Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN
PADA KLIEN DENGAN DISFONIA
DI RUANG POLI THT RSUD ULIN BANJARMASIN

Tanggal 19 – 24 Agustus 2019

Oleh:
Sari, S.Kep
NIM. 1830913320021

PENDIDIKAN PROFESI NERS ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2019
LEMBAR PENGESAHAN

NAMA : Sari, S.Kep

NIM : 1830913320021

JUDUL : - Laporan Pendahuluan Disfonia


- Resume Pasien Di Ruang Poli THT RSUD Ulin
Banjarmasin

Banjarbaru, 19 Agustus 2019

Mengetahui,

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan

Noor Diani, Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.MB Hj. Intan Permatasari, S.Kep.,Ns


NIP. 197803172008122001 NIP. 197103161995032003
DISFONIA

DEFINISI

Disfonia adalah istilah umum untuk setiap


gangguan suara yang disebabkan kelainan pada ETIOLOGI
organ-organ fonasi, terutama laring, baik yang
bersifat organic maupun fungsional  Radang laring (laryngitis)
 Tumor laring (neoplasma)
 Paralisis otot-otot laring

MANIFESTASI KLINIS

 Suara serak atau parau (roughness)


 hipofonia PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
 afonia
 Suara sulit keluar dan terputus-putus  Anamnesa keluhan : suara seraak, batuk,
 Nyeri saat bersuara (odifonia) disfagia, dan rasa ada sesuatu pada leher
 Suara terdiri dari beberapa nada (diplofonia)  Inpeksi dan palpasi laring
 Laringoskopi
 Laboratorium
 Radiologi
 Elektromiografi (EMG)
PENATALAKSANAAN
 Mikrobiologi dan patologi anatomi

 Istirahat suara (voice rest)


 Vocal hygiene (banyak minum air putih, hindari
gorengan, kacang-kacangan, coklat)
 Hindari merokok
 Obati penyebab secara tuntas
 Pembedahan bila perlu
PATHWAY DISFONIA

Laringitis implamasi Leukosit meningkat Pelepasan


pirogen
endogen
Tumor laring Plica Vocalis Paralisis otot laring

Pembentukan
Gangguan pengeluaran Kurangnya proctaglandin otak
Mengiritasi jaringan saraf
suara informasi penyakit

Peningkatan set
Nyeri akut Hambatan Ansietas point
Komunikasi
Verbal
Hipertemia
ASUHAN KEPERAWATAN
DISFONIA

Pengkajian Diagnosis keperawatan


1. Identitas Klien 1. Hambatan komunikasi verbal
2. Keluhan Utama (sulit bicara) 2. Hipertemia
3. Riwayat penyakit
3. Nyeri Akut
4. Pemeriksaan fisik
5. Pemeriksaan diagnostik 4. Ansietas

Hambatan Komunikasi Verbal Hipertermia Nyeri Akut

NOC : Proses Informasi NOC : Termoregulasi NOC : Pain Control

Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2 x 60 menit Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 60
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 60 menit
diharapkan klien tidak mengalami hipertermia, dengan menit pasien mampu mengontrol nyeri dengan kriteria
masalah hambatan komunikasi verbal teratasi dengan kriteria hasil:
hasil: kriteria:
1. Mampu mengontrol nyeri
1. Komunikasi klien efektif 2. Melaporkan nyeri berkurang
2. Klien mampu menyampaikan pesan yang koheren  Suhu tubuh dalam rentang normal (35,4-37,2 C)
NIC: Pain management
NIC : Perawatan demam 1. Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif
NIC : Komunikasi efektif
1. Pantau suhu dan tanda-tanda vital 2. Observasi reaksi non verbal dari ketidaknyamanan
1. Kaji kemampuan bicara klien 3. Gunakan teknik komunikasi terapeutik
2. Monitor warna kulit dan suhu tubuh
2. Ciptakan suasana yang tenang dan kondusif 4. Ajarkan teknik non farmakologis untuk mengatasi
3. Anjurkan banyak minum air putih
3. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti nyeri
4. Monitor asupan dan keluaran
4. Sediakan alat bantu jika diperlukan (kertas dan pulpen) 5. Anjurkan klien untuk istirahat yang adekuat
5. Ajarkan klien kompres hangat jika demam
5. Anjurkan klien berbicara dengan pelan
6. Berikan air putih jika perlu NIC: Pemberian Analgesik
NIC : Pengaturan suhu 1. Cek instruksi dokter tentang jenis, dosis, dan
7. Dengarkan pembicaraan klien
1. Monitor suhu dan warna kulit frekuensi obat
8. Validasi kembali apa yang diucapkan klien 2. Sesuaikan suhu lingkungan 2. Tentukan pilihan analgesic yang sesuai
3. Berikan medikasi yang tepat sesuai dosis 3. Berikan analgesic sesuai anjuran
4. Tingkatkan intake cairan dan nutrisi adekuat
4. Kaji adanya alergi obat
Ansietas

NOC : Anxiety Self Control

Setelah dilakukan tindakan keperawatan 2 x 60 menit diharapkan mamapu mengontrol cemas, dengan kriteria:

1. Klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas


2. Vital sign dalam batas normal
3. Mengidentifikasi mengungkapkan dan menunjukan tekhnik relaksasi

NIC : Anxiety Reduction


1. Gunakan ketenangan dalam pendekatan untuk menenagkan klien
2. Berikan informasi tentang penyakit, prognosis, dan tindakan
3. Jelaskan seluruh prosedir tindakan kepada klien dengan perasan yang mungkin muncul pada saat melakukan tindakan
4. Motivasi klien utnuk mengungkapkan perasaan, pengharap dan ketakutan
5. Ajarkan klien tekhnik relaksasi
Daftar Pustaka

Brunner & Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC

Ludman Harold. 2007. Petunjuk Penting Pada Penyakit Telinga Hidung Tenggorokan.
Jakarta: Hipocrates
Herdman, T. Heather. 2015. NANDA International Inc. nursing diagnoses : definitions &
classification 2015-2017. Jakarta: EGC

Doctherman McCloskey Joanne, Bulecheck .N Gloria. 2008. Nursing interventions


Classification (NIC). United states of America: Mosby

Moorhead Sue , Jonson Marion , L.Mass dkk. 2008 Nursing Outcomes Classification (NOC).
United states of America: Mosby