTOLOGI GIGI DAN MULUT

DALAM

KEPERAWATAN GIGI

oleh :

Wilda Anita

Dosen Histologi dan Anatomi Fisiologi:

Drs.Suwanda,Msc

Dibuat dan dikumpulkan untuk memenuhi tugas mata kuliah Histologi dan Anatomi Fisiologi:
Kelas : RPL( B)

POLTEKKES KEMENKES JAKARTA I


KEPERAWATAN GIGI
2017
Histologi

Rongga Mulut

Seluruh cavum oris dibatasi oleh membrana mucosa dengan epitel gepeng berlapis. Pada waktu
embrio epitel tersebut membentuk gigi dan kelejar ludah.

Cavum oris disebeleh depa dibatasi oleh suatu celah yang disebut: rima oris dengan labium
superior et inferior sebagai dindingnya. Sebelah lateral cavum oris dibatasi oleh pipi dan sebelah
bawah terdapat dasar mulut dengan lidahnya dan sebagi atapnya adalah palatum. Sedangkan
disebelah dorsal terdapat hubungan dengan pharynx yang merupakan lubang yang disebuat faucia.

Labium oris

Rongga mulut dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapis tanduk. Sel-sel permukaannya
mempunyai inti dengan sedikit granul keratin di dalamnya. Pada bagian bibir dapat diamati
peralihan antara epitel tanpa lapisan tanduk menjadi epitel berlapis tanduk. Lamina propria
berpapil serupa pada dermis kulit dan menyatu dengan submukosa yang mengandung kelenjar-
kelenjar liur kecil secara difus.

Atap rongga mulut terdiri atas palatum durum dan platum mole, yang dilapisi oleh epitel berlapis
gepeng sejenis. Pada palatum durum membran mukosa melekat pada jaringan tulang. Bagian pusat
palatum mole adalah otot rangka dengan banyak kelenjar mukosa dalam submukosa.

Uvula palatina adalah sebuah tonjolan berbentuk kerucut kecil yang menjulur ke bawah dari bagian
tengah batas bawah palatum mole. Bagian pusatnya adalah otot dan jaringan ikat areolar yang
ditutupi oleh mukosa mulut biasa.

Baik labium oris superior maupun labium oris inferior mempunyai daerah permukaan yang
berbeda struktur histologisnya.

Facies externa
Rubrum labii

Facies interna

Facies externa

Daerah permukaan bibir ini merupakan lanjutan kulit disekitar mulut. Maka gambaran
hstologisnya sebagai kulit pula. Paling luar dilapisi oleh epidermis yang merupakan epitel gepeng
berlapis berkeratin.

Dibawah epidermis terdapat jaringan pengikat yang disebut corium yang membentuk tonjolan-
tonjolan ke arah epidermis yang disebut sebagai papila corii. Sel-sel basal epidermis mengandung
butir-butir pigmen. Seperti juga pada struktur kulit lainnya pada permukaan kulit ini dilengkapi
oleh alat-alat tambahan kulit seperti glandula sudorifera, glandula sebacea dan folikel rambut.

Rubrum labii

Merupakan daerah peralihan antara facies externa dan facies interna. Epitelnya merupakan
lanjutan dari epidermis yang mengalami perubahan pada stratum corneumnya yang makin menipis
sampai menghilang. Tetapi epitelnya semakin menebal.

Lidah

Lidah adalah massa otot rangka yang ditutupi membran mukosa yang strukturnya bervariasi
menurut daerah yang diamati. Serat-serat otot saling menyilang dalam 3 bidang, yang bergabung
dalam berkas-berkas, biasanya dipisahkan oleh jaringan ikat. Membran mukosa melekat dengan
erat pada otot, karena jaringan ikat dari lamina propria menyusup ke dalam celah-celah diantara
berkas-berkas otot.

