Anda di halaman 1dari 31

ANALISIS VALUE ADDED HUMAN CAPITAL, STRUCTURAL CAPITAL

VALUE ADDED, VALUE ADDED CAPITAL EMPLOYED, DAN TINGKAT


PERTUMBUHAN INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP RETURN ON
EQUITY DAN NET PROFIT MARGIN

Monica Weni Pratiwi


Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-22, Kuningan, Jakarta Selatan 12920

Andika Yos Sudarso


Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Bakrie
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C-22, Kuningan, Jakarta Selatan 12920

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh Intellectual Capital
terhadap kinerja perusahaan sektor keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Intellctual Capital dalam
penelitian ini menggunakan model Pulic (Value Added Intellectual Capital – VAICTM) yang mengukur
tiga komponen Intellectual Capital, yaitu capital employed, human capital dan structural capital, serta
Tingkat Pertumbuhan Intellectual Capital (ROGIC). Kinerja perusahaan dalam penelitian ini diukur
dengan Return on Equity (ROE) dan Net Profit Margin (NPM). Sampel dipilih dengan metode
purposive sampling setiap tahun selama tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 sehingga diperoleh 153
sampel. Hipotesis pada penelitian ini diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa capital employed terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan yang
diproksikan oleh ROE, namun tidak berpengaruh terhadap NPM. Human capital terbukti berpengaruh
positif terhadap kinerja perusahaan, baik ROE maupun NPM. Structural capital juga terbukti
berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Sedangkan, ROGIC terbukti tidak berpengaruh
terhadap kinerja perusahaan. Pengungkapan Intellectual Capital yang masih rendah dan belum adanya
standar terkait pengukuran dan pengungkapan Intellectual Capital di Indonesia menyebabkan
masyarakat atau investor belum mampu membuat penilaian yang tepat atas ROGIC.

Kata Kunci: Intellectual Capital, Value Added Intellectual Capital (VAICTM), Capital Employed,
Human Capital, Structural Capital, Rate of Growth of Intellctual Capital (ROGIC).
Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM).

Abstract

The study aims to obtain empirical evidence about the impact of Intellectual Capital on
company’s performance of the financial sector in Indonesia Stock Market. Intellectual Capital in this
study using Pulic Model (Value Added Intellectual Capital – VAICTM) that measures three components
of Intellectual Capital: capital employed, human capital and structural capital, and also Rate of

83
Growth of Intellctual Capital (ROGIC). Company’s performance in this study is measured by Return
on Equity (ROE) and Net Profit Margin (NPM). Samples were selected by purposive sampling method
using yearly data during 2011 to 2013 in order to obtain 153 samples. The hypothesis in this study
were tested by multiple linear regression method. The results show that the capital employed have
positive impact on company’s performance on ROE, but have no impact on NPM. Human capital have
positive impact on the company’s performance, both ROE and NPM. Structural capital also have
positive impact on company’s performance. While ROGIC have no impact on company’s performance.
Disclosure of Intellectual Capital is still low and there is no standard of measurement and disclosures
related to Intellectual Capital in Indonesia caused the community or the investors have not been able
to make a proper assessment on ROGIC

Key Words: Intellectual Capital, Value Added Intellectual Capital (VAICTM), Capital Employed,
Human Capital, Structural Capital, Rate of Growth of Intellctual Capital (ROGIC).
Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM).

PENDAHULUAN laba bersih bank umum konvensional


Pejabat Asosiasi Bank Pembangunan tercatat Rp59,3 triliun, sedangkan pada Juli
Daerah (Asbanda), Budiwiyono (2014) 2014 laba bersih mencapai Rp65,9 triliun.
mengatakan industri perbankan mengalami Artinya, secara berturut – turut, mulai dari
beberapa masalah, diantaranya tekanan bulan Juli hingga Agustus 2013 laba bersih
suku bunga tinggi, kenaikan kredit bank tumbuh 19,2%, sedangkan
bermasalah dan pendapatan yang tidak pertumbuhan pada periode yang sama 2014
sesuai dengan harapan. Indikasi masih hanya 13,8%.
tertekannya kinerja sejumlah bank umum PSAK No. 19 (revisi 2000) telah
di kuartal III/2014 dapat tercermin dari menyinggung mengenai Intellectual
pencapaian industri perbankan hingga Capital walaupun tidak secara langsung.
Agustus 2014. Berdasarkan data yang Akan tetapi, dalam praktiknya perusahaan -
dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan di Indonesia belum
laba bersih bank umum konvensional pada memberikan perhatian yang lebih terhadap
Agustus 2014 tercatat Rp75 triliun, lebih ketiga komponen Intellectual Capital yaitu
tinggi dibandingkan periode yang sama human capital, structural capital dan
2013 yang hanya mencapai Rp70,7 triliun. capital employed. Padahal agar dapat
Meskipun begitu jika dilihat dari bersaing dalam era knowledge based
pertumbuhan laba bersih, pencapaian pada business, ketiga komponen Intellectual
pada Agustus 2014 lebih rendah ketimbang Capital tersebut diperlukan untuk
periode yang sama 2013. Pada Juli 2013

84
menciptakan value added bagi perusahaan organisasi atau perusahaan dalam
(Sawarjuwono & Kadir, 2003). memenuhi proses rutinitas perusahaan dan
Menurut Bontis, et al. (2000), secara struktur yang mendukung usaha karyawan
sederhana human capital untuk menghasilkan kinerja intelektual
merepresentasikan jumlah pengetahuan yang optimal serta kinerja bisnis secara
yang dimiliki individu suatu perusahaan keseluruhan (Sawarjuwono & Kadir,
yang direpresentasikan oleh karyawannya. 2003).
Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Beberapa penelitian tersebut telah
yang baik dalam perusahaan dapat membuktikan adanya pengaruh Intellectual
meningkatkan produktivitas karyawan yang Capital terhadap kinerja perusahaan, baik
akan meningkatkan pendapatan dan profit kinerja saat ini maupun kinerja masa
perusahaan (Imaningati, 2007). depan. Jika perusahaan yang memiliki
Produktivitas karyawan dan profit Intellectual Capital (VAICTM) lebih tinggi
perusahaan yang semakin tinggi dapat akan cenderung memiliki kinerja yang
meningkatkan NPM suatu perusahaan. lebih baik, maka logikanya, rata – rata
Komponen Intellectual Capital yang tingkat pertumbuhan dari Intellectual
kedua yaitu capital employed. Capital Capital (ROGIC) berpengaruh terhadap
employed dapat diartikan sebagai total dari kinerja perusahaan.
jumlah aset tetap dan aset lancar yang Penelitian ini mengembangkan
digunakan oleh perusahaan (Bontis et al., penelitian yang dilakukan oleh Ramdan
2000). Capital employed merupakan salah (2012). Intellectual Capital pada penelitian
satu komponen Intellectual Capital yang Ramdan (2012) diukur dengan
menggambarkan seberapa banyak nilai menggunakan Value Added Intellectual
tambah perusahaan yang dihasilkan dari Coefficient (VAIC™), sedangkan kinerja
modal yang digunakan. Pengelolaan modal perusahaan diproksikan dengan
yang baik juga dapat meningkatkan laba menggunakan ROE. Adapun perbedaan
suatu perusahaan yang berdampak pada penelitian ini dengan penelitian terdahulu
meningkatknya NPM perusahaan. yaitu pada periode peneitian. Data
Structural capital merupakan penelitian yang digunakan di penelitian ini
komponen modal intelektual yang terakhir. adalah perusahaan sektor keuangan yang
Structural capital adalah kemampuan go public dan listed di Bursa Efek

85
Indonesia (BEI) pada tahun 2011 sampai informasi tersebut dan ketika mereka
tahun 2013. Dalam penelitian ini juga secara tidak langsung memainkan peran
menambahkan proksi pada kinerja yang konstruktif dalam kelangsungan
perusahaan yaitu NPM. Penambahan hidup organisasi. Stakeholder Theory lebih
variabel NPM mengacu pada penelitian menekankan pada akuntabilitas organisasi
sebelumnya yang dilakukan oleh dibandingkan kinerja perusahaannya. Teori
Hermawan dan Mawaris (2013). Rasio ini menyatakan bahwa organisasi memilih
NPM ditambahkan karena NPM dianggap untuk mengungkapkan informasi tentang
efektif dalam menggambarkan kinerja kinerja lingkungan, sosial dan intelektual
suatu perusahaan, NPM dapat menunjukan mereka secara sukarela bahkan, melebihi
kemampuan perusahaan dalam permintaan dan ekspektasi stakeholder.
menggambarkan laba bersih perusahaan
yang dibandingkan dengan penjualan yang Resources Based Theory
dicapai seperti yang telah dijelaskan Resources Based Theory menyatakan
sebelumnya di atas. Berdasarkan uraian bahwa perusahaan yang mampu mengelola
tersebut, maka penelitian ini ingin sumber dayanya dan pengetahuannya
menganalisis pengaruh Capital Employed, dengan baik maka perusahaan tersebut
Human Capital, Structural Capital, dan akan memiliki keunggulan kompetitif yang
tingkat pertumbuhan Intellectual Capital berpengaruh terhadap kinerja perusahaan
(ROGIC) terhadap kinerja perusahaan. (Kuryanto & Syafruddin, 2008). Teori ini
mengganggap organisasi dapat dianggap
TINJAUAN PUSTAKA DAN sebagai sumber daya fisik, sumber daya
HIPOTESIS manusia dan sumber daya organisai.
Stakeholder Theory Sumber daya yang dimaksud dalam hal ini
Deegan (2004) dalam Ulum (2009) berupa Intellectual Capital yaitu human
menyatakan bahwa dalam Stakeholder capital, structural capital, dan capital
Theory, seluruh stakeholder memiliki hak employed. Apabila Intellectual Capital
untuk disediakan informasi tentang dapat dikelola dengan baik, maka dapat
bagaimana aktivitas organisasi menciptakan keunggulan kompetitif bagi
memengaruhi mereka, bahkan ketika perusahaan yang nantinya dapat
mereka memilih untuk tidak menggunakan

