Anda di halaman 1dari 23

CRITICAL BOOK REPORT

MK. TELAAH KURIKULUM


PRODI S1 FMIPA

TELAAH KURIKULUM

NAMA MAHASISWA : YOSUA NATANAEL

NIM : 4183121051

DOSEN PENGAMPU : Drs. RATELIT TARIGAN, M.Pd

MATA KULIAH : TELAAH KURIKULUM

PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN


ALAM

FAKULTAS FMIPA – UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN MEI 2019


KATA PENGANTAR

Kurikulum merupakan salah satu kompenen yang memiliki peran penting dalam sistem
pendidikan, sebab dalam kurikulum bukan hanya dirumuskan tentang tujuan yang harus dicapai
sehingga memperjelas arah pendidikan, akan tetapi juga memberikan pemahaman tentang pengalaman
belajar yang harus dimiliki setiap siswa.
Kurikulum dan pengajaran merupakan dua hal yang tidak terpisahkan walaupun keduanya
memiliki posisi yang berbeda. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman yang memberikan arah dan
tujuan pendidikan; serta isi yang harus dipelajari; sedangkan pengajaran adalah proses yang terjadi
dalam interaksi belajar dan mengajar antara guru dan siswa. Dengan demikian, tanpa kurikulum
sebagai sebuah rencana, maka pembelajaran atau pengajaran tidak akan efektif; demikian juga tanpa
pembelajaran atau pengajaran sebagai implementasi sebuah rencana, maka kurikulum tidak akan
memiliki arti apa-apa.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau yang kita kenal dengan KTSP merupakan kurikulum
yang dianjurkan oleh pemerintah untuk dikembangkan disetiap lembaga pendidikan formal sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Standar Nasional
Pendidikan. Oleh sebab itu, setiap sekolah khususnya para kepala sekolah berserta guru perlu
memahami baik secara teoristis maupun praktik pengembangan KTSP.
Buku yang berjudul Kurikulum dan Pembelajaran; Teori dan praktik Pengembangan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini berisi tentang hal-hal yang mendasar secara teoretis tentang
pengembangan kurikulum dan pembelajaran serta praktiknya dalam mengembangkan dokumen KTSP.

Medan , Mei 2019

Penulis

Daftar Isi

2
Kata Pengantar.....................................................................................................................ii

Daftar Isi..............................................................................................................................iii

BAB I. PENDAHULUAN..................................................................................................3

A. Latar Belakang Penulisan..................................................................................3


B. Rumusan Masalah .............................................................................................3
C. Tujuan Penulisan................................................................................................3
D. Manfaat Penulisan.............................................................................................4

BAB II. PEMBAHASAN....................................................................................................5

A. Pembahasan Isi Buku.........................................................................................6


B. Kelebihan dan Kekurangan Buku......................................................................18

BAB III. PENUTUP............................................................................................................19

A. Kesimpulan........................................................................................................19
B. Saran..................................................................................................................19

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................20

LAMPIRAN

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penulisan

Memasuki tahun 2016 Perguruan Tinggi khususnya keguruan menggunakan


kurikulum baru yaitu Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Pada
kurikulum ini, mahasiswa diberikan beberapa tugas pokok pada setiap mata kuliah
yang salah satunya adalah Critical Book Report. Hal ini dilakukan karna sangat
baik sebagai pegangan ataupun modal para mahasiswa untuk kedepannya
terutama pada jurusan kependidikan.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang tujuan, isi dan
bahan pengajaran yang dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan

4
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu
ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekahsan, kondisi
dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik serta kebutuhan lapangan
kerja. Subandiyah (2001:4-6) mengemukakan ada 4 komponen kurikulum yaitu,
komponen tujuan, komponen isi/materi, komponen media (sarana dan prasarana),
komponen strategi, dan komponen proses belajar mengajar.

Kurikulum yang pernah digunakan di Indonesia adalah kurikulum KTSP.


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum
operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan
pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanal dijabarkan ke dalam
sejimlah peraturan antara lain peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan.

B. Rumusan Masalah Penulisan


Rumusan masalah dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pengertian, tujuan, landasan, prinsip-prinsip, evaluasi,
ruang lingkup dan fokus evaluasi dari Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP)?
2. Bagaiamana pembahasan isi buku, kekurangan serta kelebihan yang
terdapat dalam buku yang di kritik?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan Penulisan laporan ini adalah :
1. Mengetahui pengertian, tujuan, landasan, prinsip-prinsip, evaluasi,
ruang lingkup dan fokus evaluasi dari Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP)?
2. Mengetahui materi pembahasan isi buku, kekurangan serta kelebihan
yang terdapat dalam B]buku yang dikritik.
D. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari laporan ini adalah :
1. Untuk memberikan wawasan kepada mahasiwa mengenai Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
2. Agar mahasiswa memiliki pemahaman mengenai Kurikulum Tingkat
Satuab Pendidikan (KTSP).
3. Untuk melengkapi tugas mata kuliah Telaah Kurikulum.