Pada permukaan bawah lidah mukosanya licin. Permukaan dorsal lidah tidak teratur, dianterior
ditutupi banyak tonjolan kecil yang disebut papila. Sepertiga bagian posterior permukaan dorsal
lidah dipisahkan dari dua per tiga bagian anteriornya oleh batas berbentuk V. Di belakang batas
ini permukaan lidah berkelompok limfosit kecil: kelompok kecil limfonoduli dan tonsila lingualis,
dengan limfonoduli berkumpul mengelilingi invaginasi (kriptus) dari membran mukosa.
Papila

Papila adalah penonjolan epitel mulut serta lamina propria yang mengambil bentuk-bentuk dan
fungsi berlainan.

Ada 4 jenisnya:

A. Papila filiformis berbentuk kerucut menanjang, jumlahnya banyak dan tersebar diseluruh
permukaan lidah. Epitel yang tidak mengandung kuncup kecap, sebagian berlapis tanduk.

B. Papila fungiformis mirip jamur karena memiliki tangkai sempit dan bagian atas melebar dengan
permukaannya yang licin. Papila yang mengandung kuncup kecap pada permukaan atasnya
tersebar secara tidak teratur di antara papila filiformis.

C. Papila foliata kurang berkembang pada manusia, terdiri atas dua atau lebih rabung (ridge) dan
alur (furrow) paralel pada permukaan dorsolateral lidah. Duktus dari kelenjar serosa bermuara
pada dasar alur.

D. Papila sirkumvalata adalah papila sirkular yang sangat besar, dengan permukaan datarnya
menonjol di atas papila lain. Papila sirkumvalata tersebar sepanjang daerah V pada bagian
posterior lidah. Kelenjar serosa mensekresi lipase, untuk mencegah terbentuknya lapisan
hidrofobik diatas kuncup kecap yang dapat menghambat fungsinya. Aliran sekret ini penting untuk
menghanyutkan parti kel makanan dari kuncup kecap agar dapat menerima dan mengolah
rangsangan baru.

Selain kelenjar serosa terdapat kelenjar mukosa dan serosa kecil tersebar pada pelapis rongga
mulut dengan fungsi sama yaitu menyiapkan kuncup-kuncup kecap di bagian lain dari rongga
mulut: epiglotis, faring, palatum untuk berespon terhadap rangsangan pengecap.

Faring
Faring merupakan rongga peralihan antara rongga mulut, sistem pernapasan dan sistem
pencernaan, membentuk hubungan antara bagian nasal dan faring. Faring dilapisi oleh epitel
berlapis gepeng jenis mukosa, kecuali pada daerah bagian respirasi yang tidak mengalami gesekan.
Daerah terakhir ini dilapisi oleh epitel bertingkat silindris bersilia bersel goblet. Faring
mengandung tonsila, mukosa faring memiliki banyak kelenjar mukosa kacil dalam lapisan jaringan
ikat padat. Muskular konstriktor dan longitudinalis faring terletak di luar lapisan ini.

Gigi

Struktur Terkait Pada oramg dewasa normal terdapat 32 gigi tetap (permanen), tersebar dalam 2
lengkung simetris bilateral dalam tulang maksila dan mandibula, dengan 8 gigi pada pada setiap
kuadrannya: 2 insisivus, 1 kaninus, 2 premolar dan 3 molar. Gigi tetap didahului oleh 20 gigi susu
(desidua). Ke 12 gigi molar tetap tidak memiliki pendahulu gigi desiduanya.

Setiap gigi terdiri atas bagian yang menonjol di atas gingiva (gusi), bagian mahkota (korona), satu
atau lebih radiks di bawah gingiva yang menahan gigi dalam soket tulang yang disebut alveolus.
Korona ditutupi oleh email yang sangat keras, sedangkan radiks oleh sementum. Kedua pelapis ini
bertemu pada bagian leher (serviks gigi). Bagian dalam gigi mengandung materi lain yang disebut
dentin, yang mengelilingi rongga berisi jaringan yang dikenal sebagai rongga pulpa. Rongga pulpa
meluas ke apeks radiks (saluran radiks), tempat sebuah muara (foramen apikal) memungkinkan
masuk dan keluarnya pembuluh darah, pembuluh limfe dan saraf dari rongga pulpa. Ligamen
(membran periodontal) adalah struktur fibrosa berkolagen yang tertanam dalam sementum yang
berfungsi menahan gigi dengan erat pada soket tulangnya (alveolus).