86
menciptakan keunggulan kompetitif yang Return on Equity (ROE)
bertahan lama. Return on Equity mencerminkan
kemampuan perusahaan dalam
Knowledge Based Theory menghasilkan laba berdasarkan aset yang
European Union (2002) dimilikinya. ROE mengungkapkan berapa
menyatakan bahwa ekonomi berbasis banyak keuntungan perusahaan yang
pengetahuan atau Knowledge Based Theory diterima dibandingkan dengan jumlah total
pada dasarnya adalah penciptaan kekayaan ekuitas pemegang saham. ROE
dihubungkan dengan pengembangan dan menunjukkan seberapa baik suatu
pemeliharaan dari keunggulan kompetitif perusahaan menggunakan dana investasi
berdasarkan elemen – elemen intangible untuk menghasilkan pertumbuhan
yang disatukan dalam pengetahuan yang pendapatan. ROE berguna untuk
memadai. Pengetahuan dalam hal ini tidak membandingkan profitabilitas antar
semata-mata menyangkut training dan skill perusahaan dengan membandingkan
yang dimiliki saja tetapi menyangkut artian perusahaan dalam industri yang sama.
yang lebih luas seperti sistem, mekanisme, Investor yang akan membeli saham akan
manajemen, inovasi, dan pengembangan. tertarik dengan ukuran profitablitas
tersebut.
Kinerja Perusahaan
Kinerja perusahaan merupakan Net Profit Margin (NPM)
ukuran kemampuan perusahaan dalam NPM adalah rasio yang digunakan
menciptakan nilai tambah bagi untuk menunjukkan kemampuan
kelangsungan perusahaan di masa depan. perusahaan dalam menghasilkan
Kinerja perusahaan merupakan suatu keuntungan bersih setelah dipotong dengan
tampilan keadaan perusahaan selama pajak (Alexandri, 2008). Semakin besar
periode tertentu (Sihasale, 2001). Kinerja NPM maka kinerja perusahaan akan
perusahaan dapat diukur dari laporan semakin produktif, sehingga akan
keuangan yang dikeluarkan secara periodik meningkatkan kepercayaan investor untuk
yang memberikan suatu gambaran tentang menanamkan modalnya pada perusahaan
posisi keuangan perusahaan (Purnomo, tersebut. Semakin besar rasio ini, maka
1998). dianggap semakin baik kemampuan

87
perusahaan untuk mendapatkan laba yang Beberapa kategori yang termasuk dalam
tinggi. human capital yaitu pendidikan,
pengalaman, keterampilan, kreatifitas dan
Intellectual Capital attitude. Human capital merupakan
Perusahaan yang berorientasi pada kombinasi dari pengetahuan, skill,
pengetahuan dan pengembangan informasi kemampuan melakukan inovasi dan
telah melandaskan keunggulan kinerjanya kemampuan menyelesaikan tugas
pada Intellectual Capital. Stewart (1994) (Margaretha & Rahman, 2006).
dalam Sawarjuwono dan Kadir, (2003)
memberikan definisi awal tentang Structural Capital
intellectual capital, yaitu: “…we can define Bontis, et al. (2000) menyebutkan
intellectual capital operationally as bahwa structural capital meliputi seluruh
intellectual material that has been non-human storehouses of knowledge
formalized, captured, and leveraged to dalam organisasi. Structural capital
produce a higher valued asset.” Brooking merupakan kemampuan suatu organisasi
(1996) dalam Ulum (2009) menyatakan atau perusahaan dalam memenuhi proses
definisi yang lebih komprehensif bahwa rutinitas perusahaan dan strukturnya yang
istilah Intellectual Capital diberikan untuk mendukung usaha karyawan untuk
kombinasi intangible assets yang dapat menghasilkan kinerja intelektual yang
membuat perusahaan untuk berfungsi. optimal serta kinerja bisnis secara
keseluruhan, misalnya sistem operasional
Human Capital perusahaan, budaya organisasi dan filosofi
Human capital adalah kompetensi, manajemen. Termasuk dalam hal ini adalah
pengetahuan, keterampilan, dan database, organisational charts, process
kepribadian yang dimiliki oleh karyawan manuals, strategies, routines dan segala hal
untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat yang membuat nilai perusahaan lebih besar
sehingga menghasilkan nilai ekonomi bagi daripada nilai materialnya.
perusahaan. Human capital merupakan
sumber pengetahuan, pengaplikasian Capital Employed
keterampilan organisasi, dan kompetensi Capital employed dapat diartikan
dalam suatu organisasi atau perusahaan. sebagai total dari jumlah aset tetap dan aset

88
lancar yang digunakan oleh perusahaan Pengaruh Capital Employed terhadap
(Bontis et al., 2000). Gambaran penuh ROE
mengenai penciptaan nilai juga melibatkan Sebagian besar penelitian yang telah
komponen capital employed karena dilakukan oleh banyak peneliti di berbagai
Intellectual Capital tidak dapat negara telah memberikan bukti empiris
menciptakan nilai tanpa Capital employed. bahwa modal intelektual memiliki
Dengan demikian, modal ini merupakan pengaruh dan hubungan positif dengan
jumlah dari aset – aset berwujud yang kinerja perusahaan. Namun, juga terdapat
membantu kegiatan operasional beberapa penelitian yang gagal
perusahaan. Capital employed mewakili menemukan bukti yang mendukung adanya
nilai dari kemampuan aset dalam hubungan tersebut. Selvi dan Golrida
menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. (2013), meneliti pengaruh Intellectual
Capital terhadap kinerja perusahaan,
Pertumbuhan Intellectual Capital hasilnya menunjukkan bahwa Intellectual
(ROGIC) Capital mempengaruhi kinerja keungan
ROGIC merupakan selisih antara perusahaan. Hasil penelitian yang sama
nilai Intellectual Capital pada tahun juga berhasil dibuktikan oleh Wiradinata
TM
berjalan (VAIC t) dengan nilai (2011), yang menunjukkan adanya
Intellectual Capital padai tahun pengaruh capital employed terhadap
TM
sebelumnya (VAIC t-1). Jika perusahaan kinerja perusahaan apabila ukuran kinerja
yang memiliki Intellectual Capital yang digunakan adalah ROE. Berdasarkan
(VAICTM) lebih tinggi akan cenderung hasil penelitian – penelitian tersebut, maka
memiliki kinerja yang lebih baik, maka hipotesis yang akan diuji dalam penelitian
logikanya, rata – rata pertumbuhan dari ini adalah:
Intellectual Capital (ROGIC) juga akan H1a: Capital employed berpengaruh
memiliki hubungan positif dengan kinerja terhadap ROE
perusahaan.
Pengaruh Capital Employed terhadap
Hipotesis NPM
Pengaruh Capital Employed terhadap Farih (2010) membuktikan bahwa
Kinerja Perusahaan terdapat pengaruh signifikan antara capital

89
employed dengan kinerja perusahaan, bila penelitian yang dilakukan oleh Wiradinata
proksi kinerja yang digunakan yaitu NPM. (2011). Dalam penelitiannya Wiradinata
Penelitian tersebut menunjukkan hasil yang (2011) menunjukkan tidak terdapat
berbeda dengan penelitian yang dilakukan pengaruh yang signifikan antara human
oleh Hermawan dan Mawaris (2013). capital dengan ROE. Berdasarkan
Hermawan dan Mawaris (2013) penelitian – penelitian tersebut, maka
menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh hipotesis yang diuji dalam penelitian ini
signifikan antara capital employed dengan adalah:
kinerja perusahaan yang diproksikan H2a: Human capital berpengaruh
dengan NPM. Berdasarkan hasil penelitian- terhadap ROE
penelitian tersebut, maka hipotesis yang
akan diuji dalam penelitian ini adalah: Pengaruh Human Capital terhadap NPM
H1b: Capital employed berpengaruh Penelitian yang dilakukan oleh
terhadap NPM Hermawan dan Mawaris (2013),
menunjukkan tidak ada pengaruh
Pengaruh Human Capital terhadap signifikan antara human capital dengan
Kinerja Perusahaan Pengaruh Human kinerja perusahaan yang diproksikan
Capital terhadap ROE dengan NPM. Sedangkan penelitian yang
Selvi dan Golrida (2013) berhasil dilakuan oleh Farih (2010), membuktikan
membuktikan bahwa human capital bahwa terdapat pengaruh signifikan antara
memiliki pengaruh yang signifikan human capital dengan kinerja perusahaan,
terhadap ROE. Penelitian yang dilakukan bila proksi kinerja yang digunakan yaitu
oleh Ramdan (2012) juga membuktikan NPM. Hasil yang sama juga ditunjukkan
secara empiris bahwa human capital oleh penelitian yang dilakukan oleh
berpengaruh positif terhadap ROE. Flavio Taurisca (2013) yang membuktikan adanya
(2006) dalam penelitiannya menyatakan pengaruh antara human capital terhadap
bahwa didapatkan hubungan yang positif NPM. Oleh karena itu, maka hipotesis yang
antara human capital dengan variabel akan diuji dalam penelitian ini adalah:
dependen ROE yang merupakan pengukur H2b: Human capital berpengaruh
kinerja perusahaan. Penelitian tersebut terhadap NPM
menunjukkan hasil yang berbeda dengan