5
BAB II
PEMBAHASAN
Identitas Buku I

 Judul buku : Kurikulum Dan Pembelajaran


 Penerbit : PT RAJAGRAPINDO PERSADA

6
 Penulis : Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan
Pembelajaran.
 Tahun Terbit : 2016 Ceatakan Ke-5
 Tebal Halaman : 315 Halaman
Identitas Buku II

 Judul buku : Kurikulum dan Pembelajaran (Teori dan Praktik


Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
 Penerbit : KENCANA
 Penulis : Prof. Dr. H. Wina Sanjaya, M.Pd.
 Tahun Terbit : 2011 Cetakan ke-4
 Tebal Halaman : 379 Halaman

A. Ringkasan Buku 1
Kurikulumdan Pembelajaran
Kurikulum adalah sejumlah ide, rencana, dan aktivitas belajar yang didesain
untuk siswa dengan petunjuk istitusi pendidikan berupa proses statis dan dinamis
dengan kopetensi yang dimiliki. Kurikulum juga berfungsi sebagai penyesuaian,
integrasi, diferensiasi, persiapan, pemilihan, dan diagnotis. Peranan dalam
kurikulum yaitu berdasarkan konservatif, kreatif, kritis dan evaluatif.
Kurikulum berdasarkan landasan pengembangan yaitu memiliki beberapa
landasan pertama berdasarkan filosofis yang artinya cara berpikir secara
mendalam dengan memecahkan permasalahan pendidikan dengan

7
mengimplikasikan perumusan tujuan pendidikan, pengembangan isi atau materi
pendidikan, penentuan strategi dalam peranan pendidik. kedua landasan psikologi
yaitu mempelajari karakteristik perkembangan peserta didik sebagai sabjek
pendidikan berdasarkan tingkah laku peserta didik dengan teori kognitif,
behavioristik, dan humanistik. Ketiga landasan sosial adalah proses
mempersiapkan individu agar menjadi warga masyarakat yang diharapkan sesuai
dengan kondisi dan karakteristik berdasarkan program pendidikan yang akan
dikembangkan.Keempat landasan teknologi yaitu bersumber dari hasil-hasil
penelitian dan aplikasi pengetahuan yang mengembangkan kurikulum yang
bersifat hardware ataupun software.
Adapun komponen-komponen pengembangan kurikulum berdasarkan tujuan,
isi, metode dan evaluasi. Masing-masing memiliki penjabaran yaitupertama tujuan
pendidikan yang diklasifikasikan dalam berberapa yaitu: Tujuan Pendidikan
Nasional (TPN), tujuan institusional (TI), tujuan kulikuler (TK) dan tujuan
instruksional atau tujuan pembelajaran (TP). Keduaisi dari materi pembelajaran
yaitu berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa yang
menyangkut semua aspek. Ketiga metode atau strategi pembelajaran merupakan
rangkaian kegiatan yang disusun untuk mencapai tujuan
tertentu. Keempatevaluasi itu berdasarkan tes dan nontes yang didasari oleh
observasi, wawancara, studi kasus, dan skala penilaian.
Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yaitu patokan dalam menentukan
berbagai hal yang terkait dalam perkembangan kurikulum terutama perencanaan,
analisis, identifikasi, sintesis dan evaluasi. Berdasarkan tipe-tipe nya prisip
perkembangan kurikulum akan diklasifikasikan berdasarkan
kebenaran menyeluruh, kebenaran persial dan pembuktian.
Model pengembangan kurikulum adalah langkah sistematis dalam
penyusunan kurikulum berdasarkan prosedur mendesain, menerapkan dan
mengevaluasi . Ada beberapa model-model pengembangan
kurikulum pertamamodel Ralph Tyler yaitu dilihat dari tujuan pendidikan, proses
pembelajaran, pengalaman belajar dan evaluasi. Keduamodel administratif artinya
pengembangan kurikulum berawal dari ide pelaksanaan yang dimulai dari para
pejabat atas yang membuat keputusan dan kebijakan. Ketigamodel Grass Roots