Dentin

Dentin adalah jaringan yang mengapur mirip tulang tetapi lebih keras karena kandungan garam
kalsiumnya lebih tinggi (70% dari berat kering). Terutama terdiri atas serat kolagen tipe 1,
glikosaminoglikan dan garam kalsium dalam bentuk kristal hidroksiapatit. Matriks organik dentin
dihasilkan oleh odontoblas, sel yang melapisi permukaan dalam gigi, memisahkan dari rongga
pulpa.

Odontoblas adalah sel langsing terpolarisasi yang hanya menghasilkan matriks organik pada
permukaan dentin. Sel-sel inti memiliki struktur sel penghasil sekret terpolarisasi dengan gradul
sekresi yang mengandung prokolagen, sitoplasma sel ini mengandung sebuah inti pada basisnya.
Odontoblas mempunyai cabang sitoplasma halus yang menerobos secara tagak lurus terhadap
lebar dentin yaitu juluran odontoblas. Juluran-juluran halus ini secara berangsur memanjang
seiring dengan menebalnya dentin, berjalan dalam saluran halus disebut tubul dentin yang
bercabang dekat batas dentin dan email. Juluran odontoblas berangsur menipis ke arah ujung
distalnya. Matriks yang dihasilkan odontoblas belum mengandung mineral dan disebut predentin.
Mineralisasi dari dentin yang berkembang dimulai bila vesikel bermembran (vesikel matriks)
mulai muncul, mengandung kristal hidroksiapatit halus yang tumbuh dan berfungsi sebagai tempat
nukleasi bagi pengendapan mineral selanjutnya pada serabut kolagen sekitarnya.

Berbeda dengan tulang, dentin menetap sebagai jaringan bermineral untuk waktu yang lama
setelah musnahnya odontoblas. Karena dimungkinkan untuk mempertahankan gigi yang pulpa
serta odontoblasnya telah dirusak oleh infeksi. Pada gigi orang dewasa, pengrusakan email
penutup oleh erosi akibat pemakaian atau karies dentis (lubang gigi) biasanya memicu reaksi
dalam dentin yang menyebabkan membuat komponen-komponennya.

Email

Email adalah unsur paling keras pada tubuh manusia dan paling banyak mengandung kalsium. Ia
terdiri atas lebih berkurang 95% garam kalsium (terutama hidroksiapatit), 0,5% materi organik
dan sisanya adalah air. Email dibentuk oleh sel-sel ektodermal, kebanyakan struktur lain dari gigi
berkembang dari mesodermal atau sel kristal neural. Matriks organik email tidak terdiri atas
serabut-serabut kolagen tetapi terdiri atas sekurang-kurangnya 2 golongan protein heterogen yang
disebut amelogenin dan enamelin. Peran protein ini dalam mengatur unsur mineral dari email
sedang. Email terdiri atas batang atau kolom kristal hidroksiapatit memanjang, batang (prisma)
email digabung menjadi satu oleh email antar-batang. Email antar-batang dan batang email
dibentuk oleh kristal hidroksiapatit, hanya berbeda dalam orientasi kristalnya. Setiap batang
terbentang pada keseluruhan tebal lapisan email.
Matriks email dihasilkan oleh sel-sel yang disebut ameloblas. Sel silindris tinggi ini mempunyai
banyak mitokondria di daerah di bawah inti. Retikulum endoplasma kasar dan kompleks golgi
yang berkembang baik, terdapat di atas inti. Setiap ameloblas memiliki juluran apikal dikenal
sebagai prosesus tomes, mengandung banyak granul sekresi. Granul ini mengandung protein yang
menyusun matriks email.