90
Pengaruh Structural Capital terhadap empiris adanya pengaruh antara structural
Kinerja Perusahaan Pengaruh capital dengan NPM. Sedangkan,
Structural Capital terhadap ROE penelitian yang dilakukan oleh Hermawan
Selvi dan Golrida (2013) dan Mawaris (2013) menunjukkan bahwa
menunjukkan adanya pengaruh yang tidak adanya pengaruh yang signifikan
signifikan antara capital employed dan antara structural capital dengan NPM.
human capital dengan kinerja perusahaan Penelitian yang dilakukan oleh Novia
yang diproksikan dengan ROE, namun (2012) juga menunjukkan hasil yang sama,
pengaruh structural capital belum terbukti dimana tidak terdapat pengaruh antara
signifikan terhadap ROE. Berbeda dengan structural capital dengan kinerja
penielitian yang dilakukan oleh Wiradinata perusahaan yang diproksikan dengan NPM.
(2011), yang menunjukkan adanya Oleh karena itu, maka hipotesis yang akan
pengaruh positif antara structural capital diuji dalam penelitian ini adalah:
terhadap kinerja perusahaan. Flavio (2006) H3b: Structural capital berpengaruh
dalam penelitiannya menyatakan bahwa terhadap NPM
didapatkan hubungan yang positif antara
structural capital dengan variabel Pengaruh Tingkat Pertumbuhan
dependen ROE yang merupakan pengukur Intellectual Capital (ROGIC) Terhadap
kinerja perusahaan. Oleh karena itu, maka Kinerja Perusahaan
hipotesis yang diuji dalam penelitian ini Pengaruh ROGIC terhadap ROE
adalah: Ulum (2008) meneliti hubungan
H3a: Structural capital berpengaruh antara komponen Intellectual Capital
terhadap ROE terhadap kinerja perusahaan, hasilnya
menunjukkan bahwa adanya pengaruh
Pengaruh Structural Capital terhadap ROGIC terhadap ROE. Ramdan (2012)
NPM melakukan penelitian untuk
Farih (2010) berhasil membuktikan menginvestigasi hubungan antara
secara empiris adanya pengaruh signifikan komponen Intellectual Capital dan kinerja
antara structural capital terhadap NPM. perusahaan. Hasil dari penelitian ini
Hasil yang sama juga didapat oleh Taurisca menunujukkan bahwa ROGIC tidak
(2013) yang berhasil membuktikan secara berpengaruh terhadap kinerja perusahaan

91
yang diproksikan dengan ROE. Dengan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek
demikian, maka hipotesis yang diuji dalam Indonesia (BEI). Pengambilan sampel
penelitian ini adalah: dalam penelitian dilakukan secara
H4a: ROGIC berpengaruh terhadap purposive sampling dengan kriteria: (1)
ROE Perusahaan sektor keuangan yang terdaftar
di BEI secara berturut – turut selama
Pengaruh ROGIC terhadap NPM periode penelitian dari tahun 2011 sampai
Fajarini dan Firmansyah (2012) tahun 2013 dan tidak melakukan delisting
menunjukkan adanya pengaruh ROGIC dalam kurun waktu tersebut; (2)
terhadap kinerja perusahaan yang Kelengkapan dan ketersediaan laporan
diproksikan dengan NPM. Hasil yang keuangan auditan dan informasi mengenai
berbeda ditunjukan oleh penelitian yanag variabel yang digunakan dalam penelitian
dilakukan Ulum (2008). Ulum (2008) ini; (3) Laporan keuangan perusahaan yang
melakukan penelitian untuk akan dijadikan sampel menunjukkan profit
menginvestigasi hubungan antara efisiensi yang bernilai positif selama tahun 2011
dari value added komponen-komponen hingga tahun 2013; (4) Pengeluaran outlier.
utama yang berbasis pada sumber daya Menurut Ghozali (2009), suatu kasus atau
perusahaan (human capital, physical data yang memiliki karakteristik unik yang
capital dan structural capital) dan kinerja terlihat sangat berbeda dibandingkan
perusahaan. Hasil dari penelitian ini observasi lainnya dan muncul dalam
menunujukkan bahwa ROGIC tidak bentuk nilai ekstrim baik untuk sebuah
berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. variabel tunggal atau variabel kombinasi
Dengan demikian, maka hipotesis yang disebut sebagai outlier.
diuji dalam penelitian ini adalah:
H4b: ROGIC berpengaruh terhadap Sumber Data dan Teknik Pengumpulan
NPM Data
Data yang digunakan dalam
METODE PENELITIAN penelitian ini merupakan data sekunder
Populasi dan Sampling yang diperoleh dari laporan keuangan
Populasi yang akan diteliti dalam tahunan perusahaan selama periode 2010 –
penelitian ini adalah perusahaan sektor 2013. Teknik pengumpulan data dilakukan

92
dengan penelusuran dan pencatatan margin, maka semakin baik keadaan suatu
informasi yang diperlukan melalui perusahaan. NPM yang baik berbeda untuk
ringkasan kerja, laporan keuangan auditan, tiap jenis industri (Ross et al. 2008).
dan catatan atas laporan keuangan Formula yang digunakan untuk
perusahaan sampel selama periode 2010- menghitung NPM adalah:
2013.

Definisi dan Operasional Variabel


Return on Equity (ROE) Intellectual Capital
ROE merupakan rasio keuangan yang Variabel independen dalam
mewakili profitabilitas perusahaan.. ROE penelitian ini adalah Intellectual Capital
mengukur seberapa banyak keuntungan yang diukur dengan menggunakan model
yang dapat dihasilkan perusahaan untuk VAICTM (Value Added Intellectual
setiap rupiah dari modal pemegang saham. Coefficient). Terdapat tiga klasifikasi
Rasio ini mengindikasikan kekuatan laba Intellectual Capital dalam model ini yaitu
dari investasi nilai buku pemengang saham capital employed, human capital dan
dan digunakan ketika membandingkan dua structural capital. Berikut ini tersaji
atau lebih dari dua perusahaan dalam suatu tahapan dan formulasi perhitungan
industri secara berkelanjutan (Kuryanto & VAICTM (Ulum, Ghozali, & Chairiri,
Syafruddin, 2008). Formula yang 2008):
digunakan untuk menghitung ROE adalah: 1. Value Added (VA)
Menurut Pulic (1999) dalam Ulum
(2009), formulasi perhitungan Value
Added adalah sebagai berikut:
Net Profit Margin (NPM) VA = OUT – IN
Menurut Gitman (2009), rasio ini Keterangan:
mengukur persentase dari setiap rupiah VA = Selisih antara output dengan
penjualan setelah dikurangi dengan harga input
pokok dan seluruh beban, termasuk pajak OUT = Output yaitu total penjualan
dan bunga. Semakin tinggi net profit dan pendapatan lain-lain

93
IN = Input yaitu beban dan biaya- Keterangan:
biaya yang dikeluarkan untuk VACA = Value Added Capital
memperoleh penjualan dan Employed
pendapatan tersebut, kecuali VA = Value Added yaitu selisih
beban karyawan antara output dengan input
2. Value Added Human Capital (VAHC) CE = Capital Employed yaitu laba
Berikut ini tersaji formulasi perhitungan bersih dan shareholders’ equity
VAHU: 5. Value Added Intellectual Coefficient
VAHU = VA/HC (VAICTM)
Keterangan: Formulasi perhitungan VAICTM adalah:
VAHC = Value Added Human Capital VAICTM = VACA + VAHU + STVA
VA = Value Added yaitu selisih Keterangan:
antara output dengan input VAICTM = Value Added Intellectual
HC = Human Capital yaitu beban Coefficient
karyawan yang berupa gaji dan VACA = Value Added Capital
upah Employed
3. Structural Capital Value Added (STVA) VAHU = Value Added Human Capital
Formulasi perhitungan STVA adalah STVA = Structural Capital Value
sebagai berikut: Added
STVA = SC/VA 6. Tingkat Pertumbuhan Intellectual
Keterangan: Capital (ROGIC)
STVA = Structural Capital Value Selain VACE, VAHU, dan STVA,
Added Variabel independen lainnya adalah
SC = Structural Capital yaitu VA ROGIC yang merupakan selisih antara
dikurangi dengan HC VAICTM dari tahun ke-t dengan nilai
VA = Value Added yaitu selisih VAICTM dari tahun ke t-1
antara output dengan input ROGIC = VAICTM t – VAICTM t-1
4. Value Added Capital Employed
(VACA)
Formulasi perhitungan VACA adalah:
VACA = VA/CE

94
ANALISIS DAN PEMBAHASAN memberikan gambaran profil data sampel.
Hasil Uji Statistik Deskriptif Tabel 4.2 di bawah ini menyajikan statistik
Menurut Ghozali (2009) pengujian deskriptif dari variabel – variabel yang
statistik desktiptif digunakan untuk digunakan dalam penelitian ini:
Tabel 4.2 Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
VAHC 153 1,0111 8,1056 2,3169 1,1888
STVA 153 0,0109 0,8766 0,4924 0,1765
VACA 153 0,0497 1,1531 0,2731 0,1662
ROGIC 153 -2,9172 1,8602 -0,1065 0,6103
ROE 153 0,0069 0,3581 0,1391 0,0691
NPM 153 0,0033 0,8932 0,2112 0,1415
Valid N
153
(listwise)
Gambar 4.1 terlihat titik-titik yang
Penelitian ini menguji pengaruh
mengikuti dan mendekati garis
komponen – komponen Intellectual
diagonalnya, sehingga dapat disimpulkan
Capital yang terdiri capital employed yang
bahwa model regresi memenuhi asumsi
diproksikan oleh Value Added Capital
normalitas. Namun untuk lebih jelasnya,
Employed (VACA), human capital yang
pada penelitian ini juga digunakan uji
diproksikan oleh Value Added Human
metode kolmogorov-smirnov untuk melihat
Capital (VAHC) dan structural capital
normalitas data dengan angka yang lebih
yang diproksikan dengan Value Added
detail.
Structural Capital (STVA), serta tingkat
pertumbuhan Intellectual Capital (ROGIC)
terhadap kinerja perusahaan yang
diproksikan dengan Return on Equity
(ROE) dan Net Profit Margin (NPM).

