Anda di halaman 1dari 5

SKENARIO A BLOK 26

Dr. Santi telah bertugas sebagai Kepala Puskesmas “Sumber Sehat” di kecamatan
Waras selama 3 tahun. Kecamatan Waras mempunyai luas wilayah 375 Ha dengan jumlah
penduduk sebanyak 38.000 jiwa yang terdiri dari 4 desa. Pada setiap Desa terdapat Bidan
Desa, 3 Posyandu, 2 SD, 2 SMP dan Poskesdes. Penduduk di wilayah kerja Puskesmas
“sumber Sehat” terdiri dari 56% Pria yang mayoritas bekerja sebagai petani karet. Jumlah ibu
hamil saat ini di wilayah kerja Puskesmas “Sumber Sehat” sebanyak 135 orang dan tahun
yang lalu tercatat 4 ibu meninggal karena melahirkan.

Di wilayah kecamatan “waras” terdapat pabrik pengolahan kayu, dimana pabrik


memproduksi bahan olahan kayu setiap hari sehungga masyarakat di sekitar pabrik terpapar
debu. Pernah dilakukan pemeriksaan kadar debu oleh pemerintah setempat di lingkungan
rumah dan di dalam rumah penduduk, didapatkan hasil pemeriksaan kadar debu PM2.5 diatas
nilai ambang batas normal sebesar 80 µg/m3 per 24 jam di lingkungan rumah dan 40 µg/m3 di
dalam rumah penduduk.

Seminggu yang lalu, Poliklinik KIA Puskesmas “Sumber Sehat” kedatangan Ny. Ani,
berumur 27 tahun, untuk ANC (Ante Natal Care) kehamilan yang ke-2, dengan usia
kehamilan 32 minggu. Pada saat ANC, Ny. A terdiagnosa Herpes Simplex, sehingga dr. Santi
memutuskan untuk merujuk Ny. A ke RSUD BUGAR untuk mencegah penularan pada anak.
Di RSUD BUGAR, Ny. A bertujuan ditangani oleh dokter spesialis. Dokter spesialis yang
menangani Ny. A kebetulan sedang melakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk
menilai efektivitas terapi IVIG (Intravenous Immunoglobulin) dalam mencegah penularan
virus kepada anak yang dikandung. Pada saat ke Puskesmas, Ny. Ani juga membawa Nina,
anak perempuannya yang berumur 3,5 tahun dengan riwayat tidak mendapatkan ASI
eksklusif. Riwayat kelahiran Nina, anak Nina, berlangsung normal di rumah, cukup bulan dan
dibantu oleh bidan. Dan karena kesibukannya, Ny. Ani sangar jarang membawa Nina ke
Posyandu, pada kunjungan terakhirnya di Posyandu Nina dinyatakan stunting oleh petugas
Dinas Kesehatan provinsi.

Sebagai dokter Santi, apa yang akan anda lakukan untuk meningkatkan derajat
kesehatan pada wilayah kerja Puskesmas “Sumber Sehat” tersebut.

Klarifikasi Istilah

No. Klarifikasi Istilah Makna


1. Debu Serbuk halus yang berterbangan ke udara
2. Poskesdes (Pos Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang dibentuk di
Kesehatan Desa) desa dalam rangka mendekatkan atau menyediakan pelayanan
kesehatan dasar bagi masyarakat desa.
(promkes.kemenkes.go.id)
3 Puskesmas (Pusat Fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya
Kesehatan kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat
Masyarakat) pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan
preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. (depkes.go.id)
4 Posyandu (Pos Salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat
Pelayanan Keluarga (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama
Berencana- masyarakat, guna memberdayakan masyarakat, dan memberikan
Kesehatan Terpadu) kemudahan pada masyarakat dalam memberikan pelayanan
kesehatan dasar. (depkes.go.id)
5 RSUD (Rumah Rumah sakit yang berada di daerah dan dikelola oleh
Sakit Umum pemerintah daerah. (Pengantar Administrasi Kesehatan)
Daerah)
6 Bidan Desa Bidan yang ditempatkan, diwajibkan tinggal, serta bertugas
melayani masyarakat diwilayah kerjanya yang meliputi satu
atau dua desa sesuai dalam SE Dirjen Binkesmas no.
492/binkesmas/dj/89. (kemenkes)
7 Kadar debu PM2.5 Partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron.
(BMKG)
8 IVIG (Intravenous Salah satu jenis terapi untuk membantu pasien yang memiliki
Immunoglobulin imunitas rendah dengan menyuntikkan secara intravena kedalam
tubuh pasien immunoglobulin dari plasma beberapa pendonor
darah. (medscape)
9 Stunting Masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya
asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga
mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi
badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar
usianya. (depkes.co.id)
10 Derajat Kesehatan Suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental, dan sosial
yang tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. Keadaan
ini dipengaruhi oleh empat faktor yaitu, gaya hidup, lingkungan,
pelayanan kesehatan, dan genetik. (WHO; Teori Blum)
11 Poliklinik KIA Fasilitas kesehatan yang melayani khusus dibidang kesehatan
ibu dan anak rawat jalan. (depkes.co.id; lamongankab.go.id)