Pulpa

Pulpa gigi terdiri atas jaringan ikat longgar. Unsur utamanya ialah odontoblas, fibroblas, serabut
kolagen halus dan substansi dasar dengan glikosaminoglikans. Pulpa adalah jaringan dengan
banyak saraf dan pembuluh darah. Pembuluh darah dan serat saraf bermielin memasuki foramen
apikal dan bercabang banyak.

Beberapa serat saraf hilang selubung mielinnya dan menyusup untuk jarak tertentu ke dalam tubul
dentin. Serabut-serabut ini peka terhadap nyeri, satu-satunya sensasi pada gigi.

Stuktur Terkait

Struktur yang berfungsi mempertahankan gigi dalam tulang dan maksila dan mandibula terdiri atas
sementum, ligamen periodontal, tulang alveolus dan gingiva.

A. Sementum

Jaringan ini menutupi dentin radiks dan komposisinya serupa tulang, meskipun tidak ada sistem
Havers dan pembuluh darah. Pada bagian apikal radiks lebih tebal, terdapal sel-sel yang mirip
osteosit, yaitu sementosit. Seperti osteosit, mereka terkurung dalam lakuna yang saling
berhubungan melalui kanalikuli. Seperti jaringan tulang, sementum adalah labil dan bereaksi
dengan resorpsi atau produksi jaringan baru sesuai dengan stres yang dialaminya. Bila ligamen
periodontal dihancurkan, sementum akan mengalami nekrosis dan mungkin diserap. Produksi
sementum mengatur pertumbuhan normal gigi dan memelihara kontak erat antara radiks gigi dan
soketnya.

B. Ligamen Periodontal

Ligamen periodontal terdiri atas jaringan ikat padat, yamg serat-seratnya masuk ke dalam
sementum gigi dan menambatnya pada dinding tulang sakunya. Berfungsi sebagai periosteum bagi
tulang alveolus. Serat-serat disusun sedemikian rupa agar dapat menahan tekanan sewaktu
mengunyah, hal ini mencegah pemindahan tekanan langsung pada tulang, suatu proses yang akan
menimbulkan resorpsi setempat.

Kolagen dari ligamen periodontal memiliki kecepatan pergantian protein yang tinggi dan banyak
mengandung kolagen yang larut. Celah-celah diantara serat-seratnya terisi dengan
glikosaminoglikans. Kecepatan pembaruan kolagen yang tinggi dalam ligamen periodontal
memberi peluang bagi proses-proses yang mempengaruhi pembuatan kolagen atau protein,
misalnya defisiensi protein atau vitamin C mengakibatkan atrofi pada ligamen ini.

C. Tulang Alveolus

Bagian tulang ini berkontak langsung dengan ligamen periodontal. Tulang dari jenis belum dewasa
ini (tulang primer) dengan serat-serat kolagen yang tidak disusun menurut pola berlamel khas pada
tulang dewasa. Tulang yamg paling dekat pada akar gigi membentuk soket gigi. Pembuluh dan
saraf melintasi tulang alveolus ini menuju foramen apikal dan radiks untuk memasuki pulpa.

D. Gingiva

Gingiva adalah membran mukosa yang secara erat melekat pada periosteum tulang maksila atau
mandibula. Ia terdiri atas epitel berlapis gepeng dan banyak papil jaringan ikat. Epitel ini melekat
pada email gigi oleh kutikula yang menyerupai lamina basal tebal dan membentuk perlekatan
epitel Gottlieb.

Sel-sel epitel melekat pada kutikula oleh hemidesmosom. Diantara email dan epitel terdapat celah
gingiva, lekukan sempit di sekeliling korona.