Hasil Uji Asumsi Klasik


Gambar 4.1 Uji Normalitas Grafik P-P
Hasil Uji Normalitas
Plot
Pertama, uji normalitas diuji dengan
Uji normalitas kedua yang dilakukan
melihat grafik Normal P-P Plot. Pada
pada penelitian ini menggunakan metode

95
one-sample kolmogorov-smirnov test. sampel yang digunakan berjumlah 51
Berdasarkan hasil uji kolmogorov-smirnov, selama 3 tahun menghasilkan dU: 1.8178.
maka dapat disimpulkan bahwa model Berdasarkan hasil uji autokorelasi, dapat
regresi sudah memiliki nilai residual yang dilihat bahwa besar dW adalah 1,956 untuk
terdistribusi normal. Hal ini ditunjukan variabel dependen ROE dan 2,102 untuk
dengan nilai probabilitas uji Kolmogorov variabel dependen NPM. Sehingga dapat
Smirnov yang berada diatas 0.05. ditarik kesimpulan bahwa variabel bebas
pada sampel dalam penelitian ini bebas dari
Hasil Uji Multikolinearitas autokorelasi.
Terjadinya multikolinearitas dalam
suatu penelitian dapat dilihat dari nilai Hasil Uji Heterokedastisitas
Tolerance dan VIF yang terdapat pada Pengujian heterokedastisitas pada
masing – masing variabel independen. penelitian ini dilakukan dengan
Suatu model regresi dinyatakan bebas menggunakan uji scatterplot. Berdasarkan
dari multikolinearitas adalah jika Gambar 4.2 dan 4.3, grafik scatterplot
memiliki nilai tolerance dibawah 1 dan menunjukkan bahwa pada data tersebut
nilai VIF dibawah 10. Berdasarkan uji terlihat tidak terdapat pola yang jelas serta
multikolinearitas, semua variabel titik-titik menyebar di atas dan di bawah
independen memiliki nilai tolerance angka nol pada sumbu Y, oleh karena itu
dibawah 1 dan nilai VIF jauh dibawah dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak
angka 10. Sehingga dapat disimpulkan terjadi heterokedastisitas pada kedua model
bawa tidak ada gejala multikolinearitas regresi penelitian ini.
dalam kedua model regresi yang
digunakan.

Hasil Uji Autokorelasi


Penelitian ini menggunakan uji
autokorelasi dengan metode pengujian
Durbin-Watson. Hasil uji terhadap sampel
dikatakan bebas dari autokorelasi apabila
nilai dW>dU. Sesuai dengan pengujian,

96
Gambar 4.2 Uji Heterokedastisitas capital employed, sedangkan 51.1%
ScatterPlot Variabel ROE
tingkat variasi ROE dijelaskan oleh
variabel lain yang tidak masuk ke dalam
model penelitian.
Hasil uji Koefisien Determinasi
untuk variabel NPM, menunjukkan nilai
adjusted R-Square sebesar 0.592. Hal
tersebut berarti bahwa sebesar 59.2%
variasi di dalam variabel NPM dapat
dijelaskan oleh variabel Intellectual
Capital yang terdiri dari Human Capital,
Gambar 4.3 Uji Heterokedastisitas
Structural Capital dan Capital Employed,
ScatterPlot Variabel NPM
sedangkan 40.8% tingkat variasi ROE
Selain dengan Grafik Scatterplot, uji dijelaskan oleh variabel lain yang tidak
dengan perhitungan Spearman juga masuk ke dalam model penelitian.
menunjukkan tidak adanya masalah
heterokedastisitas pada setiap variable Hasil Uji T
independen dimana hasil menunjukkan Uji T bertujuan untuk menguji
tingkat Sig. (2-tailed) untuk setiap variabel seberapa jauh pengaruh satu variabel
independen berada diatas 0,05 independen secara individual yaitu VAHC,
STVA, VACA dan ROGIC dalam
Uji Hipotesis menerangkan variabel dependen yaitu
Hasil Uji Koefisien Determinasi ROE dan NPM. Uji T berada pada tingkat
Dalam penelitian ini nilai dari R2 signifikansi α = 0.05. Uji T dilakukan
dilihat dari tadel adjusted R-Square-nya. dengan membandingkan antara nilai T
Nilai adjusted R-Square sebesar 0.489 hitung dengan nilai T tabel. Jika nilai T
untuk model ROE. Hal tersebut berarti hitung lebih besar daripada T tabel, maka
bahwa sebesar 48.9% variasi di dalam H1 diterima dan H0 ditolak. Nilai T tabel
ROE dapat dijelaskan oleh variabel dalam penelitian ini yaitu 1.97623. Hasil
Intellectual Capital yang terdiri dari uji statistik T untuk variabel dependen
human capital, structural capital dan ROE dapat dilihat pada Tabel 4.11.

97
Berdasarkan hasil uji statistik T, uji statistik T pada Tabel 4.12, terlihat
terlihat bahwa variabel independen bahwa variabel independen VAHC dan
VAHC, STVA dan VACA menunjukkan STVA menunjukkan hubungan yang
hubungan yang signifikan terhadap signifikan terhadap variabel dependen,
variabel dependen, yaitu ROE dengan taraf yaitu NPM dengan taraf signifikansi 5%.
signifikansi α = 0,05. Hal ini dapat dilihat Hal ini dapat dilihat dari nilai probabilitas
dari nilai probabilitas signifikansi untuk signifikansi untuk VAHC dan STVA yaitu
VAHC, STVA dan VACA yaitu 0.000 0.000 dan 0,002 lebih kecil dari α = 0,05.
lebih kecil dari α = 0,05. Berbeda dengan Persamaan regresi berganda untuk
variabel ROGIC yang menunjukkan tidak model NPM pada penelitian ini dapat
terdapatnya pengaruh terhadap variabel disusun dalam persamaan matematis
dependen ROE. Hal tersebut ditunjukan sebagai berikut:
dari tingkat signifikansi ROGIC yaitu NPM = – 0,066 + 0,059VAHC +
sebesar 0,883 lebih besar dari α = 0,05. 0,277STVA + 0,030VACA – 0,031ROGIC
Berdasarkan pada Tabel 4.11 persamaan +e
regresi berganda untuk model ROE pada Koefisien konstanta sebesar 0,066 bernilai
penelitian ini dapat disusun dalam negatif, hal ini dapat diartikan bahwa NPM
persamaan matematis sebagai berikut: akan bernilai – 0,066 apabila masing –
ROE = – 0,113 + 0,030VAHC + masing variabel yang terdiri dari human
0,496STVA + 0,287VACA + 0,002ROGIC capital, structural capital, capital
+e employed dan ROGIG bernilai 0.

Koefisien konstanta sebesar 0,113


bernilai negatif, hal ini dapat diartikan Pembahasan Hasil Penelitian

bahwa ROE akan bernilai – 0,113 apabila Capital Employed dan Kinerja
masing – masing variabel yang terdiri dari Perusahaan

human capital, structural capital, capital Capital Employed dan ROE


employed dan ROGIG bernilai 0. Hipotesis 1a yang diajukan dalam

Sementara itu hasil uji ststistik T penelitian ini adalah capital employed

untuk variabel dependen NPM dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan

dilihat dari Tabel 4.12. Berdasarkan hasil yang diproksikan dengan ROE. Nilai
koefisien regresi antara VACA dan ROE