8
yaitu model pengembangan yang dimulai dari arus bawah dengan maksud
pelaksanan dimulai dari unit-unit terkecil sampai terbesar. Keempatmodel
demonstrasi bersamaan dengan Grass Roots hanya saja dalam prosesnya sering
mendapat tantangan dari pihak-pihak tertentu. Kelimamodel Miller-Seller artinya
berkombinasi dari model transmisi dan transaksi. Keenammodel Taba yaitu
penekanan pada pemusatan guru. Ketujuhmodel beauchamp dengan menentukan
arena, menekankan personalia, dengan adanya organisasi pengembangan
kurikulum, implementasi, dan evaluasi. Ada prisip yang tidak sehubungan dengan
organisasi kurikulum yaitu: Ruang lingkup, urutan bahan, kontinuitas dan
keterpaduan.
Evaluasi dalam kurikulum bermanfaat bagi penentu kebijakan dalam
menentukan keputusan untuk melakukan perbaikan perubahan kurikulum.
Beberapa model evaluasi kurikulum yaitu Meansurement (pengukuran perilaku
siswa untuk mengungkapkan perbedaan individu atau kelompok), congruance
(pemeriksaan kesesuaian tujuan untuk melihat sejauhmana perubahan hasil
pendidikan yang terjadi), illumination (studi mengenai pelakasanaan program,
pengaruh lingkungan, kelemahan&kekurangan program), edusional system
evaluation (perbandingan antara program dan kriteria yang akan berakhir dengan
suatu deskripsi), CIPP (dipengaruhi oleh bebrapa faktor, diantaranya:
Karakteristik peserta didik, lingkungan dan tujuan program).
Konsep pembelajaran yang memiliki arti bahwa belajar merupakan aktivitas
yang disengaja dan dilakukan agar terjadi perubahan kemampuan diri berdasarkan
proses, perubahan perilaku dan pengalaman. Landasan pembelajaran meliputi
filsafat, psikologi, sosial, komunikasi, teknologi. Sedangkan proses belajar
memlalui persiapan, penyampaian, latihan, dan penampilan hasil.
Sebagai sebuah sistem, pembelajaran memiliki sejumlah kompenen
berdasarkan tujuan, bahan, stategi, media pembelajaran dan evaluasi. Masing-
masingnya memiliki penjabara pertama tujuan pembelajaran adalah upaya
mencapai tujuan-tujuan lain lebih tinggi tingkatannya,yakni tujuan pendidikan dan
tujuan pembangunan nasional atau disebut dengan tujuan Hierarki. Yang dimulai
tujuan pembelajaran umum dan khusus dan berakumulasi dengan membangun
peserta didik yang sesuai dengan yang dicita-citakan. Keduabahan materi

9
pembelajaran berupa mata pembelajaran dengan topik serincinya. Dengan
demikian berdasarkan fakta, konsep, prisip, nilai dan ketrampilan.Ketigastrategi
pembelajaran merupakan suatu komponen sistem pembelajaran yang tidak bisa
dipisahkan dalam komponen faktor antara lain berdasarkan tujuan, materi, siswa,
fasilitas, waktu, dan guru. Keempatmedia pembelajaran melalui media visual,
media audio, media audio visual, media penyaji dan media
interaktif. Kelimaevaluasi pembelajaran adalah pemeriksaan secara terus-menerus
untuk mendapatkan informasi tentang siswa, guru, program pendidikan, dan
proses belajar mengajar untuk mengetahui tingkat perubahan siswa.
Prinsip-prinsip pembelajaran dapat diklasifikasikan dalam dua hal, yaitu
prinsip pembelajaran bersifat umum yakni bahwa belajar menghasilkan perubahan
perilaku peserta didik yang relatif permanen. Sedangkan prisip pembelajaran yang
bersifat khusus antara lain berdasarkan perhatian dan motivasi, keaktifan,
keterlibatan langsung, pengulangan, tantangan, penguatan, dan prisip perbedaan
individu.
Adapun pedekatan pembelajaran yaitu berupaya untuk mengaplikasikan suatu
cara pandangan tertentu dalam memahami makna pembelajaran antara lain
melalui pendekatan filsafati, pendekatan psikologi, dan pendekatan sistem. Dalam
pendekatan pembelajaran memiliki strategi dalam pembelajaran yang
direncanakan melalui siswa dengan guru dalam suatu lingkungan belajar yang
mencapai tujuan pendidikan. Berdasarkan rasio, hubungan, peranan, dan proses
antara siswa dan guru dalam belajar. Sedangkan metode dalam pembelajaran yaitu
dengan adanya tujuan, peranan,karakteristik dan kondisi lingkungan belajar.
Inovasi kurikulum dapat diartikan sebagai hasil pemikiran yang baru, baik
berupa praktik-praktik tertentu dan teknologi yang diterapkan melalui tahapan
tertentu untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu
keadaan menjadi lebih baik. Adapun cici-ciri inovasi pendidikan yaitu memiliki
kekhasan/khusus, memiliki ciri atau unsur baru, memiliki program inovasi, dan
memiliki tujuan untuk mencapai itu semua.