Perkembangan Gigi

Pada minggu keenam kehamilan, lapis basal epitel mulut (ektoderm) berproliferasi dan tumbuh ke
dalam ektomesenkim di bawahnya, yang berkembang dari krista neural. Sabuk berbentuk tapal
kuda yang dikenal sebagai lamina dentis dibentuk pada tiap rahang. Penjuluran ektodermal ini
membentuk sungkup di atas kelompok ektomesenkim dan setiap kelompok sel (kuncup gigi) akan
berkembang menjadi gigi desidua. Ektomesenkim dibentuk oleh sel-sel mesenkim sehubungan
dengan sel krista neural yang berasal dari ektoderm. Sel-sel ektodermal kemudian berdegenerasi
dan menghilang. Komponen ektodermal kuncup gigi membentuk organ email yang berfungsi
untuk menghasilkan email. Komponen ektomesenkim membentuk papila dentis yang akan
mengembangkan sel odontoblas (sel yang menghasilkan dentin) dan struktur pulpa dentis lainnya.
Mesenkim juga memadat disekitar organ email dan akhirnya berkembang menjadi sementoblas
(sel yang membentuk sementum) dan ligamen periodontal.

Organ email terus membesar dan mengambil bentuk genta pada minggu ke-8 kehamilan. Epitel
email luar (eksterna), yang berhubungan dengan lamina dentis bertakuk oleh banyak pembuluh
kapiler. Sel berbatasan dengan papila dentis menjadi silindris dan menyusun epitel email dalam
(interna). Sel ini berkembang menjadi ameloblas (sel yang akan menghasilkan email). Sel epitelial
di antara lapis luar dan dalam menyusun retikulum stelata dan stratum intermedium.

Sebelum ameloblas mulai mensekresi email, mereka merangsang sel-sel lapisan superfisial dari
papila dentis untuk memanjang dan berkembang menjadi odontoblas. Odontoblas mulai
mensekresi predentin, yang merangsang pembentukan email oleh ameloblas.

A. Pembentukan Dentin

Odontoblas mensekresi prokolagen yang bergabung menjadi serabut kolagen dari predentin. Sel-
sel ini juga memperantarai mineralisasi serabut kolagen, yang berakibat terbentuknya dentin.
Badan sel odontoblas terdesak mundur ke dalam rongga pulpa sementara dentin menimbun, tetapi
cabangnya tetap terdapat dalam tubuli dentin yang terbentang di seluruh tebal dentin.

B. Penbentukan Email

Ameloblas adalah sel epitel luar biasa karena bagian dasarnya, yang berbatasan dengan lamina
basal, menjadi permukaan sekresinya. Taut kedap dijumpai di sekitar apeks histologis (basis
fungsional) dan basis histologis (apeks fungsional) setiap sel. Retikulum endoplasma kasar dan
sebuah kompleks golgi luas terdapat dalam sitoplasama di antara inti dan apeks fungsional sel ini.
Ameloblas berfungsi menghancurkan lamina basal yang memisahkan sel-sel ini dari odontoblas
dan dentin. Juluran pendek berbentuk kerucut dari ameloblas (prosesus Tomes) merupakan tempat
sekresi dari matriks email. Permukaan lateral prosesus Tomes menghasilkan matriks organik dari
email antar-batang, sedangkan permukaan apikal berfungsi meletakkan matriks dari batang email.
Peranan ameloblas dalam mineralisasi belum jelas, tetapi kristal hidroksiapatit dibentuk pada
matriks organik. Matriks ini hampir seluruhnya dibuang oleh ameloblas. Setelah pembentukan
email selesai, organ email terdiri atas epitel berlapis gepeng yang cepat terkikis habis bila gigi
muncul dalam rongga mulut.

C. Perkembangan Akar Gigi

Setelah perkembangan korona selesai dan sebelum erupsi, lengkung servikal bertumbuh ke apikal
membungkus papila dentis dan membentuk selubung akar Hertwig, yang terdiri atas penyatuan
epitel email luar dan dalam. Lapis dalam menginduksi pembentukan odontoblas yang
menghasilkan dentin dari akar gigi. Bila dentin telah dibentuk, selubung akar hancur dan dentin
yang baru dibentuk ini menginduksi perkembangan sementoblas dari sel mesenkim sakus dentis
di sekitarnya. Sementoblas menghasilkan sementum, yaitu jaringan mirip tulang yang
membungkus akar gigi.