98
positif, sehingga dapat dibuktikan bahwa Penurunan yang terjadi pada VACA
capital employed berpengaruh positif PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk di
terhadap kinerja perusahaan yang tahun 2012 diakibatkan karena
diproksikan dengan ROE. Hal ini dapat menurunnya laba bersih perusahaan di
tercemin dari laporan keuangan PT Adira tahun tersebut. PT Adira Dinamika Multi
Dinamika Multi Finance Tbk, dimana pada Finance Tbk mencatat penurunan laba
tahun 2011 PT Adira Dinamika Multi bersih pada 2012 menjadi Rp1,41 triliun
Finance Tbk memiliki nilai capital atau turun 11,6 persen dibanding tahun
employed sebesar Rp6,00 triliun atau sebelumnya yang sebesar Rp1,58 triliun.
memiliki nilai VACA sebesar 0,4832. Nilai Penurunan laba bersih tersebut disebabkan
VACA tersebut menunjukkan bahwa oleh pemberlakuan aturan uang muka
perusahaan mampu mengahasilkan value minimal pada industri pembiayaan serta
added sebesar 0,4832 dari setiap rupiah penurunan harga komoditas yang
capital employed yang dikeluarkan. berpengaruh pada kemampuan daya beli
Dengan nilai VACA tersebut PT Adira masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan
Dinamika Multi Finance Tbk mampu penjualan motor baru secara industri turun
menghasilkan ROE sebesar 33,81% yang hingga sekitar 12%. Hal itu mempengaruhi
artinya perusahaan tersebut dapat realisasi pembiayaan motor baru yang
menghasilkan laba sebesar 33,81% dari disalurkan perseroan, yang berjalan stagnan
seluruh ekuitas yang dimiliki oleh dibandingkan tahun sebelumnya yakni dari
perusahaan, termasuk investasi di Rp32,4 triliun pada 2011 menjadi Rp32,5
dalamnya. Sementara itu di tahun triliun pada 2012. Menurunnya laba bersih
berikutnya PT Adira Dinamika Multi perusahaan juga berakibat pada
Finance Tbk memiliki nilai capital menurunnya ROE perusahaan. Meskipun
employed sebesar Rp6,54 triliun atau ekuitas perusahaan meningkat sebesar
memiliki nilai VACA sebesar 0,4744, Rp614,4 miliar atau sebesar 14%, menjadi
mengalami penurunan dibandingkan sebesar Rp5,0 triliun pada tahun 2012 yang
dengan tahun sebelumnya.Penurunan pada terutamanya disebabkan oleh perolehan
VACA di tahun tersebut juga berdampak laba bersih perusahaan pada tahun 2012
pada menurunnya ROE PT Adira Dinamika sebesar Rp1,4 triliun diikuti dengan
Multi Finance Tbk menjadi 28,17%. pembayaran dividen atas laba bersih tahun

99
2011 perusahaan sebesar Rp791,5 miliar. terhadap kinerja perusahaan yang
Namun, karena persentase penurunan laba diproksikan dengan NPM. Berdasarkan
bersih yang lebih besar dibandingkan data yang telah diolah, terbukti bahwa
peningkatan pada peningkatan, maka capital employed perusahaan belum
mengakibatkan penuruna pada ROE PT mampu untuk memberikan value added
Adira Dinamika Multi Finance Tbk. bagi perusahaan. Hal ini dapat diamati dari
Penurunan yang terjadi pada VACA laporan keuangan PT Adira Dinamika
juga diikuti dengan penurunan pada ROE Multi Finance Tbk. Berbeda dengan yang
perusahaan. Hasil dari penelitian ini terjadi pada kinerja perusahaan yang
menerima hipotesis H1a yang menyatakan diprokskan dengan ROE, pada NPM tidak
VACA berpengaruh positif terhadap terjadi perubahan signifikan yang
kinerja perusahaan yang diproksikan dipengaruhi oleh penurunan nilai VACA
dengan ROE. Hasil penelitian ini PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.
menjelaskan bahwa pemanfaatan efisiensi Dimana pada tahun 2011 PT Adira
perusahaan dalam mengelola capital Dinamika Multi Finance Tbk memiliki
employed berpengaruh pada return yang nilai capital employed sebesar Rp6,00
dihasilkan perusahaan dari modal triliun atau memiliki nilai VACA sebesar
pemegang saham. Selain itu, terdapat 0,4832, PT Adira Dinamika Multi Finance
indikasi bahwa perusahaan sektor Tbk mampu menghasilkan NPM sebesar
keuangan di Indonesia mengandalkan asset 25,88% yang artinya perusahaan tersebut
– asset keuangan yang dimiliki untuk dapat menghasilkan laba sebesar 25,88%
memberikan kontribusi bagi return dari seluruh pendapatan operasionalnya.
perusahaan. Sementara itu, di tahun 2012 dengan
nilai VACA yang mengalami penurunan
Capital Employed dan NPM menjadi 0,4744, NPM PT Adira Dinamika
Hipotesis 1b yang diajukan dalam Multi Finance Tbk mengalami justru
penelitian ini adalah capital employed mengalami peningkatan sebesar 0,26%
berpengaruh terhadap kinerja perusahaan menjadi 26,14%. Peningkatan pada NPM
yang diproksikan dengan NPM. Hasil perusahaan terjadi karena penurunan
pengujian ini menunjukkan bahwa tidak pendapatan dari PT Adira Dinamika Multi
adanya pengaruh capital employed Finance Tbk yang diakibatkan dari

100
pemberlakuan aturan uang muka minimal Indonesia Tbk, dimana pada tahun 2011
pada industri pembiayaan serta penurunan total beban tenaga kerja sebesar Rp8,70
harga komoditas yang berpengaruh pada triliun atau dengan nilai VAHC sebesar
kemampuan daya beli masyarakat. Hal 3,1478, diikuti dengan tingkat ROE
tersebut mengakibatkan penjualan motor 26,92%, yang artinya perusahaan tersebut
baru secara industri turun hingga sekitar dapat menghasilkan laba sebesar 26,92%
12%. Penurunan yang terjadi pada VACA dari seluruh ekuitas yang dimiliki oleh
tidak memberikan pengaruh pada NPM perusahaan, termasuk investasi di
perusahaan, dengan demikian hasil dari dalamnya. Angka tersebut sudah dapat
penelitian ini menolak hipotesis H1b yang memenuhi keinginan investor sehingga
menyatakan VACA tidak berpengaruh kinerja perusahaan tersebut tergolong baik.
terhadap kinerja perusahaan yang Pada tahun berikutnya, terjadi peningkatan
diproksikan dengan ROE. beban tenaga kerja sebesar 10,39% menjadi
Rp9,60 triliun atau dengan nilai VAHC
Human Capital dan Kinerja Perusahaan sebesar 3,2231. Dengan kenaikan tersebut,
Human Capital dan ROE kinerja perusahaan yang diproksikan
Hipotesis 2a yang diajukan dalam dengan ROE juga ikut mengalami
penelitian ini adalah human capital peningkatan yaitu menjadi 30,28%.
berpengaruh terhadap kinerja perusahaan Sementara itu di tahun 2013, beban tenaga
yang diproksikan dengan ROE. Human kerja mengalami peningkatan yang cukup
capital yang diukur dengan VAHC besar yaitu sebesar 27,34% menjadi
menunjukkan berapa banyak value added Rp12,23 triliun, sehingga VAHC
yang dapat dihasilkan dengan dana yang mengalami penurunan menjadi 1,9606.
dikeluarkan untuk karyawan suatu Penurunan pada nilai VAHC tersebut,
perusahaan. Nilai koefisien regresi antara mengakibatkan penurunan pada ROE
VAHC dan ROE positif, sehingga dapat perusahaan menjadi 28,80%.
dibuktikan bahwa human capital Peningkatan yang terjadi pada beban
berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan di tahun 2013 terjadi karena
perusahaan yang diproksikan dengan ROE. perubahan status pekerja yang cukup besar
Hal ini dapat tercermin pada rincian beban terjadi, mulai dari tenaga kerja outsourcing
tenaga kerja pada PT Bank Rakyat yang menjadi pekerja kontrak maupun dari

101
tenaga kerja kontrak menjadi pekerja tetap, program – program yang
serta sejalan dengan ekspansi unit kerja berkesinambungan untuk membantu para
yang terus dilakukan sehingga aktivitas karyawan mencapai tingkat kinerja yang
perekrutan masih terus dilakukan untuk optimal. Program – program tersebut
memenuhi kebutuhan formasi unit kerja. dimulai saat pertama kali karyawan masuk
Peningkatan yang cukup signifikan pada melalui rekrutmen, lalu proses adaptasi
beban tenaga kerja tersebut tidak diikuti serta adanya proses pengembangan selama
dengan peningkatan yang setara pada profit masa kerja di perusahaan. Selama
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, sehingga karyawan menjalani masa kerja di
VAHC mengalami penurunan Perusahaan, karyawan mendapatkan
dibandingkan tahun sebelumya. Penurunan pelatihan yang cukup, baik pelatihan secara
yang terjadi pada VAHC tersebut juga internal maupun pelatihan diluar kantor
diikuti dengan penurunan yang terjadi pada yang dapat meningkatkan pengetahuan
ROE perusahaan. Hasil dari penelitian ini baik secara teori maupun teknikal demi
menerima hipotesis H2a yang menyatakan menunjang pekerjaannya. Perusahaan
VAHC berpengaruh positif terhadap menyadari bahwa karyawan penting untuk
kinerja perusahaan yang diproksikan melaksanakan kerja dengan tenang dan
dengan ROE. nyaman. Sebagai bentuk penghargaan atas
Human capital bernilai positif kinerja karyawan, perusahaan juga
menujukan bahwa perusahaan sektor memberikan kompensasi bagi karyawan
keuangan di Indonesia semakin menyadari secara jelas dan kompetitif, pengadaan
pentingnya pengelolaan modal manusia fasilitas, penggantian biaya kesehatan bagi
yang mereka miliki dalam meningkatkan karyawan dan keluarganya,
profit perusahaan. Perusahaan tidak dapat mengikutsertakan karyawan ke program
berkembang tanpa mengembangkan Jamsostek, pemberian Tunjangan Hari
Sumber Daya Manusia (SDM) dan target Raya (THR), pemberian insentif dan bonus
kinerja menuntut kualitas yang tepat dari serta adanya program rekreasi bagi seluruh
SDM yang ada dan ditugaskan di semua karyawan secara berkala.
tingkatan yang ada. Seperti halnya dengan Tingginya anggaran beban karyawan
yang terjadi pada PT Bank Rakyat yang diimbangi dengan pelatihan dan
Indonesia Tbk, Divisi SDM memiliki fasilitas yang diberikan untuk karyawan