Identifikasi Masalah

No. Identifikasi Masalah Keterangan


1. Dr. Santi telah bertugas sebagai Kepala Puskesmas “Sumber - PHA (Struktural
Sehat” di kecamatan Waras selama 3 tahun. Kecamatan Puskesmas)
Waras mempunyai luas wilayah 375 Ha dengan jumlah - Sosiodemografi
penduduk sebanyak 38.000 jiwa yang terdiri dari 4 desa. Pada - SDM
setiap Desa terdapat Bidan Desa, 3 Posyandu, 2 SD, 2 SMP - AKI
dan Poskesdes. Penduduk di wilayah kerja Puskesmas - UKBM
“sumber Sehat” terdiri dari 56% Pria yang mayoritas bekerja
sebagai petani karet. Jumlah ibu hamil saat ini di wilayah
kerja Puskesmas “Sumber Sehat” sebanyak 135 orang dan
tahun yang lalu tercatat 4 ibu meninggal karena melahirkan.
2. Di wilayah kecamatan “waras” terdapat pabrik pengolahan - Indoor Air Quality
kayu, dimana pabrik memproduksi bahan olahan kayu setiap - Outdoor Air Quality
hari sehungga masyarakat di sekitar pabrik terpapar debu. - PHBS
Pernah dilakukan pemeriksaan kadar debu oleh pemerintah
setempat di lingkungan rumah dan di dalam rumah penduduk,
didapatkan hasil pemeriksaan kadar debu PM2.5 diatas nilai
ambang batas normal sebesar 80 µg/m3 per 24 jam di
lingkungan rumah dan 40 µg/m3 di dalam rumah penduduk.
3. Seminggu yang lalu, Poliklinik KIA Puskesmas “Sumber - Sistem Rujukan
Sehat” kedatangan Ny. Ani, berumur 27 tahun, untuk ANC - EBM Therapy
(Ante Natal Care) kehamilan yang ke-2, dengan usia - KIA (ANC/Stunting)
kehamilan 32 minggu. Pada saat ANC, Ny. A terdiagnosa - 5 Levels of
Herpes Simplex, sehingga dr. Santi memutuskan untuk Prevention
merujuk Ny. A ke RSUD BUGAR untuk mencegah penularan
pada anak. Di RSUD BUGAR, Ny. A bertujuan ditangani
oleh dokter spesialis. Dokter spesialis yang menangani Ny. A
kebetulan sedang melakukan sebuah penelitian yang
bertujuan untuk menilai efektivitas terapi IVIG (Intravenous
Immunoglobulin) dalam mencegah penularan virus kepada
anak yang dikandung. Pada saat ke Puskesmas, Ny. Ani juga
membawa Nina, anak perempuannya yang berumur 3,5 tahun
dengan riwayat tidak mendapatkan ASI eksklusif. Riwayat
kelahiran Nina, anak Nina, berlangsung normal di rumah,
cukup bulan dan dibantu oleh bidan. Dan karena
kesibukannya, Ny. Ani sangar jarang membawa Nina ke
Posyandu, pada kunjungan terakhirnya di Posyandu Nina
dinyatakan stunting oleh petugas Dinas Kesehatan provinsi.
4. Sebagai dokter Santi, apa yang akan anda lakukan untuk
meningkatkan derajat kesehatan pada wilayah kerja
Puskesmas “Sumber Sehat” tersebut.