D. Gigi Tetap (permanen)

Pada sisi labial setiap lamina dentis terjulur ke luar suatu massa sel ektodermal dan membentuk
lamina suksesional. Sel-sel lamina dentis menggali ke belakang dan bakal gigi molar permanen
berturut-turut terlepas. Bakal gigi molar kedua dan ketiga tidak dibentuk sampai sesudah lahir.

Esofagus

Merupakan sebuah tabung lurus yang ada pada orang dewasa panjangnya sekitar 25 cm, berfungsi
memindahkan makanan dari mulut ke dalam lambung. Sebagian besar terdapat dalam
mediastinum, setelah melalui diaphragma masuk dalam cavum abdominalis untuk bermuara dalam
gaster. Ia dilapisi oleh epitel berlapis gepeng tanpa lapisan tanduk. Dalam submukosa terdapat
kelompokan kelenjar penghasil mukus kecil, yaitu kelenjar esofageal. Pada lamina propria dekat
lambung terdapat kelompokan kelenjar yang disebut kelenjar kardia esofagus yang juga
menghasilkan mukus. Pada ujung distal esofagus, lapisan ototnya terdiri atas serat otot polos, pada
bagian tengah terdapat campuran serat otot bergaris (rangka) dan serat otot polos, pada ujung
proksimal terdapat serat otot rangka. Hanya bagian esofagus dalam rongga peritoneum yang
ditutupi oleh serosa. Sisanya ditutupi lapisan jaringan ikat longgar yang disebut adventisia.

A. Tunica mucosa

Karena kontraksi otot-otot stratum circulare tunica muskular maka tunica mukosa membentuk
lipatan-lipatan memanjang.

1. Epitil, tebalnya mencapai 300 mikron dan berbentuk epitel gepeng berlapis tanpa keratinasi
dengan kira-kira 25 lapis sel.

2. Lamina propria, merupakan jaringan pengikat longgar yang tidak banyak mengandung sel-sel.
Bentuk tubuler dan saluran keluarnya melalui puncak papila untuk bermuara dalam lumen.
Bentuknya mirip glandula cardiaca maka disebut sebagai glandula oesophagea cardiaca.

3. Lamina muskularis mucosa, merupakan lapisan otot polos yang tebal. Hanya memiliki lapisan
serabut-serabut yang tersusun longitudinal.

B. Tunica submukosa

Lapisan sangat longgar hubungannya dengan lapisan dibawahnya hingga dapat membentuk
lipatan-lipatan memanjang. Tebalnya sekitar 300-700 mikron. Di dalam tunica submukosa
terdapat kelenjar yang berbentuk tubulo alveolar kompleks dan menghasilkan mukus. Saluran
keluarnya menembus muscularis mukosa kemudian melalui diantara papila untuk bermuara ke
dalam lumen. Kelenjar ini dinamakan glandula oesophagea propria.

C. Tunica muskularis

Terdiri atas dua lapisan masing-masing sebagai:

Stratum circulare : disebelah dalam

Stratum longitudinale : disebelah luar

Di bagian atas stratum circular menebal membentuk m. Sphincter oesophageus superior. Pada ¼
bagian sebelah oral, seluruhnya terdiri atas otot bercorak. Pada ¼ bagian tengah terdiri atas
campuran otot bercorak dan otot polos. Pada ½ bagian anal terdiri seluruhnya stas otot polos. Pada
perbatasan dengan ventrikulus terdapat m. Sphincter oesophageus inferior.

D. Tunica adventitia

Pada bagian terluar dari lapisan ini merupakan jaringan pengikat longgar. 2-3 cm sebelum
ventrikulus terdapat banyak serabut-serabut elastis yang melekat pada diaphragma. Fungsi
oesophagus terutama untuk menyalurkan makanan dari pharynx ke ventrikulus.