 Kelebihan Buku 1

10
1. Berdasarkan buku yang saya baca yaitu kurikulum & pembelajaran bahwa
memiliki kelebihan atau keunggulan dalam buku yaitu bahasa yang digunakan
sangat jelas sehingga mudah untuk dipahami.
2. Desain dalam tulisan juga begitu bagus, sehingga pembaca tidak cepat bosan
membaca.
3. Materi-materi dalam pembelajaran sangat bagus bagi kita sebagai calon guru,
karena kita banyak belajar dari materi-materi tersebut.
4. Memiliki banyak keilmuan-keilmuan yang kita tidak tahu menjadi tahu.
5. Memiliki rangkuman dan latihan disetiap akhir BAB.
6. Dalam akhir BAB terdapat penjelasan panduan penyusunan kurikulum baik
jenjang pendidikan dasar dan menengah.
7. Terdapat biodata penulis secara detail.
8. Sampul nya bagus, dan tidak murahan serta kertasnya tidak gambang robek.
9. Miliki daftar isi, kata pengantar dan daftar tabel.
10. Dalam setiap BAB terdapat nama penulisnya, sehingga kita bisa mengetahui
dalam setiap BAB siapa yang menulisnya atau mengarangnya.
11. Miliki variasi tulisan, contoh nya tulisan miring, tanda kutip, dan ada
perbedaan.
12. Tulisan antara bab baru atau judul besar (ditebalkan tulisannya).

 Kelemahan Buku 1
1. Pertama dalam gaya bahasa yaitu begitu sulit, karena mimilki basaha-bahasa
asing. Seperti bahasa inggris, karena tak semua orang mengerti tidak bahasa itu
sehingga membuat pembaca kurang tertarik dalam membacanya.
2. Desain dalam tulisan kurang kratif karena hanya ada warna hitam ditulisan itu,
sehingga pembaca mudah bosan.
3. Pembahasan begitu banyak, sehingga membuat bosan. Karena intinya sudah
ada dipembahasan sebelumnya. Atau buku ini terlalu luas cakupannya sehingga
sulit untuk dimengerti.
4. Buku ini banyak membahas tentang pendapat ahli, sehingga penulis hanya
mengambil dari ahli-ahli saja dan tidak berpedoman dari pemikiran sendiri.
5. Dalam setiap bab hanya memiliki beberapa struktur.

11
6. Cover dari buku ini juga kurang menarik, sehingga minat pembaca dalam
membaca kurang menarik.
7. Harga nya terlalu mahal, sehingga mahasiswa sulit membayar.
8. Kesimpulan dalam akhir buku tidak ada, karena mengakibatkan pembaca tidak
bisa menyimpulkan isi buku tersebut.
9. Buku terlalu tebal, sehingga membuat bosan.

B. Ringkasan Buku II
Kurikulum dan Pembelajaran
Kurikulum artinya rencana tertulis yang berisi tentang ide-ide yang
berhubungan erat dengan usaha mengembangkan peserta didik sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai. Yakni kurikulum memiliki tiga dimensi yaitu sebagai
konservatif, kratif, kritis dan evaluatif. Sedangkan fungsinya yaitu:
Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksaan proses
pembelajaran.
Bagi kepala sekolah, kurikulum berfungsi untuk menyusun perencanaan dan
program sekolah.
Bagi pengawas, kurikulum akan berfungsi sebagai panduan dalam melaksanakan
supervisi.
Bagi siswa, kurikulum berfungsi sebagai pedoman belajar, berdasarkan
penyusaian, integrasi, diferensiasi,persiapan, pemilihan, dan diagnosis.
Kurikulum dan pengajar merupakan dua sisi yang tidak terpisahkan karena
keduanya merupakan proses pengajaran dan pembelajaran. Kurikulum terbagi atas
kurikulum idea, kurikulum aktual dan kurikulum tersembunyi.
Kurikulum ideal adalah kurikulum yang diharapkan dapat dilaksanakan
dan berfungi sebagai acuan atau pedoman guru dalam proes belajar dan mengajar
yang bersifat formal atau tertulis. Sedangkan kurikulum aktual adalah kurikulum
nyata yang dapat dilaksanakan oleh guru sesuai dengan kondisi yang ada, artinya
apa yang dilakukan guru sesuai dengan rambu-rambu bahkan melebihi kurikulum
ideal sebagai pedoman, maka akan semakin bagus kualitas suatu sekolah dalam
proses mengajar. Kurikulum tersembunyi adalah hasil dari suatu proses
pendidikan yang tidak direncanakan. Artinya perilaku yang muncul diluar tujuan

