Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN DIABETIK RETINOPATI
DI RUANG POLI MATA RSUD ULIN BANJARMASIN

Tanggal 19 – 24 Agustus 2019

Oleh:
Sari, S.Kep
NIM. 1830913320021

PENDIDIKAN PROFESI NERS ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2019
LEMBAR PENGESAHAN

NAMA : Sari, S.Kep

NIM : 1830913320021

JUDUL : - Laporan Pendahuluan Diabetik Retinopati


- Resume Pasien Di Ruang Poli Mata RSUD Ulin
Banjarmasin

Banjarbaru, 19 Agustus 2019

Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Noor Diani, Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.MB Efnita, SKM.,MM


NIP. 197803172008122001 NIP. 196406041991012001
Definisi Etiologi
Retinopati diabetik adalah suatu Pada penderita diabetes, kadar gula darah
yang tinggi secara perlahan akan
mikroangiopati progresif yang ditandai oleh
DM Retinopati menyumbat pembuluh darah tersebut,
kerusakan dan sumbatan-sumbatan pembuluh sehingga asupan darah ke retina
halus yang meliputi arteriol prekapiler retina, berkurang. Akibatnya, retina akan
kapiler-kapiler dan vena-vena. membentuk pembuluh darah baru guna
mencukupi kebutuhan darah. Namun,
Retinopati diabetik termasuk salah
Tanda dan Gejala pembuluh darah yang baru terbentuk ini
satu komplikasi mikrovaskular dari penyakit tidak berkembang secara sempurna,
diabetes melitus yang tidak boleh dianggap 1. Penglihatan yang kabur
sehingga rentan pecah atau bocor.
remeh karena kondisi inilah yang paling 2. Sulit melihat saat malam
sering menimbulkan kebutaan pada penderita 3. Munculnya benang tipis atau tikit dalam
penglihatan (biasa disebut floaters)
diabetes.
4. Penglihatan yang berubah-ubah
5. Ketidakmampuan untuk melihat warna dengan
Klasifikasi benar
6. Titik gelap atau lubang dalam pandangan
- Non-Proliferative Diabetic Retinopathy
(NPDR) 7. Kehilangan kemampuan penglihatan (dalam tahap
- Proliferative Diabetic Retinophaty lanjutan)
(PDR) Komplikasi
- Maculophaty / Macular Edema
a. Oklusi vaskuler retina
b. Glaukoma
c. Ablasio retina
Penatalaksanaan

Saat Retinopati diabetik mencapai stadium lanjutan, pembedahan harus segera dilakukan dengan salah satu atau kombinasi pilihan sebagai
berikut:

Bedah laser mata yang terfokus (focal laser treatment), juga dikenal sebagai photocoagulation, di mana tindakan dengan laser ini dapat
menghentikan atau mengurangi pendarahan atau kebocoran cairan lain pada mata
Bedah laser mata yang tersebar (scatter laser treatment) , juga dikenal sebagai pan-retinal photocoagulation, di mana tindakan dilakukan
dengan laser yang disebar untuk menghilangkan pembuluh darah yang baru tumbuh
Vitrektomi, di mana tindakan akan memerlukan sayatan kecil pada mata untuk mengeluarkan darah dan cairan pada mata, serta
menghilangkan bekas luka yang melukai retina.
Terapi Anti-VEGF dilakukan dengan cara menyuntikkan obat yang dapat menghilangkan faktor pertumbuhan pada tubuh agar tidak terjadi
pertumbuhan pembuluh darah pada mata yang dapat menyebabkan Retinopati semakin parah , contohnya bevacizumab (avastin) dan
ranibizumab (lucentis).
.

Pencegahan

- Hidup sehat
- Kontrol gula darah
- Kontrol tekanan darah
- Kendalikan obesitas
- Kontrol setiap 6 bulan ke dokter mata atau bila ada
keluhan
Pathway DM Retinopati
 Genetik Diabetes Melitus
 Obesitas
 Asupan nutrisi
 Infeksi
 Gaya hidup
Penyerapan Glukosa
tubuh menurun

Hipertensi
Glukosa dalam darah
meningkat Retina
Sklerosis PD Kapiler retina
Hiperglekimia
Transedasi Cairan
Vasokontriksi darah
NPDR PDR
meningkat

Poliferasi PD
Obsruksi Lumen PD Munculnya
Terbentuknya baru
retina banyangan hitam
trombus (neurovaskuler)
pada mata
Oklusi PD rapuh dan
Suplai Seklorossis Pecah Gangguan
Vaskuker nutrisi dan PD kapiler Penurunan fungsi
O2 pada retina
Trasnsudasi Penumpukan penglihatan
(Penyempitan mata Cairan cairan divitrous
bemor Saat mobilisasi
lumen) menurun beraktivitas
Iskemik Retinopati TIO meningkat
pada retina
Gangguan Timbulnya rasa
Citra Tubuh Sakit kepala Resiko Jatuh
malu,Tidak percaya
diri
Nyeri Akut

nyeri
ASUHAN KEPERAWATAN
DIABETIK RETINOPATI

Pengkajian

Anamnesa
- Identitas Pasien
- Riwayat Penyakit Dahulu
Penyakit mata pada masa lalu, riwayat trauma, penyakit
diabetes
- Keluhan utama
Pandangan kabur, terdapat bercak-bercak pada area
penglihatan, penurunan lapang penglihatan.