102
tersebut akan meningkatkan produktifitas terhadap NPM perusahaan. Pada tahun
karyawan sehingga dapat meningkatkan 2011 total beban tenaga kerja sebesar
pendapatan dan profit perusahaan. Rp8,70 triliun atau dengan nilai VAHC
Produktivitas karyawan dan profit sebesar 3,1478, diikuti dengan tingkat
perusahaan yang semakin tinggi juga NPM 34,33%, yang artinya perusahaan
menunjukkan bahwa karyawan semakin tersebut dapat menghasilkan laba bersih
baik dalam mengelola aset perusahaan. Hal sebesar 34,33% dari keseluruhan
ini dapat menciptakan kepercayaan pendapatan operasi yang diperoleh.
stakeholder pada perusahaan tersebut, Pada tahun berikutnya, terjadi
dengan terciptanya kepercayaan peningkatan beban tenaga kerja sebesar
stakeholder maka akan menarik investor 10,39% menjadi Rp9,60 triliun atau dengan
untuk menanamkan modal di perusahaan, nilai VAHC sebesar 3,2231. Dengan
sehingga laba dari total ekuitas pemegang kenaikan tersebut, kinerja perusahaan yang
saham yang diukur dengan ROE akan turut diproksikan dengan NPM juga ikut
meningkat. mengalami peningkatan yaitu menjadi
39,51%. Sementara itu di tahun 2013,
Human Capital dan NPM beban tenaga kerja mengalami peningkatan
Hipotesis 2b yang diajukan dalam yang cukup besar yaitu sebesar 27,34%
penelitian ini adalah human capital menjadi Rp12,23 triliun, sehingga VAHC
berpengaruh terhadap kinerja perusahaan mengalami penurunan menjadi 1,9606.
yang diproksikan dengan NPM. Nilai Dengan adanya penurunan pada nilai
koefisien regresi antara VAHC dan NPM VAHC tersebut, mengakibatkan penurunan
positif, sehingga dapat dibuktikan bahwa pada NPM perusahaan menjadi 37,67%.
human capital berpengaruh positif terhadap Hasil dari penelitian ini menerima hipotesis
kinerja perusahaan yang diproksikan H2b yang menyatakan VAHC berpengaruh
dengan NPM. Hal ini dapat tercermin pada positif terhadap kinerja perusahaan yang
rincian beban tenaga kerja pada PT Bank diproksikan dengan NPM.
Rakyat Indonesia Tbk. Sama hal nya Rasio NPM menunjukkan
dengan hubungan antara human capital perbandingan antara laba bersih terhadap
dengan ROE, human capital juga jumlah pendapatan yang dihasilkan dari
menunjukkan hubungan yang sama operasi atau kegiatan utama perusahaan.

103
NPM yang baik ditunjukkan oleh rasio dalam mengelola structural capital-nya,
NPM yang semakin besar, yang berarti maka akan berdampak pada menurunnya
kegiatan utama dari suatu perusahaan telah kinerja perusahaan. Hal tersebut dapat
memberikan kontribusi yang besar pada tercermin pada PT Panin Sekuritas Tbk, di
laba bersih perusahaan. Human capital tahun 2011 PT Panin Sekuritas Tbk
berpengaruh positif terhadap kinerja memiliki nilai STVA sebesar 0,8766, di
perusahaan, artinya terdapat indikasi bahwa ikuti dengan tingkat ROE 25,88% yang
velue added yang dihasilkan dari gaji dan artinya perusahaan tersebut dapat
tunjangan yang diberikan perusahaan menghasilkan laba sebesar 25,88% dari
kepada karyawannya mampu untuk seluruh ekuitas yang dimiliki oleh
meningkatkan pendapatan dan profit perusahaan. Penurunan yang terjadi pada
perusahaan. STVA di tahun berikutnya juga di ikuti
oleh penurunan pada tingkat ROE
Structural Capital dan Kinerja perusahaan. Dengan nilai STVA sebesar
Perusahaan 0,8447, PT Panin Sekuritas Tbk hanya
Structural Capital dan ROE mampu menghasilkan return sebesar
Hipotesis 3a yang diajukan dalam 25,18% bagi pemegang saham. Hal yang
penelitian ini adalah structural capital sama juga terjadi di tahun 2013, penurunan
berpengaruh terhadap kinerja perusahaan nilai yang cukup besar dari STVA menjadi
yang diproksikan dengan ROE. Nilai 0,7574 mengakibatkan penurunan yang
koefisien regresi antara STVA dan ROE cukup besar terjadi pada ROE perusahaan
positif, sehingga dapat dibuktikan bahwa dibandingkan dengan tahun sebelumnya
structural capital berpengaruh positif yaitu 18,98%. Hasil dari penelitian ini
terhadap kinerja perusahaan yang menerima hipotesis H3a yang menyatakan
diproksikan dengan ROE. Structural STVA berpengaruh positif terhadap kinerja
capital berpengaruh positif terhadap ROE perusahaan yang diproksikan dengan ROE.
perusahaan, dapat diartikan bahwa semakin Temuan ini membuktikan bahwa
tinggi efisiensi perusahaan dalam structural capital mampu memberikan
mengelola structural capital, maka kinerja value added bagi return perusahaan.
perusahaan akan meningkat, begitu juga Pengelolaan structural capital yang baik
sebaliknya apabila perusahaan tidak efisien seperti pengelolaan sistem dan prosedur

104
akan meningkatkan produktivitas karyawan terhadap ROE, STVA juga memberikan
dalam menghasilkan value added. Bontis et pengaruh positif pada kinerja perusahaan
al., (2000) menemukan bukti bahwa yang diproksikan dengan NPM.
organisasi yang memiliki struktur yang Pada tahun 2011 PT Panin Sekuritas
kuat dan memiliki budaya yang Tbk memiliki nilai STVA sebesar 0,8766,
mendukung akan memungkinkan karyawan di ikuti dengan tingkat NPM 58,11% yang
untuk belajar dan berinovasi serta artinya perusahaan tersebut dapat
memotivasi karyawan dalam meningkatkan menghasilkan laba bersih sebesar 58,11%
kinerja yang berdampak pula pada dari pendapatan yang diperoleh
meningkatnya profit perusahaan yang juga perusahaan. Penurunan yang terjadi pada
diikuti dengan meningkatnya return bagi STVA di tahun berikutnya juga di ikuti
perusahaan. oleh penurunan pada tingkat NPM
perusahaan. Dengan nilai STVA sebesar
Structural Capital dan NPM 0,8447 di tahun 2012, PT Panin Sekuritas
Hipotesis 3b yang diajukan dalam Tbk hanya menghasilkan NPM sebesar
penelitian ini adalah structural capital 55,73%. Hal yang sama juga terjadi di
berpengaruh terhadap kinerja perusahaan tahun 2013, penurunan nilai yang cukup
yang diproksikan dengan NPM. Nilai besar dari STVA menjadi 0,7574
koefisien regresi antara STVA dan NPM mengakibatkan penurunan yang cukup
positif, sehingga dapat dibuktikan bahwa besar terjadi pada NPM perusahaan
structural capital berpengaruh positif dibandingkan dengan tahun sebelumnya
terhadap kinerja perusahaan yang yaitu 44,74%. Hasil dari penelitian ini
diproksikan dengan NPM. Structural menerima hipotesis H3b yang menyatakan
capital berpengaruh positif terhadap NPM STVA berpengaruh positif terhadap kinerja
perusahaan, dapat diartikan bahwa semakin perusahaan yang diproksikan dengan NPM.
tinggi efisiensi perusahaan dalam Temuan ini membuktikan bahwa
mengelola structural capital, maka kinerja structural capital mampu memberikan
perusahaan akan meningkat, begitu juga pengaruh bagi pendapatan dan laba yang
sebaliknya. Hal tersebut dapat diamati pada diperoleh. Pengelolaan structural capital
PT Panin Sekuritas Tbk, sama halnya yang baik seperti strategi, pengelolaan
dengan pengaruh yang diberikan STVA sistem dan prosedur akan meningkatkan

105
produktivitas karyawan dalam pengembangan ftur reksa dana online dan
menghasilkan value added. Seperti halnya aplikasi pada smartphone serta peluncuran
yang dilakukan oleh PT Panin Sekuritas sistem informasi reksa dana bagi nasabah
Tbk dalam mengantisipasi perkembangan berbasis online.
pasar modal yang dinamis dan persaingan Sedangkan peningkatan sistem
yang semakin kompetitif, perusahaan telah teknologi informasi diterapkan perusahaan
meluncurkan produk dan jasa yang lebih melalui pengembangan sistem yang
inovatif serta melaksanakan strategi usaha. mendukung perubahan Satuan Perdagangan
Tujuannya adalah untuk meningkatkan (Lot Size) dan Fraksi Satuan Harga (Tick
kualitas produk dan layanan bagi nasabah Price) sesuai ketentuan Bursa Efek
serta meningkatkan jumlah nasabah dan Indonesia, peningkatan kapasitas server
nilai transaksi. dan co-location server untuk menjaga
Strategi – strategi yang diterapkan kelancaran transaksi efek, serta
perusahaan dilakukan dalam rangka pengembangan Disaster Recovery Center
meningkatkan produk dan layanan yang (DRC) dan Business Continuity Plan
inovatif dan memenuhi keinginan nasabah, (BCP) sebagai back-up atas trading system.
pengembangan tingkat literasi masyarakat Dengan strategi yang telah diterapkan
terhadap produk investasi di pasar modal tersebut, PT Panin Sekuritas Tbk mampu
dengan melakukan kegiatan sosialisasi dan memperoleh jumlah pendapatan usaha di
edukasi di berbagai kota besar di Indonesia, tahun 2013 sebesar Rp 440,92 miliar,
serta peningkatan sistem teknologi dan mengalami peningkatan 2,46%
informasi. Peningkatan produk dan layanan dibandingkan jumlah pendapatan usaha
yang inovatif dan memenuhi keinginan pada tahun 2012 yang sebesar Rp 430,34
nasabah dilakukan melalui pengembangan miliar. Namun, penurunan rasio NPM
multy platform online trading dengan fitur- justru terjadi pada tahun tersebut. Hal ini
fitur tambahan yang memenuhi berbagai disebabkan karena adanya kerugian atas
kebutuhan nasabah, layanan pembiayaan perdagangan efek yang belum direalisasi
nasabah yang lebih kompetitif, pada tahun 2013, sehingga peningkatan
pengembangan divisi Riset yang dapat pendapatan usaha lebih rendah daripada
memberikan laporan perkembangan pasar peningkatan beban usaha yang mencapai
secara lebih aktual dan komprehensif, Rp 179,72 miliar, naik 42,55%