12
yang dideskripsikan oleh guru. Peran guru dalam mengembangkan kurikulum
berdasarkan implemanters, adapters, developers, dan researchers.
Landasan pengembangan kurikulum dapat dikembangkan berdasarkan
orientasi yang meliputi tujuan pendidikan, pandangan tentang anak, pandangan
tentang lingkungan, dan evaluasi belajar. Prinsip pengembangan kurikulum
terbagi atas beberapa tahap pertamaprisip relevasi yang artinya (rel) dalam
pendidkan baik dalam bidang pengetahuan, sikap maupun keterampilan sesuai
dengan tuntutan dan harapan masyarakat.Kedua prinsip fleksibilitas yang
dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ada. Ketiga prinsip kontinuitas artinya
saling berkaitan antara materi pembelajaran pada berbagai jenjang dan jenis
program pendidikan. Keempat efektivitas berhubungan dengan kegiatan guru
dalam melaksanakan tugas kurikulum di dalam kelas. Kelima efisiensi
berhubungan dengan perbandingan antara tenaga, waktu, suara, dan biaya yang
dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh.
Landasan pengembangan kurikulum berdasarkan filosofis, psikologi, dan
landasan sosiologi dan teknologi.
Desain dalam kurikulum yaitu menyusun rancangan atau menyusun model
kurikulum sesuai dengan misi dan misi sekolah. Desain kurikulum berdasarkan
disiplin ilmu berfungsi untuk mengembangkan proses kognitif atau
pengembangan kemampuan berpikir siswa melalui latihan mengunakan gagasan
dan melakukan proses penelitian ilmiah. Strategi yang digunakan adalah strategi
ekspositori yang artinya informasi disampaikan oleh guru secara langsung oleh
siswa. Dengan tujuan siswa mampu memahami, mencari landasan logika, dan
dukungan fakta yang dianggap relevan. Evaluasinya itu dengan cara essay.
Model-model pengembangan kurikulum dapat dikembangkan dari
beberapa model yaitu:
 Model Tyler yaitu berhubungan dengan tujuan pendidikan yang ingin
dicapai, berhubungan dengan pengalaman belajar, dan pengorganisasian
belajar.
 Modal Taba memiliki lima langkah yaitu pertama menghasilkan unit-unit
percobaan, menguji coba unit eksperimen untuk memperoleh data yang

13
valid, merevisi unit-unit berdasarkan uji coba, mengembangkan
keseluruan kerangka kurikulum, dan mengimplementasi yang sudah diuji.
 Model Oliva diliat dari cara merumuskan filsafat, rumusan tujuan umum,
rumusan tujuan khusus, desain perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
 Model Beaucham meliputi penetapan wilayah yang akan melakukan
perubahan suatu kurikulum, menetapkan orang-orang yang akan terlibat
dalam proses pengembangan kurikulum, menetapkan prosedur yang akan
ditempuh, mengimplementasikan kurikulum, dan melakukan evaluasi
kurikulum.
 Model wheeler memilki beberapa tahap yaitu menentukan tujuan umum
dan khusus, menentukan pengalaman belajar, menentukan isi atau materi,
mengorganisasikan pengalaman dan bahan belajar, dan evaluasi.
 Model Nicholls ada beberapa langkah yaitu; ananlisis situasi, menentukan
tujuan khusus, menentukan dan mengorganisasi isi pelajaran, menentukan
dan mengorganisasi metode, dan evaluasi.
 Model Dynamic Skilbeck dikembangkan dalam beberapa tahap yaitu;
menganalisis situasi, memformulasikan tujuan, menyusun program,
interprestasi dan implementasi, dan monitoring,feeedback, penilaian, dan
rekonstruksi.
Pengembangan tujuan kurikulum pertama berkaitan erat dengan arah dan sasaran
yang ingin dicapai dalam pendidikan, kedua melalui tujuan yang jelas, ketiga
tujuan kurikulum yang digunakan sebagai kontrol dalam menentukan batas-batas
dan kualitas pembelajaran. Dalam tujuan memiliki domain dalam pembelajaran
yaitu kognitif berdasarkan (pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis,
sintesis, dan evaluasi). Sedangkan afektif melalui (penerimaan, merespon,
menghargai, mengorganisasi, dan karakterisasi nilai.Dan psikomotorberdasarkan
(gerak repleks, ketrampilan dasar, keterampilan perseptual, keterampilan fisik,
gerakan keterampilan, dan komunikasi nondiskursif). Secara umum tujuan
pendidikan memiliki empat yang diklasifikasikan antara lain:
1. Tujuan Pendidikan Nasional (TPN)
Merupakan sasaran akhir yang harus dijadikan pedoman oleh setiap usaha
pendidikan.