Pemeriksaan fisik
B1: -
B2: adanya perdarahan,bercak-bercak hitam pada mata
B3: pandangan kabur, penurunan lapang penglihatan
B4: -
B5: -
B6: gelisah, ketidaknyamanan saat berativitas

DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1. Nyeri Akut
2. Gangguan Citra Tubuh
3. Ansietas
4. Risiko Infeksi
5. Resiko Jatuh
Nyeri akut Gangguan Citra Tubuh

NOC: Pain control, Pain level NOC : Body Image, Self Esteem
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit nyeri Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3X24 jam
pasien teratasi dengan kriteria hasil: gangguan citra tubuh teratasi dengan kriteria hasil :
1. Mengenali serangan nyeri 1. Citra tubuh positif
2. Melaporkan nyeri
2. Mampu mengidentifikasi kekuatan personal
3. Ekspresi wajah akibat nyeri
3. Mendeskripsikan secara faktual perubahan fungsi tubuh
NIC: Pain Management 4. Mempertahankan interaksi sosial
1. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi NIC : Body Image Enhancement
2. Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan 1. Kaji secara verbal dan nonverbal respon klien terhadap
3. Kurangi faktor presipitasi nyeri tubuhnya
4. Pilih dan lakukan penanganan nyeri 2. Monitor frekuensi mengkritik dirinya
5. Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan intervensi
3. Jelaskan tentang pengobatan, perawatan, kemajuan dan
6. Ajarkan tentang teknik nonfarmakologi
7. Evaluasi keefektifan kontrol nyeri prognosis penyakit
8. Tingkatkan istirahat 4. Dorong klien mengungkapkan perasaannya
9. Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa 5. Identifikasi arti pengurangan melalui pemakaian alat bantu
lama nyeri akan berkurang dan antisipasi ketidaknyamanan dari 6. Fasilitasi kontak dengan individu lain dalam kelompok kecil
prosedur
10. Kolaborasikan dengan dokter untuk memberikan farmakologi
mengurangi nyeri
NIC: Analgetic Management
NIC: Anxiety Reduction
1. Tentukan lokasi, karakteristik, kualitasdan tingkat nyeri sebelum
mengobati pasien. 1. Gunakan pendekatan yang menenangkan
2. Cek obat meliputi jenis, dosis, dan frekuensi pemberian analgetik.
2. Jelaskan semua prosedur, termasuk sensasi yang mungkin
3. Tentukan jenis analgetik (Narkotik, Non-Narkotik) disamping tipe
dirasakan selama prosedur
dan tingkat nyeri.
4. Tentukan Analgetik yang tepat, cara pemberian dan dosisnya 3. Berikan informasi terkait diagnosis, penanganan dan prognosis
secara tepat. 4. Sarankan keluarga untuk berada di dekat klien
5. Monitor tanda-tanda vital sebelum dan setelah pemberian
5. Instruksikan klien untuk melakukan teknik relaksasi
analgetik
6. Kaji tanda-tanda ansietas secara verbal maupun nonverbal
Risiko Infeksi Resiko Jatuh