106
dibandingkan tahun sebelumnya yang demilkian maka H0 dinyatakan diterima
sebesar Rp 126,08 miliar.
dan H1 ditolak.
Suatu organisasi dapat menghasilkan
keunggulan bersaing yang bertahan lama
jika organisasi tersebut mampu
mengkodifikasikan pengetahuan organisasi
dan mengembangkan structural capital-
nya. Jika sebuah organisasi memiliki
strategi, sistem dan prosedur yang baik
Gambar 4.4 Grafik Pembahasan
dalam menjalankan aktivitasnya, maka
ROGIC dan ROE
Intellectual Capital secara keseluruhan
Gambar 4.4 merupakan grafik yang
akan mencapai potensinya yang paling
menggambarkan pola hubungan antara
penuh sehingga organisasi tersebut
ROGIC dan ROE. Berdasarkan grafik
memiliki keunggulan kompetitif dibanding
tersebut, dapat terlihat bahwa, peningkatan
perusahaan lain. Keunggulan tersebut dapat
atau penurunan yang terjadi pada ROGIC
menghasilkan kinerja yang tinggi bagi
tidak berpengaruh pada nilai ROE
perusahaan. Semakin tinggi kinerja
perusahaan. Hal tersebut dapat diamati dari
perusahaan, maka dapat berdampak pada
beberapa perusahaan sampel pada
meningkatnya pendapatan dan laba suatu
penelitian ini. Pada PT Asuransi Bina Dana
perusahaan hingga berdampak pula pada
Arta Tbk, ROGIC yang bernilai positif di
meningkatknya NPM perusahaan.
tahun 2012 menunjukkan bahwa terjadi
peningkatan pada Intellectual Capital
ROGIC dan Kinerja Perusahaan
perusahaan dibandingkan dengan tahun
ROGIC dan ROE
sebelumnya, namun peningkatan pada nilai
Hipotesis 4a yang diajukan dalam
Intellectual Capital tersebut justru diikuti
penelitian ini adalah ROGIC berpengaruh
oleh penurunan pada rasio ROE PT
terhadap kinerja perusahaan yang
Asuransi Bina Dana Arta Tbk yaitu sebesar
diproksikan dengan ROE. Hasil pengujian
19,10% atau mengalami penurunan sebesar
statistik menunjukkan bahwa ROGIC tidak
2,56%. Sedangkan di tahun 2013, saat
berpengaruh terhadap ROE, dengan TM
terjadi penurunan pada VAIC , juga

107
diikuti oleh penurunan pada rasio ROE PT pengungkapan dan pengukuran Intellctual
Asuransi Bina Dana Arta Tbk menjadi Capital di Indonesia sehingga
14,41%. Sementara pada PT Bank menyebabkan masyarakat atau investor
Himpunan Saudara 1906 Tbk penurunan belum mampu membuat penilaian yang
pada pertumbuhan Intellectual Capital di tepat atas tingkat pertumbuhan Intellctual
tahun 2012 berdampak pada peningkatan Capital perusahaan. Temuan ini juga
pada rasio ROE perusahaan sebesar 3,06% membuktikan bahwa perusahaan sektor
menjadi 22,09%. Pada tahun berikutnya keuangan di Indonesia belum mampu
yaitu 2013 penurunan pada tingkat mengelola dan mengembangkan
pertumbuhan Intellectual Capital Intellectual Capital-nya untuk
dibanding dengan tahun sebelumnya justru memenangkan kompetisi. Intellectual
diikuti oleh peningkatan pada ROE Capital belum menjadi tema yang menarik
perusahaan menjadi 21,40%. untuk dikembangkan agar dapat
Temuan ini memberikan makna menciptakan nilai bagi perusahaan.
bahwa tinggi atau rendahnya tingkat
pertumbuhan Intellectual Capital ROGIC dan NPM
perusahaan tidak mempengaruhi kinerja Hipotesis 4b yang diajukan dalam
perusahaan yang diproksikan dengan ROE. penelitian ini adalah ROGIC berpengaruh
Intellectual Capital adalah alat kompetitif terhadap kinerja perusahaan yang
dan perusahaan harus mengelola dan diproksikan dengan NPM. Hasil pengujian
mengembangkan Intellectual Capital untuk statistik menunjukkan bahwa ROGIC tidak
menjaga tingkat kompetitif perusahaan berpengaruh terhadap NPM, dengan
tersebut (Bontis, 1998; Kuryanto & demilkian maka H0 dinyatakan diterima
Syafruddin, 2008). Akan tetapi penelitian
dan H1 ditolak.
ini tidak menemukan bukti bahwa
peningkatan dalam Intellctual Capital
perusahaan akan berpengaruh terhadap
return perusahaan. Hal ini diduga
disebabkan karena pengungkapan
mengenai Intellectual Capital masih
rendah dan belum adanya standar mengenai

108
Sementara itu, penurunan pada
pertumbuhan Intellectual Capital PT Bank
Himpunan Saudara 1906 Tbk di tahun
2012 juga berdampak pada penurunan pada
rasio NPM perusahaan sebesar 0,52%
menjadi 14,82%. Pada tahun berikutnya
Gambar 4.5 Grafik Pembahasan
yaitu di tahun 2013, penurunan pada
ROGIC dan NPM
Intellectual Capital PT Bank Himpunan
Gambar 4.5 merupakan grafik yang
Saudara 1906 Tbk juga diikuti oleh
menggambarkan pola hubungan antara
peningkatan pada NPM perusahaan.
ROGIC dan NPM. Berdasarkan grafik
Temuan ini memberikan makna bahwa
tersebut, dapat terlihat bahwa peningkatan
tinggi atau rendahnya tingkat pertumbuhan
atau penurunan yang terjadi pada ROGIC
Intellectual Capital perusahaan tidak
tidak berpengaruh pada nilai NPM
mempengaruhi kemampuan perusahaan
perusahaan. Hal tersebut dapat diamati dari
dalam menghasilkan keuntungan bersih
beberapa perusahaan sampel pada
setelah dipotong dengan pajak.
penelitian ini. Pada PT Asuransi Bina Dana
Arta Tbk, ROGIC yang bernilai positif di
SIMPULAN DAN SARAN
tahun 2012 menunjukkan bahwa terjadi
Simpulan
peningkatan pada Intellectual Capital
Berdasarkan hasil dari uji hipotesis
perusahaan dibandingkan dengan tahun
yang telah dilakukan, maka simpulan yang
sebelumnya, namun peningkatan pada
dapat diambil dari penelitian ini adalah
Intellectual Capital berdampak pada
sebagai berikut: (1) Capital employed
peningkatan rasio NPM PT Asuransi Bina
terbukti berpengaruh positif terhadap
Dana Arta Tbk yaitu sebesar 18,21% atau
kinerja keuangan yang diproksikan oleh
mengalami peningkatan sebesar 1,09%.
ROE, namun tidak berpengaruh terhadap
Sedangkan di tahun 2013, saat terjadi
TM NPM. Dengan demikian, semakin tinggi
penurunan pada VAIC , justru diikuti
nilai capital employed maka akan
oleh peningkatan pada rasio NPM PT
meningkatan nilai ROE, namun tinggi atau
Asuransi Bina Dana Arta Tbk sebesar
rendahnya capital employed tidak akan
1,45% menjadi 19,66%.
mempengaruhi nilai NPM perusahaan, (2)