14
2. Tujuan Institional (TI)
Merupakan tujuan untuk mencapai tujuan umum yang dirumuskan dalam bentuk
kompetensi lulusan setiap jenjang pendidikan.
3. Tujuan Kurukuler (TK)
Adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap bidang studi atau mata pelajaran.
4. Tujuan Pembelajaran/instruksional (TP)
Adalah kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki oleh siswa setelah mereka
melakukan proses pembelajaran tertentu.
Pengertian KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) yaitu kurikulum
yang disusun dan dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan
berdasarkan standar kompetensi serta kempetensi dasar yang dikembangkan oleh
Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). KTSP memiliki
tujuan pertama meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif
sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola, dan memberdayakan
sumber daya yang tersedia. Keduameningkatkan kepedulian warga sekolah dan
masyarakat dalam mengembangkan kurikulum melalui pengembalian keputusan
bersama. Ketiga meningkatkan potensi yang sehat antar satuan pendidikan tentang
kualitas pendidikan yang akan dicapai.
Pasal- pasal yang terdapat dalam KTSP antara lain yang tertera dalam UU No. 20
tahun 2003 yaitu:
Pasal 1 Ayat 19 “kurikulum adalah seperangakat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.”
Pasal 37 Ayat 1 “kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat;
pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, bahasa, matematika, IPA, IPS,
seni dan budaya, penjas, ketrampilan, dan muatan lokal.”
Prinsip-prinsip dalam KTSP yaitu berpusat pada potensi, perkembangan,
kebutuhan, dan kepentingan peserta didik, dan lingkungan juga tanggap terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi.
Kompenen dalam KTSP dimuat dari beberapa komponen yaitu: Tujuan
pendidkan, struktur program dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, silabus

15
dan rencana pelaksanaan pembelajara. Berdasarkan proses KTSP yaitu analisis
konteks, mekanisme penyusunan, kegiatan, dan pemberlakuan.
Sedangkan pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah program
perencanaan yang disusun sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk
setiap kegiatan proses pembelajaran. Komponen RPP berdasarkan tujuan
pembelajaran, materi/isi, strategi dan metode pembelajaran, media dan sumber
belajar, dan evaluasi.
Dalam kurikulum pembelajaran juga memiliki sistem yaitu satu kesatuan
komponen yang satu sama lain saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk
mencapai suatu hasil yang diharapkan secara optimal sesuai dengan tujuan yang
diterapkan. Sistem pembelajaran yang sering mempengarui dalam kurkikulum
yaitu melalui faktor guru, faktor siswa, faktor sarana dan prasarana, dan faktor
lingkungan. Agar berjalan dengan baik maka sistem kurikulum memiliki
komponen-komponen yaitu melalui tujuan, materi pembelajaran, metode atau
strategi pembelajaran, media, dan evaluasi.
 Cara mengimplementasi kan kurikulum dalam mengajar dan belajar yaitu
berdasarkan konsep dasar mengajar memiliki dua kompenen yaitu
mengajar sebagai proses menyampaikan materi pelajaran dan mengajar
sebagai proses mengatur lingkungan. Proses mengajar mremilki prinsip
antara lain berorientasi pada tujuan, aktivitas, individualitas, integritas,
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan motivasi.
 Belajar juga memiliki teori. Yaitu teori behavioristik dan teori kognitif
masing-masing memiliki penjabaran antara lain:
 Teori Behavioristik yaitu berdasarkan mementingkan pengaruh
lingkungan, mementingkan bagian-bagian, hasil belajar terbentuk secara
mekanis, dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, mementingkan
pembentukan kebiasaan, dan memecahkan masalah dilakukan dengan cara
“trial and error”.
 Teori Kognitif yaitu mementingkan apa yang ada dalam diri,
mementingkan keseluruhan, mengutamakan fungsi kognitif, terjadi
keseimbangan dalam diri, tergantung pada kondisi saat itu, mementingkan

16
terbentuknya struktur kognitif, dan memecahkan masalah didasarkan
kepada “insight”.
Motivasi dalam belajar yaitu dorongan yang dapat menimbulkan perilaku
tertentu yang kearah pencapaian suatu tujuan tertentu. Motivasi berfungsi untuk
mendorong siswa untuk beraktivitas dan berfungsi sebagai pengaruh. Jenis-jenis
motivasi dapat dilihat dari perspektif kebutuhan (kebutuhan fisiologis, kebutuhan
akan keamanan, kebutuhan sosial, dan kebutuhan untuk menjadi dirinya sendiri)
sedangkan perspektif fungsional (penggerak, harapan dan insentif). Upaya
membangkitkan motivasi belajar siswa melainkan dari tujuan yang dicapai dengan
membangitkan minat siswa dengan menciptakan suasana yang menyenangkan
dalam belajar dan juga memberikan pujian yang wajar terhap setiap keberhasilan
siswa dengan memberikan penilaian dan komentar dari hasil yang dikerjakan
terhadap siswa.
Dalam kurikulum juga menjelaskan cara meningkatkan profesional guru.
Guru yang profisional yaitu mampu membimbing siswa agar siswa dapat
berkembang sesuai dengan tugas-tugas perkembangannya, melatih keterampilan
baik keterampilan intelektual, maupun keterampilan motorik, dan membentuk
siswa yang memiliki kemampuan inovatif dan kreatif. Guru juga berperak penting
dalam proses pembelajaran karena guru perperan sebagai sumber belajar, sebagai
fasilitator, sebagai pengelola, sebagai demonstrator, dan sebagai pembimbing.
Strategi dalam pembelajaran juga sangat dibutuhkan yaitu berdasarkan
pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai, berhubungan
dengan bahan atau materi pembelajaran, dan pertimbangan dari sudut siswa.
Adapun beberapa jenis strategi antara lain:
 Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE) adalah proses penyampaian
materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan
maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.
 Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) adalah rangkaian kegiatan
pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan
analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti
dari suatu masalah yang dipertanyakan.