Analisis Masalah

1. dr. Santi telah bertugas sebagai Kepala Puskesmas “Sumber Sehat” di kecamatan Waras
selama 3 tahun. Kecamatan Waras mempunyai luas wilayah 375 Ha dengan jumlah penduduk
sebanyak 38.000 jiwa yang terdiri dari 4 desa. Pada setiap Desa terdapat Bidan Desa, 3
Posyandu, 2 SD, 2 SMP dan Poskesdes. Penduduk di wilayah kerja Puskesmas “sumber
Sehat” terdiri dari 56% Pria yang mayoritas bekerja sebagai petani karet. Jumlah ibu hamil
saat ini di wilayah kerja Puskesmas “Sumber Sehat” sebanyak 135 orang dan tahun yang lalu
tercatat 4 ibu meninggal karena melahirkan.

a. Apa saja struktur organisasi, fasilitas, dan pelayanan di Puskesmas?


b. Apa saja tugas dan tanggung jawab seorang kepala puskesmas?
c. Bagaimana analisis data esensial (luas wilayah, jumlah penduduk)?
d. Bagaimana cara mengukur nilai AKI (bandingkan dengan AKI di indonesia)?

2. Di wilayah kecamatan “Waras” terdapat pabrik pengolahan kayu, dimana pabrik


memproduksi bahan olahan kayu setiap hari sehungga masyarakat di sekitar pabrik terpapar
debu. Pernah dilakukan pemeriksaan kadar debu oleh pemerintah setempat di lingkungan
rumah dan di dalam rumah penduduk, didapatkan hasil pemeriksaan kadar debu PM2.5 diatas
nilai ambang batas normal sebesar 80 µg/m3 per 24 jam di lingkungan rumah dan 40 µg/m3 di
dalam rumah penduduk.
a. Bagaimana cara memperbaiki masalah polusi pada kasus diatas (Living)?
b. Bagaimana cara membuat agar pabrik pengolahan kayu menjadi ramah lingkungan
(Working)?

3. Seminggu yang lalu, Poliklinik KIA Puskesmas “Sumber Sehat” kedatangan Ny. Ani,
berumur 27 tahun, untuk ANC (Ante Natal Care) kehamilan yang ke-2, dengan usia
kehamilan 32 minggu. Pada saat ANC, Ny. A terdiagnosa Herpes Simplex, sehingga dr. Santi
memutuskan untuk merujuk Ny. A ke RSUD BUGAR untuk mencegah penularan pada anak.
Di RSUD BUGAR, Ny. A bertujuan ditangani oleh dokter spesialis. Dokter spesialis yang
menangani Ny. A kebetulan sedang melakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk
menilai efektivitas terapi IVIG (Intravenous Immunoglobulin) dalam mencegah penularan
virus kepada anak yang dikandung. Pada saat ke Puskesmas, Ny. Ani juga membawa Nina,
anak perempuannya yang berumur 3,5 tahun dengan riwayat tidak mendapatkan ASI
eksklusif. Riwayat kelahiran Nina, anak Nina, berlangsung normal di rumah, cukup bulan dan
dibantu oleh bidan. Dan karena kesibukannya, Ny. Ani sangar jarang membawa Nina ke
Posyandu, pada kunjungan terakhirnya di Posyandu Nina dinyatakan stunting oleh petugas
Dinas Kesehatan provinsi.

a. Apa interpretasi 5 levels of prevention pada kasus?


b. Apa saja program Posyandu balita (hubungkan dengan stunting)?
c. Apa saja program Poliklinik KIA?
d. Apa saja faktor risiko dari stunting?
e. Apa hubungan asi eksklusif dengan stunting?
f. Bagaimana aspek EBM Therapy IVIG pada kasus?
g. Bagaimana ANC yang baik dan benar?
h. Bagaimana sistem rujukan di Puskesmas pada kasus?
i. Bagaimana cara catch-up pada anak yang stunting?
j. Apa saja peran petugas Dinkesprov pada kasus ini?

Hipotesis

Learning Issue

1. PHA (Struktural Puskesmas)


2. Sosiodemografi
3. SDM
4. AKI
5. UKBM
6. Indoor Air Quality
7. Outdoor Air Quality
8. PHBS
9. Sistem Rujukan
10. EBM Therapy
11. KIA (ANC/Stunting)
12. 5 Levels of Prevention