109
Human capital terbukti berpengaruh positif selanjutnya dapat membagi sampel dalam
terhadap kinerja perusahaan, baik ROE beberapa sektor industri karena kontribusi
maupun NPM. Dengan demikian, semakin Intellectual Capital berbeda untuk setiap
tinggi nilai human capital maka akan jenis industri, seperti perusahaan yang
meningkatkan nilai ROE dan NPM bagi termasuk perusahaan yang bisnisnya lebih
perusahaan, (3) Structural capital terbukti didorong oleh pengetahuan dan informasi
berpengaruh positif terhadap kinerja karena Intellectual Capital tampak jelas
perusahaan, baik ROE maupun NPM. pada perusahaan tersebut, atau dilakukan
Dengan demikian, semakin tinggi nilai pada kategori high-tech industry dan low-
structural capital maka akan meningkatkan tech industry sehingga bisa dilihat dengan
nilai ROE dan NPM, dan (4) Tingkat lebih jelas pengaruh Intellectual Capital
Pertumbuhan Intellectual Capital (ROGIC) dalam industri tersebut, dan (2) Penelitan
terbukti tidak berpengaruh terhadap kinerja selanjutnya dapat menambahkan variabel
perusahaan, baik ROE maupun NPM. kinerja perusahaan dilihat dari sisi rasio
Dengan demikian, tinggi atau rendahnya lainnya seperti Price to Book Value (PBV)
tingkat pertumbuhan Intellectual Capital atau Gross Profit Margin (GPM). GPM
perusahaan tidak mempengaruhi kinerja menunjukkan kemampuan perusahaan
perusahaan. Pengungkapan Intellectual dalam menghasilkan laba operasinya,
Capital yang masih rendah dan belum sedangkan PBV mengukur nilai nilai yang
adanya standar terkait pengukuran dan diberikan pasar keuangan kepada
pengungkapan Intellectual Capital di manajemen dan organisasi sebagai
Indonesia menyebabkan masyarakat atau peruashaan yang terus bertumbuh.
investor belum mampu membuat penilaian
DAFTAR PUSTAKA
yang tepat atas tingkat pertumbuhan
Intellectual Capital perusahaan. Ali-Ali, N. (2003). Comprehensive
Intellectual Capital Management
(Step-by-Step). Canada: John
Saran Wiley and Sons, Inc.
Merujuk pada keterbatasan
Alexandri, M.B. (2008). Manajemen
penelitian di atas dan literatur terkait Keuangan Bisnis. Bandung:
Alfabeta.
lainnya, maka beberapa saran bagi
penelitian selanjutnya yaitu: (1) Penelitian

110
Ashari, P.B.S. (2005). Analisis Statistic Deegan, C. (2004). Financial Accounting
dengan Microsoft exel dan SPSS. Theory. Sydney: Mc Graw-Hill
Jakarta: Salemba Empat. Book Company.

Azhar, S. (2007). Sistem Informasi European Commission (2000b). Towards a


Akuntansi. Jakarta: T. Lingga European Research Area,
Jaya. Communication from the
Commission to the Council, the
Barney, J.B. (1991). Firm resources and European Parliament, the Social
sustainable competitive Council, the Economic and Social
advantage; Jurnal of Management, Committee of the Regions.
Vol 17 No 1, pp 99-120. Mimeo: Author.

Bollen, L., Vergauwen, P., & Schineders, El-Bannany. (2008). A study of


S. (2005). Linking Intellectual determinants of intellectual capital
Capital and Intellectual Property performance in banks: the UK
to Company Performance. case. Journal of Intellectual
Management Decision, Vol 43, Capital, Vol. 9, No. 3, pp 487-
No.9, pp 1161-1185. 498.

Bontis, N. (1998). Intellectual Capital : an Fajarini, S.W., Indah., & Firmansyah, R.


Explaratory Study that Develops (2012). Pengaruh Intellectual
Measures and Models. Capital Terhadap Kinerja
Management Decision. Vol 36, Keuangan Perusahaan (Studi
No. 2, pp 63-76. Empiris Perusahaan LQ45).
Jurnal Dinamika Akuntansi, Vol.
Bontis, N., Willian, C.C.K., & Stanlet, R. 4, No.1, pp 1-12.
(2000). Intellectual Capital and
Business Performance in Firer, S., & Williams, S.M. (2003).
Malaysian Industries. Journal of Intellectual capital and traditional
Intellectual Capital, Vol.1, No. 1, measures of corporate
pp 85-100. performance. Journal of
Intellectual Capital, Vol.4, No. 3,
Bukh, P.N. (2005). Disclosure of pp 348-360.
Information on Intellectual Capital
in Danish IPO Prospectuses. Ghozali, I. (2006). Analisis Multivariate
Accounting Auditing & dengan Program SPSS.
Accountability Journal, Vol. 18 Semarang: Badan Penerbit
No. 6, pp 713-732. Universitas Diponegoro.

Cohen, S., & Kaimenakis, N. (2007). Ghozali, I. (2009). Aplikasi Analisis


Intellectual Capital and Corporate Multivariate Dengan Program
Performance in Knowledge- SPSS (4th ed). Semarang: Penerbit
Intensive SMEs, The Learning Universitas Diponegoro.
Organization. Vol 14, No.3, pp
241-262.

111
Ghozali, I., & Chariri, (2007). Teori Margaretha, F., & Rakhman, A. (2006).
Akuntansi. Semarang: Badan Analisis Pengaruh Intellectual
Penerbit Undip. Capital terhadap Market Value
dan Financial Performance
Gitman, Lawrence, J., & Chad, J.Z. (2012). Perusahaan dengan Metode Value
Principle of Management Added Intellectual Capital. Jurnal
Finance. England: Publisher Bisnis dan Akuntansi, Vol. 8, No.
Pearson. 2.

Hong, P.T., Plowman, D. & Hancock, P. Priyatno, D. (2012). Cara kilat belajar
(2007). Intellectual Capital and Analisa Data dengan SPSS 20.
Financial Returns of Companies. Yogyakarta: ANDI.
Journal of Intellectual Capital.
Vol. 8, No.1, pp 76-95. Pulic, A. (1998). Measuring the
Performance of Intellectual
Husnan, S. (2002). Dasar-dasar Teori Potential in Knowledge Economy.
Portofolio dan Analisis Sekuritas Paper presented at the 2nd
(2nd ed). Yogyakarta: UPP-AMP McMaster Word Congress on
YKPN. Measuring and Managing
Intellectual Capital by the
Husnan, S., & Pudjiastutik, E. (2002). Austrian Team for Intellectual
Dasar-dasar Manajemen Potential.
Keuangan. Yogyakarta: UPP-
AMP YKPN. Rehman, Wasim ul, et al. (2011).
Intellectual Capital Performance
Kuryanto, B., & Safruddin, M. (2008). and Its Impact on Corporate
Pengaruh Modal Intelektual Performance: An Empirical
terhadap Kinerja Perusahaan. Evidence from Modaraba Sector
Makalah Disampaikan dalam of Pakistan. Australian Journal of
Simposium Nasional Akuntansi Business and Management
XI, Pontianak: 23 - 24 Juli 2008. Research, Vol. I, No.5, pp 8-16.
Universitas Tanjung Pura
Pontianak. Riahi, B.A. (2003). Intellectual Capital and
Firm Performance of US
Mar, B., & Chatzkel, J. (2004). Intellectual Multinational Firms: A Study of
Capital at the Crossroads: the Resource Based and
managing, measuring and Stakeholder Views. Journal of
reporting of IC. Journal of Intellectual Capital. Vol. 4, No. 2,
Intellectual Capital, Vol. 5, No. 2, pp 215-226.
pp 224-239.
Sawarjuwono, T., & Agustine, P.K. (2003).
Intellectual Capital: Perlakuan,
Pengukuran dan Pelaporan
(Sebuah Library Research). Jurnal
Akuntansi dan Keuangan, Vol. 5,
No. 1, pp 31-51.

112
Sekaran, U., & Bougie, R. (2010). Syamsuddin, L. (2001). Manajemen
Research Methods for Business 5th Keuangan Perusahaan. Jakarta:
edition: A Skill Building PT. Raja Grafindo Persada.
Approach. United Kingdom: John
Wiley & Sons Ltd. Tan, H.P., Plowman, D., & Hancock, P.
(2007). Intellectual Capital and
Seleim, A., & Khalil, O. (2007). Financial Returns of companies.
Pengetahuan Management and Journal of Intellectual Capital,
Organizationa Performance in the Vol.8, No.1, pp 76-95.
Egyptian Software Firms.
International Journal of Ulum, I., Gozhali, I., & Chariri, A. (2008).
Pengetahuan Management, Vol. “Intellectual Capital dan Kinerja
3. No. 4, pp 37-66. Keuangan Perusahaan: Suatu
Analisis dengan Pendekatan
Solikhah, B., Rohman, A., & Meiranto, W. Partial Least Squares”.
(2010). Implikasi Intellectual Simposium Nasional Akuntansi
Capital Performance, Growth dan XI. Pontianak: 23 - 24 Juli 2008,
Market Value; Studi Empiris Universitas Tanjung Pura
dengan Pendekatan Simplistic Pontianak.
Specification. Simposium
Nasional Akuntansi XIII Ulum, I. (2009). Intellectual Capital:
Purwokerto, pp 1-29. Konsep dan Kajian Empiris).
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Subramanyam, K.R., & Wild, John J.
(2009). Financial Statement Wiradinata, & Siregar. (2011). Pengaruh
th
Analysis (10 ed). Singapore: Modal Intelektual Terhadap
McGraw-Hill Education (Asia). Kinerja Keuangan Pada
Perusahaan Sektor Keuangan
Stephen, A., Ross, R.W., & Westerfield, Yang Terdaftar Di Bursa Efek
J.J. (2005). Corporate Finance Indonesia. Jurnal Akuntansi &
(7th ed). Canada: The MCA Praw- Manajemen, Vol. 22, No. 2, pp
Hill. 107-124.

Sveiby, K.E. (2001). A Knowledge Theory Yuniasih, N. W., Wirama, D.G., & Badera,
of The Firm to Guide in Strategy I.D.N. (2010). Eksplorasi kinerja
Formulation. Journal of pasar perusahaan: Kajian berdasarkan
Intellectual Capital, Vol.2, pp modal intelektual. Simposium
344-358. Nasional Akuntansi 13, Purwokerto.

113