17
 Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK) adalah model pembelajaran
dengan menggunakan sistem pengelompokan antara empat sampai enam
orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademis, jenis
kelamin, ras atau suku yang berbeda.
Inovasi dalam pembelajaran yaitu sesuatu yang baru dalam situasi sosial
yang digunakan untuk menjawab atau memecahkan suatu permasalahan. Masalah
dalam pendidikan pertama masalah relevasi adalah kesesuaian antara kenyataan
atau pelaksanaan dengan tuntutan dan harapan. Keduamasalah kualitas yang
pertama dari segi proses dan kedua dari segi hasil. Ketigamasalah efektivitas dan
efesiensi. Efektivitas berhubungan dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan
pembelajaran yang didesain oleh guru yang mencapai tujuan pembelajaran.
Sedangkan efisiensi berhubungan dengan jumlah biaya, waktu dan tenaga yang
digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Keempat masalah daya tampung yang
terbatas. Hambatan-hambatan dalam inovasi antara lain dengan adanya estimasi
yang tidak tepat, konflik dan motivasi, inovasi yang berkembang, masalah
finansial, penolakan dari kelompok tertentu, dan kurang adanya hubungan sosial.
Dalam kurikulum juga memiliki evaluasi yang memiliki makna yang
berbeda dengan pengukuran. Karena evaluasi merupakan suatu proses sedangkan
pengukuran umumnya berkenaan dengan masalah kuantitatif untuk mendapatkan
informasi yang diukur. Fungsi evaluasi antara lain sebagai alat yang penting
sebagai umpan balik bagi siswa, menguasai tujuan yang ditentukan dalam
mengetahui ketercapaian siswa, memberikan informasi untuk mengembangkan
program kurikulum, informasi dari hasil evaluasi secara individual. Ruang
lingkup evaluasi kurikulum berguna untuk mengevaluasi kurikulum sebagai
program atau dokumen, evaluasi terhadap isi/materi, evaluasi terhadap strategi
pembelajaran, dan evaluasi terhadap program penilaian dan implementasi. Adapun
jenis-jenis evaluasi antara lain dengan tes dan non tes.
Adapun cara penilaian berdasarkan portofolio yaitu dengan menilai
keseluruan aspek perkembangan siswa baik intelektual, minat sikap dan
keterampilan, kriteria penilaian juga ditentukan sesuai dengan karakteristik siswa,
dan diambil dari keputusan yang dilakukan dengan cara kalaboratif antara guru,
siswa dan orang tua. Prinsip dalam penilaian portofolio berdasarkan penilaian,

18
keterbukaan, kerahasiaan, milik bersama, kepuasan dan kesesuaian, budanya
pembelajaran, refleksi, dan proses dan hasil.

 Kelebihan Buku II
Kelebihan dalam buku II antara lain:
1. Isi yang digunakan menurut saya sangat jelas dan tidak bertele-tele atau
memiliki makna dan tujuan sesuai dengan pembahasan. Dan pembahasannya
banyak menyangkut tentang UU sehingga kita yakin bahwa kurikulum memang
hasil dijalankan sesuai dengan UU.
2. Dalam bahasa atau tulisan sangat akurat sehingga pembaca mudah untuk
memahami.
3. Dalam buku ini tidak banyak memiliki penjelasan yang dikemukan oleh ahli-
ahli tetapi banyak berpatokan terhadap UU.
4. Sampul nya begitu menarik, baik dari warna dan penyusunan gambar dan
tulisan.
5. Ada perbedaan tulisan dalam setiap bab, contohnya judul-judul besar selalu
diberi warna hitam yang tebal. Sehingga pembaca mudah mengetahui dan
memahami dalam materi ini.
6. Pembahasan banyak menjelaskan tentang bagaimana menjadi guru yang
profisional, cara menerapakn KTSP dan pengajaran yang efektif dan efisien.
7. Buku ini sudah di ISBN kan, sehingga buku ini resmi.

 Kelemahan Buku II
Kekurangan dalam buku II adalah:
1. Buku gampang robek.
2. Dari beberapa bab memiliki keburaman tulisan, sehingga pembaca agak
kesulitan untuk membacanya.
3. Dalam isi terdapat beberapa kata-kata sulit sehingga pembaca mulai bosan akan
kesulitan itu.
4. Desain tulisan kurang menarik.
5. Tidak ada foto tentang si penulis.

