Anda di halaman 1dari 13

Ketenagakerjaan & SDM Indonesia

Menghadapi Revolusi Industri 4.0

M Hanif Dhakiri
Menteri Ketenagakerjaan RI

Balikpapan, 7 September 2019


KONDISI KETENAGAKERJAAN INDONESIA

BEKERJA
129,36 Juta
Tantangan
(94,99%)

Non Formal
57%

Formal
43%
ANGKATAN KERJA
136,18 Juta (69,32%)

PENGANGGUR
6,82 Juta (5.01%)

Source: BPS, FebruarI 2019


c
FOKUS PEMERINTAH DI TAHUN 2019-2024:
Fokus Pengembangan SDM melalui Pelatihan Vokasi
“Kementerian terkait: Kementerian
“Kami akan merestrukturisasi terus Ketenagakerjaan, Kementerian
menerus tingkat kualifikasi pekerja kami Pendidikan, dan Kementerian Riset
sehingga mereka semua menjadi pekerja Teknologi dan Pendidikan Tinggi
terlatih dan terampil untuk diterima dengan akan mulai melakukan apa yang
baik di industri” harus dilakukan dalam
(Sidang Kabinet di Istana Negara, Pengembangan Sumber Daya
3 Februari 2018) Manusia tahun 2018 and 2019”
(Sidang Kabinet di Istana Negara,
12 Februari 2018)

2016 2017 2018 2019 2020

Pembangunan Infrastruktur Pembangunan SDM Indonesia


c
ISU KETENAGAKERJAAN PRA-EMPLOYMENT
Kualitas/Kompetensi calon
ERA DIGITALISASI INDUSTRI 4.0 tenaga kerja/ tenaga kerja
yang belum sesuai dengan
kebutuhan pengguna/
industri
DURING-EMPLOYMENT
DURING- EMPLOYMENT

PRA- Penciptaan lapangan kerja


EMPLOYMENT POST- dan pengurangan
EMPLOYMENT pengangguran, Tenaga kerja
migran Indonesia,
Pengendalian tenaga kerja
asing, Penerapan norma-
norma ketenagakerjaan

POST-EMPLOYMENT

Penerapan hubungan
industrial untuk penciptaan
iklim usaha yang kondusif,
peningkatan kesejahteraan
pekerja
Permasalahan Pokok SDM/Tenaga Kerja Indonesia
LUARAN PENDIDIKAN
FORMAL, BELUM SIAP KUANTITAS
KERJA

KUALITAS SDM/TK,
DIDOMINASI KUALITAS/
BERPENDIDIKAN KOMPETENSI DAYA SAING
RENDAH SDM/
KESENJANGAN
GAP ANTAR
TENAGA
KUALITAS SDM/TK KERJA
LOKASI
TIDAK MERATA
RELATIF
PRODUKTIVITAS PRODUKTIVITAS RENDAH
MASIH RENDAH TENAGA KERJA

INDUSTRI/PENGGUNA KEBERPIHAKAN
BELUM BERPIHAK
KEPADA KOMPETENSI
INDUSTRI/
SDM/TK PENGGUNA
Dampak Industri 4.0
bagi Tenaga Kerja
Indonesia
KAREKTERISTIK
PEKERJAAN MASA DEPAN

Old Perusahaan-perusahan
yang menghasilkan produk
akan mampu menghasilkan
dua kali atau lebih banyak
dari produksi sebelumnya.

Kemungkinan tenaga kerja


tidak lagi bekerja di
industri/perusahaan mereka,
namun akan berpindah
kantor di dekat tempat
tinggalnya atau bahkan di
rumahnya sendiri

Perubahan jam kerja


(fleksibel) SARAT DENGAN DATA DAN
INFORMASI

MELIBATKAN TEKNOLOGI
INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Triple
8 Skilling in Vocational Training
c
Sasaran : Pekerja
Tujuan : peningkatan kompetensi kerja, updating skill, dan multi-
skilling, peningkatan karir
Outcome: meningkatkan produktivitas dan daya saing
UP-
SKILLING Data indikator:
• Pekerja: 124 jt org
• Pekerja penuh: 88jt (71,4%)
• Setengah penganggur: 8,2 jt (6,6%)
• Paruh waktu: 27 jt (22%)
• 56jt pekerjaan terdampak digitalisasi
TRIPLE • 72 jt orang pekerja berpendidikan rendah <SMP

SKILLING
SKILLING RE-
SKILLING
Sasaran: Pencari Kerja Fresh Graduate
Tujuan : skill adjustment / matching, Sasaran : Pekerja berpotensi atau telah ter-PHK
pembekalan vocational skill untuk bekerja,
Tujuan : pembekalan vocational skill yang berbeda/baru untuk alih
Outcome: mengurangi penganggur profesi / wirausaha
Data indikator: Outcome: mencegah pengangguran kembali
• Penganggur/TPT: 7 jt orang (5.34%)
Data indikator:
• Natural TPT: 3-4%
• Pekerja ter-PHK : 68rb org/tahun
• 2,95 jt angkatan kerja baru / tahun
• 56jt pekerjaan terdampak digitalisasi
• 1,5 juta TK Baru lulusan SMA+SMK+MA / tahun
• 26 jt Pekerjaan baru e-commerce
PELUANG PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS SDM
REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Mengubah Ekosistem dan Proses Industri:


Kombinasi manusia, mesin dan BIG data
yang mengakibatkan Industri Kecepatan Perubahan
BERKURANG/ tutup dan ada Industri
TUMBUH Eksponensial

Mengubah tatanan
Ketenagakerjaan dimana Mengubah Paradigm
akan ada pekerjaan yang Berbagasi Sekotr (Ekonomi
BERKURANG bahkan / Bisnis,
Masyarakat/Komunitas,
HILANG dan ada pekerjaan Individual, dan Pemerintah
baru yang TUMBUH

Menuntut kebutuhan KETERAMPILAN


BARU
TANTANGAN / PELUANG PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS SDM

BONUS DEMOGRAFI
TAHUN 2025 – 2035
➢ Usia Produktif mencapai 70 %
➢ Usia Muda (15 – 35 tahun)
mencapai 30 %

Rasio Ketergantungan per 100


Penduduk adalah 51%

Kunci Mengelola Bonus Demografi:


❑ Kesehatan
❑ Pendidikan dan Pelatihan Vokasi
❑ Iklim Ketenagakerjaan
PENINGKATAN MUTU PELATIHAN VOKASI

LINK & MATCH SKILLS ON REORIENTASI


DENGAN PASAR KEJURUAN KERJASAMA
CURRICULUM
KERJA

Melibatkan industrI Penyempurnaan Melakukan Kerjasama dengan


untuk menyusun komposisi SKILL Reorientasi Industri dalam
standard kompetensi dalam Kurikulum kejuruan dan penyelenggaraan
program dan seperti Technical Program Pelatihan Pelatihan Vokasi
Skill, Soft Skill, disesuaikan dengan
kurikulum pelatihan dan Digital Skill Potensi Daerah
PENGUATAN AKSES PELATIHAN VOKASI
Mempermudah persyaratan untuk mengikuti
\ Pelatihan di BLK;

Melakukan revitalisasi lembaga pelatihan vokasi


(instruktur, manajemen pengelolaan BLK, infrastruktur
dan Peralatan);

Pengembangan metode pelatihan jarak jauh


melalui aplikasi online;

Triple Skillings ( Skilling, Upskilling dan Reskilling);

Mendorong dunia usaha dan industry untuk


melaksanakan pemagangan mandiri

Pengembangan Pola Pendanaan


Terima Kasih