NOC: Kontrol infeksi NOC : Trauma Risk For


Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x60 menit
tidak terjadi infeksi dengan kriteria hasil : resiko jatuh pasien tidak terjadi dengan kriteria hasil :
1. Tidak ditemukan tanda-tanda adanya infeksi. 1. Gerakan terkoordinasi
2. Perilaku pencegahan jatuh : tindakan individu atau pemberi
asuhan untuk meminimalkan faktor resiko yang dapat
memicu jatuh di lingkungan individu
NIC: Kontrol infeksi 3. Keluarga mampu menciptakan lingkungan yang aman di
1. Lakukan perawatan parienal setiap 4 jam.Membantu rumah
meningkatkan kebersihan , mencegah terjadinya infeksi uterus 4. Tidak ada kejadian jatuh
asenden dan kemungkinan sepsis.ah kliendan janin rentan pada
infeksi saluran asenden dan kemungkinan sepsis. NIC: Fall Prevention
2. Catat tanggal dan waktu pecah ketuban.Dalam 4 jam setelah 1. Mengidentifikasi deficit kognitif atau fisik yang dapat
ketuban pecah akan terjadi infeksi. meningkatkan potensi jatuh dalam lingkungan tertentu
3. Lakukan pemeriksaan vagina hanya bila sangat perlu, dengan 2. Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi jatuh
menggunakan tehnik aseptik. Pemeriksaan vagina berulang 3. Instruksikan keluarga untuk selalu menemani pasien
meningkatkan resiko infeksi endometrial. 4. Instruksikan keluarga untuk membantu memenuhi
4. Pantau suhu, nadi dan sel darah putih.Peningkatan suhu atau nadi kebutuhan keamanan pasien
> dapat menandakan infeksi. 5. Instruksikan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang
5. Gunakan tehnik asepsis bedah pada persiapan aman untuk pasien dirumah seperti menjauhkan barang-
peralatan.Menurunkan resiko kontaminasi. barang kecil dilantai atau kabel, lantai yang licin serta
6. Berikan antibiotik sesuai indikasi. Digunakan dengan karpet yang terlipat-lipat yang dapat memicu jatuh
kewaspadaan karena pemakaian antibiotik dapat merangsang
pertumbuhan yang berlebih dari organisme resisten.
NIC: Perlindungan Infeksi NIC: Manajemen lingkungan: keselamatan

1. Identifikasi kebutuhan keamanan pasien berdasarkan fungsi


1. Monitor kerentanan terhadap infeksi
2. Hindari kontak dekat dengan hewan dan penjamu dengan imunitas fisik dan kognitif serta riwayat perilaku dimasa lalu
2. Identifikasi hal-hal yang membahayakan dilingkungan
yang membahayakan
3. Pertahankan asepsis untuk pasien yang berisiko (misalnya, bahaya fisik, biologi dan kimiawi)
4. Anjurkan istirahat 3. Singkirkan bahan berbahaya dari lingkungan jika diperlukan
5. Anjurkan pernafasan dalam dan batuk dengan batuk 4. Bantu pasien saat melakukan perpindahan ke lingkungan yang
6. Ajarkan pasien dan anggota keluarga bagaimana cara menghindari lebih aman
infeksi 5. Edukasi individu dan kelompok yang berisiko tinggi terhadap
7. Instruksikan pasien untuk minum antibiotik yang diresepkan bahan berbahaya yang ada dilingkungan
Ansietas

NOC: Anxiety Level, Anxiety Self-Control


Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit
diharapkan klien menunjukkan penurunan kecemasan dengan kriteria
hasil:
1. Mengendalikan respon kecemasan
2. Menggunakan teknik relaksasi untuk mengurangi ansietas
3. Mencari informasi untuk mengurangi kecemasan

NIC: Anxiety Reduction


1. Gunakan pendekatan yang menenangkan
2. Jelaskan semua prosedur, termasuk sensasi yang mungkin
dirasakan selama prosedur
3. Berikan informasi terkait diagnosis, penanganan dan prognosis
4. Sarankan keluarga untuk berada di dekat klien
5. Instruksikan klien untuk melakukan teknik relaksasi
6. Kaji tanda-tanda ansietas secara verbal maupun nonverbal

NIC: Anxiety Reduction


1. Puji pemahaman klien tentang proses penyakit
2. Pahami perspektif klien terhadap situasi yang menyebabkan stress
3. Dukung klien mengidentifikasi kekuatan dan kemampuan yang
dimiliki
DAFTAR PUSTAKA

Doctherman McCloskey Joanne, Bulecheck .N Gloria. 2008. Nursing


interventions Classification (NIC). United states of America:
Mosby
Herdman, T. Heather. 2015. NANDA International Inc. nursing diagnoses :
definitions & classification 2015-2017. Jakarta: EGC

Moorhead Sue , Jonson Marion , L.Mass dkk. 2008 Nursing Outcomes


Classification (NOC). United states of America: Mosby
National Eye Institute: “Dietetic Retinopathy.” van Hecke, MV. Diabetes Care
2005; 28:1383. Lecaire, T. Am J Epidemiol 2006; 164:143. Aiello,
L. N Engl J Med 2005; 353:839.
Tandra, Hans. 2007. Segala sesuatu yang harus anda ketahui tentang diabetes.
PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakatra
Wahab, Samik. 2000. Nelson ilmu kesehatan anak vol 3 edisi 15. Jakarta: EGC
Wilkinson, Judith M & Nanci R. Ahern. 2012. Buku Saku Pragnosis
Keperawatan Edisi 9 Diagnosa Nanda Intervensi NIC Kriteria
Hasil NOC, Jakarta: EGC