19
6. Banyak pengulangan kata dalam setiap bab.
7. Buku nya terlalu tebal, sehingga sebagian orang kurang berminat untuk
membawanya. Dan pembaca kurang tertarik untuk membacanya karena terlalu
tebal untuk dibaca.

Perbandingan antara buku I dan II


1. Didalam buku 1 sampul nya kurang menarik sedangkan buku II agak menarik
karna memiliki warna yang bagus sesuai dengan pembahasan.
2. Buku 1 tidak memiliki pendahuluan sedangkan buku 2 ada.
3. Dalam buku I terdapat nama pengarang disetiap bab sedangkan buku II tidak
ada nama pengarang.
4. Buku 1 lebih banyak dijelaskan tentang pendapat ahli sedangkan buku II juga
ada tentang pendapat ahli, tetapi lebih banyak ke UU.
5. Harga buku 1 & 2 sangat berbeda , lebih mahal buku 1 dari pada buku II.
6. Dalam buku I KTSP tidak masuk dalam pembahasan bab tetapi hanya ada di
akhir pembahsan itu langsung cara melakukan KTSP sedangkan buku II KTSP
dapat dijelaskan dalam bab, sehingga lebih mudah memahami dengan jelas cara
pembuatan KTSP.
7. Warna tulisan di buku I dan II lebih jelas dan bagus di buku I dibandingkan
buku II.
8. Pembahasan lebih banyak di buku II dibandingkan buku I.

20
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bahwa kurikulum adalah suatu program yang direncanakan dalam bidang
pendidikan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan tertentu.
Sedangkan pembelajaran adalah perubahan perilaku yang relatif permanen, dan
terjadi sebagai hasil dari pengalaman. Dan pembelajaran merupakan kaedah
memperoleh ilmu pengetahuan atau kemahiran melalui pengalaman, amalan yang
dipelajari atau yang diajarkan.
Kurikulum dan pembelajaran adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam
dunia pendidikan, kurikulum merupakan pijakan utama dalam melakukan proses
belajar mengajar sedangkan pengajaran merupakan alat untuk menyampaikan dari
yang ada dalam kurikulum. Sehingga dengan kurikulum yang lebih jelas kita
dapat mengukukur apa yang diinginkan dan apa yang harus dilakukan oleh
seorang pendidik.
Kurikulum dan pembelajaran akan selalu berubah secara dinamis, sehingga
pendidik harus mampu memahami dan pendidik harus dapat mengikuti
perkembangan kurikulum dan pembelajaran.
B. Saran

21
Kali ini saya memberi saran untuk buku-buku yang saya baca, bahwa saran
yang harus saya ungkapkan yaitu kedua buku tersebut sama- sama saling
melengkapi dan saling memperbaiki satu sama lain. Dalam buku II juga harus
diperbaiki baik dalam pembuatan sebuah buku pelajaran hendaknya cantumkan
ringkasan atau rangkuman disetiap akhir bab, agar pembaca lebih mudah untuk
mencari kesimpulan dari rangkuman tersebut. Serta buat juga soal- soal latihan
dengan tujuan untuk melatih siswa dalam menjawab soal. Tidak hanya itu namun
yang harus diperbaiki didalam kedua buku itu seharusnya tidak usah terlalu tebal-
tebal dalam membuat buku. Itu membuat pembaca lebih cepat bosan dan tidak
berminat untuk membacanya.
Didalam kedua buku tersebut harus menggunakan bahasa- bahasa yang mudah
dimengerti oleh pembaca. Untuk apa penjelasan isi buku tertulis panjang- panjang
jika tidak ada kesimpulan yang dapat diambil dan dipahami oleh pembaca. Dan
buatlah isi buku semenarik mungkin. Agar pembaca tidak mudah bosan dalam
membaca buku itu.
Jadi saran saya, buatlah buku yang menarik. Baik dari segi cover maupun isi.
Gunakanlah warna yang berbeda untuk judul dan kata- kata yang penting dalam
buku tersebut. Agar pembaca juga tidak bingung dalam membedakan judul besar
dengan judul yang lainnya. Begitu juga penulis harus memperhatikan penulisan
kata dan huruf yang baik dan benar. Karena saran dan kritik sifatnya untuk
membangun menjadi lebih baik bukan untuk menjatuhkan dan membiarkannya.

22
DAFTAR PUSTAKA

Tim pengembangan MKDP kurikulum dan pembelajaran, 2012, kurikulum dan


pembelajaran, jakarta: Raja Grafindo Persada.

Prof. Dr. H. Sanjaya Wina, M. Pd, 2011, kurikulum dan pembelajaran “teori dan
praktek pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)”, jakarta:
Kencana Prenada Media Grup.

23

Anda mungkin juga menyukai