Anda di halaman 1dari 2

Setya Novanto di Pusaran Kasus e-KTP

Liputan6.com, Jakarta - Namanya disebut-sebut terlibat dalam kasus e-KTP. Setya


Novanto dituding mendapat bagian dari korupsi pengadaan e-KTP pada 2011-2012. Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) pun beberapa kali memeriksanya untuk mengklarifikasi hal
tersebut.

Tak berhenti di situ, Ketua DPR tersebut kini harus berhubungan dengan Mahkamah
Kehormatan Dewan (MKD). Pasalnya, ada tiga laporan tentangnya terkait kasus e-KTP.

Namun, Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengaku belum mengetahui persis seluruh
laporan yang masuk, dan pasal apa saja yang dilaporkan ke MKD.

"Ada tiga laporan (untuk Setya Novanto). Saya enggak hafal jangan tanya pasalnya. Justru
karena verifikasinya belum, saya hanya ingat yang dilaporin Pak Novanto dan kita baru
masuk kemarin," ungkap Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat 17 Maret 2017.

Saat disingung apakah laporan terkait kasus e-KTP yang masuk kepada MKD segera
ditindaklanjuti menjadi persidangan etik, politikus Partai Gerindra ini mengaku belum
mengetahuinya karena masih dalam proses verifikasi tim MKD.

"Saya baru baca sekilas pelaporannya, kita akan sampaikan kepada tim yang akan verifikasi,
kalau hasil verifikasi itu kita kan bawa ke rapat internal di MKD. Ya saya tidak bisa bilang
buktinya cukup kuat atau enggak, tapi itu harus diputuskan oleh tim menurut tata beracara
tidak bisa keputusan laporan," ujar Dasco.
TANGGAPAN

Kasus Setya Novnto itu melanggar peraturan negara karena korupsi sudah jelas dilarang karena
itu merugikan negara dan juga rakyat sendiri. Tindak pidana korupsi dengan jelas peraturnnya
tertera pada Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Korupsi . Seharusnya seorang pejabat memberikan contoh yang baik untuk masyarakat agar
diikuti tetapi justru menjadi kebalikan pejabat banyak yang melakukan pelanggaran dan
hukumnya pun bisa ditawar dengan uang. Menurut saya seharusnya pemerintah lebih tegas
dalam menangani permasalahan soal kasus korupsi yang semakin meresahkan dan merajalela
karena hal itu menurut saya sangat meresahkan dan membuat masyarakat menjadi ragu tentang
upaya pemerintah. Pemerintah lebih bijak dan bertanggung jawab dalam hal memberantas
korupsi di Indonesia.

Kasus ini sangat memprihatinkan, apalagi yang bersangkutan adalah ketua DPR RI Terpilih
yaitu Setya Novanto, sungguh tidak layak seorang yang begitu di percaya sebagai ketua Dewan
Perwakilan Rakyat akan tanggungjawabnya melakukan kasus korupsi, apalagi ini menyangkut
E-KTP, yang tentunya untuk masyarakat, dan tentunya menghabiskan dana yang sangat
banyak.Seorang melakukan tindak pidana suap atau korupsi mereka tidak pernah memikirkan
apa akibat dari semua itu yang mereka pikirkan hanya mereka bisa bersenang-senang
menggunakan uang yang bukan haknya itu. Tindakan seperti itu adalah pejabat yang tidak ingin
rakyatnya sejahtera, sehingga tujuan dari sila kelima pancasila 'Keadilan Sosial Bagi Seluruh
Rakyat Indonesia' tidak tercapail.. Mereka hanya mementingkan diri sendiri dan kebutuhan
sendiri tidak untuk rakyat. Mereka tidak tahu kalau masih banyak rakyatnya yang kekurangan
dan miskin seharusnya bantuan mereka keluarkan bukan memakan orang yang tidak hanya
untuk kesenangan pribadinya. Mereka ingin banyak uang tetapi cara mereka salah. Indonesia
sedang mengalami kemunduruan yaitu menjauhnya kita dari cita-cita nasional masyarakat adil
dan makmur. Oleh karen itu pentingnya memberantas korupsi terutama peran para pemuda
mahasiswa terutama dalam menanggulangi korupsi di indonesia ini.

Memberantas korupsi di Indonesia menjadi tanggung jawab setiap elemen masyarakat


khususnya kaum muda yang merupakan generasi penerus bangsa seperti para Mahasiswa.
Notabene bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum saja. Pemuda sebagai
unsur bangsa yang paling enerjik sangat efektif jika benar-benar terlibat dalam perang melawan
korups. Sifat idealisme, semangat muda dan kemampuan intelektual tinggi yang dimiliki
mahasiwa juga mampu berperan sebagai agen of change ( agen perubahan) maka dari itu ini
beberapa upaya-upaya mahasiswa dalam masalah penanggulangi korupsi. Mahasiswa dapat
melakkanya degan Menciptakan lingkungan bebas dari korupsi di area kampus, memberikan
pendidikan kepada masyarakat tentang bahaya melakukan korupi, dan menjadi alat pengontrol
terhadap kebijakan pemerintah. Generasi muda adalah the leader of tomorrow, di tangan kaum
mudalah nasib sebuah bangsa dipertaruhkan. Jika benar-benar terlibat, pemuda sebagai unsur
bangsa yang paling enerjik sangat efektif dan ampuh dalam memberantas korupsi. Harapan
seluruh elemen bangsa tentunya jika pemuda hari ini dapat menorehkan dalam memberantas
korupsi.